[Donghae’s Day] Believe

donghae-ceci-feb-2013-05

Disaat kau bersamanya, kau takut dia tak merasa nyaman berada didekatmu.

Disaat kau bersamanya, kau takut dia akan terluka atas semua perbuatanmu.

Disaat semua keraguan itu menyentuh relung hatimu, maka kepercayaanlah satu-satunya hal yang kau butuhkan.

Gadis itu melihat sedih kearah seserang yang kini tengah duduk ditengah taman kota. Seorang lelaki dengan kursi roda yang didudukinya. Dengan sebuah rangkaian bunga yang ada pada pangkuannya. Bunga yang akan diberikannya untuk gadis yang paling dicintainya. Namun gadis itu tak kunjung datang. Itu karena gadis itu tengah memperhatikannya sejak tadi dari balik pohon yang berada tak jauh dari tempat sang lelaki duduk diatas kursi rodanya.

Gadis itu tak sanggup melihat lelaki yang paling dicintainya harus lumpuh begitu. Apalagi begitu ia sadar bahwa dirinyalah yang menyebabkan kekasihnya itu lumpuh. Lumpuh itu memang masih bisa sembuh, namun yang berkecamuk dipikirannya sekarang adalah, setelah ia menyebabkan kekasihnya lumpuh, perbuatan macam apa lagi yang akan ia lakukan hingga membuat kekasihnya itu menderita seperti sekarang ini. Dia takut. Amat sangat takut. Ia takut akan menyebabkan kekasihnya lebih menderita daripada ini jika ia masih saja bersamanya.

Kini gadis itu keluar dari tempat persembunyiannya dan segera menghampiri kekasihnya. Tak membutuhkan waktu lama bagi gadis tersebut untuk mencapai tempat dimana kekasihnya berada. Dia menepuk sebelah bahu kekasihnya dengan pelan, dan berkata lirih, “mianhae, kau sudah lama menunggu ya?”

Lelaki itu menoleh dan tersenyum kearah gadis yang dicintainya itu. Namun senyum itu segera pudar saat dilihatnya wajah gadisnya ternyata sedang murung. Digenggamnya tangan gadis yang dicintainya itu dan dibimbingnya agar berdiri didepannya. “Wae yo? Kenapa kau terlihat sedih?” tanya sang lelaki lembut sambil masih menggenggam tangan si gadis kuat namun lembut.

“Dong Hae-ya,” panggil sang gadis pelan dan lirih, “mianhae yo, kau yang paling mengetahui seberapa besar cintaku untukmu, kau yang paling mengetahui bagaimana artinya dirimu untuk diriku. Aku mohon, mulai sekarang, lupakanlah aku,” ujarnya lirih.

Dong Hae menatap gadis yang kini tengah menunduk itu dengan perasaan kaget yang luar biasa. Ia tak meyangka gadisnya akan berkata begini, “wae yo? Kenapa aku harus melupakanmu? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?” tanya Dong Hae heran. “Yoo Ri-ya, jebal, aku sangat mencintaimu. Aku tak sanggup jika harus berpisah darimu. Apa kau malu punya kekasih sepertiku yang hanya bisa duduk di kursi roda begini?” tuntut Dong Hae dengan suara parau karena kini air matanya sudah hampir tumpah.

Kini malah Yoo Ri yang terisak. Ia berjongkok didepan Dong Hae yang duduk diatas kursi rodanya. Menundukkan kepalanya agar tangisnya tersembunyikan. Tapi Dong Hae meraih dagu Yoo Ri, menengadahkan kepalanya, dan menatap matanya dalam.

“Dong Hae-ya, ini semua bukan karena aku malu. Bukan karena aku tak mencintaimu lagi. Sungguh didalam lubuk hatiku hanya ada dirimu. Dipikiranku hanya terukir namamu. Dimataku hanya terlukis wajahmu. Hanya kau satu-satunya yang kucintai. Hanya kau yang satu-satunya kusayangi. Hanya kau yang selalu memenuhi pikiranku,” jelas Yoo Ri sambil terisak. Dong Hae mengusap air mata yang mengalir deras dipipi gadisnya dengan lembut.

“Lalu, kenapa kau memintaku untuk melupakanmu?” tanya Dong Hae lembut namun penuh dengan penekanan.

“Ingatkah kau, sudah berapa kali aku membuatmu cedera? Cedera ringan, bahkan hingga kau harus duduk dikursi roda seperti saat ini. Bisakah kau hitung?” tanya Yoo Ri dengan nada menerawang. “Puluhan kali, Dong Hae-ya. Puluhan kali. Bahkan aku tak bisa menghitungnya dengan tepat,” Yoo Ri menjawab sendiri pertanyaannya.

Kini Dong Hae mulai mengerti kenapa kekasihnya itu memintanya untuk melupakannya. Diusapnya wajah Yoo Ri lembut. Diberikannya gadis itu sebuah senyum yang sangat menenangkan. “Sayang, kau tak perlu khawatir, ini hanya sementara, aku akan bisa berjalan lagi kok. Tenanglah,” kata Dong Hae menanangkan.

“Tapi,”

“Sst…” belum selesai Yoo Ri bicara, Dong Hae sudah menempelkan satu telunjuknya dibibir kekasihnya itu. Tanda agar Yoo Ri diam. “Semua ini tak berarti dibandingkan jika aku harus melihatmu kesusahan karena aku tak bisa melindungimu. Aku akan selalu melindungimu. Apapun yang terjadi. Bahkan jika harus menyebabkan diriku yang cedera. Aku akan tetap melindungimu. Percayalah,” ucap Dong Hae lembut. Dan dari nada bicaranya, tersirat sebuah senyuman.

“Kau nyaman dengan semua ini?” tanya Yoo Ri skeptis. “Kau yang merasa nyaman, tapi aku tidak, Dong Hae-ya! Tahukah kamu bagaimana perasaanku saat melihatmu celaka, bahkan itu karena ulahku! Kau selalu melindungiku! Tapi kapan aku akan melindungimu?! Ini semua tidak adil untukmu, Dong Hae-ya! Tidak adil! Hatiku tersayat saat melihatmu kesakitan! Aku tahu kau begitu menderita! Maka dari itu, tinggalkan aku! Lupakan aku! Aku tidak ingin kau menderita gara-gara aku!” Yoo Ri berkata dengan penuh emosi sambil menepiskan jemari Dong Hae yang berada diwajahnya.

“Ya, aku memang kesakitan! Tapi tahukah kamu aku akan semakin kesakitan jika kau meninggalkanku! Semua sakit yang kualami selama ini takkan ada artinya dibandingkan jika kau meninggalkanku!” Kali ini Dong Hae juga berkata dengan penuh emosi.

Dong Hae meraih lengan kiri Yoo Ri dengan tangan kanannya, dan lengan kanan Yoo Ri dengan tangan kirinya. Digenggamnya erat kesepuluh jemari Yoo Ri. Kuat namun lembut. “Jika kau merasa bersalah, tetaplah berada disisiku. Jangan pernah kau coba untuk meninggalkanku. Karena hanya dengan kau berada disisiku, semua rasa sakit yang kurasakan akan menghilang,” ujar Dong Hae lembut.

Air mata Yoo Ri kembali tumpah. Dilepaskannya genggaman Dong Hae pada kedua tangannya. Ditegakkannya tubuhnya. Dipeluknya tubuh yang duduk didepannya. Yoo Ri menumpahkan seluruh air mata dan beban yang selama ini menghimpit hatinya di bahu Dong Hae.

Dong Hae mengelus punggung Yoo Ri pelan. Dibiarkannya kekasihnya itu menangis dibahunya. Asalkan gadis yang kini dipeluknya itu tidak meninggalkannya, ia akan melakukan apapun.

-the end-

2 Comments (+add yours?)

  1. Ailoils
    Nov 05, 2015 @ 20:59:53

    Omona omonaaa, nyesek banget ini :”’ tapi waee? Apa yg terjadi YooRi?? *tarik kerah kemejanya* #lol
    Gantuung tapi gak apa2, kerasa kok feelnya :’3 keep writing!

    Reply

  2. savacalosa
    Nov 07, 2015 @ 00:11:55

    Aigooo jadi kepo deh sebenernya Donghae bisa begitu emang gara-gara kenapa dan apa hubungannya sama YooRi ><
    Feel sedihnya dapet banget deh! Keep writing, thor!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: