Wirklichkeit

kyuhyun47

Wirklichkeit

By : Ririn Setyo

Cho Kyuhyun || Song Jiyeon || Lee Hyukjae

Genre : Romance ( PG – 15 )

FF ini juga publish di blog pribadi saya : http://www.ririnsetyo.wordpress.com

Cho Kyuhyun adalah seorang pria yang terlahir dengan semua kemudahan hidup dan kesempurnaan dunia yang tak terbantahkan. Fatamorgana yang selalu menjadi acuan Kyuhyun dalam mengarungi hidupnya selama 20 tahun.

Dia terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga konglomerat, ayahnya adalah pemilik perusahaan pipa baja terbesar di Asia. Ibunya adalah pengacara handal yang dimiliki negaranya, Korea Selatan. Kyuhyun sendiri dianugerahi otak encer hingga mendapat predikat jenius, jangan bicarakan tentang fisik ragawinya, karena Kyuhyun akan semakin tertawa jumawa dalam senyum congkak serasa menjadi penguasa dunia.

Dia tinggi 180 centimeter, pahatan wajahnya lebih sempurna dari kata rupawan, senyumnya dingin namun sangat menyihir detak jantung untuk bertalu lebih cepat tiap kali pria itu menarik kedua sudut bibirnya. Manik matanya cokelat pekat, tajam dan melumpuhkan. Seringainya angkuh namun mampu membekukan susunan tulang, pelukannya serasa candu dan ciuman panjang dari bibir seksinya selalu membuat mabuk kepayang hingga para gadis rela menyerahkan diri mereka secara suka rela pada pria itu.

 

Namun seperti pepatah, jika tidak yang yang abadi di dunia ini.

 

Termasuk dengan kesempurnaan yang dimiliki Kyuhyun, semua itu tidaklah abadi.

 

Kyuhyun mengalami kejadian tak terduga, hingga semua kesempurnaan Kyuhyun serasa hilang dan sia-sia. Pria itu bertemu seorang gadis secara tidak sengaja di bandara Incheon, gadis yang tidak menatapnya sama sekali seperti gadis kebanyakan yang selama ini ditemui Kyuhyun. Kejadian langka yang terjadi hanya satu kali di dalam hidup Cho Kyuhyun, bahkan hingga kini Kyuhyun tetap tidak percaya jika dia akan mengalami kejadian itu, kejadian yang melekat di dasar hati sampai detik ini.

Kyuhyun masih sangat ingat dengan kejadian tak biasa itu. 1 minggu lalu, pukul 10 pagi, tepat di dekat pintu kedatangan semua kejadian itu bermula.

Hari itu Kyuhyun terpaksa ke bandara untuk pertama kali, karena tidak tahan dengan renggekan Hyukjae yang minta dijemput pagi itu. Perlu diketahui, jika sejak Kyuhyun lahir hingga sekarang, ia selalu mengunakan jet pribadinya yang terparkir di halaman belakang rumahnya tiap kali ia ingin pergi ke negara lain di belahan dunia manapun.

Sahabatnya Lee Hyukjae, pria Casanova yang selalu menempel pada Kyuhyun selayak perangko pada amplop surat itu tengah mendapat kesialan. Hyukjae mendapat hukuman dari orangtuanya, jet pribadi Hyukjae diblokir 10 menit sebelum lepas landas, pewaris tunggal dari peusahaan property terbesar di Korea Selatan itu lagi-lagi menghabiskan puluhan juta dollar, hanya untuk membuat pesta gila bersama para model tanpa busana di London sana.

Kyuhyun pusing bukan kepalang sejak ia menginjakkan kakinya di dalam bandara Incheon, bandara internasional yang termasuk dalam salah satu bandara tersibuk dan terluas di dunia. Ia berjalan cepat menuju pintu kedatangan seraya mengedarkan pandangan ke segala arah, berharap segera menemukan Hyukjae dan menyelesaikan semua kekonyolan ini lebih cepat dari yang sudah ia perkirakan sebelumnya.

Kyuhyun berkacak pinggang dengan umpatan yang tak henti mengalun dari bibirnya yang sudah maju dari posisi yang seharusnya. Wajah rupawannya tertekuk, menanti kedatangan Hyukjae yang hingga di menit ke 15 belum juga menyembul dari balik pintu kedatangan yang tampak hiruk pikuk pagi ini.

“Aku janji akan membunuhmu, jika kau tidak keluar dalam 5 menit Lee Hyukjae.” gumam Kyuhyun, semakin geram dan kesal.

Kyuhyun mengerling tanpa minat saat beberapa gadis yang melintas menatap antusias ke arahnya, walau pagi ini Kyuhyun belum membersihkan diri, rambutnya tidak tertata rapi hingga terpaksa ia sembunyikan dibalik sebuah topi, pakaiannya pun tak layak untuk seseorang yang punya sejuta harga diri. Kyuhyun tetaplah pria memikat dengan semua pesona yang terlalu sulit untuk dipatahkan.

Sekali lagi Kyuhyun berdecak kesal, membalikkan badan dalam satu kali gerakan, lalu terpaku lebih cepat dari hitungan detik jarum jam.

Saat ini tepat di depan Kyuhyun, lebih tepatnya tepat di atas dada pria itu, menempel sesuatu yang dingin, basah, dengan aroma manis seperti campuran madu dan vanilla yang menari-nari di ujung hidung bangir Kyuhyun. Meresap perlahan, menembus hingga ke dalam lapisan kulit Kyuhyun dan berhasil membuat pria jangkung itu membatu. Semakin diam tak bergerak saat sepasang iris sebening kristal milik gadis jelita di depanya menatap lekat manik cokelatnya, menenggelamkan Kyuhyun ke dasar rasa asing yang menghipnotis kesadarannya hampir tak tersisa.

Eoh, es krim favoritku.”

Gumaman pelan milik gadis berkulit seputih susu dan bersurai hitam sebatas pinggang, mengalun selembut beludru di telinga Kyuhyun. Pijakan kaki Kyuhyun terasa semakin lemas hingga ia yakin jika tulang kakinya telah menghilang, ketika jemari lentik nan cantik dengan kuku berpoles nail polish biru muda itu mulai menyentuh permukaan dadanya. Merengkuh satu scoop ice cream untuk kembali ke atas cone yang setia berada di balik ruas-ruas jemari gadis itu.

Gadis itu kembali menatap Kyuhyun, mengerjab pelan ketika pria itu masih berdiri diam selayak patung di depannya. Terdengar desahan pelan dari gadis itu saat Kyuhyun tak menunjukkan tanda-tanda untuk memberinya jalan, ia pun memilih mengeser kakinya ke kanan, melewati bahu Kyuhyun, berjalan menuju tong sampah besar di dekat escalator seraya membuang ice creamnya dengan ragu.

“Cho Kyuhyun!”

Suara tak merdu milik Hyukjae menyadarkan Kyuhyun dan menarik pria itu dari alam bawah sadar untuk kembali ke alam yang seharusnya. Kyuhyun memutar pandangan, mengeluarkan umpatan takkala menyadari jika gadis jelita yang menyihirnya telah menaiki escalator, menuju lantai atas bandara yang jauh lebih ramai dari lantai yang dipijak Kyuhyun saat ini.

Dengan langkah cepat nyaris berlari Kyuhyun segera menuju escalator, alih-alih mempedulikan teriakkan Hyukjae di belakang sana, pria Casanova itu berteriak selayak wanita jompo yang panik karena meninggalkan gigi palsunya di rumah. Kyuhyun tidak peduli, dia harus menemukan gadis itu secepat yang ia bisa sebelum gadis itu benar-benar menghilang dari jarak pandangnya.

Namun lagi-lagi kali ini hidup Kyuhyun tidak sempurna, ia harus menerima kenyataan jika semua hal tak selamanya berjalan mulus seperti yang sudah-sudah.

 

Kyuhyun kehilangan jejak sang gadis jelita.

 

Kyuhyun mengatur napasnya yang memburu tanpa melepaskan pandangan mata untuk menyisir ke tiap sudut bandara, menyakinkan diri sendiri jika keberuntungan dan kesempurnaan masih sangat setia kepada hidupnya, membuang pikiran jika kali ini nasib akan membelot dan menghianatinya tanpa kompromi lebih dulu.

Hey! Apa yang terjadi, Kyu?”

Tepukan samar di bagian bahu membuat langkah kaki Kyuhyun melambat, tanpa menoleh ke arah pria yang mengajaknya bicara, Kyuhyun menjawab.

“Aku baru saja bertemu seorang gadis.”

“Apa?”

“Apa penerbangan tak biasamu kali ini, membuatmu tuli Lee Hyukjae?”

Kyuhyun kembali mempercepat langkahnya, memaksa Hyukjae melebarkan langkah kaki untuk mengimbangi Cho Kyuhyun.

“Maksudku terlihat aneh jika kau harus… sekalut ini hanya karena bertemu seorang gadis.”

“Dia Malaikat-ku, Hyuk.”

“Malaikat?” Hyukjae mengernyit. “Jangan bilang dia Malaikat pencabut nyawa dan sekarang kau berusaha menghindar…,” satu pukulan keras mendarat di kepala Hyukjae, hingga kalimat pria itu terhenti begitu saja.

“Berhenti bicara dan bantu aku untuk menemukan gadis itu.” ucap Kyuhyun dalam satu tarikan napas.

“Baiklah.” jawab Hyukjae kemudian, mengabaikan fakta jika dirinya belum paham apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun.

“Sebutkan ciri-cirinya.” pinta Hyukjae.

“Dia cantik, matanya bening, rambutnya hitam sepinggang, kulitnya seputih susu.”

“Lebih spesifik.”

“Terdapat noda ice cream di jari tangannya.”

Eoh?”

Kyuhyun menunjuk noda ice cream yang mulai mengering di pakaiannya.

“Dia menabrakku, bukan, aku yang menabraknya, bukan. Hemm… kami bertabrakan, mungkin…,” Kyuhyun meragu.

“Lupakan.” jawab Hyukjae cepat. “Pakaiannya?”

“Dress selutut berwarna biru.”

“Ok!”

****

3 Month’s Later

Kyuhyun’s Apartement

Living Room

3 bulan berlalu, Kyuhyun tak juga mampu menemukan ataupun menghapus jejak gadis jelita yang ia temui di bandara tempo hari dari dalam pikirannya. Gadis bermata bening itu selalu muncul seperti hantu, di manapun, kapanpun. Mengikuti Kyuhyun tanpa lelah, menganggu tidur Kyuhyun hingga selalu terjaga di malam hari dan membuat Kyuhyun menghabiskan sisa malamnya dengan menghayalkan gadis itu.

Tak jarang Kyuhyun terlihat tersenyum tanpa sebab, terlihat sedih dan kalut di tengah keramaian. Kyuhyun juga selalu datang ke bandara Incheon di waktu yang sama dengan waktu yang mempertemukan dirinya dengan gadis itu, mengelilingi bandara tanpa lelah dengan harapan dapat menemukan gadis-nya.

 

Oh! Kyuhyun mulai terlihat seperti pria tidak waras.

 

“Lupakan gadis itu, lanjutkan hidupmu, Kyuhyun.” kalimat yang sama lagi-lagi terlontar dari bibir Hyukjae, pria itu mulai mengkhawatirkan sahabatnya.

“Itu sama saja seperti kau memintaku untuk mengakhiri hidupku, Lee Hyukjae.” jawab Kyuhyun, pria itu masih membelakangi Hyukjae, menatap hamparan laut biru dari balik jendela kaca apartemen yang memagari deretan gedung pencakar langit.

“Berlebihan.” Hyukjae mencibir, menyandarkan punggungnya pada sofa besar berbentuk bundar yang tengah didudukinya. “Kau bahkan tidak tahu nama gadis itu.”

“Akan segera tahu.” jawab Kyuhyun yakin.

“Semoga.” lagi-lagi Hyukjae mencibir, menatap Kyuhyun dengan gelengan kecil seraya meloloskan napas panjang dan dalam.

Selama 3 bulan ini, Kyuhyun sudah mendatangkan setidaknya selusin pelukis sketsa wajah terbaik untuk membantunya mengambar wajah gadis jelita-nya itu, namun tidak ada satu pelukis pun yang mampu memuaskan Kyuhyun. Wajah gadis yang digambarkan para pelukis, selalu tidak sama dengan apa yang ada di pikirannya. Kyuhyun pun mulai merasa jika semua kekayaannya yang berlimpah tidak berguna dan sia-sia, karena hingga detik ini semua itu tak mampu untuk menemukan gadis-nya.

****

1 Week’s Later

Incheon Internasional Airport

10.00 AM

Dejavu

Kyuhyun memasuki bandara dengan terburu-buru, berpenampilan sama seperti 3 bulan lalu, berdiri di depan pintu kedatangan, tepat di mana ia pernah menunggu Lee Hyukjae. Semalam Kyuhyun bermimpi bertemu dengan gadis-nya, mimpi yang terasa sangat nyata. Kyuhyun bahkan bisa merasakan detak jantungnya sendiri, tarikan napasnya yang tersengal selama ia bermimpi. Dan tiba-tiba saja Kyuhyun berpikir dan percaya jika hari ini takdir berpihak padanya, Tuhan akan mengabulkan doanya selama 3 bulan terakhir ini. Hari ini dia akan bertemu dengan sang gadis jelita, pujaan hati yang selalu membuat Kyuhyun tersenyum bahagia.

Kyuhyun menarik napasnya dengan mata yang terpejam, berusaha keras menahan degupan jantung yang terasa bertalu terlalu kencang. Perlahan Kyuhyun membalikkan tubuhnya, sesaat setelah ia melirik jarum jam yang melingkar di tangan kanannya sudah menunjukkan waktu yang sama dengan waktu ia bertemu gadis itu 3 bulan lalu.

Dan seperti adegan berulang, Kyuhyun melihat gadis yang telah ia tunggu-tunggu, berjarak 3 langkah, berdiri di depannya dengan menggenggam cone berisi ice cream yang sama, ice cream rasa vanilla madu. Dengan cepat Kyuhyun memundurkan tubuhnya, sebelum gadis itu kembali menabraknya seperti waktu itu. Memberanikan diri menyapa lebih dulu dan membatalkan acara tabrakan untuk ke dua kali di antara mereka.

“Nona.” satu kata yang terasa sangat sulit untuk diverbalkan, mengalun samar dan membuka satu ruang percakapan yang tak pernah Kyuhyun duga sebelumnya.

Eoh, maaf. Aku terlalu asik dengan es krimku.”

Suara yang begitu ingin Kyuhyun dengar mengalun, terlihat semakin indah dan sempurna kala gadis itu menarik sudut-sudut bibirnya hingga tercipta senyuman manis yang membuat Kyuhyun lupa untuk sekedar menarik napas.

“Kita bertemu lagi.” ucap Kyuhyun, kembali terdengar sangat samar. Ucapan yang justru membuat kerutan tercipta di kening putih gadis itu.

“Maksudmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” gadis itu menjawab seraya sesekali menjilati es krim yang di genggamnya, tak begitu peduli dengan tingkat cahaya wajah Kyuhyun yang turun drastis setelah mendengar pertanyaannya.

“Kau…,”

Ah, aku tahu.” potong gadis itu cepat, menahan semua tatanan kalimat Kyuhyun di ujung lidah pria itu. “Kau pasti berpikir aku adalah seseorang yang kau kenal, benar ‘kan?” gadis itu tertawa pelan, membuat Kyuhyun serasa di kelilingi puluhan kupu-kupu cantik yang menebarkan angannya hingga menembus atap bandara.

“Wajahku ini terlalu pasaran.” ucap gadis itu lagi, tak memberi celah pada Kyuhyun untuk menanggapi. Tapi sepertinya Kyuhyun tidak peduli, ia bersedia menjadi dan melakukan apapun asal selalu berada sedekat ini dengan gadis itu.

Dia juga selalu mengatakan hal itu, menyebalkan.” bibir tipis semerah cerry milik gadis itu mengerucut, menjabarkan rasa kesal yang belum sepenuhnya bisa Kyuhyun mengerti.

Kyuhyun lebih tertarik pada kata ganti orang yang tadi sempat diucapkan gadis itu.

“Dia?”

Hemm… dia.” gadis itu memiringkan tubuhnya, lalu mengerakkan telunjuknya. “Dia, pria menyebalkan yang telah mengubah nama depanku menjadi Lee.” senyum gadis itu semakin merekah setelah ia menuntaskan kalimatnya.

 

Namun tidak demikian dengan Kyuhyun.

 

Hening. Kyuhyun merasa dunia runtuh dan menimpanya hingga ia hancur berkeping-keping, meleburkan jiwanya menjadi butiran debu yang tak berarti. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga semua bukunya memutih, memberanikan diri untuk berbalik dan menatap objek yang sama dengan apa yang kini tengah ditatap oleh gadis itu.

Di sana, berdiri seorang pria berwajah tampan dalam balutan kemeja biru pas badan, senyum pria itu hangat dan bersabahat. Bahkan pria itu sedikit membungkukkan kepalanya sebelum menyapa gadis yang masih berdiri di samping Kyuhyun.

Sweet Heart.”

Gadis itu melambaikan tangannya, melirik Kyuhyun sekilas sebelum melangkah melewati pria itu tanpa kata. Namun gadis itu berhenti tepat dilangkah ketiganya, berbalik seraya tersenyum dan diakhiri dengan sebaris nama yang tak lagi ingin Kyuhyun ketahui.

“Aku Lee Jiyeon, senang bertemu denganmu.”

Kyuhyun membeku, hatinya membiru, menerima kenyataan yang terasa begitu menyesakkan jiwanya. Kenyataan yang dalam sekejab menerbangkannya ke puncak langit ke tujuh namun di detik selanjutnya telah membuatnya jatuh ke dasar bumi. Sekali lagi Kyuhyun menatap gadis yang kini telah berada di dalam rangkulan pria berkemeja biru di depan sana, sebelum akhirnya Kyuhyun memilih untuk berbalik, berjalan tertatih, berusaha mengumpulkan serpihan hati yang tercecer karena hempasan keras kekecewaan.

~ THE END ~

 

 

 

 

 

 

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. leeechoika
    Nov 10, 2015 @ 19:38:03

    sedih masa aaaa-_- kyuhyun kasian:(

    Reply

  2. Nikyu
    Nov 10, 2015 @ 20:55:54

    Kasiaan *puk,puk kyu

    Makanya jadi orang jan angkuh ya nak,itu blasannya ^^

    Reply

  3. cici
    Nov 10, 2015 @ 21:01:43

    kk,knpa sedih bnget
    jika…hiks…

    Reply

  4. han gi
    Nov 10, 2015 @ 21:47:55

    haa…kasian kyuhyun udh ga ada kesempatan . jiyeonnya udah nikah hahahha

    Reply

  5. uchie vitria
    Nov 11, 2015 @ 11:21:12

    omg kyuhyun patah hati setelah menjadi gila sepama hampir 3 bulan lebih dan kenyataannya song jiyeon sudah bersuami
    apes banget cintamu kyu

    Reply

  6. savacalosa
    Nov 12, 2015 @ 01:49:01

    Jiaaah sekalinya demen sama orang malah begitu nasib kyu wkwkwk
    Nice ff thor, diksinya bagus, keep writing yaa

    Reply

  7. Laili
    Nov 13, 2015 @ 00:45:38

    uuh… Kyuhyun kacian. Jangan nangis ya… Sekali-kali Kyuhyun kek gini.

    Reply

  8. liyahseull
    Nov 14, 2015 @ 01:27:25

    Poor you, Cho 😝

    Reply

  9. ghefirasaras010298
    Nov 16, 2015 @ 04:50:36

    Wohoho, Kyuhyun patah hati ceritanya. Gadis incarannya ternyata udah punya…..suami?
    Duh, kasian Abang Cho, sini sama aku aja *plak*
    Ceritanya menarik, bahasanya ringan dan mudah dipahami. Semangat terus menulisnya!^^

    Reply

  10. Rrin'sLove
    Nov 16, 2015 @ 14:27:26

    bayanganku sehancur perasaan Kyu
    kasian sekali kau Kyu #pukpuk
    hahahahaha

    aku merasa sedih tapi juga lucu ckckck
    hahahaha

    Reply

  11. ayu diyah
    Nov 30, 2015 @ 11:00:00

    hahaha,, dsini entah knpa gue pingin ketawa evil ke kyuhyun yg sombong, arogan dan trllu sempurna,, gw pngin bilang, “di dunia ini ga ada yg sempurna,bung. kesempurnaanmu psti ada celahnya” .. lalalalalililili *mulai stress*
    oh ya, pnasaran deh, siapa ya suaminya jiyeon,, lee donghae kah?? secara dia sllu jdi rivalnya kyuhyun dihampir semua ff

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: