Broken Vow

BROKEN VOW

Nama : L

Tittle: Broken Vow

Genre: Angst, Thriller

Length: Ficlet

Rated: PG-15

With Kim Hee Chul, Park Chae Rin and Cha Hee Joo

 DISCLAIMER: Kim Hee Chul belong to him self but Park Chae Rin and Cha Hee Joo was mine. Also the story.

Note: Well, i’m not the kind of person who talked too much. Just read it, if you love it then mean itIt’s also posted on my blog http://stardustonneverland.wordpress.com

Peringatan konten!

***

Denting piano mengalun lembut, menggema ke penjuru ruangan sebuah rumah mewah. Jari-jari lentik itu terus bergerak menari lihai di atas deretan tuts piano. Nada-nadanya terdengar indah namun mengandung kesedihan, mengandung luka serta emosi yang terpendam dalam. Nada-nada minor yang dihasilkannya terasa menyayat hati, menggetarkan, memaksa cairan itu tumpah dari kedua pelupuk cokelat gelap yang sejak tadi terpejam. Sesak mendera, jari-jarinya bergerak lebih cepat, emosi mulai meluap, perih tak kunjung mereda, napasnya mulai tersengal, dia berhenti.

Dadanya bergerak naik turun, bernapas cepat meraup oksigen dengan rakus. Perlahan mata itu membuka. Iris kelabu terlihat datar, dingin dan kosong. Seakan tak ada jiwa yang menghuni raga yang terbalut gaun hitam itu.

Hela napas terdengar singkat sebelum jari-jarinya mulai menari lagi.

Sonata In A Minor milik Mozart dimainkannya. Terdengar lebih kelam dibanding sebelumnya. Membawa perih, sesak, dan ngilu itu lagi. Sekelebat bayang tiba-tiba muncul, berubah semakin jelas tergambar di kepalanya yang mendadak memening.

Dua tubuh itu menyatu dalam gairah yang membakar, bergerak liar dalam pikiran primitif. Desahan bersahut-sahut seiring puncak yang harus segera diraih demi nirwana yang terbentang di atas sana.

Tuts piano di hantam keras, nada sumbang memekakkan telinga menghancurkan dinding-dinding tebal nuraninya. Dia beranjak, kakinya menapaki lantai marmer yang tak ubahnya lapisan es dingin karena badai salju bulan desember menyambangi kota itu. Tak di pedulikannya, tak di hiraukannya dia terus melangkah mendekati pigura besar yang terpaku dengan angkuh di dinding.

Gaun putih, tuxedo hitam dalam kesakralan yang terhelat di musim panas beberapa tahun silam memaksa dirinya tertarik kembali ke masa itu.

“Demi matahari, demi senja, demi langit malam atas nama Tuhan aku berjanji akan mencintaimu hingga dihela napas terakhirku.”

Cincin tersemat, ciuman manis dan riuh tepuk tangan membaur bersama deburan ombak, oranye di langit dan pasir putih, menjadi saksi-saksi keyakinan hati kala itu.

Namun pandangan itu tetap kosong. Jiwa itu tak kembali meski memori indah terputar dalam benak.

Takdir tak selalu seperti yang diinginkan. Takdir yang Tuhan berikan terlalu kejam. Dia tak ingin menderita sendiri, tak ingin tercekik rasa sakit sendiri. Karena itu, dia membuatkan takdir untuk sosok yang pernah dicintanya. Untuk sosok yang pernah berjanji sehidup semati dengan dirinya.

  • ••

Sayatan menghiasi kulit putih susu itu, merembeskan darah yang sudah menggenangi lantai. Napas masih dihela sosok itu meski putus-putus. Paparan dinginnya udara sejak dua jam lalu membekukan seluruh saraf. Dia putus asa, tak mampu berbuat apapun untuk melepaskan diri dari jerat tali juga wanita yang pernah diyakininya sebagai yang tertakdir untuknya.

Lelehan bening dari mata bulatnya tak membuat wanita bergaun hitam itu berubah pikiran. Takdir yang dibuatkan untuknya dan wanita dari masa lalunya sudah tak dapat dihentikan. Kegilaan yang di atas namakan cinta kata wanita itu.

“Park.. C..Chae Rin-ah.” suaranya tercekat, rasa sakit menyengatnya berkali-kali. Mencoba mengiba pada nurani wanita yang diharapkannya masih sedikit tersimpan di sudut hatinya.

Tapi jangankan nurani, hatipun rasanya sudah menghilang melihat bagaimana keadaan tubuh Cha Hee Joo-wanita dari masa lalunya itu sekarang. Jerit Hee Joo tenggelam di kerongkongan karena terbekap kain dan lakban kala tetes-tetes lilin mengenai kulitnya yang sudah penuh sayatan.

Tangan dan kakinya terbentang, tubuhnya dipaku di atas meja dengan hanya pakaian dalam. Mengenaskan.

Tak jauh berbeda darinya yang terikat duduk di kursi.

“Kau memanggilku sayang?” wanita itu mendekat, membawa aura kelam dan menakutkan. Heejoo tak terselamatkan setelah pisau besar itu membagi dua tubuhnya. Mengurai isi perut wanita itu.

“Maaf.. Maafk..kan a..ku sayang.” mohonnya terbata. Chae Rin berjalan mengelilinya. Jemari gadis itu juga bergerak menyentuh tubuhnya yang tersentak-sentak karena lukanya yang bersinggungan kuku-kuku terawat wanita itu.

“Kau tidak menepati janjimu Kim Heechul. Kau menghancurkan segalanya.”

Chae Rin berbisik parau lalu menghilang di ambang pintu. Ketakukan mencekamnya, anyir darah semakin membuat kepalanya berdenyut. Rasa ingin muntah melihat simbahan darah dimana-mana ditahannya sekuat tenaga.

Mencoba melepaskan diri namun nyata tali yang menjerat tubuhnya terlalu kuat. Tangisnya semakin menjadi. Menyesali perbuatannya yang bakal berujung dengan bertemu malaikat maut. Tidak lama lagi.

Langkah kaki Chae Rin terdengar mendekat. Bagaikan hitungan mundur jatuhan hukuman mati di persidangan. Ini memang hukuman mati untuknya. Kamar ini menjadi ruang persidangan dan pengeksekusinya adalah istrinya sendiri.

“Park..” Heechul bergerak gelisah saat Chae Rin berjalan mengelilinya dengan tangan menenteng wadah berisi cairan berbau menyengat. Cairan itu tersiram disekelilingnya.

“Apa yang kau lakukan Park Chae Rin?!” teriak Heechul histeris.

Chae Rin memandangnya dingin tanpa ekspresi.

Pemantik menyala, disambut jerit kesakitan Kim Hee Chul. Nyala api membesar, menjilat permukaan kulitnya, membakar tiap jengkal tubuh lelaki itu.

Nurani habis tak bersisa dibawa oleh hatinya yang terhempas jauh entah kemana.

Ketika janji patah, ketika kebenaran menghianati kepercayaan,

Yang tersisa hanya kepingan tak berbentuk tak terpulihkan.

 

Fin.

 

3 Comments (+add yours?)

  1. iChoca
    Nov 14, 2015 @ 23:41:53

    keren banget thooor suka sama pemilihan kata-kata dan gaya bahasanya!! feelnya jadi dapet banget ><

    keep writing yaa

    Reply

  2. ghefirasaras010298
    Nov 16, 2015 @ 05:00:14

    Bahasanya keren, serius! Aku suka banget:*
    Chae-Rin sadis banget ya, tapi dibalik itu semua, pasti ada rasa kekecewaan yang mendalam juga makanya dia nekat kayak gitu;;)

    Reply

  3. ayu diyah
    Dec 10, 2015 @ 09:48:43

    apaan ini?? ngeri yah..
    psikopat,,
    tpi keren bngt ff nya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: