Trio Evil

2015-09-25-21-43-28_deco[1]

Author  :                 Park Kyu Ra

Cast        :

  • Cho Kyu Hyun
  • Shim Chang Min
  • Hwang Ri Na
  • Dan lainnya

Length  :                 Oneshoot

PG            :                 semua umur atau apalah namanya

Genre    :                 Romance

 

Note       :                 Big Thanks adminim yang mau post. Thanks banget yang mau komen, thanks banget yang mau baca ampe selese. Yang mau kenalan atau main bareng (getrich/cookierun) idku: siannesiann.

Silahkan membaca ^^

 

Author POV

 

 

Kyu Hyun mengendap – endap kecil dan menutup mata seorang yeoja yang memunggunginya yang sedang menghapal barisan nama latin biologi, sesuai jurusan yang diambil yeoja tersebut, IPA.

 

“YAK! Kyu Hyun-ie! Lepaskan aku, aku ingin belajar bodoh!” Kyu Hyun berjalan ke depan untuk berhadapan dengan yeoja itu dan merengut sebal, mengetahui yeoja itu bisa dengan gampang menebak dirinya.

 

“Ri Na-ya, kau tidak asik. Bagaimana bisa kau mengetahuiku secepat itu?” Gadis itu, Hwang Ri Na, menarik nafas dalam. Menahan kejengkelannya karena kegiatan belajarnya diganggu oleh makhluk tampan yang memang tak bisa dia acuhkan, “Memangnya siapa lagi yang mungkin, Kyu Hyun-ie?” Jawabnya singkat, retoris.

 

“Bagaimana dengan Chang Min?” Belum sempat Ri Na menjawab, sebuah tangan besar dari belakang sudah menggelitiki pinggangnya. Sambil tertawa – tawa kegelian, Ri Na berteriak dongkol, “Hentikan Chang Min-ie! Aku mau belajarrr!!” dan kelitikan itu berhenti, bersamaan dengan muka Chang Min yang menyembul dari balik punggung Ri Na, menghampiri Kyu Hyun dan ber-tos pelan dengan teman sesama evilnya.

 

“Sejak kapan kau jadi rajin belajar? Tidak usah berpura – pura lagi, aku tau kau pemalas. Sudahlah, ayo makan ke kantin, aku belum sempat sarapan.” Ajak Chang Min sembari merangkul pundak kanan Ri Na yang meskipun lebih tinggi dari yeoja kebanyakan, tetap saja pendek jika disandingkan dengan Chang Min. Kyu Hyun ikut merangkul pundak kiri Ri Na, mengapit yeoja itu ditengah, dan membuat yeoja itu tampak pendek karena berjajar bersama namja – namja tinggi. Begitu banyak pasang mata yang langsung menatap Ri Na iri.

 

“Ahh!! Sudah kubilang aku mau belajar! Kalian berdua, lepaskan aku!!”

 

“Tanpa belajarpun aku akan mendapat nilai tinggi jika hanya menghapal nama latin.” Cela Kyu Hyun tak peduli, sembari terus merangkul Ri Na yang tak mau diam.

 

“Na ddo. Hal tidak penting seperti itu tidak perlu diributkan.” Sahut Chang Min, sama tak pedulinya dengan berapa nilai yang akan didapat Ri Na jika yeoja itu tidak belajar. Ri Na hanya menghela nafas kesal sekaligus tidak berdaya, “Nasib buruk apa yang kulakukan hingga harus berteman dengan duo evil.”

 

“Ralat, kita tiga evil, bodoh.” Sahut Chang Min menjitak lembut kepala Ri Na, sembari menyembunyikan senyum samar di bibirnya.

**

 

 

Ri Na terkikik geli menatap Chang Min yang tampak kelaparan, sedangkan pesanannya masih belum datang juga. Berbeda dengan dirinya yang tidak terlalu kelaparan, tapi pesanan sup miliknya sudah datang. Hanya pesanan Ri Na yang sudah sampai, sedangkan milik dua namja yang tadinya mengaku kelaparan, masih belum datang.

 

Akhirnya Ri Na menyendok sup miliknya dan menyodorkannya kepada Chang Min, “Mau?” Chang Min menyambut antusias tawaran itu. Dia segera melahapnya, dan Ri Na menyuapinya dengan beberapa suapan. Sedangkan Kyu Hyun, tampak terpaku dan mendiamkan mereka. Tak lama, Ri Na menyadari keadaan itu dan menyikut Kyu Hyun, membuyarkan lamunan namja itu.

 

“Kau kenapa?” Tanya Ri Na polos dengan wajah cantiknya, dan Kyu Hyun hanya memandangnya acuh, lalu kembali melihat satu titik dengan fokus, membuat Ri Na mengikuti arah pandang Kyu Hyun yang mengarah ke satu yeoja yang sedang tekun membaca buku di pojokan. Yeoja itu berambut cokelat panjang dan lurus. Wajah yeoja itu tampak manis dengan sebuah kacamata yang menghiasi wajahnya, sama sekali tidak membuat wajah yeoja itu terlihat culun. Yeoja itu memakai baju terusan putih polos yang tampak sesuai dengan tubuh mungilnya. Sangat cantik.

 

“Apa yang kalian perhatikan, hm?” Tanya Chang Min ikut nimbrung sembari menoleh – nolehkan kepalanya, mencari apa yang mungkin menarik perhatian kedua sahabatnya. Perhatiannya juga tertuju ke yeoja manis tadi, yang membuatnya tanpa sadar menyeringai.

**

 

 

“Annyeong, Park Kyu Ra imnida. Boleh bergabung? Meja yang lain sudah penuh, aku… aku tidak tau harus duduk dimana. Lagipula, kita satu kampus bukan?” Serentak, Kyu Hyun, Chang Min, dan Ri Na menoleh ke sumber suara yang mengusik kegiatan mereka yang sedang berebut Ice Cream milik Ri Na, hanya untuk mengganggu yeoja cantik tersebut. Mereka menatap yeoja manis yang sekarang sedang tersenyum gugup di pinggir meja mereka, tanpa mengucapkan kalimat persetujuan sama sekali. Ri Na, mengedarkan pandangannya ke seluruh café, dan memang semua meja sudah terisi.

 

“Tapi kalau tidak boleh juga tidak apa – apa. Mungkin aku bisa ke meja lain.” Serentak mereka tersadar dari keterpakuan mereka, dan Kyu Hyun bertidak paling cepat. Kyu Hyun memegang pergelangan tangan yeoja itu, dan menatapnya dalam.

 

“Duduklah.” Kyu Hyun menarik kursi di sebelahnya yang memang kosong, dan memersilahkan yeoja itu duduk. Ri Na agak kaget sesaat karena sikap Kyu Hyun yang begitu gentleman, padahal Kyu Hyun tidak pernah memerlakukannya seperti itu. Chang Min tampak menyodorkan Ice Cream milik Ri Na yang semula sudah dia dapatkan, “Makan saja.”

 

Keadaan menjadi sangat hening dan canggung, membuat yeoja manis itu, Park Kyu Ra, menjadi meringis. “Kalian sangat ramai tadi, aku pasti membuat kalian tidak nyaman, maaf.” Ri Na tersenyum canggung mendengar kata – kata sopan Kyu Ra. Ri Na melirik Kyu Hyun yang kini kembali terfokus dengan Kyu Ra, “Tidak apa. Kau juga kuliah di Kyung Hee University kan, jurusan apa?”

 

“Jurusan Akting dan Drama.” Sahut Kyu Ra singkat, membuat Ri Na merutuk dalam hati karenanya. Tapi Ri Na tidak ingin terjebak dalam keheningan, jadi dia membuka suara lagi. “Kalau aku-”

 

“Jurusan IPA, aku benar?” potong Kyu Ra sembari tersenyum simpul. Ri Na mengerutkan keningnya heran, “Bagaimana kau bisa tau, eo?”

 

“Kalian kan terkenal, bagaimana bisa aku tidak tau? Aku juga tau jurusan Chang Min-ssi dan Kyu Hyun-ssi, musik, bukan?”

 

“Tepat.” Sahut Ri Na sembari tertawa kecil. Tawa Ri Na menular ke Chang Min.

 

“Jadi, saat semua meja penuh, kau sengaja ke meja kami untuk berkenalan, hm?” Tanya Chang Min seraya tertawa kecil.

 

“Ugh. Tidak juga.” Sahut Kyu Ra dengan muka yang agak merona, Ri Na mengutuk dalam hati. Kenapa yeoja ini begitu manis?

 

“Jadi, diantara kami, siapa yang menurutmu paling menarik?” Tanya Kyu Hyun membuka suara. Ri Na bergidik, kenapa dari sekian banyak pertanyaan basa – basi, harus ini yang Kyu Hyun tanyakan? Ri Na diam – diam memandang Kyu Hyun tidak rela, karena dia menyadari, Kyu Hyun menyukai yeoja manis didepannya ini. Chang Min juga ikut antusias dari sebelah Ri Na, “Ne. Siapa yang menurutmu paling menarik?”

 

“Sejujurnya, Chang Min-ssi.” Sahut Kyu Ra dengan wajah yang masih merona, “Bisa dibilang, aku salah satu dari sekian banyak fansmu di kampus.” Kekeh yeoja itu pelan. Ri Na melirik Chang Min disebelahnya yang juga tampak terpesona dengan tingkah manis makhluk didepannya. Entah kenapa, Ri Na merasa tidak rela melihat kedua sahabatnya memandangi yeoja lain begitu.

 

“Jadi, aku tidak menarik?” Cengiran langsung terbentuk di wajah Kyu Ra begitu mendengar pertanyaan Kyu Hyun.

 

“Kalian mempunyai daya tarik yang berbeda, jadi, sebenarnya kalian berdua sama – sama menarik. Tergantung selera saja sebenarnya.”

 

“Tergantung selera.” Ulang Chang Min penuh penekanan, sembari menatap Kyu Hyun meledek. Kyu Ra tertawa, diikuti Ri Na yang sekarang tertawa canggung. Sementara Kyu Hyun tampak merengut kesal. Membuat Kyu Ra buru – buru menambahkan, “Tapi aku lebih menyukai suara indah Kyu Hyun-ssi.” Senyuman kecil kini tercetak di wajah Kyu Hyun.

 

“Dia lebih menyukai suaraku.” Pamer Kyu Hyun bangga. Membuat Ri Na merasa kesal sendiri karena tidak terlalu dipedulikan.

 

“Kalian sekarang sedang berebut fans, hah?” Cela Ri Na gondok. Membuat ketiga orang itu tertawa.

 

“Yah, setidaknya kami sekarang punya satu fans yang dibagi dua, dibandingkan dirimu.” Ri Na memanyunkan bibirnya mendengar kalimat tega Kyu Hyun. Pelayan yang datang membuat mereka menghentikan tawa. Pelayan itu mengantarkan pesanan Kyu Hyun dan Chang Min sebelumnya, Americano.

 

“Panas!” Pekik Kyu Ra kecil, karena pelayan yang ceroboh itu menumpahkan salah satu Americano panas itu ke tubuh Kyu Ra, mengotori terusan pink manis yang dia gunakan.

 

“Gwenchana?” Tanya Kyu Hyun sembari mengulurkan saputangan miliknya pada Kyu Ra. Kyu Ra mengambilnya dan mengangguk kecil. Kyu Hyun menatap pelayan itu dengan geram, “Yak, kau bisa berkerja tidak?”

 

“Maaf… Maaf, akan kugantikan.” Sahut pelayan itu gugup dan takut – takut melihat tatapan Kyu Hyun.

 

Melihat Kyu Hyun sudah ingin memaki lagi, Ri Na buru – buru menyela, “Sudahlah, Kyu Hyun-ie.”

 

“Tidak perlu.” Sahut Chang Min, menggantikan Kyu Hyun yang sepertinya memang masih ingin memaki. “Kyu Ra-ssi, kau benar – benar tidak apa?” Kyu Ra tersenyum kecil mendengar pertanyaan Chang Min.

 

“Tidak apa. Hanya sedikit panas, dan meskipun nodanya membuatku cukup malu, tapi aku tidak apa – apa.” Kyu Hyun hanya menggeleng, dan membuka jaket kulitnya –Kyu Hyun memang selalu menggunakan jaket kulit dengan kaus polos– dan menyodorkannya ke arah Kyu Ra.

 

“Bolehkah?” Tanya Kyu Ra ragu, sedangkan yang ditanya hanya mengangguk cuek. Kyu Ra tersenyum kecil dan memakai jaket milik Kyu Hyun, “Gamsahamnida, Kyu Hyun-ssi. Baiklah, kurasa aku harus cepat pulang untuk membersihkan baju ku. Jika tidak, aku khawatir nodanya tidak bisa di bersihkan. Permisi.”

 

Kyu Ra bangkit dan Kyu Hyun mengikutinya, “Perlu kuantar? Kau bisa pulang dengan lebih cepat jika denganku.” Kyu Ra tampak tertegun sebentar, dan tersenyum dengan sangat manis, “Gamsahamnida. Kajja.”

 

Ri Na memandangi keduanya dengan blank, sedangkan Chang Min tampak tidak terlalu peduli. Namja itu bahkan masih menyesap santai Americano yang entah milik siapa.

 

“Chang Min-ie, ayo kita pulang juga saja.”

 

Chang Min mengeluarkan cengirannya dan meniru kalimat Kyu Hyun, “Kau perlu kuantar?” Dan Ri Na mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Chang Min.

 

“Kau berniat mengantarkanku atau tidak?” Ri Na balas bertanya dengan muka kesal, sedangkan Chang Min hanya tertawa. “Tentu saja aku berniat.” Jawab Chang Min, sembari mengacak kecil rambut Ri Na. Chang Min berjalan duluan dengan Ri Na yang mengekor di belakangnya.

 

“Chang Min-ie, menurutmu, Kyu Hyun-ie menyukai yeoja itu tidak?” Chang Min berhenti berjalan hanya untuk sekedar menatap Ri Na intens. Seolah mencari – cari sesuatu dalam mata yeoja itu.

 

“Tentu saja. Terlihat jelas, bukan? Lalu kau, kau menyukai Kyu Hyun?” Tanya Chang Min menyelidik. Ri Na mengangkat bahunya pelan, “Entahlah. Aku hanya sedikit tidak rela melihatnya.” Sahutnya jujur dan mendahului Chang Min masuk ke dalam mobil namja itu. Chang Min tampak menghela nafas, sebelum ikut memasuki mobil miliknya.

**

 

 

“Ternyata beginilah rasanya.” Gumam Ri Na sembari menghela nafas kasar. Ujung matanya menatap ke bawah jendela, tepat dimana Chang Min sedang berduaan bersama seorang yeoja yang cukup cantik, entah siapa, yang tidak dia kenal. Ri Na memandang ke arah papan tulis, mencoba fokus. Tapi pikirannya tidak bisa di ajak fokus begitu saja. Pikirannya malah melayang memikirkan Kyu Hyun dan Kyu Ra. Setelah beberapa minggu mereka dekat, Kyu Hyun dan Kyu Ra memang berpacaran. Membuat Ri Na merasakan iri dan kesepian. Tapi setelah melihat Chang Min tadi, perasaannya semakin campur aduk. Ada perasaan sesak dan lebih dari sekedar iri yang menghinggapinya. Mungkin beginilah rasanya ditinggalkan oleh semua sahabat dan merasa sendiri, jauh, dan terlupakan, pikir Ri Na sedih. Dia merasa tertinggalkan.

 

Ri Na akhirnya menyerah, dan memilih untuk melihat ke luar jendela. Memilih untuk memerhatikan Chang Min. Perasaan sesak makin menyelimuti yeoja itu, hingga setetes airmata jatuh dari kelopak mata Ri Na, yang cepat – cepat dihapusnya.

 

“Mungkin… Aku harus mencari namjachingu juga, agar tidak kesepian.” Bisik Ri Na lirih, dia membenamkan wajahnya dan mencoba tidur. Mencoba tidak memerdulikan Chang Min lagi.

**

 

 

“Ahh! Lepas!” Bentak Ri Na dengan nada yang sangat tidak bersahabat saat sepasang tangan yang besar menutupi matanya. Seraut wajah heran langsung membalikkan badan Ri Na yang memasang wajah kesal.

 

“Ada apa denganmu? Ah, rasanya kita sudah lumayan lama tidak bertemu, kenapa kau memasang wajah begitu? Kau tidak merindukanku?” Tanya Chang Min dengan wajah polos, yang jika terjadi dalam keadaan biasa, akan membuat Ri Na mencubit – cubit gemas wajah Chang Min.

 

“Memangnya kau sendiri merindukanku?” Ri Na bertanya dengan nada sinis yang sangat kentara. Chang Min berfikir keras sebentar, tapi tidak mengetahui dimana letak kesalahannya hingga membuat Ri Na marah. Akhir – akhir ini kan dia sibuk berlatih bersama Sulli, mereka harus membuat duet untuk penilaian materi akhir semester. Atau jangan – jangan,…

 

“Kau… –”

 

“Yo, Shim Chang Min! Choi Ri Na!” Teriak Kyu Hyun dari kejauhan, datang bersama Kyu Ra. Chang Min menggerutu kesal, kehilangan bahan ejekan yang juga ingin dia pastikan kebenarannya. Tapi melihat Kyu Hyun datang bersama Kyu Ra, emosi Ri Na makin menjadi. Ri Na membawa barang – barangnya dan segera pergi menjauh.

 

“Yak! Ri Na!!” Teriak Chang Min begitu Ri Na menjauh cepat. Kyu Hyun yang baru datang segera memandangi Chang Min aneh, “Kau apakan dia?”

 

“Entahlah. Dia sudah marah, begitu aku sampai barusan. Dan sepertinya, ada yang harus kita bicarakan.”

**

 

 

Kyu Hyun mendecak tidak sabar. Pintu di depannya tidak juga terbuka setelah sekian lama dia menunggu. Tak sabar, di menekan bel itu terus – terusan tanpa jeda, hingga akhirnya pintu itu terbuka juga. Wajah kusut Ri Na menyambut Kyu Hyun dari dalam, “Ada apa?!” Sembur yeoja itu emosi, sampai Kyu Hyun mundur beberapa langkah. Takut semburan Ri Na mengenai wajahnya.

 

“Kenapa lama sekali? Dasar pemalas. Orang tuamu sedang pergi lagi?” Kyu Hyun bertanya sembari masuk kedalam rumah Ri Na tanpa dipersilahkan.

 

“Hm.” Mendengar respon seperti itu, Kyu Hyun segera berbalik dan menatap Ri Na tajam.

 

“Sebenarnya kau kenapa? Kau menjauhi kami?” Ri Na menunduk, dan menggeleng.

 

“Aku tidak menjauh dari kalian. Tapi, kalian sudah tidak menganggapku pentingkan?” Kyu Hyun membelalakkan matanya kaget.

 

“Darimana kau mendapat pemikiran seperti itu?”

 

“Toh, kau juga hanya suka menghabiskan waktu bersama Kyu Ra bukan? Pergi saja dengannya.”

 

“Kau cemburu?” Tanya Kyu Hyun hati – hati tapi tetap menatap Ri Na yang semakin menunduk dengan penasaran.

 

“Ya.” Kata – kata singkat itu membuat Kyu Hyun terlonjak.

 

“Mwo?! Lalu… Lalu…” Kyu Hyun tampak kehabisan kata – kata. Tapi pikirannya tetap mengarah ke satu hal, lalu bagaimana dengan Chang Min?

 

“Kau menyukaiku? Kukira… Kau menyukai Chang Min.” Ri Na kembali menegakkan kepala, dan memandang Kyu Hyun.

 

“Entahlah. Aku sendiri tak mengerti.”

 

“Bodoh.” Ri Na memelototi Kyu Hyun, yang sama sekali tampak tidak takut dengan pelototannya.

 

“Aku saja yang bukan dirimu bisa melihat kalau kau menyukai Chang Min, dasar bodoh.” Ri Na kembali teringat yeoja cantik yang waktu itu dilihatnya bersama Chang Min ditaman.

 

“Tapi dia saja juga meninggalkanku, dia menyukai yeoja lain. Dia, dia… Dia sudah mempunyai seseorang yang cantik, dia…” Airmata mulai menggenangi pelupuk mata Ri Na.

 

“Kali ini, jangan bilang kau tak mengerti perasaanmu sendiri.” Bisik Kyu Hyun lembut sembari mengelus kepala Ri Na dengan sayang.

 

“Chang Min mengira kau menyukaiku, sementara, kau hanya kesepian karena kutinggal. Tapi, kau mungkin mengira perasaanmu pada Chang Min, sejenis dengan perasaanmu padaku. Itu berbeda, Choi Ri Na bodoh.” Ri Na mengerucutkan mulutnya, sebal dengan semua kata – kata Kyu Hyun. Tapi diam – diam dalam hati dia mengakui kalau dirinya bodoh.

 

“Tapi dia…”

 

“Tapi dia apa? Dia tidak menyukai yeoja lain selain kau.” Bisik Kyu Hyun dengan wajah seperti maling. Menengok ke kanan kiri, takut ada yang mendengar. Padahal, disana jelas – jelas hanya ada mereka berdua.

 

“Benarkah?” Tanya Ri Na dengan mata berbinar, dengan ikut berbisik – bisik dengan wajah persekongkolan. Sedangkan Kyu Hyun hanya mengangguk – angguk.

**

 

 

“Yak, kau lama sekali!” Teriak Kyu Hyun tidak sabar begitu melihat kemunculan Chang Min. Chang Min mengerutkan keningnya, dan berjalan buru – buru ke arah Kyu Hyun.

 

“Ada apa?”

 

“Aku tidak sengaja membuat Ri Na menangis. Tenangkan dia, ne? Aku ada janji temu dengan Kyu Ra. Bye!” Kyu Hyun sudah siap kabur, tapi lengannya ditahan oleh Chang Min yang sudah memelototinya.

 

“Kenapa kau bisa membuat Ri Na menangis? Kenapa pula bukannya menenangkannya, kau malah menyuruhku menenangkannya? Memangnya kau mengapakannya, heh?”

 

“Kau tau sendirikan, kalau Ri Na…” Kyu Hyun berhenti sejenak, dan menengok kekanan kekiri sebelum melanjutkan kalimatnya dengan nada rendah, “Menyukaiku.” Raut wajah Chang Min segera berubah mendengar hal itu.

 

“Lalu?”

 

“Lalu, tadi dia menyatakan perasaannya padaku. Aku, kau tau sendirikan, aku tidak menyukai Ri Na dan tidak bisa meninggalkan Kyu Ra. Jadi, kau saja yang menenangkannya dan rebut hatinya sana. Aku pergi dulu ya! Dan oh, Ri Na sepertinya berada di taman!” Chang Min buru – buru ke arah taman, mencari Ri Na. Tak lama, Chang Min menemukan Ri Na yang berada di bangku taman yang sedang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Chang Min segera duduk disebelah Ri Na dan menepuk – nepuk pundak yeoja itu prihatin.

 

“Sudahlah. Masih banyak namja yang lebih baik.” Ucap Chang Min dengan nada yang agak ketus, sama sekali tidak tampak berniat untuk menghibur, sepertinya. Tapi sebenarnya, itu terjadi karena Chang Min iri dan kesal dengan Kyu Hyun.

 

“Tidak ada yang lebih baik dari pada dia.”

 

Chang Min menahan dongkol dan bergumam, “Yang benar saja.” Tapi Chang Min tetap bertahan dan berusaha menghibur Ri Na yang dia anggap sedang menangisi Kyu Hyun.

 

“Pasti ada, hanya saja kau belum menyadarinya.” Chang Min menarik nafas lelah sebentar, “Pasti ada namja yang menyayangimu dan mencintaimu tanpa kau sadari. Berpalinglah darinya, dan temukan namja yang mencintaimu. Jangan mengharapkan dia yang tidak mencintaimu.” Lanjut Chang Min setengah berbisik, menggambarkan dirinya dan perasaannya yang tulus.

 

“Tapi, dia mencintaiku.”

 

“Mwo? Kata siapa? Bodoh!” Umpat Chang Min dongkol. Bagaimana bisa Kyu Hyun mencintai Ri Na jika terlihat dengan jelas kalau Kyu Hyun mencintai Kyu Ra? Dasar gadis bodoh!

 

“Kata Kyu Hyun.”

 

“Kau mau saja ditipu olehnya? Jelas – jelas dia mencintai Kyu Ra. Dan jelas – jelas, yang mencintaimu itu…” Chang Min berhenti sebentar, antara ragu mau menyatakannya atau tidak. Tapi dia memantapkan hatinya, dan mengelus kepala Ri Na pelan, “Aku.” Ri Na kini mengangkat wajahnya yang sama sekali tidak menangis, dan bertatapan dengan Chang Min.

 

“Aku juga mencintaimu, hihi. Eh tapi, kau benar – benar tidak ada perasaan dengan yeoja yang waktu itu selalu bersama mu di taman ini kan?” Kini gantian Chang Min yang memasang wajah bingung.

 

“Kau mencintaiku..? Bukannya baru saja, kau… Menangisi Kyu Hyun?” Ri Na menggelengkan kepalanya pelan dengan wajah polos.

 

“Aku tidak menangis. Dan daritadi, aku membicarakan dirimu, bukan Kyu Hyun.”

 

“Jadi… Aku… Kau…?” Ri Na terkikik melihat ekspresi Chang Min yang jelas – jelas tertipu oleh bualan Kyu Hyun.

 

“Hm. Aku mencintaimu, dari awal. Kau tertipu Kyu Hyun mungkin.”

 

“Aish, YAK! Kau tau Kyu Hyun menipuku?!” Chang Min tampak kesal dan Ri Na sudah lari menjauh, menghindari amukan Chang Min. Chang Min mengacak rambutnya frustasi, sedari tadi dia menghawatirkan yeoja itu, tapi yeoja itu dan Kyu Hyun mengerjainya. Baru kali ini dia merasa sebegitu bodoh. Mata Chang Min melebar, mencari Ri Na yang sudah berlari menjauh, “YAKK!!”

 

 

FIN ^^

Ini gaje yah? Gaje serius? Yaudah, buat ppany yang request diharap puas yah dengan alur cerita yang rada – rada maksa buat ffnya. Susah buat bikin ff dengan cast selain SJ. Inipun author masih maksa dengan nyelipin Kyuhyun/? Kkkk~

1 Comment (+add yours?)

  1. Entik
    Nov 30, 2015 @ 22:11:13

    Gk gaje ah,
    Ada typo ya kalo gk slh di awal hwang na ri, tapi di tengah hingga akhir jadi choi na ri.

    Lucu lucu aku jadi senyum2 sendiri.
    Wah persahabatan yg unik, d kira bakal ada cinta segi 3 tau nya, akhir yg lucu dan bahagia.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: