Together

Untitled-2

Tittle  : Together

Author: HyuChan

Rating: PG-15

Genre : Romance, Oneshoot, Friendship, School Life
Main Cast :

  • Shin Na Young
  • Cho Kyuhyun

 

                  Annyeong, chingudeul! Ini FF oneshoot pertama ku, jadi masih sangat butuh masukan dari chingudeul sekalian. Jadi don’t be a silent reader yap.FF ini mungkin memiliki alur yang agak lambat, karena memang aku ingin menceritakan beberapa bagian secara detail. Aku terinspirasi membuat FF ini dari salah satu novel jadi ada beberapa bagian yang agak mirip, selebihnya itu buah dari pemikiran aku kok.

Bagi yang berminat untuk berkunjung ke wpku silakan buka: http://chohyuchanposts.wordpress.com/

 

Happy Reading^^

Awas ada typo!

___oOo___

 

Rintik hujan menjadi irama yang menghiasi suasana pagi di Seoul. Matahari pun masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya, terus bersembunyi di balik awan. Masyarakat sudah memulai rutinitas mereka masing-masing. Tidak terkecuali gadis remaja yang duduk di kelas 3 SMA, Shin Nayoung yang tengah berlari kearah pintu masuk sekolah dengan tergesa-gesa. Tentu saja untuk menghindari tetes demi tetes air hujan yang turun. Sudah beberapa hari ini hujan memang sering mengunjungi kota seoul pada pagi hari, dan sialnya Nayoung tidak pernah ingat untuk sekedar membawa payung atau jaket.

“Ah sial! Bisa tidak sih hujannya turun setelah aku sampai sekolah? Bajuku jadi basah begini.”

Nayoung masih berusaha mengeringkan bajunya yang basah dengan tissue seadanya, tiba-tiba selembar handuk kecil mendarat di wajah mungil gadis itu.

“Hey, apa-apaan sih!”

“Cepat keringkan bajumu. Kau tampak sangat menyedihkan.”

“Ya, Cho Kyuhyun! Kau itu tidak bisa bersikap lebih manis sedikit ya terhadap perempuan?”

“Oh, Memangnya kau perempuan?”

Kyuhyun pun melangkahkan kaki dan meninggalkan Nayoung yang tersulut emosinya.

“Ya, awas kau Cho Kyuhyun!”

___oOo___

Nayoung segera memasuki kelas yang bertuliskan ’12 C’ didepannya, dan mengambil posisi meja kedua dari depan. Karena ia tidak terlalu suka mendapat posisi meja paling depan atau belakang, jadi ia memilih meja itu. Posisi yang selalu ditempati Nayoung setiap harinya. Dan Cho Kyuhyun lah yang selalu duduk di belakang Nayoung. Itu alasan lain mengapa Nayoung selalu menempati tempat yang sama setiap hari. Cho Kyuhyun lah yang membuat hari-hari sekolah Nayoung lebih berwarna, meskipun sikap Kyuhyun yang tak menentu, kadang baik, jahat, cuek, lebih cuek, sangat cuek. Tetapi sikapnya tidak mempengaruhi Nayoung untuk menjauh.

Bahkan saat Kyuhyun izin selama 10 hari Nayoung seperti kehilangan sebagian dari oksigennya, ia terus saja diam dan lesu saat mengikuti pelajaran. Baru pada saat Kyuhyun kembali lah saat Nayoung menjadi seperti sedia kala. Lantas apakah Nayoung menyukai Kyuhyun? YA! Sudah hampir 2 taun Nayoung memendam perasaan terhadap Kyuhyun. Sampai akhirnya dalam satu taun terhakhir hubungan mereka menjadi dekat, setidaknya itu lah yang dirasakan oleh Nayoung. Ia tidak tau apakah Kyuhyun memiliki perasaan yang sama dengannya, tapi ia selalu berharap demikian. Nayoung tidak pernah mencoba untuk mengatakan yang sejujurnya, ia terlalu takut untuk menerima kenyataan bahwa Kyuhyun tidak menyukainya atau lebih buruk lagi, Kyuhyun menyukai gadis lain.

Nayoung mencoba memberitaukan perasaannya kepada Kyuhyun secara tersirat melalui sikap dan tingkah lakunya pada Kyuhyun selama satu taun terakhir. Tapi apakah Kyuhyun tau? Entahlah.

“Nanti kau jangan lupa mengembalikan handuk ku dalam keadaan sudah dicuci dan bersih.”

“Iya iya, tuan higienis.”

“Ekspresi macam apa itu? Mana ucapan terima kasihmu? Jika bukan karena aku mungkin sekarang kau masih basah kuyup, kau tau?”

“Ish, kau ini tidak bisa diajak bercanda ya? Te-ri-ma-ka-sih. Sudah puas?”

“Terserah kau lah.”

Kyuhyun pun mengalihkan konsentrasi ke buku yang ada digenggamannya untuk menghindari tatapan Nayoung.

Bel berbunyi diiringi dengan derap langkah Lee Seonsagnim yang memasuki kelas. Pertanda pelajaran fisika akan segera dimulai.

“Selamat pagi anak-anak, silakan keluarkan pekerjaan rumah yang saya berikan satu minggu yang lalu.”

Seluruh siswa pun mengambil buku tulis mereka dari dalam tas. Perlahan keringat dingin mengalir di pelipis Nayoung ketika tidak dapat menemukan buku fisika dari dalam tasnya.

“Gawat, aku lupa membawa buku fisika.” Nayoung merutuki dirinya sendiri.

“Nayoung, dimana pekerjaan rumahmu?” Suara Lee Seonsangnim terdengar seperti petir di telinga Nayoung.

“Maaf seonsangnim, pekerjaan rumah saya tertingggal di rumah.”

“Kau tau kan apa sanksinya jika tidak mengerjakan tugas? Sekarang silakan jalankan sanksi itu.”

“Baik, Seonsangnim. Permisi.”

Tanpa perlawanan Nayoung pun langsung berdiri dan melangkahkan kakinya ke luar kelas kemudian berdiri di luar kelas sampai pelajaran fisika selesai.

“Dasar Nayoung bodoh, bodoh, bodoh!”

Nayoung memukul-mukul kepalanya dengan tangan yang dikepalkan, ia merasa sangat ceroboh. Kenapa tugas itu bisa tertinggal, padahal semalaman ia mengerjakannya hingga larut.

“Butuh bantuaan untuk memukuli kepalamu?”

Suara itu sontak membuat Nayoung menghentikan aktifitasnya dan langsung menolehkan kepalanya ke samping.

“Kyu, sedang apa kau disini?”

“Menurutmu?”

“Kau belum megerjakan PR? Tidak mungkin”

“Aku sudah mengerjakannya! Enak saja.”

“Kalau begitu pasti tertinggal di rumah?”

“Tidak juga, aku membawanya. Sekarang ada di tas.”

“Lalu untuk apa kau ada disini?”

“Aku hanya bosan dengan pelajaran fisika. Itu sebabnya aku ada disini.”

Nayoung memicingkan matanya, menyadari itu Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Kau ini bodoh ya? Tentu saja aku disini karena ingin menemanimu. Aku tidak tega melihat wajah memelasmu tadi.”

“Wow. Ada apa ini? Tidak biasanya seorang Cho Kyuhyun bersikap baik. Pasti ada sesuatu yang kau inginkan dariku ya?”

“Seorang Cho Kyuhyun memang selalu baik hati. Memang apa yang aku inginkan darimu? Ada-ada saja.”

Merasa kalah, akhirnya Nayoung tutup mulut. Dan itu pun membuat Kyuhyun ikut bungkam, tidak tau apa yang harus dikatakan. Kini keheningan lah yang tercipta diantara mereka berdua. Sekarang mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, terus begitu sampai jam pelajaran usai.

___oOo___

Akhirnya bel makan siang pun berbunyi, semua siswa bergegas untuk pergi ke kantin lebih dahulu. Nayoung berpura-pura mencari sesuatu karena ia sedang menunggu Kyuhyun untuk mengajaknya pergi ke kantin. Kyuhyun memang selalu mengajaknya untuk makan siang bersama, oleh karena itu Nayoung selalu terlihat sibuk sebelum Kyuhyun menawarinya pergi. Pernah suatu ketika saat Kyuhyun tidak pergi ke kantin akhirnya Nayoung pun tidak pergi, dengan alasan ‘tidak lapar’ atau ‘sudah kenyang’. Ya, memang begitu lah gadis itu.

“Mau ke kantin?”

Kyuhyun sudah berdiri dengan tegapnya bak model ternama yang memiliki tubuh proporsional. Ditambah lagi dengan paras yang tidak bisa dibilang biasa untuk seorang remaja pria membuat pesona Kyuhyun bertambah. Melihat pemandangan ini membuat Nayoung sempat terdiam sejenak.

“Ha? Oh, iya. Ayo pergi.”

Setelah mendengar jawaban itu Kyuhyun terlebih dulu berjalan kemudian disusul oleh Nayoung dengan sedikit berlari kecil.

“Kyu, aku ingin bertanya satu hal.”

“Apa itu?”

“Setelah lulus kau ingin melanjutkan kuliah dimana?”

“Entah, belum terpikirkan olehku. Kalau kau?”

“Aku juga belum tau. Tapi rasanya aku ingin merasakan bagaimana rasanya bersekolah di Jepang.”

“Di Jepang?”

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya saat mendengar kelimat itu keluar dari bibir mungil Nayoung.

“Iya. Memang kenapa?”

“Tidak apa-apa.”

Mereka pun segera masuk ke antrian makan siang yang sudah panjang. Siswa demi siswa sudah mendapatkan makanan mereka masing-masing, dan sekarang giliran Nayoung dan Kyuhyun yang mengambil makan siang. Dan sialnya hanya tersisa satu puding coklat, padahal puding coklat adalah dessert kesukaan Kyuhyun mapun Nayoung. Kyuhyun mengambil puding terakhir itu dan meletakkannya diatas nampan milik Nayoung.

“Untukmu saja.”

“Tapi, kau kan-“

“Ayo kita cari meja yang kosong.”

Beruntung masih ada satu meja yang tersedia untuk mereka. Akhirnya mereka pun sibuk menghabiskan makanan mereka masing-masing. Hampir 15 menit mereka berkutat dengan makaan utama, sekarang puding yang ada belum disentuh sama sekali oleh Nayoung.

“Untukmu saja.” Nayoung meletakkan puding itu di depan Kyuhyun.

“Aku sudah terlebih dulu memberikannya padamu barusan, jadi cepat makanlah sebelum bel masuk berbunyi.”

“Aku sudah kenyang.”

“Apa aku tidak salah dengar? Bukankah kau yang selalu bilang kalau porsi makan siang dari sekolah selalu kurang dan tidak pernah membuatmu kenyang? Itu sebabnya kan kau membawa makanan tambahan dari rumah.”

“Tapi sekarang aku benar-benar sudah ke-“

“Makan atau aku akan marah padamu.”

Tidak, tidak. Ku mohon jangan. Pinta Nayoung dalam hati. Terakhir Kyuhyun marah padanya itu karena ia dengan sengaja mendorongnya ke kubangan air. Alhasil tugas yang Kyuhyun bawa ikut terkena air dan akhirnya rusak. Hampir selama satu minggu Kyuhyun mendiamkannya, ia paling tidak bisa didiamkan oleh seseorang, apalagi oleh Kyuhyun.

“Iya, iya aku makan.” Nayoung membuka penutup puding dan menyuapkannya ke mulutnya. “Ayo buka mulutmu. Aaa..” Kyuhyun kaget tiba-tiba Nayoung menyodorkan sesuap puding tepat di depan bibirnya.

“Tidak mau.”

“Makan atau aku akan marah padamu.” Ucap Nayoung dengan nada yang sama seperti apa yang Kyuhyun ucapkan.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas dan akhirnya membuka mulutnya juga untuk menerima suapan dari Nayoung. Nayoung pun tersenyum melihat Kyuhyun yang makan dengan raut yang kesal. Membuatnya semakin terlihat lucu di mata Nayoung.

___oOo___

Dimana ada Kyuhyun disitu ada Nayoung. Setidaknya kalimat itu dapat menggambarkan situasi saat ini. Nayoung duduk manis di sisi lapangan sambil membaca novel barunya, sedangkan Kyuhyun sedang berlatih basket untuk kompetisi minggu depan. Sesekali Nayoung melirik ke arah Kyuhyun dan mendapati pemandangan Kyuhyun terlihat begitu sexy dengan keadaan penuh peluh. Ish, apa yang aku pikirkan?

Ternyata bukan hanya Nayoung yang ingin melihat kegiatan latihan tim basket siang ini. Ada banyak gadis yang ingin melihat para anggota tim basket yang tengah berlatih. Hampir semua gadis yang datang memberikan teriakan semangat kepada Kyuhyun.

“Kyaaa! Semangat Kyuhyun Oppa!”

Cih, apa-apaan itu? Dasar gadis genit.

Nayoung lebih memilih mengalihkan perhatiannya pada novelnya, kehadiran gadis-gadis ini membuat Nayoung risih. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.

“Nayoung, Awas!” Seketika pandangan Nayoung kabur dan segalanya berubah menjadi hitam.

___oOo___

Kondisi Nayoung tidak sadarkan diri setelah bola basket menghantam kepalanya dengan cukup keras. Ia dibawa ke klinik sekolah untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Nayoung membuka matanya secara perlahan-lahan dan merasakan sakit yang ada di kepalanya. “Aww”

“Apakah masih terasa sakit?” Kyuhyun duduk disamping ranjang dengan raut khawatir yang terlihat jelas.

“Kyu? Ini dimana?”

“Kau di klinik sekolah. Aku minta maaf, tadi aku yang tidak sengaja melempar bola basket ke arahmu.” Terlihat sekali raut penyesalan di wajah Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Lagipula ini hanya sedikit pusing.”

“Kau tidak perlu berbohong. Mana mungkin hanya sedikit pusing, tadi saja kau tidak sadarkan diri.”

“Tapi sekarang benar-benar hanya sedikit pusing.“ Pandangan Nayoung beralih ke arah tangan Kyuhyun yang tengah menggenggam tanganya. Kyuhyun menggenggam tanganku?

Menyadari itu Kyuhyun langsung melepaskan genggamannya dan sedikit berdeham dan mengedarkan pandangan ke arah yang lain. Nayoung pun tersenyum tanpa psepengetauan Kyuhyun.

“Aku ingin ke kelas sekarang, Kyu.”

“Apa kau yakin? Kau bahkan baru sadar beberapa menit yang lalu.”

“Iya, aku yakin.” Nayoung tersenyum untuk meyakinkan Kyuhyun.

“Hm, baiklah. Tapi kau harus bilang padaku kalau kepalamu terasa sakit.”

“Tentu saja.”

Nayoung mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan. Ia tidak menghiraukan rasa pusing yang ada, ia hanya tidak mau terlewat pelajaran jika ia terus-terusan berada di klinik sekolah. Jika bukan jam pelajaran tentu ia akan senang karena ia bisa menghabiskan waktunya hanya bersama Kyuhyun.

Langkah Nayoung perlahan-lahan gontai dan ia hampir saja terjatuh jika Kyuhyun tidak menahannya. Kini posisi mereka sangat dekat, bahkan wajah Kyuhyun hanya berjarak beberapa senti dari wajah Nayoung. Wajah Nayoung serasa menghangat berada dalam posisi ini.

“Se-sepertinya aku sedang sedikit pusing.”

“Ini menandakan bahwa kau tidak dalam keadaan baik, sebaiknya kita kembali saja ke klinik.” Kyuhyun langsung menggendong Nayoung ala bridal style dan membawanya ke klinik. Seluruh pasang mata melihat kejadian itu. Ada yang berdecak kagum bahkan berdecak iri.

“Kyu, sebaiknya kau turunkan aku.Orang-orang melihat ke arah kita. Aku sudah merasa baikan, sungguh.” Nayoung merasa malu luar biasa berada dalam posisi ini

“Tidak. Aku akan menurunkanmu jika kita sudah sampai ke klinik.” Kyuhyun langsung mengeratkan gendongannya pada Nayoung.

“Ta-tapi…” Nayoung menutup wajahnya dengan kedua tangan karena merasa malu.

Ya Tuhan, kenapa perjalanan ke klinik seperti sangat lama sekali. Nayoung mengumpat dalam hati. Pasti sehabis kejadian ini banyak gadis yang membencinya karena melihat kejadian tadi. Akhirnya mereka berdua sampai di klinik, dan Kyuhyun merebahkan tubuh Nayoung di ranjang.

“Sudah sampai. Kau harus minum obat, tunggu sebentar.” Kyuhyun terlihat sedang mencari beberapa obat di kotak p3k. “Ini minumlah.” Ujar Kyuhyun sembari menyodorkan obat dan sebotol air kepada Nayoung.

“Iya, gomawo. Tunggu, Kyu! Kau mau kemana?” Kyuhyun sudah melangkahkan kakinya dan berada di ambang pintu klinik.

“Tentu saja aku harus ke kelas. Aku tidak ingin ketinggalan pelajaran karena menunggumu disini. Punggungku saja sudah pegal karena menggendongmu tadi.”

Sedetik kemudian Kyuhyun sudah menghilang dari pandangan Nayoung.

“Huh, padahal kan tadi dia yang bersikeras untuk menggendongku kesini. Sekarang bagaimana bisa dia berkata seperti itu.” Nayoung tersenyum kecil mengingat kejadian beberapa menit yang lalu dimana Kyuhyun menggendongnya di depan banyak orang. Perlahan rasa kantuk menghampiri Nayoung dan tidak lama mata Nayoung pun mulai menutup sampai akhirnya Nayoung dalam perjalanan menuju ke alam mimpi.

___oOo___

Nayoung terlalu malas untuk membuka mata, padahal ia sudah bangun dari beberapa menit yang lalu. Ketika Nayoung berusaha merubah posisi tidurnya ia merasa seperti menyenggol sesuatu di ranjangnya, mau tidak mau Nayoung membuka matanya untuk melihat apa yang ia senggol. Ia kaget saat melihat Kyuhyun yang tengah tertidur di kursi sebelah ranjang dengan bertumpu disebelahnya. Nayoung mengedarkan pandangan ke seisi ruangan, untung tidak ada orang lain di klinik ini, hanya mereka berdua. Ia melihat jam dinding dan mendapati ini masih jam pelajaran, padahal jelas-jelas tadi Kyuhyun mengatakan kalau tidak ingin melewati jam pelajaran. Dasar pembohong.Nayoung bahagia mendapati Kyuhyun tidak menepati ucapannya dan menemaninya disini sekarang.

Kyuhyun menggeliat kecil di tengah tidurnya dan tangan Kyuhyun yang tadi dipakai untuk menjadi bantal bergeser dan beralih memeluk pinggang Nayoung. Nafas Nayoung tercekat dalam keadaan seperti ini. Kenapa hari ini Kyuhyun selalu membuat nafasku jadi tidak menentu.

“Emh.. Na-Young”

Nayoung terdiam menyadari Kyuhyun menyebut namanya dalam tidur. Apakah aku tidak salah dengar? Apa mungkin ia sedang memimpikanku sekarang? Nayoung tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Ia tersenyum dengan lebarnya, bahkan ia ingin teriak saat ini juga tapi ia tidak ingin membuat Kyuhyun terbangun. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali tidur.

___oOo___

Suara bising di luar membangunkan Nayoung dari tidur singkatnya. Sekarang sudah jam pulang sekolah, pantas terdengar suara yang cukup ribut dari luar.

“Emh.” Nayoung bergeliat kecil dan hendak membuka mata.

“Hei, bangunlah. Kau ingin ditempat ini sampai besok?” Kyuhyun berdiri disebelah ranjangnya dan membawakan tas Nayoung.

“Tentu saja tidak. Kemarikan tas ku.”

“Ternyata kau tukang tidur ya, aku baru tau.”

“Itu kan karena efek obat yang aku minum. Sejak kapan kau ada disini?”

“Baru saja. Aku kesini saat bel pulang berbunyi.”

“Oh, begitu.” Nayoung berpura-pura tidak tau kalau kalau Kyuhyun sedang berbohong. Padahal ia tau pasti jika tadi Kyuhyun menemaninya bahkan sebelum bel pulang berbunyi.

“Ayo cepat, kita harus segera pulang.”

Nayoung mengerutkan alisnya. “Kita? Jika kau ingin pulang ya pulang saja.”

“Aku akan mengantarmu pulang jadi cepatlah”

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri.” Nayoung mebetulkan bajunya dan hendak pergi keluar klinik.

“Ku mohon. Anggap saja ini sebagai permohonan maafku, karena sudah membuatmu pingsan.”

“Tidak mau.”

“Ayo lah, sekali ini saja.”

“Tidak.”

“Aku akan mentraktirmu es krim.”

“Sungguh? Kalau begitu ayo!”

___oOo___

Kini mereka tengah duduk di bawah pohon rindang yang ada di taman sambil memakan es krim yang baru saja Kyuhyun beli. Dengan duduk berdua seperti ini, memakan es krim bersama, mereka seperti sepasang remaja yang sedang memadu kasih. Mungkin itu hanyalah khayalan yang hanya ada di pikiran Nayoung. Hanya sebatas angan. Sebenarnya Nayoung lelah merasakan rasa ini seorang diri, ia ingin Kyuhyun tau dan membalasnya. Sebagai seorang perempuan dimana harga dirinya jika ia yang mengatakan terlebih dahulu. Tidak bisakah Kyuhyun menyadarinya? Apakah kurang jelas? Waktu mereka untuk bersama seperti ini tidak lebih dari setaun lagi. Karena setelah ini mereka akan menempuh hidup mereka masing-masing di perguruan tinggi yang berbeda.

“Tumben sekali kau mentraktir dan mengantarku pulang. Tidak biasanya.” Ucapan Nayoung memecah keheningan yang ada antara mereka.

“Ini adalah ucapan maaf ku karena melempar bola basket ke arah kepalamu.”

“Alasan. Pasti kau sengaja ingin mengajakku jalan-jalan kan, iya kan?”

“Sepertinya ada yang salah dengan kepalamu. Dasar gadis yang suka kege-eran” Kyuhyun menoyor kepala Nayoung dan akhirnya es krim yang tengah Nayoung makan menegenai pipinya.

“Ya! Lihat karena ulahmu, pipiku jadi berlumuran es krim!”

“Hahaha.. lihat dirimu, seperti anak TK yang sedang makan es krim.”

“Tertawa lagi, awas ya!” Nayoung sengaja melumuri es krim yang ada ditangannya ke pipi Kyuhyun. “Sekarang kita impas”

“Ya! Mana bisa, tadi kan bukan aku yang mengolesi es krim di pipimu!” Tidak terima, Kyuhyun membalas tindakan Nayoung. Dan akhirnya terjadilah insiden saling melumuri es krim diantara mereka. Separuh dari es krim mereka digunakan untuk saling balas membalas melumuri es krim.

“Sudah sudah! Lebih baik kita mencuci wajah dulu. Ini sudah hampir petang, dan aku tidak ingin kau memasuki mobilku dengan wajah yang berlumuran es krim.” Ucap Kyuhyun.

“Aku juga tidak ingin seperti ini terus. Iwh, lengket.” Mereka pun membasuh wajah mereka di wastafel yang ada di sekitar taman. Mereka pun berjalan masuk ke mobil Kyuhyun.

“Silakan masuk tuan putri” Kyuhyun membukakan pintu untuk Nayoung layaknya seorang putri dan pangeran yang tengah menghadiri pesta dansa.

“Terima kasih pengawal.”

“Ya! Harusnya kau bilang ‘terima kasih pangeran’.” Ucap Kyuhyun sembari masuk ke mobil dan menyalakan mesin.

“Pangeran? Kau itu lebih cocok dipanggil pengawal daripada pangeran.”

“Mana ada pengawal dengan tingkat ketampanan seperti ini? Kalau pengawalnya setampan aku, lalu pangerannya super mega ultra tampan begitu?”

“Cih, percaya diri sekali.” Kyuhyun pun mulai menjalankan mobilnya, dengan tujuan pertamanya adalah rumah Nayoung.

Tidak banyak yang mereka bicarakan selama di perjalanan pulang, mungkin mereka berdua sama-sama sudah letih menjalani hari yang padat saat di sekolah. Nayoung lebih memilih untuk tidur daripada terjebak dalam suasana sunyi bersama Kyuhyun.

___oOo___

“Nayoung, bangun kita sudah sampai di rumahmu.” Kyuhyun terus membangunkan Nayoung, namun si empunya nama tidak merespon sama sekali. “Hey, bangun.” Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mencubit gadis yang tengah terlelap pulas di sampingnya.

“Sakit tau!” Respon Nayoung dengan kesadaran yang belum kembali sepenuhnya.

“Makanya cepat bangun aku ingin pulang dan lekas tidur, memangnya hanya kau saja yang lelah disini?”

“Baiklah, baik.” Nayoung mengusap-usap matanya sambil berusaha mengumpulkan kesadaran yang entah berada dimana. Ia pun membuka pintu dan turun dari mobil Kyuhyun.

“Hati-hati, Kyu. Terima kasih untuk hari ini.”

“Sebenarnya aku yang harus berterima kasih. Masuklah, sepertinya kau perlu melanjutkan tidurmu barusan.”

“Ya, itu sudah pasti.”

“Aku pulang dulu ya, selamat malam, Young.” Mobil Kyuhyun pun telah melaju dengan kecepatan yang cukup kencang.

“Selamat malam, Kyu”

___oOo___

Ulangan biologi telah menanti, dan bagusnya ulangan biologi berada di jam terakhir. Dan lebih bagus lagi karena jam pelajaran Lee Seonsangnim kosong, dan pelajaran sesudah fisika adalah biologi. Sehingga masih ada banyak waktu untuk mempelajari biologi. Nayoung memutuskan untuk belajar biologi di perpustakaan. Selain perpustakaan adalah tempat dimana bisa mendapatkan suasana yang kondusif, di perpustakaan juga banyak terdapat referensi tambahan untuk materi yang akan diulangankan.

Segera saja Nayoung pergi ke lorong buku biologi, kemudian ia mendapati Kyuhyun yang tengah tertidur dengan posisi duduk di antara rak buku biologi.

“Pasti ia kelelahan, tidak biasanya ia tertidur saat sedang belajar.” Terlihat sekali Kyuhyun sedang belajar sebelum ia tertidur disini, dapat dilihat dari buku biologi yang tengah dalam posisi terbuka di genggaman Kyuhyun.

Sepertinya Nayoung sudah mengubah tujuannya untuk datang ke perpustakaan, ia lebih tertarik untuk memperhatikan wajah Kyuhyun yang tengah tertidur dibanding membaca buku biologi. Wajah Kyuhyun yang tengah tertidur sangat berbeda dengan wajah Kyuhyun yang biasanya, wajah Kyuhyun yang tengah tertidur bagaikan seorang malaikat yang tidak tau apa itu dosa. Terlalu sempurna untuk menjadi seorang manusia. Tanpa disengaja sudut bibir Nayoung terangkat.

___oOo___

Hari ini, hari turnamen basket antar sekolah akan diadakan. Itu berarti Kyuhyun akan bermain? Tentu saja. Itu sebabnya sangat banyak siswi datang untuk mendukung sekolahnya bertanding atau sekedar melihat Kyuhyun. Tidak terkecuali dengan Nayoung, ia sudah duduk di barisan penonton paling depan. Ketika tim basket sudah memasuki lapangan seketika gedung itu menjadi gaduh, ada yang meneriakkan nama sekolah mereka, ada yang meneriakkan nama-nama pemain yang ada. Dan tidak sedikit penonton yang meneriakkan nama Cho Kyuhyun, sontak saja Kyuhyun melihat ke arah bangku penonton seperti sedang mencari seseorang. Kemudian Nayoung mendapati Kyuhyun melihat tepat ke arahnya dan tersenyum, para gadis yang berada di sekitar Nayoung langsung berteriak histeris karena Kyuhyun tersenyum ke arah mereka. Ini pertama kalinya Nayoung melihat senyum Kyuhyun hanya untuknya, senyum yang sangat tulus dan belum pernah ia lihat sebelumnya.

Pertandingan pun dimulai, babak demi babak telah terlewati dan akhirnya sampai lah pada akhir dari pertandingan yaitu babak final. Beruntung karena tim Kyuhyun lolos sampai babak ini. Terlihat para pemain sudah sangat berkeringat dan terlihat lelah, Nayoung yang melihat pemandangan dimana Kyuhyun penuh dengan peluh dengan rambut yang sudah acak-acakan malah membuat tingkat ketampanan Kyuhyun bertambah di matanya.

“Hei, apakah kau liat Kyuhyun disana? Dia terlihat sangat tampan.”

“Ya, sangat. Aku harap dia belum mempunyai pacar jadi aku akan mendekatinya setelah pertandingan ini.”

“Kau yakin Kyuhyun ingin dekat dengan perempuan sepertimu? Tentu saja aku yang akan mendekatinya duluan.”

Nayoung bisa dengan jelas mendengar pembicaraan kedua gadis yang duduk tepat dibelakangnya. Ia sudah biasa mendapati para gadis yang terang-terangan menyatakan perasaan sukanya pada Kyuhyun. Memang ini adalah resiko jika ia menyukai Kyuhyun, karena Kyuhyun adalah idola banyak gadis. Selain memiliki wajah yang tampan, keahliannya dalam bidak atletik dan akademis sudah tidak dapat diragukan lagi. Tidak heran jika banyak gadis yang kagum bahkan menyimpan rasa pada Kyuhyun, bahkan banyak pria yang iri pada Kyuhyun.

Pertadingan tersisa satu babak lagi, dimana ini adalah babak penentuan karena score dari kedua tim seimbang. Kini masih dalam waktu istirahat untuk para pemain. Para pemain langsung menepi dan duduk di sisi lapangan, terkecuali dengan Kyuhyun. Ia berjalan kearah bangku Nayoung dan seperti biasa gadis yang ada di dekatnya langsung berteriak histeris. Sekarang Kyuhyun tepat berada di depan Nayoung dan itu membuat Nayoung harus mendongak untuk melihat Kyuhyun. Tentu saja Nayoung dan Kyuhyun menjadi pusat perhatian para gadis yang ada disana. Nayoung pun merasa banyak tatapan menusuk yang tertuju kepadanya.

“Untuk apa kau kesini? Lebih baik kau kembali kesana dan beristirahat bersama teman-temanmu.” Ucap Nayoung berusaha agar membuat Kyuhyun menjauh darinya, karena semakin banyak tatapan menyeramkan padanya.

“Untuk apa aku berada disana jika sumber kekuatanku sedang duduk disini sekarang?” ucapan Kyuhyun membuat Nayoung terdiam. Sejak kapan Kyuhyun menjadi seperti ini? Para gadis terdiam melihat pemandangan ini dan mereka berharap mereka lah yang ada disana menggantikan posisi Nayoung. Sontak pipi Nayoung langsung memerah.

“Hei, aku hanya bercanda tadi. Pipimu tidak perlu memerah begitu.” Goda Kyuhyun.

“Apa? Pipiku tidak merah! Sudahlah sebaiknya kau kembali kesana sekarang.”

“Apa yang akan aku dapatkan jika aku memenangkan pertandingan ini?”

“Kau akan mendapat hadiah dan piala dari pihak penyelenggara.”

“Bukan. Maksudku yang kudapatkan darimu?”

“Untuk apa aku memberimu sesuatu?”

“Anggap saja sebagai penyemangat untukku di babak terakhir ini.”

“Aku akan mentraktirmu. Sekarang cepat kembali kesana!”

“Tidak mau. Itu sudah terlalu biasa.”

“Lalu apa yang kau inginkan?”

“Aku mau besok kau melakukan apapun yang aku inginkan.”

“Baiklah, baik. Ayo cepat kesana!”

“Doakan agar aku bisa memenangkan pertandingan ini.” Ucap Kyuhyun langsung menggenggam tangan Nayoung.

“Aku akan kembali kesana. Bye” Kyuhyun pun mengecup puncak lengan Nayoung dan kemudian kembali ke lapangan. Para gadis terperanjat melihat perlakuan Kyuhyun pada Nayoung, tidak terkecuali Nayoung yang masih terdiam dengan perlakuan Kyuhyun yang sangat mengejutkan.

“Siapakah itu? Apakah dia kekasih Kyuhyun?”

“Bukankah Kyuhyun belum memiliki kekasih?”

“Siapapun itu aku tidak suka padanya.”

“Pasti ia duluan yang menggoda Kyuhyun.”

Banyak gadis yang tengah berbisik membicarakan apa yang tadi mereka lihat dan sekarang Nayoung sangat tidak merasa nyaman, rasanya ia ingin keluar dari tempat ini. Tapi ia masih ingin menonton pertandingan ini. Ayolah Nayoung, tinggal satu babak lagi kuatkan dirimu. Nayoung dapat melihat Kyuhyun yang tengah melirik ke arahnya dan mengeluarkan evil smile miliknya. Dan akhirnya ia tau bahwa apa yang tadi Kyuhyun lakukan memang sengaja untuk memanasi para gadis yang ada disini dan ingin membuat mereka membenci Nayoung. Awas kau Cho Kyuhyun!

Pertandingan pun dimulai, terjadi persaingan yang sangat ketat. Kedua tim terus saja saling susul menyusul kedudukan. Mendadak saja Nayoung teringat dimana ia telah berjanji untuk mengikuti apa saja yang Kyuhyun inginkan, bagaimana jika Kyuhyun meminta hal-hal yang aneh? Ah, bagaimana ini? Sepertinya jika Tuhan tidak memberikan kemenangan kepada tim sekolahnya Nayoung tidak keberatan sama sekali. Namun sayang, Tuhan berkehendak lain. Tim Kyuhyunlah yang akhirnya memenangkan pertandingan, mendadak Nayoung merasa lemas dan langsung meninggalkan tempat itu. Kyuhyun melihat Nayoung langsung pergi lantas mengejar gadis itu.

Apa yang akan Kyuhyun minta? Mungkinkah ia meminta sesuatu yang tidak logis? Seperti kehormatan-…..tidak tidak, Kyuhyun bukan tipikal pria yang seperti itu. Kalimat itu terus saja berputar-putar di kepala Nayoung. Tiba-tiba ada seseorang yang menahan pundak Nayoung dan membalikkan posisi tubuhnya menghadap ke seseorang itu yang ternyata ia adalah Kyuhyun.

“Kenapa kau pergi begitu saja?”

“Aku merasa kurang enak badan.” Ucap Nayoung berbohong.

“Biar aku yang mengantarkanmu pulang.”

“Tidak perlu, kau harus menghadiri acara penyerahan hadiah.”

“Masih ada teman-teman yang lain. Ayo kita ke mobilku.”

___oOo___

Selama di perjalanan mereka sama-sama terdiam, tidak ada yang memulai pembicaraan. Nayoung masih terus teringat akan janjinya, dan ia harap Kyuhyun lupa akan janjinya itu.

“Young, kau tidak lupa kan kalau kau telah berjanji mengikuti apa yang aku inginkan besok?”

“Te-tentu saja tidak, Kyu.”

“Baguslah. Besok aku akan menjemputmu jam 9.”

“Memangnya kita mau kemana?”

“Kau lihat saja besok” Mendengar jawaban Kyuhyun membuat Nayoung menjadi penasaran dan bertanya-tanya di dalam hati.

“Kita sudah sampai. Kau harus segera beristirahat dan minum obat. Jangan sampai besok kau sakit, young.”

“Iya, terima kasih.”

“Aku pergi dulu. Jangan lupa ya, besok jam 9” Kyuhyun pun meninggalkan rumah Nayoung.

Nayoung pun membuka pintu rumahnya yang ternyata memang tidak dikunci. “Aku pulang.”

“Bagaimana tadi pertandingannya, sayang?” Tanya sang Eomma, Shin Jihye.

“Tim dari sekolah kami menang, Eomma”

“Sepertinya belakangan ini kau sering diantar oleh mobil tadi. Siapa dia?”

“Ah, itu temanku. Cho Kyuhyun.”

“Teman atau…..”

“Eomma….” Nayoung mulai merengek jika Eomma mulai menggodanya seperti ini.

“Ahaha, sekarang cepatlah kau mandi. Sehabis itu kita makan bersama, sebentar lagi Appa akan pulang.”

___oOo___

“Kau ingin kemana, Young? Tumben sekali sudah rapih di minggu pagi.” Ucap sang Appa, Shin Yujin, sembari membaca koran di sofa.

“Aku ingin pergi jalan-jalan.” Sebenarnya Nayoung sendiri pun tak tau ingin pergi kemana.

“Dengan siapa?”

“Dengan temanku, Appa.” Nayoung takut bila Appanya tau jika ia akan pergi dengan teman laki-laki. Karena Appanya cukup sensitif jika ia pergi dengan laki-laki.

To: Cho Kyuhyun

Nanti jika kau sudah sampai depan rumahku lebih baik sms saja. Nanti aku akan keluar.

Nayoung mengetikkan pesan singkat kepada Kyuhyun, agar Appanya tidak bertanya lebih jauh lagi. Jika Kyuhyun mengklaksonkan mobilnya tentu saja Appanya akan curiga dan bertanya siapa yang datang dengan mobil itu.

From: Cho Kyuhyun

Aku sudah berada di depan rumahmu.

Tok Tok Tok.

“Nayoung, bisa kau buka pintu itu?” ucap sang Eomma.

“Iya, Eomma.” Nayoung pun berjalan ke pintu tanpa membuka pesan singkat dari Kyuhyun lebih dulu.

“Annyeong. Kau sudah siap?” Ternyata Kyuhyun lah yang mengetuk pintu rumahnya barusan.

“Kau? Kan sudah aku bilang kalau kau sudah sampai sms dulu.” Ucap Nayoung dengan nada yang hampir berbisik.

“Aku sudah mengirim sms padamu. Lihat saja.” Nayoung langsung melihat ke layar handphonenya.

1 Message Unread.

“Siapa itu Nayoung? Kenapa tidak disuruh masuk?” Kini Shin Yujin sudah berada di belakang Nayoung. Mati lah aku.

“Siapa kau?” Tanya Yujin dengan tatapan yang menusuk pada Kyuhyun.

“Annyeonghaseyo Tuan Shin, aku Cho Kyuhyun.” Jawab Kyuhyun dengan senyuman terbaiknnya.

“Jadi kau yang ingin jalan-jalan dengan anakku?” Nayoung hanya bisa terdiam dan menunduk.

“Nayoung sudah mengatakannya pada Anda? Ya, seperti itu lah kira-kira.”

“Kemana kalian akan pergi?”

“Aku tidak bisa mengatakannya pada Anda, karena tempat ini akan aku jadikan kejutan untuk Nayoung. Anda bisa mempercayai saya, anak anda akan kembali ke rumah dengan selamat dan tanpa kekurangan apapun.” Ujar Kyuhyun meyakinkan Yujin.

“Baik, aku pegang janjimu Cho Kyuhyun. Kalian boleh pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran.”

“Benarkah Appa? Terima kasih” Ucap Nayoung dengan mata yang berbinar.

“Gamsahamnida Tuan Shin, kalau begitu kami pergi dulu. Annyeong” Kyuhyun pun membungkukkan badan.

“Aku pergi dulu Appa.” Ucap Nayoung sembari mengecup pipi Yujin.

Mereka pun masuk ke mobil dan pergi meninggalkan rumah Nayoung.

“Apakah tadi itu Kyuhyun, Chagi?” Ujar Jihye.

“Iya, bagaimana kau bisa mengenal Kyuhyun?”

“Aku tidak mengenalnya, hanya tau namanya saja. Nayoung pernah diantar pulang beberapa kali oleh Kyuhyun.”

“Apa?” Terlihat sekali raut tidak suka dari wajah Yujin.

“Kau tenang saja, sepertinya Kyuhyun pria yang bertanggung jawab dan dia juga terlihat baik juga sopan.” Ujar Jihye meyakinkan suaminya.

___oOo___

“Sebenarnya kemana kita akan pergi?” Tanya Nayoung.

“Kau penasaran? Kita akan sampai sebentar lagi.”

Kyuhyun sudah memarkirkan mobilnya dan mematikan mesin. “Ayo kita turun.”

“Kita ke Everland?”

“As you see.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum. Nayoung pun ikut tersenyum, jujur saja ini pertama kalinya ia pergi ke tempat ini. Sebenarnya sudah lama ia merencanakan untuk pergi kesini, tapi tidak pernah terwujud. Dan sekarang akhirnya ia bisa ketempat ini, bahkan dengan Kyuhyun.

Suasana Everland tidak terlalu ramai ataupun sepi. Banyak pasangan kekasih yang menghabiskan waktu disini. Bahkan Kyuhyun dan Nayoung pun terlihat seperti sepasang kekasih. Pada saat mereka memasuki pintu masuk Everland Nayoung tidak henti-hentinya tersenyum, melihat itu Kyuhyun pun merasa senang.

“Whoaa…. Kau lihat itu? Lucu sekali, omona.” Ucap Nayoung sambil menunjuk salah satu patung yang ada.

“Kau baru pertama kali ke tempat ini ya?”

“Iya. Bahkan aku selalu berencana untuk pergi kesini, dan tidak pernah terwujud. Dan akhirnya aku berada disini sekarang, terima kasih.”

Kyuhyun pun tersenyum manis. “Sekarang apa yang akan kita naiki pertama kali?”

“Kita naik roller coaster!”

“Kajja!”

Satu demi satu wahana mereka naiki. Senyum tak pudar dari wajah Kyuhyun maupun Nayoung. Tak terasa matahari hampir kembali ke tempat peristirahatannya.

“Lelah?” Tanya Kyuhyun.

“Sedikit. Kita merupakan sesuatu Kyu!”

“Apa itu?”

“Cepat ikut aku!” Nayoung pun berlari dengan menggenggam tangan Kyuhyun.

“Kita belum berfoto di photobox ini”

“Aish, aku kira kita melupakan sesuatu yang penting.”

“Ini penting tau! Ayo kita masuk.”

“Haruskah?” Kyuhyun seperti agak sedikit risih berfoto di photobox ini.

“Tentu saja harus” ucap Nayoung sembari mengatur sesuatu yang ada di layar. “Ini sudah siap, ayo berpose.”

Shoot. Shoot. Shoot. Shoot.

“Nah, ini dia. Satu untukmu, dan satu lagi untukku.” Ujar Nayoung sembari menyerahkan hasil foto mereka.

Not bad.”

“Tentu saja tidak, ini sangat lucu. Lihat lihat aku terlihat cantik disini!”

“Itu karena pengaruh flash saja.”

“Ish” Nayoung pun memukul lengan Kyuhyun.

“Baju couple! Baju couple! Apakah kalian ingin membelinya? Ini sangat cocok untuk pasangan kekasih seperti kalian.”

“Ma-maaf, kami bukan ke-“ Ucap Nayoung.

“Kami ambil satu pasang.”

“Terima kasih. Kalian sudah sangat serasi, apalagi jika memakai baju ini.” Akhirnya penjual itu pun pergi meninggalkan mereka.

“Untuk apa kau membeli ini Kyu?”

“Anggap saja ini oleh-oleh.”

“Hey, tapi kaos ini lucu juga. Cepatlah kau ke toilet dan pakai lah baju ini, karena kita akan berfoto di photobox dengan kaos ini.” Ucap Nayoung dengan penuh semangat.

“Apa?!”

___oOo___

Bulan dan bintang sudah berdampingan berada di atas langit. Nayoung dan Kyuhyun pun sudah dalam perjalanan pulang, ini adalah hari yang luar biasa menyenangkan bagi Nayoung. Entah Kyuhyun merasakan hal yang sama atau tidak.

“Yaampun, Kyu! Aku melupakan janjiku padamu! Aku terlalu terbawa suasana tadi. Apa yang kau inginkan? Maafkan aku Kyu, aku melupakannya.”

“Kau sudah melakukannya.”

“Hah?”

“Karena yang aku inginkan sudah terlaksana tadi. Pergi ke Everland bersamamu.”

“Hanya itu?”

“Tentu saja. Memangnya kau mengharapkan apa?”

“Aku tidak mengharapkan apa-apa.”

“Kita sudah sampai, ayo turun.”

“Untuk apa kau ikut turun Kyu?”

“Untuk apa? Tentu saja untuk berpamitan pada orang tuamu.” Ucap Kyuhyun dengan kepercayaan diri yang tinggi.

Mereka sudah berada tepat di depan pintu rumah Nayoung. Kyuhyun pun mengetuk pintu rumah. Dan tak lama Yujin datang dan membukakan pintu.

“Annyeonghaseyo Tuan Shin.”

“A-annyeong Appa.”

“Lebih malam dari yang aku perkirakan.” Ucap Yujin.

“Maaf, tadi kami berhenti sebentar untuk makan malam jadi agak terlambat seperti ini.” Tutur Kyuhyun.

Yujin hanya terdiam dengan ekspresi yang tidak bisa dideskripsikan.

“Kalau begitu aku pamit pulang, annyeong.”

“Masuklah dulu.” Ucap Yujin.

“Apa?!” Ucap Kyuhyun dan Nayoung berbarengan.

“Masuklah dulu, untuk sekedar minum dan berbincang sedikit.”

“Terima kasih Tuan Shin, maaf tapi saya tidak bisa. Ini sudah larut dan tidak sopan jika saya bertamu selarut ini, lagipula pasti orang tua saya sudah menunggu di rumah. Saya permisi, annyeong.” Kyuhyun membungkukkan badannya dan masuk ke mobilnya. Tak lama kemudian mobil Kyuhyun pun sudah menghilang dari depan rumah Nayoung.

“Ayo masuk Nayoung, angin malam tidak baik untuk kesehatan.” Ucap Yujin.

“Hai, sayang. Bagaimana tadi kencannya?” Tanya Jihye.

“Eomma.. itu bukan kencan, hanya jalan-jalan biasa.” Bela Nayoung.

“Baiklah, baik. Tadi kalian pergi kemana?”

“Ke Everland.” Ucap Nayoung sembari duduk di sofa.

“Sepertinya kau dan Kyuhyun sudah sangat akrab. Sudah berapa lama kalian berhubungan?” Tanya Yujin.

“Kami tidak berhubungan Appa. Dia hanya teman sekelasku saja, sungguh”

“Tapi kenapa aku merasakan kalau dia suka padamu.”

“Benarkah? Maksudku, apa iya?”

“Dia dengan sangat percaya diri berpamitan dan terang-terangan untuk mengajakmu pergi tepat dihadapanku. Sikapnya terlihat sangat serius, Youngie.” Jelas Yujin.

“Aku sangat lelah Appa, aku akan ke kamar duluan ya.” Nayoung pun melangkahkan kaki ke kamarnya. Benarkah Kyuhyun menyukaiku?

___oOo___

8 Months Later

Tidak terasa sebentar lagi ujian akhir akan dimulai, semua kelas 12 sedang sibuk dan mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas. Kyuhyun tengah duduk di kursi taman seorang diri dan membaca buku, dan entah buku apa yang ia baca. Tiba-tiba saja Seohyun menghampirinya.

“Hai, Kyu.” Sapa gadis itu dengan senyuman yang menawan.

“Hai, Seohyun. Ada apa? Oh ya, silakan duduk.” Kyuhyun pun menggeser posisi duduknya.

“Gomawo” Seohyun pun duduk disamping Kyuhyun dengan malu-malu. “aku ingin menanyakan soal matematika kepadamu. Ada beberapa soal yang tidak ku mengerti”

“Begitukah? Mana soal yang ingin kau tanyakan?”

“Ini” Ucap Seohyun sembari memberikan beberapa lembar kertas kepada Kyuhyun.

Di tempat lain, tepatnya di depan kelas 12 C, Nayoung menunggu Kyuhyun untuk mengajaknya makan siang bersama. Tapi sudah 15 menit lebih ia menunggu, tapi Kyuhyun belum saja datang. Ia memutuskan untuk bertanya pada seseorang yang tengah berlalu lalang. “Hey, apakah kau melihat Kyuhyun?”

“Kyuhyun? Tadi terakhir aku lihat dia ada di taman.”

“Baiklah, terima kasih.”

Langsung saja Nayoung menghambur menuju taman karena jam istirahat sudah hampir habis. Akhirnya Nayoung bisa menemukan Kyuhyun-nya, ia sedang duduk di bangku taman. Baru saja ia ingin memanggil Kyuhyun tapi ia mengurungkan niatnya karena melihat Kyuhyun seperti sedang serius bersama seorang perempuan. Tunggu, perempuan? Siapa dia? Mata Nayoung memang sedikit rabun, tapi ketika ia perhatikan perempuan itu adalah Seohyun. Tidak salah lagi, itu memang Seohyun. Nayoung tidak ada niatan untuk menghampiri mereka, ia hanya ingin menghampiri Kyuhyun ketika Seohyun sudah pergi. Angin berhembus dengan lembutnya, membuat rambut panjang Seohyun tergerai indah. Menambah kecantikan yang ada pada dirinya, Nayoung merasa agak sedikit tidak nyaman menyadari Kyuhyun tengah menatap lurus kearah Seohyun yang tengah menulis sesuatu.

“Sebaiknya kita kembali ke kelas, jam istirahat sudah hampir habis.” Ucap Kyuhyun.

“Ah iya, kau benar.”

Mereka pun sudah bangun dari duduknya dan hendak pergi ke kelas. Namun sebuah lubang kecil membuat Seohyun kehilangan keseimbangannya dan jatuh tepat dipelukan Kyuhyun. Terdiam cukup lama, akhirnya Seohyun langsung membetulkan posisinya. “Ma-maaf, Kyu. Aku tidak sengaja.”

“Tak apa. Kakimu bagaimana? Tidak terkilir?”

“Kaki ku baik-baik saja. Ayo kita kembali ke kelas.”

“Sebentar, ada daun di rambutmu, biar aku ambilkan.” Kyuhyun mengambil daun yang ada dirambut Seohyun dan membetulkan posisi rambut Seohyun dengan jemari tangannya.

“Terima kasih.” Semburat merah langsung muncul di kedua pipi Seohyun yang tengah tersipu malu.

Meskipun tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan dari jarak sejauh ini, tapi ia dapat melihat jelas apa yang dilakukan oleh Kyuhyun. Nayoung langsung pergi dari tempat ia berdiri untuk menjauh dari mereka. Ia ingin marah, ia ingin menangis, ia ingin melampiaskan apa yang sekarang ia rasakan. Tapi tidak mungkin karena memang dia dan Kyuhyun hanya sebatas teman, tidak lebih. Mata Nayoung sudah berkaca-kaca menahan air mata yang masih bisa terbendung, kemudian ia menabrak seseorang karena tidak memperhatikan langkahnya.

“Maafkan aku, maaf” Ucap Nayoung sambil membungkukkan badannya.

“Nayoung, kau kenapa?” Tanya Donghae, orang yang tadi ia tabrak.

“Ah, tidak apa-apa. Mataku kemasukan debu karena mencari beberapa buku di perpustakaan.” Ia mengelap air mata yang menggenang dengan punggung tangannya.

“Ada yang ingin aku katakan padamu, Youngie.”

“Katakan saja.”

“Saranghaeyo, Nayoung. Would you be my girlfriend?” Pernyataan dan pertanyaan Donghae yang mendadak membuat Nayoung terperanjat. Bahkan Nayoung dan Donghae saja tidak begitu dekat, tapi kini Donghae menyatakan perasaannya. Bahkan ia ‘menembak’ Nayoung saat ini. Untung saja koridor sedang sepi dan tidak ada siswa yang lewat.

“Maaf, Hae. Tapi aku, tidak bisa.”

“Tapi kenapa?”

“Kita saja baru kenal selama beberapa bulan, dan jujur ini sangat mengagetkanku.”

“Kita bisa mengenal lebih dalam lagi, Nayoung.”

“Maaf, aku benar-benar tidak bisa.”

“Sudah ada pria lain kan?” Tidak ada jawaban dari Nayoung, dan Donghae menyimpulkan memang Nayoung sudah menyukai lelaki lain. “Baiklah jika memang seperti itu. Semoga kau mendapat universitas yang kau inginkan.”

“Kau juga.” Ucap Nayoung sambil tersenyum. Donghae pun pergi dengan perasaan dan hati yang kalut.

Nayoung kembali ke kelas dengan perasaan tidak tenang. Ia masih mengingat kejadian di taman saat melihat Kyuhyun dan Seohyun yang tampak sangat serasi. Si tampan dan si cantik. Saat ia masuk kelas, ia melihat Kyuhyun tengah duduk sambil membaca buku dan mengenakan headset. Tanpa menyapa Kyuhyun, ia langsung duduk di kursinya. Tiba-tiba saja Eunji menghampirinya dengan wajah yang berseri-seri.

“Nayoung~” Ucap Eunji dengan nada manja.

“Apa yang kau inginkan?” sekarang mood Nayoung sedang tidak baik jika diajak berbicara.

“Aku melihat kejadian tadi loh, tapi hanya sepintas saja”

“Kejadian yang mana?”

“Kau dan Donghae.”

“Oh, yang itu.”

Meskipun sedang memakai headset tapi Kyuhyun mendengar sebuah kalimat yang menyita perhatiannya. Lalu ia mengecilkan volume musiknya dan fokus pada pembicaraan Eunji dan Nayoung.

“Kau menerimanya kan?”

“Apa itu penting untukmu?” Balas Nayoung ketus.

“Kau tinggal jawab saja. Kau menerimanya atau tidak.”

“Memangnya kenapa kalau aku menerimanya, hah?” Emosi Nayoung seperti ingin meledak saat menghadapi temannya yang satu ini.

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memastikan saja. Aku juga akan menerimanya jika aku menjadi kau.” Akhirnya Eunji pergi dari hadapan Nayoung. Tapi sepertinya Eunji salah paham, dan Nayoung masih terlalu malas untuk memberikan penjelasan kepada Eunji. Jadi biarkan saja dulu untuk beberapa menit.

Nayoung tidak tahu kalau Kyuhyun mendengarkan percakapan mereka. Kyuhyun merasa seperti tersambar petir, ia kaget mendengar pernyataan terakhir yang dilontarkan oleh Eunji, dan hal itu tidak dibantah oleh Nayoung. Berarti Nayoung dan Donghae benar-benar sudah menjadi sepasang kekasih? Padahal Kyuhyun baru saja menyadari perasaan yang ia miliki terhadap Nayoung, tetapi ia terlambat menyadarinya. Kini Nayoung sudah tidak mungkin lagi menjadi miliknya, ternyata apa yang Kyuhyun duga, bahwa Nayoung menyukai dirinya itu salah.

Salah seorang anak berteriak di depan kelas .“Hei, teman-teman. Hari ini Kim Seonsangnim tidak masuk, bagaimana jika kita mengadakan sharing session. Setuju tidak?”

“Setuju!” Hampir seluruh anak menyetujui usul itu.

“Kalau begitu kita semua duduk melingkar ya!”

Meja dan kursi disusun dengan sedemikian rupa. Hingga akhirnya mereka sudah dapat duduk melingkar di dalam kelas.

“Jadi begini peraturannya. Kalian mengatakan kesan kalian selama berada di sekolah ini, dan mengatakan siapa orang yang kalian sukai. Jika dia tidak mengatakan siapa orang yang disukainya, maka ia harus mentraktir kita semua disini. Dimulai dari Junsu!” Ujar Ilhoon.

Satu per satu siswa menyebutkan kesan dan orang yang mereka sukai. Suasana menjadi gaduh karena banyak dari mereka yang menyukai teman sekelas, bahkan menyukai adik kelas. Ada beberapa yang mengatakan bahwa mereka menyukai Kyuhyun, ada juga yang mengatakan bahwa mereka menyukai Nayoung. Itu tidak mengherankan, sebab karena paras mereka yang sempurna, prestasi mereka pun tidak bisa diragukan. Akhirnya tersisa 3 orang yang terakhir.

“Kyuhyun, sekarang giliranmu.” Ucap Jinwoo.

“Baiklah, pengalamanku selama 3 tahun disini aku mengalami hal-hal yang sangat hebat. Dan memiliki teman-teman yang sangat baik dan ada pula yang cerewet. Tetapi kalian lah yang membuat masa-masa SMA ku berwarna. Dan belum lama ini aku baru menyadari perasaanku pada seorang gadis, yang seharusnya perasaan ini sudah ku sadari sejak dulu. Gadis itu adalah…..”

Kyuhyun bingung haruskah ia mengatakan yang sejujurnya, sedangkan Nayoung sudah memiliki pria lain. Ia tidak ingin Nayoung tahu tentang perasaannya yang sebenarnya.

“Seohyun.” Semua orang sontak memandang ke arah Seohyun. Seohyun pun tersipu saat mendegar pernyataan dari Kyuhyun. Apakah seperti itu bisa disebut pernyataan? Nayoung kaget, ia langsung terdiam. Apa maksudnya sikap manis Kyuhyun selama ini? Mungkinkah ia hanya menjadi pelampiasan?

“Wohooo… sekarang giliranmu Seohyun.”

“Aku ingin berterima kasih kepada kalian, karena aku baru setahun berada di SMA ini. Dan kalian lah yang menjadi teman pertama dan terakhirku di sekolah ini, aku merasa nyaman bersama kalian. Sekali lagi terima kasih. Lelaki yang aku sukai adalah… Cho Kyuhyun.” Seketika suasana menjadi gaduh. Nayoung mencoba ikut tertawa bersama teman-temannya. Tapi tawa yang ia keluarkan adalah tawa palsu, entah orang lain menyadarinya atau tidak. Mereka saling menyukai.

“Sepertinya kita akan memiliki pasangan yang baru disini. Baiklah, sekarang giliran Nayoung.”

“Aku disini 3 tahun, bersama kalian orang-orang hebat. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak masuk ke sekolah ini, pengalaman disini adalah pengalaman berharga yang akan selalu ku ingat. Aku harap saat kita masuk universitas yang berbeda kita tidak saling melupakan. Dan omong-omong tentang orang yang aku sukai…. aku tidak ingin mengatakannya. Jadi ayo sekarang kita pergi ke kantin.”

Anak-anak pun langsung berlari berhamburan keluar kelas, kapan lagi dapat traktiran sebelum masuk universitas.

“Padahal ia baru saja jadian dengan Donghae, tapi malah tidak mau menyebutkan orang yang dia suka. Sepertinya ia tidak ingin hubungannya diketahui orang banyak.” Eunji berbisik pada Yoora, dan Kyuhyun tidak sengaja mendengar ucapan Eunji.

___oOo___

2 Weeks Later

Akhirnya ujian pun sudah usai, sekarang mereka sudah mulai mencari universitas mana yang akan mereka masuki. Kyuhyun sudah mendapatkan universitas di Jepang, tidaklah sulit untuknya karena prestasi dan rapotnya yang sangat membumbung tinggi. Mendadak ia teringat akan Nayoung, bukankah ia pernah berkata ingin kuliah di Jepang? Tetapi ia tidak pernah melihat Nayoung lagi selama seminggu terakhir. Tidak seharusnya ia mendiamkan Nayoung hanya karena ia sudah memiliki orang lain.

“Hey, Eunji, apa kau tau dimana Nayoung? Sudah seminggu ini ia tidak terlihat.” Tanya Kyuhyun.

“Nayoung sudah pindah ke luar negri kemarin. Katanya ia tidak akan kuliah di Korea.”

“Kemana ia pindah? Kemana?!”

“Aku tidak tau. Ia tidak mengatakannya, saat aku bertanya ia bilang rahasia. Memangnya kau tidak diberi tau?” Eunji menautkan kedua alisnya.

Kyuhyun langsung berlari ke arah loker milik Nayoung, ia tidak habis pikir kenapa bisa-bisanya Nayoung pergi begitu saja tanpa berpamitan padanya. Bahkan memberitahunya saja tidak. Saat ia buka loker itu tidak dikunci dan sudah tidak ada isinya kecuali buku dengan ukuran yang cukup tebal. Kyuhyun yakin bahwa buku ini milik Nayoung, tapi kenapa buku ini tidak dibawa? Kyuhyun memutuskan untuk membaca buku ini di taman, tempat favoritnya.

Ketika ia sudah merasa nyaman, dibukalah lembaran pertama buku itu. Ada tulisan ‘My Journey’. Terdapat kalimat dibawahnya, yaitu

Hai Kyu, mungkin saat kau membaca ini aku sudah tidak berada di Korea

Aku pergi ke suatu tempat yang jauh dari sini

Kau pasti penasaran dengan isi buku ini dan kenapa aku meninggalkannya kan?

Makanya cepatlah buka lembaran ini, dan bacalah satu demi satu kalimat yang ada. Okey?

Lembaran berikutnya ada foto handuk yang pernah Kyuhyun pinjamkan pada Nayoung, saat ia kehujanan. Disana tertulis

Hari ini aku kehujanan, sialnya aku lupa membawa payung. Basah sudah semuanya, tapi Kyuhyun meminjamkanku handuk ini, ya meskipun ia meminjamkannya dengan cara yang tidak ada manis-manisnya tapi tak masalah selama itu Kyuhyun yang meminjamkannya^^

Kyuhyun membuka lembaran berikutnya. Terdapat foto wadah puding yang sudah habis. Disana terdapat tulisan

Saat makan siang, pudingnya hanya tersisa satu. Jadi Kyuhyun memberikan puding terakhir padaku, tapi akhirnya aku menyuapkan puding padanya. Ekspresinya sangat lucu :3

 

Kyuhyun tersenyum mengingat kejadian itu. Ia membuka lembaran selanjutnya, dimana terdapat foto Kyuhyun tengah tidur terduduk sambil memeluk pinggang Nayoung dan terdapat kalimat yang berbunyi

Kepalaku terkena bola basket, Kyuhyun tidak sengaja melemparnya padaku. Kyuhyun menggendongku menuju klinik, rasanya malu sekali. Dan Kyuhyun bilang kalau ia tidak menungguku, tapi saat aku membuka mata ia sedang tidur pulas sambil memelukku. Kkk~ dasar Kyuhyun tukang bohong :p

 

Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca. Dihalaman selanjutnya terdapat foto Kyuhyun dengan wajah yang berlumuran es krim, ada beberapa kalimat yaitu

Kyuhyun mentraktirku makan es krim di taman. Namun pada akhirnya kami malah saling mengolesi wajah dengan sisa es krim yang ada, wajah kami jadi sangat lengket -.-

 

Kyuhyun membuka lembaran selanjutnya, terdapat foto saat ia tertidur di perpustakaan. Terdapat tulisan yang berbunyi

Lihat lah bagaimana lucunya saat Kyuhyun tertidur. Apa ia kelelahan karena kemarin ia latihan untuk turnamen? Jaljayo Kyuhyun~

Setetes air mata jatuh mengenai lembaran buku itu. Kyuhyun pun kembali membuka lembaran selanjutnya dimana terdapat foto Kyuhyun tengah bertanding basket

Hari ini Kyuhyun ikut dalam pertandingan basket, semangat, Kyu! Tapi ia berlagak manis padaku di depan penonton yang lain, dia membuatku seperti ingin diterkam oleh gadis-gadis itu. Belum lagi ia memintaku untuk menuruti apa yang ia mau, jika ia menang. Dan ternyata ia menang, kira-kira apa yang akan ia minta? Aku jadi penasaran, mudah-mudahan ia tidak meminta yang aneh-aneh :v

 

Lembaran berikutnya terdapat 2 foto saat Kyuhyun dan Nayoung diphotobox yang ada di Everland, dimana foto yang satunya adalah saat mereka memakai baju couple. Disana terdapat tulisan

Ternyata yang Kyuhyun minta hanyalah menemaninya bermain di Everland! Kalau itu juga aku mau, berhubung ini pertama kalinya aku kesana. Sangat menyenangkan! Disana kami menaiki banyak wahana, bahkan kami dikira sepasang kekasih. Untuk sesaat bisakah aku berharap bahwa itu adalah kenyataan? Kami bahkan membeli baju couple, lucu kan? Bukankah kami terlihat sangat serasi?❤

 

Satu air mata lolos dari mata Kyuhyun, Di lembar berikutnya terdapat foto saat Seohyun minta diajari matematika kepada Kyuhyun di taman. Terdapat tulisan

Aku melihat mereka di taman, mereka sangat serasi. Hatiku sakit, sangat sakit. Mereka terlihat cocok, seperti sang putri bersama sang pangeran. Aku tidak tau mencintai seseorang rasanya bisa sesakit ini :”

 

Kyuhyun kembali meneteskan air mata. Ia buka lembaran selanjutnya terdapat foto 2 minggu yang lalu, saat kelas mereka mengadakan sharing session. Disana terdapat tulisan

Untuk pertama kalinya anak-anak di kelas mengadakan sharing session. Aku penasaran siapa orang yang Kyuhyun suka, tapi aku takut jika mengetahui orang yang Kyuhyun suka ternyata bukan aku. Dan benar saja, ternyata Kyuhyun menyukai Seohyun, begitu pula sebaliknya. Kyu, kau begitu beruntung orang yang kau suka juga menyukaimu. Tidak seperti aku yang menyukai seseorang secara sepihak.

 

Kini Kyuhyun sampai di halaman terakhir, tidak terdapat foto. Tapi terdapat kalimat yang berbunyi

Kau pasti sudah membaca semua isi buku ini kan?

Bagaimana? Aku ingin sekali membayangkan ekspresi wajahmu saat membaca buku ini

Apakah kau senang? Kaget? Terharu? Ah rasanya tidak mungkin, kau pasti sudah bahagia bersama Seohyun sekarang

Aku rasa kau sudah bisa menyimpulkan sendiri isi dari buku ini

Isi dari buku ini tidak perlu membebanimu, anggap saja ini hanya sekedar informasi kecil untukmu

Oh iya, ngomong-ngomong aku belum mengembalikan handukmu

Kau harus memintanya saat kita bertemu kembali

Mungkin itu saja yang ingin ku sampaikan padamu

Saranghae

 

Kyuhyun menangis sejadi-jadinya, tidak peduli dengan tatapan orang lain kepadanya. Ternyata selama ini Nayoung menyukainya, tapi kenapa ia tidak bisa menyadarinya. Jika Nayoung memang menyukainya, lalu bagaimana rumor tentang Donghae dan Nayoung?

Kyuhyun langsung mengirimkan pesan singkat kepada Eunji.

To: Eunji

Mengenai hubungan antara Donghae dan Nayoung 2 minggu yang lalu. Apakah berita itu benar?

 

Tidak lama, handphone Kyuhyun bergetar, menandakan adanya pesan yang masuk.

From: Eunji

Itu ternyata hanya kesalahpahaman antara aku dan Nayoung. Nayoung dan Donghae tidak pernah berpacaran, Nayoung sudah menjelaskan semuanya padaku

 

Deg!

Jadi semua ini hanya kesalahpahaman saja?

Kyuhyun sesegera mungkin pergi ke rumah Nayoung. Ia berusaha menghubungi Nayoung berkali-kali tetapi tidak berhasil. Kyuhyun terus berdoa agar Nayoung masih ada dirumahnya.

___oOo___

Sesampainya di rumah Nayoung, Kyuhyun langsung tergesa-gesa untuk memastikan bahwa Nayoung masih dirumah. Kyuhyun pun mengetuk pintu rumah Nayoung, berharap Nayoung yang membuka pintu dan tersenyum padanya.

“Kyuhyun? Ada apa?” Harapannya sirna, ternyata Nyonya Shin lah yang datang membukakan pintu.

“Apakah Nayoung ada di rumah?”

“Ia baru saja pergi kemarin, aku akan menyusulnya besok karena harus mengurusi sesuatu terlebih dahulu.”

“Bolehkah aku tahu kemana dia pergi?”

“Maaf, tapi aku tidak bisa memberitahumu.”

“Kenapa?”

“Karena Nayoung yang memintanya.”

“Baiklah, jika itu permintaan Nayoung. Tapi aku ingin kau mengatakan padanya bahwa semua itu hanya kesalahpahaman saja. Kalau begitu aku permisi. Annyeong.”

Kyuhyun meninggalkan rumah Nayoung dengan perasaan tak menentu, jika ia bisa memutar waktu ia ingin kembali dimana Nayoung masih berada disisinya. Ia ingin mengatakan bahwa ia sangat mencintai Nayoung. Saat Nayoung berada di sisi Kyuhyun keberadaannya terasa biasa saja, namun saat Nayoung tak ada rasanya ada yang tidak biasa. Serasa ada sesuatu yang hilang. Namun waktu tak bisa diputar lagi, apa yang sudah terjadi tak akan bisa kembali.

___oOo___

2 Years Later

Tokyo, 3.p.m

Kyuhyun duduk di samping jendela caffe seorang diri. Entah sejak kapan ini sudah menjadi kebiasan rutinnya saat tiba di negeri matahari terbit. Hanya sekedar untuk membeli kopi atau teh, mungkin juga untuk membeli es krim. Namun, setiap ia memakan es krim bayangan Nayoung selalu hadir dalam benaknya. Gadis itu suka es krim. Itu yang selalu terlintas, dan menimbulkan rasa rindu yang sudah lama ada.

Sekarang ada dimana gadis itu? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah memiliki kekasih? Banyak hal yang ingin Kyuhyun tanyakan tentang gadis itu, tetapi ia tidak tau harus bertanya pada siapa. Bahkan seluruh jejaring sosial gadis itu sudah dihapus dan Kyuhyun tidak tau lagi harus menghubunginya lewat mana.

Kyuhyun membuka dompetnya dan mengambil selembar foto yang ia simpan, yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. Dalam selembar foto itu terdapat Kyuhyun dan Nayoung tengah berpose menggunakan baju yang sama saat di Everland, Kyuhyun tersenyum miris sambil melihat foto itu.

“Nayoung.. kau dimana?” Tanpa sadar bibir Kyuhyun menggumamkan kalimat itu.

Sudah hampir 4 jam ia berada di caffe ini, bahkan ia hanya membeli segelas kopi. Ia harus segera pergi jika tidak ingin ditendang keluar oleh sang manager. Tetes demi tetes air mulai turun, Kyuhyun tidak membawa payung. Mau tidak mau ia harus menunggu di depan caffe ini. Tidak mungkin ia masuk ke dalam, ia tidak mau membeli kopi lagi. Sebenarnya Kyuhyun tidak suka kopi, ia hanya membeli kopi sebagai alasan agar ia bisa berada di caffe itu, suasananya sangat membuat nyaman. Sungguh ahli sang desainer interiornya, Kyuhyun sesekali berfikir untuk menemuinya dan memintanya mendesainkan rumah untuknya nanti.

Samar-samar Kyuhyun melihat seorang gadis yang tengah berlari kecil kecil untuk menghindari hujan. Kyuhyun merasa tidak asing dengan wajah gadis itu. Nayoung. Itu Nayoung. Tidak salah lagi. Pada akhirnya pandangan mereka bertemu, dan mereka sama-sama terpaku pada tempatnya. Bahkan Nayoung yang mencari tempat berteduh sontak berhenti. Perlahan Kyuhyun melangkahkan kakinya mendekati Nayoung dengan tatapan yang masih terikat satu sama lain. Kyuhyun pun berhenti saat jarak mereka sudah mendekati satu meter. Mereka diam, mereka serasa di alam mimpi atau yang sejenisnya. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

Nayoung merutuki pertemuan mereka dalam hati, kenapa mereka bertemu disaat Nayoung sudah mencoba untuk melupakan Kyuhyun. Rasanya ia ingin lari dan melupakan pertemuan mereka, tapi jika ia lari itu berarti Nayoung masih menyimpan rasa terhadap Kyuhyun. Nayoung pun berusaha tegar dan bersikap biasa seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.

“Annyeo-“ Ucapan Nayoung terhenti akibat gerakan Kyuhyun yang tiba-tiba dan memeluk Nayoung. Erat, seolah ia tidak ingin membiarkan Nayoung pergi lagi. Nayoung diam, ia kaget. Sesuatu di hatinya langsung menghangat dan matanya terasa memanas.

“Bogoshippo.” Ucap Kyuhyun seraya mengeratkan pelukannya. Setetes air mata meluncur di pipi Nayoung, bersamaan dengan air hujan yang menerpa tubuh mereka. Nayoung tidak bisa, ini salah. Kenapa ada perasaan bahagia saat mengetahui bahwa Kyuhyun merindukan dirinya? Bisakah ia mengartikan ini sebagai tanda bahwa ia masih memiliki rasa untuk Kyuhyun?

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka dan menatap lurus ke mata Nayoung. “Kenapa kau mendadak pergi? Mengapa kau tidak mengatakannya padaku?”

“Itu karena aku sakit hati mengetahui kau dan Seohyun saling menyukai, aku tidak ingin makin sakit ketika melihat kalian bersama. Oleh karena itu aku langsung pindah, berhubung aku sudah mendapatkan beasiswa disini.”

“Tunggu, itu hanya salah paham.” Nayoung mengernyitkan alisnya, ia tidak mengerti.

“Biar aku jelaskan, kau tau saat Donghae menembakmu? Aku kira kalian sudah menjadi sepasang kekasih. Itu sebabnya saat ada acara sharing session aku mengatakan bahwa aku menyukai Seohyun, padahal aku tidak menyukainya sama sekali. Pada saat itu aku baru sadar bahwa aku menyukaimu, dan saat aku menyadarinya ku kira kau sudah dimiliki orang lain. Jadi aku berbohong agar kau tidak terbebani akan hal itu dan bisa bahagia bersama Donghae. Mungkin kesalahpahaman itu akan berlanjut jika sekarang kita tidak bertemu.” Jelas Kyuhyun.

“Jadi pada saat itu kau menyukai-“

“Aku menyukaimu. Bahkan sampai detik ini. Saranghae.”

Nayoung pun tersenyum sambil meneteskan air mata bahagia. Ia tidak menyangka Tuhan menyiapkan semua ini, ternyata apa yang ia harapkan 2 tahun yang lalu sekarang bisa terwujud.

Tiba-tiba Kyuhyun memajukan wajahnya perlahan, menyadari hal itu Nayoung menutup kedua matanya dan kemudian ia merasakan ada material lembut yang mendarat di bibirnya. Awalnya hanya menempel, lama-kelamaan Kyuhyun menggerakan bibirnya dan melumat bibir Nayoung dengan lembut. Kemudian Kyuhyun menghisap bibir atas Nayoung, sedangkan Nayoung menghisap bibir bawah Kyuhyun. Tetapi Nayoung teringat sesuatu dan menyudahi ciuman mereka.

“Kyu.. Emph” Nayoung memukul-mukul dada Kyuhyun, dan akhirnya tautan bibir mereka terlepas.

“Ada apa?”

“Aku melupakan sesuatu!”

“Apa itu?”

Nayoung merogoh dan mencari sesuatu dari dalam tasnya, kemudian Nayoung mengeluarkan handuk kecil milik Kyuhyun yang ia pinjamkan saat Nayoung kehujanan. “Ini milikmu.”

“Apakah itu penting sekarang?” dengan gerakan cepat Kyuhyun menarik tenguk Nayoung dan melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi. Mereka menyalurkan rasa rindu yang ada selama ini. Setelah ciuman mereka yang cukup lama, akhirnya Kyuhyun melepaskan ciuman itu dan melihat Nayoung yang terengah dengan bibir yang memerah. Kyuhyun tersenyum dan mengecup dahi Nayoung. Kemudian memeluk singkat gadis itu.

“Kyu, bagaimana kau bisa ada disini?”

“Tentu saja aku kuliah disini.”

“Jadi kau disini bukan karena datang untuk mencariku?” Nayoung berpura-pura marah sambil melipat tangannya di depan.

“Aku ingin mencarimu, tapi aku tidak tahu persis kau berada di negara mana. Bahkan Eomma mu saja tidak memberitahuku. Tapi Tuhan masih mengizinkan kita untuk bertemu dalam keadaan kita saling mencintai satu sama lain”

“Aku kan tidak bilang kalau aku masih mencintaimu.”

“Tapi kau membalas ciumanku dengan menggebu-gebu. Lalu apa itu jika bukan karena kau masih mencintaiku?” Kyuhyun pun memasang evil smilenya.

“Itu.. Itu, ah sudahlah. Iya, aku masih mencitaimu.” Nayoung mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun pun tertawa melihat gadisnya sedang merajuk seperti ini.

“Jadi, kapan kita akan menikah, chagi?”

Pertanyaan Kyuhyun membuat Nayoung kaget. “Menikah? Umur kita bahkan baru 20 tahun Kyu!”

“Aku kan hanya bertanya kapan kita akan menikah, aku tidak mengatakan bahwa kita akan menikah dalam waktu dekat ini. Atau jangan-jangan memang kau yang menginginkan kita menikah secepatnya ya?”

“A-apa sih yang kau bicarakan?” Pipi Nayoung pun memerah, Kyuhyun memang suka menggoda gadis ini. Ia suka ketika melihat pipi Nayoung merona karena ulahnya.

“Tapi jika itu yang kau mau aku tidak masalah. Kita tinggal kembali ke Korea, lalu aku akan melamarmu. Setelah itu kita akan menjadi sepasang suami-istri dan memiliki anak yang banyak tentunya.” Ucap Kyuhyun sambil mengerlingkan sebelah matanya. Nayoung pun memasang tatapan tajam seolah ingin membunuh Kyuhyun, menyadari itu Kyuhyun pun langsung berlari sambil tertawa.

“Ya! Cho Kyuhyun! Awas kau!”

-SELESAI-

.

.

.

Fiuh.. Selesai juga. Bagaimana menurut chingudeul? Aneh? Anta? Maaf ya, aku masih belum terlalu profesional dalam menulis. Jadi komentar dari kalian sangat berarti untuk ku dalam menulis FF kedepannya🙂

 

 

8 Comments (+add yours?)

  1. changtaeupy
    Nov 18, 2015 @ 15:36:53

    Bgus ,suka tp perbaiki y alurnya agk kecepetan..

    Reply

  2. inggarkichulsung
    Nov 19, 2015 @ 08:31:39

    So sweet Nayoung Kyu oppa, finally stlh ada kesalahpahaman di sma mrk krn sbtlnya slg suka tapi yg mrk lht terakhir2 ini justru membuat mrk menjauh dan salah paham, stlh 2 tahun tdk bertemu dan ternyata kuliah di negara yg sama pula, akhirnya mrk menjalin hubungan sbg sepasang kekasih

    Reply

  3. iChoca
    Nov 19, 2015 @ 23:53:08

    Untung akhirnya mereka bisa ketemu. Sayang banget kalo pisah cuma gara-gara salah paham. Jodoh emang ga kemana ya~ kkk

    Reply

  4. Laili
    Nov 21, 2015 @ 03:18:16

    Nice story…. tapi agak kecepetan alurnya. Overall bagus kok. Udah rapi jdi enak dibaca…
    Keep writing… 😀

    Reply

  5. XiaoHera
    Nov 21, 2015 @ 05:39:18

    Waaahhh..suka nih ma critanya…jdi ke ingat msa sma..haha
    serasa bernostalgia

    Reply

  6. Naa
    Dec 05, 2015 @ 18:24:51

    Aui,,, suka… kyuhyun gemesin banget..

    Reply

  7. Monita
    Dec 11, 2015 @ 19:03:40

    Aah cho kyuhyun so sweet banget waktu ia bertanding basket dan menghampiri nayeong ..

    Reply

  8. meivhw88
    Dec 13, 2015 @ 15:01:52

    Kyaaaa lucunya, happy end.. walau ditengah2 nyesek grgr sikap kyu, tapi akhirnya happy end.. semoga mereka nikah beneran punya anak jdi keluarga yg harmonis

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: