[Siwon’s Day] Promise

choi-siwon-apologized-for-his-insensitive-twitter-activity

Title : Promise

Author : Lusy Zanita

Cast : Choi Siwon, Park Hyu-Ri (OC)

Genre : Hope, Drama

***

It’s the first time for me, having such feeling. Entire heart being snatched away completely
What should I do, if I somehow like it?

 

Angin sore berhembus menerpa helai demi helai rambut hitam pekat seorang pemuda. Pemuda itu berdiri menyandarkan tubuh tegapnya di mobil pribadinya yang terparkir sembarang di atas bulir-bulir pasir putih. Pantai yang cukup sepi bagi sebagian orang yang mengetahui lokasi pantai itu, hanya suara ombak-lah yang mendominasi kesunyian tersebut.

Wajahnya memandang sayu menghadap ke arah matahari yang sebentar lagi akan menyembunyikan wujudnya di balik rembulan. Pemuda tampan berambut hitam legam itu menghela nafas berat, seakan beban berat yang selama ini dipikulnya dapat menguar seiring dengan hembusan nafasnya. Pemuda itu kini memejamkan kedua matanya, menikmati angin sore yang menenangkan. Beberapa saat setelahnya, pemuda itu sudah kembali membuka matanya, menatap ke arah ombak dan mulai membiasakan matanya yang terkena bias terang cahaya matahari senja. Tak sengaja indra pengelihatannya menangkap suatu obyek yang menarik perhatiannya.

Seorang gadis.

Gadis berambut panjang sepunggung itu hanya diam menghadap ke arah matahari dengan mata tertutup, sama seperti yang dilakukan pemuda tadi. Entah apa yang menarik Sang Pemuda, pelan namun pasti pemuda itu berjalan menghampiri Sang Gadis. Kini keduanya hanya berjarak tak lebih dari lima meter. Gadis itu masih saja enggan membuka matanya.

“Siapa?”

Pemuda itu tersentak akan pertanyaan yang keluar dari bibir Sang Gadis, ia tak menyangka gadis itu akan menyadari keberadaannya sekalipun dengan mata tertutup.

“Siapa?” ulang gadis itu.

“Hai… a..aku… ha…hanya kebetulan se..sedang berada di sini saja. Kau?”

Pemuda itu menjawab dengan sedikit tergagap. Matanya tak berpaling dari wajah Sang Gadis yang menurutnya mempunyai wajah yang mempesona. Kulit putih tanpa cacat sehalus porselen, hidung mungil namun mancung, bibirnya yang tipis merah merona, dan pipi chubby itu yang sangat membuatnya gemas. Gadis itu mengenakan dress terusan selutut bermotif bunga, di kepala Sang Gadis bertengger manis topi bertepi lebar yang membuatnya terlindung akan bias cahanya matahari yang menerpa wajahya.

Perlahan-lahan kelopak mata gadis itu terbuka, menampakkan sepasang mata emerald indah yang belum pernah pemuda itu jumpai. Namun sepasang emerald itu hanya memandang kosong ke arah ombak, tak sedikit pun ada pergerakan di sana. Sang Pemuda akhirnya tersadar akan sesuatu.

Gadis ini tidak bisa melihat?

Kesunyian tercipta. Pemuda itu masih tak menyangka bahwa gadis sesempurna yang berada di hadapannya ini tidak bisa melihat. Tuhan memang Maha Adil.

“Kau kenapa? Kaget karena ternyata aku buta?” tanya gadis itu dengan senyum yang entah kenapa diartikan oleh Sang Pemuda begitu menyiratkan kepedihan.

“Tidak, aku hanya tak menyangka, ternyata ada orang yang sama sepertiku.”

Ucapan Sang Pemuda membuat gadis itu tersentak.

Sama sepertinya? Apa maksudnya?

“Maksud ucapanmu apa?”

“Tidak apa, suatu saat nanti kau juga akan mengetahuinya,” ucap pemuda itu kalem.

Kedua orang itu kini hanya menghabiskan waktu dengan saling diam, tak ada yang memulai percakapan. Tiba-tiba dada pemuda itu terasa sangat sesak, ia terbatuk-batuk sembari mencengkeram dadanya.

“Hei, kau kenapa? Apakah kau baik-baik saja?” tanya gadis itu panik. Sedangkan pemuda itu berusaha meredam rasa sakit di dadanya dengan masih terbatuk-batuk.

“Aku tidak apa-apa,” ucap Sang Pemuda sedikit tidak jelas karena sebelah tangannya digunakan untuk menutupi mulutnya.

Darah.

Sepercik darah yang berasal dari mulut pemuda itu kini tampak jelas berada di telapak tangannya.

“Lagi-lagi seperti ini,” gumam pemuda itu.

“Apa kau bilang?” tanya Sang Gadis memastikan.

“Tidak, aku tak mengucapkan apapun. Hei, ini sudah menjelang malam. Kau tidak pulang?”

“Benarkah? Emm, aku sebentar lagi aku juga akan pulang. Kau sendiri…..?”

“Siwon. Namaku Choi Siwon, kau?”

“Hyu-Ri. Panggil saja aku Hyu-Ri, senang berkenalan denganmu.” Gadis itu kini tersenyum lembut, membuat Siwon terpana kembali akan sosok gadis itu.

***

Sore-sore selanjutnya adalah rutinitas bagi Siwon dan juga Hyu-Ri untuk mengunjungi pantai itu kembali. Entah hanya merenung ataupun saling mengobrol, semakin hari keduanya pun semakin dekat. Siwon yang mengetahui perihal kebutaan Hyu-Ri karena ulah iseng temannya yang membuatnya buta permanen. Namun, hingga saat ini Hyu-Ri masih tak mengetahui perihal tentang kehidupan pribadi Siwon.

“Aku gagal untuk yang ketiga kalinya. Operasinya tak berhasil, aku sudah lelah akan ini,” ucap Hyu-Ri kecewa.

“Lagi-lagi retina yang didonorkan untukku tak cocok seratus persen,” lanjut gadis itu. Kini tersungging kembali senyum kerapuhan yang dulu sempat Siwon lihat.

“Sampai sekarang, aku tak tahu bagaimana bentuk dan rupa wajahmu. Aku sangat ingin melihatnya.”

“Kau ingin melihatnya?” Siwon bertanya.

“Tentu saja aku ingin.”

Hyu-Ri merasakan bahwa ada sebuah tangan besar yang menuntun tangan mungilnya mendekap sesuatu.

“Siwon-ah?”

“Kau boleh meraba wajahku sesukamu, aku harap ini bisa membantumu untuk mengenali wajahku kelak.”

Hati Hyu-Ri terasa trenyuh mendengar ucapan Siwon. Seumur hidupnya hanya Siwon yang benar-benar peduli terhadap dirinya, memperhatikan gadis itu. Tangan Hyu-Ri mulai bergerak menelusuri wajah Siwon dengan perlahan.

“Ini matamu…” Tangan Hyu-Ri meraba mata Siwon, menghafalkan setiap bentuknya. Sedangkan Siwon hanya menikmati setiap sentuhan tangan Hyu-Ri di wajahnya.

“… ini hidungmu… bibirmu… wajahmu…”

Dan sentuhan itulah yang mengakhiri penelusuran lekuk wajah Siwon.

“Aku baru menyadari, kau pasti adalah pria yang sangat tampan. Aku heran, mengapa pria setampan dirimu mau berteman dengan gadis buta sepertiku.”

“Jangan pernah mengucapkan hal seperti itu lagi Hyu-Ri-ah. Aku tak suka,” ucap Siwon sedikit menimbulkan kesan marah di nada bicaranya.

“Baiklah kapten! Apapun untukmu.”

“Hyu-Ri-ah, kau tahu, sebentar lagi pasti kau akan dapat melihat. Aku janji akan hal itu.”

“Apa? Tapi itu mustahil! Kau tahu bagaimana sulitnya mencarikan donor mata yang sesuai akan mataku.”

“Mata kita cocok. Kau lupa?”

Hyu-Ri tersentak akan ucapan Siwon barusan. Tidak mungkin.

“Kau pasti bercanda…”

“Ya, aku memang bercanda. Ternyata kau percaya ya? Kenapa bodohmu itu tidak juga hilang, eh?” gurau Siwon.

“Aaahhh, kau tahu aku hampir saja percaya bodoh! Aku sangat takut kalau kau benar-benar melakukannya.” Hyu-Ri merengek sebal karena gurauan Siwon.

“Kau itu bodoh sekali! Kalau mataku ini aku berikan padamu, sama saja nanti kita tak akan bisa melihat satu sama lain.”

“Kau menyebalkan!”

“Hei…hei… kau merajuk, eh? Dasar manja!”

“Biar saja!”

Dan adu mulut itu terus berlanjut hingga keduanya lelah dengan sendirinya. Satu hal yang tak diketahui oleh Hyu-Ri, bahwa Siwon serius dengan ucapannya.

***

“Siwon-ah! Siwon-ah! Siwon-ah!”

“Ada apa?”

“Kau itu dari tadi mendengarkanku atau tidak? Aku punya kabar gembira!” Hyu-Ri berkata dengan nada ceria teramat sangat. Dan nada bicara seperti inilah yang belum pernah Siwon dengar sebelumnya.

“Sebentar lagi aku akan dapat melihat dunia. Minggu depan, aku akan melakukan operasi cangkok retina. Dan kali ini, presentase keberhasilannya adalah 98%. Oh Tuhan, ini keajaiban untukku! Selama ini aku hanya berharap akan dapat melihat kembali. Dan ternyata, Tuhan mengabulkan permintaanku. Setelah ini aku akan bisa melihat wajahmu Siwon-ah. Melihatmu…” Hyu-Ri berbicara panjang lebar tanpa henti.

“Aku sungguh bahagia…” Siwon masih setia mendengarkan tanpa menyela perkataan gadis itu.

“Siwon-ah? Kau mendengarkanku tidak?” tanya Hyu-Ri yang heran karena Siwon tak kunjung memberi tanggapan.

“Tentu saja aku mendengarkan, aku hanya tak ingin menyela ucapanmu.”

Hyu-Ri tersenyum bahagia. Di hidupnya hanya inilah kabar terbaik yang pernah didengarnya.

“Kapan operasinya akan dimulai?” tanya Siwon.

“Lusa aku sudah harus berada di rumah sakit. Aku sunguh tak sabar!”

Siwon tersenyum miris melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Hyu-Ri. Biarlah gadis itu selalu bahagia, karena ini adalah saat terakhir bagi Siwon untuk melihat wajah bahagia Hyu-Ri.

Terakhir. Kata itu terus menghantui pikiran Siwon.

***

“Ayah, apakah Siwon sudah menjengukku?” tanya Hyu-Ri kepada ayahnya yang sekarang sedang menjaganya.

“Belum, dia belum ke sini untuk menjengukmu, Nak,” jawab Ayah Hyu-Ri.

Pria setengah baya itu tak tahu sampai kapan ia akan sanggup membohongi putri semata wayangnya itu. Miris melihatnya.

“Oh… Aku harap, saat perban ini dibuka dan aku dapat melihat. Siwon adalah orang pertama yang aku lihat di dunia ini, Ayah.” Tangan mungil Hyu-Ri kini tengah mengelus perban yang melilit matanya. Hari ini adalah satu bulan pasca operasi pencangkokan mata yang Hyu-Ri jalani.

“Iya, Nak. Ayah harap begitu.”

***

“Sebenarnya ada apa dengan Siwon, Ayah? Ini sudah satu minggu sejak aku membuka mata ini. Kenapa dia tak kunjung menemuiku?” Hyu-Ri kembali menanyakan keberadaan Siwon yang hilang entah ke mana.

“Hyu-Ri-ah… Sepertinya Ayah sudah tak sanggup menutupinya lagi,” ujar Ayah Hyu-Ri.

“Menutupi? Maksud Ayah?”

“Kau ingin bertemu dengan Siwon bukan? Mari Ayah antar.”

Walau masih diliputi oleh rasa penasaran yang mendalam, Hyu-Ri masih menuruti perkataan Sang Ayah dan mengikutinya dalam diam.

“Pemakaman?” Hyu-Ri menggumam tatkala ia berdiri di sebelah sebuah nisan.

“Choi… Choi Siwon?” Mata Hyu-Ri membulat tak percaya saat dirinya membaca kalimat tersebut.

“Apa maksud ini semua Ayah? Kenapa ada nama Siwon di nisan ini?” Nafas Hyu-Ri kian memburu saat dirinya sudah tak kuasa menahan tangis yang ia tahan sejak tadi.

“Siwon sudah meninggal Hyu-Ri-ah…” gumam Ayah Hyu-Ri lirih.

“Tapi… kenapa? Selama ini dia baik-baik saja…”

“Tidak, Siwon tidak baik-baik saja. Dia memiliki penyakit kanker paru-paru stadium tiga, penyakitnya sudah mengganas sejak lama. Tapi pemuda itu mencoba bertahan di akhir hidupnya. Dan…” Ayah Hyu-Ri menghembuskan nafas sejenak sebelum menceritakannya kembali.

“… Dan orang yang telah mendonorkan retinanya kepadamu adalah… Siwon.”

Nafas Hyu-Ri tercekat di tenggorokan. Kedua tangan gadis itu digunakan untuk menutupi mulutnya yang membulat sempurna. Kaget.

Lutut Hyu-Ri terasa lemas, kedua kakinya sudah tak sanggup menopang berat tubuhnya. Akhirnya gadis itu merosot jatuh ke samping nisan tersebut.

“Jadi ternyata… ucapannmu yang waktu itu bukan lelucon? Jadi kau serius Siwon-ah?” Hyu-Ri meracau sambil menangis tersedu-sedu di samping nisan Siwon.

“Jadi mata ini pemberian darimu? Kau… kenapa begitu peduli denganku, hmm? Kenapa kau menyembunyikan penyakitmu dariku? Padahal selama ini aku telah menceritakan segalanya padamu, Siwon-ah… Kenapa?”

“Hyu-Ri-ah… Sudahlah, Siwon telah tenang di atas sana. Dia juga pasti senang karena melihatmu sudah dapat melihat kembali. Itu yang pemuda itu inginkan, melihatmu bahagia adalah yang utama baginya.” Ayah Hyu-Ri masih mencoba menenangkan putrinya yang kian menangis sejadi-jadinya.

“Aku… aku berjanji Siwon-ah, aku berjanji akan menjaga mata ini dengan baik. Aku berjanji…”

Bersama dengan diucapkannya janji tersebut, semilir angin berhembus di sekeliling Hyu-Ri. Membawa berkelopak-berkelopak bunga Sakura yang beterbangan.

Semoga kau tenang di alam sana Siwon-ah. Aku menyayangimu.

.

.

.

 

When the promise is spoken. Let me go to see you to say the word…

I can feel with my heart, Please shine like a star in the sky…

My love, my tears, our memories… is just for you…

.

.

 

-END-

 

 

 

 

 

3 Comments (+add yours?)

  1. inggarkichulsung
    Nov 20, 2015 @ 09:05:06

    So sweet but sad too cause Hyu ri cant see Siwon oppa again eventhought this is the first time she has a good friend, Siwon oppa rela mendonorkan retina matanya u Hyu ri yg menurutnya lbh membutuhkan drpd dirinya yg sakit kanker stadium akhir, setidaknya ia bs bahagia krn Hyu ri bahagia bs melihat lg

    Reply

  2. i'm2IP
    Nov 20, 2015 @ 19:01:11

    Huwaahhh.. kasiannn sekali siwon oppa T.T… hiks hiks… ff event siwon pertama yg aku baca.. bikin baper hehehe Xp

    Reply

  3. iChoca
    Nov 20, 2015 @ 23:37:33

    aduuuh sedih banget Hyu ri nya ga bisa liat Siwon….
    nice ff thor, cuma mungkin alurnya kecepetan ya hehehe keep writing yaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: