[Siwon’s Day] Only Hope

9035760_orig

Cast :

Choi Siwon (Super Junior)

Song Yoori (imagine)

Choi Seunghyun/TOP (BigBang)

Super Junior’s members

Song Yoora (imagine)

 

 

I can’t reach you even if you can caught by me

I can’t see your face thought you’re close to me

Perlahan tapi pasti, mataku akan buta untuk selamanya, aku hanya ingin melihatnya tersenyum untuk yang terakhir kalinya…aku ingin aku dapat melukisnya untuk yang terakhir.

Yoori POV

“Siwon-ah..”. Dia menoleh dan menghampiriku. Namja tampan ini menyamakan tingginya dengan tinggiku yang hanya setinggi bahunya. “Berikan white day terbaik minggu depan…” kataku meminta padanya. “Aku sudah memberikanmu valentine day & hari ulang tahun terindah bulan lalu…” ucapku. Dia menempelkan bibirnya di bibirku lalu melepasnya. “Arasseo…princess, I’ll do it as your wish..” katanya lalu mengecup punggung tanganku lembut. Aku menahan air mataku yang kapan saja bisa keluar setelah dia melakukan skinship tadi. “Berikan aku white day terbaik…karena hari itulah hari terakhirku bersamamu…” batinku dalam hati.

“Matamu pernah membentur sesuatu yang keras?’ Tanya dokter padaku. Aku menggeleng tapi tiba-tiba sekelebat ingatanku mengingat sesuatu. “Ne…dulu mataku pernah disikut oleh orang saat aku sedang menonton konser…waeyo?” tanyaku pada dokter. Dokter menunjukkan hasil rontgen mataku. “Lihat terdapat pendarahan di matamu dan selaput lendir yang berlebih yang dihasilkan oleh matamu…mungkin itu terjadi karena benturan keras yang kau alami…disikut orang benar?”. “Jika tidak segera dioperasi akan semakin parah dan bisa menyebabkan kebutaan permanen pada kedua matamu…” uncap dokter. Serasa petir menyambar di dekatku saat mendengar dokter berkata ‘kebutaan permanen’. “Tidak adakah cara lain dok?” tanyaku. “Eopseo…”.

Aku merasa seperti gadis beruntung yang bisa mendapatkan orang yang nyaris perfect seperti Siwon. Siwon, member Super Junior yang terkenal tampan, badannya bagus, punya banyak bakat, dan rajin beribadah. Jika sekarang disandingkan dengan diriku, aku dengannya seperti langit dan bumi. Terlalu jauh untuk mencapai langit, diantara kami terlalu banyak halangan, lapisan atmosfer yang tebal, udara dan gaya gravitasi. Aku tidak cantik, tidak kaya, tidak pintar…tapi ada satu hal kelebihanku yang menurutku aku bisa melakukan hal itu lebih baik dari siapapun bahkan Siwon pun tidak bisa melakukannya. Melukis…tapi beberapa bulan lalu dokter baru saja bilang padaku jika aku tidak segera mengoperasi mataku, aku akan buta secara perlahan tapi pasti. Melihat saja tidak bisa, bagaimana kalau melukis? Aku tidak bisa melihat objek yang akan kulukis, sama saja aku tidak bisa melukis bukan?.

~One Week Later~

“Yoori-ah…ireona ppali.. ya! Siwon sudah menunggumu dibawah…”. Aku menggeliat dan mengucek mataku. Gelap…kegelapan yang dapat kulihat. Aku segera mengucek lagi mataku dan sekarang walau bisa melihat Yoora eonni berjalan keluar dari kamar, semakin lama semakin menghilang dan gelap lagi. Jangan kumohon jangan kambuh sekarang…

Mengingat hari ini adalah white day membuat hatiku makin miris karena hari ini aku berencana memutuskannya tanpa dia tahu penyebabnya. Jika dia tahu penyebab aku memutuskannya, dia akan mengasihaniku.

Aku mematut diriku di depan cermin walau tidak bisa melihat dengan jelas tampilan diriku, aku ingin menunjukkan tampilan terbaikku pada Siwon. Aku keluar dari kamar dan mendapati Siwon sedang berdiri menghadap pintu. Walaupun tidak jelas melihatnya, aku yakin dia pasti terlihat sangat tampan dan membuatku semakin merasa aku memang tidak pantas mendapatkan namja yang nyaris sempurna sepertinya.

“Kau cantik Yoori…” katanya menghampiriku lalu mengecup puncak kepalaku. “Gomawo…kau juga terlihat tampan as always…” kataku. “Ehm aku akan membuat diriku selalu terlihat tampan jika berada di dekatmu karena aku seperti sedang bersama seorang princess yang selalu memancarkan aura ketenangannya…” kata Siwon dan membuatku melayang dengan ucapannya. “Jangan menggombal…justru aku yang harusnya bilang begitu…” kataku.

Dia tersenyum, tiap kali melihat senyumannya yang tulus membuatku harus berpikir ulang haruskah aku menyakitinya dengan cara ini?. Dia menggandeng tanganku naik motornya. “Pakai motor?” tanyaku. Dia mengangguk lalu mengacak rambutku “Wae? Kau tidak suka? Kau..”. “Ani..dwaesseo…ppali kkaja..ah chakkaman..”. Aku mengambil syal tebal dari dalam tasku lalu memakaikannya. “Jika kau hanya memakai helm kau akan ketauan…jika seperti ini…orang-orang akan sangsi bahwa kau Choi Siwon Super Junior…” kataku lalu merapikan syal tebal yang memang khusus kurajutkan untuknya. “Lalu bagaimana denganmu? Ini masih masuk musim dingin…” katanya khawatir. Aku mengeluarkan sebuah syal yang tidak terlalu tebal dari tasku dan memakainya. “Cepat jalan sebelum aku berubah pikiran…” kataku. Dia menyodorkan helm dan aku memakainya. “Sudah siap princess Yoori?” tanyanya. Aku mengangguk, dia dengan perlahan mengendarai motornya menyusuri jalan-jalan di kota Seoul.

Menghabiskan waktu dengan Siwon seperti ini sudah lama tidak kulakukan. Dia selalu sibuk dengan kesibukannya. Terakhir berjalan-jalan seperti ini dengannya saat dia mendapatkan jeda untuk mempersiapkan album ketiga nya waktu itu. “

Lukislah kami berdua ahjusshi…” pinta Siwon pada ahjusshi yang memang di pasar myeongdong ini terkenal dengan lukisannya. Ahjusshi memintaku untuk duduk berdampingan dengan Siwon. “Lakukanlah gaya yang kalian ingin kulukis…jangan gaya yang membuat kalian terlalu capek…” pesan ahjusshi. Siwon segera mengangkat tanganku dan menyuruhku mengikutinya. “Buat sign love oke? Yang kecil saja tidak usah besar…” katanya lalu menuntun tanganku membuat potongan hati mendekati tangannya yang juga membuat potongan hati.

“Wah hasilnya bagus…kau harus simpan ini, arasseo? Ini hadiah white day ku darimu…” katanya memberikanku bungkusan lukisan yang tadi. “Gomawo…”. “Oppa…jebal panggil aku oppa, hari ini saja…bukankah kau ini masih seumuran kyuhyun? Panggil aku oppa, Yoori-ah…” katanya sambil menatapku penuh harap. Tidak ada salahnya mencoba memenuhi permintaan terakhirnya. “Geurae..oppa..” ucapku dan membuatnya mencubit gemas pipiku. “Kyeopta…sudah kuduga kau terlihat menggemaskan memanggilku dengan sebutan oppa…” katanya lalu menggenggam tanganku. “Oppa…mianhae…dan gomawo” ucapku dan membuatnya berhenti lalu menoleh ke arahku. “Untuk apa?”. “Untuk segalanya dan hari ini…” ucapku. “Tapi untuk apa kau minta maaf padaku?” tanyanya. “Nanti juga akan tau…” jawabku membuatnya menyunggingkan senyum menawannya walaupun sedikit tertutup dengan syal tebal dariku. “Akan ada kembang api disini nanti dan juga akan ada performance dari BigBang…” jelas salah satu orang saat Siwon menanyakan perihal kenapa lapangan Seoul Tower berubah menjadi sebuah panggung hiburan.

“Oh begitu…ya! kau mau menontonnya? Ada BigBang nanti malam…dan pasti ada TOP juga disana…aku ingin melihat comeback BigBang secara live…” sahut Siwon berseri-seri. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Aku tahu Siwon adalah sahabat baik TOP. Dan sebenarnya, aku juga merupakan sahabat baik TOP BigBang karena aku dan TOP tumbuh bersama. Tentu saja hal ini aku sembunyikan dari Siwon lagipula untuk apa memberitahunya lagipula dia tidak bertanya kan?.

Menunggu datangnya malam hari, Siwon mengajakku bermain-main dan makan malam di sebuah restoran mewah yang cukup private. “Song Yoori…aku punya hadiah untukmu lagi…” kata Siwon padaku. Dia mengulurkan sebuah kalung bergambarkan kucing. “Ige…mwoya?” tanyaku gugup. “Ehm..untukmu…melihatmu itu seperti melihat kucing di shrek, ara? Aigooo kyeopta…” katanya lalu mencubit pipiku gemas. “Pakailah aku ingin melihatnya, Song Yoori…” kata Siwon. Aku pun memakainya dan dia berdecak kagum. “Woa benar kan terlihat cocok denganmu…jangan sampai hilang arasseo?”. Aku mengangguk mengerti. “Ya sepertinya konser sudah dimulai…kkaja…”.

Benar saja konser sudah dimulai, dan para fans BigBang/VIP sudah memenuhi barisan penonton. Kira-kira sekitar 2 jam konser itu, Siwon segera menarik tanganku mendekat ke backstage. “Seunghyun-ah! Wah hahaha rambutmu lucu kau jadi seperti haraboji…” ejek Siwon sambil menepuk bahu TOP. “Gomawo kritikkannya Choi Siwon…” jawab TOP. Dia kaget melihatku berdiri di dekat Siwon lalu menatap ke arahku sejenak dan menghampiriku. “Lama tidak bertemu Yoori-ah…”. Siwon mengernyit heran mengetahui aku dan Seunghyun sudah saling mengenal. “Kami tumbuh bersama…Yoori tidak cerita padamu?” Tanya TOP. Siwon menatapku penuh emosi yang tidak bisa kutebak, mungkin cemburu?. “Aku tidak ada waktu untuk memberitahumu…” jawabku datar. “Oh..geurae…dia adalah pacarku Seunghyun-ah…” kata Siwon dan membuat TOP melongo kaget. “Jinjjayo? Ah aku sungguh tidak tahu…chukkaeyo kalian berdua, langgeng ya…” kata TOP tersenyum ke arahku dan Siwon lalu menepuk-nepuk bahu Siwon.

“Yoori-ah..chukkae…aku sungguh tidak tahu jika kau berpacaran dengan Siwon…” kata TOP yang sekarang sedang menyamar agar tidak diketahui VIP yang masih ada di lokasi Seoul tower. Aku mengangguk pelan. “Yoori-ah…sepertinya aku sudah bisa menerimanya…jika kau dengan Siwon aku tidak apa-apa…aku tahu Siwon sungguh orang yang baik, dia orang yang bisa menjagamu menggantikanku…” kata TOP dan membuatku mendongak menatapnya.

“May I kiss you? for goodbye kissing of course…” kata TOP menatapku tulus. Aku tidak bisa menolak permintaan TOP dari dulu. Aku menganggukkan kepalaku, dia tersenyum lalu mengangkat daguku dan menempelkan bibirnya lembut di bibirku. Bersamaan dengan hal itu, kembang api dilepaskan dan meledak di udara. Para pengunjung di Seoul Tower bertepuk tangan meriah, tidak ada yang menyadari bahwa TOP BigBang menciumku di tempat umum dengan banyak orang seperti ini. Aku merasakan airmatanya ikut turun seiring dia menciumku. Dia melepaskan ciumannya dan menatapku. “Gomawoyo…aku rasa mulai sekarang aku bisa menerima kau dengan Siwon…” ucap TOP lalu mengelus rambutku perlahan.

Aku memerhatikannya yang melangkah menjauh dari kerumunan dan tiba-tiba mataku terpaku melihat Siwon sedang menatap ke arahku dengan tatapan benci. Kalau tidak salah lihat, dia meninggalkan tempat itu, aku berusaha mengejarnya tapi terlambat dia sudah pergi dengan motornya. “Bukankah bagus Yoori-ah?? Siwon pasti habis ini akan melupakanmu…dia akan mengingatmu sebagai gadis yang telah berselingkuh…geurae biarkan saja salah paham ini…” batinku lalu pulang ke rumah.

Author POV

Siwon memukul dinding dorm 11 dengan penuh emosi hingga jari-jari tangan kanannya terasa sakit dan gemetaran. Kyuhyun, Yesung, Sungmin, Ryeowook, & Eunhyuk yang menempati dorm 11 segera bergegas menghampiri Siwon yang sedang berada di dalam kamar Eunhyuk. “Siwon-ah…neo weire?” Tanya Eunhyuk yang langsung berani menghampiri si kuda (?) yang sedang emosi. Siwon menggigit bibir bawahnya dan menggenggam erat tangannya menahan emosinya yang meluap-luap. “SIALAN! AKU BENCI KALIAN CHOI SEUNGHYUN DAN SONG YOORI!!!!”. Buuuuk, dengan segera Siwon memukul lagi dinding dorm dan Eunhyuk serta Sungmin menghentikan kegiatan Siwon yag brutal itu. “Mwoya Choi Siwon?? Tadi kau bilang Choi Seunghyun dan Song Yoori??? Bukankah Seunghyun itu TOP BigBang dan…Song Yoori?? Dia kan pacarmu…” kata Eunhyuk. “Andwae…Song Yoori sudah bukan lagi pacarku…dan dua bastard itu…liat saja aku akan…”.

Segera saja member-member di lantai 12 segera masuk ke dalam dorm lantai 11 setelah Ryeowook memberitahu mereka semua. “Wonnie-ah…neo weire??kenapa kau berlaku brutal begini, huh?” Tanya Leeteuk menghampiri hoobae nya yang terkenal dengan kesopanannya di mata ELF dan seluruh dunia. Eunhyuk berbisik pada Leeteuk lalu Leeteuk kaget setelah tau permasalahannya. “Mworago?? Ya! Choi Siwon! Kau putus dengan Song Yoori?? Kenapa bisa? Dan kenapa kau sebut sebut Seunghyun sebagai bastard?? Cepat jelaskan padaku sejelas-jelasnya Choi Siwon…” perintah Leeteuk yang prihatin dengan keadaan hoobae nya ini.

Yoori menghembuskan nafas keras lalu dia berbaring menatap atap kamarnya. Jarak penglihatannya sudah semakin mengurang, bulatan hitam di sekitar matanya semakin membesar dan sebentar lagi akan menutupi kornea mata Yoori untuk dapat melihat sesuatu. Setelah dokter memvonis dirinya beberapa bulan lalu, Yoori takut tidur…jika ia tidur kelak mungkin saat dia terbangun, matanya sudah tidak bisa melihat dunia lagi. Yoori meringkuk di tempat tidurnya. Hari ini, tanggal 14 maret 2011 adalah hari yang paling memilukan baginya. Ingin rasanya Yoori tidur seharian untuk melewati 14 Maret 2011 ini tapi untuk memejamkan mata sejenak mengistirahatkan dirinya pada malam hari tidak bisa bagaimana mungkin jika dia harus tidur seharian?.

Keesokan hari…

“Yoori…eonni berangkat…”. Yoori menggeliat perlahan lalu dia membuka matanya dan mengucek matanya. Dia terbangun dari tidur singkatnya yang hanya 2 jam. Yoori keluar dari kamar dan segera mandi, dia berencana menghabiskan 14 Maret 2011 dengan menonton tv seharian.

Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.

“Nuguseyo…nuguseyo? Eonni apa ada yang ketinggalan??” Tanya Yoori yang dengan perlahan sambil meraba-raba dinding agar tidak jatuh menuju ke pintu rumahnya. Dibukanya pintu rumahnya dan dilihatnya namja yang tidak ingin dilihatnya, Choi Siwon. Yoori segera menutup pintu rumahnya tapi Siwon menahannya dan menarik tangan Yoori keluar dari rumahnya dan membawa Yoori ke taman. “Apa yang kau lakukan?!! Lepas!” berontak Yoori. Sekuat apapun tenaganya, tidak akan mungkin bisa dia melepaskan diri dari cengkraman Choi Siwon.

“Jelaskan padaku apa maksudmu berciuman dengan Seunghyun kemarin???!!” kata Siwon emosi. Untung di taman masih sepi beluma ada orang. “Wae? Aku mencintainya…dia menciumku apa itu salah?” kata Yoori dan membuat Siwon menampar Yoori keras. Member-member Super Junior yang mengintip mereka terlihat kaget Siwon melakukan hal itu pada Yoori. Yoori menghapus darah di sudut bibirnya yang robek karena tamparan Siwon tadi sangat keras menghujam pipinya.Yoori mengambil nafas dalam lalu menatap lagi tatapan mata Siwon yang berkilat-kilat marah. ”Wae? Bukankah kau bilang mencintaiku Song Yoori!”. “Ani…mana bisa aku mencintai orang yang sudah sekian lama jarang  bertemu denganku dan hanya memberi kabarnya?” kata Yoori dan membuat Siwon membuang muka dan mengendalikan emosinya. “Jadi itu masalahnya jadi karena aku sibuk?? Iya? Kau tidak mengerti…pekerjaan menuntutku begini!” kata Siwon membentak Yoori. “Ne! dan Seunghyun juga walau artis…disaat aku membutuhkannya, disaat aku menelepon atau meng sms nya dia selalu menjawabku, dia memerhatikanku…aku ini perempuan, Choi Siwon-ssi…Gadis mana yang tidak berpaling jika ada orang seperti Seunghyun yang tulus menemani di dekatnya kapanpun si gadis itu meminta??” kata Yoori dingin. “Bukankah kau juga sama?? Saat stella kim mantanmu jarang menemanimu dan hanya aku yang selalu berada di dekatmu, bukankah kau sudah berpaling dari stella kim?? Aku juga seperti itu Choi Siwon-ssi…” lanjut Yoori dingin.“Keumanhae…keumanhae!” teriak Siwon menutup telinganya. “Geurae..itu maumu, kita PUTUS!”. Kata-kata itu mengalir lancar dari bibir Siwon. Siwon menyenggol bahu Yoori hingga Yoori terjatuh terduduk di tanah lalu menggenggam tangannya menahan emosinya yang meluap-luap. Sedangkan Yoori, dia shock karena mampu menyakiti Siwon seperti itu dan sudah membohongi perasaannya sendiri.

Semenjak saat itu Siwon berubah menjadi sosok yang keras kepala dan tidak banyak bicara. Kecuali jika sedang on air tentu saja, dia menyembunyikan sikap dinginnya. Sedangkan Yoori, dia hanya diam di rumah dan mengurung diri di kamarnya. Penglihatannya semakin buram bahkan bukan matanya saja yang bermasalah, telinganya juga menjadi sering berdengung.

Sementara itu, TOP bingung kenapa para member Super Junior saat disapa olehnya, terkesan menjauhi. Suatu  ketika saat break syuting acara Strong Heart, dia mendengar Leeteuk dan Eunhyuk berbicara mengenai dirinya. “Ini tidak boleh sampai ketauan media teukie hyung, tapi sikap Siwon yang acuh pada TOP mungkin akan kelihatan oleh netizens…” kata Eunhyuk resah. “Ada apa ini? Kalian membicarakanku kenapa?” Tanya TOP yang langsung masuk ke ruang ganti menghampiri Leeteuk & Eunhyuk.

“Mwo? Aku penyebab putusnya hubungan Siwon-Yoori??” kata TOP kaget. “Dulu aku memang pernah menciumnya sewaktu di acara white day di Seoul Tower dan memang waktu itu Yoori datang bersama Siwon…tapi itu sungguh aku ataupun tidak pakai perasaan apa-apa padanya hanya sebagai goodbye kissing karena aku akan melupakannya…aku merelakannya menjalin hubungan dengan Siwon…kenapa malah hubungan mereka jadi hancur??” jelas TOP pada Leeteuk & Eunhyuk.

“Masalahnya Yoori..dia bilang dia sudah jatuh cinta denganmu dan Siwon percaya begitu saja…jelaskan benarkah Yoori pernah menyukaimu?” Tanya Leeteuk dijawab gelengan dari TOP. “Tidak..dia tidak pernah suka padaku…yang dia cintai adalah sahabatnya dan itu adalah Choi Siwon…dia selalu bercerita tentang Siwon tapi aku tidak pernah sadar bahwa namja yang dia cintai itu Siwon…aku pun baru mengetahuinya kemarin sewaktu acara white day di Seoul Tower…”. “Bukannya kau sering bertemu dengannya?? Harusnya kau…”. “Tidak aku tidak pernah bertemunya lagi, pertemuan terakhirku dengannya itu 2 tahun lalu…dan baru brtemu lagi di acara white day kemarin…aku harus berbicara dengan Yoori, permisi..”. TOP mengakhiri pembicaraan dan segera pergi dengan mobilnya.

~Yoori’s home~

“Kau tidak bisa melihat, Song Yoori?! Jawab aku! Bisakah kau lihat aku sedang ada dimana?” Tanya Yoora. Suara Yoora terdengar sampai keluar dan TOP kebetulan mendengarnya. “Yoori! Kenapa kau tidak pernah cerita penglihatanmu terganggu? Kenapa aku baru tau setelah menjadi parah begini? Yoori tidakkah kau anggap aku sebagai kakakmu? Aku bisa pasti bisa membayar terapinya, biaya operasinya…ikut aku ke rumah sakit,kita terapi atau operasi sekarang juga…”.

“Uang darimana? Kita tidak punya uang…untuk biaya hidup sehari-hari pun pas-pasan lagian aku tidak apa-apa kok buta…” jawab Yoori sambil menahan tangisannya. “Bagaimana dengan mimpimu? Mimpimu menjadi seorang pelukis…”. “Aku menyerah…pelukis, cish aku masih bisa kerja yang lain…mungkin jadi pengajar murid-murid taman bermain lebih mengasyikkan daripada melukis…”. TOP segera masuk dan memperhatikan kedua kakak beradik itu. “Seunghyun?”. “Ayo kita ke rumah sakit…” kata Seunghyun datar lalu menarik tangan Yoori. Yoori memberontak tapi Seunghyun tidak kehabisan akal. Dia segera menggendong Yoori ke pundaknya. Yoora mengikuti keduanya setelah mengunci pintu rumah lalu mereka bersama-sama pergi ke rumah sakit.

 “Penglihatan pasien benar-benar sudah tidak bisa ditolong…ikut terapi pun rasanya percuma tapi masih bisa membantu untuk beberapa bulan ke depan, operasi…harusnya dari awal…kalau sudah begini, saya menyerah…pasien memang tidak akan bisa melihat lagi…”.

TOP melihat ke arah Yoori yang sedang tertidur dengan matanya yang ditutup perban. TOP mencari sebuah nama di kontak ponselnya. ‘Choi Siwon’ haruskah dia memberitahu namja ini?.

~One Year Later~

Yoori dapat menerima kini dirinya buta…tidak bisa melihat dunia ini lagi. Tapi dia tidak menyerah…walaupun harus menyerah dalam melukis, setidaknya dia bisa menjadi guru vocal. Vocal Yoori bagus sehingga dinilai layak menjadi guru vocal.

Yoori melangkah keluar dari mobil TOP dengan hati-hati. TOP membantunya dan menuntunnya menuju murid baru yang akan diajarnya. “Aku akan mengajar siapa?” Tanya Yoori yang kini berjalan dibantu dengan tongkat. “Seseorang…ani bahkan banyak…jangan gugup ya…”.

Yoori dan TOP berjalan memasuki sebuah ruangan. Seketika suara orang ribut-ribut di ruangan itu menjadi sepi. “Ini murid-murid yang akan kau ajarkan…” kata TOP, dia menahan air matanya yang akan tumpah menyaksikan adegan ini. Yoori membenarkan posisi alat bantu dengar untuk telinga sebelah kanannya lalu menghela nafas. “Annyeonghaseyo…choneun Song Yoori imnida…mannaseo bangapseumnida…” kata Yoori sambil membungkuk.

11 orang murid yang diajar oleh Yoori menatap Yoori terharu. Salah seorang namja menghampiri Yoori dan berdiri di hadapan Yoori persis. Yoori sama sekali tidak bisa melihat namja itu sampai akhirnya dia bersuara. “Seonsaengnim..nyanyikan lagu Only Hope untukku…”. Yoori mendongakkan kepalanya. Dia kaget karena suara ini…suara yang tidak lagi didengarnya sejak beberapa bulan terakhir. Yoori hanya bisa mendengarnya dari layar televisi. “Choi…Siwon?”. Airmata Siwon menetes tapi dia segera menghapusnya. Yoori salah tingkah…dia tidak percaya muridnya adalah Choi Siwon dan mungkin member Super Junior yang lain yang dimaksud TOP.

Yoori mengarahkan tangannya ke atas dan dia mengukur sebentar tinggi di atas kepalanya lalu dia perlahan menyentuh wajah Siwon, merabanya. “Benar ini kau…”. Siwon mengangguk, dia merasa bersalah pada Yoori. Dia kira Yoori megkhianatinya tapi ternyata alasannya adalah tidak ingin namja nyaris sempurna seperti Siwon menjadi pendamping gadis buta seperti dirinya…

“Seseorang yang tulus mencintai, dapat menerima apapun keadaan seseorang yang dicintainya…”

~THE END~

1 Comment (+add yours?)

  1. olaf03
    Nov 21, 2015 @ 15:56:24

    Nangis gua bacanya a

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: