[Siwon’s Day] URI LITTLE CHO

UTC-wonie

URI LITTLE CHO

 

Title                : URI LITTLE CHO ( Siwon’s Story: Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama)

Author            : Cho Hyun Na ^^

Main Cast      :

Choi Siwon

Cho Daehyun/ Dennis Cho (OC)

Other Cast      : Find by yourself ^^

Genre              : Family, Humour??

Length                        : Oneshot

Disclaimer      : Semua cast dalam cerita ini milik Tuhan, so pasti milik Orang tuanya juga, tapi semua isi cerita dalam FF ini pure milik saya, imajinasi saya. Kalau memang ada kesamaan itu murni karena unsur ketidak sengajaan. So Don’t BASH!! And Copy Paste!!

WARNING!! Typo bertebaran dimana-mana,,, Yang gak suka mending gak usah baca dari pada ujung-ujungnya nge-bash. Yang mau sempetin baca ni FF thank’s J

NOTE: Karena pengen ikut meramaikan Event Siwon’s-Day dan saya belum ada ide untuk buat FF baru jadi saya kirim 1 FF yang sudah pernah saya publish sebelumnya di WP saya https://hyunnastorykyu.wordpress.com/.  Oke gak usah banyak cincong lagi happy reading ^^

Summary : Mempunyai satu orang Cho Kyuhyun saja sudah membuat para member Super Junior kewalahan. Apa lagi kalau bukan karena sifat evil (read: jahil) yang dimiliki oleh magnae Super Junior itu. Ada saja ide jahil yang muncul dikepalanya untuk mengerjai para hyeong-nya. Lalu bagaimana jadinya kalau ada satu orang Cho Kyuhyun lagi yang masuk ke dalam kehidupan mereka? Sudah dapat dipastikan hidup para member Super Junior tidak akan bisa tenang dan lebih berwarna-warni,,,,

© Uri Little Cho ©

Cinta adalah sesuatu yang universal. Semua orang pasti mempunyai perasaan cinta dihati mereka. Entah cinta pada keluarga atau cinta antara sepasang muda-mudi, yang jelas cinta membuat semua terasa indah. Tapi, apakah seorang anak kecil yang baru menginjak usia empat tahun mengerti apa itu cinta? Terlebih arti dari ‘cinta pada pandangan pertama’?.

***

Derap langkah kaki Siwon seketika terhenti saat kedua manik matanya menangkap sosok Cho Daehyun tengah duduk sambil memandang serius ke arah layar televisi. Bocah kecil itu lebih memilih memandang benda berbentuk kotak persegi yang ada dihadapannya dan mengacuhkan psp kesayangannya, hal langka yang patut diabadikan. Sebab bocah itu sudah seperti ayahnya yang kecanduan bermain game dan tidak bisa lepas dari benda bernama psp.

Mungkin Siwon tidak akan terheran-heran seperti ini jika acara yang sekarang tengah ditonton oleh Daehyun adalah kartun. Tapi yang dilihat oleh keponakannya sekarang adalah sebuah acara reality show. Patut kalian garis bawahi, Reality Show!! Sebuah acara yang bahkan sekalipun tidak pernah dilirik oleh bocah tersebut. Daehyun sama sekali tidak pernah memperlihatkan ketertarikannya pada acara seperti itu, meskipun ada Super Junior disana. Bocah itu pasti akan langsung mengganti dengan stasiun televisi lain yang sedang menayangkan kartun favoritnya.

“Hyunie-ah, kau sedang melihat apa?.” Penasaran, pria bermarga Choi itu pun bertanya pada sang keponakan.

“Wonie camchon, apakah Hyun tampan?,” tanya Daehyun mengacuhkan pertanyaan dari sang paman. Mendengar itu, Siwon hanya mengerjapkan kedua matanya bingung. Kenapa tiba-tiba meluncur pertanyaan aneh seperti itu dari mulut Daehyun??.

“Tentu, tentu saja kau sangat tampan,” sahut Siwon sambil mengangkat kedua ibu jarinya.

“Lebih tampan dari appa tidak?.”

“Hem,,, kalau dibanding-kan dengan Kyuhyun tentu saja kau jauh lebih tampan.”

“Kalau dengan camchon? apa Hyun juga lebih tampan?.”

“Tentu saja lebih tampan samchon,” sahut Siwon dengan senyum yang terkembang diwajah tampannya. Membuat Daehyun cemberut seketika. Melihat itu, dengat cepat pria yang digadang-gadang sebagai member tertampan di Super Junior itu-pun meralat perkataannya.

“Hanya sedikit, samchon hanya sedikit lebih tampan darimu. Kalau kau sudah besar nanti samchon yakin kau pasti bisa mengalahkan ketampanan samchon.”

“Jinjja?,” tanya Daehyun yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Siwon. Meskipun hanya sebuah anggukan kecil, tapi sudah bisa membuat ekspresi cemberut yang sempat muncul diwajah mungil Daehyun hilang seketika. Kini bocah bermarga Cho itu sudah kembali sibuk menekuni benda kotak dihadapannya.

“Hyunie-ah,,, sebenarnya acara apa yang sedang kau tonton eoh? Apa lebih menarik dari acara kami? Bahkan kau tidak pernah seserius itu saat melihat acara paman dan appa-mu,” komentar Siwon sedikit tidak suka. Dia benar-benar merasa diabaikan oleh sang keponakan sekarang.

Satu menit. Dua menit, tidak ada sepatah katapun yang meluncur dari bibir mungil Daehyun hingga membuat Siwon jengkel. Merasa kalau ocehannya tidak akan ditanggapi oleh sang keponakan, member Super Junior itu-pun berusaha mencari tahu sendiri sebenarnya acara apa yang sedang dilihat oleh Daehyun, sampai-sampai membuat bocah itu mengabaikan pertanyaannya.

“aaah,,, jadi kau sedang melihat Hello baby,, Eoh! Apa Daehyun ingin ikut serta seperti mereka?,” tanya Siwon sembari menunjuk beberapa anak seumuran Daehyun yang kini tengah mengikuti salah satu acara televisi yang sedang banyak digemari baik anak muda maupun orang tua. Karena pada acara tersebut para remaja dapat melihat tingkah lucu dan sigap para idolanya dalam mengasuh anak kecil. Sedangkan para orang tua, sebuah hiburan bagi mereka bisa melihat tingkah polos dan lucu anak-anak.

 

“anio, Hyun tidak cukaa, tidak aciik,” tolak Daehyun mentah-mentah tetap dengan kedua mata yang fokus memperhatikan layar televisi.

“tidak asyik tapi kenapa dia masih melihat acaranya,” gerutu Siwon sambil terus memperhatikan gerak gerik Daehyun. Sangat jelas dia melihat ada binar ketertarikan disana, kalau bukan karena ingin ikut acara tersebut lalu hal apa yang membuat keponakannya itu tertarik bahkan sampai mengabaikan keberadaanya.

“eoh! Jangan-jangan,,,,,” tiba-tiba terbersit dibenaknya alasan yang membuat Daehyun begitu tertarik pada acara yang kini ditontonnya. Untuk memastikan apakah perkiraan-nya itu benar atau tidak, Siwon kemudian berjalan dan duduk tepat disamping Daehyun. Mencoba memperhatikan secara seksama arah pandang sang keponakan, itulah yang kini dilakukan oleh Siwon. Dia hanya ingin memastikan kalau memang sosok gadis kecil itu-lah yang telah menarik perhatian seorang Cho Daehyun.

“kau,, menyukainya?,” tanya Siwon sembari menunjuk sosok gadis kecil yang kalau tidak salah bernama Amaya Fernandes, yang kini tengah menaiki sebuah mobil mainan bersama dengan kedua temannya. Daehyun yang melihat arah telunjuk Siwon mengerutkan keningnya sesaat kemudian dengan wajahnya yang polos beranya, “apa boleh Hyun memilikinya?.”

Mendapat pertanyaan seperti itu Siwon hanya diam, dia benar-benar bingung harus menjawab apa. Jatuh cinta memang perasaan yang wajar, tapi kalau anak seusia Daehyun mengalaminya apa itu mungkin?.

“camchon,,, apa boleh Hyun memilikinya?,” sekali lagi Daehyun bertanya membuat Siwon tersadar dari lamunannya.

“em,,,, memang Daehyun sangat menyukainya ya?,” pertanyaan yang diluncurkan Siwon hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Daehyun. Member Super Junior yang hobi menyapa penggemarnya lewat sosial media ini-pun sedikit mengerutkan keningnya, mencoba berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang.

“camchon,,, Hyun tanya apa boleh Hyun memilikinya?,” rengek Daehyun yang kesal karena pertanyaannya tak juga kunjung dijawab oleh sang paman.

“aish,,, Choi Siwon, harusnya kau tidak menanyakan pertanyaan aneh seperti tadi, sekarang apa yang harus kau lakukan,” gumam Siwon menyesali kebodohannya.

Sekarang, kalau dia menjawab tidak boleh pasti bocah kecil itu akan marah bahkan menangis. Dan jika hal itu sampai terjadi Kyuhyun pasti akan membunuhnya karena sudah membuat anaknya menangis. Tapi kalau dia meng-iyakan ucapan Daehyun itu juga salah. Mana mungkin anak kecil bisa bersama? Lalu,, saling memiliki?? Benar-benar mustahil dan tidak boleh terjadi.

“em,, tidak boleh. Daehyun tidak boleh memilikinya, hanya boleh menyukainya.”

“andwae!! Hyun mau itu!! Pokoknya mau itu!!.” Siwon benar-benar dibuat kelimpungan dengan permintaan Daehyun. dia harus mencari cara untuk menghentikan teriakan Daehyun terlebih dulu. Sebelum rekan-rekan satu grupnya datang.

“arraso,,, arraseo,, besok samchon akan mengajakmu untuk melihatnya, jadi jangan berteriak lagi ne?.” mendengar ucapan Siwon senyum-pun langsung terkembang diwajah Daehyun.

“jinjja? Hore!! Becok Hyun mau melihat pippo.”

“aigo,,, bahkan dia sudah menyiapkan nama panggilan untuk gadis kecil itu, menyebalkan sekali. Hah,, kalau sampai Kyuhyun tahu apa yang kulakukan, dia pasti akan membunuhku.”

© Uri Little Cho ©

“oppa, kau yakin mau membawa Daehyun bersamamu?,” tanya Yoon Hee tak percaya. Bukannya kenapa-napa, biasanya para member Super Junior akan menghindar dari tugas menjaga putranya itu. Tapi sekarang, justru Siwon menawarkan diri saat dirinya tidak benar-benar membutuhkan bantuan.

 

“tentu saja, wae? Kau tidak percaya kalau aku bisa menjaganya dengan baik?.”

“anio, aku percaya kau akan menjaganya dengan baik. Hanya saja, aku takut dia akan mengacaukan semua pekerjaanmu nanti,” takut Yoon Hee. Dia sangat tahu bagaimana sifat putranya, bocah itu sedikit banyak mewarisi sifat jahil ayahnya. Bahkan hampir seluruh member Super Junior sudah pernah merasakan imbas dari kejahilan putranya itu.

“Daehyun tidak akan nakal, benar kan? Karena kalau sampai kau berbuat nakal maka samchon tidak akan membawamu pergi menemui pippo.” Yoon Hee hanya bisa melongo saat melihat putranya menuruti semua ucapan Siwon. Putra semata wayangnya itu dengan manisnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“eomma,,, boleh ya? Hyun mau bertemu pippo,” rengek Daehyun.

“pi,, nugu? Pippo?,” bingung Yoon Hee. Melihat itu, Siwon-pun langsung mengambil langkah seribu dengan memotong pembicaraan antara ibu dan anak tersebut. Dia tidak mau Yoon Hee tahu kalau sebenarnya dia sengaja membawa Daehyun ke tempat pemotretan untuk memenuhi janjinya pada bocah itu, yakni mempertemukannya dengan seorang Amaya Fernandes.

“sudahlah, tidak apa-apa. Aku ingin sekali memperlihatkan kalau pekerjaan yang dijalani ayahnya sebagai seorang entertainer tidak-lah ringan.” Penjelasan Siwon membuat Yoon Hee berpikir ulang, perkataan pria yang sudah dianggap seperti kakak kandungnya sendiri itu ada benarnya juga. Mungkin dengan mengajak Daehyun pergi ke tempat pemotretan bisa membuat putranya itu sedikit lebih tahu betapa keras usaha ayahnya itu saat mencari uang.

“baiklah, oppa boleh mengajaknya pergi tapi dengan satu syarat. Kalau sampai dia mengacaukan pekerjaanmu kau tidak boleh menyalahkan aku.”

“tentu saja, kau tidak perlu khawatir.”

 

 

***

“Cho Siwon-ssi, kau sudah datang rupanya,” sapa sang fotografer begitu melihat sosok Siwon yang tengah duduk sambil menunggu hair stylist menata rambutnya.

“Hyeong-nim,, Annyeong haseyo,,” balas Siwon sambil sedikit menundukkan kepalanya. Tidak lama mereka mengobrol, saat fotografer tersebut berniat pergi dan menyiapkan segala keperluan untuk pemotretan tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok bocah kecil yang duduk tepat disamping Siwon, bocah itu terlihat tengah asyik bermain game.

“Nugu?.”

“Dia,, keponakan-ku Hyeong. Karena tidak ada yang menjaganya di rumah aku mengajaknya kesini,” bohong Siwon. Setelah mendengar penjalasan dari member Super Junior tersebut, tampak senyum sumringah tersungging di wajah sang fotografer.

“em,,, Siwon-ssi kau tahu,, tiba-tiba ada ide bagus muncul dikepalaku, tapi aku butuh izin darimu,” celetuk sang fotografer membuat kening Siwon sedikit berkerut, menandakan jika pria itu sedikit bingung.

“izin dariku? Wae?.”

“karena aku ingin mengajak keponakan-mu untuk bergabung dalam pemotretan kali ini.” jawaban yang meluncur dari sang fotografer benar-benar sukses membuat Siwon menyemburkan air yang sedang mengaliri tenggorokannya.

“uhuk! Mwo? ingin mengajak-nya bergabung dalam pemotretan? Ta,,,tapi hyeong.”

Siwon benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi sang magnae nantinya saat melihat wajah Daehyun menghiasi sampul majalah ibu kota, yang pasti dia akan dihajar oleh dongsaeng-nya itu. Sebab dengan munculnya Daehyun di majalah bisa membuat rahasia terbesar sang magnae terkuak. Rahasia bahwa Daehyun adalah putra dari seorang Cho Kyuhyun juga fakta tentang statusnya yang tak lagi sendiri bisa terungkap.

Karena sampai sekarang belum ada yang mengetahui pernikahan Kyuhyun selain keluarga, member Super Junior dan staff SM sendiri. Entah bagaimana cara mereka menyembunyikan-nya yang jelas management tempatnya dan Kyuhyun bernaung selalu berhasil menyembunyikan-nya. Selain permintaan dari kantor, Kyuhyun sengaja merahasiakan semua hal tersebut karena ingin melindungi keluarga kecilnya. Menurut dongsaeng-nya itu masih belum saatnya memperkenalkan Yoon Hee dan Daehyun ke hadapan public.

“jadi bagaimana? Atau,,, aku harus meminta izin kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu? Tidak apa-apa, berikan saja nomor teleponnya, biar aku yang menghubungi mereka sendiri.”

“anio!! Kau,, tidak bisa melakukannya hyeong.”

“wae?.” Mendengar pertanyaan seperti itu, dengan cepat Siwon memutar otak, berusaha mencari alasan untuk menghentikan niat sang fotografer menjadikan Daehyun sebagai model mereka.

“em,,, karena mereka saat ini sedang tidak berada di Korea, karena masalah pekerjaan sekarang mereka ada di Jepang,” celetuk Siwon berusaha untuk menghentikan niat sang fotografer. Bagaimana-pun caranya dia tidak boleh membiarkan Daehyun ikut dalam sesi pemotretan meski hanya sekali. Kalau tidak nyawanya yang akan melayang.

“aah,, jadi kedua orang tuanya ada di Jepang. It’s okay, berikan nomor ponselnya akan kuhubungi mereka sekarang. Kalau memang kedua orang tuanya melarang maka aku tidak akan memotretnya.” Jawaban yang dilontarkan oleh sang fotografer benar-benar membuatnya tergagap.

“ta,,, tapi hyeong,,, Daehyun tidak suka difoto. Kalau kau melakukannya dia bisa marah dan menangis. Kedua orang tuanya pasti akan menyalahkanku nanti.” Entah apa saja alasan yang telah dibuatnya, yang jelas Siwon hanya mengucapkan apa yang muncul diotaknya sekarang. Tapi sayang Siwon harus mengakhiri usahanya itu, percakapannya terpotong saat tiba-tiba ada tangan mungil yang menarik-narik bajunya.

“omo!! Uri Hyunie waeyo? Apa kau lapar? Mau makan sesuatu?,” pertanyaan itu hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Daehyun membuat Siwon kebingungan. Ia tidak menyangka akan semerepotkan ini menjaga sang keponakan. Tapi tidak berselang lama kebingungan itu terjawab, saat melihat arah dimana tangan mungil Daehyun menunjuk. Bocah kecil itu menunjuk sebuah mobil-mobilan mini yang berada tidak jauh dari mereka. Mungkin lebih tepatnya mobil-mobilan yang akan menjadi properti pemotretannya nanti. Sialnya, kesempatan emas itu benar-benar dimanfaatkan dengan sang baik oleh sang fotografer.

“jadi,, Daehyun ingin naik mobil-mobilan itu? Ahjussi akan mengijinkan tapi sebelumnya Daehyun harus membantu Ahjussi, ne?.”

“jinjja?? Hyun boleh kecana dan naik pippo? memangnya Hyun halus bantu apa?.”

“Ahjussi ingin memotret Daehyun, apa boleh?.” Anak kecil mana yang tidak tergoda jika disodori oleh mainan, begitu juga dengan Daehyun. Bocah kecil itu langsung menganggukkan kepalanya membuat Siwon terlonjak kaget. Saat itu juga tidak ada yang bisa dipikirkannya lagi selain mencari cara untuk menghentikan semuanya sebelum terlambat.

© Uri Little Cho ©

“ige mwoya!!!,” teriak Kyuhyun saat melihat cover sebuah majalah fashion ternama yang kini berada ditangannya. Dia kaget bukan karena melihat wajah tampan seorang Choi Siwon yang tengah berpelukan dengan seorang gadis pada cover majalah tersebut. Melainkan karena melihat sosok bocah kecil yang ikut berpose dihadapan rekan satu grup-nya itu. Bocah yang tidak asing untuknya, bahkan sangat dikenalnya. Sebab bocah yang tengah berpose dengan Siwon layaknya sebuah keluarga kecil itu adalah putranya Cho Daehyun. Dia benar-benar bingung, bagaimana caranya sang putra bisa menjadi model salah satu majalah? Sedangkan dia sendiri belum pernah mengajak bocah itu ke tempat kerja.

 

“kau ini, kenapa pagi-pagi sudah berteriak seperti itu? Mengganggu telinga orang saja,” tegur Yoon Hee sembari meletakkan teh buatannya ke atas meja makan.

“bagaimana aku tidak berteriak, lihat saja ini.”

“omo! uri Daehyun,,, bagaimana bisa? Tapi jika dilihat dia cukup berbakat juga ya,” komentar Yoon Hee saat melihat cover majalah yang baru saja disodorkan oleh Kyuhyun. Perlahan gadis yang sudah cukup lama menyandang nama keluarga Cho itu membuka satu persatu halaman majalah.

“bukan masalah berbakat atau tidak. Dia itu masih terlalu kecil dan aku tidak suka melihat anakku bekerja, selama aku masih mampu akulah yang akan mencari uang untuk kalian berdua,” omel Kyuhyun, tapi detik berikutnya magnae dari Super Junior ini hanya bisa membelalak-kan kedua matanya, saat melihat foto-foto yang ada di dalam majalah. Dia tidak sengaja melihat foto yang tidak patut dilakukan oleh anak seusia Daehyun ketika sang istri membuka lembar demi lembar majalah tersebut.

“ya!! apa-apaan ini?!! aish,,, siapa yang sudah berani meracuni otak anakku,” kesal Kyuhyun begitu melihat foto yang berhasil membuatnya naik darah. Yaitu foto Daehyun yang tengah mencium pipi seorang gadis cilik.

“mwoya?! Kenapa dia sangat mirip denganmu? Tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada,” celetuk Yoon Hee yang langsung mendapat pelototan dari Kyuhyun.

“aku sedang tidak ingin berdebat denganmu nyonya Cho, lebih baik kita temui orang yang sudah berani membuat Daehyun melakukan itu.”

“aigo,,, kau ini terlalu berlebihan. Itu hanya cium pipi, bukan bibir seperti yang kau lakukan dengan gadis-gadis itu,” sindir Yoon Hee mengingat ciuman panas yang dilakukan suaminya dalam drama terbarunya ‘The Days’. Bukan hanya dalam drama itu, sudah kerap bibir milik sang suami yang seharusnya menjadi miliknya pribadi mesti dia bagi dengan gadis-gadis pemain drama musical itu.

 

“Cho Yoon Hee, kenapa kau selalu mengungkit masalah ciuman yang sama sekali tidak kusuka itu. Harus berapa kali lagi aku bilang kalau hanya ciumanmu-lah yang bisa membuatku gugup. Hanya ciuman darimu yang membuatku menginginkan-nya lagi dan lagi,” kesal Kyuhyun.

“eomma,, Hyun haus,” ucap Daehyun yang baru saja keluar dari kamarnya, sepertinya bocah kecil itu terbangun dari tidur karena mendengar suara ribut dari kedua orang tuanya.

“aigo,,, apa uri Daehyun terbangun karena suara ribut appa? putra eomma pasti masih mengantuk,” ujar Yoon Hee sembari meraih tubuh Daehyun ke dalam gendongannya.

“eoh,, appa bericik, Hyun jadi tidak bica tidul.” Celetukan yang meluncur dari bibir mungil Daehyun seketika membuat Kyuhyun ternganga.

“wah,, benar-benar keterlaluan, padahal yang berisik bukan hanya aku tapi kenapa Cuma aku yang disalahkan disini?,” gerutu Kyuhyun yang tidak terima dengan ucapan putra kecilnya itu. Sedangkan Daehyun, bocah yang akan menginjak usia empat tahun ini hanya diam dan menenggak segelas susu hangat yang baru saja disiapkan oleh sang ibu.

“eoh!! Aku hampir lupa, Cho Daehyun,, jawab pertanyaan appa, siapa yang memperbolehkan-mu melakukan ini? Bukankah appa selalu bilang kalau ingin melakukan apa-apa kau harus meminta izin terlebih dahulu pada appa atau eomma,” tanya Kyuhyun begitu mengingat sumber keributan antara dirinya dan Yoon Hee pagi-pagi buta adalah Daehyun.

Satu detik, dua detik, tidak ada jawaban sama sekali dari mulut mungil Daehyun, bibir bocah itu masih sibuk menempel pada gelas yang tengah dipegangnya. Mencoba menghabiskan susu coklat kesukannya.

“ya!! Kenapa kau diam saja?? Kalau appa,,”

 

“aigo,,, Apa kau tidak lihat kalau putramu itu sedang minum? Awas saja kalau kau sampai membuatnya tersedak, aku tidak akan segan-segan mencekik lehermu.” Mendengar ancaman Yoon Hee, Kyuhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal. Terkadang ia merasa iri dengan putranya yang selalu mendapat perhatian lebih dari sang istri.

“sudah selesai-kan? Sekarang jawab pertanyaan appa, siapa yang menyuruhmu untuk melakukan foto itu? Dan kenapa Daehyun tidak bilang pada appa atau bertanya pada eomma sebelum melakukannya?.”

“ahjussi bilang kalau Hyun halus membantunya, jadi Hyun foto sepelti Wonie camchon appa,” jawab Daehyun yang membuat Kyuhyun bingung.

“ahjussi nugu? Meskipun begitu Daehyun harus tetap bilang pada appa atau meminta izin pada eomma eoh?.”

“anio appa,,, Hyun cudah bilang eomma.” Tatapan tajam-pun sekarang dilayangkan Kyuhyun pada Yoon Hee, membuat wanita itu sedikit bergidik ngeri. Paham bagaimana sifat suaminya, dengan sangat hati-hati Yoon Hee mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa ia tidak sepenuhnya salah.

“em,, arraseo,, aku salah karena tidak memberitahumu. Tapi untuk masalah pemotretan itu aku benar-benar tidak tahu, jinjja. Siwon oppa hanya bilang padaku ingin mengajak Daehyun ke tempat kerja, sekedar ingin berjalan-jalan dan membuat Daehyun tahu bagaimana kerasnya pekerjaanmu,” jelas Yoon Hee.

“Choi,, Siwon,, lihat saja aku tidak akan tinggal diam.” Melihat Kyuhyun yang berdiri dari duduknya dan langsung melangkah pergi, firasat buruk langsung memenuhi benak Yoon Hee. Tidak ingin terjadi hal buruk pada Siwon dengan cepat Yoon Hee meraih tangan Daehyun dan pergi menyusul.

“Hyunie-ah palli, kita harus menyelamatkan samchon.”

 

 

***

Sejak bangun tidur yang dilakukan Siwon hanyalah berjalan mondar mandir mengelilingi kamarnya. Hari yang paling ditakutinya akhirnya datang, hari dirilisnya majalah yang memasang foto dirinya dan juga Daehyun. Awalnya perasaan takut itu tidak ada, dan ia yakin kalau dirinya bisa menjelaskan situasi yang sebenarnya pada Kyuhyun pasti magnae mereka mau memaafkannya. Tapi perasaan tenang itu sudah lenyap entah kemana, dan ia menyesal kenapa memilih untuk tinggal di dorm bukannya kembali ke rumah.

“eoh!! Kyuhyun-ah apa kau mau ikut sarapan juga?.”

“aku sedang tidak selera hyeong, apa Choi Siwon ada disini?.”

Sayup-sayup Siwon mendengar namanya disebut, dan ia tahu benar siapa orang yang sedang mencarinya itu. Meski sedikit takut perlahan ia berjalan keluar kamar, bermaksud untuk menemui Kyuhyun dan meminta maaf.

“Kyuhyun-ah,,,” begitu ia menampakkan diri, dengan langkah cepat sang magnae berjalan menghampirinya.

“hyeong!! Bisa kau jelaskan apa ini?,” ucap Kyuhyun dengan nada marah. Melihat itu Ryeowook dan Leeteuk yang memang sedang menikmati sarapan paginya langsung berdiri dan bersiap untuk melerai kedua rekan satu grupnya.

“ya!! Ya!! Kyuhyun-ah ada apa ini sebenarnya? Bisa kau jelaskan padaku kenapa kau marah pada Siwonie?.”

“bagaimana aku tidak marah hyeong, lihat saja ini. Dia membuat Daehyun melakukan semua itu,” ucap Kyuhyun sambil menyodorkan majalah.

“woaaah,, Choi Siwon kau yang menyuruhnya untuk ikut pemotretan dan melakukan ini?,” Tanya Leeteuk sembari memonyongkan sedikit bibirnya saat menunjuk foto Daehyun yang paling membuat Kyuhyun marah, yaitu foto saat putranya itu mencium pipi seorang anak perempuan.

“a,,, anio,, hyeong,, aku bisa menjelaskan semuanya pada kalian apa yang sebenarnya terjadi.”

Setelah menjelaskan alasan apa yang sampai membuatnya membawa Daehyun ke tempat pemotretan dan bagaimana bisa keponakannya itu ikut dalam sesi pemotretan tersebut Leeteuk dan Ryeowook mulai mengerti dan bisa menerima alasan tersebut, tapi tidak dengan Kyuhyun. Magnae Super Junior itu masih belum bisa menerimanya.

Apakah masuk akal anak seusia Daehyun meminta untuk bertemu dengan gadis kecil bernama Amaya itu? Terlebih hyeong-nya itu bilang kalau putra semata wayangnya sedang jatuh cinta pada Amaya, ciih,,, benar-benar alasan yang tidak masuk akal.

“andwae!! Aku tidak percaya dengan semua ucapanmu.”

“ah!! Aku ada ide bagus, bagaimana kalau kita langsung menanyakan pada Daehyun?,” celetuk Ryeowook yang langsung disetujui oleh Kyuhyun. Tapi tidak dengan Siwon, pria yang digadang-gadang sebagai member terkaya di Super Junior ini mempunyai firasat buruk akan terjadi jika mereka bertanya langsung pada Daehyun.

“ta,, tapi,,, “

“wae hyeong? Kau takut akan ketahuan bahwa sebenarnya kau yang menyuruh Daehyun untuk melakukan pemotretan itu?,” sela Kyuhyun yang membuat Siwon semakin frustasi. Apapun caranya dia harus bisa membersihkan nama baiknya.

“oppa!! Gwaenchana?.” Melihat istrinya yang baru saja datang bukannya menghampirinya dan justru menghampiri Siwon membuat Kyuhyun kesal, bukankah seharusnya Yoon Hee lebih mengkhawatirkan dirinya??.

“ya!! Kim Yoon Hee,,, kenapa kau malah mengkhawatirkan pria yang sudah meracuni otak anak kita eoh?.”

 

 

“cukup!! Kalau kalian juga bertengkar disini aku yakin masalahnya tidak akan selesai, jadi,, bagaimana kalau kita langsung menuju inti permasalahan? Kita tanyakan pada Daehyun sekarang,” potong Leeteuk. Leader Super Junior ini tahu benar bagaimana kalau kedua pasangan setan dihadapannya ini sudah berdebat, pasti akan memakan waktu lama. Bahkan bisa sampai berhari-hari dan jika mereka sudah mengibarkan bendera peperangan para member Super Junior-lah yang akan mendapat imbasnya.

“Daehyun-ah,,, apa Teuki samchon boleh bertanya?,” tanya Leeteuk sambil menggandeng tangan mungil Daehyun kemudian mendudukkan bocah kecil tersebut ke atas sofa. Daehyun yang tengah asyik dengan coklat ditangannya hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan kepala.

“em,,, apa Daehyun pergi berfoto dengan Wonie samchon karena ingin bertemu dengan Amaya?,” dengan sangat hati-hati Leeteuk bertanya. Menurutnya, untuk bertanya pada seorang anak kecil kita harus menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh mereka. Selain agar Daehyun bisa menjawab, ia juga mencari aman. Karena kalau sampai salah bicara magnae-nya pasti akan mengamuk.

“anyo, Hyun pelgi kalena ingin beltemu dengan pippo.” Semua mata langsung tertuju pada Siwon begitu mendengar jawaban dari Daehyun. Pandangan yang dilayangkan oleh mereka pada pria bermarga Choi itu sangat beragam, ada yang terlihat kaget tidak percaya sampai pandangan yang menunjukkan bahwa apa yang dipikirnya ternyata benar.

“ya! Cho Daehyun,,, bukankah waktu itu kau bilang pada samchon ingin memilikinya? Kau ingin melihat dan bertemu dengan gadis ini, iya kan?? Hyun juga memberi gadis ini sebuah nama panggilan, pippo?.” Siwon benar-benar berusaha keras agar keponakannya itu mengingat.

“pippo andwae!!,” teriak Daehyun ketika melihat jari telunjuk Siwon mengarah pada sosok Amaya tepat saat member Super Junior tersebut menyebut nama pippo. Mendengar itu semua orang langsung menggeleng-kan kepalanya prihatin.

 

“hyeong,, aku mohon percaya padaku,,, aku yakin sekali kalau dia benar-benar meminta padaku untuk mengajaknya bertemu,,,.” Saat ingin menjelaskan tiba-tiba ia mengingat sesuatu, seperti rol film yang diputar. Kejadian saat keponakannya terlihat begitu senang bisa bertemu dan naik?? Pippo.

“jinjja?? Hyun boleh kecana dan naik pippo? memangnya Hyun halus bantu apa?.”

Kalau boleh memilih, ia ingin sekali bisa menghilang dari hadapan rekan-rekannya terutama Kyuhyun. Bagaimana mungkin Choi Siwon bisa membuat kesalahan sebesar dan memalukan seperti ini??.

“aish,,, sial!! Kenapa aku tidak mengingat kejadian penting seperti itu?!!,” teriak batin Siwon.

“apa samchon boleh tahu siapa pippo?,” mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Ryeowook membuat Siwon pasrah, yang bisa dilakukannya sekarang hanya bersiap untuk menerima ledekan dari rekan satu grupnya.

“mwo??!! Mobil? Pippo itu sebuah mobil-mobilan?? Ya! Choi Siwon,,, aigo,,, dari semua member Super Junior kaulah yang aku anggap paling pandai dan baik, tapi bagaimana mungkin,, pippo?? Waah,,, sepertinya kau sudah mulai tertular Hyukjae sampai berpikir anak sesusia Daehyun mengalami jatuh cinta,” cerocos Leeteuk begitu tahu ternyata pippo yang sangat disukai oleh keponakannya itu adalah sebuah mobil-mobilan.

“Choi Siwon,, kau benar-benar menyedihkan,” tambah Ryeowook.

“oppa,,, aigo,,, aku benar-benar tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Daehyun-ah kajja kita pergi dari sini,” ucap Yoon Hee sembari meraih sang putra ke dalam gendongannya.

“hyeong,, micheoso?!! Bagaimana mungkin kau berpikir seperti itu?? Ah,, memalukan sekali,” ejek Kyuhyun kemudian melangkah pergi menyusul istri dan putranya. Siwon hanya bisa diam mematung.

“Choi,, Siwon,, untuk selanjutnya tidak usah perdulikan apa yang dilihat oleh keponakanmu itu, karena hanya akan membuatmu sial. Huwaa,,, eomma,,, kenapa bisa terjadi hal memalukan seperti ini!!.”

THE END

Wuaaaah,,,, pasti absurd banget ya ceritanya?? Maaf ya karena lama gak bikin FF jadinya seperti ini hehehe . Semoga kalian suka semua dan bisa ketawa baca FF ini, anggap aja sebagai obat seblum kita ditnggal wamil sama bang Siwon😥

Jangan lupa buat mampir ke WP aku ya https://hyunnastorykyu.wordpress.com/

Ingat!!! Don’t be silent reader ^^

9 Comments (+add yours?)

  1. meynininx90
    Nov 22, 2015 @ 19:28:56

    Waduh……ksiAn bgt siwon……slh prsepsi…..trnyta pippo mobil”n…..hedehhh….maluny mnta ampun dehh

    Reply

  2. i'm2IP
    Nov 23, 2015 @ 19:39:02

    Huwahhhhh… ff nya bikinnnn ngakaaaakkk.. lucuu bangettt… duhh gak kebayang daehyun ngegemesin banget dan gak kebayang wajah siwon yg frustasi pas tau pippo itu mobil.. nyahahah.. good job.. 10000000 like untuk author Xp

    Reply

  3. J.Na Kim
    Nov 23, 2015 @ 20:08:29

    Wkwkwkwk cieeee ciwon salpok :v

    Reply

  4. Laili
    Nov 24, 2015 @ 02:59:01

    Ternyata Siwon salah sangka. Kasian diledek sama yg lain. Daehyun lucu bgt di sini. Gak kebayang tampannya seperti apa itu anak…..
    Keep writing….. 😀

    Reply

  5. ElvaZavier
    Nov 26, 2015 @ 20:51:16

    Haha … ternyata Pippo itu mobil2an . Wahh … siwon dan para readers udah ketipu. Wkwk …
    Ouwwhh .. poor siwon . Jd bahan bullying para member suju.😀

    Reply

  6. ayu diyah
    Dec 10, 2015 @ 09:45:17

    tsk.. siwpm salah sangka ya😀
    dikirinya hyun lgi jatuh cinta.. si pippo trnyta mobil..
    wkwkw
    ngakak sumpah deh.. xD

    Reply

  7. ongewife
    Dec 28, 2015 @ 12:18:05

    Ganteng ganteng pe ak, gitu dahh kebanyakan gaul sama eunhyuk sihh makanya kan jadi agak rada rada, bocah mana ada udah suka suka an sama lawan jenis, lain kali kalo daehyun nya minta sesuatu mending gausah aja dehh takut salah lagi kaya siwon

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: