[Siwon’s Day] When Americano Meet Mocha

siwon-jpg

Title                :When Americano Meet Mocha

Author            : KimDESha

Main Cast       :

  • Choi Siwon
  • Lee Donghae
  • OC

 

Genre              : Romance

Rated               : G

Length             : Oneshot

Summary         : Disaat aku menginginkan tetap dalam duniaku. Kau dan aku memiliki kata-kata yang bersinggungan, petemuan singkat yang menggambarkan segalanya.

Notes and Warning : Cerita ini hanya imajinasi belaka. Bukan karya penjiplakan. Jika ada kesamaan cerita, itu faktor yang tidak sengaja atau mungkin kita sehati (?). Typo? Itu manusiawi. Jadi harap maklum 😀

Do you DISLIKE the CAST? I’ll give you a simple way: DONT READ this story. And one more, NO BASHING ! Once again, I HATE SILENT RIDERS. So, could you comment this story? The Last, Happy reading ^^

_

 

_

 

_

“Americano sudah siap” seorang gadis pegawai kafe berteriak dari meja counter. Ia segera meraih nampan berisi segelas kopi hangat dan menghampiri meja tempat si pemesan minuman tersebut.

“Americano anda sudah jadi, tuan” gadis itu mengangsurkan minuman itu di atas meja pelanggannya.

Pria itu tersenyum kecil dan kembali fokus pada benda persegi yang beberapa saat lalu menyita perhatiannya. Untuk beberapa saat jemarinya bergerak menekan layar ponselnya dan segera mendekatkan ponsel ke telinganya.

“Donghae—“

“Aku tak punya waktu untuk sekedar menemanimu. Kau tahu pekerjaanku menumpuk di akhir pekan ini. Sial sekali!”

Belum sempat ia melanjutkan sapaannya, pria di sebrang telfonnya justru sudah mengeluarkan segala caci makinya.

“Maka dari itu, supaya kau tidak stres.Tidak ada salahnya bukan, duduk bersandar menatap jalanan dan menikmati secangkir kopi. Ayolah, tak ada salahnya menuruti ajakanku. Aku akan membayarnya untukmu

“Kau ini selalu saja bicara seenak mulutmu. Dasar Choi Siwon! Oke, baiklah. Aku akan kesana”

Siwon tersenyum setelah berhasil membujuk kawannya untuk menuruti keinginannya. Tidak ada yang lebih ia senangi selain hal kecil di akhir pekan setelah pulang bekerja, secangkir minuman hitam. Menikmatinya di kafe langganannya dengan pojokan ruang sebagai spot favoritnya dan jenis minuman yang selalu sama. Americano. Kopi espresso yang dicampur dengan air panas, sederhana dan tidak bermacam-macam. Cukup menggambarkan kepribadiannya yang tenang dan menyukai hal yang sederhana. Simple as usually.

Matanya tertuju pada jalanan yang ditampilkan dari kaca yang ada di sampingnya. Seakan tersadar, tangannya yang menggenggam cangkir kopi bergerak meraih sebuah buku catatan dan pena dari dalam ranselnya. Suasana kafe yang cukup ramai membuatnya menyalakan alunan lagu ballad untuk menjaga fokus inspirasinya. Perlahan mamtanya memejam mendengarkan alunan lagu klasik ballad yang mengalun dari earphone ponselnya. Tangannya menggerakkan pena untuk mulai menuliskan rangkaian peristiwa dengan berbagai tokoh yang sudah ada di dalam imajinasinya. Siwon mulai tenggelam dalam dunianya.

“Permisi”

Siwon tak bergeming. Seakan-akan kegiatan yang ia lakukan berbeda kutub dengannya sehingga membuat gaya tarik menarik yang cukup kuat untuk membuat matanya tak beralih dari lembaran kertas putih di hadapannya.

“Permisi”

Suara ketukan tangan di mejanya membuatnya tersadar. Ia melihat matanya menangkap segelas kopi di hadapannya. Dan tanpa perlu dikomando indera penciumannya berhasil mendapatkan aroma dari Mocha dari kepulan asap kopi tersebut. Minuman yang lebih familiar dengan nama Moccacino.

Matanya beralih pada sosok yang berhasil mengganggu kegiatannya dan mengganggu spot favoritnya di Sabtu malam yang cerah.

“Maaf” mata Siwon menangkap sepasang mata bulat yang tengah memandanginya dengan senyuman canggung. “Meja lain sudah penuh. Dan saya lihat hanya tersisa tempat duduk di sini. saya hanya sedang menunggu seseorang, mungkin tidak akan terlalu lama. Jadi, boleh saya duduk di sini?”

Siwon hanya menatapnya dalam diam. Sebagian dari dirinya menolak untuk siapapun mengganggu kegiatannya. Namun, melihat gadis berkuncir kuda dengan rambut sepunggung membawa satu ransel di punggungnya dan sebuah tas kecil di salah satu tangannya. Ingin sekali ia mengabaikan etika yang telah ibunya ajarkan selama ini. Namun, Siwon cukup tahu jika dirinya sudah terlanjur terdidik dengan baik dalam hal sopan santun.

Kepalanya bergerak mengangguk mempersilahkan gadis itu untuk menempati kursi di hadapannya. Mencoba menepis kemungkinan gadis itu akan mengganggu kegiatannya. Siwon menyeruput Americano di hadapannya sebelum memasang earphonenya dan kembali menghanyutkan diri dalam peristiwa yang nyata di dalam imajinasinya.

Gerak-gerik yang dilakukan sosok di hadapannya, tak ayal membuat konsentrasi Siwon sedikit tertuju padanya. Pandangannya menyapu pada sosok yang kini tengah mengeluarkan beberapa produk kecanggihan teknologi di abad ini. Tablet, smartphone dan power bank. Tipikal gadis modern yang tak tertinggal kemajuan zaman. Entah apa yang tengah dilakukan gadis itu.

Tangannya bergerak mengecek tab yang sudah ada di genggamannya. Mencoba membaca informasi yang ditampilkan dari benda kecil di hadapannya. Gadis itu menghela nafas setelah menyadari tak ada hal yang mendesak untuk saat ini.

Siwon segera mengalihkan pandangannya setelah mendapati gadis itu beranjak memasukkan gadget ke dalam tas kecil yang ada di hadapannya. Siwon telah cukup untuk dapat mengambil kesimpulan bahwa gadis di hadapannya ini adalah salah satu dari sekian banyaknya manusia korban dari kecanggihan teknologi, pekerja yang sangat sibuk sehingga melupakan esensi kehidupan yang semestinya. Salah satu dari fenomena kaum urban yang menyebabkan orang yang dekat terasa begitu jauh dan mereka yang berjuta mil justru terasa tanpa ada jarak.

Gadis itu bukan tak menyadari bagaimana intensnya tatapan Siwon yang ditujukan pada dirinya. Tapi ia terlalu malas untuk sekedar bertukar senyum untuk sekedar melakukan basa-basi. Setelah berhasil merampungkan kegiatannya, barulah ia berani untuk menatap sosok yang kini kembali berkutat dengan buku di hadapannya.

Alis gadis itu bertaut setelah menyadari kegiatan yang dilakukan pria yang ada di hadapannya. Ia lupa kapan terakhir kalinya ia menemukan pria muda yang sepertinya seumuran dengannya meluangkan waktu untuk menulis dengan pena. Ia bahkan lupa kapan terakhir kali ia meggunakan pena untuk membuat tulisan tangan yang cukup banyak setelah kehadiran dari tablet,laptop dan smartphone yang sudah menjamur.

Ia bahkan dapat melihat dengan jelas ponsel yang tergeletak di atas meja dengan earphone yang terhubung ke telinganya. Pria itu bahkan terlihat sedang menggumamkan sesuatu, itu berarti ponselnya tidak benar-benar kehabisan daya. Lalu mengapa pria itu justru memilih untuk menulis di atas buku catatannya daripada menyimpoannya sebagai draft dalam ponselnya?

Siwon mengangkat kepalanya dan menemukan gadis itu tengah menatap tepat ke arahnya. Selama beberapa detik pandangan mereka bertemu membat gadis itu menunduk malu karena merasa tak enak ketahuan. Siwon hanya terdiam karena sebelumnya ia juga telah melakukan hal yang sama.

“Maaf” gadis itu tersenyum kecil, “Saya hanya merasa heran dengan apa yang telah pena anda torehkan dengan tulisan sebanyak itu”

“Banyak?”

“Ya. Anda terlalu menikmati kegiatan untuk menorehkan tulisan di atas buku catatan anda”

“Oh” Siwon bergerak melihat bukunya. Ia tersenyum sekilas. “Menulis itu adalah salah satu kegiatan yang cukup menyenangkan bagi saya. Entahlah, saya hanya tidak ingin melupakan hal yang tradisional dan terlepas dari kecanggihan teknologi sejenak”

Gadis itu mengangguk, tersenyum dan memandang buku yang kini ada di pangkuannya dan tak sabar untuk segera ia tamatkan. Salah satu karya literatur kesukaannya.

“Dengan beberapa alat canggih yang sudah kau miliki, mengapa tak membaca e-book saja?”

“Saya menyukai aroma khas percetakan lembaran-lembaran buku tebal” jawab gadis itu “Selain itu membolak-balikkan halaman memberikan sensasi tersendiri daripada hanya sekedar menekan tombol next di layar tablet”

Siwon tersenyum mendapati jawabannya. Jadi, mereka sama-sama memiliki alasan untuk tetap melakukan hal tradisional di tengah invasi kecanggihan teknologi.

“Kau bukan pacifier, kan?” tanya Siwon penasaran dengan tawa kecil. Setelah berhasil menilik judul sampul yang ada di hadapan gadis itu. Ia sedikit terbawa suasana yang cukup mengesankan. “Kau suka dengan tema perdamaian dunia?” lanjut Siwon.

“Heum… Entah bagaimana rasanya jika aku berada di antara mereka yang masih saja berjuang untuk dapat hidup dengan aan dan damai” gadis itu berucap. “Di tengah kecanggihan teknologi di seluruh dunia, masih ada segelintir tempat yang bahkan belum dapat menghirup bebasnya kehidupan”

Siwon tersenyum dan mengangguik, “Kau reporter?”

“Bukan. Saya hanya seorang sekretaris di salah satu perusahaan” jawabnya, “Kau seorang penulis?”

“Saya seorang employee yang hobi menulis”

“Lalu, apa yang sedang kau tulis? Sebuah laporan pekerjaan?”

“Di kantor iya, tapi di luar mengenai banyak hal yang ada di benak saya”

“Wah… Dengan banyaknya tulisan yang telah kau torehkan, apa kau sudah menerbitkan sebuah buku?”

“Belum” Siwon bergerak menyeruput minumannnya “Aku hanya menerbitkannya di web pribadi”

“Aku juga memiliki web pribadi” seru gadis itu.

Siwon menatap gadis itu sekilas. Seorang penikmat literatur yang juga suka menulis. Ia tersenyum kecil. “Lalu apa yang kau tulis? Tentang perdamaian juga? Romance?”

Gadis itu mengayunkan tangan kanannya, “Tidak. Kebanyakan mengenai travelling. Dan lebih mengenai pengalaman pribadi”

Entah bagaimana ceritanya. Siown yang awalnya tidak begitu tertarik dengan sosok yang sudah mengganggu tempat favoritnya, kini malah terhanyut dengan percakapan mereka. Siwon dan gadis itu memiliki beberapa kesamaan dan membuat Siwon dengan mudah menerima segala ucapan yang dilontarkan gadis itu. Seperti minuman yang ada di depan gadis itu Moccacino. Menggambarkan sosok yang kreatif dan mudah bergaul.

“Kau suka diving?” tanya Siwon.

“Bagaimana kau tahu?” sebuah sneyuman menghiasi bibir Siwon. Ia dapat menyimpulkannya dengan melihat bagaimana kulit semu kecoklatan pada gadis itu.

“Hanya sebuah tebakan yang beruntung”

Gadis itu mengangguk, “Kau juga suka diving?”

“Aku lebih suka hiking

Untuk bebrapa saat mereka terdiam dan menikmati minuman mereka masing-masing.

“Jadi kita sama-sama memiliki kecintaan pada alam bebas” ungkap Siwon.

“Saya mengenal pesona alam lewat buku yang saya baca” papar gadis itu. “Dan dengan rasa penasaran saya yang juga menuntun saya untuk dapat mengunjungi tempat-tempat yang indah”

“Alam juga yang menginspirasi saya” Siwon mengangkat buku catatannya.

“Heuh… Alam begitu baik”

“Ya” ucap Siwon.

Matanya menerawang ke depan. Menikmati suasana perbincangannya dengan gadis di hadapannya. Lima belas menit yang cukup mengesankan. Tak ada yang dapat melanjutkan kegiatan yang sebelumnya ingin mereka lakukan.

Siwon melupakan alur cerita yang akan dituangkannya, begitupun dengan gadis itu yang bahkan belum membalik selembar halaman untuk dibacanya.

Hingga sebuah suara menginterupsi mereka.

“Hai sayang” seorang pria mendekati mereka dan memeluk gadi itu dan memberikan kecupan ringan di keningnya. “Maaf lama, aku terjebak macet”

“Tak apa” gadis itu tersenyum hangat dan memberikan moccacino miliknya “Tidak usah, aku sudah memesannya” tolak pria itu halus.

“Baiklah” setelah itu gadis meminum kopinya dan saat itulah Siwon menyadari ada sebuah cincin yang melingkar di jari manis kirinya.

“Double espresso sudah siap” teriakan dari meja counter menginterupsi kegiatan mereka. Pria di hadapan Siwon berdiri dan menatap gadis itu sekilas, “Pesananku sudah jadi. Bisa kita pergi sekarang?”

Gadis itu mengangguk singkat, “Maaf, saya pergi dulu”

Siwon mengangguk sambil mengangsurkan buku padanya, “Jangan sampai tertinggal”

Gadis itu meraihnya dan tersenyum kikuk, “Terimakasih”

Dan ia pun pergi bersama pria itu yang tengah menggenggam tangannya erat. Tangan kiri pria itu juga berhiaskan sebuah cincin yang memiliki model yang sama seperti milik gadis itu. Penikmat espresso, sosok yang ramah, adaptif dan pekerja keras seperti dirinya.

Siwon meraih ponsel saat terdengar nada dering yang sudah berkoar-koar memanggilnya. Dari Lee Donghae.

“Siwon! Kau ada dimana? Aku terjebak macet” seru Donghae, ada nada kesal di ucapannya.

Siwon menjawab, “Masih di kafe tapi akan segera pulang”

“Heh? Lalu bagaimana dengan traktirannya?”

“Tidak jadi”

“Dasar gila! Kau gila! Siapa tadi yang membujukku untuk menghilangkan stres dari kerjaan menumpuk? Dan sekarang aku terjebak macet justru semakin stres. Dasar!”

Siwon menarik nafas panjang mendengar rentetan sumpah serapah yang keluar dari mulut Donghae, “Maaf, hanya mendadak aku kehilangan selera. Lain kali aku akan mentraktirmu. Dan selamat menempuh kemacetan”

Siwon memutuskan panggilannya. Ia jamin pria itu pasti sedang mengumpat tak karuan setelahnya. Mungkin, beberapa jam lagi, Donghae akan muncul di hadapannya untuk sekedar mendengarkan cacian dari mulutnya.

Siwon mengambil gelas Americano dan menyeruput isinya. Mendadak ia merasa menjadi sedikit melankolis. Didukung dengan lagi di kafe yang memutar lagu ballad. Tiba-tiba ia merasa ada yang aneh pada dirinya.

Entahlah, Siwon hanya tiba-tiba merasa ada yang hampa.

.

.

.

.

.

.

.

Sesampainya di dalam mobil. Gadis itu membuka lembaran buku yang tadi akan dibacanya. Tangannya terhenti saat mendapati secarik kertas dengan dua barisan tulisan rapi di dalamnya.

 

Impress chat, inexact time

Wish for imperishable wedding to you,Choi Siwon

 

Ia bahkan belum sempat berkenalan dengannya. Ia segera meraih kertas itu dan membuangnya di tempat sampah di dalm mobil sebelum hatinya merasa goyah.

 

.

.

.

.

.

END

 

 

Hahaha… ini ff Cuma iseng-iseng aja, karena saya merasa silau dengan ketampanan Siwon yang udah menghilangkan brewoknya *digetokSiwon* kan jadi nggak asik kalo udah keliatan tampan *digorokSiwon*

Oke terimakasih sudah meluangkan waktu untuk sekedar membaca tulisan gaje lain dari saya

Pst…pernah di post di https://specialelfsilversea.wordpress.com/

Jika berkenan melihat tulisan gaje yang lain silahkan di klik ya 😀 *maaf numpang promo dikit*

 

5 Comments (+add yours?)

  1. ElvaZavier
    Nov 27, 2015 @ 14:08:03

    ohoo … siwon yg malang. Kena syndrom love at the firs sight tp gak kesampaian. udah patah hati aja sebelum tahu namanya. wkwk …
    kasihan donghae di-php in.. wkwk .. 😀

    Reply

  2. chintya
    Nov 27, 2015 @ 14:19:10

    haha keren ne ff na, kasian oppa ku jua… author hebat dech pokok nya feel nya dapat.. tetap berkarya yaaa…:)

    Reply

  3. L
    Nov 27, 2015 @ 15:55:22

    wowww nicee~ aku suka aku suka

    Reply

  4. i'm2IP
    Nov 29, 2015 @ 20:00:57

    Simple tapi menarik.. heheheh.. good job^^ n tetap berkarya 🙂

    Reply

  5. Laili
    Dec 02, 2015 @ 05:36:27

    kacian…. Siwon yg malang.
    Ceritanya simple, mengalir gitu aja, tapi membekas bener di ingatan. Good job…
    Keep writing ya, thor… 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: