[Siwon’s Day] Only You

PicsArt_11-09-03.52.01

Title: Only You

Author: SungRIMIn

Cast:

  • Choi Siwon
  • Park Sungrin OC

Genre: Sad

Lenght: Oneshoot

Rating: General

***

Aku berdiri dihadapan cermin. Terlihatlah sosok diriku yang mengenakan setelan jas resmi berwarna putih. Aku tersenyum melihat penampilanku di cermin. Mengingat hari ini adalah hari yang sangat penting bagiku, dan juga Sungrin, kekasihku. Ah tidak, bukan kekasih, aku juga tak bisa mengartikannya. Park Sungrin adalah wanita berusia 23 tahun, dan hari ini ia berulang tahun yang ke 23. Ia merupakan pasienku di Rumah Sakit Jiwa.

Ia mengalami depresi sejak berumur 20 tahun. Aku mulai merawatnya sejak ia berumur 22 tahun. Saat aku bertemu dengannya, ia langsung memelukku, dan menganggapku sebagai mantan kekasihnya yang telah tiada. Ya, bisa dipahami kalau Sungrin depresi akibat ditinggal mati kekasihnya. Sampai-sampai ia menganggapku sebagai kekasihnya. Bermula dari situlah, aku mulai mencintainya. Padahal aku sendiri tahu, bahwa Sungrin mencintaiku karena ia menganggap aku kekasihnya, yang bernama Lee Donghae.

Setelah dirasa sudah siap, Aku segera pergi ketempat dimana aku akan merayakan ulang tahun Sungrin. Tempat yang sangat romantis, dan tempat dimana hanya ada Aku dan Dia.

***

Aku bersembunyi dibalik dinding restoran yang telah ku pesan hanya untukku dan Sungrin. Mataku tak lepas dari sesosok gadis cantik yang mengenakan dress berwarna cream. Dia Sungrin, saat ini ia sedang berkutat dengan handphone nya sambil sesekali memainkan bibirnya. Hatiku berdegup kencang, padahal jarak diantara kami terhitung jauh. Aku menghirup nafas panjang, sebelum keluar dari tempat persembunyianku.

“Saengil chukka hamnida… Saengil chukka hamnida… Saranghaneun Park Sungrin.. Saengil Chukka hamnida…” aku berlutut dihadapannya, memberikan sebuket bunga untuknya. Sungrin tak menyukai kue ulangtahun, makanya tak ada kue ulangtahun di perayaan ultahnya.

Sungrin membekap mulutnya, ia tak percaya aku akan memberikan kejutan seperti ini. Ia sangat menyukai bunga, apapun jenis bunga tersebut, ia akan menyukainya. Sungrin mengambil buket bunga dari tanganku. Menghirup aromanya lalu tersenyum padaku.

“Gomawo. Aku sangat menyukainya!” aku berdiri berhadapan dengannya. Mengusap kepalanya lembut.

“Apapun akan ku lakukan untukmu!” aku tersenyum tulus. Senyum yang hanya aku berikan untuknya. Aku pun mempersilahkan Sungrin duduk kembali.

“Apa kejutan ku kurang romantis?” aku memulai pembicaraan. Terlihat Sungrin sedang melihat interior Restoran yang telah ku pesan.

“Tidak juga.” Ia menggelang. “Apa kau sengaja memesan restoran ini hanya untuk kita berdua?” Sungrin mencondongkan wajahnya lebih dekat denganku, menatapku dengan intens.

“Ne..” aku tertawa kecil.

“Kau sangat boros!” Sungrin melipat kedua tangannya. Menyandarkan punggungnya disandaran kursi.

“Apa kau mau lobster?” pertanyaanku kali ini membuat Sungrin ceria kembali. Karena Sungrin sangat menyukai lobster.

“Ne.. ne!!” Aku menepuk kedua tanganku, mengisyaratkan pada pelayan agar membawakan Lobster untuk kekasihku.

“Tadaaa… ini dia Lobster mu tuan putri!” Aku memberikan sepirin Lobster untuk Sungrin yang terlihat berbinar. Ia mencium aroma sedap dari makanan tersebut dan bersiap untuk menyantapnya.

“Apa kau sudah baikan?” aku bertanya dengan hati-hati.

“Aku sudah sembuh total.” Ia tersnyum dan mulai memakan potongan lobster nya. Aku terhenyak saat mendengar perkataanya. Itu berarti, ia tak menganggapku sebagai mantan kekasihnya lagi. Ada perasaan sedih yang mencuat dalam diriku. Tapi, Apa yang aku bicarakan? Bukankah itu bagus?

“Kau kenapa? Bukankah seharusnya kau terlihat senang?”

“Ah ne, aku sangat senang!” ia tersenyum kembali, lalu melanjutkan makannya.

Aku mengeluarkan sesuatu didalam saku celanaku. Sebuah kotak berbentuk hati. Ya, hari ini aku beniat untuk melamarnya.

“Sungrin-ah!” aku memegang tangannya. Membuat ia kaget dan menghentikan aktifitasnya.

Aku mengamit tangannya sambil terus memandang wajahnya. “Hari ini, di pesta ulangtahunmu, aku berniat untuk mengakhiri hubungan kita. Aku ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupku selamanya. Mempersatukan kita kedalam ikatan pernikahan. Aku ingin memakaikan cincin pertunangan ini di jari tengahmu, Sungrin-ah!” aku tersenyum memandang Sungrin yang masih shock. Aku mulai mengambil cincin tersebut dan mencoba mengaitkan nya di jari tengah Sungrin.

“Aku tidak bisa, Choi Siwon-ssi!” ia menarik tangannya yang sedari tadi aku genggam. Inilah saat yang sangat menakutkan bagiku. Aku terdiam memandangnya, sudah aku prediksi ini akan terjadi.

“Sekarang, Aku sudah sembuh Siwon-ssi! Ah bukan, Dokter Choi! Aku sudah tidak gila lagi.” Sungrin terdiam sejenak. “Aku mencintaimu karena aku mengganggapmu sebagai Lee Donghae, mantan kekasihku. Tapi sekarang dimataku, kau tetaplah Choi Siwon, seorang Dokter jiwa yang dengan senang hati merawatku yang depresi 3 tahun lamanya. Seorang Dokter yang mau, menjadikan dirinya sebagai orang yang kucintai. Aku sangat berhutang budi padamu, Dokter Choi!” ia tertunduk, tak ada buliran air mata yang keluar dari pelupuknya. Berbeda denganku, yang sudah banjir dengan air mata.

“Aku ingin membalas perasaanmu, tapi, aku tak bisa. Karena, dihati ini, masih tertulis nama Donghae dan tak ada seorang pun yang bisa menghapusnya. Maafkan aku, karena telah menumbuhkan cinta dihatimu, untuk seseorang yang jahat karena tak bisa membalas perasaan sesorang yang teramat baik padaku.”

Aku menggeleng lemah, “Tidak, kau bukan orang jahat. Aku yang salah, karena aku terlalu terbawa perasaan. Seharusnya aku menyadari, bahwa cintamu hanya untuk Donghae, bukan untukku. Maafkan aku!”

Hening sejenak, sampai akhirnya Sungrin membuka suaranya lagi. “Hari ini, aku akan melanjutkan S1 ku di Jepang. Dan ini, adalah pertemuan terakhir kita.” Tutur Sungrin. aku sudah tak peduli lagi apa yang dibicarakan Sungrin. Bukan aku membencinya, hanya saja, aku benar-benar benci terhadap diriku sendiri. Toh, walaupun dia pergi atau tidak, hatinya tak akan berpaling dari Donghae, dan tak akan melihatku.

Sungrin mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah kacamata hidam yang sangat elegan. “Ini adalah hadiah dari ku!” aku mengambilnya dari Sungrin dan melihat betapa mewahnya kacamata ini.

“Itu adalah kacamata Donghae yang tertinggal dirumahku sehari sebelum kepergiannya. Aku sengaja memberimu karena ini adalah pertemuan terakhir kita. Semoga kau bisa menemukan gadis lain yang jauh lebih baik dibanding diriku. Sama sepertiku, setelah Donghae meninggal, aku menemukan kau yang sangat baik padaku!”

‘Walaupun kau tak mencintaiku.’ Aku menambahkan kalimat Sungrin dalam hati. Aku mendesah kuat, aku berharap, aku akan segera mendapat pengganti dirimu, Sungrin-ssi.

“Tahun depan, aku akan merayakan ulangtahun ku di Paris. Semoga kau bisa datang ke Paris, dan kita bisa bertemu lagi!” aku tersenyum melihat dirinya tersenyum. Ia benar-benar tidak mencintaiku. Ia terus bersikap tenang selama ia mengungkapkan isi hatinya.

Ia melihat jam putih ditangannya, menunjukkan pukul 19.30. “Aku pergi dulu ya! Aku bisa terlambat sampai bandara!” ia bangkit dari duduknya, begitu juga aku. Aku menatapnya yang sangat terburu-buru sekali.

“Sungrin-ssi!” Aku memanggilnya. Ia menoleh padaku. “Saranghaeyo!”

Ia tersenyum padaku, “Aku pergi, Siwon-ssi!” ia melambaikan tangannya padaku. Bahkan ia sama sekali tak membalas pertanyaanku. Ia berkata jujur, ia sama sekali tak mencintaiku

***

“Sungrin-ah, jika hubungan kita putus, apa kau akan langsung mencari pengganti diriku dalam beberapa hari?”

“Tidak! Aku akan mencari penggantimu setelah 4 tahun kita putus!”

END

Maaf maaf banget ya readers karena feel nya ga dapet. Sumaph aku pusing banget mikir kata-kata yang bagus buat nyusun FF ini. Sorry bangetL tapi tetep RCL y guyssss!! Gamsahamnidaaaaa!!!!:)JJ

2 Comments (+add yours?)

  1. i'm2IP
    Nov 29, 2015 @ 20:11:43

    Huwwooohh.. ff nya singkat sekaliii.. kasian siwon oppa daripada ditolak mending ke aku ajaa.. #ditimpuk elf terutama siwonest Xp..

    Reply

  2. novitiac
    Dec 13, 2015 @ 22:14:00

    Kirain bakal panjang…. ehh ternyata singkat 😂
    Tapi gak apa, makasih author uda meluangkan waktunya untuk menulis ff ini 😊

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: