[Siwon’s Day] She

images (7)

[Siwon’s Day] SHE

(Siwon’s Version)

 

Title        : She (Siwon’s Version)

Author  : Raesa_me

Cast        : Choi Siwon

Lee Raesa

Genre    : Romance

Lenght  : One shoot

 

***

 

 

She maybe the face i can’t forget

The trace of pleasure or regret

Maybe my treasure or the price i have to pay

 

Jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 17.10. Itu artinya aku sudah terlambat 10 menit dari janjiku. Pemandangan bunga sakura yg berguguran disekitarku tak bisa mengalihkan pikiran dan hatiku dari sosok yg akan segera kutemui. Aku tau memang jika dia sangat tidak suka dengan kata ‘terlambat’, tapi jika menunggu sambil menikmati indahnya musim gugur, kurasa dia tidak akan marah. Karena aku tau pasti betapa sukanya dia pada musim ini.

Jantungku berdetak tak karuan mengingat sebentar lagi aku akan bertemu dengannya. Langkah kakiku mempercepat dirinya sendiri. Persis seperti anak kecil yg tak sabar ingin membeli mainan mobil mobilan yg baru. Konyol memang. Padahal hari ini, hubungan kami tepat 3 tahun. Umurku bahkan sudah 31 tahun. Tapi sikapku masih seprti remaja yg baru mengenal cinta.

Kuhentikan langkah kakiku saat melihat sosoknya yg hanya berjarak sekitar beberapa meter dari tempatku. Senyum mengembang diwajahku. Dia sedang menengadahkan wajahnya melihat kelopak-kelopak bunga sakura yg berguguran dari ranting-ranting pohon diatasnya. Senyum kekanakannya muncul saat melihat salah satu kelopak itu jatuh di telapak tangannya.

Ya Tuhan,, dia terlihat seperti anak kecil dengan tingkah dan raut wajah itu. Dia benar2 menikmati musim gugur. Rambut lurus lembutnya berkibaran dihembus angin. Tangan mungilnya menyampirkan helaian rambut yg menghalangi pandangannya ke balik telinganya. Wajahnya masih penuh senyum. Sesekali dia tertawa kecil saat dia meniup kumpulan kelopak sakura di telapak tangannya.

Bagiku dia jauh lebih indah dari pemandangan indah disekitarnya. Mataku benar-benar terpaku pada sosoknya. Senyum masih terus tercetak diwajahku, hingga kurasa sepertinya ujung bibirku sampai ke dekat telingaku. Tuhan benar-benar Maha Indah, karena menciptakan makhluk seindah dirinya. Ya Tuhan, aku benar-benar beruntung bisa memiliki hatinya.

Rasanya kakiku ingin segera berlari ke arahnya dan segera meraihnya dalam rengkuhanku. Memeluknya dan menyimpannya agar aku bisa menikmati keindahannya setiap saat. Dengan perlahan aku mencoba menggerakkan kakiku hingga kini aku sudah berdiri selangkah disampingnya. Ya Tuhan, bahkan dia jauh lebih indah, luar biasa cantik, dengan jarak sedekat ini.

She maybe the song that summer sings

Maybe the chill that autumn brings

Maybe a hundred different things

Within the measure of a day

 

Oh tidak, jantungku. Dia berdetak keras sekali. Yak, choi siwon, jangan permalukan dirimu seperti ini.

“Raesaya,,” panggilku. Ugh,, rasanya leherku tercekat. Kuharap dia tak menyadari kegugupanku.

Dia berpaling menatapku. Dan saat dia berbalik, aku benar-benar terpaku. Terpesona padanya. Ini benar-benar gila. Kenapa dia bisa seperti semakin cantik setiap harinya. Apa yg sudah dia lakukan padaku. Dan aku mungkin sudah gila, karena aku bisa melihat seperti ada cahaya yg berpendar disekitarnya. Ya Tuhan,, apa dia benar2 manusia? Apa dia bukan bidadari? Lihatlah senyumannya menawanku. Senyum terindah yg pernah ada didunia, kurasa.

“Menikmati musim gugur sayang?” godaku padanya.

Aku yg terlalu percaya diri atau apa, tapi aku seperti melihat dia terpesona padaku. tatapan matanya seperti penuh cinta padaku. Dan hei,, aku melihat ada rona merah yg menyebar diwajahnya.

Dengan tangan kiriku kuraih dia merapat padaku. Ups, kurasa ini salah. Perbuatanku malah semakin mengacaukan sistem di tubuhku. Harum tubuhnya menguar di indera penciumanku. Dan argh,, ini membuatku gila. Darah ditubuhku berdesir begitu hebat. Apalagi aku juga bisa mendengar degup jantungnya yg berdetak keras. Sama sepertiku.

Tangan kiriku masih dipinggangnya. Dan tangan kananku mengusap rambutnya yg lembut. Kusampirkan helaian rambutnya yg menutupi wajah indahnya ke belakang telinganya. Mataku lagi-lagi terpaku pada pemandangan indah didepanku. Dengan lesung dipipinya yg timbul saat dia tersenyum, dengan rona merah di wajahnya, membuatku seakan ingin menelannya.

Kukecup keningnya. Kulakukan dengan segenap perasaanku. Aku ingin menyampaikan semua perasaanku lewat kecupanku. Aku benar-benar sudah terlalu jauh jatuh dalam pesonanya.

She maybe the beauty or the beast

Maybe the feminime or the feast

 

Dia adalah Lee raesa. Yeoja yg sudah 3 tahun ini menjadi pusat duniaku. Sosok wanita sederhana. Dia memang tak secantik atau seseksi anggota girlband itu, tapi dia mempesona dengan caranya sendiri. Mata elangnya, bibir penuhnya, lesung di pipi kanannya, hidung mancungnya, pipi chabbinya, dan itu semua terbentuk alami. Paduan itu membuatnya indah, cantik dengan caranya sendiri. Tanpa perlu polesan make up sekalipun. Dan dia punya kecantikan lain, inner beauty, yg luar biasa. Kepribadiannya yg membuatku begitu jatuh padanya.

Kulihat wajahnya semakin merona setelah aksiku tadi. membuatku mengulum senyum melihatnya. Responnya selalu begitu tiap kali aku melakukan skinship apapun padanya. Bahkan hanya mengecup keningnya seperti tadi. Padahal aku sudah sering melakukan ini. Aah,, tidakkah kau sadar choi siwon, kau juga begitu.

“Kenapa respon tubuhmu selalu seperti ini sayang? Bahkan aku Cuma mengecup keningmu.” Kuraih dia dalam pelukanku. Aku tertawa merasakan respon tubuhnya padaku. Geli sekaligus bangga pada diriku sendiri karena berhasil membuatnya merona terpesona padaku. Hanya padaku.

Kurasakan dia menenggelamkan wajah meronanya didadaku. Dia malu kurasa. Aku semakin tertawa. Senang mengetahui dia juga punya perasaan yg sama denganku. Bahkan tubuhnya pun begitu. Kueratkan pelukanku. Dia wanitaku. Hanya milikku.

“Kau berhasil membuatku selalu jatuh cinta padamu lagi dan lagi sayang,,” bisikku lembut.

Darahku berdesir saat aku mengatakannya. Dia benar2 membuatku selalu merasa jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi di tiap harinya.

“Saranghae,,” kuucapkan dengan lembut kata paling indah didunia itu.

“Nado saranghae siwon oppa,,” balasnya tak kalah lembut. Ugh,, rasanya ada kembang api di atas kepalaku saat aku mendengar ucapan balasannya itu. Aku seperti mendapat kemenangan yg paling berharga, tak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini. Dirinya.

May turn each day into a heaven or a hell

 

Ingatanku seperti berputar ke beberapa tahun lalu, saat dia meminta utk berpisah dariku. Hanya karena alasan konyol, dia merasa tak sebanding denganku, yang katanya adalah sosok yg sempurna. Itu adalah saat paling kelam dalam hidupku. Mendengar ucapan perpisahannya kala itu, membuatku sesak napas. Sepertinya oksigen menghilang dari udara dan jantungku berhenti berdetak. Dunia seperti kiamat saat itu.

“Berhenti berpikiran konyol seperti itu. Ku mohon sayang, jangan pernah mengucapkan kalimat mengerikan itu lagi, apapun alasannya. Kau sempurna untukku sayang. Aku sangat mencintaimu sayang, kau adalah nafasku. Jadi kumohon jangan pernah menjauh dariku. Jangan pernah pergi dariku. Aku. Sangat. Mencintaimu sayang.” Ujarku saat itu dengan emosi yg bertumpuk tumpuk, marah, kecewa, sedih dan takut.

She maybe the mirror of my dream

A smile reflected in a stream

She may not be what she may seem

Inside her shell

 

Tak ingin mengingat terlalu lama masa gelap itu. Aku memilih meraih tangannya, menggengamnya dan menariknya berjalan disisiku. Hari sudah semakin sore. Aku akan membawanya ke salah satu tempat favoritnya juga. Aku bisa merasakan tatapannya masih mengunciku dari ujung mataku. Sesekali aku juga menatapnya dan tanpa diminta wajahku memberikan senyum terindahku untuknya. Tanganku masih terus menggenggam erat tangannya.

Ah,, kami sudah sampai. Ini adalah spot terbaik di taman tepi sungai han untuk melihat sunset. Salah satu kegiatan favorit wanita tercintaku ini. Kubimbing dia utk duduk di salah satu kursi taman. Tatapannya yg sejak tadi terkunci padaku kini beralih menatap matahari yg sudah berada diujung kaki langit. Aku duduk merapat padanya. Suhu sedikit dingin, jadi kuharap aku bisa sedikit memberi kehangatan padanya.

She who always seem soo happy in the crowd

Whose eyes can be so private and so proud

No one’s allowed to see them when they cry

She maybe the love that cannot hope to last

May come to me from shadows of the past

But i’ll remember till the day i die

 

Kurasakan kepalanya bersandar pada bahuku. Reflek lengan kekar kananku segera merangkul bahunya agar nyaman bersandar di tubuhku. Kukecup puncak kepalanya. Harum apel dan mint dari rambut dan tubuhnya kembali menguar di hidungku. Ini jadi salah satu wewangian favoritku.

“Gomawo oppa,,” keningku berkerut menatapnya yg mendongak menatapku. Wanitaku ini termasuk sosok yg mungil.

“Untuk apa?”

“Semuanya. Terima kasih sudah mencintai rae, dan mengijinkan rae utk mencintai oppa. Terima kasih untk smua yg sudah oppa lakukan untuk rae.” Ujarnya. Senyum indahnya kembali kulihat.

“Ani. Harusnya oppa yg berterima kasih karena rae masih mau berada disisi oppa sampai saat ini. Meski kita melewati banyak masa sulit, tapi rae masih bersedia bertahan untuk oppa. Terima kasih banyak sayang.” tulusku

“Dan ini sudah genap 3 tahun kebersamaan kita. Dan oppa harap kita akan terus merayakannya di tahun2 berikutnya. Happy anniversary sweet heart.” Lanjutku. Tak terasa sudah selama itu.

Ya Tuhan, apa ini? Aku melihat ada air mata yg keluar dari sudut matanya. Berani sekali dia keluar dan membasahi pipi chabbi kesayanganku. “Happy anniversary too oppa,,” balasnya.

Dengan lembut jariku menghapus air mata dari wajah indahnya. Kemudian ku kecup keningnya, kemudian kedua pipinya. Aku benci melihat wajahnya basah oleh air mata. Hatiku seperti teriris melihat air matanya.

Kami masih saling bertatapan, mengatakan seluruh perasaan kami lewat tatapan hangat kami hingga kemudian beralih ke matahari yg sudah berada diujung garis sungai. Tinggal sedikit lagi hingga dia tak akan terlihat lagi. Aku mengajaknya berdiri menikmati saat2 matahri tenggelam. Aku beralih kebelakang tubuhnya. Kedua lenganku segera meraih tubuh mungilnya dalam dekapanku.

Merasakan dia dalam dekapanku seperti ini, kurasa hidupku sudah sempurna. Aku merasa cukup. Dan rasanya semua masalahku menghilang, itu semua seprti buih dilautan. Banyak tapi tak berarti apa-apa. Membayangkan hidupku tanpanya, kurasa itu berarti neraka dalam hidupku. Aku akan kehilangan duniaku, nafasku. Tidak, tidak akan kubiarkan dia pergi. Aku harus memastikan dia akan selalu berada dalam jarak pandangku. Memastikan dia akan selalu berada disisiku sampai kapanpun.

She maybe the reason i survive

The why and wherefore i’m alive

 

Kubalikkan tubuhnya agar aku bisa menatapnya. Kukunci tatapannya padaku. kuharap dia bisa melihat kesungguhan dan ketulusan ditiap ucapanku.

“Rae,, bersediakah rae untuk selalu, selamanya berada disisi oppa? Tetap disisi oppa untuk selalu mendukung oppa, tetap bertahan bersama oppa bagaimanapun kondisinya. Bersediakah rae utk tetap selamanya memberikan seluruh rasa cinta dan kepercayaan rae utk oppa?” jantungku berdetak kencang.

Aku butuh air. Tenggorokanku terasa sangat kering sekarang. Aku benar-benar gugup. Aku memang merencanakan utk melamarnya hari ini. Mengikatnya dengan ikatan terkuat.

“Oppa,,”

“Maukah rae utk tumbuh dan menua bersama oppa? Bersediakah rae utk menjadi ibu dari anak2 oppa?”

“Would you marry me?” akhirnya kalimat itu berhasil kuucapkan.

 

The one i’ll care for through the rough in many years

Me i’ll take her laughter and her tears

And make them all my souvenirs

For where she goes i’ve gotta to be

Dan kuharap aku mendengar jawaban yg kuinginkan. Jantungku,, dia seprti habis berlari marathon. Choi siwon, jangan sampai kau pingsan hanya gara2 ini. Konyol sekali aku kalau sampai itu terjadi. Kenapa dia lama sekali menjawabnya. Tidak mungkinkan dia menolakku. Aku tau dia juga begitu mencintaiku.

Akhirnya aku melihat dia mengangguk. Meski ada air mata yg keluar dari sudut matanya, lagi. Tapi aku melihat senyum tulus penuh cintanya di wajahnya. Dia menerimaku. Ya Tuhan, dia menerimaku. Aku akan segera menikah denganya. Ini benar-benar kemenangan terbesarku.

Kuraih dia dalam pelukan terhangatku,“Gomawo,, terima kasih banyak sayang,,” bisikku.

Terima kasih sayang, karena sudah bersedia memberikan cintamu padaku. Aku berjanji pada diriku sendiri akan melakukan apapun, sebisaku, dengan segala kemampuanku utk selalu menjagamu, membahagiakanmu dan akan selalu mencintaimu samapai kapanpun. Terima kasih sayang.

 

The meaning of my life is she

She oooh she

 

 

    END

 

 

 

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Hwang Risma
    Dec 01, 2015 @ 20:17:19

    Omo sweet banget, ditambah lagu she yg emang lagu romamce kesukaanku semenjak leeteuk nyanyiin di sushow*hehe
    Feel romancenya kena banget buat aku dan siwon cocok juga yah karakternya disini hihi
    Good job, ditunggu next ffnya authornim ^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: