[Siwon’s Day] Ways To Say Goodbye

Ways to say goodbye-1

Tittle              : Ways To Say Goodbye

Author            : Jae407

Cast                : Choi Siwon, Han Jae Kyung (OC)

Support Cast : Han Sang Hyuk VIXX , Kim Hyun Kyung

Genre                         : AU,Sad, Angst, Romance

Disclaimer     : FF ini murni dari pemikiran saya. Selain OC, cast adalah milik Tuhan, orang tua, dan fans. Hati – hati ranjam typo bertebaran dimana – mana.

***

Siwon meregangkan tangannya hingga melewati batas kepala. Badannya terasa pegal. Benar saja, sedari pagi ia hanya duduk didepan layar monitor komputer jinjing miliknya, menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk.

Ia menoleh menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Benarkah selama itu ia berdiam diri di ruang kerja miliknya ?

Pria itu melepaskan kaca mata yang bertengger di atas hidung mancungnya. Sesekali ia mengedipkan – kedipkan matanya. Wajahnya pun sudah terlihat sangat lelah. Ia benar – benar membutuhkan waktu yang cukup untuk beristirahat. Namun, tumpukan dokumen yang masih tersisa pada sisi mejanya membuatnya menggelengkan kepalanya dan berusaha mengabaikan rasa lelahnya.

Ia berdiri dan berjalan menuju dapur berencana membuat secangkir kopi panas. Sembari menunggu air panas, ia menarik sebuah kursi makan kemudian ia duduk menyandar. Kedua matanya menerawang keluar jendela. Diluar sana hujan tengah turun sangat lebat. Sejak kapan hujan turun ? Bahkan ia sendiri tidak mendengar rintik hujan turun. Sepertinya pekerjaannya benar – benar menyita seluruh perhatiannya, hingga ia tidak menyadari jika hujan sudah turun sejak tadi sore.

Tutt..tutt…

Suara itu berasal dari sebuah teko yang digunakannya untuk memasak air. Dengan segera ia bangkit dan mematikan kompor listriknya, kemudian menuangkan air panas itu kedalam cangkir putih yang sudah ia siapkan sebelumnya.

Setelah semuanya selesai, ia kembali menuju ruangan tempatnya mengurung diri seharian ini. Ia meletakkan cangkir yang dibawanya pada sisi meja yang lainnya. Baru saja ia ingin kembali menfokuskan kedua matanya pada layar monitor kerja miliknya, sebuah kedipan lampu yang berasal dari ponselnya cukup membuatnya penasaran.

Tangan kanannya terulur meraih benda yang sedari pagi belum terjamah olehnya. Puluhan panggilan dan pesan singkat dari orang yang sama memenuhi isi layar ponselnya.

Han Jae Kyung. Gadis yang sudah beberapa waktu terakhir ini diabaikan olehnya. Bahkan hari ini ia sama sekali tidak mengangkat panggilan atau membalas semua pesan yang dikirimkan untuknya. Ia sangat yakin, gadis itu pasti mengkhawatirkan keadaannya saat ini. Lalu apa pria itu akan menghubunginya dan segera meminta maaf ? Sepertinya tidak. Pria itu justru memilih mematikan ponselnya dan kembali berfokus dengan pekerjaannya.

********

Sinar matahari mulai menelisik melalui celah – celah tirai. Suara kicauan burung terdengar nyaring. Perlahan Siwon mulai mengerjapkan matanya yang masih terasa berat. Sepertinya semalam ia tertidur di ruangan ini. Kedua matanya melirik jam dinding yang menujukkan pukul sembilan pagi. Dengan segera ia bangun dan segera berjalan tergesa keluar ruangan dan menuju kamar mandi. Ia lupa jika jika setengah jam lagi aka nada meeting di kantornya namun, langkah pria itu terhenti saat ia menemukan sosok gadis tengah sibuk menata piring dan beberapa masakan diatas meja makannya.

“Jae ?” serunya.

Gadis itu menoleh, kemudian ia tersenyum hangat. “Oh, kau sudah bangun ?”

Siwon mengangguk. “Sejak kapan kau ada disini ?”

“Setidaknya sejak dua jam yang lalu.”

“Lalu kenapa kau tidak membangunkanku ?”

“Kau terlihat sangat lelah. Aku yakin seharian kemarin kau sama sekali tidak memberikan waktu untuk tubuhmu beristirahat.”

“Tetap saja kau seharusnya membangunkanku. Aku ada meeting pagi ini.”

“Aku sama sekali tidak tahu akan hal itu. Kau tidak mengatakan padaku. Bahkan semua panggilan dan pesan dariku kau abaikan.”

Aish. Haruskah mereka berdebat pagi ini ? Rasanya tidak mungkin. Kali ini akan lebih baik jika Siwon mampu meredam emosinya untuk tidak memulai perdebatan dengan gadis-nya itu. Pria itu akhirnya memutuskan untuk pergi dan mempersiapkan diri secepat mungkin jika ia tidak ingin telat dalam meeting pagi ini.

Sementara Siwon tengah berada di dalam kamar mandi, Jae Kyung sengaja menyelinap masuk ke dalam kamar pria itu kemudian menata pakaian yang akan dikenakan oleh kekasihnya pagi ini. Sebenarnya ini bukanlah sifat asli yang dimiliki Jae Kyung, menjadi gadis yang sedikit manis dan mau membantu Siwon untuk berbenah diri namun saat ia melihat pria-nya benar – benar sedang tidak dalam kondisi yang tidak stabil seperti saat ini, ia pikir apa yang dilakukannya saat ini akan sedikit membantu.

“Aku sudah menyiapkan bajumu. Jadi segeralah berbenah. Aku menunggumu untuk sarapan”, teriak Jae Kyung dari luar kamar mandi sebelum akhirnya ia kembali ke dapur.

Tak butuh waktu lama, Siwon terlihat keluar dari kamar. Pria itu sedikit merapikan kancing pada ujung lengan bajunya. Ia menghampiri Jae Kyung yang sudah duduk manis menunggunya.

“Maaf sepertinya aku terlambat. Aku harus segera pergi.” ujarnya. Pria itu kemudian berjalan menuju ruang kerjanya dan kembali sembari menenteng tas serta jas ditangannya. Ia berjalan mendekat kearah Jae Kyung lalu memberikan kecupan sekilas pada puncak kepala gadis itu sebelum akhirnya melenggang pergi keluar.

Sementara Jae Kyung hanya menatap punggung Siwon yang semakin menjauh dengan tatapan tidak bisa diartikan.

********

“Kau bisa mendengarku, Jae ?” Hyuk mengibaskan tangannya tepat didepan wajah Jae Kyung. Sedari tadi gadis itu nampak tidak fokus dengan apa yang dikerjakankannya saat ini. Bahkan ia sama sekali tidak mempedulikan saudara lelakinya, -Han Sang Hyuk- yang sedari tadi mengajaknya berbicara kesana kemari.

“Jae – ah. Ada apa denganmu ? Aku sedang berbicara denganmu tapi kau justru mengabaikanku ? Kau ini benar – benar.” Hyuk mulai melayangkan protes pada saudari perempuannya yang sedari tadi mengabaikannya namun, gadis itu sama sekali tidak memberikan respon. Hingga akhirnya Hyuk mulai hilang kesabaran, hingga kemudian ia menyentil dahi Jae Kyung dengan sangat keras hingga gadis itu menjerit.

Ya! Apa yang kau lakukan ? Kau ingin mati, eoh ?” ujar Jae Kyung garang.

“Mati ? hahaha. Seharusnya aku yang melontarkan pertanyaan itu untukmu” jawab Hyuk tak mau kalah.

“Aku sedang berbicara serius denganmu namun kau justru mengabaikanku”, tambahnya.

Hyuk mencondongkan tubuhnya ke arah Jae Kyung dan mengamati raut wajah gadis itu dengan seksama.

“Tunggu, biar ku tebak”, serunya. Hyuk sedikit mengerutkan keningnya seolah ia tengah berpikir keras untuk membaca apa yang sedang ada di dalam kepala Jae Kyung.

Plakk..

Jae Kyung sedikit menampar wajah Hyuk untuk menjauhkan wajah adiknya itu dari hadapannya.

“Jangan membuatku semakin kesal dengan kelakuan bodohmu itu, Hyuk-ah”.

Hyuk ingin memprotes perlakuan kakaknya namun nyatanya ia tidak bisa. Pria tampan itu hanya mempautkan bibirnya sebal, sangat mirip seperti bebek. Sama sekali tidak terlintas dalam benaknya jika ia harus mendapatkan takdir menjadi saudara kembar dari gadis aneh dan terkadang sedikit kasar ini.

“Baiklah. Aku mengerti. Kau selalu seperti ini saat memiliki suatu masalah dengan Siwon hyung. Jadi, sekarang apalagi yang membuatmu uring-uringan seperti ini ?” Hyuk mulai bersikap serius. Ia tahu benar jika ada hal yang benar – benar mengusik Jae Kyung. Kau pikir sudah berapa lama mereka hidup bersama? Ayolah, mereka adalah saudara kembar. Sejak dalam kandungan keduanya sudah bersama – sama, bukan? Sehingga tidaklah terlalu sulit untuk membaca hati dan pikiran masing – masing. Seolah dalam masing – masing hati dan pikiran mereka terdapat sebuah benang yang terhubung satu sama lain.

“Hyuk – ah. Aku ingin pulang.”

*******

Siwon terlihat sibuk dengan berkas – berkas dihadapannya. Sementara jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kantor terlihat sepi. Tentu saja, semua karyawan sudah meninggalkan kantor sejak satu jam yang lalu, hanya pria itu yang masih belum beranjak dari ruangannya dan lebih memilih berkutat dengan pekerjaannya. Hingga ia tidak menyadari seseorang tengah melangkahkan kakinya memasuki ruangan kerja miliknya.

“Kau benar – benar pekerja keras, tuan Choi” sanjung seseorang dengan suara lembut.

Siwon menghentikan aktivitasnya dan mendongakkan kepalanya. Sesosok wanita cantik tinggi semampai tengah berdiri dihadapannya, memamerkan senyuman manisnya kepada Siwon. Sementara Siwon sedikit mengerutkan keningnya. Samar – samar ia berusaha mengingat wanita yang datang secara tiba – tiba dihadapannya.

Long time no see, Choi Siwon.”

“Kim Hyun Kyung ?”

Wanita itu tersenyum lagi saat mendengar namanya disebut oleh Siwon. Siwon beranjak dari kursi kebesarannya. Ia berjalan mendekat kemudian memberikan pelukan hangat pada Hyun Kyung.

“Lama tidak bertemu, Hyun Kyung-sshi

Wanita bernama Hyun Kyung itu hanya terkekeh kemudian membalas pelukan Siwon.

“Kenapa kau tidak menghubungiku ? Aku bisa menjemputmu di bandara. Dan lagi, kenapa kau repot datang ke kantorku malam – malam begini ? Bagaimana kau tahu jika aku masih ada disini ?”

“Kau sama sekali tidak berubah sedikitpun, Siwon –ah. Kau tetap saja menjadi pria tampan yang pekerja keras dan perfeksionis. Hahaha” gurau Hyun Kyung.

“Kau juga tidak berubah sama sekali. Kau tetap cantik walau sudah sangat lama kita tidak bertemu. Hahaha”

“Kau terlalu memuji. Jadi, apakah ucapanmu itu seperti sebuah kode untuk kita kembali seperti dulu ?”

Siwon diam, namun tak berapa lama keduanya tertawa bersama. Seolah itu benar – benar sebuah lelucon yang sudah lama tidak didengar keduanya.

Sementara itu di lain tempat, Jae Kyung tengah duduk bersila diatas sofa. Kedua matanya terfokus pada deretan – deretan kalimat yang tercetak pada sebuah buku yang tengah dipegangnya. Sesekali ia melirik jam dinding yang tergantung di sudut ruangan. Sudah pukul sebelas malam, dan sepertinya belum ada tanda – tanda jika pria itu akan kembali.

Tak berapa lama terdengar bunyi pintu terbuka kemudian kembali tertutup. Jae Kyung beranjak dari posisinya saat ini. Ia berjalan dengan tergesa, namun langkahnya terhenti saat ia mendapati seorang wanita tengah kesulitan memapah pria yang sangat dikenalnya.

“Choi Siwon ?” seru Jae Kyung namun pria itu tidak menjawab.

“Ah, maaf. Aku sama sekali tidak tahu jika ada seseorang didalam. Kupikir Siwon tinggal seorang diri.” Ujar wanita itu

Jae Kyung mengalihkan pandangan pada wanita itu. Seolah tahu maksud pandangan Jae Kyung, Wanita itu tersenyum, “Aku Kim Hyun Kyung. Aku teman Choi Siwon.”

“Jadi, dimana kamar Siwon ? Dia terlalu banyak minum malam ini. Maaf membuatmu terkejut dengan kedatangan kami. Kami baru bertemu kembali setelah beberapa tahun berlalu”

“Tidak masalah. Kau bisa pergi sekarang. Aku akan mengurusnya. Terima kasih.”

Jae Kyung mendekat dan mengambil alih Siwon dari wanita itu. Ada sedikit rasa tidak suka pada diri Jae Kyung saat melihat kekasihnya berada dalam pelukan wanita lain.

“Ah, jika ia sudah bangun. Bisakah kau memintanya untuk menghubungiku?” pinta Hyun Kyung.

“Akan aku sampaikan.” jawab Jae Kyung dingin.

Setelah kepergian wanita itu, Jae Kyung membawa Siwon ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya keatas kasur. Pria itu terdengar sedikit merancau, membuat Jae Kyung berdecak.

“Apa yang kau lakukan diluar sana hingga kau mabuk seperti ini ? Kau benar – benar terlalu berani menguji kesabaranku.”

********

Pagi itu Siwon bangun dengan kepala yang dirasakannya sangat berat. Sepertinya semalam ia benar – benar terlalu banyak minum. Ia berjalan pelan menuju dapur dan mendapati diatas meja sudah tersaji beberapa menu untuk sarapan paginya. Ia tentu tahu siapa yang melakukan ini. Ia berusaha mencari gadis itu, namun sepertinya ia sudah tidak ada disini. Benar saja, disebelah tatanan sendok dan sumpit terdapat sebuah note kecil yang terselip.

Aku harap keadaanmu pagi ini sudah lebih baik. Ah, wanita bernama Kim Hyun Kyung itu memintamu untuk segera menghubunginya setelah kau bangun.’

Siwon sedikit tersenyum membacanya catatan kecil yang ditinggalkan oleh Jae Kyung. Dengan segera ia kembali ke dalam kamar mencari ponselnya dan segera menghubungi Hyun Kyung. Ia ingat jika mereka berjanji untuk bertemu dan membahas rencana projek kerjasama. Tentu saja Siwon tidak akan melewatkan kesempatan ini mengingat perusahaan tempat Hyun Kyung bekerja merupakan perusahaan yang memiliki nama dan berpengaruh.

“Hyun Kyung – ah, maaf aku baru menghubungimu. Jadi, apa siang ini kita bisa bertemu?”

“………………………………….”

“Baiklah. Sampai jumpa siang nanti sebelum kau kembali ke New York.”

Sementara itu di sisi lain seorang gadis tengah berjalan menyusuri trotoar. Kedua telinganya sengaja disumpal dengan earphone. Ia terus berjalan berpapasan dengan orang – orang yang berlalu lalang disekitarnya.

Jujur saja hatinya sedang kacau saat ini. Rasanya begitu menyesakkan saat ia mengingat apa saja yang terjadi padanya beberapa waktu terakhir, terlebih tentang hubungannya dengan kekasihnya. Ia merasa semakin hari ia semakin jauh dan merasa asing dengan pria yang sudah menjadi kesehariannya setidaknya hampir 3 tahun terakhir ini. Dapat dirasakannya seperti ada sebuah jurang yang memisahkannya dengan pria itu.

Kenyataan yang baru saja didapatkannya beberapa jam yang lalu cukup membuatnya frustasi. Jadi wanita bernama Kim Hyun Kyung itu adalah mantan kekasih Siwon. Dan salah satu tujuannya untuk kembali ke Korea untuk memperbaiki hubungannya dengan pria itu ?

Aku tidak ingin mengatakan ini, Jae Kyung -sshi. Namun, seperti yang kau tahu jika kekasihmu itu belum cukup mampu melupakanku. Mungkin aku terlalu lancing mengatakan ini, tapi bukankah kau sudah cukup membuktikannya beberapa waktu terakhir ? Aku tahu dia tergantung kepadamu, namun beberapa waktu terakhir bukankah dia jauh lebih mudah untuk mengabaikanmu ? Jadi apalagi yang kau lakukan ? Kenapa kau tidak mengembalikan yang seharusnya menjadi milikku ?

Gadis itu berhenti tak jauh dari sebuah halte bus didepannya. Sejenak ingatanya kembali ke masa lalu. Saat kali pertama ia pergi berkencan dengan pria itu. Saat itu hujan turun sangat deras dan keduanya berteduh disana. Dan ia masih sangat mengingat setiap kata yang terlontar dari bibir pria itu. Saat pria itu memintanya untuk selalu berada disisinya, memperhatikannya setiap saat, dan saat untuk pertama kalinya pria itu memberikan kecupan hangat pada bibir mungilnya.

Rasanya masih sama saat ia mengingatnya. Debaran yang berasal dari jantungnya juga masih sama, namun entah apa yang membuatnya menjadi merasa sedih saat mengingat kenangan itu kembali. Bahkan ia sendiri tidak menyadari jika kini ia sudah meneteskan air mata.

Rintikan hujan mulai turun seiring air mata yang semakin membanjiri wajah cantik Jae Kyung. Semua orang berlarian mencari tempat untuk berteduh, namun gadis itu masih saja berdiri mematung tidak peduli jika hujan semakin turun dengan lebat. Apa kehadirannya benar – benar membuat pria itu kesulitan ? Haruskah ia mengakhirinya sekarang ? Pertanyaan itu yang terus menerus berputar dalam pikirannya beberapa waktu terakhir.

******

Hyuk terus – terusan mengomel tanpa henti saat ia berulang kali mengganti kain untuk mengompres Jae Kyung yang sedang demam.

“Bodoh. Sudah tahu hujan lebat, kenapa kau tetap berada di luar ? Bukankah kau memiliki ponsel ? Setidaknya kau bisa menghubungiku dan memintaku untuk menjemputmu.”

Jae Kyung hanya diam. Demamnya tidak seberapa penting dibandingkan perasaannya yang tengah hancur saat ini.

“Aku sudah menghubungi Siwon hyung, namun ponselnya selalu sibuk. Sepertinya pekerjaan benar – benar menyita waktunya”, gumam Hyuk.

“Kau tidak perlu menghubunginya. Cukup ada kau yang merawatku aku tidak masalah.”

Hyuk mengerutkan keningnya heran setelah mendengar kata – kata yang keluar dari bibir Jae Kyung. Pasalnya ini adalah hal yang sangat langka melihat gadis ini berbicara manis kepadanya.

Aigo.. aigo.. Ada apa denganmu ? Kenapa tiba – tiba berbicara semanis itu kepadaku. Apa demammu berefek pada otakmu ?”

Namun, Jae Kyung tidak menggubris. Gadis itu malah menutup matanya dan tertidur pulas.

Sementara itu di suatu tempat Siwon dan Hyun Kyung hanya saling diam setelah obrolan yang menurut Siwon terdengar begitu aneh ditelinganya.

“Apa kau membutuhkan sedikit waktu untuk mengucapkan perpisahan dengan gadis itu ?” Hyun Kyung bertanya pelan.

Siwon menoleh, “Apa maksudmu ?”

Hyun Kyung menghela nafasnya pelan, “Aku tahu aku sudah melakukan sebuah kesalahan dalam hubungan kita di masa lalu, tapi sekarang aku kembali untuk memperbaikinya. Jadi, bisakah kita melakukannya bersama ?”

“Hyun Kyung –ah, bukankah kau sudah bertemu dengan Jae Kyung sebelum ini ?”

Wanita mengangguk. “Aku tahu. Tapi, apa kau yakin kau benar – benar mencintainya ? Kupikir dia hanya sebagai pelarianmu karenaku. Kulihat hubungan kalian saat ini juga sedang dalam keadaan tidak baik.”

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar, “Awalnya aku memiliki pemikiran yang sama sepertimu tetapi, kupikir dia adalah gadis yang baik walau wataknya sedikit lebih keras.”

“Jadi kau menolakku ?”

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Kita hanya cukup memulainya dari awal, Siwon – ah. Dan akan ku pastikan kerjasama kita akan berjalan lancar.” Hyun Kyung masih tidak mau kalah. Wanita itu tetap berusaha membujuk Siwon dengan penawaran menggiurkan.

Siwon menggeleng, “ Aku tidak bisa. Maaf.”

Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan merapikan kemejanya. “Senang bertemu denganmu lagi, Hyun Kyung – ah. Aku harap kita masih bertemu dalam situasi yang jauh lebih nyaman dibandingkan saat ini. Aku permisi.”

Siwon melenggang pergi meninggalkan ruangan pertemuan. Meninggalkan Hyun Kyung yang masih tidak percaya dengan keputusan yang sudah diberikan olehnya.

******

Siwon mengetuk pintu rumah Jae Kyung dengan tidak sabaran. Hingga akhirnya sesosok pria yang usianya tak beda jauh dengan gadisnya menampakkan batang hidungnya.

“Siwon hyung !” serunya.

“Dimana Jae Kyung ? Aku harus bertemu dengannya sekarang.”

Noona baru saja tidur. Dia sedang demam. ”

“Demam ?” Siwon mengulang pernyataan Hyuk.

“Ya! Sang Hyuk – ah, kenapa kau tidak memberitahuku jika gadis itu sedang sakit ?”

“Aku sudah menghubungimu hyung, tetapi ponselmu selalu sibuk. Dan lagi, Jae Kyung memintaku untuk tidak mengganggumu. Dia mengatakan jika kau sedang sangat sibuk dan tidak bisa diganggu.”

“Dia mengatakan seperti itu ? Aish.”

Siwon segera menerobos masuk kedalam dan berlari menuju lantai atas. Sesampainya di depan sebuah kamar, perlahan ia membuka pintu dan berjalan masuk. Dapat dilihatnya gadis yang beberapa waktu terakhir sudah diabaikannya kini tengah terbaring diatas tempat tidur. Wajahnya tampak pucat.

Siwon berjalan mendekat dan duduk tepat disampingnya. Tangannya terulur untuk membelai rambut gadis itu. Selain pucat, wajahnya juga tampak begitu lelah. Apa yang sudah dilakukannya pada gadis ini ? Apa gadis ini benar – benar merasa kesakitan dengan perlakuannya ? Sayangnya, ia sangat terlambat menyadarinya.

Mianhae, Jae Kyung –ah” sesalnya.

“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi diantara kalian berdua. Bahkan ia sama sekali tidak mau berbagi cerita denganku. Tapi, ku pikir saat ini dia dalam keadaan yang kurang baik. Aku sama sekali tidak ingin berpikiran negatif terhadapmu, namun kuharap kau tidak melukai kakakku Aku tahu Jae Kyung tipikal orang keras kepala, tetapi dia sebenarnya gadis yang hangat.” ujar Hyuk yang tengah berdiri di ujung pintu.

Perlahan gadis itu membuka kedua matanya, walau masih kepalanya masih terasa sangat berat.

“Kau sudah bangun ?” sapa sebuah suara.

“Apa yang kau lakukan disini ?”

“Aku ? Tentu saja aku sedang merawatmu. Ku dengar kau pulang dalam keadaan basah kuyup dan kemudian demam. Ya Tuhan, sudah berapa kali aku memintamu untuk membawa payung ketika musim hujan seperti ini ? Atau setidaknya kau meminta Sang Hyuk untuk menjemputmu. Kenapa kau tidak mendengarkanku ? Apakah begitu sulit untuk sedikit menuruti perkataanku ?”

Jae Kyung diam. Gadis itu tidak memberikan respon apapun. Ia hanya mengamati wajah Siwon dengan seksama. Wajah tampan yang selalu dirindukannya setiap harinya. Ia tersenyum saat memikirkan jika ia adalah salah satu gadis yang beruntung memiliki pria tampan ini.

Siwon menatap Jae Kyung dengan tatapan penuh tanya. Ia terlihat bingung dengan ekspresi yang diberikan gadis itu terhadapnya. “Kenapa kau melihatku seperti itu ? Apa aku terlalu tampan ?”

Jae Kyung mengangguk. “Iya, kau sangat tampan.”

“Aku tahu itu.” jawabnya dengan penuh percaya diri.

Untuk beberapa saat keduanya terdiam. Sibuk dengan pikiran masing – masing. Suasana kali ini benar – benar terasa sangat aneh. Setelah beberapa waktu mereka tidak pernah merasa sedekat ini, kini mereka kembali seperti ini. Perasaan keduanya menjadi bercampur aduk.

“Siwon-ah” panggil Jae Kyung pelan.

“Aku tidak tahu harus memulainya darimana. Sejujurnya aku sama sekali tidak pernah berpikir tentang hal ini sebelumnya. Kukira ini hanya perasaanku saja namun sepertinya semua semakin terlihat jelas…..”

Jae Kyung menghentikan ucapannya. Gadis itu menghela nafasnya sebelum kembali melanjutkan ucapannya, “Aku merasa kita berdua terlihat saling bersebrangan. Kupikir aku bisa bertahan sedikit lebih lama namun sepertinya aku salah. Kupikir akan lebih baik jika kita menghentikan semua ini dan kembali dengan kehidupan kita masing – masing.”

“Apa maksudmu, Jae ?”

“Ayo kita akhiri semuanya. Aku akan kembali dengan kehidupanku jauh sebelum kau datang dan kau akan bebas menjalani kehidupanmu jauh sebelum aku datang.”

Sungguh kalimat terakhir itu benar – benar menyesakkkan bagi Jae Kyung. Sejujurnya ia tidak sanggup mengatakan hal itu namun, apa yang bisa dilakukannya ? Ia sama sekali tidak ingin menjadi gadis egois yang terus menerus bergantung kepada pria bernama Choi Siwon.

“Kau sedang bercanda ?” Siwon berusaha meyakinkan diri jika ucapan kekasihnya hanyalah sebuah lelucon. Jikalaupun benar ini semuanya hanya lelucon, ini sama sekali tidak lucu. Benar – benar tidak lucu.

“Kupikir aku sudah terlalu lama menjadi gadis egois yang terus bergantung kepadamu. Mulai sekarang aku akan berusaha untuk tidak menyulitkanmu.”

“Kau marah ? Apa kau kecewa dengan sikapku akhir – akhir ini ?”

“Tidak. Bukan seperti itu.”

“Lalu apa ? Jika kau kecewa, jika kau marah. Kau bisa mengatakannya kepadaku. Mungkin kita akan sedikit berdebat namun setelahnya kita akan berdamai.”

Maianhae, Siwon –ah

“Kupikir kau butuh waktu untuk istirahat. Aku akan kembali setelah keadaanmu membaik.”

Siwon segera bangkit dan keluar dari kamar Jae Kyung. Ia sama sekali tidak menghiraukan panggilan Hyuk yang berpapasan dengannya. Pria itu segera menstarter mobilnya dan mengendarai mobilnya meninggalkan rumah itu.

Seketika memori Siwon kembali berputar mengulang kenangan – kenangan lama yang masih tersimpan jelas di kepalanya. Kenangan pertemuannya yang tidak disengaja olehnya dengan gadis itu.

#Flashback

Bugh….

Dua sosok tubuh terpental jatuh sesaat setelah saling menabrak. Sosok gadis dengan potongan rambut panjang kecoklatannya terlihat meringis, begitu pula dengan sosok lainnya yang tak lain adalah seorang pria tinggi. Gadis itu melihat isi tasnya yang berceceran kemana – kemana, dengan segera ia kembali memunguti isi tas tersebut dan kembali memasukkannya kedalam tas.

Aish, benar – benar sial sekali” runtuknya.

Kemudian ia bangkit merapikan jaketnya lalu menundukkan sedikit kepalanya kearah pria yang masih terduduk di lantai seraya megucapkan kata maaf, kemudian pergi.

Sementara pria itu hanya terkekeh melihat nasib sialnya. Ia baru saja berpisah dengan kekasihnya dan sekarang ia hanya terduduk seperti orang bodoh di lantai bandara setelah seorang gadis menabrak dan pergi tanpa memberikan pertolongan sedikitpun ? Benar – benar menyedihkan.

Pria itu bangkit, namun kedua matanya melihat sebuah benda tergeletak di lantai. Dompet.

Kemudian pria itu mengambilnya dan membukanya. Dompet milik seorang gadis. Hal ini terlihat dari tanda pengenal yang ada didalamya.

“Han Jae Kyung ?”

Tak berapa lama setelah kejadian itu. Pria itu menghubungi pemilik dompet tersebut dan mengajaknya bertemu.

“Choi Siwon – sshi ?” sapa sebuah suara. Pria yang memang merasa dipanggil namanya itu menoleh dan mengerutkan keningnya saat melihat gadis muda cantik sudah berdiri di depannya.

“Ah, perkenalkan aku Han Jae Kyung.” Ujarnya seraya mengulurkan tangannya kearah pria bernama Choi Siwon. Siwon menjabat tangan itu dan mempersilahkan Jae Kyung untuk duduk. Keduanya terlihat begitu akrab walau ini kali keduanya bertemu setelah insiden tabrakan di bandara beberapa waktu lalu.

Hingga suatu ketika Siwon dan Jae Kyung memutuskan untuk membuat sebuah ikatan diantara keduanya. Terlebih Jae Kyung yang mulai menyukai Siwon sejak pertemuan mereka karena dompet itu.

“Kau tahu. Aku mulai terbiasa dengan keberadaanmu di sekitarku. Kupikir kau seperti malaikat yang terus menerus mengawasi setiap gerak – gerikku. Hahaha” canda Siwon saat keduanya berkencan berdua.

“Wow. Aku benar – benar tersanjung dengan ucapanmu, tuan Choi Siwon. Hahaha”

Siwon menghentikan langkahnya dan menarik tubuh Jae Kyung ke dalam pelukannya.

“Karena aku sudah terbiasa denganmu. Kau tidak bisa meninggalkanku. Kau harus selalu ada di sisiku. Kau harus berada dalam jangkauanku. Apakah permintaanku ini menyulitkanmu?”

Jae Kyung tersenyum dan menggeleng. “Kau adalah keseharianku. Lalu bagaimana bisa aku bisa hidup jika satu hari saja tanpamu ?”

Jae Kyung melepaskan pelukan Siwon, kemudian meraih tangan pria itu kemudian menggenggamnya erat.

“Jadi, ayo kita berjanji untuk saling menguatkan satu sama lain, saling berpegangan satu sama lain.”

#Flashback end

Hingga pada akhirnya memori – memori itu sekarang benar – benar akan menjadi kenangan untuknya. Semuanya terlambat. Ini adalah kesalahan fatal yang dilakukannya mengabaikan gadis yang berusaha sekuat tenaga untuk terus mendampinginya hingga akhirnya gadis itu merasa tidak sanggup lalu memutuskan untuk mengakhirinya.

THE END

 

 

 

 

 

 

 

3 Comments (+add yours?)

  1. DALV
    Dec 03, 2015 @ 12:58:32

    huaaaaa
    ini keren. feel nya dpt. kalau bisa di buat squek dong. kekeke

    Reply

  2. donad
    Dec 06, 2015 @ 14:45:55

    aku suka banget, feelnya dapet banget..
    dibuat lanjutannya dong chingu,hehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: