[Siwon’s Day] Blind Date

si

[SIWON’S DAY]

Title            : Blind Date

Author         : JUNG

Cast            : Choi Siwon; Jung Eunwook (OC)

Genre                  : Romance

Rating                  : PG-13

Length         : Oneshoot

Ps               : This story is originally written by me. Do not copy. Please respect. ^_^

 

Pasar malam.

 

Dua kata yang mendeskripsikan suatu tempat hiburan umum untuk segala umur. Walau tidak semewah departement store, pasar malam menjadi magnet bagi semua kalangan. Tak terkecuali seorang pria yang diketahui sebagai seorang eksekutif muda bernama Choi Siwon. Pria itu berjalan seorang diri melewati stand demi stand hanya sekedar window shopping untuk menghilangkan kepenatan karena pekerjaan yang menumpuk.

 

“Cincin ukir! Cincin ukir!” seru seorang pria penjual cincin yang menarik perhatiannya.

 

Ahjussi, aku pesan satu cincin,”

 

Ahjussi, aku pesan satu cincin,”

 

Siwon menoleh saat seorang wanita muda mengucapkan kalimat yang sama dengannya. Wanita itu tersenyum saat Siwon menatapnya sesaat sebelum keduanya kembali memilih cincin di etalase.

 

“Ini,”

 

“Ini,”

 

Lagi-lagi Siwon dan wanita itu mengucapkan secara bersamaan kalimat yang sama. Bahkan jari keduanya menunjuk pada kotak yeng berisi cincin pasangan. Dua insan itu saling melempar pandangan dan tertawa canggung.

 

Agasshi, apa kau membaca pikiranku sampai kau tahu apa yang akan aku ucapkan?” gurau Siwon pada wanita yang hanya meresponnya dengan tawa canggung.

 

“Tsk! Harusnya aku yang bertanya apakah kau stalker-ku?” wanita itu membalas gurauan Siwon.

 

“Bagaimana aku menjadi stalker-mu? Aku saja tidak mengenalmu,” sanggah Siwon.

 

“Tuan dan Nona, silahkan tulis namanya. Kalau kalian berjodoh pertemuan seperti apa pun pasti bisa menyatukan,” lerai penjual itu sambil menatap dua orang pembeli yang tertawa mendengar kalimat pria itu. Tawa mereka reda setelah pria itu menyodorkan pulpen untuk menulis nama masing-masing. Karena hanya ada satu pulpen, Siwon mengalah pada wanita itu untuk menlis namanya terlebih dahulu.

 

“Jung Eunwook,” ucap Siwon mengeja nama yang ditulis wanita itu.

 

“Choi Siwon,” kali ini giliran wanita yang bernama Eunwook itu yang mengeja nama yang ditulis Siwon.

 

“Jadi apa Eunwook-ssi ingin cincin pasangan ini?” tawar Siwon.

 

“Eoh? Ne,” senyum Eunwook merekah menyetujui tawaran pria bernama Choi Siwon yang baru dikenalnya dalam hitungan menit.

 

Tidak sampai tiga puluh menit cincin pasangan yang Siwon dan Eunwook pesan pun jadi. Siwon menyodorkan cincin yang berukiran nama Jung Eunwook untuk dipakaikan di jari manis Eunwook. Wanita berparas cantik itu pun tanpa ragu mengulurkan jari manisnya yang lentik untuk disematkan cincin oleh Siwon. Eunwook yang menyematkan cincin berukiran nama Choi Siwon di jari manis Siwon. Tawa keduanya kembali berderai. Entah apa yang membuat suasana di antara keduanya terasa begitu hangat walau mereka baru mengenal satu sama lain dalam hitungan menit.

 

“Wahh, setelah ini kalian harus menjadi pasangan. Kalian serasi sekali,” goda penjual itu.

 

“Tsk! Ahjussi bisa saja. Hmm, berapa semuanya?” tanya Eunwook.

 

“Kalian begitu serasi, aku beri gratis. Anggap saja ini hadiah,”

 

Jinjjayo? Oh, gamshahabnida,” Siwon dan Eunwook membungkuk sebagai tanda terimakasih.

 

Sembari menatap cincin yang terukir di jari manis masing-masing, keduanya itu melangkah meninggalkan stand itu. Mengikuti arus hiruk pikuk pasar malam yang membawa mereka ke dalam lautan manusia yang saling berdesakan. Namun, desakan manusia itu kembali mempertemukan Siwon dan Eunwook di tengah lautan manusia.

 

“Eunwook-ssi,” panggil Siwon saat sudah di samping Eunwook yang tampak begitu tersiksa di desak oleh manusia dari berbagai arah.

 

“Genggam tanganku. Dan ikuti arus bersamaku. Kita pasti bisa,” ucap Siwon sedikit berteriak di tengah hiruk pikuk.

 

“Hah?!” respon Eunwook yang sedikit lamban karena bising.

 

“Genggam tanganku,” ucap Siwon lebih keras lagi.

 

“Oh,” respon Eunwook yang kemudian menurutinya.

 

Entah dorongan dari mana yang membuat Eunwook mau saja menggenggam tangan Siwon. Yang dia rasakan hanya dia percaya bahwa Siwon akan membawanya keluar dari arus ini. Jadi cukup mempercayai Siwon dari tatapan matanya yang penuh keyakinan bahwa pria itu mapu membawa Eunwook keluar dari arus manusia.

 

“Hah~” Eunwook menghembuskan nafasnya lega begitu keluar dari lautan manusia, tentu saja itu berkat Siwon yang dengan gesit menggenggam tangannya dan menerobos di antara pengunjung pasar malam.

 

Gomawo, Siwon-ssi,” ucap Eunwook tulus.

 

“Hmm. Ini masih belum terlalu malam. Mau mencoba beberapa permainan denganku?” tawar Siwon.

 

Penawaran Siwon sontak membuat alis Eunwook terangkat.

 

“Kau mengajakku blind date?” tanya Eunwook yang memastikan tawaran Siwon.

 

Siwon mengangguk disertai senyum manisnya.

 

Kaja!” ucap Siwon sambil menggenggam tangan Eunwook lagi.

 

Eunwook terkekeh menyadari dirinya semudah itu meyetujui ajakan kencan buta Siwon. Tidak peduli jika mereka baru mengenal dalam hitungan menit. Tetapi atmosfer diantara keduanya begitu hangat. Seolah sudah lama mereka saling mengenal. Bahkan tidak segan Siwon memperlakukan Eunwook layaknya seorang kekasih.

 

“Pakai jasku. Di atas pasti dingin,” Siwon memakaikan jasnya kepada Eunwook sebelum mereka naik ke wahana bianglala.

 

Senyum manis tersungging di bibir Eunwook yang berusaha menghargai kebaikan Siwon.

 

Bianglala berputar searah jarum jam. Pemandangan Seoul yang indah dengan kelip lampu dan gedung pencakar langit menjadi pemandangan indah di tengah hembusan dinginnya angin malam yang menusuk kulit. Eunwook berterimakasih pada Siwon yang sudah memakaikan jasnya agar dia tidak kedinginan.

 

Indahnya pemandangan malam Seoul pun menyita perhatian Siwon dan Eunwook. Tidak ada percakapan di antara keduanya seiringa berputarnya bianglala. Hanya ada hembusan angin yang berusaha menyingkirkan keheningan itu.

 

Sepertinya angin harus berterimakasih kepada benda bernama ponsel yang bordering memecah keheningan.

 

“Aku sedang lembur, dear,” dusta Siwon pada lawan bicaranya yang dia panggil ‘dear’.

 

Eunwook yang mendengarkan hanya tersenyum penuh cibiran pada Siwon. Tatapan matanya seolah mengatakan lembur-macam-apa. Dan Siwon hanya membalasnya dengan senyum manis setelah dia selesai bertelepon.

 

“Aku tidak bisa tidur sendiri, Oppa. Jadi aku menginap di rumah Appa. Ne, nanti aku menjemputmu,”

 

Kali ini Siwon yang berbalik mencibir Eunwook.

 

Waeyo?” tanya Eunwook bingung pada Siwon yang masih tersenyum mencibir.

 

Siwon menggeleng.

 

“Siwon-ssi, blind date kita harus berakhir sampai disini. Aku harus segera menjemput suamiku di bandara. Mianhae,” sesal Eunwook.

 

“Jadi kau sudah menikah ya? Hmm, gweenchanha. Aku juga harus menjemput istriku di bandara,”

 

Keadaan hening sesaat sebelum tawa mereka berderai saat menyadari bahwa keduanya sudah berstatus menikah.

 

Ne, suamiku seorang fotografer dan sudah hal biasa aku ditinggal pergi suamiku berbulan-bulan. Kau sendiri, Siwon-ssi?” Eunwook mengungkapkan status sebenarnya.

 

“Aku? Istriku model dan terbiasa ke luar negeri untuk pemotretan. Aku tidak bisa melarangnya karena pernikahan ini bukan kemauanku, tetapi kemauan orang tuaku,” Siwon mengakhiri ceritanya dengan tawa hambar yang menggambarkan betapa mirisnya kehidupan pernikahan yang dia jalani.

 

“Mengapa tidak bercerai saja?” pertanyaan Eunwook membuat Siwon tertawa hambar kembali.

 

“Tidak semudah itu, Eunwook-ssi. Mengapa tidak kau saja yang bercerai? Dia mengabaikanmu bukan? Dan pasti dia sudah lama tidak-” Siwon menggantung kalimatnya dan tersenyum jahil menatap Eunwook yang tersenyum malu karena dia sudah mengatahui maksud kalimat Siwon.

 

“Aku belum punya anak dan jika kita bercerai aku tidak akan mendapatkan apa pun dari suamiku,” cerita Eunwook sembari mengingat perjanjian sebelum menikah mengenai harta.

 

“Wahh, kita senasib, Eunwook-ssi,”

 

Derai tawa kembali memenuhi ruangan bianglala yang tidak begitu luas sampai putaran bianglala berhenti dan keduanya harus berpisah.

 

“Jasmu, Siwon-ssi. Gomawo,” Eunwook mengembalikan jas Siwon sebelum berpisah.

 

“Semoga istrimu tidak marah ada wangi parfum wanita di jasmu,” gurau Eunwook.

 

“Jika marah akan lebih baik. Karena ada alasan untuk bercerai, Eunwook-ssi,” Siwon mengerlingkan sebelah matanya. Lantas dia memberikan sebuah pelukan pada Eunwook sebagai tanda perpisahan.

 

“Agar ada wangi parfum pria da bajumu dan kau bisa bercerai dari suamimu. Aku rasa kita cocok jika menjadi suami istri,” ucap Siwon setelah melepas pelukannya dan kini Siwon benar-benar melangkah pergi ke arah yang berlawanan dengan Eunwook.

 

Langkah keduanya semakin menjauh dengan membawa memori singkat yang diciptakan dari permainan yang bernama takdir.

 

END

 

3 Comments (+add yours?)

  1. ElvaZavier
    Dec 07, 2015 @ 18:07:19

    Aigoo … ternyata udah pada merried semua toh? Selingkuh donk berarti. Meski cuma beberapa menit. Hoho …

    Reply

  2. kimmayurinerays
    Dec 10, 2015 @ 23:08:50

    Wao…klo mreka tkdir knpa tdak dstukan sja,, ceritnya daebsk..good thor🙂

    Reply

  3. elvina
    Jan 01, 2016 @ 08:39:46

    Wahhh selingkuh

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: