[Siwon’s Day] The One I Can’t Live Without

The one I can't live without

Author                       : Beyond

Judul Cerita               : The One I Can’t Live Without

Cast                           : – Choi Siwon

  • Kim Hyera (OC)

Genre                          : Romance

Rating                                    : PG-15

Length                       : Oneshoot

Author’s note                       : Ini adalah fanfict untuk melepas kepergian abang Siwon Wamil. Semoga dengan fanfict ini dapat menghibur ELF galau diluar sana^^. Fanfict ini terinspirasi dari pasangan jaksa tampan Kim Young Joo dan mantan istrinya Jin Soo Hee dalam drama City Hunter, tapi cerita ini 100% berbeda kok J Berikan komen serta kritik kalian untuk membakar api semangat dan kebahagiaan dalam diri Author okay :* sorry untuk typo yang berterbangan author udah berusaha yang terbaik untuk membuat reader(s) nyaman kok J Please jadikan ini sebagai inspirasi bukan di plagiat yaaa^^:*
kalau ada kesamaan cerita darimanapun beneran deh ini pure dari otak author J

Enjoy it!

~oOo~

Author POV

Hyera menyerah dan menutup laptopnya. Tangannya terangkat memijat ringan pelipisnya yang terasa berdenyut dan syarafnya yang meninju tengkoraknya. Wanita itu menghela nafas panjang dan melirik jam. Masih jam 9 malam dan dia sudah tidak bergairah untuk menyelesaikan laporannya hari ini. Diapun memutuskan menyambar cardigan putihnya dan berjalan keluar dari ruangannya.

“ sudah mau pulang dokter Kim?”

“ sepertinya begitu, dokter Cho untuk laporan tuan Shin bisa kau letakkan dimejaku besok pagi? “

“ tentu saja, aku sedang merevisinya”

“ terima kasih, kalau begitu aku permisi”

Hyera menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah anggun bak angsa putih. Matanya yang tajam meyapu seluruh sudut diruangan ini dan bibirnya yang terus menguar senyuman ramah.

~o~

Trriiingg…ttrriiinngg…

yeoboseo”

“ Yeoboseo, ada apa Choi Siwon?” tanya Hyera pada orang diseberang sana.

Hyera-ya, apa kau sudah pulang dari rumah sakit? Aku ingin mengajakmu makan malam”

Hyera menurunkan pijakan gas mobilnya dan sebelah alisnya terangkat heran.

“ ya aku dalam perjalanan pulang. Mau makan dimana?”

“ benarkah? Kau sudah sampai dimana?”

“ di dekat Green Star Hotel “

“ aku akan mmebuat reservasi di hotel itu, tunggu aku disana aku akan sampai dalam 20 menit”

Siwon menutup telfonnya yang sudah sukses membuat bibir Hyera tertarik keatas membuat lengkungan indah yang bernama senyuman. Gadis itu dengan semangat menginjak kembali gas mobilnya menuju Green Hotel.

~O~

“ Maaf menunggu lama “ ujar Siwon sedikit terengah dan menarik kursi yang berhadapan dengan Hyera.

“ kau terlambat 10 menit Choi Siwon” Hyera kini sibuk membuka menu dan hanya dibalas dengan senyuman malu Siwon.

“ setidaknya aku tidak harus menunggu selama 2 jam bukan?” Hyera kembali berujar membuat Siwon menatapnya sendu.

“ Hyera-ya, aku-“

“ selamat malam tuan dan nyonya? Bisa saya catat pesanan anda?” suara seorang pelayan wanita menginterupsi Siwon.

“ kau pesankan makananku ya, aku mau ke toilet dulu”

Hyera beranjak dari kursi dan bergegas menuju kamar mandi. Matanya kosong menatap cermin yang berada dihadapannya. Mencoba menetralkan kembali detakan jantungnya yang masih menggila. Choi Siwon, penyebab debaran itu.

“ kenapa masih sama saja?” gumamnya. Matanya terpejam dan dia menghela nafas panjang.

“ Kim Hyera, lupakan! Bersikaplah dengan wajar”

Hyera melangkah keluar dari kamar mandi menuju tempatnya dengan Siwon. Langkahya terhenti ketika melihat kursinya sudah diduduki oleh seorang wanita dengan setelan kantoran yang kini tengah tertawa bersama Siwon.

oh god” gumam Hyera dan sekali lagi, dia mencoba biasa saja.

“ sepertinya kita kedatangan tamu ?” suara Hyera membuat Siwon dan wanita itu menatapnya.

“ Oh Hyera-ssi, annyeonghaseo” sapa wanita yang kini sudah berdiri berhadapan dengan Hyera.

“ Dia temanku” kata Siwon. Hyera menatap wanita itu dan menghela nafas.

“ maaf tapi sepertinya aku harus kembali kerumah sakit, ada pasien emergency yang harus segera aku tangani. Permisi” ujar Hyera seraya menyambar tasnya dan berlalu begitu saja meninggalkan Siwon dan wanita itu.

Tangan kanan Hyera meraih handle pintu mobil ketika tangan kirinya ditahan oleh tangan Siwon dipelataran parkir.

“ kau marah?” tanya Siwon. Hyera menarik tangannya dan menatap Siwon tajam.

“ apakah aku berhak marah?” balas Hyena. “ kau selalu seperti ini Choi Siwon, tidak pernah berubah”

“ dia hanya temanku, dan kebetulan dia disini bersama teman-temannya”

“ dan itulah yang aku tidak suka. Kebetulan ini yang aku benci!” Hyena menahan napasnya mencoba meredam emosi.

“ aku minta maaf Hyena, aku hanya ingin makan malam normal denganmu, apakah sesulit itu?” ucap Siwon. Hyena mengambil satu langkah mendekati Siwon matanya memandang lurus tepat dimata Siwon.

“ inilah alasan mengapa aku meminta cerai darimu Choi Siwon, kau tidak pernah bisa menjadikanku prioritas utamamu. Kau selalu mementingkan pekerjaanmu dan temanmu dan aku selalu yang menjadi nomor sekian!”

Hyera masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Siwon yang bergeming ditempatnya.

“ Hyera-ya..”

Hyera memainkan sendok garpu yang berada ditangan kirinya. Tangan kanannya digunakan untuk menyanggah kepalanya yang mulai terasa berat. Matanya aktif memandang seisi restoran berharap Siwon akan segera muncul. Dan badannya duduk tegak ketika matanya berhasil melihat siwon yang muncul dari balik dinding pembatas.

“ maaf terlambat, Heechul tiba-tiba menghubungiku dan jalanan malam ini sangat macet” ujar Siwon yang kini sudah duduk didepan istrinya. Hyera menyunggingkan senyuman dan mengatakan tidak apa.

“bagaiaman harimu?” tanya Siwon. Hyera mengerlingkan mata dan tertawa.

“ sungguh menyenangkan, pasien baruku adalah seorang gadis muda berumur 10 tahun dia akan melakukan operasi usus buntu besok. Dia sangat takut jarum suntik namun selalu merasa tenang kalau aku sudah menggenggam tangannya dan dia memanggilku uisa eonni, sungguh imut” cerita Hyena mengundang tawa Siwon.

“ dan kau? Apakah ada kasus yang menarik yang sedang kau tangani?” tanya Hyera, Siwon hendak membuka mulutnya untuk menjawab namun ponselnya berdering, panggilan masuk.

“ yeoboseo”

“………….”

“ ya aku akan segera kesana” Siwon mematikan teleponnya dan memandang Hyera penuh penyesalan.

“ maafkan aku Hyera, aku harus segera kekantor, Ryeowook bilang bahwa keluarga tersangka mengamuk di kantorku. Aku akan menghubungimu lagi. Aku mencintaimu” Siwon mengecup kening Hyera dan berlalu begitu saja meninggalkan Hyera yang tak sempat mengucapkan sepatah katapun.

Hyera mengusap air matanya dan membanting badannya diatas tempat tidur. Matanya menerawang kedepan dengan fikiran yang kosong namun ada satu wajah yang melekat erat disana. Choi Siwon.

Sudah hampir tiga tahun dirinya dan Siwon bercerai. Rumah tangga yang sudah dibangun selama lima tahun itu kandas akibat kesibukan Siwon yang jarang memberi perhatian kepada Hyera. Terlalu sibuk akan pekerjaannya sebagai salah satu Jaksa senior di kantor kejaksaan Seoul.

Sebelum menikah, Hyera telah memantapkan hati untuk menerima keadaan Siwon dan berjanji akan memaklumi akan segala kesibukannya. Namun, ternyata dia salah dan tidak mampu untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Siwon.

“ Choi Siwon, kau benar-benar lelaki yang sangat jahat”

Hyera POV

“ dokter Kim, Choi Siwon ada di lobi menunggumu“

Aku menatap suster Jung tanpa berkedip. Choi Siwon? Disini? Menungguku?

“ terimakasih suster Jung”

Kuletakkan pulpenku dan melangkahkan kaki dengan mantap menuju lobi. Dapat kulihat dia duduk dikursi ruang tunggu. Terlihat tampan dengan setelan jas abu-abunya. Handsome as always.

“ kau mencariku?” tanyaku yang kini sudah beridiri dihadapannya. Diapun berdiri dengan kaku dihadapanku namun masih mencoba untuk tersenyum.

“ Hyera-ya aku kesini ingin meminta maaf untuk kejadian semalam. Aku benar-benar menyesal” ujarnya sambil menyerahkan sebucket bunga mawar putih. I’m impressed aku bahkan tidak menyadari bahwa dia membawa bunga ini. Apa karena aku terlalu fokus padanya saja?

“tumben sekali“ aku mengambil bunga tersebut dan membauinya. Sangat menyegarkan.

“ terima kasih banyak” aku menatapnya yang terlihat ingin menyampaikan sesuatu.

“ ada yang ingin kau sampaikan lagi Siwon-ah?” tanyaku, dan dia menggeleng.

“ aku kembali kekantor ya, akan kuhubungi lagi nanti” tangannya terulur mengelus pundakku dan dia melangkah pergi.

Aku terdiam.

Aku membatu.

Sentuhan tangannya, benar-benar masih belum berubah. Aku merasakan panas diwajahku dan kupu-kupu mulai berterbangan didalam perutku.

“ sepertinya akan ada yang rujuk dalam waktu dekat ini” goda dokter Cho membuat tawaku meledak.

“ hahaha mwo? Haha ada ada saja kau Cho Kyuhyun. Hahaha” aku berjalan-sedikit beralri- kearah lift mencoba menghindar dari ejekan Cho Kyuhyun.

~oOo~

Author POV

Hyera menyusun kotak bekal terakhir kedalam keranjang piknik berwarna cokelat. Tangannya meraih ponsel dan mendial nomor Siwon tanpa ragu. Terdengar jeda beberapa saat sebelum akhirnya suara Siwon menyapa.

“ Siwon-ah, kau sibuk?”

“ kerja ? tidak. Tapi kalau kau bertanya tentang rumah iya “

“ maksudmu?”

“ Ahjumma yang membersihkan apartmentku sudah tidak datang selama 4 hari karena sakit dan aku si duda tampan tengah sibuk membersihkan apartmentnya sendiri” ujar Siwon membuat Hyera tertawa.

“mengapa tidak kau memanggil orang lain saja?”

“ benar juga, kenapa aku tidak memanggil oranglain saja ya?” ujar Siwon dengan nada bodohnya.

“ Jaksa Choi, kau benar-benar ya”

“ hahaha, tapi mengapa kau menelfonku?” tanya Siwon

“ tidak bolehkah mantan istri menelfon mantan suaminya?” tanya Hyera dengan nada mengejek.

“ bukan begitu, mungkin saja ada hal-hal yang ingin kau katakan. Seperti mengajakku rujuk atau—“

“ diamlah tuan Choi, aku tutup telfonnya ya aku juga sedang membereskan rumah. Bye~”

Hyera tertawa lebar setelah memutus telfon itu. Dia mendapatkan ide yang lebih baik untuk hari ini.

~oOo~

Biipp..biip..biip.. ceklek

“ dia menggunakan kombinasi yang sama untuk seluruh password. Dia seorang jaksa dengan pola fikir aneh”

Hyera melangkahkan kaki kedalam apartment Siwon. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat apartment yang begitu tidak layak huni. Apartment yang dulu diingatnya adalah apartment mewah dengan suasana yang nyaman. Namun, kini sudah berubah menjadi tempat kejadian utama perang dunia ketiga.

“apa yang dia lakukan dengan apartmen ini?” ujarnya geli. Matanya mengedar mencari dimana keberadaan Siwon dan menemukan lelaki itu tertidur lelap diatas sofa dengan suara dengkuran yang cukup keras. Hyera meletakkan keranjang piknik itu diatas meja makan dan menghampiri mantan suaminya.

“ kau nampak kelelahan Choi Siwon-ssi” bisik Hyera. Tangannya terangkat mengusap peluh didahi Siwon dan mendaratkan kecupan singkat didahi lelaki tampan itu.

Hyera berdiri dan mengikat rambutnya tinggi-tinggi.

“ ayo Hyera, kita bekerja keras”

~oOo~

Apartment Siwon kini sudah kembali berubah menjadi tempat huni manusia setelah Hyera bekerja keras selama satu jam setengah.

Peluh mengucur dari dahi putihnya namun bibirnya tetap menyunggingkan senyuman manis.

“ dasar tukang tidur, kau benar-benar tidak terusik dengan keberadaanku rupanya” gumam Hyera.

Hyera meraih jubah mandi didalam lemari Siwon dan matanya terpaku menatap baju rajut berwarna coklat buatannya masih bergantung disana.

“ kau masih menyimpannya?” gumam Hyera.

“ kau menangis hanya karena aku masih menyimpan itu? “ Siwon bersuara dari belakang.

“ siapa yang menangis? aku hanya tidak menyangka saja kau masih menyimpannya disini, bukan ditempat sampah”

“ untuk apa aku membuangnya ditempat sampah kalau baju itu masih bisa digunakan? Lagipula aku terlihat sangat tampan dengan baju itu” ujar Siwon mendekat dan Hyera tertawa akan jawaban Siwon.

“dan kau nona pencuri, bagaiaman kau bisa senekat ini masuk kedalam apartment seorang jaksa? Kau tidak takut dituntut?” ujar Siwon kini sudah menyudutkan Hyera dilemari dengan tangannya yang kekar menghalangi jalur Hyera untuk kabur.

“kau fikir aku taut dengan ancamanmu? Tuan jaksa?” Hyera mendongakkan kepalanya menantang Siwon. Lelaki itu menyunggingkan senyuman manisnya dan memiringkan kepala membuat Hyera reflek memundurkan kepalanya hingga terbentur lemari.

ouch” ringis Hyera pelan dan mengusap kepalanya. Siwon menarik langkahnya dan tertawa keras.

“dasar dokter bodoh. Hahaha” Siwon menjitak kepala Hyera dan berjalan keluar.

“cepat mandi dan kita makan bersama”

~oOo~

“Bagaimana mungkin kau mencuci rambutmu diapartmentku?” gumam Siwon dengan nada frustasi.

“kenapa rupanya kau takut aku menghabisi airmu ha?” ejek Hyera.

“Hyera-ya, apa kau lupa? Kau akan terlihat jauh lebih seksi setelah mandi apalagi ketika kau mencuci rambut. Untung saja kau masih menutupinya dengan handuk kalau kau menggerai rambut basahmu aku yakin kini kita sudah berada diatas ranjang” jelas Siwon panjang lebar, Hyera melemparkan daun selada kearahnya dan tertawa ringan

“ buat saja kalau kau berani, aku akan menuntutmu atas tuntutan pemerkosaan” Hyera melepas handuk dikepalanya dan bergaya sedemikian rupa seksi mencoba menggoda Siwon.

“ astaga” Siwon memejamkan matanya dan berbalik badan.

“ kau tahu kan aku ini hamba tuhan yang ta’at dan aku tidak ingin berbuat macam-macam pada mantan istriku sendiri” jawab Siwon. Hyera tertawa keras.

“ baiklah pak pendeta, maafkan aku” Hyera kembali membungkus rambutnya dan melanjutkan memakan makanannya.

~O~

Siwon dan Hyera kini semakin dekat, mereka sering memberi kabar dan makan malam bersama. Entah apa yang membuat keduanya menjadi seprti itu, seolah memberikan kode untuk membuat sebuah perubahan pada hubungan merka saat ini.

Dan pagi ini Siwon sedang mempelajari berkas berisi kasus baru yang diantar sekretarisnya beberapa saat yang lalu.

“ kau sibuk ?” Siwon mendongak dan senyumnya menguar ketika melihat lelaki yang beridri dihadapannya.

“ Yesung-ah, kenapa bisa disini?” ujar Siwon yang kini memeluk erat temannya itu.

“ kau fikir hanya kau yang bisa bekerja disini?” goda Yesung dan Siwon tertawa lepas.

“ kau sudah hilang selama tiga tahun dan tiba-tiba muncul disini” jawab Siwon.

“ hilang? Kau yang terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan sangat jarang membalas e-mailku” tangkis Yesung tak ingin disalahkan.

“ haha baiklah, baiklah. Jadi kau pindah ke Korea lagi? Dimana Eun Soo? “

“ tentu saja dirumah. Aku ingin mengundangmu dan istrimu untuk makan malam dirumahku” ujar Yesung. Siwon terdiam, Istri? Ah benar dia belum sempat menceritakan perceraiannya dengan Hyera.

“ baiklah, aku akan datang dengan Hyera malam ini”

~oOo~

yeoboseo? Siwon-ah, wae?”

“ Hyera-ya, apa malam ini kau sibuk?”

“ tidak, aku shift pagi hari ini jadi aku tidak sibuk malam. Kenapa?”

“ Yesung dan Eun Soo pindah ke Korea lagi dan mereka mengundang kita untuk makan malam dirumah mereka. Bagaimana?”

“ jinjja? Baiklah! Aku mau “

“ aku jemput jam 8 ya?”

~O~

“ Siwon-ah, maaf sepertinya aku akan pergi sendiri. Pasienku mengalami cardiac arrest dan aku masih harus mengontrolnya. Sampaikan permintaan maafku pada Yesung dan Eun Soo”

“ baiklah, kalau begitu sampai jumpa disana”

Siwon menghela nafas berat matanya menatap ponselnya dengan sayu dan kemudian melajukan mobilnya menuju apartment Yesung.

~o~

“ Siwon-ah, kau sendirian? Dimana Hyera?” tanya Yesung yang membukakan pintu untuk Siwon.

“ pasiennya mengalami cardiac arrest dan dia harus menanganinya. Dia akan menyusul kemari “ jawab Siwon.

“ Siwon Oppa, lama tidak berjumpa” ujar Eun Soo yang muncul dari belakang Yesung.

“ woaah Eun Soo-ya, kau sedang hamil ya?” tanya Siwon memeluk wanita itu. Yesung mengangguk dengan wajah penuh kebanggaan.

“ tentu saja, butuh usaha keras kau tau” Yesung merangkul istrinya dengan penuh kehangatan.

“ bagaimana dengan Hyera Eonni? Apakah kalian mendapat momongan lagi?” tanya Eun Soo, Siwon terdiam mencoba mencerna pertanyaan Eun Soo.

“ lagi? Maksudmu?” tanya Siwon tidak mengerti. Raut wajah Yesung dan Eun Soo sama-sama berubah heran.

“ Hyera Eonni, istrimu bukankah keguguran saat itu? Seminggu sebelum keberangkatan kami ke Jepang?” jelas Eun Soo. Siwon hampir jatuh kalau saja Yesung tidak menahan pundaknya.

“ keguguran? Hyeraku keguguran?” tanya Siwon dengn suara gemetar. Matanya merah dan tangannya mengguncang bahu Yesung.

“ Choi Siwon! Sadarlah tenangkan dirimu!” Balas Yesung memegang erat bahu Siwon.

“ Yesung Oppa, biarkan Siwon oppa duduk “ ujar Eun Soo. Yesung menarik Siwon dan mendudukkannya disana.

“ apa kau memiliki masalah dengan Hyera ?” tanya Yesung. Siwon mengusap wajahnya frustasi dan menghela nafas berat.

“ aku sudah bercerai dengan Hyera”

“ APA?!”

“ ya, tak lama setelah kalian pindah ke Jepang. Saat aku menangani kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Busan. Aku kerap meninggalkan Hyera sendirian, sering membatalkan janji dan jarang menghubunginya. Aku sibuk dengan urusanku dan tanpa sadar aku telah menyakiti hatinya. Lalu, saat terparah Hyera salah paham memergokiku berada di sebuah bar bersama seorang pelacur yang sedang menggodaku pada saat aku menjalankan tugas. Aku tidak tahu bagaimana dan aku ikut tersulut emosi saat itu, dia bersama teman-temannya dan tidak memberitahuku kalau dia ke bar. Kami berdua dalam keadaan emosi dan dia meminta cerai. Dengan bodohnya aku mengabulkan permintaannya. Aku setuju bercerai dari Hyera” ujar Siwon lemas. Air matanya mengalir ketika mengingat kejadian pahit itu. Eun Soo mengusap pundak Siwon dan menatap Yesung yang terpaku.

“ mengapa kau tidak menceritakan ini kepadaku? Kenapa kau bisa mengambil keputusan sebodoh itu hah?!” teriak Yesung marah. Eun Soo meraih tangan suaminya mencoba meredamkan amarahnya.

“ Hyera keguguran karena aku kan? Aku bahkan tidak menyadarinya! Pantas saja dia menuntut cerai. Suami macam apa aku ini?” Siwon memukul-mukul kepalanya frustasi dan Yesung menariknya kedalam pelukan.

“ tidak, jangan sesali apapun Siwon-ah, semua ini sudah terjadi dan ini benar-benar bukan kesalahanmu. Takdir yang membuat semua ini terjadi”

“ Siwon oppa, Hyera menelfon” ujar Eun Soo menunjuk ponsel Siwon yang berdering.

yeoboseo, Hyera-ya kau dimana?”

“ aku sudah berada di pelataran parkir. Berapa nomor rumah Yesung?”

“ tunggu disana, aku akan kebawah” Siwon menyambar kunci mobilnya dan bergegeas keluar menuju pelataran parkir tempat Hyera berada.

~O~

Siwon berhenti ketika melihat Hyera berdiri disamping mobil putihnya. Tangannya saling beradu seolah mengusir kegugupan. Siwon berjalan pelan kedepannya dan Hyerapun menyadari kehadiran Siwon lalu menatapnya.

“ kenapa harus turun? Kenapa tidak katakan saja nomor—“

Siwon mendekap Hyera erat, sangat erat membuat Hyera bahkan Sulit untuk bernafas.

“ Siwon-ah, kenapa tiba-tiba kau memelukku?”

“ maafkan aku Hyera-ya, aku benar-benar minta maaf padamu. Kumohon maafkan aku. Aku benar-benar bodoh telah melepaskanmu pergi” ujar Siwon. Tiba-tiba saja air mata Hyera mengalir mendengar ucapan lelaki itu.

“ apakah butuh waktu selama ini untuk menyadarinya?” gumam Hyera, tangannya mencoba memisahkan pelukan itu namun, Siwon menahannya. Tetap mendekap Hyera hangat dalam pelukannya.

“ maafkan aku, aku terlalu egois saat itu dan sangat bodoh. Aku benar-benar mencintaimu Hyera, dulu sekarang dan sampai kapanpun. Kumohon maafkan aku” ujar Siwon. Tangan Hyera terangkat untuk membalas pelukan Siwon dan tubuhnya terasa lebih rileks.

“ aku juga minta maaf telah bersifat egois” gumam Hyera. Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Hyera.

“ kenapa kau tidak pernah mengatakannya?” tanya Siwon serius.

“ mengatakan apa?” tanya Hyera heran.

“soal kandunganmu. Kau keguguran “ Hyera membalas tatapan Siwon tak kalah serius.

“ aku ingin mengatakannya, bahkan saat aku mengatahui kehamilanku. Namun kau terlalu sibuk mengurus kasusmu. Dan kufikir lebih baik aku menunggumu saja. Namun, aku mengalami keguguran bahkan saat itu usia kandunganku baru dua bulan dan tuhan hanya memberiku kesempatan selama seminggu ketika aku menyadari dan merawat kandunganku”

Siwon berlutut dihadapan Hyera, badannya luruh seketika mendengar penjelasan dari Hyera. Betapa merasa bersalahnya dia membuat wanita yang sangat dicintainya mengalami penderitaan seberat itu.

“ maafkan aku, aku benar-benar minta maaf” ujar Siwon. Hyera ikut berlutut dan menarik Siwon kedalam pelukannya.

“ sudah cukup meminta maafnya. Semua ini sudah berlalu dan aku juga ikut andil dalam masalah ini. Aku juga bersalah tidak dapat menjaga kandunganku dengan baik”

Hyera mengecup kening Siwon penuh cinta dan mendekap erat lelaki itu kedalam pelukannya. Keduanya luruh dalam isak tangis. Menyesali keputusan bodoh yang telah salah mereka ambil.

~oOo~

Few weeks later…

*play daniel bedingfield- if you’re not the one*

Hyera bergegas keluar dari kantornya ketika dia mengingat memiliki janji makan malam dengan Siwon di sebuah restoran. Dan dia hanya memiliki waktu 20 menit untuk mencapai restoran itu. Hal yang mustahil mengingat lalu lintas sedang sangat macet.

“ yeoboseo? Iyaa aku sedang dalam perjalanan. 40 menit lagi aku akan sampai. Berhenti menelfonku aku bisa kecelakaan!” kata Hyera dalam satu tarikan nafas membalas perkataan Siwon dari sambungan telepon.

Gadis itu menekan nekan klakson tidak sabar. Mencoba mengusir kendaraan lain didepannya yang menghalangi jalan.

“ sialan, cepatlah kalian bergerak” ujar Hyera kesal.

~oOo~

“ 1 jam, benar-benar luar biasa Kim Hyera” gumam Hyera. Gadis itu memperbaiki makeup dan rambutnya di kaca mobilnya. Ketika dirasa cukup pantas, diapun berjalan dengan anggun menuju restoran tempat janjian dia dan Siwon.

“ apakah sudah tutup? Kenapa gelap sekali?” gumamnya. Tangannya mendorong pintu itu namun keadaan gelap dengan cahaya lilin yang menjadi penunjuk jalan menyambutnya.

follow the candles” gumam Hyera membaca tulisan dibawahnya. Kakinya mengikuti lilin-lilin itu. Semakin jauh dia melangkah semakin jelas alunan piano yang didengarnya. Tangannya menyibak tirai tipis didepannya dan dia dapat melihat ruangan besar dengan cahaya lilin. Dan disana diatas panggung, dibalik piano dia melihat Siwon tengah mengalunkan sebuah lagu.

‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away

Siwon bangun dari duduknya dan berjalan perlahan mendekati Hyera. Gadis itu terpaku dengan keadaan yang sedang dihadapinya sekarang.

And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today.

Siwon menggenggam sebucket bunga mawar merah besar ditangan kirinya. Pandanganya lurus menatap Hyera yang bergeming disana.

‘Cause I love you, whether it’s wrong or right

Siwon berdiri tepat dihadapan Hyera. Menatap gadis itu dalam dengan mata hitamnya yang tajam.

And though I can’t be with you tonight

Siwon berlutut dihadapan Hyera, meletakkan mic dan mengeluarkan kotak cincin dari dalam saku celananya.

You know my heart is by your side

Siwon membuka kotak cincin itu dan memberikan senyum termanis yang ia miliki, membuat lesung pipitnya kian dalam.

“ For the one I can’t live without. Kim Hyera, please come back and be mine forever” Ujar Siwon mantap. Air mata Hyera jatuh begitu deras dan kepalanya mengangguk tanpa henti.

“ I’d love too “ ujar Hyera menjulurkan tangannya untuk dipasangkan kembali cincin kawin yang dulu pernah dilepasnya.

Siwon mendekap Hyera erat. Mencoba kembali merasakan sensasi hangat yang dulu pernah dia lupakan dan dia sia-siakan.

“ aku tidak akan membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Terima kasih Hyera-ya sudah memberiku kesempatan kedua” ujar Siwon.

“ Aku juga, aku tidak akan menyerah pada hubungan ini Swon-ah apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu”

“ aku sangat mencintaimu Hyera-ya”

“ aku juga, aku juga sangat mencintaimu Choi Siwon”

~END~

Thanks too all reader(s) XOXO *bow*

6 Comments (+add yours?)

  1. Hwang Risma
    Dec 09, 2015 @ 14:51:01

    Akhirnya happy ending dan mereka bersatu lagi 💞

    Reply

  2. rereazhari
    Dec 09, 2015 @ 16:04:04

    Ouchhhh so sweetttt

    Reply

  3. byul
    Dec 09, 2015 @ 20:44:16

    Kenapa harus swet banget sih?? Bisa kena diabetes ni ♥

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: