[Siwon’s Day] Winter In Namsan Tower

IMG-20151124-WA0001

[Siwon’s Day] Winter in Namsan Tower

 

Author                        : i’m2IP

Cast                 : Choi Siwon

Kim Hyena

Genre              : Romance, sad

Rating              : General

Length             : Oneshoot

 

Catatan            : selamat membaca dan hati-hati aroma galau berterbangan ckkckck Xp.

 

  • Aku menyukai musim salju karena bagiku itu tampak seperti diriku. Dingin dan rapuh sedangkan ia menyukai musim semi banyak bunga bemekaran seperti dirinya. Supel dan ceria – Siwon

 

***

 

Halte bus, 11 Desember 2015, 06.00 PM

 

Saat ini aku baru kembali dari kantor ku yang kebetulan tidak terlalu jauh dari tempat halte. Ini sungguh menguntungkan karena aku dapat berhemat dan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya hanya untuk sekedar naik taksi. Meski terkadang aku menunggu cukup lama dan apalagi saat ini sedang musim salju, cuacanya sangat dingin.

Ku pererat mantel yang kugunakan, sudah cukup tebal namun belum bisa mengalahkan dinginnya salju yang berjatuhan. Kurasakan hidung, pipi dan telinga ku mulai memerah karena dingin. Jari tangan ku sudah ku masukkan ke dalam saku mantel. Uap berwarna putih keluar dari deru napas yang ku hembuskan.

Penasaran ku buka smartphone dan mulai melihat ke aplikasi yang dapat mendeteksi suhu disekitar lingkungan.  celcius, ohh… bagus sekali hari ini gerutuku dalam hati. Memang aku baru menunggu sekitar 10 menit dan biasanya paling lama bus akan datang setelah menunggu 20 menit. 10 menit terakhir yang akan sangat menyiksa bagiku.

06.10 PM. Langit sudah menjadi gelap kali ini dan lampu-lampu dipinggir jalan sudah dihidupkan untuk menerangi setiap sudut dikota seoul. Indah pemandangan yang ku lihat kali ini musim salju malam hari di seoul. Rupanya sudah 15 menit aku menghabiskan waktu ku menunggu dan bus telah datang dengan langkah cepat segera ku naiki bus berwarna biru tersebut.

Yapayy.. ada satu tempat duduk kosong di bangku belakang dekat jendela. Untungnya aku bisa merilekskan otot-otot ku yang lelah. Setelah mendapatkan posisi yang cukup nyaman, aku mengeluarkan smartphone yang ku letakkan didalam saku. Lalu mulai mengaktifkan jaringan dan menjelajahi social media.

 

 

 

One message in line

 

Selamat musim dingin. Ehm… aku bingung memulai percakapan apa

  • Hyena

 

Aku mengedipkan kedua mataku. Oh… pesan dari Hyena rupanya. Aneh sekali ini pertama kalinya aku mendapatkan pesan darinya. 7 tahun yang lalu saat masih senior high school aku memang sempat sekelas dengannya bahkan satu club fotoghrafer tapi hanya sekedar itu aku tak mengenalnya terlalu jauh.

 

Selamat musim dingin juga. Kau suka salju?

  • Siwon

 

Entah percakapan aneh apa ini. Kenapa ia tak memulainya dengan menanyakan kabar saja? Dan yang anehnya lagi aku ikutan bingung menjawab apa sehingga hanya pertanyaan aneh yang keluar dari otak ku ini. Kau suka salju? Lucu sekali pertanyaan ku. Itu hal yang pribadi dan aku tak terlalu dekat dengannya, apa dia akan menjawab pesan ku?.

 

 Ku rasa aku lebih suka musim semi. Musim salju sangat dingin. Kau sendiri?

  • Hyena

 

Ehm… musim semi. Kurasa memang cocok dengan sifatnya yang supel dan ceria. Tapi sifatku cukup bertolak belakang dengannya. Aku lebih ke tipe orang yang pendiam dan tak terlalu akrab dengan orang lain.

 

Sepertinya aku suka musim hujan dan salju. Itu tampak seperti diriku

  • Siwon

 

Sudah cukup lama tapi Hyena belum membalas pesannya. Aku ingin menutup. smartphone ku tapi jujur saja aku masih penasaran ada apa ia mengirim pesan. Tidak mungkin hanya untuk menanyakan kau suka musim apa?. Akhirnya ku putuskan untuk tetap menunggu pesan balasan darinya dan setelah 5 menit line ku kembali menunjukkan notification

 

Kau harus berjalan-jalan melihat bunga musim semi. Itu indah

  • Hyena

 

Aku tidak terlalu suka membahas kegiatan yang akan ku lakukan terutama dengan orang yang sebelumnya tidak terlalu akrab dengan ku. Merasa percakapan ini hanya membuang waktu ku putuskan untuk langsung ke point penting dalam pembicaraan ini.

 

Kau ingin membicarakan sesuatu hal dengan ku?

  • Siwon

 

Kuharap Hyena tak tersinggung dengan pesan terakhirku. Bukannya aku tak ingin mengobrol banyak dengan teman lama. Hanya saja… aku seperti menarik batas yang jelas dengan orang lain. Tidak semua orang dapat seenaknya melewati batas tersebut. Dapat ku akui… aku memang sopan kepada semua orang karena kesopanan menunjukkan kebangsawanan dalam diri sendiri tapi hanya sekedar itu jika seseorang mulai mendekat entah mengapa aku berubah menjadi dingin. Sama dinginnya dengan musim salju.

 

Aku ingin membalikkan buku tentang fotoghrafer yang dulu kupinjam darimu

  • Hyena

 

Buku? Sepertinya aku tidak mengingat pernah meminjamkan buku ku. Mungkin aku lupa tapi biarlah.

 

Tidak perlu dikembalikan. Buku itu untukmu. Akan sangat merepotkan jika kau jauh-jauh hanya untuk mengembalikan buku yang sudah tak kubutuhkan.

  • Siwon

 

Ku harap hyena tidak salah paham dengan sikapku. Cuaca kali ini sangat dingin aku tak ingin membuatnya repot-repot menemuiku. Apalagi jadwal ku cukup padat setelah bekerja. Aku takut hanya di hari minggu lah aku bisa menemuinya padahal hari libur seharusnya Hyena lewatkan dengan orang yang dia sayangi seperti keluarga misalnya.

 

Terserah buku itu kau butuhkan atau tidak. Kau buang juga tidak masalah, aku hanya ingin mengembalikan itu saja. Aku meminjamnya bukan memintanya

  • Hyena

 

Ohh tuhan. Ku rasa Hyena marah. Apa yang salah dengan pesanku yang sebelumnya? yeoja itu memang sulit dimengerti. Aku tidak boleh membuat seorang gadis marah, itu sangat tidak sopan. Hahaha tapi kalau boleh jujur itu lucu sekali. Aku jadi membayangkan wajah Hyena yang memerah karena marah.

 

Baiklah. Aku minta maaf. Kapan dan dimana aku bisa menemuimu?

  • Siwon

 

Ehm… di café dekat sekolah. Hari senin  jam 1 dan jangan sampai terlambat! Heheh

  • Hyena

 

Baiklah ku pastikan aku tidak akan terlambat

  • Siwon

 

Sampai ketemu kembali. bye

  • Hyena

 

Bye

  • Siwon

 

Tamat sudah riwayatku. Apa tidak ada hari lain selain hari senin? Hari apapun aku boleh asalkan jangan hari senin. Setiap hari senin diadakan rapat per minggu. Tentu saja membahas tentang perusahaan dan aku harus memberikan laporanku.

Oh mungkin kalian berpikir. Aku ini putra dari seorang pemilik perusahaan ternama di seoul dan tidak perlu repot-repot ikut rapat cukup anak buah saja yang menghadiri rapat tersebut tapi faktanya aku masuk perusahaan tanpa koneksi dari Appaku. Meski aku bekerja diperusahaan Appaku tapi tak ada yang menyadari kalau aku putranya.

Aku ingin memulainya dari awal tanpa bantuan nama besar Appaku. Agar aku bisa tau bagaimana perjuangan Appaku selama ini. Aku hanya anak baru yang sudah bekerja kurang lebih 6 bulan dan setelah mendapatkan posisi yang diakui oleh rekan ku yang lainnya, aku takut mengecewakan mereka semua.

Apa yang harus ku lakukan kali ini. Tidak menepati janji pengecut namanya tapi aku juga tidak dapat membayangkan wajah atasan dan teman-teman ku yang marah akan tindakan ke kanak-kanakkan ku. Mereka semua bekerja dengan sangat keras hanya untuk menyusun laporan ini bahkan kami kerap pulang larut malam.

Ohh… ini membuat kepalaku sakit sekali…

 

***

Jika kau bekerja maka kau akan merasakan waktu begitu cepat sekali berputar. Saat ini sudah hari senin rupanya. Hari minggu kemarin hanya ku habiskan dengan tidur sepanjang hari, makan bersama jiwon adikku dan membaca koran dipagi hari. Bahkan minggu ini aku tidak berolahraga. Entah mengapa aku tidak mood untuk pergi berenang dan hanya ingin bersantai lebih lama tanpa melakukan olahraga yang menguras tenaga.

Aku bangun dari tempat tidurku pukul 06.00 AM dan mulai membereskannya meski ada bibi yang merapihkannya tetap saja aku tidak suka melihat sesuatu yang berantakkan. Ku ambil handuk dari dalam lemari dan melingkarkannya dileherku. Lalu bergegas memasukki kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan badanku. Aku mengambil kemeja, mengenakannya dan merapihkan rambutku. Kau memang tampan dan mempesona choi siwon gumamku seenaknya. Narsis memang tapi jujur saja saat aku tersenyum dan menujukkan lesung pipi ku banyak sekali yeoja yang terpanah. Hahaha choi siwon dengan khayalannya dipagi hari.

Aku menuruni tangga dan bergegas ke meja makan untuk sarapan. Di meja makan sudah tersedia roti dan juga coffee expresso kesukaan ku tapi sayangnya minggu-minggu ini aku harus menghabiskan makanan ku sendiri di meja makan yang besar itu. Menyebalkan memang. Meski biasanya aku tidak makan dengan Appa dan eomma karena mereka berdua sibuk dengan bisnisnya tapi biasanya aku makan bersama dengan jiwon dan saling menngobrol atau tidak bercanda.

Sayangnya jiwon sedang pergi camping diacara sekolahnya dan acara itu menghabiskan 2 minggu lamanya. Baru saja aku ingin menengguk coffee ada pesan rupanya. Oh ini dari jiwon.

 

Oppa… selamat pagi. Kau pasti kesepian sarapan tanpa diriku makanya kau harus cari yeoja yang menemanimu sarapan. Hehehehe. Aku merindukkan mu oppa~~~

  • Salam hangat dari adikmu tercantik Choi Jiwon

 

Prrruufftttt… oh sial… aku sukses menyemburkan coffee yang ku minum ini semua berkat kata-kata jiwon. Dasar bocah satu itu awas kau! Akan kubalas nanti. Menyebalkan bukannya tak ada yang menyukaiku. Hanya saja mereka tak ingin berurusan dengan keluargaku. Appa sangat pemilih terhadap gadis yang menjadi pacarku. Jika mereka kubawa untuk ku pertemukan dengan kedua orang tuaku pasti ke esokkannya mereka memutuskan ku secara sepihak. Itu sudah membuatku bosan untuk jatuh cinta lagi.

Meski harus ku akui. Aku sama sekali membenci yang namanya perjodohan tapi entah mengapa itu seperti takdir yang sudah melekat dari sejak terlahir ke dunia dan aku jelas tidak dapat menentangnya. Jika suatu hari itu tiba, aku tidak tau harus bereaksi seperti apa.

 

Hei anak nakal… suatu hari nanti oppa pasti akan ada yeoja yang menemani oppa makan dan kau akan terpanah melihat kecantikkannya. Aku juga merindukkan mu jiwon. Jaga kesehatan dan cepatlah pulang… kau tak mau melihat oppa mu yang tampan ini mati karena merindukkan mu bukan?

  • Salam hangat dari oppamu tertampan Choi Siwon

 

Belum lama aku selesai mengirim pesan jiwon dengan cepat membalas pesanku.

 

Oppa jahatnya :’(… Jinja? Pokonya aku ingin melihat yeoja pilihan oppa secepatnya. Kau juga jaga kesehatanmu. Jangan lupa makan meski oppa sibuk bekerja. Sebegitunya kah? Jangan oppa campingku masih seminggu lebih. Jangan mati hanya karena merindukkanku aku akan sangat sedih… hiks

  • Jiwon

 

Huuhhh… dasar anak ini jelas mana mungkin aku akan meninggalkannya.

 

Ohhh… oppa tak akan meninggalkan mu jiwon-ahh… neh? Jangan seenaknya, oppa tak dapat berjanji akan membawa pilihan oppa dihadapanmu. Tapi oppa janji siapapun yang dipilihkan untuk oppa. Oppa akan membuatnya hidup dengan nyaman

  • Siwon

 

Oppa sudah dulu ya… aku harus bersiap-siap. Oppa juga selamat bekerja dan hati-hati dijalan

  • Jiwon

 

Arasso… jiwon-ahh. Bye

  • Siwon

 

Tak seharusnya aku berkata demikian dengan Jiwon. Meski kami tau hidup kami bukan pilihan tapi jiwon sangat tidak menyukainya. Dulu ia menangis dengan sangat keras di pelukkan ku. Cinta pertamannya tak direstui oleh Appa karena keluarganya hanya memiliki restoran kecil untuk bertahan hidup dan sampai sekarang meski jiwon tak pernah membahasnya lagi meski begitu aku tetap tau bahwa jiwon masih sangat menyukai cinta pertamanya tersebut.

Sepertinya hari senin ini diawali dengan situasi yang buruk dan aku juga belum tau solusi atas masalahku nanti siang.

 

***

 

“kau bercanda! Kau ingin membuat divisi kita dipermalukan dirapat kali ini! Jika kau tak professional lebih baik sekarang juga berikan surat pengunduran dirimu! Perusahaan tak membutuhkan pegawai kekanakkan sepertimu”. Sudah ku duga beginilah jadinya jika aku bicara terus terang dengan ketua. Ia tak akan mengijinkanku untuk tidak mengikuti rapat. Bagaimanapun memang dari awal aku yang bertanggung jawab atas project kali ini dan hanya aku yang dapat menjelaskannya dengan baik.

 

“maaf ketua…”. Jujur hanya kalimat itulah yang dapat keluar dari mulutku sekarang.

 

Maaf, aku merasa diriku seperti pecundang kali ini. Aku harus bertanggung jawab atas tugas yang diberikan olehku, aku juga tak boleh mengecewakan appa dirapat pertama ku. Appa pasti akan sangat marah tapi aku juga tidak bisa mengecewakan seorang yeoja. Aku sudah berjanji dengannya dan jika membatalkan begitu saja itu sangat tidak sopan.

 

“kau tetap harus menyelesaikan presentasi laporanmu”. Titah ketua sambil menepuk kedua pundakku dan berlalu begitu saja. Sial aku tak mendapatkan izin kali ini.

 

Apa yang harus ku lakukan kali ini. Apa aku membatalkannya saja? Atau aku memberitahukannya kalau aku akan datang terlambat? Tapi jika ia menungguku terlalu lama bagaimana? Baiklah apapun yang dikatakannya nanti lebih baik aku memberitahukannya terlebih dahulu.

 

Maaf aku tak dapat menepati janjiku. Hari ini aku ada rapat, awalnya ku kira aku bisa izin. Aku tidak tau akan selesai kapan dan aku tak ingin membuatmu menunggu

  • Siwon

 

Huuh… akhirnya aku mengirim pesannya juga. Jujur butuh keberanian banyak untuk mengatakkannya. Ku harap ia tidak kecewa.

 

Oh.. kau sibuk? Mian, aku mengganggumu. Tidak masalah aku akan menunggumu bahkan sampai malam sekalipun karena aku takut jika ini kesempatan terakhir bisa bertemu denganmu.

  • Hyena

 

Apa maksudnya sebenarnya? Kesempatan terakhir? Astaga kata-katanya membuatku berpikir yang tidak-tidak… apa ia sedang sakit dan tak memiliki waktu banyak lagi? Ahh… apa yang ku pikirkan. Aku tak boleh berpikiran buruk.

 

Baiklah aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat dan maaf membuatmu menunggu. Mungkin ini kurang sopan dan terkesan mencampurin urusan pribadimu tapi jika boleh tau apa maksudmu dengan kesempatan terakhir bertemu?

  • Siwon

 

Sungguh bukannya ingin mencampuri urusan orang lain tapi aku sangat penasaran dan apakah salah jika menanyakan masalah teman? Bukankah teman memang saling berbagi.

 

Mungkin konyol bercerita denganmu. Besok aku akan ada diacara perjodohan dan setelah itu aku tak dapat bertemu denganmu lagi. Sampai bertemu nanti, bye.

  • Hyena

 

Ohh… sekarang aku yang menyesal. Tak seharusnya aku bertanya demikian. Bodoh… bodoh sekali kau choi siwon. Kau hanya menambah garam diluka hyena.

 

Mianhae… sampai bertemu nanti… jeongmal mianhae

  • Siwon

 

Dan sudah lima belas menit hyena tak membalas pesanku. Mungkin ia sedang sedih atau menangis saat ini. Mengingkat janji dengan seseorang yang bahkan tak pernah kau lihat wajahnya itu sangat memuakkan. Bukan hanya hyena, aku dan banyak orang diluar sana akan sependapat jika kau tak akan bisa mencintai dengan tulus pasangan yang bukan pilihanmu sendiri. Itu sulit.

Sudahlah… aku putuskan untuk beralih topic. Aku mempersiapkan kembali dialog ku untuk presentasi nanti. Ini memang pertama kalinya aku hadir di rapat direksi dan tak dapat ku pungkiri itu membuatku sangat gugup. Aku tak boleh melakukan kesalahan kecil sekalipun karena appa sangat membenci itu. Kesempurnaan mutlak harus ku miliki. 30 menit lagi waktu yang tersisa sebelum rapat dimulai. Huhh cukup menyebalkan.

 

***

 

Aku sudah menyelesaikan presentasiku. Ini menakjubkan. Kurasa hari ini tak terlalu buruk. Presentasiku berjalan dengan sangat lancar bahkan mereka semua bertepuk tangan dan terkagum dengan ide-ide yang ku lontarkan dan yang paling membuatku bahagia adalah appa tersenyum dan ikut bertepuk tangan.

 

“terima kasih semuanya”. Kataku sambil membungkukkan sedikit badanku dihadapan direktur dan rekan-rekan.

 

Aku kembali ketempat dudukku. Ku lihat appa berdiri di podium. Ia berjalan dengan sangat berwibawa. Lalu appa mengucapkan terima kasih kesemua karyawan yang telah bekerja keras demi perusahaan. Tak kusangka dibalik sifat appa yang dingin, ia bisa terlihat peduli dan penuh kasih sayang kepada karyawan-karyawannya.

 

“satu lagi sebelum rapat ini dibubarkan. Ada yang ingin saya katakan”. Ujar appa dan kami semua mendengarkannya dengan baik.

 

“yang tadi berdiri disini dengan sangat baik merupakan putraku. Choi siwon. Meski ia memintaku untuk tidak memberitahu pada kalian semua karena ia tidak ingin mengandalkan nama besarku tapi kurasa ia sudah mampu memperoleh kedudukannya atas usahanya sendiri. Ia lah satu-satunya putraku yang ku harapkan dapat menggantikan ku suatu saat nanti”. Aku sungguh terharu mendengar ungkapan appa. Aku senang bisa diakui olehnya. Semua mata kini terpanah kearahku. Aku jadi tersenyum kikuk menanggapinya.

 

“oh iya ada satu lagi kabar yang sangat mengembirakan. Minggu depan putraku tercinta ini akan melangsungkan pertunangan dengan putri dari tuan kim”. Ku lihat tuan kim yang merupakan insventor terbesar diperusahaan appa berdiri dan tersenyum. Semua orang juga melihat ke arahku.

 

Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan kali ini. Hatiku sangat hancur mendengarnya tapi aku tak boleh mempermalukan ayahku dengan menentangnya langsung didepan colegga dan karyawan-karyawannya. Jadi yang dapatku lakukan hanya memberikan senyuman palsu kali ini. Aku terjebak oleh rencana appa ku rupanya. Keterlaluan seharusnya aku tau dari awal alasan aku ada dirapat kali ini.

 

***

 

Ku percepat langkahku keluar dari kantor yang terasa menyebalkan. Entah mengapa tapi aku merasa malas menunggu bus lalu ku putuskan untuk menaiki taksi. Lagipula naik taksi bisa lebih cepat sampai ketujuan. Saat keluar dari kantor sudah ada taksi yang menunggu didepan. Aku menaikkinya.

Sesak… jantungku bekerja begitu cepat aku jadi sulit bernafas. Hah… apa tak banyak cukup oksigen didalam taksi?. Ku longgarkan dasi yang ku kenakan lalu mengacak rambutku frustasi. Ingin sekali aku berteriak tapi tidak bisa. Itu akan membuat supirnya mengiraku gila.

Tidak tungggu lama 15 menit aku sudah sampai ke depan café. Aku memasuki pintu depan café. Tidak terlalu banyak pengunjung mungkin karena hari kerja. Ku lihat jam tangan yang melingkar ditangan kiriku. Jam 03.00 PM. Keterlaluan aku membiarkan seorang yeoja menunggu selama 2 jam?.

Baru saja aku ingin menghapirinya. Hyena sudah melambaikan tangan ke arahku. Ia tersenyum manis. Ada perbedaan dari saat terakhir kali aku melihatnya. Dulu rambut hyena pendek dan saat ini rambutnya telah panjang dan terurai bagus. Hyena mengenakan dress putih selutut.

 

“aku menunggumu sangat lama. Sangkin lamanya sudah 2 bubbles chocolate yang kuhabiskan dan sepertinya hot coffee expressomu sudah membeku”. sindir hyena sambil tertawa. Aku tau itu bukan semata kalimat sindiran hanya becanda tapi tetap itu membuatku merasa bersalah.

 

“mian, hyena-ssi”. Jawabku sambil membungkuk sopan.

 

“andwae… bukan seperti itu siwon-ahh. Aku hanya bercanda tak usah dipikirkan. Oh iya panggil saja hyena-ahh. Aku tidak suka terlalu formal”. Lalu aku hanya mengangguk mengiyakan perkataannya.

 

Aku melihat segelas coffee expresso dihadapanku. Bagaimana hyena bisa tau kalau ini coffee kesukaan ku? Aneh.

 

“aku hanya memesannya, kau tak suka? Ku kira pria suka coffee”. Kata hyena sepertinya ia dapat menebak pemikiranku saja

 

“tidak… aku justru sangat menyukai coffee ini”. Lalu aku menegguk sedikit coffenya. Sudah dingin rupanya.

 

“aku bisa memesankannya yang baru”. Ujar hyena tapi aku tidak menginginkannya dan hanya menggelengkan kepala pertanda tidak.

 

Lalu kami berdua hanya diam setelah itu. Hyena sibuk memandang jalanan diluar jendela yang tertutup oleh salju yang bertebaran. Ku amati wajah hyena tanpa meninggalkan seincipun. Dilihat dari postur badannya ia semakin kurus saja dan juga matanya yang bengkak meski sudah ditutupi oleh make up tapi masih terlihat jelas olehku. Saat ini mungkin hyena lebih frustasi dibandingkan diriku sendiri.

Tiba-tiba hyena melirik ke arahku. Spontan aku jadi salah tingkah dan mencari focus lain yang dapat ku lihat. Aku jadi menengok ke arah jalanan. Lalu setelah ku rasa hyena tak melihat ke arahku. Ku alihkan kembali ke arahnya.

 

Deg!

 

Sial. Mata kami saling beradu. Kini justru ia yang memajukan wajahnya dan melihat ke arahku. Mata kami saling bertemu pandang. Ku rasakan udara panas mulai menyeruak di sekeliling kita. Wajah kita berdua saling memerah sudah seperti kepiting rebus. Lucu sekali. Kami berdua saling tertawa dan rasanya aku seperti lupa akan masalah hari ini

 

“kau harus kembali ke kantor bukan?, ini buku mu. Terima kasih karena telah meminjamkannya”. Hyena mengeluarkan buku dari dalam tas kulit berwarna senada dengan dressnya lalu memberikannya kepadaku. Aneh, sepertinya aku tak ingat pernah memiliki buku seperti ini.

 

“ehm…”. Mendengar hyena mengucapkan kantor ekspressi ku jadi berubah drastis begitu saja. Tatapan ku jadi dingin lantas dengan cepat ku alihkan pandanganku dan menatap salju-salju bertebaran.

 

“baiklah jika suatu saat kita tanpa sengaja berpapasan. Aku harap kita masih berteman. Bye”. Ujar Hyena lalu ia berdiri tersenyum dan melambaikan tangan. Aku spontan berdiri dan menatapnya. Perasaan aneh apa ini aku seperti ingin menahannya pergi tapi untuk apa? Aku tak memiliki alasan untuk menahannya, menemani kesedihanku di hari ini. Tidak itu egois menyuruhnya tinggal lebih lama padahal dia punya masalahnya sendiri.

 

Aku tak mengucapkan apa-apa hanya tersenyum yang dipaksakan untuk membalas senyuman tulusnya. Baru saja ia melewati ku, aku langsung memegang tangannya dan menahannya untuk pergi. Apa yang kulakukan? Kau bersikap aneh siwon.

 

“temanin aku jalan-jalan. Aku sedang tak ingin di kantor dan juga dirumah”.  Hyena tampak berpikir. Cukup lama lalu ia membalas dengan senyuman teduh

 

“kurasa aku memiliki pikiran yang sama dengamu”. Lalu kami berdua keluar dari café tersebut tapi entah kemana

 

***

 

“aku tidak membawa kendaraan, tidak masalah bukan kalau kita menaiki bus?”. Aku menatapnya sekilas lalu ia menjawab tidak masalah dengan nada cerianya. Entah mengapa aku jadi sulit menatap matanya.

 

“salju… dia begitu cantik, aku suka sekali melihatnya karena ia tampak seperti diriku mengagumkan tapi sangat dingin. Setiap orang lebih memilih menjauh dari salju meski mereka suka melihatnya. Mereka menjauh makanya aku tak menyukainya”. Aku menatap kosong ke arah salju berterbangan lalu mengulurkan tanganku dan menyentuh salju itu lembut lalu salju itu mencair ditanganku begitu rapuh tampak seperti diriku yang terlihat kesepian.

 

“tunggu sebentar…”. Hyena tak menjawab perkataannya lalu pergi untuk membeli sesuatu

 

Hyena menghampiri pedagang kaki lima dipinggir café lalu membeli dua helai syal, topi, penutup telinga, sarung tangan dan juga jaket. Oh mungkin hyena membelinya karena ia mengenakan dress yang cukup tipis dan itu akan membuat tubuhnya mengigil ditengah-tengah musim salju. Tunggu tapi mengapa dua helai? Apa ia juga membelikannya untukku

 

“kau harus memakai ini. Jangan salahkan salju yang dingin. Meski salju dingin bukan berarti kita tak dapat mendekatinya atau menyentuhnya yang kita perlukan hanyalah menghangatkan tubuh kita agar bisa berada didekatnya. Ehm… bisa dibilang jangan menjauhi mereka yang kesepian dan terlihat dingin meski dekat dengan mereka kita tak akan berubah menjadi dingin juga, yang harus kita lakukan membawa kehangatan disekelilingnya. Seperti ini”. Lalu Hyena tersenyum aku menatap dirinya dengan mata membulat sempurna. Kata-katanya menghentakkan diriku. Mungkin dia benar.

 

Hyena mengenakan syal dileherku. Jarak kita begitu dekat hanya tersisa beberapa centi saja. Aku bisa melihat dengan jelas bola matanya yang berwarna hazel, hidungnya yang terpahat sempurna begitu juga pipinya yang memerah karena diterpa dinginnya salju dan satu lagi bibirnya yang tipis dan merona. Oh sial… aku mengalihkan pandanganku. Wajahku benar-benar memerah saat ini. Entah mengapa aku jadi ingin mengecupnya singkat. Ohhh… tidak apa yang kau pikirkan choi siwon… pabo… pabo… pabo…

“nah sudah selesai. Selanjutnya jaket dan sarung tangan bisa kau pakai sendiri”. Hyena memakaikan ku syal, penutup telinga dan juga topi dikepalaku. Lalu ia tertawa melihat wajahku. Melihatnya tertawa aku juga jadi ikut tertawa.

 

“Gomawo Hyena-ahh. Kau benar meski salju dingin tubuhku tetap hangat. Mungkin karena ada dirimu”. Jawabku sambil tersenyum, apa kata-kataku terlalu berlebihan karena ku lihat hyena menundukkan wajahnya dan ia terlihat gugup sekali.

 

Aku mengangkat dagu hyena yang tertunduk, melihat kedua matanya. Hampir saja aku tenggelam didalamnya lalu aku segera memfokuskan diriku dan sekarang gantian aku yang mengenakan syal, penutup telinga dan topi dikepalanya. Aku merasakan deru nafasnya yang keluar menyentuh wajahku, lucu sekali sekarang ia menutup matanya mungkin karena merasa gugup.

Lalu aku selesai memakaikannya tapi dia masih belum membuka matanya. Aneh dan tiba-tiba timbul perasaan jahil dari dalam diriku. Ku kecup singkat pipinya yang merona. Lalu benar dugaanku hyena langsung membuka matanya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya. Sepertinya nyawanya akan berkumpul lama sekali dan setelah ia sadar.

 

“yak!!! Choi Siwon apa yang kau lakukan!”. Lalu aku hanya tertawa melihatnya dan menggengam tangannya

 

“cepatlah bus sudah datang nanti kita ketinggalan”. Jawabku seenaknya.

 

***

 

Tidak banyak tempat yang dapat kita kunjungi mengingat cuaca begitu dingin. Taman, wahana bermain dan juga sungai han tempat itu awalnya kami ingin mengunjunginya tapi kami urungkan karena salju semakin malam semakin dingin.

 

“Kita bisa nonton bioskop saja, udara semakin dingin”. Ujarku. Aku tak ingin membuat Hyena menjadi sakit dengan terlalu lama berdiri ditempat bersalju.

“mungkin memang tidak banyak tempat. Tapi apa kau tak merasa bioskop sudah sangat membosankan. Semua pasangan di awal kencannya pasti pergi kesana”. Ujar Hyena. Benar juga katanya mungkin itu akan membosankan tunggu apa katanya kencan? Hahah dia lucu sekali. Aku jadi ingin menggodanya.

 

“apa kau berpikir ini kencan pertama kita?”. Aku sedikit menyiku lengannya. Dan tersenyum menunjukkan lesung pipiku. Hyena langsung gelagapan dan pura-pura tidak melihat kearahku. Ia malu sepertinya ku lihat wajahnya memerah lagi

 

“bu.. bukan.. begitu maksudku. bioskop itu identic dengan kencan. Aku tidak salah bukan”. Jawab Hyena. Kelakuannya itu benar-benar membuatku gemas.

 

“arasso… ehm… sepertinya aku tau harus kemana”. Ujarku lalu membawa Hyena menaiki bus kembali. Butuh sekitar 30 menit untuk sampai kesana dan 8 kali perbehentian halte.

 

30 menit kemudian sesuai perkiraan ku kami sudah sampai ke tempat tujuan dari awal perjalanan Hyena selalu saja penasaran tempat mana yang akan dituju tapi setelah ia melihat tempat itu sendiri ekspresi penasarannya berubah menjadi rasa kagum. Katanya ia ingin sekali ketempat ini tapi saat ku Tanya alasannya ia tak mau menjawab.

Kami menaiki Namsan tower. Kalian pasti sering melihatnya di dalam drama. Tempat ini sering sekali dijadikan objek wisata yang wajib dikunjungi jika kalian ke seoul. Disana kalian dapat melihat indahnya gedung-gedung tinggi dari atas. Semua lampu dimalam hari berkerlap-kerlip. Kalian juga dapat menaiki cable car untuk melihat pemandangan seoul dari ketinggian. Menakjubkan bukan.

Dan satu lagi katanya. Tempat ini begitu terkenal karena ada suatu tempat yang sering dikunjungi sepasang kekasih. Kalian pasti tau bukan. Yah… benar tempat yang biasanya mereka taruh gembok dengan bertuliskan nama kedua pasangan dan menuliskan harapan mereka lalu membuang kunci tersebut agar mereka tak ada yang bisa membuka gembok tersebut dan tak dapat lagi dipisahkan. Unik ada-ada saja yang percaya dengan hal seperti itu.

Misalnya jika aku atau Hyena memasang gembok dengan nama pasangan kami lalu kami diharuskan menikah dengan orang lain apa keajaiban akan muncul? Hanya dengan mengikatnya disebuah gembok yang akan berkarat. Itu seperti kau percaya dengan sesuatu yang belum pasti terjadi.

Sebelum menaiki cable car kami membeli coffee untuk menghangatkan tubuh kita. Lalu memesan dua tiket. Aku melihat Hyena daritadi begitu senang. Senyumnya terus mengembang saat tau ia akan kesini. Kesedihannya seperti hilang begitu saja. Aku senang melihatnya. Ku harap kesedihan ku juga dapat berakhir.

 

“kurasa kau sangat senang kemari. Apa kau tidak bosan kesini?”. Tanya ku saat kami ingin menaiki cable car. Kami masih menunggu antrian dan akan lebih baik berbincang-bincang agar tak terasa lama.

 

“kau pasti tidak percaya. Terakhir aku kemari saat ada acara kelas. Itu pertama kalinya dan sejak saat itu aku tak mau kembali ke tempat ini. Tempat ini mengingatkan ku dengan seseorang dan itu membuatku sedih”. Jawabnya kali ini ekspresih lirih yang ditunjukkannya. Aku tidak tau bagaimana cara menghiburnya jadi yang kulakukan hanya diam saja.

 

Hyena menundukkan kepalanya. Aku tak dapat melihat jelas lalu aku bertanya apa kau baik-baik saja dan ia hanya mengangguk dan masih menundukkan kepalanya. Aku tau saat itu ia ingin menyembunyikan air matanya. Tak ingin membuatnya mengingat kenangan yang membuatnya sedih rasanya aku ingin menghiburnya. Seperti membuat lelucuan tapi aku tak dapat melakukannya itu akan terdengar seperti lawakan yang dipaksakan

 

“berhentilah bersedih. Aku tak bisa membuatmu tertawa dengan membuat lelucuan itu tak akan lucu seperti dipaksakan. Aku tak pandai menhibur seseorang”. Hyena melihat kearahku. Benar ia sedang menangis lalu yang bisa kulakukan hanya menghapus air matanya dengan tangan ku lalu menggandeng tangannya memasuki cable car.

 

Kami melihat pemandangan yang begitu bagus dari atas. Benar-benar menakjubkan. Bukan pertama kalinya aku menaiki ini tapi kurasa ini pertama kalinya aku memliki pengalaman yang lebih menyenangkan dari sebelumnya. Entah mengapa saat melihat Hyena bahagia ada energy aneh yang mengalir didarahku. Seperti aliran darah mengalir begitu cepat hingga membuat jantungku bekerja lebih keras dan membuatnya berdenyut. Unik rasanya.

 

“aku melihat seorang namja ditahun pertama ku sekolah. Entah mengapa dengan bodohnya aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Kau pasti tidak percaya cinta pada pandangan pertama, bukan?”. Ujar Hyena. Ekspresinya berubah seketika. Lalu aku hanya mendengarkan dengan baik.

 

“Cinta monyet mereka sering menyebutnya begitu. Seperti orang bodoh aku melakukan apa saja agar ia melihat ke arahku. Mulai dari diam-diam memberinya surat, cokelat, melihat segala kegiatannya dari belakang bahkan sengaja masuk ke eskul yang sama meski aku tidak pandai di eskul tersebut”. Mata hyena mulai berkaca-kaca tetapi ia masih saja melanjutkan kisahnya tersebut. itu membuat hatiku seperti teriris.

 

“hingga tahun terakhir ku disekolah. Dengan sangat bodohnya aku masih saja mencintai namja tersebut. tak berkurang sedikitpun bahkan makin lama cinta itu tumbuh semakin besar dan aku sulit menghapusnya.”. aku masih mendengarkan dengan baik. Yang benar saja siapa sih namja itu? Tidak peka sekali terhadap perasaan wanita. Setidaknya jika ia tidak menyukai hyena ia harus berterus terang agar hyena tak menunggunya. Aku benar-benar kesal olehnya.

 

“seluruh teman perempuan dikelas sudah mengetahui perasaaan ku lalu mereka mengusulkan untuk membuat acara kelas. Waktu itu kami memutuskan untuk ke namsan tower, mengingat tempat ini salah satu yang romantic dan mereka berharap aku dapat menulis nama ku dan nama namja itu di lock love”. Oh iya aku ingat waktu itu kelas Hyena yang berarti kelas ku mengadakan acara jalan-jalan tapi sayang saat itu aku tak bisa datang makanya aku tak tau apa yang terjadi selanjutnya tentang Hyena dan namja itu.

 

“kau tau acara itu dilaksanakan di hari natal. Salju berterbangan disekelilingku. Aku jadi tersenyum sendiri saat melihat salju karena yang ku tau namja itu sangat suka salju. Anak-anak yang lainnya datang dengan membawa pasangan masing-masing hingga tak ada yang seorang diri. Kecuali diriku saat itu. Aku masih menunggu namja itu datang”. Hyena tersenyum getir. Ia memang sudah tidak menangis tapi ekspresinya masih sama seperti yang tadi. Hatinya pasti sangat sakit

 

“aku sudah merencanakan untuk mengutarakan perasaan ku duluan padanya di namsan tower. Entah ia akan membalasnya atau tidak, aku tak perduli yang terpenting aku sudah dapat mengakhiri cinta ku yang selama ini sepihak”. Air mata Hyena terurai lagi aku tak memiliki keberanian untuk mengahpusnya.

 

“hingga acara berakhir. Ia tak datang. Rasanya aku seperti kehilangan kesempatan. Saat itu teman-teman ku yang lainnya menulis nama pasangan dan harapan mereka. Aku juga menulis namanya disana dengan tulisan ku harap ia dapat mengetahui perasaan ku”.

 

“anehnya saat ini aku masih memiliki perasaan yang sama”. Aku ingin sekali bertanya siapa namja bodoh itu tapi aku takut jika itu mengganggu pripasi Hyena.

 

“kau jangan menangis lagi. Kau tidak melakukan kesalahan apapun hanya saja namja itu yang terlalu bodoh tidak memahami sedikitpun perasaanmu yang perlu kau lakukan hanya melupakannya dan berbahagia dengan orang lain yang tidak menyakitimu”. Aku mengutarakan pikiran ku ke Hyena. Semoga saja ia dapat melupakan namja tersebut agar ia tak merasa tersakiti semakin lama. Saat ku hitung sudah 7 tahun Hyena memendam sendirian perasaan itu.

 

“ehm… kau benar kupikir namja itu juga berpikiran yang sama denganmu. Sudahlah bukannya kita kemari untuk bersenang-senang? Mwooo… cable car nya berhenti. Kita sudah sampai”. Hyena kembali bersemangat lagi. Ia tersenyum kembali. Melihat senyumannya jauh lebih baik.

 

Setibanya di Namsan Tower kami melihat pemandangan seoul dari ketinggian. Indah sekali lampu-lampu berwarna-warni menghiasi kota seoul ditambah lagi salju yang bertebaran menambah warna yang menghiasi kota seoul. Hyena masih sibuk memfoto pemandangan dari ketinggian lalu memperlihatkan hasil fotonya ke diriku. Ehm… aku tersenyum sambil mengacungkan jempolku pertanda bagus. Pantas saja ia menjadi ketua club fotographer hasilnya seperti diambil oleh orang yang professional.

“apa kau menyukai fotografi?”. Tanya ku memulai pembicaraan lagi. Sudah setengah jam kami hanya mengelilingi namsan tower sambil hyena mengambil foto pemandangan tanpa ada yang memulai pembicaraan.

 

“ehm… awalnya aku tak terlalu tertarik. Bukannya sudah ku bilang aku masuk sana hanya untuk membuat namja itu melihatku tapi meskipun sudah satu eskul dia tetap tidak mengenalku mungkin ia terlalu sibuk untuk menghafal seluruh nama anggota eskulnya sendiri hahaha”. Hyena tertawa. Entah apa yang ia tertawakan mungkin namja itu. Yah benar begitu bodohnya namja tersebut mana ada yang tidak tau temannya sendiri bukan?.

 

“akhirnya ku putuskan berusaha dengan keras mempelajari banyak hal tentang fotografi. Mungkin jika aku menjadi ketua diclub fotographer ia dapat mengingatku meski hanya nama dan itu terwujud di tahun kedua. Tapi sepertinya usaha ku sia-sia ia memang mengenalku tapi hanya sebatas itu”. Hyena menyandarkan dirinya ke dinding. Aku ikut melakukannya sambil masih mendengarkan kisah hyena. Aneh tak biasanya aku dengan mudah mengobrol dengan orang yang tak terlalu dekat apalagi sudah keurusan pribadi tapi entah mengapa dengan hyena aku merasa nyaman jadi pendengar yang baik.

 

“kau sendiri kenapa mengambil club fotographer?”. Tanya hyena aku sedikit mengerutkan keningku mencari alasan yang tepat

 

“ehm… jadwalku dirumah sangat padat. Aku harus les Bahasa asing, Mata pelajaran tambahan, piano, tata karma dan banyak lagi. Bahkan taka da waktu berlibur. Sayangnya sekolah membuat peraturan setiap murid wajib mengikuti satu eskul. Lalu aku memilih fotographer karena jadwal mereka tidak terlalu padat”. Jawab ku dengan santainya. Aku memang tak terlalu niat dengan eskul. Hyena hanya mengangguk dan tersenyum saat mendengar kata-kataku.

 

Lalu hyena menarik lengan ku agar mendekat kedirinya lalu ia memfoto kami berdua. Ia berkata tidak masalah bukan? Seingatnya selama kita diclub yang sama kita tak pernah berfoto bersama hanya ada foto satu club dibuku tahunan sekolah dan tentu saja aku tak keberatan berfoto bersama hyena dia orang yang baik.

Kami tertawa bersama melihat foto kita berdua yang begitu narsis bahkan hyena tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya melihat wajah kami yang konyol dan aku juga sama ikut tertawa lepas. Hari yang ku lewati bersama hyena. Munafik memang tapi aku merasa ingin terus bersamanya mulai dari sekarang dan seterusnya. Apa yang kau pikirkan choi siwon?

Hyena berjalan lebih dulu lalu aku mengikutinya dari belakang. Entah mengapa hanya melihat punggungnya saja perasaan aneh mulai menjalar seperti ada drum yang dipukul keras dijantungku. Aku pernah membaca hal ini di novel atau buku cerita. Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta? Tapi aku baru bertemu sesaat dengannya

Lalu kuputuskan untuk menghentikan pemikiran-pemikiran aneh dan berjalan menyusul Hyena. Mungkin ini kesempatan terakhir aku bisa bersama Hyena mengingat besok hari pernikahan Hyena dan seminggu lagi aku akan melaksanakan pertunangan.

 

“kuharap ditengah salju ini akan ada bintang jatuh sehingga aku bisa memberikan permohonan agar membatalkan pernikahan ku dan ku harap aku bisa bersama dia. Hahah tapi itu tidak mungkin bukan? Lalu yang kuputuskan hanya satu, kau ingin tau? Ehm… mengikuti saranmu melupakannya dan berbahagia dengan orang yang menyanyangiku”. Lalu hyena menggengam tangan ku dengan lembut lalu tersenyum manis dan menuntunku kesuatu tempat yang belum kami kunjungi dari awal berada disini.

 

Aku kira hyena tak mau kemari karena itu akan mengingatkannya dengan harapannya 7 tahun yang lalu. Ya kalian benar. Sekarang kami berada di tempat dimana sepasang kekasih memasang lock love. Hyena menarik napasnya dalam lalu sedikit mencari sesuatu diantara kumpulan gembok-gembok tersebut.

Aku memperhatikannya lalu tangan Hyena berhenti pada gembok berwarna merah muda berbentuk hati. Gembok tersebut warnanya telah memudar dan banyak sekali karatan disekeliling gembok tersebut. tulisannya juga sudah memudar.

Lalu hyena menarik lengan ku agar berhadapan dengannya. Ia menatapku lekat. Tatapan penuh kesedihan menurutku seperti ia ingin melepaskan sesutau hal yang selama ini membebanin dirinya.

 

“aku menyukainya dan tetap menyukainya bahkan hingga detik ini. Aku sering berandai-andai berpacaran dengannya, menikah dengannya, memiliki anak-anak yang lucu bersamanya dan menua hingga akhir hayat bersamanya dan hingga saat ini keinginanku tetap sama egois bukan?”. Aku hanya mengangguk tak tau apa yang harus ku katakan saat ini.

 

“kau menjadi saksi siwon-ahh… bahwa saat ini aku akan melepaskan cinta sepihakku selama 7 tahun 2 bulan 15 hari lamanya”. Hyena mengucapkan kata tersebut membuat hatiku teriris. Mungkin ini memang yang terbaik untuknya tapi entah mengapa rasanya seperti ia akan pergi untuk selamanya.

 

“hyena-ahh kenapa kau bilang semua ini kepadaku? Kenapa tidak ke namja itu saja?”. Aku penasaran bukan kah lebih baik bila Hyena berterus terang pada orang yang disukainya dan bisa saja kalau orang tersebut memiliki perasaan yang sama dengannya hanya saja namja itu terlalu bodoh sehingga tidak menyadarinya.

 

“entahlah aku juga bingung. Mungkin karena melihatmu seperti aku melihatnya”. Kata hyena lalu ia membalikkan badannya sehingga memunggungiku. Masih banyak orang yang berlalu lalang dan Hyena menangis sesenggukkan. Aku tak tega melihatnya banyak orang yang menatap kasihan ke arahnya. Lalu dengan inisiatifku ku peluk ia dari belakang dan syukurlah ia mulai berhenti menangis. Lalu aku mengecup kepalanya agar dia merasa lebih nyaman.

 

“kau pantas melupakannya dan hidup bahagia. Jangan menagis lagi sendirian. Ada aku saat ini. Melihatmu menangis seperti ini perasaanku begitu sakit”. Ujarku kepada Hyena lalu ia hanya mengangguk dan aku membawa dirinya untuk duduk disalah satu bangku yang disediakan untuk merilekskan perasaan Hyena yang sedih.

 

Sudah pukul sepuluh malam rupannya setelah mengisi perut kami yang lapar ku putuskan untuk mengantarnya pulang. Keluarganya pasti sudah sangat khawatir apalagi besok hari yang penting untuknya. Ia harus beristirahat dengan cukup agar terlihat segar kembali.

Kami menaiki bus. Aku dan Hyena duduk bersebelahan. Kulihat Hyena begitu lelah dan tertidur begitu saja. Lalu ku sandarkan kepalanya dipundakku. Ku perhatikan wajahnya kembali dan lagi-lagi ada drum aneh yang memukul-mukul dijantungku rasanya keras sekali. Aku mengelus rambutnya dan ia tidur dengan nyenyak

Hingga ia tersadar kami sudah ada diperbehentian dekat rumahnya. Lalu kulihat wajahnya memerah menahan malu karena menyandar dipunddakku. Ia sungguh lucu. Kami menurunin bus dan berjalan ke arah rumahnya. Ini pertama kalinya aku membuat lawakan dan ia tertawa hahaha berhasil juga ternyata. Aku tak mau hyena melewati hari ini dengan kesedihannya aku ingin membuatnya selalu menunjukkan senyum manisnya.

Setelah lima menit berjalan bersama akhirnya kami sampai kedepan rumah Hyena. Rumah Hyena sangat besar rupanya. Setelah ku ingat-ingat appanya juga memiliki perusahaan yang sama terkenalnya dengan perusahaan milik appaku. Ia pasti sama kesepiannya seperti diriku dan takdir kita juga sama.

Mengingat Hyena harus berakhir dengan perjodohan rasanya semua keberanian ku luntur seketika.

 

“besok hari yang sangat menentukan dalam hidupku”. Lagi-lagi Hyena tersenyum miris

 

“ehm…”. Jawabku ekspresi dingin mengalir lagi diwajahku seperti perasaan tidak suka yang mendalam

 

“choi siwon”. Hyena memanggil nama ku lengkap lalu kembali menarik nafasnya yang tercekat

 

“ne”.

 

“apa alasanmu mengajak ku jalan-jalan, mencium pipiku, mendengarkan seluruh ceritaku, memelukku dari belakang, mencium kepalaku, membiarkan ku bersandar dipundakmu dan mengelus rambutku?”. Alasan apa maksud Hyena? Aku tak begitu mengerti. Aku melakukannya… aku melakukkannya… karena…

 

“karena rasa sopan santun terhadap teman lama bukan? Mana mungkin kau membiarkan seorang yeoja menangis sendirian itu sangat tidak sopan bukan?”. Ujar Hyena

 

“ehmm…”. Hanya kalimat itu yang terucap dari mulutku. Aku juga tak mengerti dengan perasaan ku sendiri. Lalu hyena tertawa dan aku jadi ikutan tertawa tapi perasaan canggung yang sebenarnya ku dapatkan kali ini.

 

“kau aneh. Baiklah aku akan masuk. Siwon bisakah kau memenuhi satu permintaan ku? Aku merasa terikat oleh lock love yang kubuat sendiri. Bisakah kau membukanya dan membuang gembok itu beserta kuncinya? Kumohon ini keinginan terakhir dari teman lama”. Lalu aku mengangguk mengiyakan semua perkataannya.

 

“selamat tinggal”. Dan Hyena menghilang dari pagar itu. Aku tak mengucapkan kata apa-apa.

 

***

 

Aku belum kembali ke Namsan Tower hari sudah sangat larut kemarin dan ku yakin tempat tersebut sudah ditutup. Lalu ku putuskan untuk kembali keesokkan harinya. Aku kembali ke apartemenku. Ku buka pintu dan segera menuju ke lemari es lalu meneguk air yang kuambil dengan cepat. Setelah itu menuju ketempat tidur dan menenggelamkan diriku kesana. Hari ini hari yang sangat membingungkan.

Baru saja aku ingin tertidur tapi aku mengingat sesuatu hal. Aku berjalan ke lemari tempat ku menyimpan satu kotak besar yang berisi

 

Surat cinta, cokelat, bunga, kado ulang tahunku yang ku kumpulkan selama tiga tahun

 

Aku tak tau dari siapa ini semua. aku tak pernah membukanya dan hanya mengumpulkannya saja. Aku tak ingin mengetahui lebih tepatnya karena saat itu aku tak memiliki kesempatan untuk merasakan jatuh cinta. Aku harus belajar demi perusahaan yang akan ku kelola nantinya.

Ku ambil cokelat. Warna kemasannya sudah memudar. Aku sudah memakan isinya dulu tapi aku tetap menyimpan kemasannya. Lalu ku ambil Bunga dulu seingatku warnanya begitu cantik saat ini warnannya sudah mencoklat dan tak segar seperti dulu lagi. Lalu melihat 3 kado yang diberikan di setiap ulang tahun ku selama 3 tahun bersekolah di senior high school. Kado ini sudah sangat lama dan belum pernah ku buka sedikitpun. Lalu kuputuskan untuk membukanya.

 

Kado pertama

 

Berisi kotak music dengan bola salju didalamnya ada sepasang manusia dan rumah kecil dengan pohon cemara menjadi pagar rumah tersebut.

 

Ku putar kotak music terebut lalu salju-salju bertebaran didalamnya. Sepasang manusia itu juga ikut berputar aku memandangnya gemas benar-benar kado yang lucu.

 

Rupanya ada surat disampingnya. Aku membukanya

 

Aku melihat mu saat pulang sekolah. Saat itu sedang musim salju. Aku tidak membawa payung dan jaket lalu kuputuskan menunggu supirku menjemput. Lalu aku melihatmu ditaman sekolah berdiri, memjamkan mata serta menyentuh salju-salju tersebut. saat itu aku melihatmu begitu tenang dan bahagia tidak seperti biasanya raut wajahmu tak sedingin yang selama ini ku lihat dan juga beban yang selama ini kulihat di wajahmu hilang begitu saja. Sepertinya kau benar-benar menyukai salju.

 

Selamat ulang tahun Choi Siwon

 

Ini aneh tidak ada nama penulisnya lalu kuputuskan untuk tetap membuka kado di tahun berikutnya.

 

Kado kedua

 

Wooow ini kamera digital. Dan ini sangat mahal. Apa tidak sayang memberikan benda seperti ini. Bagaimana jika aku membuangnya begitu saja? Penggemarku ini sangat boros rupannya.

 

Dan ada surat lagi didalamnnya.

Aku bingung memberikan kado apa tapi aku tau kau mengikuti club fotographer. Makanya aku mulai menabung untuk membelikan ini. Harganya sangat mahal aku hampir berhenti menabung ku rasa sulit untuk membelinya tapi selama setahun uang itu terkumpul juga. Aku tak berhenti karena memikirkan mu hehehe. Semoga kau suka

 

Orang ini benar-benar bodoh dan begitu polos rupanya. Ckckck

 

Aku belum membuka kado ketiga ku. Ku putuskan untuk membaca terlebih dahulu surat-surat yang lainnya. Aku mulai menghitung suratnya dan ada 36 banyaknya. Setelah ku hitung ini jumlah banyakknya bulan selama 3 tahun. Berarti setiap bulan ia memberikanku bunga, cokelat dan surat? Yeoja ini benar-benar gigih.

Aku membaca seluruh suratnya ia seperti bercerita tentang kesehariannya dan juga hal-hal yang ia perhatikan dari diriku. Perasaan bersalah mulai menjalar dari dalam diriku. Selama tiga tahun aku mengabaikan perasaan seorang yeoja dan bagaimana jika yeoja itu masih menyukai ku hingga saat ini. Aku tak akan mampu memaafkan diriku sendiiri.

Yeoja yang menulis surat ini pasti sangat ceria. Ia selalu menceritakan hari-harinya yang bahagia. Ku harap ia akan terus ceria hingga selamanya dan tak pernah bersedih sedikitpun. Aku begitu asik membaca surat-suratnya dan tanpa ku sadari hari sudah pagi. Aku harus begegas mandi dan sarapan. Sebelum berangkat ke kantor aku harus pergi ke Namsan Tower menepati janji ku pada hyena.

 

***

Aku sudah selesai bergegas kali ini dari rumah aku membawa mobil karena tak mau mengambil resiko akan terlambat ke kantor. Ku percepat laju kendaraan ku beberapa kendaraan ku lalui begitu saja tak jarang mereka mengklakson dengan keras dan menteriakki ku tapi tak ku ambil pusing aku tetap menajalan kan mobil ku diatas kecepatan rata-rata.

Hanya butuh setengah jam aku sudah sampai ke Namsan Tower perasaan gugup mulai berjalan disekitar diriku. Ku genggam kunci tersebut dan melangkah ke atas tower tersebut. aku mulai mencari gembok berwarna merah muda tersebut tak membutuhkan waktu lama aku berhasil menemukannya.

Sebelum ku buka aku sangat penasaran dengan apa yang tertulis disana. Mungkin ini tidak sopan membaca privasi orang seenakknya tapi enath mengapa ada perasaan yang menyuruhku untuk mengetahui sesuatu hal. Ku usap kertas tersebut debu dan salju menutupi tulisan tersebut hingga meski samar-samar aku bisa membaca tulisan tersebut.

 

 Harapan dari gadis bodoh. Ku harap ia mengetahui perasaan ku tak perlu melihat kearahku atau membalas perasaanku yang ku inginkan hanya ia mengetahuinya. Itu jauh lebih cukup.

 

Itu harapan hyena begitu sederhana tapi memiliki arti yang penting untuknya. Aku dapat merasakan perasaannya begitu sakit. Aku juga berharap agar pria itu mengetahui semuanya. Aku memperhatikan kembali tulisan tersebut entah mengapa tulisan ini tidak asing bagiku. Ini seperti tulisan dari penggemarku.

Lalu aku memperhatikan kembali surat tersebut. ada yang mengganjal pikiranku lalu aku melihat ada tulisan yang masih tertutup debu dan salju

 

Harapan dari gadis bodoh. Ku harap ia mengetahui perasaan ku tak perlu melihat kearahku atau membalas perasaanku yang ku inginkan hanya ia mengetahuinya. Itu jauh dari cukup.

 

To : Choi Siwon

 

***

Selamat musim dingin. Ehm… aku bingung memulai percakapan apa. (Dari awal ia tau aku suka musim salju).

 

Aku ingin membalikkan buku tentang fotoghrafer yang dulu kupinjam darimu. Buku? Sepertinya aku tidak mengingat pernah meminjamkan buku ku. Mungkin aku lupa tapi biarlah. (ini usahanya untuk bertemu denganku).

 

Oh.. kau sibuk? Mian, aku mengganggumu. Tidak masalah aku akan menunggumu bahkan sampai malam sekalipun karena aku takut jika ini kesempatan terakhir bisa bertemu denganmu. Mungkin konyol bercerita denganmu. Besok aku akan ada diacara perjodohan dan setelah itu aku tak dapat bertemu denganmu lagi. Sampai bertemu nanti, bye. (untuk terakhir ia ingin bertemu dengan ku).

 

Aku melihat segelas coffee expresso dihadapanku. Bagaimana hyena bisa tau kalau ini coffee kesukaan ku? Aneh. (dia bahkan tau minuman kesukaan ku).

 

Misalnya jika aku atau Hyena memasang gembok dengan nama pasangan kami lalu kami diharuskan menikah dengan orang lain apa keajaiban akan muncul? Hanya dengan mengikatnya disebuah gembok yang akan berkarat. Itu seperti kau percaya dengan sesuatu yang belum pasti terjadi. (aku menyesali perkataan ini. Sungguh bodoh).

 

Mulai dari diam-diam memberinya surat, cokelat, melihat segala kegiatannya dari belakang bahkan sengaja masuk ke eskul yang sama meski aku tidak pandai di eskul tersebut. (seharusnya dari awal aku membaca suratnya. Sekarang sudah terlambat bukan?).

 

hingga tahun terakhir ku disekolah. Dengan sangat bodohnya aku masih saja mencintai namja tersebut. tak berkurang sedikitpun bahkan makin lama cinta itu tumbuh semakin besar dan aku sulit menghapusnya. (aku membiarkannya menunggu begitu lama. Membiarkan ia menahan rasa sakit itu)

 

Waktu itu kami memutuskan untuk ke namsan tower, mengingat tempat ini salah satu yang romantic dan mereka berharap aku dapat menulis nama ku dan nama namja itu di lock love. (dia menulis nama ku tapi aku bahkan tak terpikir sedikitpun bahwa nama itu Choi Siwon).

 

Salju berterbangan disekelilingku. Aku jadi tersenyum sendiri saat melihat salju karena yang ku tau namja itu sangat suka salju. Anak-anak yang lainnya datang dengan membawa pasangan masing-masing hingga tak ada yang seorang diri. Kecuali diriku saat itu. Aku masih menunggu namja itu datang. (dia menunggu sambil terus memikirkan ku)

 

aku sudah merencanakan untuk mengutarakan perasaan ku duluan padanya di namsan tower. Entah ia akan membalasnya atau tidak, aku tak perduli yang terpenting aku sudah dapat mengakhiri cinta ku yang selama ini sepihak. (aku bahkan tak memberikan kesempatan untuk mengakhiri perasaannya).

 

hingga acara berakhir. Ia tak datang. Rasanya aku seperti kehilangan kesempatan. Saat itu teman-teman ku yang lainnya menulis nama pasangan dan harapan mereka. Aku juga menulis namanya disana dengan tulisan ku harap ia dapat mengetahui perasaan ku. (aku mengetahuinya tapi ini sungguh terlambat)

 

ehm… awalnya aku tak terlalu tertarik. Bukannya sudah ku bilang aku masuk sana hanya untuk membuat namja itu melihatku tapi meskipun sudah satu eskul dia tetap tidak mengenalku mungkin ia terlalu sibuk untuk menghafal seluruh nama anggota eskulnya sendiri hahaha. (seharusnya aku tau bahwa ia membicarakan diriku. Satu-satunya anggota yang tak hafal nama semua anggota).

 

kuharap ditengah salju ini akan ada bintang jatuh sehingga aku bisa memberikan permohonan agar membatalkan pernikahan ku dan ku harap aku bisa bersama dia. Hahah tapi itu tidak mungkin bukan? Lalu yang kuputuskan hanya satu, kau ingin tau? Ehm… mengikuti saranmu melupakannya dan berbahagia dengan orang yang menyanyangiku. (aku berharap itu tak akan pernah terjadi, aku menyesal mengatakan itu)

 

aku menyukainya dan tetap menyukainya bahkan hingga detik ini. Aku sering berandai-andai berpacaran dengannya, menikah dengannya, memiliki anak-anak yang lucu bersamanya dan menua hingga akhir hayat bersamanya dan hingga saat ini keinginanku tetap sama egois bukan?. (aku ingin mengwujudkannya tapi sudah terlambat)

 

kau menjadi saksi siwon-ahh… bahwa saat ini aku akan melepaskan cinta sepihakku selama 7 tahun 2 bulan 15 hari lamanya. (dia berkata ingin melepaskan cintanya terhadap diriku, apa yang harus ku lakukan?)

 

hyena-ahh kenapa kau bilang semua ini kepadaku? Kenapa tidak ke namja itu saja? entahlah aku juga bingung. Mungkin karena melihatmu seperti aku melihatnya. (namja itu memang diriku).

 

kau pantas melupakannya dan hidup bahagia. Jangan menagis lagi sendirian. Ada aku saat ini. Melihatmu menangis seperti ini perasaanku begitu sakit. (lagi lagi aku menyuruhnya melupakanku)

 

apa alasanmu mengajak ku jalan-jalan, mencium pipiku, mendengarkan seluruh ceritaku, memelukku dari belakang, mencium kepalaku, membiarkan ku bersandar dipundakmu dan mengelus rambutku?. karena rasa sopan santun terhadap teman lama bukan? Mana mungkin kau membiarkan seorang yeoja menangis sendirian itu sangat tidak sopan bukan?. ehmm… (sekarang aku tau ini bukan hanya sopan santun tapi rasa cinta).

 

kau aneh. Baiklah aku akan masuk. Siwon bisakah kau memenuhi satu permintaan ku? Aku merasa terikat oleh lock love yang kubuat sendiri. Bisakah kau membukanya dan membuang gembok itu beserta kuncinya? Kumohon ini keinginan terakhir dari teman lama. (aku tak dapat memenuhi keinginannya tak akan pernah!).

 

selamat tinggal. (kumohon kembalilah).

 

***

 

Hari itu saat pernikahan Hyena berlangsung. 15 Desember 2015. Aku sudah seperti orang gila melajukan kendaraan ku tak jarang aku hampir menabrak kendaraan yang lain. Aku pergi kerumahnya dan berteriak-teriak memanggil namanya tapi rumah itu kosong dan tak ada yang menjawab ku sedikitpun.

Aku menangis dipintu itu dan berkata aku mencintaimu hyena-ahh jangan tinggalkan aku kumohon jangan menikah dengan yang lain menikahlah dengan diriku, bukankah kau berkata sering berandai-andai berpacaran denganku, menikah denganku, memiliki anak-anak yang lucu bersamaku dan menua hingga akhir hayat bersamaku. Ayo kita wujudkan semua itu bersama. tidak bisa kah?

Aku tak dapat membiarkan Hyena dimiliki orang lain. Aku ingin Hyena bahagia bersama ku. Menebus semua kesalahanku. Membuatnya bahagia tanpa ada setetespun air matanya yang terjatuh tapi itu semua sudah tidak mungkin. Faktanya aku kehilangannya. Aku sudah mecari kesetiap tempat dilangsungkannya pernikahan tapi tetap tak menemukan Hyena.

Hingga hari itu berlalu. Aku sudah tidak masuk kerja lagi. Aku beralasan untuk menyiapkan pertunangan ku padahal yang kulakukan hanyanya mengurung diriku dikamar, menangis sambil menenggak wine.

Begitu buruk diriku saat ini. Jiwon juga tak ada dirumah aku semakin terpuruk. 2 hari lagi acara pertunanganku. Awalnya ku kira aku akan baik-baik saja menjalaninya. Mencoba mencintai orang yang bahkan tak ku ketahui wajahnya tapi saat ini hatiku hanya milik Hyena. Bagaimana aku bisa mencintai orang lain. Aku hanya akan menyakiti perasaannya nanti.

 

***

21 Desember 2015

 

Hari ini. Hari pertungan ku dengan seorang wanita bermarga Kim. Aku sudah berada digedung tempat aku akan melingkarkan cincin dengan orang yang akan menemani kehidupanku berikutnya. Seluruh tamu sudah datang. Appa, eomma dan jiwon juga sudah bersiap ditempatnya masing-masing.

Sambutan-sambutan sudah dibacakan hingga tiba bagian ku berdiri diatas panggun disamping kedua orang tuaku. Aku berdiri disana dengan ekspresi dingin. Ku dengar pembawa acara sudah mengijinkan calon tunangan ku memasuki ruangan. Aku tak sanggup melihat yeoja tersebut. hingga akhirnya pembawa acara menyebutkan sesuatu hal yang tak terduga.

 

“keluarga kim berserta Nona Kim Hyena dipersilahkan menaiki panggung”. Ujar pembawa acara tersebut. Kim Hyena? Apa ini hanya kebetulan nama yang sama. Lalu aku melihat dengan mata ku sendiri bahwa Hyena lah. Hyena yeoja yang ku cintai perlahan menaiki panggung. Ku pikir aku sudah gila.

 

“aku tak mengerti semua ini. Apa ini mimpi?”. Ujarku saat Hyena kini berada disampingku.

 

“tidak”. Hyena mencubit pipiku dan membuatku meringis kesakitan. Semua tamu jadi tertawa.

 

“kau punya hutang untuk menjelaskan semuanya”. Aku membisikkan kata-kata itu ditelinganya.

 

“salah sendiri tak membuka kado di tahun ketiga”. Ujar Hyena semuanya semakin membingungkan bagiku.

 

“mwo? Beraninya kau mengerjain ku. Sekarang giliranku”.

 

“aku tidak mau bertunangan”. Ku umumkan dengan keras dan itu membuat rahang appa ku mengeras. Semua tamu dan Hyena terkejut. Appa sudah ingin menyeretku turun dari podium.

 

“aku mau menikah langsung dengan Kim Hyena!”. Lalu aku menggenggam tangan Hyena dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Tamu dan juga appa ku akhirnya merasa lega dan mereka tertawa.

 

“aku sangat mecintai Kim Hyena!”.

 

“hei bocah nakal. Jangan berteriak-teriak dan lanjutkan pernikahanmu”. Ujar ayahku yang kesal dengan tingkah ku tapi ku akui meski yang ku lakukan ke kanak-kanakkan aku sangat bahagia dan untungnya semuanya setuju untuk itu.

 

“kau gila Choi Siwon”

 

“Aku gila karena mu”.

 

Aku dan Hyena sama-sama mengucapkan janji suci dan melingkarkan cincin dijari pasangan masing-masing. Aku dan Hyena sangat bahagia. Impian ku dan Hyena terwujud. Inikah akhir dari kisahku? Ku rasa ini baru awalnya karena aku belum menepati janjiku untuk selalu membuat hyena bahagia dan tak menangis sedikitpun.

***

 

Kado ketiga

 

Kunci berwarna merah muda

 

Dan ada surat didalamnya

 

Aku tau kau tak akan datang dihari saat seluruh kelas pergi ke Namsan Tower makanya aku memberikan mu kado ketiga ini di ulang tahunmu. Aku menuliskan harapan ku dan namamu di sana. Hah. Aku akan berterus terang aku mencintaimu. Jika kau tak mencintaiku kuharap kau membuka gembok tersebut dan membuangnya tapi jika kau tak melakukannya maka kau menerima perasaan ku.

 

  • Yeoja bodoh yang selama ini mengganggu tiga tahun mu Kim Hyena

 

Hyena sudah mengetahui seminggu lebih dulu tentang perjodohan ku dengannya. Ini seperti takdir. Hyena melakukan semuanya agar ia tau perasaan ku. Jika saat itu aku membuang gembok dan kunci itu maka aku akan kehilangannya selamanya dan untungnya aku tidak terlambat menyadari perasaanku sehingga gembok itu tetap berada ditempat yang semestinya. Dan satu lagi yang kusuka aku menikah dimusim salju.

 

 

6 Comments (+add yours?)

  1. fitrifaradilla
    Dec 15, 2015 @ 18:42:27

    Ceritanya seru ya, endingnya aku ga nyangka! Suka cerita ini 😀 ♥

    Reply

  2. shinta fitria
    Jan 07, 2016 @ 09:12:28

    Daebakkkkk!!!!Sampee Baverrrr bacanya 😥 😥

    Reply

  3. atika30895
    Jan 07, 2016 @ 14:54:28

    Aaaaaa ya Tuhan sampai terbawa suasana gini bacanya, sukses selalu untuk authornya. Dari segi bahasa, alur, semuanya keren! Ngga tau mau ngomen apa lagi, pokoknya ff ini DAEBAK! Sukaaaa 🙂

    Reply

    • i'm2IP
      Feb 22, 2016 @ 20:32:19

      Iya bener kah? Duhh terharu ada yang suka ff aku ckckxkx Xp.. makasih banyak udah mau baca dan komen 🙂

      Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: