[Siwon’s Day] She Is

siwwww

Author: Ilana Hawa

Tittle: She is..

Cast: Choi Siwon |Lee Nayoung

Genre: Romance, sad

Rating: General

Lenght:Oneshoot

Desclaimer: Tak ada kata-kata buat di ucapin. Selamat membaca dan smoga suka. Sorry fot typo dan mungkin feel msih kurang. Aku akan bikin ff yg lbih baik lagi. Gomawo 😁

* * *

Siwon mengerang dalam tidurnya, saat bunyi alarm memekakan telinga dan menggema dalam kamar apartemennya. Tangan pria itu terjulur, menyambar jam wekker untuk di matikan. Tanpa perlu pria itu membuka matanya, Siwon berhasil mematikan bunyi alarm dan kembali terlelap. Ketenangan tidur Visual Super Junior itu kembali terusik, manakala dirinya mendengar suara bising di dapur. Suara keran wastafel dan benturan peralatan dapurnya membuatnya sedikit tidak tenang. Walaupun dia kini tinggal di apartemen mewah yang terjamin keamanannya, tapi kejahatan akan selalu punya kesempatan. Tanpa berkata-kata, Siwon bangkit dari tidurnya, berjalan kearah pintu dengan mata setengah terbuka.

Dia benar-benar masih mengantuk. Siwon mendapat waktu libur dari jadwal individunya, karena syuting drama terbarunya telah berakhir, dan kegiatan tampil bersama Super junior pun tengah vakum, selama beberapa member menjalankan wajib militer. Semalam semua pemain, Sutradara dan kru-kru yang terlibat dalam dramanya, mengadakan party hingga lewat tengah malam untuk rampungnya syuting serta merayakan suksesnya drama yangdi perkirakan mencapai rating tertinggi. Siwon membuka pintu kamarnya yang langsung menghadap kearah ruang tamu dan juga dapur.

Dengan mata yang masih setengah terbuka, dari tempatnya berdiri, Siwon menatap siluet tubuh ramping dengan celana denim panjang pas di kaki jenjangnya, kemeja berwarna putih dengan bahan yang terlihat ringan di tubuhnya, juga lengan kemeja yang di gulung tidak sampai siku.Tak lupa surai hitam bergelombangnya yang diikat asal, membuatnya tampak cantik alami. Gadis cantik dengan kesempurnaan yang diakui siwon itu tengah serius menata hasil masakannya di atas meja. Pria itu beranjak menghampirinya di dapur.

“Kapan kau datang?”

Lee Nayoung menoleh, seraya suara yang amat dikenalnya menyeruak dalam ruangan itu. Menghentikan kegiatannya menata menu sarapan untuk pria yang tetap terlihat tampan, walaupun hanya dengan kaos dan celana training plus wajah bangun tidurnya.

“Selamat pagi.”Sahutnya. Nayoung terkekeh manakala Siwon berjalan kearahnya dengan mata sedikit terbuka.

“Hei, buka matamu! Kau akan terbentur sesuatu jika kau berjalan seperti itu.”Tambahnya.

Siwon terus melangkah kearah Nayoung tanpa memperdulikan ucapan gadis itu. Sesekali Siwon menguap dan mengucek-ucek matanya. Nayoung tertawa kecil melihat pemandangan itu. Prianya terlihat lebih menggemaskan.

“Kenapa pertanyaanku tidak dijawab?”Seru Siwon tepat didepan Nayoung dan memberikan ciuman di kening gadis itu, lalu duduk di salah satu kursi.

“Mungkin setengah jam lalu aku datang.”Jawabnya. Nayoung ikut duduk disalah satu kursi disamping Siwon sambil meminum coklat hangatnya.

“kenapa kau tidak membangunkanku?”Siwon meminum air putihnya, menatap penuh kagum wajah yang hanya di beri make up tipis.

“masuk ke kamarmu?”Nayoung menggelengkan kepalanya,”Tidak. Terima kasih.”

Siwon tertawa cukup keras. Mengacak pelan rambut yang terasa amat lembut di telapak tangannya. Dia lupa dengan hal yang paling tak disukai Nayoung. Gadisnya ini tidak suka masuk ke dalam kamar pria

“Baiklah. Aku lupa jika kau tidak suka masuk kamar pria. Kau takut aku tidur tidak mengenakan apapun kan?”Siwon mengubah posisi duduknya menghadap Nayoung. Sedikit niat ingin menggodanya. Sesuatu yang paling tak disukai gadis itu, selalu membuatnya menggelengkan kepala. Nayoung, seorang desainer muda yang seumuran dengannya dan mempunyai butik mewah, tidak suka masuk kekamar pria? Tidak adakah yang lebih menggelikan dari ini?

“Akan selalu banyak ‘kejutan’ saat seorang wanita didalam kamar seorang pria. Ya salah satunya seperti yang kau bilang tadi. Nan Shireo.”

Nayoung mengalihkan pandangannya kearah ruang tamu. Menandaskan coklat hangatnya dengan perlahan. Meresapi rasa coklat yang selalu di sukainya. Sekaligus untuk menyembunyikan wajahnya yang sedikit memerah. Siwon masih memandangnya. Walau tak begitu kentara, tapi Siwon tahu Nayoung sedikit malu dengan ucapannya tadi. Siwon terkekeh. Memilih menatap hidangan sarapan paginya. Tapi dia teringat kembali dengan ucapan Nayoung, kenapa dia tidak suka masuk atau berada dikamar seorang pria.

Seorang wanita yang berada dikamar seorang pria, cepat atau lambat mereka pasti akan berakhir melakukan ‘itu’.”

Siwon tertawa pelan mengingatnya. Saat itu pun Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pemikiran gadis itu. Tidak semua Pria dan wanita akan berakhir melakukan ‘itu’, hanya karena mereka berada didalam satu kamar.

“Kenapa kau tertawa? Ada yang lucu kah?”

Lamunan Siwon buyar, ketika suara lembut nan manis Nayoung masuk kependengarannya. Siwon menatap Nayoung yang juga tengah menatapnya. Gadis itu menopang dagunya dengan tangan kanan. Posisi terenak untuk memandang seseorang.

“Selalu banyak hal lucu tentangmu.”Gumam Siwon ambigu. Pria itu mengusap lembut pipi Nayoung dan kembali menatap menu sarapan paginya yang dibuatkan gadis itu. Nayoung hanya mengendikan bahunya.

“Jadi sejak 30 menit yang lalu kau hanya membuat nasi goreng Kimchi? Bukankah ini sangat mudah?”Ujar Siwon memulai dengan suapan pertama. Siwon menggelengkan kepalanya saat rasa nikmat nasi goreng Kimchi itu mengecap indra perasanya.

“Untuk ukuran seseorang yang tidak begitu pandai memasak sepertiku, ini begitu sulit Choi Siwon!”

Siwon tertawa dalam kunyahannya, ada nada ketus dalam ucapan Nayoung. Kemampuan memasak gadisnya, setara dengan kemampuan memasak Magnaenya, Cho Kyuhyun. Pengecualian untuk hari ini, karena Nayoung berhasil membuat masakan yang layak dimakan manusia. Siwon masih tertawa, tapi kembali mengusap puncak kepala gadis itu. Sementara Nayoung ikut tersenyum simpul. Ia tahu Siwon tak sungguh-sungguh mengejeknya.

“Apa jadwalmu hari ini? Kau ada syuting atau perform menyanyi dengan Super Junior?”Ujar Nayoung, masih pada posisinya. Menopang dagu. Memperhatikan Siwon dengan seksama. Mencoba merekam wajah itu. Karena hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi, semua akan kembali seperti semula.

“Super Junior sedang fokus dengan jadwal individu para member. Tak ada jadwal menyanyi. Lagi pula karena waktuku berangkat wajib militer hanya tinggal menunggu hari, jadi jadwalku juga mulai agak kosong. Tapi nanti sore aku akan Take Off ke LA.”

Nayoung menganggukan kepalanya, ”Aku hampir lupa kau akan wajib militer. Lalu, untuk apa kau ke LA?”

“Aku di undang untuk sebuah penghargaan disana.”Siwon tersenyum. Melanjutkan suapan kesekiannya. Dirinya pasti akan merindukan masakan buatan gadis ini. Walaupun tak begitu sering dirinya merasakan masakan hasil buatan tangan Nayoung.

“Lalu kau? Apa kegiatanmu?”Seru Siwon. Pria itu menuntaskan sarapanya, Kemudian meminum air putihnya hingga tandas. Perutnya benar-benar terasa penuh.

Nayoung tak bisa menahan kekehannya, melihat piring yang tadi berisi nasi goreng buatannya, kini telihat kosong. Ternyata benar, Siwon yang identik seperti seorang pangeran kaya raya, terkenal cool, tapi ternyata punya nafsu makan yang besar. Melebihi dirinya.

“Kali ini apa yang kau tertawakan? Heum?”Siwon menyentuh ujung hidung Nayoung dengan jarinya, karena gadis yang duduk di sampingnya ini masih saja menyunggingkan senyumannya. Pria itu kembali duduk menghadap Nayoung yang sudah mulai merubah posisi duduknya dengan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“Choi Siwon itu..identik memiliki wajah tampan, gagah dan terlahir dari keluarga Chaebol. Rasanya semua kesempurnaan itu ada padamu. Tapi ternyata..”Nayoung menggantungkan ucapannya, membuat Siwon menaikan alisnya, menunggu kelanjutan kalimat Nayoung.

“Ternyata?”

Nayoung menangkup kedua pipi Siwon, mengusapnya lembut.

“Kau itu banyak makan. Kau tidak menyadarinya? Kau membuat semua penggemarmu tahu kau punya nafsu makan banyak. Kau ingat, belakangan ini kau lebih suka memposting foto dirimu, di temani makanan dengan ukuran super besar.”

Siwon tertawa,“Eiyyy..itu karena aku sedang jatuh cinta. Makanya nafsu makanku bertambah.”Sahut Siwon, melepaskan tangan Nayoung dari pipinya dan menggengamnya diatas kedua pahanya.

“Kau jatuh cinta? Dengan siapa? Aku?”

Nayoung mendekatkan wajahnya pada Siwon, mencoba menggoda pria berlesung pipi itu. Sebisa mungkin dirinya menahan bibirnya untuk tersenyum. Dia tahu siapa yang membuat Siwon jatuh cinta. Wajah pria itu menoleh ke sisi lain, dengan satu tangan menutup mulutnya. Siwon juga sekuat tenaga menahan senyumnya.

“Katakan padaku, dengan siapa kau jatuh cinta? Huh?”Tanya Nayoung. Gadis itu menusuk-nusukan jari telunjuknya pada pingggang Siwon, membuat Pria itu menggelinjang geli ditempat duduknya.

“Nayoung hentikan!”Nayoung semakin gencar mengelitik Siwon bahkan kini dengan kedua tangannya. Siwon tertawa keras tapi tetap tak mau membuka mulutnya. Tanpa perlu Siwon membuka mulut pun Nayoung pasti sudah tahu jawabannya.

Nayoung menghela nafas. Menyerah untuk membuat Siwon mengakui perasaannya. Dirinya kembali menopang dagu. Masih dengan senyumannya, gadis itu menoleh ke arah Siwon yang masih tak mau melihatnya. Merasa tak ada suara apapun dari gadis itu, Siwon memutar kepalanya ke samping. Nayoung tengah memandangnya sambil tersenyum. Tak lupa gerakan naik turun di kedua alisnya. Kali ini mereka berdua tak mampu lagi menahan tawanya. Pria itu mengacak pelan puncak kepala Nayoung.

“Ne. Itu kau. Kau yang membuat nafsu makanku bertambah, karena kau yang membuatku jatuh cinta.”

Nayoung tersenyum menanggapi jawaban Siwon. Hatinya bergetar dan seperti ada ribuan kupu-kupu yang mengelitik perutnya. Hanya itu tanggapan Nayoung. Bagaimana dia bisa bereaksi lebih, saat dari awal dia tahu yang membuat Siwon jatuh cinta adalah dirinya. Nayoung dan Siwon masih pada posisi itu. Saling berpandangan dengan senyum di bibir mereka. Entah apa yang mereka berdua pikirkan. Yang pasti, buat Siwon, menatap Nayoung seperti ini adalah kebahagiaannya sendiri. Menatap Nayoung hanya dengan kedua matanya. Dan Nayoung juga hanya menatapnya. Begitupun gadis itu, menatap Siwon dengan jarak dekat seperti ini membuatnya melupakan apapun keadaan di sekelilingnya.

“Bagaimana butikmu? Berjalan lancar?”

“Tentu. Aku sedang merencanakan project baru.”Nayoung mengangguk semangat seraya membuka tasnya yang terdapat diatas meja, mengambil sebuah buku berwarna coklat yang ternyata adalah buku desainnya.

“Aku akan membuka cabang untuk butikku di sekitaran Myeongdong. Kali ini, aku akan membuka cabang butikku dengan tema ‘fashion item pria’. Aku juga bekerja sama dengan temanku. Dia akan membantuku mencari tahu semua tren terbaru pakaian pria. Karena sebentar lagi mulai masuk musim dingin, aku sedang mendesain sebuah coat sejenis trench coat ataupun peacoat. Bagaimana menurutmu?”Ungkap Nayoung panjang lebar. Dia memperlihatkan pada Siwon semua desain coatnya. Dan itu benar-benar membuat Siwon tak henti-hentinya berdecak kagum.

“Wow..kau benar-benar hebat.” Siwon menoleh kearah Nayoung. Lagi. Siwon mengusap lembut pipi Nayoung. Ia selalu melakukan itu, perlakuan lembut nan sederhana, namun membuat Nayoung selalu tersenyum malu. Seperti saat ini, gadis itu tengah tersenyum sambil tertunduk malu.

“Nanti aku akan merekomendasikan butikmu pada teman-temanku diluar management.”

Nayoung mengangguk, “Arraseo.”

Mereka berdua asik melihat-lihat gambar desain hasil goresan tangan Nayoung. Kadang-kadang mereka tertawa, saat Siwon mencoba menggambar desain coat yang hasilnya terlihat aneh. Dan tawa mereka hilang, manakala di lembar terakhir buku desain Nayoung, terselip sebuah foto. Foto Nayoung tengah menatap kamera dengan menyandarkan kepalanya di bahu seseorang pria yang juga tengah menatap kamera. Dan mereka berdua mengenakan Couple Hoodies berwarna light grey. Siwon memandang foto itu dalam diam. Matanya berkedip pelan dan pancaran matanya berubah sendu. Nayoung tak mengatakan apapun. Hanya ikut diam, memusatkan perhatianya pada Siwon.

“Aku mau ambil minum dulu.”Siwon beranjak dari duduknya menuju dapur, mengambil air minum dari dalam kulkas. Menenggaknya langsung dari botol dengan posisi membelakangi Nayoung. Dirinya hanya ingin sedikit melupakan apa yang dilihatnya tadi. Kedua bola mata berwarna coklat milik gadis itu, memandang punggung Siwon dalam diam. Ia tetap tak mengatakan satu kata pun. Nayoung menghela nafasnya. Melirik kembali foto yang masih tergeletak diatas lembar buku desainnya.

“Kita pindah ke ruang tamu. Kajja.”Seru Siwon seraya tersenyum, sebelum beranjak ke arah ruang tamu yang tak jauh dari dapur.

Pria itu menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk berwarna putih. Mulai menyalakan televisi layar datarnya, mengganti-ganti channel, mencari acara yang bisa membuatnya terhibur. Nayoung masih menatap Siwon yang sudah tertawa disana. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, kebiasaannya saat dirinya sedang gelisah. Nayoung mengambil ponselnya di dalam tas, dan mulai mengetik sesuatu disana. Siwon menoleh kearah Nayoung yang masih duduk di meja makan. Entah apa yang dilakukan gadis itu. Siwon merebahkan kepalanya pada sandaran sofa, dengan mata yang tak lepas memperhatikan Nayoung. Foto yang dilihatnya tadi kembali melintas dalam pikirannya. Membuat Siwon memejamkan matanya sekaligus memijat keningnya pelan. Satu kenyataan yang menyakitkan untuknya. Kenyataan yang selalu dilupakannya setiap kali dirinya sedang bersama Nayoung. Kenyataan jika Nayoung telah di miliki orang lain, dan mereka menjalani itu semua secara diam-diam. Siwon membuka kelopak matanya saat tempat kosong di sampingnya terasa bergerak. Dia menoleh kesamping, melihat Nayoung sudah duduk disampingnya. Memandang serius televisi yang sedang menyiarkan para idol yang terlibat scandal. Di atas pangkuannya terdapat tas, handphone, buku desainnya dan sebuah tas kertas cukup besar. Selama beberapa detik tak ada percakapan apapun antara mereka. sampai Nayoung membuka suaranya.

“Kau marah?”

Siwon yang juga tengah serius memusatkan perhatiaanya pada TV di depannya, mengalihkan pandangannya ke arah Nayoung kemudian tersenyum.

“Aniyo. Wae?”

“Gotjimal.”Desis Nayoung, menatap Siwon yang tengah tersenyum kearahnya. Mengerucutkan bibirnya kearah pria itu. Nayoung sadar, sejak dulu, apapun yang terjadi pada mereka, Siwon tak pernah melepaskan senyuman untuknya.

“Karena foto tadi?” Nayoung mengangguk “Aku tidak marah. Hanya saja..foto itu membuatku kembali menyadarinya. Menyadari kehadirannya.”

Kata ‘kehadirannya’ juga membuat Nayoung teringat dengan ‘pria itu’. Gadis itu mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru apartemen mewah milik Siwon. Tak tahu bagaimana harus menanggapi uncapan pria disampingnya ini. Ia menghela nafas beratnya. Senyuman itu. Tatapan lembut itu. Membuat Nayoung merasa bersalah. Dan rasa bersalah itu semakin menjadi, tatkala semua hal tentang ‘pria itu’ tergambar jelas dalam ingatannya sekarang.

“Nayoung..”Guman Siwon.

Gadis itu menoleh. Tersenyum kecil lalu merebahkan kepalanya pada bahu Siwon. Semua kesenangannya hari ini terasa lenyap seketika. Dirinya merasa sudah menjadi gadis paling jahat dan serakah. Tapi demi apa pun, Nayoung sangat menyayangi pria disampingnya ini. Dan tiba-tiba saja Nayoung juga merindukannya. Merindukan ‘dia’ yang kini melewati perjalanan jauhnya untuk bertemu kembali dengan dengan dirinya. Nayoung memejamkan matanya. Mencoba sedikit melupakan ‘dia’ saat dirinya tengah bersama Siwon. Nayoung benar-benar ingin menghabiskan waktu terakhirnya bersama Siwon.

“Dia kembali dari Swiss hari ini?”Seru Siwon. Matanya tetap menatap ke layar TV, walaupun tak benar-benar menontonnya. Tinggal beberapa jam lagi, Nayoung akan bertemu kembali dengan dia. Dan itu akan jadi akhir segalanya buat mereka. Dan mereka berdua tak mau melakukan itu -bertemu diam-diam- saat ‘dia’ sudah ada di korea.

Nayoung membuka kedua matanya yang terpejam, ketika pertanyaan Siwon terlontar. Gadis itu mengangkat kepalanya dari bahu Siwon. Mengangguk enggan.

“Saat pesawatnya sudah tiba di bandara. Aku akan langsung pergi. Mianhae..mulai hari ini hingga kau menjalankan wajib militermu, kita tidak akan bertemu.”

“Ini..akan jadi hari terakhir pertemuan kita?”Lanjut Siwon. Pandangan mata pria itu penuh dengan pengharapan. Siwon menggenggam erat tangan Nayoung. Mengelus lembut jemarinya.

Nayoung melepaskan genggaman Siwon, menangkupkan kedua tangannya pada pipi pria itu. Mengusapnya lembut dan memberikan senyuman untuknya.

“Maafkan aku..Aku menyakitimu, aku mempermainkan perasaanmu. Dan jika ‘dia’ tahu pun, aku juga menyakitinya, aku juga mempermainkan perasaannya. Aku benci diriku yang seperti ini.Tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaanku. Aku menyayangimu Siwon.”

Hati Siwon mencelos, ketika di kedua mata indah milik Nayoung, mengalir air mata kesedihannya. Siwon menghapus jejak airmata itu dengan lembut. Manik matanya menatap lekat pada mata indah yang masih saja mengeluarakan cairan hangat itu. Entah apa yang terjadi, Siwon mulai mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Nayoung. Gadis itu tak mengelak, entah kenapa juga tubuhnya tak bisa menghindar. Nayoung bahkan memejamkan matanya seraya Siwon juga memejamkan matanya. Hidung mereka bersentuhan. Saat Siwon akan memiringkan kepalanya untuk menyentuh bibir itu, ponsel Nayoung berdering. Sebuah pesan masuk untuknya. Mereka kembali pada kesadaran masing-masing.

Aku sudah tiba di bandara. Kita bertemu disini.’

Nayoung menghembuskan nafasnya. Ia yakin dengan keputusannya. Walaupun dirinya tahu, hidupnya akan berubah setelah dia menjemput kekasihnya itu di bandara. Nayoung kembali menatap Siwon. Pria itu tengah menonton tv. Tapi raut wajah itu tak terbaca olehnya. Andai Nayoung tahu, Siwon tengah menahan seluruh perasaannya. Siwon ingin menahan gadis itu disini. Nayoung memasukan ponsel dan buku desainnya ke dalam tas.

“Aku pergi. Sampai jumpa.”

Siwon terdiam tak merespon ucapan Nayoung. Pandangannya masih tertuju pada TV layar datarnya. Itu caranya untuk tak melihat Nayoung pergi. Nayoung bangkit dari duduknya. Melangkah pelan ke arah pintu keluar. Hatinya sakit ketika Siwon mengacuhkannya seperti tadi. Hanya tinggal berapa langkah lagi Nayoung tiba di pintu keluar, tangan itu memeluknya dari belakang. Dari balik punggungnya, Nayoung bisa merasakan jantung Siwon berdetak cepat. Pria itu seperti menahan sesuatu. Dan memang Siwon sedang menahan semua perasaannya. Marah. putus asa dan rasa ingin Nayoung tetap disini. Bersamanya.

“Aku menyayangimu. Aku sangat menyayangimu. Kau tahu itu kan?”Lirih Siwon.

Nayoung terdiam di tempatnya. Mencoba merekam betapa hangatnya pelukan itu. Pelukan yang mungkin sesekali akan di rindukannya. Nayoung membalikan tubuhnya. Sedikit berjinjit untuk memeluk pria itu. Memeluknya dengan erat. Seerat yang dia bisa. Mata gadis itu kembali basah. Mengapa begitu berat melepaskan semua ini.

“Aku tahu. Aku tahu kau menyayangiku.”Ucap Nayoung pelan. Mengelus pipi Siwon dan memberikan ciuman disana. Dan satu ciuman di bibir pria itu, sebelum dirinya benar-benar pergi dari apartemen Siwon.

Nayoung hanya beberapa jam di dalam apartemennya. Tapi semenjak gadis itu pergi, entah mengapa apartemennya begitu terasa kosong dan sepi. Hanya suara televisi yang masih menyiarkan scandal-scandal para Idol korea. Siwon memandang jauh pemandangan dari balik jendela apartemennya. Pemandangan yang masih menyajikan musim gugur yang indah. Dari sudut matanya, Siwon memandang tas kertas berwarna gelap, yang ditemukan dekat kaki meja ruang TV setelah Nayoung pergi. Pria tampan itu beranjak menghampirinya. Siwon mengerutkan alisnya, Saat sebuah Hoodie berwarna gainsboro -warna abu-abu mendekati putih- terlipat rapi di dalamnya. Dan selembar kertas yang ikut menyembul dari dalam tas itu.

Aku pikir kita akan berakhir bersama selamanya. Tapi, perlahan kita memudar. Kita terlihat baik tapi mengapa kita menjadi seperti ini. Tak bisakah kita membalikkan keadaan? Aku mengucapkan selamat tinggal pada angin yang bertiup dari jauh kemudian airmataku jatuh. Aku pikir kita tidak akan pernah berubah. Jangan lupakan tentang kau dan aku. Aku takkan melupakan tentang kau dan aku.’

Siwon kembali berdiri di depan jendela, dengan satu tangan memegang Hoodie pemberian Nayoung. Tak akan ada yang mengerti bagaimana perasaannya saat ini. Tanpa di duga, sudut mata pria itu menitikan air mata.

“Leeteuk Super Junior terlihat menggandeng seorang wanita cantik yang menjemputnya di bandara Incheon. Leader Super Juniof itu baru saja merampungkan syutingnya di Swiss, bersama rekan satu grupnya Ryeowook. Leeteuk juga memposting foto dirinya dan gadis itu di akun instagramnya. Pria itu menulis ‘inilah kekasihku, Lee Nayoung’. Dan ternyata gadis itu adalah seorang desainer muda nan cantik. Mereka sudah berkencan selama 2 tahun…”

Entah apa lagi yang di katakan wanita itu. Siwon tidak mendengar apapun. Pria itu hanya memejamkan matanya. Menggenggam erat Hoodie ditangannya. Terungkaplah semuanya. Ya. Lee Nayoung kekasih Hyung tertuanya itu adalah Lee Nayoung yang tadi menemaninya. Tak pernah ada yang mengetahui, jika Siwon diam-diam mencintai kekasih Hyungnya itu. Bukan, mereka saling mencintai. Siwon menghela nafasnya. Menatap nanar Hoodie di tangannya dan rasa bersalah yang begitu menikam hatinya. Pria itu menengadah, menatap langit yang hari ini terlihat mendung. Dan setitik airmata kembali jatuh dari pelupuk matanya.

“Mianhae..Hyung.”

End

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. blueangel1015
    Dec 14, 2015 @ 03:52:25

    Omggg>< ternyata nayoung pacar eeteuk u,u ga nyangka;~; nice ff thor! n.n

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: