Between Us [2/?]

between us 6

Between Us (Part 2)

 

Author                        : Yaqazhan

 

Cast                 : Han Young Ra, Cho Kyu Hyun, Han Young Na, Choi Siwon

 

Other cast       : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Hwang Yoo Shin

 

Genre              : Romance, angst, family, brothership, sad.

 

Length             : Chapter

 

Disclaimer       : Fanfic ini murni buatanku sendiri, so kalau mau baca di persilahkan tapi ingat, jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Just read, like, and coment. Happy reading all!!

 

 

 

Semua orang yang berada di kantor ini akan menundukkan kepala mereka setiap kali pria itu muncul atau lewat di hadapan mereka. Wajar jika mereka melakukannya, karena pria itu adalah orang yang paling di hormati meskipun usianya di bawah atau setara dengan para karyawannya. Seperti yang sedang terjadi saat ini. Pria itu tengah berdiri di depan lobi kantornya, dan setiap karyawan yang keluar-masuk kantor menundukkan kepala jika melihatnya, dan sebagai balasannya pria itu akan tersenyum tipis. Lalu setelah mereka berlalu, ia akan mendengar “Senyumnya manis sekali.” “Pasti yeoja yang menjadi pasangannya sangat bahagia karena memiliki namja sepertinya, tampan, kaya dan jenius.” “Tapi dengar-dengar dia belum memiliki kekasih ataupun istri.” dan bisik-bisik semacam itu lainnya. Namun pria itu tak peduli, bahkan ia sudah sangat malas mendengarnya. Apa karyawannya tidak bosan terus bergosip di belakangnya? Setiap hari? Dan apa mereka sudah tidak punya pekerjaan lagi selain menggosipinya?

 

 

Ia merogoh ponselnya yang berdering dari saku jasnya lalu segera mengangkat panggilan itu.

Yeoboseyo Hyung.” sapanya.

Kau dimana?” tanya seseorang di ujung telepon.

“Kantor, sedang menunggu mobil, ada apa?”

Apa kau ada janji makan siang dengan klien?”

Ani.” mobil yang di tunggu pria itu tiba dan pria itu segera masuk ke dalam mobil mewahnya, mendudukkan diri di kursi penumpang.

“Kalau begitu, ayo makan siang bersama. Aku sudah mereservasi tempat di La Categorie.”

“Arasseo. Apa Hyukjae Hyung juga ikut?” tanya pria itu.

Ne. Siwon juga, bersama pacarnya.” pria iu mengeratkan genggaman pada ponselnya ketika mendengar perkataan lawan bicaranya, rahangnya mengetat menampilkan urat-urat di wajahnya. “Baiklah.” ia memutuskan sambungan telepon lebih dulu, lalu menatap jalanan kota Seoul melalui kaca jendela mobil di sampingnya. “Ahjussi, ke La Categorie.” Perintahnya tanpa mengalihkan pandangan. “Ye Sajjangnim.”

 

 

***

 

 

 

Dentingan garpu, pisau dan sendok memenuhi meja yang mereka tempati. Pria itu mengiris daging Steak di hadapannya tanpa minat, berbeda dengan pria berambut blonde di seberangnya yang menyantap makanannya dengan sangat lahap. Di sebelah kirinya pasangan kekasih yang membuat suasana hatinya buruk sedang bermesraan—saling menyuapi satu sama lain, membuat pria di sebelah kanannya menatap iri ke arah pasangan itu.

 

 

 

Seharusnya ia bias menikmati makan siangnya hari ini, tapi karena kehadiran dua orang itu, membuat selera makannya menguap begitu saja. Ia menyesal menerima ajakan makan siang bersama dari salah satu sahabatnya itu. Dan pasangan di sebelah kirinya ini semakin membuatnya muak. Ia mengunyah makanannya dengan malas, berharap agar waktu cepat berlalu agar ia bias cepat-cepat pergi dari sini. Yah, jika mau ia bias saja meninggalkan mereka dengan berbagai macam alas an. Seperti tiba-tiba saja salah satu kliennya mengirim pesan untuk bertemu atau ada pekerjaan yang harus segera di selesaikan. Tapi, tidak semudah itu, dua pria yang duduk di seberang dan sebelah kanannya tidak akan meloloskannya begitu saja. Lagi pula, sudah lama mereka tidak berkumpul seperti ini karena kesibukkan masing-masing, jadi lebih baik ia mengalah untuk hari ini, membiarkan suasana hatinya semakin memburuk.

 

 

“Bisa kalian hentikan itu?” ujar pria di sebelah kanannya kepada pasangan kekasih itu dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal, membuat kedua orang itu menghentikan kegiatan mereka dengan tatapan tanya.

“Apa?” tanya Siwon, pria berlesung pipi di sebelah kirinya. Donghae meletakkan gelas Wine-nya ke atas meja lalu menatap tajam pria di hadapannya.

“Harus berapa kali ku katakan? Jangan bermesraan di depan kami!” Siwon memutar bola matanya malas. “Ck, kau berlebihan, kami sudah lama tidak bertemu jadi maklumi saja.”

“Kau selalu menggunakan alasan yang sama!” seru Donghae berapi-api.

 

 

“Memang itu kenyataannya. Aku kan jarang memiliki waktu luang.”

“Tapi jangan di depan kami! Kalian bias melakukannya jika sedang berdua kan? Menyebalkan!” ujar Donghae lagi seraya menatap sengit pria di hadapannya. Hyukjae—pria berambut blonde yang sedari tadi menatap kedua pria itu berseteru menghembuskan napas kesal. Selalu seperti ini jika mereka bertemu. Mungkin lain kali ia harus melarang Siwon untuk mengajak kekasihnya makan siang bersama jika hal ini tak ingin terjadi lagi. Beruntungnya ia telah menyelesaikan makan siangnya, ia bisa tersedak karena mendengar pertengkaran konyol dua orang itu. “Sudahlah Hae~ya, biarkan saja.” Katanya kepada Donghae, bermaksud untuk kembali menenangkan suasana.

 

 

“Donghae Oppa, maafkan kami ya? Kami janji tidak akan melakukannya lagi.” ujar gadis yang sedari tadi hanya diam menyaksikan kekasihnya dan Donghae beradu mulut. Donghae mengalihkan pandangannya dari kekasih gadis itu lalu melipat kedua tangannya di depan dada. “Mana bias begitu—“ “Tadi aku bertemu dengan adikmu.” Potong Hyukjae membuat Donghae menatap tajam pria itu. “YA! Aku belum selesai!” teriaknya kesal, mengundang tatapan tanya dari para pengunjung di sekitar mereka. “Jinja? Dimana Oppa?” tanya Young Na, menghiraukan protesan Donghae. “Apgujeong-dong. Kami mengobrol dan minum kopi bersama. Dia semakin cantik saja.” Pria yang sedari tadi hanya diam seraya mengaduk-aduk makanannya itu mendongakkan kepala dan menatap Hyukjae dengan penasaran. “Maksudmu Young Ra?” tanya Donghae yang di balas dengan anggukan singkat oleh Hyukjae.

Ne, dia semakin cantik dan semakin tinggi.” Sahut Young Na.

“Young Na~ya, apa aku bisa ke rumahmu? Aku ingin bertemu dengannya. Aish… aku merindukan gadis jutek itu.” Young Na terkekeh kecil mendengar julukan yang di berikan Donghae untuk adiknya. “Tidak perlu, dia akan datang ke acara launching café baru kita besok lusa.” Jawab Hyukjae menggantikan Young Na.

 

 

Jeongmal? Baguslah kalau begitu.” ujar Donghae.

“Ya, Kyuhyun~ah, kenapa kau diam saja?” tanya Hyukjae pada pria yang sedang menggoyangkan gelas Wine di hadapannya. Pria yang dipanggil Kyuhyun itu menatap Hyukjae datar lalu meminum Wine-nya sekali teguk. Ia melirik jam tangannya sejenak kemudian bangkit berdiri. “Aku harus segera kembali. Gomawo untuk makan siangnya, Hae Hyung kau yang bayarkan?” ujar Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Hyukjae sebelumnya. Tidak mau berlama-lama disana, ia lalu berbalik dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. “Ya ampun anak ini, kenapa dia selalu begitu? YA! Jangan lupa datang besok lusa!” seru Hyukjae yang hanya di balas oleh lambaian tangan sekali dari Kyuhyun.

“Dia kan lebih kaya dariku, kenapa harus aku yang bayar makanannya. Belum lagi Wine-nya, Hyuk~ah berapa harga Wine-nya?” gerutu Donghae seraya bertanya pada pria blonde di sebelahnya. “500 Dollar.” Jawab Hyukjae dengan wajah meringis.

“MWO?! Cho Kyuhyun….” Geramnya, Hyukjae menatap prihatin sahabatnya itu. Sedangkan Young Na terkikik geli dan Siwon dengan raut datarnya melihat wajah Donghae yang frustrasi. Niatnya mengajak makan siang bersama di restaurant mahal adalah agar ia di traktir oleh si kaya itu, tapi kenapa justru ia mentraktir pria itu?

 

 

Chagi, aku harus kembali ke lokasi syuting. Tidak apa kan jika aku tidak mengantarmu ke kantor?” tanya Siwon pada Young Na. “Ya, Siwon~ah, kau juga mau pergi?” tanya Hyukjae. “Ne, aku ada syuting. Managerku sudah mengirim pesan.” Jawab Siwon. “Tidak apa Oppa. Kau hati-hati di jalan, hubungi aku jika ada waktu.” Ujar Young Na menjawab pertanyaan Siwon. “Arasseo Chagi.” Siwon mengecup kening gadis itu sejenak sebelum pergi, lalu bangkit dari duduknya. “Hey kuda, bayar sendiri bon-mu dan Young Na, aku tidak mau bayar.” kata Donghae ketus. “Ara-ara, dasar pelit!” balas Siwon tak kalah ketus, dan berlalu meninggalkan tiga orang yang masih duduk di kursinya masing-masing. Young Na masih memandangi pria itu hingga sosoknya menghilang di balik pintu restaurant. “Donghae~ya kau antar Young Na ke kantornya, aku harus kembali ke café.” kata Hyukjae setelah hening menyelimuti mereka beberapa saat. “Kenapa aku lagi?” keluh Donghae. “Kau kan searah dengannya. Sudahlah, aku pergi dulu.” Donghae menghela napas pasrah, menatap Young Na dengan wajah memelas. “Kajja, Young Na~ya.” ajaknya seraya bangkit dari duduknya, di ikuti Young Na kemudian.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

Sebuah mobil sport mewah melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Seoul, mengundang semua pasang mata di sepanjang jalan menatap takjub mobil mewah keluaran terbaru tersebut. Mulai dari pengendara mobil dan motor hingga para pejalan kaki. Decakan kagum pasti akan terdengar dari setiap orang yang melihat kendaraan itu. Pasalnya bukan hanya harganya yang mencapai ratusan juta Dollar, desain mobil itu sendiri yang sangat elegan dan mewah membuat hamper semua orang menginginkan mobil itu jadi milik mereka. Tapi sayangnya hanya orang-orang yang berasal dari kalangan atas yang bias memiliki mobil mewah itu. Dan sampai hari ini, baru satu orang yang memilikinya, yaitu seorang pengusaha muda terkaya se-Korea Selatan dan salah satu pria terkaya sedunia, siapa lagi jika bukan Cho Kyuhyun.

 

 

 

Pria itu menghentikan mobilnya di depan sebuah taman yang dekat dengan sungai Han, mengamati taman itu sejenak, kemudian keluar dari mobilnya. Ia berjalan memasuki taman itu lalu mendudukkan dirinya di salah satu bangku yang terdapat di sana. Tak banyak orang yang berada di taman itu, hanya beberapa kelompok anak berseragam sekolah, juga satu atau dua pasang kekasih. Tak jauh darinya, empat orang siswa SMA sedang bernyanyi bersama yang tiba-tiba saja terhenti karena kehadiran seorang gadis. Mereka berbincang sedikit, lalu terdengar petikan gitar, di susul suara seorang gadis yang menyanyikan sebuah lagu. Kyuhyun memejamkan matanya, menikmati suara gadis itu yang terdengar begitu merdu di telinganya.

 

 

 

Barami na ansseureuwo buseojideut gamsal nal anajuna bwa

Baramdo neul honjaraseo chinguna doejago nal ttaraeona bwa

(Mungkin angin mengasihaniku dan memelukku

Mungkin angin ingin berteman dan mengikutiku karena dia selalu sendiri)

 

 

Nan gwaenchantago nan gwaenchantago amuri useo bwado

(Bagaimanapun aku tersenyum, berkata aku baik-baik saja)

 

 

So tell a story so tell me your sadness

Nae maeumeul heundeuro gamandujil anha

So tell me a story I know that you’re sorry

Naege jocha sumgyeodun nae mameul dudeuryeo

So tell me a story

(Ayo ceritakan sebuah cerita padaku, ceritakan kesedihanmu

Kau menggoyahkan hatiku, tidak meninggalkannya sendiri

Ayo ceritakan sebuah cerita padaku, aku tahu kalau kau menyesal

Mengetuk pintu hatiku yang bahkan aku sembunyikan dari diriku sendiri

Ayo ceritakan sebuah cerita padaku)

 

 

Barami nae nune seuchyeo jagi

Ttaemunin cheok ul temyeon ullago

(Angin berhembus di mataku

Berkata padaku, menangislah jika kau ingin

Dan berpura-pura kalau itu karena angin)

 

 

Nan gwaenchantago nan gwaenchantago amuri malhaebwado

(Bagaimanapun aku tersenyum, berkata aku baik-baik saja)

 

 

So tell a story so tell me your sadness

Nae maeumeul heundeuro gamandujil anha

So tell me a story I know that you’re sorry

Naege jocha sumgyeodun nae mameul dudeuryeo

So tell me a story

(Ayo ceritakan sebuah cerita padaku, ceritakan kesedihanmu

Kau menggoyahkan hatiku, tidak meninggalkannya sendiri

Ayo ceritakan sebuah cerita padaku, aku tahu kalau kau menyesal

Mengetuk pintu hatiku yang bahkan aku sembunyikan dari diriku sendiri

Ayo ceritakan sebuah cerita padaku)

 

 

So tell me a story so tell me your sadness

Nae gaseumeul hejibeo nal ulge mandeureo

So tell me a story I know that you’re sorry

Dalbit dwie gamchwodun nae seulpeun mwonyago

Geu ginagin yaegi

(Ayo ceritakan sebuah cerita padaku, ceritakan kesedihanmu

Kau merobek hatiku, membuatku menangis

Ayo ceritakan sebuah cerita padaku, aku tahu kalau kau menyesal

Kau menanyakan kepadaku tentang kesedihanku

Yang tersembunyi di balik sinar rembulan

Yaitu cerita yang panjang)

 

[Park Shin Hye – Story]

 

 

 

Suara tepukan tangan mengakhiri lagu yang di nyanyikan gadis itu. Ia tersenyum malu, menyampirkan sedikit anak rambutnya ke belakang telinga.

“Waaahh, Noona daebak! Kau menyanyikannya dengan sangat bagus. Aku menyukai suaramu!” ujar salah satu anak laki-laki yang duduk bersila di atas rerumputan di hadapan gadis itu. “Itu lagu kesukaanku, dan kau menyanyikannya dengan lebih bagus dari penyanyi aslinya Eonni!” sahut seorang gadis kecil di samping anak laki-laki tadi. “Kamsahamnida.” jawab gadis itu sedikit menundukkan kepalanya. “Noona, siapa namamu? Namaku Jang Myung Jun.” “Namaku Han Young Ra.” Jawabnya seraya tersenyum manis.

 

 

Kyuhyun menolehkan kepalanya dengan cepat ketika mendengar nama gadis itu. Ia mendapati seorang gadis yang duduk di bangku tak jauh dari tempatnya saat ini, di kelilingi oleh beberapa anak berseragam sekolah dan sedang memangku sebuah gitar. Gadis itu dengan rambut di ikat ekor kuda dan mengenakan kemeja abu-abu memiliki wajah yang sama seperti seseorang. Kyuhyun hampir tertipu jika saja ia tak menyadari perbedaan yang ada pada diri gadis itu. Rambutnya, rambut gadis bernama Han Young Ra itu berwarna coklat gelap, sedangkan gadis yang ia kenal memiliki rambut berwarna hitam. Sekarang, ia tahu seperti apa gadis yang di bicarakan Hyukjae saat di restaurant tadi. Dia adalah adik Han Young Na. Kyuhyun sedang memusatkan perhatiannya pada gadis itu ketika tiba-tiba saja ponselnya berdering menandakan panggilan masuk. Ia segera menerima panggilan itu setelah melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya. “Ya sekertaris Yoon?” sapanya lebih dulu. “Anda di mana sajjangnim?” tanya pria yang merupakan sekertaris pribadi Kyuhyun dari seberang telepon. “Ada apa?” tanya balik Kyuhyun. “Mr.Banner sedang menunggu anda di ruangan anda sekarang.” “Mr.Banner? Kenapa mendadak seperti ini? Apa kau lupa memberitahuku?” tanya Kyuhyun lagi dengan lebih menuntut. “Tidak sajjangnim. Mr.Banner tidak memberitahuku jika beliau akan berkunjung ke Marc Holding hari ini.” jawab sekertaris Yoon. “Baiklah, aku kesana sekarang.” setelah memutuskan panggilan, pria itu segera bangkit dari duduknya, merapikan penampilannya yang sedikit berantakan. Sebelum pergi ia sempatkan untuk melihat gadis itu sekali lagi. Suara decakan kesal keluar dari bibirnya.

 

 

 

***

 

 

 

 

Seorang gadis terlihat membuka sebuah pintu kaca di hadapannya, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang bisa di sebut dapur jika di lihat dari tata ruang dan peralatan yang terdapat di dalamnya. Langkahnya tertuju pada sebuah lemari es, mengambil sebotol air mineral dan meneguknya hingga menyisakan setengah dari isi botol itu. Ia membuka salah satu lemari tempat penyimpanan makanan lalu menemukan beberapa bungkus ramyeon instan, dan memutuskan untuk memasak satu bungkus ramyeon karena lagi-lagi perutnya berbunyi nyaring meminta untuk segera di isi.

 

 

Saat ia sedang serius memasak ramyeonnya, seorang wanita setengah baya datang dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat satu buah gelas berkaki.

“Nona apa yang sedang kau lakukan?” tanya wanita itu. Young Ra hampir saja menjatuhkan panci ramyeonnya karena terkejut, ia lalu meletakkan panci panas itu di atas meja. “Astaga Ahjumma, kau mengagetkanku!” seru gadis itu. Soo Ahjumma hanya tertawa pelan melihat pelototan galak yang di berikan Young Ra justru terlihat lucu di mata wanita itu. “Nona lapar? Kenapa tidak menungguku memasakkan sesuatu untuk Nona?” tanya Soo Ahjumma sembari meletakkan gelas kotor di bak cuci. “Harus berapa kali aku katakan, jangan memanggilku Nona Ahjumma! Aku lapar, terlalu lama jika menunggumu memasak untukku.” Jawab gadis itu seraya memasukkan sesumpit ramyeon ke dalam mulutnya. “Nyonya besar sedang di rumah. Aku tidak bisa memanggilmu hanya dengan nama saja.” “Eomma ada di rumah?” tanya Young Ra dengan mie yang masih berada di dalam mulutnya, Soo Ahjumma hanya menganggukkan kepala dua kali sebagai jawaban. “Tumben sekali.” lanjutnya.

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

“CUT! Oke cukup untuk hari ini, semuanya bisa beristirahat, kita bertemu lagi besok. Siwon-ssi kamsahamnida, kau sudah bekerja dengan sangat baik.” ujar seorang sutradara bernama Kim Seo Woo kepada pria berlesung pipi yang sedang meminum sebotol air mineral yang di berikan oleh managernya. “Ye, sama-sama sutradara Kim. Kalau begitu saya permisi dulu.” Siwon menundukkan kepalanya sejenak, kemudian berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak begitu jauh dari lokasi syuting bersama sang manager. “Apa jadwalku setelah ini Hyung?”

“Pemotretan majalah Marc, temanya musim semi.” Jawab manager Park. “Eoh, majalah milik Kyuhyun ya? Kalau begitu kita berangkat sekarang.” Siwon langsung mendudukkan dirinya di kursi penumpang begitu tiba di mobilnya, membiarkan managernya untuk menyetir. Ia memejaman matanya, berpikir untuk mengistirahatkan dirinya walau hanya sebentar. Selama dua hari dua malam ia sama sekali tidak tidur karena jadwalnya yang sangat padat, menyebabkan lingkaran hitam di bawah matanya terlihat begitu jelas. Jadi, tidak ada salahnya kan jika ia beristirahat sebentar saja?

 

 

“Kau tidak menghubungi kekasihmu Won~ah?” tanya manager Park tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. “Nanti saja Hyung, aku ingin tidur sebentar, bangunkan aku jika sudah sampai.” jawab Siwon dengan kedua mata yang masih terpejam. “Arasseo.” Manager Park kembali fokus menyetir setelah melirik sekilas pria di sampingnya. Ia cukup tahu seperti apa lelahnya pria itu karena ia pun ikut merasakannya. Ia menambah kecepatan laju mobil yang di kendarainya, lebih baik mereka cepat sampai di lokasi pemotretan agar mereka bisa cepat beristirahat.

 

 

 

***

 

 

 

 

“Mr.Banner.” sapa Kyuhyun ketika ia tiba di ruangannya dan berjalan menghampiri pria bule yang sedang duduk di salah satu sofa di ruangannya. “Oh, Mr.Cho, Anda sudah datang.” jawab Mr.Banner dalam bahasa Korea yang fasih dengan aksen Amerikanya yang sangat kental. “Ye, maaf membuat Anda menunggu.” Pria yang berusia hampir lima puluh tahun itu tertawa pelan. “Tidak apa-apa. Saya yang salah karena datang tanpa menghubungi Anda lebih dulu. Apa kedatangan saya mengganggu Anda?” “Tentu saja tidak. Saya senang karena Anda mau menyempatkan diri Anda untuk berkunjung ke perusahaan saya di waktu Anda yang sangat sibuk.” Kyuhyun mendudukkan dirinya di hadapan pria itu, dan tersenyum simpul.

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

5 Comments (+add yours?)

  1. afni kuswara putri
    Jan 13, 2016 @ 19:50:21

    ff nya bagus thor ceritanya menarik. ini kyuhyun nantinya bakalan tertarik dengan young ra?? ada apa sebenarnya kenapa young ra tidak terlalu menyukai ibu nya sendiri bahkan cemderung mengacuhkanya udah gitu kayanya banyak pria2 yang menyukai young ra dan kenapa young ra ke new york apakah ada masalah sebelumnya dengan keluarga nya?? dimana appa nya?? sebenarnya banyak lagi perranyaan thor wkwk
    tapi aku mau kasig masukan ada thor penempatan kata “TBC” nya menurut aku kurang tepat aja baru baca gitu tiba2 TBC aja tanpa ada konflik atau cerita yang menarik sebelumnya jadi tiba2 TBC jadi terlihat flat gitu thor kesannya gitu aja. tapi good job aku suka ceritanya lanjut thor🙂

    Reply

  2. arni07
    Jan 14, 2016 @ 06:06:24

    oalah kekasih young na itu siwon,tp liat mereka berdua jalan,young ra kok kayak gak suka yak,ada apa dgn mereka??penasaran dgn selanjutnya

    Reply

  3. lieyabunda
    Jan 15, 2016 @ 03:44:58

    sepertinya rumit nih percintaan mereka….

    Reply

  4. anggunrania
    Jan 17, 2016 @ 10:59:57

    apakah young ra suka sama siwon trus kyuhyun suka sama young na ya?? soalnya reaksi mereka trhdp sepasang kekasih itu kaya ga suka gmn gtu..

    Reply

  5. Deborah sally
    Mar 28, 2016 @ 06:31:18

    Jadi suara Han Yongra terbaik dari kakaknya?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: