Between Us [3/?]

between us 6

Between Us (Part 3)

 

Author                        : Yaqazhan

Cast                 : Han Young Ra, Cho Kyu Hyun, Han Young Na, Choi Siwon

Other cast       : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Hwang Yoo Shin

Genre              : Romance, angst, family, brothership, sad.

Length             : Chapter

Rate                 : G

Disclaimer       : Fanfic ini murni buatanku sendiri, so kalau mau baca di persilahkan tapi ingat, jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Just read, like, and coment. Happy reading all!! J J

Sinar matahari yang menyorot tajam tidak dipedulikan gadis itu. Jika orang-orang lebih memilih berjalan di tempat teduh, tidak dengannya. Ia dengan santainya berjalan di trotoar yang jelas-jelas menjadi objek panas matahari yang begitu menyengat. Earphone putih yang menyumbat kedua telinganya mengiringi langkahnya hingga tiba di depan sebuah café yang bertuliskan ‘D&E Café’ di kaca jendelanya yang besar dan menghadap ke jalan. Dari luar café itu terlihat begitu nyaman untuk di jadikan tempat bersantai menghabiskan sore hari dengan secangkir kopi hitam atau coklat panas, di depan café itu sebuah pohon Maple dan pohon persik berdiri kokoh dengan daun-daunnya yang berwarna hijau, beberapa kursi dan meja model minimalis tertata dengan rapi di halamannya yang luas. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam ransel lalu mengetik sebuah pesan kepada seseorang dan mengirimnya.

 

 

Tak lama kemudian seorang pria dengan gummy smile-nya keluar dari café itu, menghampirinya dan memeluknya sesaat. Ia tersenyum, membalas pelukan pria itu. Mereka kemudian masuk ke dalam café, berjalan ke meja yang telah di tempati oleh beberapa orang.

 

 

Young Ra menatap malas dua orang yang ada di meja itu, merasa enggan untuk mendekat tapi, tetap melangkah kearah mereka. Lalu tiba-tiba saja, seseorang memeluknya dari belakang hingga sedikit mengangkat tubuhnya. Young Ra hampir berteriak karena terkejut, ia memutar kepala ke belakang, dan melotot galak ketika mengetahui Donghae yang memeluknya.

“Turunkan aku!” desisnya tajam. Donghae menggeleng seraya tersenyum konyol; sudah menjadi kebiasaannya menggoda gadis itu jika mereka bertemu seperti sekarang.

“Tidak sebelum kau membalas pelukanku.” Young Ra mencubit lengan Donghae yang melimgkar di perutnya dengan keras agar menurunkannya tapi, seolah tidak meraasakan apa-apa, pria itu tidak melepaskannya, justru semakin mengeratkan pelukannya.

Hyukjae yang melihat itu menghembuskan napas kesal, lalu menghampiri mereka berdua, dan melayangkan sebuah jitakan yang cukup keras ke dahi Donghae.

Yak! Lee Hyukjae! Itu sakit tahu!” serunya tidak terima.

“Turunkan dia.” Hyukjae menatap sebal sahabatnya seraya berkacak pinggang. Dengan sangat terpaksa Donghae menurunkan gadis itu, lalu menatapnya dengan tatapan yang serius.

 

 

Mianhae, aku tidak bisa mengendalikan diriku karena terlalu merindukanmu. Tapi, kenapa kau tidak pamit saat pergi dan tidak mengabari saat kembali?” Young Ra sudah membuka mulutnya hendak menjawab, tapi suara seorang pria yang dirindukannya menginterupsinya lebih dulu.

Ya! Kalian nanti saja reuni-nya, sekarang cepat kemari.”

Kajja, Youngie.” Hyukjae menghampiri tiga orang yang duduk tak jauh dari mereka seraya menggandeng tangan Young Ra, di ikuti Donghae yang berwajah masam di belakang dua orang itu.

“Hari ini, kau cukup menjadi tamu special-ku.” Bisik Hyukjae, yang di balas lirikan singkat oleh Young Ra. Siwon bangkit dari duduknya ketika ketiganya tiba di meja mereka, menghampiri Young Ra dan memeluknya erat.

Bogoshipeoyeo Young Ra~ya.” Tubuhnya menegang kala Siwon membisikkan kalimat itu ke telinganya dan semakin mengeratkan pelukannya. Namun, gadis itu diam saja, tak berniat membalas bisikan dan pelukan pria itu. Kedua tangannya justru terkepal kuat di samping tubuhnya—menahan diri untuk tidak balas memeluk Siwon. Ia menatap kakaknya; Han Young Na yang tersenyum padanya, lalu pria asing di samping kakaknya dengan wajah datar.

 

 

Siwon melepaskan pelukannya lalu menarik Young Ra untuk duduk disalah satu kursi dihadapan pria asing itu. Disusul Donghae dan Hyukjae yang mendudukkan diri mereka di kanan-kirinya.

“Bagaimana perjalananmu Young Ra~ya, apa menyenangkan?” tanya Siwon setelah menyesap Espresso-nya dengan khidmat, menatap Young Ra dengan kedua alis yang terangkat. Young Ra memutari bibir cangkir Cappucino-nya dengan telunjuk tangan kanannya; kebiasaannya setiap minum minuman kesukaannya itu.

“Membosankan.” Siwon tersenyum, ia sudah menebak jika jawaban gadis itu akan seperti yang ada di fikirannya.

“Dia siapa?” Young Ra menatap pria asing dihadapannya dengan pandangan menilai—hal serupa pun dilakukan oleh pria itu padanya. Hyukjae menepuk dahinya, lalu menatap kedua orang itu secara bergantian.

“Aku hampir lupa. Dia adalah Cho Kyuhyun, sepupu Siwon yang lama menetap di California dan Kyuhyun, dia Han Young Ra, adik Young Na yang baru saja kembali dari New York.” Keduanya hanya saling berpandangan dengan wajah tanpa ekspressi—sangat khas mereka berdua.

“Aku sudah tahu.” Jawab Kyuhyun Cuek.

 

 

 

***

 

 

 

Kyuhyun menyandarkan punggungnya pada kepala kursi, tatapannya tertuju pada seorang gadis yang sedang berdiri diam didekat meja kasir. Entah mengapa, ia merasa sikap gadis itu sangat berbeda dari beberapa hari yang lalu. Hari ini, wajahnya terlihat begitu dingin, tidak ada kesan hangat dan ramah yang ditunjukkannya tempo hari. Ia hanya berbicara seperlunya dan menjawab dengan sinis tiap kali sang kakak bertanya padanya. Kyuhyun sama sekali tidak bisa membedakan wajah kedua gadis itu jika bukan karena penampilan dan warna rambut mereka yang berbeda.

 

Young Na terlihat begitu anggun dengan dress baby blue selututnya yang manis dan wedges 7 centimeter berwarna putih. Sedangkan, gadis itu terlihat sangat cuek dengan kaus abu-abu v-neck, jins, kets, ransel serta topi coklat yang menutupi kepalanya. Perbedaan yang sangat kontras.

“Hanya ada satu alasan seorang pria menatap gadis yang baru dikenalnya dengan tatapan seperti itu.” Kyuhyun menoleh ke samping kirinya ketika suara Hyukjae berhasil membuyarkan lamunannya tentang gadis itu dan menatap pria itu dengan tanda tanya di wajahnya. “Ketertarikan.” Lanjut Hyukjae seraya tersenyum menggoda, membuat Kyuhyun memutar bola matanya jengah.

“Apa maksudmu Hyung?”

“Dia sangat cantik kan?” bukannya menjawab, pria itu justru balik bertanya—mengabaikan pertanyaan Kyuhyun yang terlihat kesal di tempatnya—Hyukjae terkekeh pelan.

“Bagiku tidak ada yang berbeda dari wajah mereka berdua.”

“Salah.” Kata Hyukjae, meraih cangkir Chocolatte-nya dan menyesapnya sedikit. Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya di udara lalu kembali meletakkan cangkir berisi kopi hitamnya yang mulai mendingin—menatap Hyukjae dengan kerutan bingung di dahinya.

“Apa?”

Hyukjae menautkan jari-jarinya, memandang Young Ra yang tengah melamun dengan tatapan yang sulit di terjemahkan.

“Wajah mereka memang sama, tapi jika kau perhatikan dengan baik dan lebih jelas, dia memiliki apa yang tidak di miliki Young Na.” kerutan di dahi Kyuhyun semakin jelas terlihat, ia mengalihkan pandangannya yang semula terfokus pada Hyukjae ke gadis yang sedang menjadi bahan pembicaraan mereka.

“Apa itu?”

“Kau akan tahu jika kau bisa mendekatinya; karena dia gadis yang sulit di dekati pria, sekalipun itu kau—si pria kaya raya se-Korea Selatan.”

 

 

 

***

 

 

 

Kedua matanya benar-benar tidak bisa diajak bekerja sama, dan Young Ra berkali-kali mengumpat dalam hati karena tidak bisa menahan keinginanya untuk tidak melirik kearah dua orang itu. Ia berusaha untuk mengalihkan pandangannya keluar jendela, menatap beberapa pejalan kaki yang terlihat begitu sibuk. Lalu menggoyangkan sebelah kaki serta mengetuk-ketuk ujung sepatunya ke lantai, mengikuti irama music hip hop dari earphone yang menyumbat kedua telinganya. Beberapa pegawai sibuk mondar-mandir dihadapannya melayani para pelanggan; dan itu membuatnya sedikit pusing. Rasa bosan mulai menggerogotinya, kemudian ia memutuskan untuk berkeliling café. Yah, hitung-hitung persiapan untuknya, karena mulai besok ia akan bekerja di café ini sebagai pegawai paruh waktu.

 

 

Ia sedang pada salah satu tiang yang menyangga langit-langit café ketika Donghae datang dan menepuk bahunya lalu ikut menyandarkan dirinya di tiang yang sama. Young Ra hanya mengedik acuh, tatapannya tertuju pada seorang pria yang duduk bersama Lee Hyukjae di meja paling ujung, sedang menatap Young Na dengan cara yang sama seperti caranya menatap Siwon; cinta pertamanya sejak ia duduk di bangku kelas 1 SMP.

Seringaian misterius muncul di wajahnya, lalu tanpa aba-aba, ia beranjak dari tempatnya menghampiri kedua pria itu tepat saat Donghae hendak berbicara padanya—segera mengatupkan kembali bibirnya—menatap punggung Young Ra yang menjauhinya seraya menghela napas getir.

 

 

Oppa, bisa tinggalkan kami? Ada yang ingin aku bicarakan dengannya.”

Hyukjae tidak bisa mengendalikan raut wajahnya yang terkejut karena melihat Young Ra yang tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dan memintanya untuk pergi. Dahinya berkerut bingung tapi tidak segera beranjak dari tempatnya. Young Ra berdecak; gemas karena reaksi Hyukjae yang lambat dan membuatnya ingin menyeret pria itu agar segera enyah dari tempatnya. Tapi ia harus menahan keinginannya itu, karena sekarang bukan waktunya untuk bersenang-senang; jika menyiksa Lee Hyukjae adalah salah satu dari kesenangannya. Karena ada hal yang lebih penting yang harus dilakukannya dari pada sekadar bersenang-senang.

 

“Oppa…” dengan suara yang dilembutkan dan memasang aegyo—yang sayangnya gagal—Young Ra kembali meminta Hyukjae untuk segera pergi.

“Baiklah-baiklah.” Setelah Hyukjae pergi; dengan kebingungan dan ketidakrelaan di wajahnya, Young Ra mendudukkan dirinya di samping Kyuhyun yang menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. “Aku memiliki penawaran untukmu.” Ujar Young Ra menyampaikan maksudnya mendekati pria itu tanpa basa-basi sedikitpun. Kyuhyun menaikan sebelah alisnya seraya melirik gadis disebelahnya ini namun tak menyahuti perkataannya, menunggu kalimat selanjutnya yang akan di katakan gadis itu.

“Kau menyukai kakakku kan?”

Kyuhyun bisa merasakan tubuhnya sedikit menegang ketika mendengar pertanyaan yang lebih mirip pernyataan itu. Ia menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit di artikan kemudian, memejamkan matanya bermaksud mengendalikan dirinya. Ia kembali menatap wajah Young Ra yang tidak mengarah padanya dengan mantap.

“Apa yang kau inginkan?” tanyanya.

“Aku ingin kau membantuku memisahkan mereka.”

Sekali lagi Kyuhyun di buat terkejut dengan perkataan gadis itu. Ia menatap kedua mata Young Ra yang juga tengah menatapnya. Mencari sesuatu disana, tapi ia tidak mendapatkan apa-apa. Hanya kekosongan. Kyuhyun bisa melihat ada kesakitan dan kekecewaan yang terpancar dari wajahnya tapi, entah bagaimana, Young Ra dapat menyembunyikan perasaan itu di matanya. Dan untuk alasan yang tidak di mengertinya, ia merasa ingin sekali membantu gadis itu. Untuk menghancurkan hubungan dua orang yang telah membuatnya ikut merasakan kesakitan dan kekecewaan yang bersarang di hatinya.

“Apa alasanmu ingin memisahkan mereka? Kau menyukai Siwon Hyung?”

Young Ra memalingkan wajahnya, “Itu bukan urusanmu.”

“Lalu penawaran seperti apa yang kau ajukan padaku?” tanya Kyuhyun setelah beberapa saat mereka terdiam.

Young Ra menampilkan senyum sinis khasnya.

“Jika kau berhasil membantuku memisahkan mereka, sudah jelas kau akan mendapatkan kakakku.”

 

 

 

***

 

 

 

Seorang wanita paruh baya sedang membuka kotak-kotak bekal makan siang dihadapannya, dan menyerahkan sepasang sumpit kepada pria paruh baya yang duduk disampingnya.

“Kenapa Bento? Kau kira kau ini anak TK?” keluh pria itu kepada istrinya yang masih sibuk menyiapkan makan siang untuknya.

“Aku ingin sedikit mengenang masa mudaku yang selalu membuat Bento untukmu. Lagi pula makanan ini baik untuk kesehatan. Jadi, jangan mengeluh dan cepat dimakan!”

Pria itu hanya mendengus seraya melirik sinis istrinya, lalu memasukkan sepotong udang teriyaki ke dalam mulutnya. Ya, ia masih ingat betul saat-saat mereka masih muda dulu. Setiap jam makan siang tiba, hampir setiap hari, Lee Eun Ha—wanita yang kini berstatus sebagai istrinya—datang ke kelasnya untuk memberinya sekotak Bento dengan wajah merona malu, lalu mereka akan memakannya bersama di taman kampus. Rasanya, ia ingin sekali kembali ke masa itu, bukan untuk sekotak Bento yang ia terima tapi, untuk wajah bersemu istrinya yang sudah jarang sekali ia lihat.

 

 

“Tuan Han Bon Sung!” ia segera tersadar dari lamunannya ketika teriakan yang mampu membuatnya tuli itu bergema di gendang telinganya. Ia meletakkan sumpitnya di atas meja lalu menatap istrinya dengan tajam.

“Apa kau tidak bisa tidak berteriak seperti itu? Kau membuat selera makanku hilang!”

“Salahmu sendiri. Aku sudah memanggilmu berkali-kali, tapi kau tidak mendengarku, dan asyik melamun tidak jelas begitu.” Nyonya Lee membuang mukanya lalu bersedekap, ia bisa mendengar helaan napas kasar dari suaminya.

“Memangnya ada apa?” tanya Tuan Han seraya menarik wajah istrinya agar kembali menatapnya.

“Aku hanya ingin bertanya, apa kau sudah memutuskan akan menyerahkan perusahaan ini kepada siapa?”

Tuan Han menarika tangannya dari wajah Nyonya Lee, kemudian mengubah posisi duduknya menghadap ke depan.

“Sudah.”

“Siapa?”

“Sudah jelas putriku.”

Nyonya Lee berdecak, menggeser posisi duduknya lebih dekat dengan suaminya lalu menghadap ke arahnya.

“Putrimu akan ada dua—“ “Tidak!” sela Tuan Han dengan nada tegas. Pandangannya kembali ke Nyonya Lee dengan tatapan menyiratkan ketidaksukaan yang kentara sekali.

“Apa kau lupa? Apa yang telah dia perbuat pada putrid kita?”

“Tapi dia tetap putrimu juga. Mau sampai kapan kau memperlakukannya seperti orang asing seperti ini?”

“Lalu kau? Apa kau telah memperbaiki sikapmu padanya selama ini?”

Nyonya Lee terdiam. Ya, suaminya benar. Ia bahkan belum memperbaiki sikapnya pada gadi itu. Gadis yang ia lahirkan dari rahimnya sendiri. Selama ini yang ia lakukan pada gadis itu hanya memarahinya, memakinya dan menatapnya dengan sinis. Bahkan ia pun menganggap gadis itu sebagai orang asing yang tinggal di rumahnya. Lalu kenapa ia berani-beraninya meminta suaminya untuk menganggap gadis itu sebagai putrinya, sementara dirinya saja tak menganggap gadis itu adalah putri yang ia lahirkan. Lagi-lagi Nyonya Lee hanya diam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan pertanyaan yang muncul di otaknya.

 

 

 

***

 

 

 

 

Kyuhyun menghela napasnya kasar. Kedua matanya kembali melirik ponselnya yang tergeletak di atas meja setelah berkali-kali melakukan hal itu sejak 1 jam yang lalu. Ia berusaha mengalihkan pandangannya ke layar televise yang menampilkan acara berita malam. Memang berhasil, tapi hanya beberapa menit saja. Erangan frustasi keluar dari bibirnya dan Kyuhyun menyerah. Ia mengambil ponselnya dengan gerakan yang terkesan tergesa dan segera menghubungi seseorang sebelum pikirannya kembali berubah. Terdengar suara sambungan datar dari seberang sebelum di gantikan oleh suara kantuk seorang pria.

“Mwo?”

“Hyukjae Hyung, cepat kirimkan aku nomor telepon Han Young Ra.”

Di seberang, dari tempat tidurnya Hyukjae mengumpat pelan seraya melirik jam digital yang terdapat di atas nakas, di samping ranjangnya. Pukul 01.00 dini hari, dan si pria kaya sialan ini berani mengganggu tidur nyenyak!

“Astaga Cho Kyuhyun, tengah malam seperti ini kau menggangguku hanya untuk meminta nomor telepon Han Young Ra? Kau tahu sekarang jam berapa hah?! Kenapa tidak kau minta saat di café tadi?”

Kyuhyun berdecak, “Sudah cepat kirimkan saja!” Kyuhyun langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa mau repot-repot mendengarkan jawaban Hyukjae. Dasar setan sialan!.

Tidak sampai 5 menit sebuah pesan masuk di terima ponselnya. Lalu tanpa berpikir panjang lagi, ia langsung menghubungi nomor yang baru saja diterimanya itu.

“Yeoboseyo?”

“Han Young Ra~ssi, aku terima tawaranmu.”

 

 

 

TBC

8 Comments (+add yours?)

  1. arni07
    Jan 14, 2016 @ 13:06:02

    kyuhyun sbenarnya menyukai siapa??ah jd bingung

    Reply

  2. soulme1988
    Jan 14, 2016 @ 15:06:11

    Deh bakalan seru. Knp sih young ra di bedakan ma kembaran sndri

    Reply

  3. astr
    Jan 14, 2016 @ 20:59:13

    ya ampun baca ini ff, ada rasa deg-deg gimana gitu…
    Kenapa yah young ra kok digituin sama ortunya ?

    Reply

  4. Jung Haerin
    Jan 15, 2016 @ 01:31:20

    Can’t waiitt… Penasaran bgt sma ff ini…..

    Reply

  5. lieyabunda
    Jan 16, 2016 @ 03:25:05

    young ra punya salah apa sih,,, sampe orang tuanya sendiri gak peduliin dia…

    Reply

  6. anggunrania
    Jan 17, 2016 @ 11:28:57

    kasian young ra, ga dianggap sama kluarganya sndiri

    Reply

  7. anianiya
    Jan 18, 2016 @ 20:03:09

    Jadi yang dilihat young ra ditaman itu siwon sama young na, aku kira sama kyuhyun.
    Jadi mereka sama2 menyukai orang yang sekarang mereka sepasang kekasih?
    Kenapa orang tua young ra benci sama dia?

    Reply

  8. Deborah sally
    Mar 28, 2016 @ 06:45:56

    Ada apa dengan Youngra?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: