EOMMA PLEASE LOOK AT ME! [1/?]

kyuuu

EOMMA… PLEASE LOOK AT ME!!

Story by Cho Kyunniee

MAIN CAST : Cho Kyuhyun | Lee (Cho) Sungmin | Kim (Cho) Hanna

GENRE : Sad, Family

LENGTH : Chapter

RATED : PG-13
Mianhae kalau banyak typo dan ceritanya garing, karena memang ini merupakan FF pertama yang saya tulis. Cerita seperti ini mungkin sudah pasaran, tapi meskipun begitu ini murni hasil jerih payah saya memeras otak… o(╯□╰)o

FF ini pernah saya publish di blog pribadi saya https://chokyunniee.wordpress.com/#

Mohon kasih kritik dan saranya agar saya bisa memperbaiki dimana letak kesalahan saya. Yo wis cukup sekian dan terima kasih. Selamat menikmati….🙂
***

~Keinginan ku sederhana, aku ingin selalu melihat

eomma tersenyum.

Dan kebahagian itu terasa sempurna bila,

alasan dibalik senyuman eomma

adalah AKU~~
***
PART 1
Setiap manusia pasti akan selalu merasakan yang namanya kesedihan. Tapi disetiap kesedihan pasti terselip yang namanya kebahagiaan. Namun, sepertinya kata-kata itu tidak berarti apa-apa untuk seorang bocah kecil yang saat ini sedang menangis seorang diri di kamarnya.

Dengan memeluk kedua kakinya serta membenamkan wajahnya di atas lututnya tidak mengurangi intensitas suara tangisnya yang memang sudah tidak bisa dibendung lagi. Hanya dengan menangis dia berharap agar eomma yang telah melahirkannya dapat mendengar betapa dia juga ingin diperhatikan sama seperti hyungnya.
***
FLASHBACK~~
“Eommaaa…” teriakan cempreng khas anak kecil membahana(?) dipenjuru rumah megah bergaya eropa itu.
“Minnie~ya…” sahut seseorang yang tadi dipanggil eomma oleh bocah yang bernama Minnie itu, atau lebih lengkapnya Cho Sungmin, putra sulung dari keluarga Cho yang terkenal karena kekayaannya. Sungmin segera berlari menghampiri sosok wanita cantik yang kini masih berdiri di depan pintu itu. Setelah sampai dihadapan sang eomma Sungmin langsung memeluk ibunya itu dengan erat.
“Eomma, bogoshipoyo. Aku benar benar sangat merindukan eomma”
“Ne, nado bogoshipo chagi” jawab Hanna atau Cho Hanna, wanita yang dipanggil eomma oleh Sungmin.
“Eomma kenapa lama sekali di Jepang. Apa eomma tidak merindukan anakmu yang manis dan tampan ini ?” oceh Sungmin sembari menggembungkan pipinya yang chubby itu.
“Tentu saja eomma sangat merindukan Minnie eomma yang chubby ini” jawab Hanna sambil mencubit pipi chubby Sungmin dengan gemas. Tentu saja hal itu membuat si pemilik pipi meringis kesakitan.
“Aww, eomma lepaskan, appo” Sungmin berusaha melepaskan cubitan sang eomma dari pipinya, namun usahanya tidak membuahkan hasil, sang eomma justru semakin kencang mencubit pipinya.
“Hahaha” tawa Hanna setelah melepas cubitannya dan melihat pipi sungmin yang memerah karena ulahnya.
“Huh eomma menyebalkan” gerutu Sungmin sambil menggembungkan pipinya (lagi) dan melipat tanganya di depan dada, menunjukkan ekspresi marah yang sangat imut.
Seakan tau anaknya sedang merajuk, Hanna langsung memeluk Sungmin dengan erat dan membelai kepalanya dengan sayang sambil berkata.
“Mianhae, eomma minta maaf ne ?”
Tanpa mereka ketahui bahwa di balik sebuah tembok ada seorang bocah kecil lagi yang sedang menatap adegan itu dengan tatapan sendu bercampur iri. Tidak pernah sekalipun eommanya tertawa seperti itu saat bersamanya. Selalu tatapan dingin dan kata-kata ketus yang keluar jika sedang bersama dengannya. Dengan sedikit ragu bocah itu menghampiri dua orang yang masih setia melepas rindu itu.
“Eomma…” akhirnya dengan sedikit keberanian bocah kecil itu dapat mdngeluarkan suaranya.
Hanna yang tadi masih memeluk Sungmin segera melepaskan pelukkannya setelah mendengar suara yang memanggilnya. Namun setelah Hanna mengetahui siapa orang yang memanggilnya, Hanna langsung memberikan tatapan tajam kepada sang pemilik suara.
Cho Kyuhyun bocah imut yang tadi mengintrupsi acara melepas rindu antara ibu dan anak itu, langsung tertunduk takut setelah mendapatkan tatapan tajam dari sang eomma.
“Ada apa ?” Tanya Hanna dengan suara dingin.
“Kyu… kyunnie juga merindukan eomma” jawab Kyuhyun dengan suara tergagap(?) dan masih menundukkan kepalanya.
“Mwo? Rindu? Aku tidak membutuhkan rindu dari seorang pembunuh sepertimu”
DEG

Perkataan Hanna tadi refleks membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya. Kyuhyun langsung menatap sang eomma dengan mata yang membulat. Usianya saat ini sudah tujuh tahun. Otomatis diusianya yang sekarang ini, Kyuhyun sudah mengerti apa yang baru saja diucapkan oleh eommanya itu.
“Eomma…” Kyuhyun sudah tidak mampu lagi berkata-kata, matanya sudah berkaca-kaca. Air mata sudah menggenang dipelupuk matanya. Ia sungguh tidak menyangka bahwa ibu kandungnya sendiri tega mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk didengar itu.
“Jangan panggil aku eomma lagi. Karena aku tidak sudi dipanggil eomma olehmu”
“Hiks…” akhirnya pertahan Kyuhyun runtuh juga. Air mata itu tidak bisa ditahan lagi.
“Wae? Kenapa menangis? Untuk apa kau menangis”
“Hiks… eomma… hiks”
“Jangan memanggilku eomma lagi. Apa kata-kata kurang jelas? Berhentilah menangis karena air matamu itu tidak berarti apapun. Sekarang kembali ke kamarmu, karena aku sudah muak melihat wajahmu itu” Hanna yang sudah terbawa emosipun akhirnya mengeluarkan semua kata-kata kasar kepada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun, bocah itu langsung berlari menuju kamarnya setelah mendapat sedikit bentakan. Sedikit bentakan? Ya sedikit bentakan. Karena biasanya Kyuhyun mendapatkan yang lebih dari ini. Tapi entah mengapa meskipun sudah sering diperlakukan seperti ini, tapi Kyuhyun tetap saja tidak bisa untuk menahan tangisnya di depan sang eomma.
Kyuhyun langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan panggilan dari seseorang yang dari tadi menyaksikan kejadian itu di belakang.
FLASHBACK END~~
***
“Hiks… kenapa eomma selalu menyebut Kyu sebagai pembunuh. Memangnya siapa yang sudah Kyu bunuh?” Pertanyaan polos itu keluar begitu saja dari mulutnya. Entahlah, sejujurnya dia juga masih bingung dengan semua perkataan sang eomma. Sebenarnya dia anak yang cerdas, sudah pasti dia mengerti arti dari kata ‘pembunuh’ itu. Namun, yang dia tidak mengerti adalah, kenapa sang eomma menyebutnya seorang pembunuh? Kalo memang dia seorang pembunuh berarti dirinya adalah seorang penjahat. Pemikiran itulah yang saat ini sedang memenuhi otaknya.
“Anni… Ahjumma pernah bilang kalo Kyu bukan seorang pembunuh, Kyu anak yang baik. Kyu bukan penjahat” Dia terus merapalkan kata-kata itu untuk meyakinkan dirinya bahwa yang diucapakan oleh sang eomma salah.
“Kyu sayang eomma tapi eomma tidak menyayangi Kyu. Apa yang harus Kyu lakukan?” Ocehnya lagi dan masih diiringi oleh air mata, meskipun isakan itu sudah tidak terdengar lagi.
“Ah iya, kata Kim ajuhmma kalau Kyu rajin belajar dan menjadi juara kelas pasti eomma akan bangga pada Kyu, dan menyayangi Kyu seperti eomma menyayangi Sungmin hyung” ucap Kyu dengan semangat yang menggebu-gebu. Dengan semangat Kyuhyun segera bangkit dan berlari menuju meja belajarnya. Seperti yang ia katakan tadi, ia akan rajin belajar dan menjadi juara untuk membuat sang eomma bangga dan menyayanginya.
Yah anak kecil tetaplah anak kecil. Meraka akan selalu percaya dengan apa yang diucapkan oleh orang dewasa, sekalipun ucapan itu hanyalah sebuah kebohongan yang dibuat hanya untuk menenangkan hati mereka.
***
10 YEARS LATER~~
“Eomma…” panggil seorang pemuda manis kepada eommanya yang sekarang sedang duduk dan membaca sebuah map ditangannya. Sungmin pemuda manis yang tadi memanggil eommanya itu segera menghampiri sang eomma dan memeluknya dari belakang.
“ah anak eomma sudah pulang rupanya. Bagaimana ujiannya, apakah berjalan lancar?” Tanya Hanna dengan suara lembut penuh kasih sayang.
Sungminpun mengeluarkan selembar kertas dari tas gendongnya, dan memberikannya kepada sang eomma.
“Aku mendapatkan nilai 70 dalam pelajaran matematika” ucap Sungmin bangga
“Wah hebat sekali putra eomma ini, bisa mendapatkan nilai 70. Tapi kau jangan bangga dulu, disemester depan kau harus mendapatkan nilai yang lebih besar dari ini. Arraseo?”
“ne, arraseo eomma” jawab sungmin sembari mengangguk-anggukkan kepalanya
“Kalau begitu aku ke kamar dulu ya eomma”
“ne, istirahatlah. Nanti eomma akan membangunkanmu saat makan malam”
“Ne…”
Tanpa mereka sadari, dibalik dinding yang membatasi antara ruang tamu dan ruang keluarga itu ada seorang pemuda lainnya yang sedang menonton adegan kasih sayang antara ibu dan anak itu.
Sama seperti sepuluh tahun lalu, anak itu hanya bisa menatap dua orang itu dengan tatapan sendu bercampur iri. Tatapannya teralih pada selembar kertas yang ia pegang ditangan kanannya itu. Di kertas itu tercetak sebuah angka yang sempurna yaitu 100. Dilihatnya lagi sang eomma, setelah ia melihat kertas itu. Ia ragu, apakah eommanya juga akan bangga jika ia memperlihatkan hasil ujiannya itu.
“Apa eomma akan bangga juga kalau aku memperlihatkan hasil ujianku pada eomma?”
TBC~~
***
EPILOG~~
“Dokter bagaimana keadaan anak itu?” Tanya seorang wanita muda kepada seorang dokter yang berada di hadapannya.

“Benturan yang terjadi di kepalanya cukup keras. Itu mengakibatkan gegar otak ringan. Tapi itu bisa saja mengganggu memorinya”

“Apa maksud dokter?”

“Mungkin anak anda akan mengalami Amnesia Anterograde”

“Amnesia Antero…grade?”

“Hilangnya ingatan mengenai peristiwa-peristiwa sebelum kecelakaan terjadi, disebabkan karena shock, gegar otak atau dan lain-lain” Terang dokter setelah melihat raut kebingungan di wajah wanita itu.

“Berarti anak itu tidak dapat mengingat apapun sebelum kecelakaan itu terjadi”

“Ne…” setelah itu dokter meninggalkan wanita itu sendiri

“Baguslah kalau anak itu tidak mengingat apapun”
***
See you in Part 2…😀

4 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Jan 22, 2016 @ 03:36:58

    apa kesalahan kyu jadi diperlakukan kaya gitu……
    lanjut

    Reply

  2. ayu diyah
    Jan 22, 2016 @ 21:24:17

    Hahhhh,,, ada apa?? kenapa kyu digituan sih.. ga tega
    penasaran,,, semangat buat lnjut ya,author

    Reply

  3. hanna
    Jan 27, 2016 @ 07:49:49

    kyu kasian banget knp eommanya malah kaya gitu kan kasian kyu …😦 author nim keep writhing yoo suka sama ff nya

    Reply

  4. Deborah sally
    Mar 22, 2016 @ 15:57:11

    Jahat banget sumpah

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: