Dear My Cool Neighbour

kkk

Author            : LovAlfa
Judul Cerita : Dear My Cool Neighbour
Cast               : Cho KyuHyun, Han Kyu Ra (OC)
Genre             : Romance
Length            : One-Shot

 

Happy Reading

“Hei, kenapa kau menatapnya seperti itu?”

“Eh? Aku hanya heran padanya.”

“Heran?”

“Heem… dia mengirimiku pesan, padahal kan bisa—“

“Apa? Dia mengirimu peasan? Kau punya nomornya? Kau akrab dengannya?”

“Tidak juga, kami hanya bertetangga.”

“Hah? Kau tetangganya?”

“I-iya….”

“Hmm… boleh ku lihat ponselmu?”

“Tentu,” aku mengajukan ponselku pada Sun Mi-teman yang bicara denganku, ku rasakan ponselku direbut kasar, bukan oleh Sun Mi tapi…Kyuhyun-orang yang kami bicarakan, dia juga menarik dan memaksaku mengikuti langkahnya hingga ke koridor sekolah yang sepi.

“Apa yang kau lakukan?”

“Harusnya aku yang bertanya begitu, apa yang kau lakukan? Kenapa menyeretku ke sini?”

“Haish… kau ini, itu karena ulahmu sendiri. Kau mau memberikan nomorku padanya kan?”

“Apa maksudmu? Tadi aku hanya bicara pada Sun Mi, lalu dia ingin melihat ponselku. Hanya itu.”

“Yak. Kau ini bodoh atau apa? Kau sama sekali tak mengerti maksudnya?”

Aku hanya mengerjap menatapnya.

“Siapa namaku diponselmu?” Tanyanya sambil menyentuh layar ponselku.

“Kyuhyun-ssi.”

“Hmm?”

“Hhh…itu namaku diponselmu.”

“Mwo? Kau memberi sapaan ‘ssi’ diponselmu? Ck,” ucapnya dengan mata dan jari yang fokus pada ponselku entah apa yang diketiknya.

“Terserah aku, itu kan milikku. Aku berhak menulis apapun dan kau—“

“Ini,” ucapnya lalu memberikan ponselku, ”lain kali, jangan biarkan orang lain menyentuh ponselmu.”

“Termasuk kau?”

“Yah…termasuk aku,” ucapnya dengan mengangguk di depan ajahku, dia kemudian berjalan kembali ke arah kelas.

“Tunggu,” ucapku menghentikan langkahnya, tapi tetap tak berbalik, “kenapa kau melarangku menyapamu saat di kelas?”

Dia berbalik dan berhenti tepat dihadapanku, kembali menundukkan kepalanya agar sejajar dengan wajahku,

“kurasa itu sudah tak penting lagi, NONA HAN KYU RA, kau sudah membuat seuma orang di kelas tahu kalau kita bertentangga. Selamat menikmati sifat polos menyebalkanmu itu. Lain kali berhati-hatilah. Ingat! Kau sudah SMA tingkat 2, sifat polosmu harus dihilangkan. ARASSEO?!”

Dia berteriak pada kata terakhir membuatku harus menutup mata. Dia sudah berjalan menjauh saat aku kembali membuka mata, sepertinya ke arah kantin. Sekembalinya ke kelas, aku melihat Sun Mi terus menatapku. Tidak, bukan hanya Sun Mi, tapi semua siswi yang ada di kelas. Satu per satu mereka menghampiriku dan…apa yang ingin mereka lakukan?

“Kau bertetangga dengan Kyuhyun? Jeongmallyo?”

Aku hanya mengangguk.

“Wah….” ucap mereka bersamaan dan semakin merapat pada bangkuku.

“Di mana rumahmu?”

“Kau kenal orang tuanya?”

“Bagaimana dia di rumah?”

Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya, aku tak bisa menjawab mereka satu per satu, aku bingung. Hingga ketukan dipintu membuat mereka berhenti dan kembali ke bangku mereka masing-masing.

“Annyeong haseyo, aku adalah wali kelas kalian. Selamat datang di kelas 2-2 mari kita bekerja sama untuk satu tahun ke depan,” ucap guru Kim lalu membungkuk begitu ia sampai di depan kelas.

“Ne, songsaengnim….”

“Ekheem…permisi,” Kyuhyun yang baru masuk memberi hormat dan langsung berjalan menuju bangkunya. Semua mata terus mengikuti pergerakannya, termasuk Guru Kim.

“Wah…di kelas kita ada siswa populer rupanya” ucap guru Kim saat Kyuhyun duduk dibangkunya,” Cho Kyuhyun, hwaiting!” Tambahnya sengan mengepalkan kedua tangan di depan dadanya. Sementara Kyuhyun hanya mengangguk-sok-anggun yang membuat siswi di kelas menatapnya kagum.

***

Ku rebahkan tubuhku di atas kasur kamarku sepulang sekolah. Hari pertama dikelas 2 berjalan lancar. Banyak yang mengajakku bicara. Sepertinya satu tahun ini aku akan mendapat banyak teman.

Aku berniat mengganti seragamku saat kulihat Kyuhyun baru saja masuk kamarnya. Yah, rumah kami bersebelahan, hanya dibatasi tembok yang tak seberapa tingginya. Bahkan kamar kami saling berhadapan dan kamarnya yang memiliki balkon berada tepat di depan jendela kamarku yang begitu besar. Dia bisa saja melompat ke kamarku jika dia mau, tapi ku psatikan itu tak akan pernah terjadi. Orang populer seperti dia untuk apa mengunjungi kamar orang biasa sepertiku?

“Sedang mengintipku, nona?” Astaga, aku terlalu lama menatap ke arah balkonnya.

“Ck, percaya diri sekali anda. TUAN.”

“Kalau begitu,” dia mulai membuka kancing seragamnya dan oh tidak, apa yang….

“YAK! Apa yang kau lakukan?”

“Aku hanya ingin mengganti seragamku. Wae?”

“Dimana sopan santunmu? Ada wanita di sini”

“Ku rasa wanita itu tak ada niat untuk mengintip, mungkin,” ucapnya dengan senyum aneh.

“Haissh…kau ini,” segera ku tutup jendelaku dengan keras. Tapi, aku masih mengintip lewat celah jendela untuk melihat reaksinya.

“Aku melihat matamu, nona Han.”

“Yak! Kau,” ku buka kembali jendela dan berteriak padanya, “ke mana manusia sok cool dan pendiam itu, hah?” Dia hanya tersenyum, sial.

“Apa kau juga salah satu penggemarku?”

Ku abaikan pertanyaannya dan kembali menutup jendela. Dasar makhluk aneh, di sekolah dia melarangku untuk menyapanya, tapi di rumah dia sendiri yang mulai mengajak bicara. Sebenarnya apa yang dia inginkan?

***

Lihat! Dia mulai lagi, sibuk menyendiri dan bersifat sok cool saat di kelas, sungguh, aku tak bisa mengerti jalan pikiran makhluk satu ini.

‘drrrtt drrrtt’

1 pesan baru

“Kyeopta-ssi?” Aku tak pernah menyimpan nomor dengan nama kontak aneh semacam ini,

‘Aku memang mempesona, tapi tak usah menatap seolah ingin mengulitiku, nona.’

Bingo, aku tahu pengirimnya. Saat menoleh ke arah Kyuhyun-sang pengirim, dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Dasar makhluk aneh.

“Kyu ra-ya, ayo ke kantin bersama!” Sum Mi tiba-tiba datang dan menggandeng tanganku.

“Ah? ne,” aku hanya menurut dan mengikuti langkahnya bersama beberapa teman lainnya. Sempat ku lihat mereka menengok dan tersenyum ke arah Kyuhyun.

“Jadi, apa kau pernah ke rumah Kyuhyun?” Belum juga sempurna dudukku dikursi kantin, mereka sudah bertanya tentang Kyuhyun.

“Heem…begitulah, tapi tidak terlalu sering.”

Mereka mengangguk bersamaan, “kau pernah masuk kamarnya?”

“H-hei, aku ini seorang wanita, mana mungkin aku masuk kamarnya.”

Mereka kembali mengangguk bersamaan, “apa dia punya kekasih?”

“Eh? Aku kurang tau yang itu, tapi sepertinya belum karena—“

“Jinja? Lalu bagaimana tipe idealnya?” Sun Mi sangat antusias hingga mengguncang lenganku.

“Ah, aku tidak tau. Kami jarang bicara,” aku memaksa senyum dihadapan mereka.

“Ya, Kyu Ra-ya, kau teman kami kan?” aku mengangguk. “Tanyakan saja padanya!”

“Tapi, aku—“

“Ya, tanyakan saja padanya!” ucap yang lain.

“B-baiklah, akan aku usahakan, tapi aku tidak jan—“

“Yeii, kau memang yang terbaik Kyu Ra-ya.” Mereka memujiku? Wah…senangnnya.

“Eh, bisa kau pinjamkan ponselmu?” Sun Mi kembali membuka suara.
“Hah? Aku menyimpannya di kelas, kenapa?”

“Aku ingin melihat nomor Kyuhyun,” katanya dengan senyum.

Apa maksudnya meminta nomor Kyuhyun? Tidak, kata Kyuhyun itu tidak boleh.

“Heem…sayang sekali. Sejak kejadian tempo hari, namanya sudah ada didaftar kontakku.” Aku tidak bohong, kan?

“Yah…seketika mereka tampak lesu dan mulai memesan makanan.

“Apa kal—“ kalimatku menggantung, mereka sibuk dengan makanan mereka dan membicarakan hal yang tidak ku mengerti.

***

“Dari mana saja kau? Kenapa baru pulang?” Kyuhyun tersentak saat aku tiba-tiba bersuara ketika dia membuka jendela besarnya, tapi dia tetap melanjutkan duduk dikursi dengan gitar dipangkuannya,

“Wae?”

“A-anniya, a-aku hanya heran, biasanya kita selalu bersamaaan sampai di kamar.”

“Kau selalu memperhatikanku?” Ucapnya masih sibuk menyetel gitarnya.

“Aissh…kau ini,” sial aku kehabisan kata.

“Kau tidak pandai beralibi, nona Han,” ucapnya dengan pandangan memicing padaku, “apa tujuanmu?” ucapnya lalu meneguk orange jus yang dibawa sertanya tadi.

“Bagaimana tipe gadis idealmu?”

‘Brrrtt’

Dia menyemburkan minumannya, “HEI!!”

“W-wae?”

“Assh…apa siswi-siswi centil itu yang menyuruhmu?”

“N-nde?”

“Jangan bergaul dengan mereka! Itu akan membawa pengaruh buruk untukmu.”

“Apa salahnya mengatakan tipe idealmu?”

“YAK! Hentikan, kau tidak sadar kalau kau hanya dimanfaatkan oleh mereka untuk mendapat info tentangku?”

“Mwo? Assh…kau ini, sudahlah,” aku beranjak meninggalkan jendela dan mengabaikannya yang mulai bermain gitar.

***

Aaarrrgghh…ini semua karena Kyuhyun tidak mau memberitahuku tipe idealnya, Sun Mi dan yang lainnya mengabaikanku di kelas tadi. Aku harus bagaimana lagi?

“Ra-ya, bawa kue ini untuk tetangga kita!”

“Mwo? Eomma, bisakah ka—“

“A-a-a, tidak ada bantahan. Ayo, bawa!”

Terpaksa, aku menbawa kue itu juga. Aku melangkah dengan malas menuju kediaman keluarga Cho. Belum sempat aku mengetuk, pintunya sudah terbuka.

“Aah, bibi Han bereksperimen lagi?” aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ahra eonni, kakak Kyuhyun.

“Sayang sekali, aku harus keluar. Masuklah, Kyuhyun di dalam,” ucapnya seraya menarikku masuk dan dia sendiri ke luar lalu menutup pintu. Kyuhyun duduk di sofa dan sibuk dengan gadgetnya.

“Hei.”

“Ck,” dia berdecak kesal, berdiri dan mengambil kue dari tanganku. Aku mengikutinya hingga ke dapur dan duduk di kursi pantry.

“Babo-ya?”

“Mwo?!”

“Pesanmu baru terkirim ke ‘Babo-ya’, siapa dia? Pacarmu? Kau menyebutnya bodoh? Ck.”

“Kau tidak membaca pesanku?”

“Ponselku di rumah. Ada apa?”

“Kau mau pergi ke acara ulang tahun sekolah?”

“Heem…kurasa tidak.”

“Kenapa?” Tanyanya seraya meletakkan piring berisi kue yang sudah dipotong.

“Hei, tuan. Aku yang membawakan kue ini untukmu, kena—“

“Aku tidak suka makan sendiri,” ucapnya seraya memasukkan sesendok kue ke dalam mulutnya. “Kau terlihat lesu. Kenapa?”

“Karenamu.”

“Aku?”

“Seandainya kau mengatakan tipe idealmu, aku a—“

“Itu membuktikan kalau kelompok centil itu hanya memanfaatkanmu.”

“Berhentilah menuduh mereka!”

“Aku hanya memperingatkanmu.”

“Terima kasih, tuan. Kuemu sudah habis, boleh aku pulang sekarang?”

“Jadi, kenapa kau tidak mau pergi ke pesta sekolah?”

“Ck, aku tak punya teman untuk pergi,” jawabku asal.

“Pergi saja denganku.”

“Dan membuatku jadi musuh abadi para fansmu?”

Kyuhyun mengangkat bahu dan memakan kue yang disiapkannya untukku, aku hanya memperhatikannya.

“Aku sudah punya seseorang yang aku suka,” ucapnya tiba-tiba.

“Nde?”

“Aku sudah selesai, kau boleh pulang sekarang. Ingat untuk menutup kembali pintunya,” ucapnya lalu berdiri dan berjalan menuju tangga.

“H-hei, kau me—“

“Kau tau arah ke pintu depan kan?” Ucapnya tanpa berbalik. Astaga makhluk ini, aku yakin kalau tadi aku tidak salah dengar.

***

Aku harus mengatakan pada Sun Mi dan lainnya tentang Kyuhyun, serta membuktikan kalau mereka tidak memanfa—

“…akan membiarkannya bergabung dengan kita?”

Langkahku terhenti di balik rak buku perpustakaan mendengar suara itu.

“Anniya, kau pikir aku sudi melihatnya berjalan diantara kita?” Itu suara Sun Mi, “bertahanlah, hanya sampai aku mendapat nomor ponsel Kyuhyun.”

Astaga, jadi itu…aku segera berbalik agar tak mendengar lebih banyak lagi. Sial, Kyuhyun berada tepat di belakangku. Dia pasti mendengar semuanya. Ku dorong tubuhnya saat dia mulai membuka mulut. Kyuhyun benar, mereka memanfaatkanku. Kenapa aku begitu bodoh? Sampai hal sekecil ini tak ku sadari.

Aku tak bisa fokus pada pelajaran terakhir. Hanya berpikir betapa bodohnya aku tak menyadari semuanya meski Kyuhyun telah memperingatkanku

‘drrrtt drrrtt’

1 pesan baru

‘Kita pulang bersama’

Aku berbalik ke arah Kyuhyun, untuk pertama kalinya sejak kami sekelas, dia tersenyum padaku. Tampak seperti senyum yang begitu tulus dimataku.

Kenapa aku merasa semakin bodoh saat melihat senyumnya itu? Tidak, aku tidak boleh bertemu dengannya. Dia pasti akan menertawakan kebodohanku. Tidak, itu tidak boleh terjadi.

***

“Chagi, hari ini kau tak masuk sekolah. Sampai kapan kau seperti ini, hemm?”

“Eumhh,” aku hanya mengeluh malas saat eomma bertanya, “boleh aku pindah sekolah saja?”

“Wae? Ada yang mengganggumu di sekolah?”

“Hanya ingin pindah saja.”

“Hhh…kau ini,” eomma membelai rambutku, “oh ya, Kyuhyun tadi mampir untuk menanyakanmu. Dan besok kau harus sekolah,” ucap eomma lalu berjalan keluar dari kamarku.

Haruskah? Heem… aku butuh udara segar disaat seperti ini.

“MINGGIR!” Ku tutup kembali jendela yang telah ku buka setengahnya saat mendengar teriakan Kyuhyun, “YAK! Aku menyuruhmu minggir, bukan menutup kembali jendelamu,” ucapnya sambil menahan jendela yang belum tertutup sempurna dengan sebuah tongkat. Aku hanya menurutinya dan….

“K-kau?” Aku begitu terkejut melihatnya melompat dari balkon menuju kamarku.

“Gwaenchana? Kenapa tak pernah membuka jendelamu, heem?” Dia langsung menghambur memelukku saat kakinya menyentuh lantai kamarku, tunggu, memelukku?

“K-Kyu…”

“Kau tau? Aku sangat khawatir saat melihatmu waktu itu, kenapa kau menghindar saat ku ajak pulang bersama? Aku khawatir, sangat khawatir Kyu Ra-ya” ucapnya dengan mengeratkan pelukannya. Kyu Ra-ya? Dia menyebut namaku rasanya aneh.

“Kyu-ah, a-aku sulit bernafas.”

“Ah, mian,” ucapnya lalu menatapku.

Aku tak tahu apa yang ku rasakan saat dia menatapku, tapi….

“Hei, kau menangis? W-wae?”

“N-nde? Anniyaa,” ku hapus kasar air mataku dan membelakanginya.

“Aku sangat mengenalmu Kyu Ra-ya. Kau ti—“

“Ini semua karenamu! Kenapa kau begitu populer? Kenapa kau sekelas denganku? Kenapa pula kita karus bertetangga denganku? KENAPA?!” Aku tak tahan lagi, isakanku semakin menjadi.

“Iya, ini salahku,” lirihnya lalu menarikku untuk duduk di depan tempat tidur, “bersandarlah di sini,” ucapnya sambil menepuk pundaknya.

“Aku tidak mau…’slurrp’.”

“Aissh…kau ini wanita,” ucap Kyuhyun seraya mengusap air mataku dan… hidungku?

“K-kau tidak merasa jijik?”

“Aku sedang menahannya, nona Han.”

“Gomawo,. Kau yang terbaik Kyu-ah.”

“Ya, kau juga yang terbaik. Aku menyayangimu.”

Aku menyandarkan kepala dipundak Kyuhyun, seketika aku merasa nyaman di dekatnya, sangat nyaman. “Hemm, Kyu. Apa ada perkembangan dengan orang yang kau suka itu?”

“Ya, begitulah.”

“Kau sudah menyatakan perasaanmu?”

“Heem,” dia mengangguk. Ada hal aneh yang ku rasakan saat melihat anggukannya.

“Kapan?”

“Baru saja?”

“Nde?” Kyuhyun tersenyum miring. Aku masih…tunggu, “k-kau menyukai…ku?”

“Hoamhh…aku mengantuk. Selamat tidur Kyu Ra-ya,” dia berdiri dan berjalan menuju jendela, “Kau harus memimpikan aku. Saranghae.”

Belum sempat aku bicara, dia sudah melompat menuju balkon dan menutup rapat jendelanya.

 

^FIN

9 Comments (+add yours?)

  1. risyana kholifah
    Jan 21, 2016 @ 15:36:49

    Kyu oppa ….ue tu evil prince tau gk..? Mau thu gimna klnjutan cinta mreka nih min…next donk

    Reply

  2. Nikyu
    Jan 21, 2016 @ 17:54:57

    Lah kok udah end,harus ada sequel nih.
    Ceritain dari awal gimana kyu suka ama kyuri donk.

    Reply

  3. renikyu
    Jan 22, 2016 @ 07:52:30

    Aaaaa!!! Bagusssss, ffnya ringan butuh sequel!! Kayaknya aku tahu authornya deh….pernah buat ff sebelum ini ya?

    Reply

  4. Monita elfkry
    Jan 23, 2016 @ 01:20:32

    Sequel dong thor.pleasSseee !
    Aku suka sma critanya

    Reply

  5. Mrs. C
    Jan 23, 2016 @ 14:19:43

    Omg…
    Mungkin krn faktor aku yang sekolah di sekolah cewek, ditambah kyuhyun yang lucu Gitu disini, jadi tambah ngefly baca ffnya.. lafflaff

    Reply

  6. cartesiupark
    Jan 24, 2016 @ 13:25:31

    Aahhh melting bacanyaa.-.
    Kyuhyun apa banget*fly*

    Reply

  7. choalfi
    Jan 28, 2016 @ 17:04:52

    uwaaaaa suka banget deh. karakter mereka tu jelas banget. kyura emang polos banget sih. wkwkwk

    Reply

  8. kylajenny
    Aug 19, 2017 @ 18:53:32

    Suka ceritanyaaaa sekuel sekuel sekueel

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: