LOVE? [1/?]

kyuhyun47

“LOVE? [1/?]”
Cast: Cho Kyu Hyun
                 Cha Sae Ra
         Jung Soo Yeon

Genre: Romance, Friendship, School-life
Ratting: 15±

Author: @Alvina_Hime29

WARNING!
Bahasanya alay! Masih banyak typo. Ya maklumlah, gua masih seorang pemula. Ini cerita absurd dari otak gua kok. Murni. Sumvaah deh! Udah itu aja, makasih ya yang udah mau baca. Makasih juga yang mau komen buat kasih saran. Gua menghargai siapapun yang komen apalagi yang ngasih saran atau masukan. TengKYU very muchh.. :*

***

Hari Minggu. Hari dimana semua orang beristirahat. Ya, beristirahat dari berbagai aktivitas. Bekerja, sekolah, atau melakukan aktivitas lainnya yang biasa mereka laksanakan setiap harinya. Tidak terkecuali bagi seorang gadis berumur 18 tahun yang bernama Cha Sae Ra. Ya, panggil saja dia Sae Ra. Tetapi, pada hari Minggu kali ini gadis itu akan pergi untuk berolahraga yang omong-omong sudah tidak dia lakukan beberapa minggu ini karena mengingat jadwal sekolah sedang padat-padatnya, bahkan saat hari Minggu yang lalu dia masih harus pergi kesekolah untuk mengikuti pendalaman materi karena ujian semester akan dilaksanakan sebentar lagi.

Dengan cekatan gadis itu bersiap-siap, setelah siap dengan memakai sepatu nya, gadis itu bergegas keluar kamar dan pergi menuju ruang makan yang ternyata disitu sudah ada kedua orangtua gadis itu. Tuan Cha Joon Woo dan Nyonya Lee Shin Na.

Cha Saera POV’s:

“Selamat Pagi!” Aku mengecup bergantian pipi Eomma dan Appa. Pagi ini aku akan keluar untuk berolahraga, suntuk sekali sudah beberapa minggu ini aku terus menerus diganggu oleh sesuatu bernama ‘Tugas’. Ya, tugas sekolah. Karena sebentar lagi ada ujian semester, jadi para guru semakin gencar-nya memberikan ‘latihan’ kepada murid-murid mereka. Menyebalkan.
“Selamat Pagi sayang..” Eomma dan Appa membalas salamku secara kompak. Ck, mereka selalu saja terlihat romantis. Aku jadi iri.

“Kau mau berolahraga?” Eomma bertanya sambil mengolesi roti dengan selai coklat.

“Ya, aku bosan. Tugas sekolah semakin hari semakin banyak. Aku jadi tidak punya waktu untuk diriku sendiri.” Mendengar jawabanku Eomma dan Appa hanya tersenyum geli menanggapinya. Membuatku sedikit merengut sebal karena mereka tidak bereaksi seperti apa yang aku pikirkan. Jika kalian bertanya apa yang ada dipikiranku apa,itu adalah saat aku berkata seperti itu kedua orangtua ku pasti akan langsung menghubungi sekolahku dan meminta para guru untuk mengurangi tugas-tugas yang diberikan kepada para murid. Tapi ternyata…
“Cha Sae Ra! Jika kau ingin sukses seperti Appa, kunci nya adalah tidak banyak mengeluh. Itu saja, bukankah wajar jika guru-gurumu memberikan tugas? Karena tugas seorang murid memang untuk belajar kan? Belum lagi jika kau akan menghadapi ujian semester. Jadi wajar saja sayang.” Appa mengacak-acak rambutku sambil tersenyum.
“Appa-mu benar sayang. Baiklah, sekarang makan rotinya dan minum susu nya sebelum dingin.” Ucap Eomma yang aku balas dengan anggukan.
“Dengan Kyuhyun?” Appa melirik-ku sekilas lalu menyeruput kopi-nya perlahan.
“Iya, tetapi aku belum memberitahunya jika ingin pergi mengajaknya berolahraga. Mungkin dia masih tidur sekarang.”

Setelah selesai dengan sarapanku, aku bangkit dari kursi dan bergegas.
“Baiklah, sudah selesai. Eomma Appa! Aku pergi dulu.. Annyeong!”
“Hati-hati sayang!”

Aku bergegas keluar rumah dan mendatangi rumah Kyuhyun. Kyuhyun? Ya, Cho Kyuhyun. Dia temanku. Sejak kami duduk dibangku Sekolah Dasar, kami sudah berteman. Ahh, tidak, Bersahabat lebih tepatnya. Aku dan Kyuhyun selalu bersama kemana pun kami pergi, Eomma dan Appa akan melarangku pergi sendiri jika tidak bersama Kyuhyun. Konyol sekali, aku kan sudah besar. Kenapa harus seperti itu?
Tapi jika aku pergi dengan Kyuhyun, aku merasa aman. Entahlah, dia selalu bisa membuatku nyaman didekatnya. Hanya itu saja.
Rumah Kyuhyun bersebelahan dengan rumahku, jadi hanya beberapa langkah aku bisa langsung sampai tepat didepan rumahnya.
Setelah memencet bel dan menunggu beberapa saat, keluarlah seorang perempuan cantik berumur 24 tahun dan berambut coklat sebahu yang sekarang tersenyum kepadaku. Dia Cho Ah Ra, kakak perempuan Kyuhyun.

“Saera!!” Serunya sambil melebarkan pintu dan mempersilahkan aku masuk.
“Kau ada janji dengan bocah itu? Sepertinya dia masih asyik dengan tidur cantiknya.” Aku terkekeh geli mendengar penuturan Ahra Eonnie.
“Aku memang belum memberitahu Kyuhyun, aku ingin mengajaknya berolahraga.” Aku berjalan mengikutinya keruang keluarga Kyuhyun.

Disitu ada Eomma dan Appa Kyuhyun. Tuan Cho Young Hwan dan Nyonya Kim Ha Na.
“Ahjusshi! Ahjumma! Annyeong~!!” Aku membungkukkan badan untuk menyapa mereka.
“Eoh? Saera-ya! Kemarilah, kau sudah sarapan? Jika belum, ayo sarapan bersama.” Eomma Kyuhyun sungguh baik. Sayangnya aku sudah kenyang dengan roti dan susu tadi.
“Maaf, aku sudah sarapan.” Aku tersenyum menanggapi tawaran Eomma Kyuhyun yang sepertinya dia sedikit kecewa.
“Baiklah. Tidak apa-apa. Kau kesini mau bertemu dengan Kyuhyun kan? Anak itu tidak mau bangun sejak tadi. Dia bilang, dia masih mengantuk. Benar-benar..!!” Tsk, sudah kuduga. Kyuhyun akan seperti ini jika hari Libur.
“Baiklah, ahjumma. Aku akan kekamarnya.”
“Iya, kau bangunkan saja bocah pemalas itu. Ahjusshi menunggumu menyeretnya kesini.” Ucap Appa Kyuhyun yang disambut tawa ringan Ahra Eonnie dan Eomma Kyuhyun.

Aku mengetuk pintu kamar Kyuhyun, dan seperti dugaanku. Tidak ada jawaban. Itu tandanya pemilik kamar ini masih berada dialam bawah sadarnya. Karena tidak ada jawaban, aku perlahan memasuki kamar dengan nuansa Biru Putih ini.
Dan lihat, terdapat seseorang yang masih dengan nyamanya berbaring dibalik selimut tebalnya dengan damai disertai dengkuran-dengkuran halusnya. Aku perlahan mendekatinya dan sedikit mecolek-colek tubuh Kyuhyun. Tetapi tidak ada reaksi apapun. Tsk, menyebalkan.

“Ya!! Cho Kyuhyun!! Palli ireonna-!!!” Kali ini aku mengguncang-guncangkan bahunya. Tetapi masih tidak ada reaksi sama sekali.
“Kyuhyun-ah!!! Bangunlah, cepat!!” Berhasil!! Sepertinya dia mulai terusik.

Matanya mulai mengerjap secara perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina. Lalu terbuka dan ketika dia menyadari ada aku disampingnya yang sedang berdiri dengan berkacak pinggang, dia langsung menatap ku dengan tatapan sebal.
“Kenapa kau menggangguku Cha Sae Ra? Kau tidak tahu ini hari libur dan aku masih ingin tidur lebih lama!” Kyuhyun menarik kembali selimutnya yang sedikit tersingkap.
“Ayolah.. ini sudah siang! Kau harus menemaniku berolahraga Kyu.” Aku kembali menyingkap selimutnya dan menarik lengan Kyuhyun agar dia mau bangun.
“Aish! Olahraga saja sendiri. Aku masih mengantuk.” Kyuhyun menepis tanganku lalu kembali ingin menarik selimutnya lagi, tetapi dia kalah cepat denganku. Selimutnya aku tarik dan aku membuangnya ke lantai. Berhasil!! Kyuhyun bangun dan terduduk diranjangnya sekarang.
“CHA SAE RA!! NEO JINJJA!” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi lalu berkata “ Baiklah, aku temani. Sekarang keluar dari kamarku. Aku akan bersiap-siap.” Aku tersenyum penuh kemenangan dan segera keluar dari kamar Kyuhyun.
Setelah menunggu Kyuhyun sarapan, akhirnya aku sekarang berada di sekitar Sungai Hangang untuk berlari-lari kecil dengan Kyuhyun sekedar merenggangkan otot-otot tubuh yang kaku karena sudah terlalu lama tidak berolahraga.

“Kyuhyun-ah! Kau tidak marah padaku kan karena aku mengganggu tidurmu?” Tentu saja ini hanya bertanyaan basa basi. Aku tahu dia tidak akan marah padaku hanya karena aku memintanya untuk berolahraga.
“Memangnya apa yang kau fikir? Aku sedang tertidur pulas dan kau seenaknya masuk kekamarku lalu mengganggu tidurku.” Aku tertawa geli melihat nya mengerucutkan bibirnya itu. Laki-laki ini kadang terlihat seperti anak kecil jika sedang marah.
“Masa bodoh.”Aku menjulurkan lidah lalu dibalas dengan pelototan mata dari Kyuhyun.
“Wae? Kau benar-benar marah padaku?” Tanpa menjawab, Kyuhyun tiba-tiba saja menarik lenganku sampai aku nyaris saja jatuh.

Untung saja dia dengan sigapnya menahan tubuhku dari belakang.
BRAK!
“Ya!! Agashi. Hati-hatilah. Seharusnya jika tidak bisa, kau meminta tolong dengan seseorang. Kau hampir saja melukai seseorang.” Aku yang masih terkejut hanya bisa diam, dan melihat tumpukan benda-benda yang seperti figura-figura kecil berserakan ditanah dalam jumlah banyak.
“Maaf, aku benar-benar minta maaf.” Aku memperhatikan seorang gadis yang sejak tadi terus-menerus membungkuk minta maaf kepadaku dan Kyuhyun.
“Tidak apa-apa. Kyu, aku kan baik-baik saja.” Aku segera maju dan menghampiri gadis itu.
“Aku baik-baik saja. Lain kali hati-hati. Ini semua barang-barangmu?” Aku berjongkok untuk memunguti figura-figura yang berjatuhan tersebut. Dan dia mengikutiku.
“Iya, ini milikku. Tadi aku akan memindahkanya ke mobil VANSku yang ada diujung sana. Karena aku sudah ditunggu pamanku. Aku kira figura-figura ini ringan, karena itu aku membawanya sendiri. Tetapi karena aku membawanya terlalu banyak, ini menjadi berat dan pandanganku tertutup oleh figura-figura ini. Aku minta maaf yaa.” Aku membantunya memasukkan figura-figura ini kedalam kardus besar yang menjadi tempatnya.
“Seharusnya kau menelpon pamanmu, untuk membantumu. Kau juga yang akan rugi jika semua figura ini terjatuh dan rusak.” Ucap Kyuhyun.
“Iya, aku salah. Maaf.” Gadis ini benar-benar menyesal sepertinya.
“Sudahlah, tidak apa-apa. Kyuhyun, ayo bantu aku mengangkat ini.” Kyuhyun langsung mengambil alih kardus besar itu dan mengangkatnya seorang diri.
“Ayo tunjukkan dimana mobilmu berada.” Kyuhyun berjalan mendahuluiku dan gadis ini.

Tidak lama, mobil VANS gadis ini sudah terlihat. Mobil itu diparkirkan diujung jembatan yang menghubungkan taman dengan sungai ini. Dan terlihat pria yang umurnya empatpuluhan sedang menunggu seseorang yang aku yakini adalah gadis itu.

“Samchon!” Gadis itu berlari kecil menghampiri pamanya dan meminta maaf karena terlalu lama membawakan barang-barang itu, yang sekarang masih senantiasa berada digendongan Kyuhyun.

“Kau ini! Paman kira kau kabur, dan tidak membawa figura-figura itu. Mereka siapa? Kenapa kau membiarkan anak itu yang membawa kardusnya Nona Soo Yeon? Eoh? Tidak sopan!” Gadis yang ternyata bernama Soo Yeon itu mendapat jitakan pelan dari sang Paman. Aku hanya terkekeh geli melihatnya.

“Emm.. maaf. Namaku Cha Sae Ra.” Aku membungkuk sopan didepan Paman Soo Yeon. Paman Soo Yeon hanya membentukan mulutnya ‘O’ lalu sedikit melirik ke arah Kyuhyun. Dan aku mengerti maksudnya. Melihat Kyuhyun yang hanya merespon dengan menaikkan sebelah alisnya itu, dia itu benar-benar kurang ajar atau bodoh?

“Namanya Cho Kyuhyun, ahjusshi. Dia temanku.” Akhirnya aku yang angkat bicara karena kelakuan si bodoh ini. Keterlaluan.

“Ahh iya, maaf. Namaku Jung Soo Yeon.” Soo Yeon tersenyum ke arah ku dan Kyuhyun.

“Baiklah Soo Yeon, aku rasa kau harus meneraktir mereka sebagai ucapan terima kasih. Biar aku saja yang mengantar barangnya, karena ayahmu sudah menunggu sejak tadi.” Paman Soo Yeon mengambil alih kardus besar yang sejak tadi berada digendongan Kyuhyun. Dan dibalas sedikit anggukan dari Kyuhyun.

“Geundae.. Samchon! Bagaimana jika appa bertanya tentangku?” Soo Yeon, gadis berambut panjang berwarna hitam pekat itu menampakan ekspresi..panik? Apakah ayahnya mungkin marah jika dia tidak ikut mengantar barang itu?

“Tidak apa-apa, ayahmu tidak akan marah Soo Yeon.” Ucap Paman Soo Yeon sambil memasukkan kardus besar itu kedalam mobil VANSnya dan berjalan masuk kedalamnya lalu menyalakan mesinnya.

“Baiklah. Samchon, hati-hati.” Ucap Soo Yeon sambil melambaikan tangannya. Aku lalu membungkukkan badan dan ikut melambai.

Setelah Paman Soo Yeon pergi, gadis itu beralih menatapku dan Kyuhyun dengan senyuman merekah. Seperti baru mendapatkan kejutan saja.

“Kalian mau aku traktir apa? Sebagai permintaan maaf dan ucapan terimakasihku.” Dia bertanya masih dengan senyum lima jarinya itu.

“Minum saja. Aku rasa aku haus.” Jawabku sambil melirik kearah Kyuhyun. “Kau juga haus kan Kyu?” Lanjutku. Dan Kyuhyun mengangguk.

“Baiklah.. ayo ikut aku!” Gadis itu berjalan mendahului aku dan Kyuhyun. Sepertinya dia benar-benar senang bertemu denganku dan Kyuhyun, mungkin.

Sekitar 15 menit mungkin aku, Kyuhyun, dan Soo Yeon berjalan dan kami sampai disebuah kedai yang tidak terlalu besar dengan dominan kayu coklat, yang lumayan ramai ini.
Aku mengedarkan pandangan mencari tempat kosong dan melihat satu tempat dengan 4 bangku diujung kedai. Kami semua langsung menuju tempat itu.

“Kalian tunggu disini saja, biar aku yang pesan. Ingin minum apa?” Wah. Baik sekali gadis ini sampai mau repot-repot memesankan minuman juga untukku dan Kyuhyun.

“Lemon Tea. Jika kedai ini tidak punya, kau bisa memesankanku Orange Juice.” Jawabku yang dibalas anggukan oleh Soo Yeon, lalu dia beralih menatap Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi? Kau ingin minum apa?” Sekarang Kyuhyun malah asyik dengan dunianya sendiri, yup! PSP. Benda keramat itu selalu dibawa Kyuhyun kemanapun dia pergi.

“Dasar tidak sopan! Kau mau minum apa Cho Kyuhyun?” Ucapku sinis yang berhasil membuat laki-laki ini mengangkat kepalanya dan beralih menatapku datar.

“Kau tahu apa yang biasa aku pesan Nona Cha!” Jawab Kyuhyun tak kalah sinis denganku. Benar juga, Kyuhyun akan memesan minuman yang sama setiap kali kami mampir ketempat-tempat seperti ini. Selera ku dan Kyuhyun nyaris sama untuk minuman. Tapi tidak untuk makanan. Aku yang maniak dengan sayuran dan Kyuhyun yang sangat membenci sayuran. Cih, pantas saja pipinya berjerawat.

“Soo Yeon, pesanan Kyuhyun sama denganku.” Ucapku pada Soo Yeon, dan sekali lagi gadis itu mengangguk lalu bergegas pergi menuju tempat pemesanan.

“YA! Kau ini kenapa, eoh? Selalu saja seperti itu jika bertemu dengan orang baru. Soo Yeon sudah berbaik hati mau mentraktir kita. Bersikaplah yang baik.” Aku sedikit memukul lengan Kyuhyun, tapi tetap saja laki-laki ini masih fokus terhadap istrinya itu. PSP sial! Aku bahkan sudah lama ingin membuangnya jauh-jauh.

“Memangnya sejak kapan aku akan ber-ramah tamah pada seseorang yang baru kukenal?” Laki-laki ini memang perlu dihajar satu-dua kali rupanya.

“Iya, aku tahu. Itu memang sikapmu Cho! Tapi setidaknya tersenyumlah sedikit. Jangan menunjukan muka setanmu itu!” Ucapanku berhasil membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya lagi dan menatap tajam padaku.

“Terserah. Aku ingin ke toilet.” Kyuhyun lalu mematikan PSPnya dan bangkit dari duduknya seiring datangnya Soo Yeon.

“Dia itu kekasihmu?” Terlihat nada hati-hati saat dia bertanya padaku.

“Kyuhyun? Anniyeo! Kami berteman, bersahabat sejak kecil.” Entah hanya perasaanku saja atau tidak, terlihat perubahan ekspresi di wajah Soo Yeon. Seperti lega? mungkin mendengarnya?

“Aku kira dia kekasihmu.” Aku menggelengkan kepalaku lalu tersenyum.

“Wae?” Soo Yeon seperti malu-malu sekarang. Jangan-jangan dia menyukai Kyuhyun?

“Dia tampan. Aku rasa aku menyukainya. Kau tahu kan? Love at First Sight?” Aku membelalakan mata tidak percaya. Tebakanku benar! Gadis ini menyukai Kyuhyun. Iya, tentu saja dia bukan gadis yang pertama yang menyukai Kyuhyun. Coba saja kalian bayangkan jika kalian berhadapan dengan laki-laki yang mempunyai postur tubuh dengan tinggi 181 sentimeter, kulit putih susu, hidung bangir yang terukir indah diwajah tampanya, ditambah mata bulat coklat tua milik laki-laki itu. So, tidak akan ada gadis yang mampu menolak pesona seorang Cho Kyuhyun. Termasuk aku, tentu saja! Sayangnya sampai sekarang ini aku tidak tahu perasaanku dengan laki-laki itu seperti apa. Perasaan khusus seorang sahabat, atau mungkin lebih? Entahlah.

“Sae Ra!” Soo Yeon menyadarkanku dari lamunanku barusan.

“Ya? Aku tahu. Tidak ada gadis yang tidak menyukai Kyuhyun. Disekolah dia sangat populer. Bahkan setiap hari lokernya selalu dipenuhi oleh surat-surat cinta dan coklat. Cih, menjijikan.” Soo Yeon lagi-lagi tersenyum. Gadis ini memang hobi tersenyum atau apa sih? Tidak ada ekspresi lain yang bisa dia tunjukan memangnya? -_-

“Tidak. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Kau mau membantuku untuk mendapatkannya kan?”

 

`TO BE CONTINUED`

 

2 Comments (+add yours?)

  1. Deborah sally
    Jan 26, 2016 @ 12:11:31

    Tema yang ini yang gue benci. Kenalan dgn 2 orang yang saling bersahabat. Ujung2 nya menyakitkan. Kan kanvret! *-*

    Reply

  2. lieyabunda
    Jan 27, 2016 @ 03:36:24

    sepertinya bakalan ada cinta segitiga nih,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: