At Gwanghwamun

first meet at gwanghwamun

 

First Meet : At Gwanghwamun (Oneshoot)

Author                        : Yaqazhan

Cast                 : Cho Kyuhyun, Han Young Ra

Genre              : Romance, fluf

Rate                 : PG 15+

Length             : Oneshoot

Disclaimer      : Fanfic ini lanjutan dari First Meet : Under The First Snow, dan murni dari hasil pemikiranku sendiri, seperti biasa jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Cho Kyuhyun milik keluarganya, Super Junior, SM Ent, ELF, dan Sparkyu. Dan Han Young Ra adalah milik imajinasi saya seorang.Just read, like, and coment. Happy reading all!! JJ

 

 

 

“Namsan Tower?”

Tak ada hal yang lebih menggelikan di benak seorang Cho Kyuhyun selain berkencan di menara paling terkenal se-Korea Selatan di hadapannya ini. Pikirnya, jika ia mengajak gadis ini berkencan ke tempat mana pun yang di inginkannya, akan menjadi moment yang indah untuk mereka, mengingat ini adalah kencan pertama mereka. Tapi sepertinya, moment indah itu hanya akan ada di khayalannya saja. Lihat saja wajahnya yang muram-kusut seperti baju yang belum di setrika.

 

Ia menatap bangunan yang berdiri kokoh menjulang ke atas itu tanpa minat, berbanding terbalik dengan gadis di sebelahnya yang menatap bangunan itu dengan antusias dan wajah bersinar cerah seperti iklan kosmetik yang sering ia lihat di televisi, hanya saja wajah gadis itu bersinar secara alami, bukan karena bedak atau kosmetik lainnya.

“Kau yakin ingin kesana?” sekali lagi, Young Ra menganggukkan kepalanya dengan semangat. Senyum di wajahnya tak pernah surut sejak mereka tiba di tempat ini.

“Apa tidak ada tempat lain?” Young Ra memalingkan wajahnya, menatap Kyuhyun dengan dahi mengkerut.

“Memangnya kenapa?”

“Aku bosan jika kita pergi ke tempat itu.” Seketika raut wajah Young Ra berubah, ia menundukkan kepala dengan bibir yang mengerucut ke depan.

“Tapi aku ingin kesana.” Lirihnya. Kyuhyun menghembuskan napasnya melalui mulut.

“Apa alasannya kau ingin kesana?” Young Ra bergerak-gerak gelisah di tempatnya, ia melirik Kyuhyun yang sedang menatapnya melalui ekor matanya.

“Aku… aku penasaran… seperti apa rasanya berkencan di sana, seperti yang orang-orang lakukan.”

Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyum gelinya ketika mendengar alasan Young Ra. Ia mengusap puncak kepala gadis itu, membuat Young Ra mendongak menatap wajahnya yang sedang tersenyum. Napas Young Ra tercekat di tenggorokan melihat senyum favoritnya itu terbit di wajah Kyuhyun, kedua pipinya bersemu merah.

“Baiklah, tapi hanya memasang gembok saja ya? Setelah itu kita pergi ke tempat lain.” Kedua mata Young Ra berbinar, mengangguk semangat. Mereka kemudian berjalan menghampiri penjual gembok yang ada di sana dan membeli sepasang gembok berwarna biru. Warna kesukaan Young Ra dan Kyuhyun.

Young Ra menuliskan sesuatu di atas gemboknya begitu pula Kyuhyun, lalu memasangnya pada pagar yang telah di penuhi oleh gembok-gembok lain. Young Ra tersenyum puas menatap gemboknya dan Kyuhyun telah terpasang, sementara Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya perlahan melihat tingkah laku gadis di sebelahnya yang seperti remaja sekolahan.

 

 

 

***

 

 

 

“Kenapa kesini?” Young Ra mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru Gwanghwamun Plaza yang di sesaki oleh pengunjung, beberapa stan makanan ringan dan aksesori tampak berjajar rapi di sepanjang jalan. Kyuhyun mengedikkan bahu, “Tidak tahu, tiba-tiba ingin saja.” Jawabnya seraya membetulkan letak kacamata yang di kenakannya. Mereka berjalan beriringan dalam hening, kecanggungan seketika menyelimuti keduanya. Young Ra meremas kedua tangannya. Ia menatap tangan kanan Kyuhyun yang tergantung bebas, rasanya ingin sekali ia menggenggam tangan itu, membayangkan betapa besar dan hangatnya genggaman Kyuhyun, namun ia tak berani. Young Ra terlalu larut dalam bayangannya, hingga menyebabkan langkahnya sedikit tertinggal dengan langkah Kyuhyun.

 

Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya hingga wajah Young Ra hampir saja menabrak punggung pria itu.

“Rasanya seperti berjalan dengan orang asing.” Ujarnya, kemudian meraih telapak tangan kiri Young Ra dan menggenggamnya erat. Young Ra tersentak, rona wajahnya telah berubah menjadi merah seperti kepiting rebus. “Nah, begini kan lebih baik.” Ujarnya lagi. Dalam hati Young Ra bersorak senang, ia merasa seperti ada kembang api yang meledak di dadanya yang bergemuruh. Mereka kembali berjalan beriringan, kali ini dengan sebelah tangan mereka yang saling bertaut. Young Ra begitu nyaman merasakan telapak tangan Kyuhyun yang besar dan hangat. Ini adalah kedua kalinya tangan mereka bergandengan.

 

Kyuhyun mengembangkan senyumnya kala ia berhasil mendapatkan lagi rona merah itu di wajah Young Ra. Ia selalu menyukai wajah—bolehkah ia menyebutnya sebagai gadisnya?—merona seperti sekarang.

 

Kyuhyun mengerutkan dahi ketika Young Ra menghentikan langkahnya dan memandang ke arah sebuah stan aksesori. Ia ikut mengalihkan pandangannya ke stan itu dan kembali tersenyum seraya menggelengkan kepala. Kyuhyun menarik Young Ra menuju ke stan yang sejak tadi menarik perhatian gadis itu. Kedua mata Young Ra kembali berbinar tatkala berbagai macam dan jenis aksesori terpajang di hadapannya, ia tanpa sadar melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan berjalan menghampiri salah satu rak yang berisi macam-macam kalung dan gelang. Kyuhyun lagi-lagi menggeleng perlahan, lalu tatapannya jatuh pada sebuah benda berbentuk bulat dengan hiasan manik-manik dan bulu-bulu. Sebuah Dreamcatcher. Tergantung bersama Dreamcatcher lainnya dengan berbagai warna. Kyuhyun mengambil sebuah Dreamcatcher berwarna coklat muda, lalu mengangkatnya hingga setinggi wajah. Ia memperhatikan Dreamcatcher itu dan wajah Young Ra secara bergantian, kemudian memutuskan untuk membelinya.

 

Ia keluar dari stan terlebih dahulu, di susul Young Ra kemudian. Mereka saling bertatapan dan saling melepar senyum. Kyuhyun kembali menggandeng tangan Young Ra dan melanjutkan langkah mereka menuju Sejong Center untuk menonton pertunjukkan yang sedang di tampilkan di dalam gedung tersebut. Sekitar 1 jam mereka habiskan untuk menonton pertunjukkan tersebut ketika Young Ra mengeluh lapar. Mereka mengamati beberapa penjaja makanan yang terdapat di sepanjang jalan. Pilihan Young Ra jatuh pada penjual Odeng yang terlihat ramai oleh pengunjung, ia menarik Kyuhyun ke kedai tersebut dan tersenyum sumringah mencium aroma ikan yang menguar ke udara. Bunyi dari perutnya semakin nyaring, membuat Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyum gelinya. Kyuhyun hanya bisa kembali menggelengkan kepalanya ketika melihat Young Ra berusaha untuk menyelinap diantara desakan para pembeli namun gagal, gadis itu mencoba berkali-kali dan hampir berhasil mencapai tempat paling depan tapi kembali terdorong kebelakang karena seorang gadis bertubuh gempal yang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah kerumunan. Young Ra tidak menyerah, ia mencoba sekali lagi, namun sebelum ia berhasil masuk ke dalam kerumunan tersebut Kyuhyun menahan pergelangan tangannya.

 

“Biar aku saja.” Katanya seraya melangkah maju lalu berdeham, beberapa orang gadis menoleh ke arahnya dan seketika menghentikan teriakan mereka. “Bolehkah aku memesan terlebih dahulu? Aku sangat lapar.” Ujarnya dibuat semelas mungkin, gadis-gadis itu menganggukkan kepala mereka dengan wajah terpesona. “Kamsahamnida.”

 

Kyuhyun meraih sekotak Odeng yang diserahkan bibi penjual kepadanya lalu membayar makanan tersebut lengkap dengan senyum mempesonanya, membuat semua gadis di kedai itu seolah mengeluarkan air liur mereka. Ia kembali menghampiri Young Ra yang melongo melihat bagaimana dengan mudahnya ia menyingkirkan gadis-gadis itu. Gadis itu menatap tidak percaya pada Kyuhyun kemudian mengambil Odeng-nya dengan gerakan slow motion yang menurut Kyuhyun sangat menjengkelkan sekaligus lucu. Ia lalu menarik Young Ra menuju sebuah bangku yang berada tepat di bawah pohon Maple yang ranting-rantingnya tertutup salju.

“Bagaimana kau bisa semudah itu menyingkirkan mereka?” tanya Young Ra dengan mulut penuh, Kyuhyun mengambil setusuk Odeng lalu memakannya dalam sekali lahap.

 

“Mudah, aku kan tampan, sangat tampan malah.” Jawab Kyuhyun dengan sombongnya, lagi-lagi Young Ra di buat melongo dengan sikap pria itu yang membangga-banggakan dirinya.

“Cih sombong sekali kau! Masih lebih tampan Song Joong Ki Oppa dari pada kau!”

Ish dia lagi!” keluhnya kesal lalu beranjak berdiri, Young Ra mendongak menatap Kyuhyun yang melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah masam lalu ikut berdiri dan menarik sebelah tangannya untuk ia genggam. Mereka saling berhadapan, Young Ra memiringkan kepala seraya tersenyum manis membuat Kyuhyun gemas tapi di tahannya.

 

“Jangan marah. Kajja, mau kemana lagi kita?” tanpa berkata apa-apa, Kyuhyun menarik Young Ra ke tempat mobilnya terparkir, masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya melewati kawasan Myeongdong, dan memasuki kawasan Insadong. Ia menghentikan mobilnya di tempat parkir lalu keluar terlebih dulu, di susul Young Ra kemudian, mereka berjalan beriringan di sepanjang pedestrian Cheonggyecheon dan berhenti di salah satu batu undakan yang terdapat di pinggiran sungai Cheonggyecheon. Kyuhyun mendudukan dirinya di batu tersebut lalu menarik Young Ra untuk duduk di antara kedua kakinya dan memeluk gadis itu dari belakang. Kali ini Young Ra benar-benar tidak bisa menyembunyikan degup jantungnya yang cepat dari pria itu dan wajahnya yang merona merah, ia menundukkan kepala namun Kyuhyun segera mengangkat dagunya.

“Jangan melihat ke bawah, lihatlah kesana. Pemandangan yang indah ada disana bukan di bawah.” Ujarnya santai seolah posisi mereka saat ini adalah hal yang biasa, berkebalikan dengan Young Ra yang merasa wajahnya semakin panas. Ia mengikuti perkataan Kyuhyun dengan menatap ke depan ke arah air mancur dengan permainan airnya yang berubah-ubah formasi. Kyuhyun menguap kecil lalu meletakkan kepalanya pada bahu kiri Young Ra.

 

“Kyuhyun, apa kau tidak malu?” tanya Young Ra dengan suara bergetar gugup, Kyuhyun menggelengkan kepala sebelum menjawab, “Tidak, kenapa harus malu?”

“Tapi posisi kita saat ini—“

“Lihat, kedua orang itu bahkan berciuman, jadi kenapa aku harus malu?” sela Kyuhyun, Young Ra mengalihkan pandangannya ke arah sepasang kekasih yang di tunjuk Kyuhyun sedang berciuman dan segera memalingkan pandangannya dengan wajah merah. Young Ra tidak berkata apa-apa lagi begitu pula dengan Kyuhyun, mereka menikmati kebersamaan mereka hari ini dengan perasaan yang meluap-luap. Matahari senja hampir tenggelam dan suhunya semakin dingin, Kyuhyun merapatkan pelukannya agar Young Ra tidak merasa kedinginan.

 

 

 

***

 

 

 

Di Korea suasana yang sepi pada saat malam hari di komplek perumahan mewah sudah menjadi hal yang biasa, tapi walaupun begitu Young Ra tetap saja merasa takut berjalan sendiri, terlebih jika rumah yang berada di persimpangan jalan itu sedang mengadakan pesta, pasti beberapa lelaki kurang kerjaan yang duduk-duduk di luar pagar rumah tersebut akan mengganggunya jika mereka melihatnya berjalan sendirian. Beruntungnya malam ini Kyuhyun mengantarnya pulang sampai ke depan rumah dan seperti dugaannya pemilik rumah persimpangan itu sedang mengadakan pesta, dan beberapa pria terlihat sedang duduk di luar pagar dengan beberapa botol Soju. Young Ra bisa bernapas lega malam ini karena terhindar dari pria-pria itu.

 

Ia turun dari mobil begitu pun Kyuhyun, pria itu mengusap puncak kepalanya seraya tersenyum.

Gomawo untuk hari ini.” Ujarnya, Kyuhyun mengangguk lalu menatap rumah gadis itu sejenak.

“Masuklah.” Young Ra menoleh ke belakang dan mengangguk, Kyuhyun mendekatkan wajahnya lalu mengecup kening gadis itu.

“Selamat malam Ra~ya.” Bisiknya menatap Young Ra yang berpipi merah.

“Malam Kyu…”

Kyuhyun mengecup kening Young Ra sekali lagi sebelum beranjak, kemudian berbalik masuk ke dalam mobil dan melajukannya dengan perlahan.

Young Ra menyentuh keningnya dengan jantung berdebar dan senyum manis terkembang di bibirnya, lalu melangkah masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.

 

 

 

***

 

 

 

Korea Selatan sedang heboh dengan kemunculan sebuah artikel tentang CEO termuda dan terkaya di negeri ini yang melakukan kencan terbukanya dengan seorang gadis kemarin sore di beberapa tempat oleh beberapa Majalah dan Koran nasional dengan judul yang hampir sama.

“Kencan Terbuka Sang Penguasa”

Kyuhyun melemparkan Koran yang di pegangnya ke atas meja setelah membaca judul dari artikel tersebut yang menurutnya sangat menggelikan. Apa mereka tidak punya judul yang sedikit lebih baik dari judul itu?

“ “Kencan Terbuka Sang Penguasa”? Cih, apa-apan itu?” dengusnya tidak percaya lalu mendudukkan diri pada kursi putarnya di belakang meja. Ia meraih ponselnya dari saku jas lalu menghubungi Sekertarisnya Kim Ryeowook.

 

“Ke ruanganku sekarang.” Perintahnya tanpa basa-basi terlebih dahulu ketika panggilannya sudah tersambung dan memutuskannya tanpa mau repot-repot menunggu jawaban dari Sekertaris Kim. Tak berapa lama kemudian Ryeowook muncul dari balik pintu dan berjalan menghampirinya dengan pandangan bertanya.

“Ada apa?”

Kyuhyun menunjuk Koran yang teronggok di atas meja dengan telunjuknya yang segera di ambil Ryeowook dan membaca artikel tersebut dengan cepat, pria imut itu mengangkat wajahnya dengan raut aneh dan kembali meletakkan Korannya ke atas meja.

 

“Apa kau benar-benar berkencan Kyu?” tanya Ryeowook dengan wajah jenaka, Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya membalas tatapan Ryeowook kemudian meraih bolpoin hitam di atas meja dan mengangkatnya hingga melebihi kepala, bersiap melemparkannya pada pria itu, Ryeowook segera berlari ke samping rak buku untuk melindungi tubuh dan kepalanya dari seerangan Kyuhyun, ia melongokkan kepalanya sedikit lalu kembali berjalan ke tempatnya semula ketika Kyuhyun sudah meletakkan kembali bolpoinnya. Pria itu mengusap-usap belakang telinganya secara tersenyum kekanakan.

 

“Jangan berfikir yang macam-macam Kim Ryeowook, sekarang cepat kau hubungi kantor Koran dan majalah itu untuk segera menarik kembali semua Koran dan majalah mereka yang sudah beredar. Jika tidak aku akan buat perusahaan mereka bangkrut!” Ryeowook meringis ngeri mendengar ancaman yang dilontarkan Kyuhyun. Seperti ini lah Cho Kyuhyun jika merasa privasi-nya mulai terganggu, ia memang orang yang ramah tapi ia tidak akan segan-segan menjadi kejam jika segala hal yang menyangkut kehidupan pribadinya di campuri orang lain karena ia termasuk ke dalam tipe orang yang tidak suka privasi-nya di jamah oleh orang terutama menjadi bahan diskusi semua orang seperti yang sedang terjadi saat ini.

 

Algeuseumnida Sajjangnim.” Ryeowook membungkukkan sedikit tubuhnya kemudian melangkah keluar, menutup pintu dengan perlahan dan kembali ke mejanya, meraih telepon yang terpajang manis di atas meja dan mulai menghubungi perusahaan Koran dan majalah yang membuat masalah pagi ini satu persatu.

 

Kyuhyun beranjak dari tempatnya, berdiri di depan jendela besar di ruangannya dan melihat ke bawah. Pemandangan yang di dapatkannya membuatnya kesal karena para wartawan itu sudah berkumpul dan hampir memenuhi halaman depan kantornya, tiba-tiba ia teringat sesuatu dan segera merogoh saku jas hitamnya. Kyuhyun mengetik beberapa angka pada layar ponselnya kemudian menyentuh ikon panggilan dan mendekatkan ponselnya ke telinga, nada sambung segera terdengar di susul suara sapaan gugup dari seberang yang membuatnya tidak bisa menahan senyum.

 

“Kau baik-baik saja?” tanyanya to the point.

“Ya aku baik-baik saja.”

“Kau sudah melihat majalah atau Koran?”

“Ya, kenapa kau tidak pernah mengatakan apa-apa padaku?”

Kyuhyun melirik tangan kanannya yang sedang memainkan bolpoin kemudian miniature patung Liberty yang berdiri tegak di atas mejanya.

“Maaf, aku hanya tidak ingin membuatmu tidak nyaman.” Ujarnya lirih.

“Tidak apa-apa, tapi sekarang aku merasa sedikit aneh karena berkencan dengan pria yang memiliki status penting sepertimu.” Jawab Young Ra terdengar seperti sedang meringis, Kyuhyun terkekeh, lalu melihat arlojinya yang menunjukkan pukul 9 pagi.

“Apa sore ini kau ada waktu? Aku ingin menunjukkan sesuatu.”

“Tidak, datang saja ke café-ku, aku akan menunggumu.”

Arraseo.”

 

Ia menghembuskan napas lega, sepertinya para wartawan itu belum mengetahui identitas Young Ra karena dari nada bicaranya gadis itu terlihat tenang-tenang saja, bahkan menyuruhnya untuk datang ke café-nya.

 

 

 

***

 

 

 

Young Ra menyesap Cappucino-nya yang masih mengepul dengan perlahan, meletakkan kembali cangkirnya tanpa suara kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi seraya menikmati alunan musik ballad kesukaannya. Kedua matanya terpejam, cahaya matahari sore menerobos kaca jendela besar di sampingnya, harum bunga Sakura yang memenuhi ruangan menusuk hidung mancungnya, saat-saat seperti selalu menjadi favoritnya dan Kyuhyun akan dengan senang hati menikmati wajah damai dengan mata terpejam seperti itu. Ia masih berdiam diri di tempatnya di pintu masuk café, menikmati moment ini dan merekamnya dengan baik di dalam otak, lalu 5 menit kemudian ia melangkah dengan mantap menghampiri Young Ra dan mengeluarkan sebuah benda yang berbunyi seperti lonceng dari saku jasnya ke depan wajah gadis itu. Young Ra membuka kelopak matanya perlahan dan menemukan sebuah benda berbentuk bulat berhiaskan manik-manik dan bulu-bulu lembut berwarna coklat muda tergantung di depan wajahnya, ia menaikkan pandangannya dan menatap Kyuhyun yang berdiri di hadapannya dengan senyum kecil favoritnya.

“Kau menyukainya?” tanya pria itu seraya menarik kursi di seberang meja, Young Ra mengangguk dan tersenyum menunjukkan eye smile-nya, “Kalau begitu, gantung di jendela kamarmu!” ujarnya seraya mengangsurkan Dreamcatcher tersebut pada Young Ra.

 

 

 

FIN

4 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Jan 27, 2016 @ 19:48:27

    Manis banget, semoga msh ada sequelnya deh…

    Reply

  2. Fafairfa
    Jan 27, 2016 @ 23:35:18

    Aaakkk maniiis sekalii kyuhyun disini

    Authornim~ sukaaa banget sama ceritanya, ringaaan buat dibaca..jadi berasa ikutan di cerita ini ^^

    Ditunggu cerita lainnya thor🙂

    Reply

  3. Monita elfkry
    Jan 30, 2016 @ 15:29:56

    Ceritanya menarik.
    Squel dong thor:)

    Reply

  4. esakodok
    Jan 31, 2016 @ 20:55:30

    hahaha…youngra juga orgnya agak vuek y..perasaan cinta mereka t terguncang walo ada badai

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: