Replace Him

kyufall

Nama : Song Pyong

Judul Cerita : Replace Him

Tag (tokoh/cast) : Kyuhyun, Park Hyori ( OC ), Song Joong Ki

Genre : Romance, Sad

Rating : PG-13

Length : Chapter

Catatan Author (bila perlu): Maaf bila typo bertebaran dan cerita yang agak ngawur dengan plot yang cepat. But, happy reading J

 

^^

Author P.O.V.

Seorang yeoja mungil berlari di trotoar jalan dengan cepat. Ia idak memperdulikan sekitarnya yang tengah memandangnya dengan heran. Dikepalanya hanya ada pikiran bagaimana dia bisa cepat sampai di bandara yang jaraknya bisa ditempuh 10 menit dengan bus. Tetapi tidak ada waktu untuk menunggu bus. Ia harus cepat sampai di Bandara untuk menjemput seseorang yang dia tidak tahu. Orang yang dia tidak tahu dan akan menjadi seseorang yang bisa mengatur hidupnya dan merusaknya.

Yeoja mungil itu menambah kecepatan larinya hingga peluhnya bercucuran dan bajunya basah oleh peluh. Ia merasa salah kostum. Harusnya di hari panas ini ia memakai kaos dan bukannya baju dengan bahan katun yang panas. Kali ini ia memakai baju katun sampai lutut berwarna putih dan celana jeans berwarna baby blue serta kardigan berwarna abu-abu.

“ Akhirnya sampai.” Ia menarik nafas dengan keras. Ia tersengal-sengal sehabis berlari sekitar 20 menit. Kali ini dia berjalan ke arah tempat kedatangan penumpang pesawat dan segera menerobos antrian orang-orang yang menunggu kerabat, teman atau saudara atau siapapun itu. Ia segera mengambil photo seorang namja dari tasnya. Tubuh mungilnya seperti tenggelam di lautan manusia yang rata-rata berbadan tinggi. Ia langsung naik ke pagar pembatas dan dengan susah payah ia mengangkat photo namja itu. Namja dalam photo itu yang akan dia jemput. Seorang namja yang telah memotong masa mudanya yang sangat berharga.

“ Semoga namja menyebalkan itu bisa melihatnya.” Dengus yeoja mungil itu.

 

Park Hyori POV

“ Semoga namja menyebalkan itu bisa melihatnya.” Aku mendengus dengan sebal. Rasanya lama sekali aku berada disini padahal aku baru sampai. Mungkin gara-gara kerumunan orang-orang yang sedang menunggu kerabatnya itu sehingga membuat udara disini begitu sesak dan panas. Nasib yang sangat jelek jika bertubuh mungil disaat seperti ini.

Kerabat ? tunggu. Apa aku disini menunggu kerabat ? rasanya bukan. Aku menunggu seorang namja yang datang dengan tiba-tiba dan kedatangannya tidak diharapkan. Ia menerobos dan menghancurkan masa mudaku. Namja menyebalkan itu dengan seenaknya menyetujui perjodohan konyol yang dijanjikan oleh orangtua kami saat kami masih bayi. Bodoh sekali, mengapa ada hal yang dinamakan perjodohan di zaman modern sekarang. Itu hanya terjadi di masa lalu. Saat seorang yeoja hanya bisa mengangguk patuh pada orangtua. Menunggu lamaran dari seseorang atau menunggu dijodohkan dengan seseorang yang tidak dicintainya.

Astaga, bukankah itu mengerikan sekali ? bahkan yeoja itu sama sekali tidak tahu nama, wajah bahkan tingkah lakunya. Okay, dia tahu nama namja itu tetapi mungkin saja wajahnya jelek bahkan tingkah lakunya mengerikan. Contohnya mungkin saja dia seorang psikopat, hobinya menyiksa seorang yeoja yang lemah, playboy, atau hal-hal yang mengerikan lainnya. Arghh, mengapa di zaman modern sekarang hal yang dinamakan perjodohan itu masih ada. Dasar orangtua konservatif.

Aku mengangkat photo namja menyebalkan itu tinggi-tinggi. Tangan kananku berpegangan pada pagar agar aku tidak jatuh. Aku tidak mau mengambil resiko celaka di tengah kerumunan manusia seperti ini. Aku masih ingin hidup. Setidaknya aku hidup untuk mengenang dia. Haha, pikiran yang menyedihkan sekali.

“ Dimana namja menyebalkan itu ? ini sudah 20 menit. Seharusnya 10 menit yang lalu dia sudah tiba. Dasar menyebalkan.” Aku menatap jam tangan swiss-ku yang berwarna silver dan berbentuk kotak kecil dengan sebal. Mengapa lama sekali namja itu datang. Dia seharusnya tahu bahwa menunggu itu bukan hal yang menyenangkan. Aku rasanya sudah bisa menebak tingkah lakunya walaupun belum bertemu. Sepertinya dia seorang yang lelet dan menyebalkan. Walaupun dari photo-nya dia tampan. Oke, aku akui dia memang tampan. Bahkan seperti Dewa Adonis.

Dewa Adonis ? Tunggu. Bukankah Dewa Adonis itu Song Joong Ki. Seorang namjaku dari masa lalu dan masih ada dihatiku untuk sekarang. Kira-kira bagaimana kabarnya saat ini ? Apakah dia baik-baik saja ? Tidak terasa sudah 4 tahun berlalu. 4 tahun yang penuh dengan perjuangan supaya bangkit dari keterpurukan. 4 tahun yang awalnya terasa sangat gelap. 4 tahun yang terasa menyakitkan dan 4 tahun penuh dengan penantian yang sia-sia.

Joong Ki-ah eottoke ? Apa kau tidak merasa cemburu aku dijodohkan dengan orang lain ? Apa kau akan tersenyum dan berkata terimalah, mungkin ini yang terbaik. Apakah itu yang akan kau katakan ketika kau disini atau jangan terima, aku akan memperjuangkanmu dan kita akan hidup bahagia. Mana yang akan kau pilih Joong Ki-ah. Mianhe. Aku memukul kepalaku dengan pelan. Mencoba mengusir pikiran yang tidak-tidak.

Aku menatap ke arah pintu keluar dan berharap namja menyebalkan itu cepat datang. God, aku lupa namanya. Siapa namanya ya ? Choi atau Cho ? sepertinya marganya Cho jika aku tidak salah. Cho apa ? Cho Minho atau cho siwon ? Bodoh! itu Choi Minho member Shinee dan choi siwon member super junior, Hyori-ya. Siapa ? Ah ya ! namanya Cho Kyuhyun bukan ? aku yakin namanya memang Cho Kyuhyun. Seperti nama seorang devil ditelingaku.

“ Cho Kyuhyun !” Aku berteriak dengan suara keras walaupun suaraku akhirnya tenggelam kalah karena suara orang-orang disekitarku yang lebih keras. Tapi, tetap saja menurutku itu teriakan paling keras yang pernah aku buat selama hidupku. Dibuat dengan rasa kesal yang menggunung dihatiku karena sudah sangat lama menunggu dan perasaaan benci tentang kata perjodohan. Aku menatap jam tangan Swiss-ku yang aku panggil JK singkatan dari Joong Ki karena jam ini diberikan oleh Joong Ki saat ulang tahunku yang ke-18. Sudah 30 menit berlalu dan namja menyebalkan bernama Cho Kyuhyun itu belum datang.

“ Dasar menyebalkan.” Gerutuku sebal. Mata lebarku menatap pintu keluar dengan rasa sebal. Keluarlah kau Cho Kyuhyun !

 

Cho Kyuhyun POV

Aku berjalan dengan santai menuju kerumunan yang menunggu penumpang pesawat. Entah itu menunggu kerabat atau siapapun itu. Aku tidak peduli. Aku hanya peduli bagaimana aku bisa pergi ke rumah Ahjumma dan segera beristirahat dengan tenang. Perjalanan selama 16 Jam dari Prancis membuat badanku pegal-pegal. Walaupun fasilitas di pesawatnya sangat bagus dan mewah tapi tetap saja duduk selama 16 jam bukan hal yang bagus. Aku lebih memilih duduk selama 16 jam didepan komputerku bermain game.

“ Cho Kyuhyun !” Tiba-tiba aku mendengar teriakan seorang yeoja yang sangat asing ditelingaku. Aku belum pernah mendengarnya sekalipun selama 24 tahun kehidupanku. Walaupun aku sering bolak-balik Korea-Prancis tetapi aku belum pernah mendengar suara yeoja ini. Aku menangkap rasa kesal dalam teriakannya. Aku tersenyum senang, sebuah kesenangan tersendiri membuat seseorang kesal karena diriku.

Aku menyipitkan mata dan mencoba mencari sumber teriakan itu. Mengamati satu persatu yeoja yang berada di depan kerumunan. Aku yakin suara itu suara seorang yeoja. Mungkin saja itu suara yeoja yang akan dijodohkan denganku. Mata tajamku langsung menangkap seorang yeoja yang berada tepat didepanku. Ia seorang yeoja berkulit putih agak pucat dengan rambut pendek berwarna cokelat sesuai dengan warna bola matanya, hidung yang bangir, bibir yang mungil tetapi penuh dan berwarna peach. Mungkin warna peach itu efek dari lipglossnya. Mata yeoja itu lebar dan sangat berbeda dengan mata orang Korea biasanya dan mungkin dia blasteran. Pipinya chubby dan wajahnya berbentuk simetris, sempurna. Persis seperti di photo yang diberikan oleh Appa padaku. Ia bertubuh mungil tetapi dengan pakaian yang lebar. Ia memakai kardigan berawarna abu-abu, baju berwarna putih selutut dan celana jeans berwarna baby blue. Terlihat jelas bahwa dia orang yang cuek dari gaya berpakaiannya.

“ Dasar menyebalkan.” Aku mendegar gerutuan dari bibir mungil yeoja itu. Apa mungkin itu tentang diriku. Ia mengangkat photo seseorang tinggi-tinggi. Mataku segera menangkap bahwa namja dalam photo itu adalah aku. Entah mengapa tiba-tiba evilsmirk-ku muncul dan tiba-tiba ide jahil melintas dipikiranku. Biarkan dia menunggu. Lagipula aku sudah berada di depannya dan dia hanya fokus melihat ke arah pintu keluar. Apa dia tidak melihat photo itu sehingga dia tidak melihatku ? mungkin saja. Karena aku yakin dia malas melihat wajah calon suaminya itu.

Aku menggelengkan kepalaku. Tidak, aku harus menunjukkan image yang baik dulu. Baru setelah itu aku bisa memunculkan image sebenarnya pada dia. Aku berjalan ke arahnya sambil tersenyum simpul yang biasanya yeoja-yeoja sukai. Mungkin juga yeoja ini akan menyukainya. Aku bertaruh dia akan jatuh cinta kepadaku kurang dari 1 minggu.

“ Apa kau Park Hyori ?” Aku masih tersenyum simpul malah bertambah lebar. Mencoba memunculkan image seorang namja yang baik. Dia langsung menoleh ke arahku dan mata lebarnya menyipit mencoba mengenaliku. Akhirnya dia segera bernafas lega dan mengangguk senang. Apa aku bilang, dia pasti akan segera jatuh cinta padaku.

“ Iya, aku Park Hyori. Kau pasti Cho Kyuhyun ?” Ia menjawab dengan tenang dan suaranya segera berubah datar. Aku menangkap rasa enggan dalam suaranya. Apa mungkin hanya perasaanku saja ?

“ Iya. Maaf membuatmu telah menunggu. Pesawatnya terlambat mendarat.”

“ Tidak Apa-apa.” Ia segera berjalan keluar dari kerumunan dengan cepat. Salah satu keuntungan yang dimiliki seorang yeoja mungil.

Aku mengikuti arah kepergian yeoja itu dengan rasa enggan. Seharusnya kan namja yang berjalan duluan dan bukannya yeoja. Sabar Cho Kyuhyun, ini baru permulaan.

 

Park Hyori POV

“ Ya ! Kyuhyun-ssi. Maksudmu apa dengan note ini ?” Aku bertolak pinggang dan menyodorkan sebuah note berwarna merah tepat dihadapan kyuhyun yang sedang berbaring sambil membaca sebuah majalah. Cih, paling majalah fashion. Aku baru tahu bahwa ada namja yang sangat freak terhadap fashion. Dan orangnya tepat berada dihadapanku.

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatapku. Ia memunculkan evilsmirk-nya yang sudah aku tahu dari cerita Ahra noona yaitu kakaknya. Dia berpesan agar aku berhati-hati pada Kyuhyun.

“ Wae ? hanya note biasa dengan tulisan “ Kau harus menurut padaku sebelum dan setelah kita menikah dan setelah 3-6 bulan menikah, kita akan bercerai” mana yang tidak kau suka ? harus menurut atau bercerai ?” Dia membaca majalahnya lagi dan mengacuhkan aku.

“ Apa mungkin kau tidak mau bercerai denganku karena kau sudah jatuh cinta padaku ? bukan begitu Park Hyori ?” lagi-lagi dia memunculkan evilsmirk-nya yang sama sekali tidak aku suka. Aku lebih suka evilsmirk Joong Ki daripada dia.

“ Cih, Aku paling suka dengan kata bercerai dan paling tidak suka dengan kata menurut. Kenapa tidak kita majukan saja tanggal bercerainya. Bagaimana setelah 1 minggu kita menikah dan kita bercerai ? bukankah dengan begitu kita akan bebas. Jika orangtua kita menanyakan alasan kita bercerai bilang saja kita memang sangat tidak cocok.” Aku tersenyum senang mendengar saranku sendiri. Kau harus SETUJU dengan saranku Cho Kyuhyun !

Dia menggelengkan kepalanya dan menatapku dengan pandangan mata yang tiba-tiba membuatku risih. “ Anni. Aku tidak setuju dengan bercerai setelah 1 minggu menikah. Itu terlalu cepat dan sangat mencurigakan. Aku ingin kita bercerai setelah aku merasa bosan denganmu. Bukankah dengan perjodohan ini kita bisa mengenal satu sama lain dan kau mungkin saja akan jatuh cinta padaku dan tidak mau kita bercerai.”

Cih, pede sekali dia. Apa dia tidak tahu bahwa cintaku masih untuk namja lain.

“ Geure. lakukan sesukamu sajalah. Tapi, kau harus ingat satu hal bahwa aku tidak akan jatuh cinta padamu wahai tuan Cho !” aku mendengus sebal dan melemparkan note merah itu ke lantai. Segera keluar dari kamar devil ini adalah hal yang sangat baik.

“ Chakkaman. Kau mau kemana ?” Kyuhyun bangkit dan memegang lenganku lebih tepat disebut mencengkram lenganku.

“ Appo. Jangan cengkram lenganku seperti itu. Rasanya sangat sakit Kyu.” Aku berjengit kesakitan saat Kyuhyun melepaskan tangannya dan lenganku merah.

“ Mianhe. Tapi, kau mau kemana ?” Tanya Kyuhyun lagi.

Matanya seperti mensensor penampilanku yang tidak sesuai dengan selera fashionnya. Kardigan berwarna orange dan baju berwarna cokelat. Celana berwarna abu dan tas gendong berwarna hitam serta sepatu berwarna biru dongker. Benar-benar sangat tabrak warna dan kamera DSLR menggantung dileherku.

“ Kau harusnya tahu aku akan kemana dan untuk apa.” Sungutku sebal.

Dia menganggukkan kepalanya dan segera menyambar jaket hitamnya yang sangat ia bangga-banggakan karena merupakan jaket yang sangat mahal. Padahal menurutku sama saja. Yang namanya jaket ya cuma jaket. Ribet sekali.

“ Kau mau kemana ?” Aku bertanya balik padanya karena dia berdandan dengan rapi dan juga dengan kamera yang ia kalungkan dilehernya.

“ Ikut denganmu. Aku ingin jalan-jalan juga. Rasanya sangat bosan berada di rumah terus.” Dia mengambil kacamata hitamnya dan segera memakainya. “ Kajja. Ayo segera berangkat.” Dia menggandengku keluar dari kamarnya menuju mobilku yang sudah aku siapkan.

“ Dasar napeun namja.”

 

Cho Kyuhyun POV

Aku menatap pemandangan sungai Han yang cantik saat musim semi. Rasanya sangat indah apalagi disampingku ada yeoja menyebalkan yang baru aku sadari bahwa ternyata dia juga tidak kalah cantik dengan pemandangan sungai Han dimusim semi. Dia tetap saja memotret objek yang menurutnya indah dan menarik. Tapi, entah mengapa bagiku dia objek yang menarik untuk aku photo.

Aku mengangkat kameraku dan mengatur efek yang akan aku pakai. Dengan segera aku memfokuskan untuk membidik objek yang berada disebelahku. Dia sangat cantik walapun hanya dilihat dari samping. Wajahnya dan pandangannya fokus pada objek yang dia lihat dikamera. Anak rambutnya yang berantakan karena angin malah membuatnya semakin cantik. Dan dia terlihat sangat bahagia.

Jepret. Suara kameraku menyadarkannya dan segera menengok kearahku. Matanya mendelik karena suara kameraku mengganggu konsentrasinya sekaligus sebal karena dia tahu aku memotretnya.

“ Kalau kau mau memotretku, bilang saja. Jangan seperti itu.” Dengusnya kesal. Dia terlihat imut kalau sedang kesal. Bibirnya mengerecut dan entah mengapa itu seperti undangan bagiku untuk menciumnya.

Dengan segera dan tanpa ingin melewatkan apapun aku dengan cepat mencium bibirnya sekilas. Dia terlihat kaget dan matanya melebar saat aku menciumnya. Terkejut dengan aksi yang aku lakukan tiba-tiba. Wajahnya memerah seperti lobster yang dimasak. Aku rasa sepertinya ini ciuman pertamanya. Dia segera memalingkan wajah dan pura-pura sibuk mencari objek yang menarik padahal aku tahu bahwa dia sangat malu.

“ Rasanya manis. Tadi, kau sudah makan apa ?” ujarku ingin menggodanya. Wajahnya makin memerah karena ucapanku.

“ Makan ? kau kira aku sempat makan. Ini semua gara-gara ulahmu.”

“ Kalau begitu kau memaka lipgloss rasa apa ? sepertinya ini rasa strawberry.” Aku menyentuh bibirnya dengan telunjukku dan segera menjilat telunjukku. Dugaanku benar. Ia memakai lipgloss rasa strawberry.

“ Babo.” Ia menatapku sebal dengan wajah memerahnya dan segera pergi ke tempat lain untuk menghindar dariku.

Aku segera memegang lengannya. Tak ingin membuat dia kesakitan karena cengkramanku. Lalu aku menggenggam tangannya yang mungil. Pertama dia mencoba menolaknya tetapi aku langsung mengeratkan genggamanku sehingga dia hanya pasrah. “ Kajja. Kau mau kemana lagi ? aku akan mengantarmu.”

“ Sebenarnya aku yang mengantarmu dan bukan kau yang mengantarku.” Dia berkata dengan sebal tetapi tangannya malah balik menggenggam tanganku.

“ Baiklah. Terserah kau saja. Intinya sama saja kita pergi berdua.” Aku tersenyum senang.

Cho Kyuhyun bodoh. Bagaimana mungkin kau dengan gampangnya jatuh cinta pada yeoja ini. Kau harus ingat dialah yang harusnya jatuh cinta kepadamu.

Dia tersenyum dan mengangguk. “ Bagaimana kalau ke namsan tower. Apakah kau sudah pernah kesana ?” aku menggeleng dan dia segera berlari sambil memegang jemariku erat menuju mobil.

Bukankah bahagia itu sederhana ?

 

Park Hyori POV

Menegangkan sekali rasanya hari ini. Ayo tenang Park Hyori. Bayangkan saja bahwa saat ini kau akan menikah dengan Song Joong Ki dan bukannya dengan Cho Kyuhyun. Orang yang kau lihat dekat altar sana bukan Kyuhyun, yang memakai jas putih dan sedang menunggumu bukan orang yang bernama Kyuhyun tapi Joong Ki.

“ Andwae. Ini tidak bekerja.” Aku mengerjap-ngerjapkan mata berharap yang berdiri di dekat altar sana bukan Kyuhyun tapi Joong Ki-ku. Tapi, hasilnya disana adalah Kyuhyun dan bukan Joong Ki. Tuhan, bolehkah waktu berhenti disini dan jangan sampai waktu terus berjalan. Aku tidak mau menikah dengan namja seperti dia, Tuhan.

“ Wae Hyori-ya ?” Appa berbisik padaku dengan nada khawatir.

“ Anniya. Gwenchana, appa.” Aku tersenyum tipis menanggapi bisikan khwatir appa. Tidak appa, aku tidak bak-baik saja. Ini semua karena appa dan eomma serta orangtua namja menyebalkan yang bernama Kyuhyun. Karena kalian aku tidak bisa menikmati masa mudaku. Demi Tuhan, aku masih berumur 22 tahun dan kau sudah menyuruhku menikah appa ? Bukankah ini sangat paternalistis ? Disaat era sudah modern dan hak wanita dijunjung tinggi, mengapa masih ada yang namanya perjodohan appa ? Andwae.

Joong Ki-ah selamatkan aku. Tapi, mana mungkin Joong Ki akan berada disini. Ia sudah pergi. Joong Ki-ah, mianhe. Mianhe karena aku menikah dengannya dan bukan denganmmu. Mianhe, karena aku tak berhasil menjaga janjiku. Tapi, kau harus tahu bahwa aku akan selalu mencintaimu Joong Ki-ah. Mohon jangan lepaskan aku. Jangan pergi dan tetaplah dihatiku agar aku tak berpaling padanya Joong Ki-ah. Jeball.

Aku berjalan dengan pelan menuju altar dengan digandeng oleh appa. Seandainya jika bisa, aku ingin melarikan diri dari sini. Bersembunyi selamanya. Tapi mana bisa ? Hwaiting, Hyori-ya. Hadapi ini. Ini hanya sebentar. Mataku menangkap namja menyebalkan itu tersenyum dengan gayanya yang seperti biasa. Biasa untuk melelehkan hati yeoja-yeoja terkecuali aku. Entah mengapa aku tidak mempan terhadap senyumnya. Mungkin Joong Ki memang sangat menjagaku.

Appa telah mengantarku kepada Kyuhyun dan kali ini aku digandeng Kyuhyun menuju altar. Menuju sebuah situasi sakral yang akan membuat aku menjadi miliknya. Disana sudah ada pastur yang umurnya sekitar 65 tahun jika aku tidak salah. Membawa sebuah alkitab ditangannya dan kacamata bulan separo bertenger dihidungnya yang bengkok. Secara keseluruhan dia memang tua. Aku melirik ke arah samping kanan dan mendapati Heechul tersenyum lebar sambil melambaikan tangan. Tangan kanannya memegang kamera yang sedang memvideo acara pernikahanku. Ralat, acara pernikahan perjodohan ini. Ini bukan pernikahanku tapi pernikahan janji konyol orangtuaku.

“ Jangan tegang. Santai saja.” Ujarnya pelan sambil tersenyum evil. Aku baru tahu jati dirinya yang sebenarnya setelah beberapa jam kemudian ketika menjemputnya. Dia itu Evil. Bohong sekali kesan yang dia berikan pertama kepadaku. Itu hanya topengnya.

“ Siapa ? Aku ? Maaf ya.” Dengusku sebal. Dibalik senyum kami yang lebar sebenarnya mungkin kami membenci satu sama lain. Jujur, aku tidak membencinya. Hanya saja aku kurang menyukainya.

Altar tepat di depan kami. Aku dan dia berhadapan dan pastur berada disamping kami. Menghadap kami. Aku memandang wajah Kyuhyun dengan senyum. Tentu saja dengan senyum palsu. Dalam hati aku berharap semoga segalanya cepat berakhir. Entah pastur berkata apa hanya aku mendengar Kyuhyun berkata bahwa dia bersedia. Berarti sekarang giliranku.

“ Apakah kau bersedia menjadi istri yang mencintainya hingga akhir hayat ?”

“ Saya bersedia.”

 

Cho Kyuhyun POV

“ Saya bersedia.” Ujar Hyori dengan suara pelan tetapi membuat suara yang hadir di gereja mengelegar. Mereka sangat riuh hingga membuat telingaku sakit. Apa yang salah dengan kata “Saya bersedia” ? Bukankah itu yang mereka harapkan ?

Aku menatap Hyori yang sedang tersenyum kearahku dengan tajam. Aku tidak menyukai senyumnya. Bagiku senyum itu senyum palsu. Aku tahu bahwa senyumku juga senyum palsu. Tapi, senyum Hyori berbeda. Senyumnya seperti nyata. Senyumnya berkata bahwa dia bahagia bisa menikah denganku. Padahal itu bohong. Aku tahu karena aku merasakan hal yang sama. Pernikahan ini seharusnya tidak pernah terjadi. Pernikahan yang orangtuaku dan orangtuanya harapakan adalah palsu. Tidak ada cinta disini. Tidak ada cinta antara kami. Mungkin tidak ada cinta Hyori untukku.

“ Kyuhyun-ssi.” Panggil Hyori dengan suara pelan. Aku menatap tajam mata lebarnya dengan segera.

“ Wae ?” balasku sinis.

Hyori tersenyum simpul. Rasanya aku ingin mencekik yeoja ini karena memamerkan senyum bahagianya padaku. Aku tahu dia tidak bahagia maka berhentilah tersenyum seperti itu.

“ Ayo kita pergi.” Ujarnya pelan. Aku tersadar, kami harus segera keluar dari gereja ini. Aku menggandengnya keluar dari gereja. Di depan gereja orang-orang berkerumun di samping kiri dan samping kanan. Mereka menaburkan bunga dengan senyum lebar. Aku melihat Ahra noona melambaikan tanganku dengan bahagia. Mengapa aku yang menikah duluan dan bukannya dia ? eomma dan appa memang tidak adil. Ahra noona yang seharusnya menikah duluan karena umurnya sudah tua.

Aku membukakan pintu mobil yang telah terpakir manis di depan gereja. Hyori dengan susah payah masuk ke dalam mobil. Gaunnya yang panjang dan ribet membuatnya sedikit kesulitan untuk masuk. Untungnya aku dengan berbaik hati membantunya. Jika saja tidak ada orang mana aku mau membantunya. Ini hanya sebuah sikap gentle sebagai suami baru.

“ Gomawo Kyuhyun-ssi.” Ujarnya dengan suara lembut tetapi entah mengapa bisa membuat wajahku memerah karena malu.

 

Park Hyori POV

“ Kyuhyun-ssi.” Aku memanggilnya dengan pelan. Sepulang dari acara pemberkatan dia langsung duduk di sofa ruang tengah dan bermain dengan Psp-nya. Satu hal yang aku tahu bahwa Psp itulah istrinya dan bukan aku. Ia tidak menoleh dan hanya bergumam. Dasar, namja menyebalkan.

Sabar, Hyori-ya. Sabar. “ Aku ingin tanya. Aku akan tidur dimana ?”

Jujur saja. Aku pegal sekali dan aku ingin cepat berganti baju. Memakai baju longgar, baju kebangsaanku. Memakai gaun pengantin ini membuat punggungku pegal dan aku baru tahu ternyata sepatu pengantin itu berbahan sutera dan berhak 10 cm. Benar-benar sangat tidak nyaman bagi yeoja berpenampilan cuek sepertiku.

Dia mendongkak menatapku. “ Memangnya kau kira aku tidur dimana ? kita tidur bersama. Bukankah kau dan aku sekarang suami-istri maka kita tidur bersama.” Ia lalu menunduk kembali bermain Psp-nya yang sekarang sangat ingin kubanting tepat didepan wajahnya.

Tidur bersama diranjang dan kamar yang sama ? Oh, God. Eottoke ? Geure, aku akan mengikuti permainanmu Cho Kyuhyun. Aku berjalan dengan terseok-seok karena gaun sialan ini. Aku harus segera berganti baju dan segera tidur. Hari ini benar-benar melelahkan. Pintu kamar yang aku buka pertama ternyata memang kamarku. Ralat, kamar kami. Dengan ranjang king size dan ada lemari dinding. Dengan cepat aku membuka gaun sialan ini dan meletakkannya begitu saja di atas ranjang dan menyisakan underwear melekat ditubuhku. Aku membuka pintu lemari dan masuk ke dalamnya mencoba mencari kaos kebangsaanku. Ternyata sudah ada banyak pakaian disini. Di sebelah kanan itu milikku dan disebelah kiri milik namja itu. Aku bergidik ngeri melihat underwear wanita yang terpajang rapi dan bisa dilihat oleh namja itu. Perasaanku mengatakan bahwa ini pekerjaan Ahra eonni. Siapa lagi kalau bukan dia ?

Dengan secepat kilat aku mengambil underwear yang paling dekat denganku. Bra-nya berwarna pastel. Ketika aku melihat mereknya ternyata merek Victoria’s secret. Tiba-tiba wajahku memerah malu. Bagaimana eonni bisa tahu bra yang aku pakai mereknya ini. Mataku jelalatan mencoba mencari kaos kebangsaanku tetapi aku belum bisa menemukannya. Di laci pertama yang aku buka ternyata tumpukan lingerie dan ini makin membuatku malu. Di laci kedua ternyata tumpukan gaun pendek. Ketika aku masih berkutat mencari kaos tiba-tiba aku mendengar seseorang masuk.

“ Mencari apa ?” suara berat Kyuhyun mau tak mau membuatku mendongkak. Sebenarnya aku ingin sekali menunduk mencoba menyembunyikan wajahku yang memerah karena malu. Ia memandang ke sebelah kanan dan mendapati pajangan undewear-ku. Lalu dia menoleh ke sebelah kiri dan mendapati bajunya telah tertata dengan rapi. Simple, tidak seperti milikku.

“ Aku mencari kaos.” Aku masih menjawab dengan perasaan malu. Aku sekarang hanya sedang memakai underwear berwarna kulit dan ada renda-renda halus yang terbuat dari satin. Walaupun underwear yang aku pakai jauh dari kesan nude tetapi tetap saja aku merasa malu. Bagaimana tidak, aku disaksikan setengah naked oleh seorang namja. Baru kali ini aku memperlihatkan setengah tubuhku yang telanjang kepada seorang namja. Dan namja itu adalah Cho Kyuhyun. Walaupun sekarang dia suamiku tapi tetap saja ini memalukan. Mungkin sekarang wajahku sudah berubah menjadi merah. Seperti lobster yang dimasak.

Ia memandangku dengan matanya yang tak aku suka. Mata tajamnya menatapku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Walaupun aku tidak naked tetapi dipandang seperti itu malah aku seperti sudah naked. “Nice Underwear.” Ujarnya pelan dan membuatku ternganga. Apa dia seorang Psiko ? Lalu dengan santai ia melangkah melewatiku dan membuka laci yang berada di ujung kanan. Ia mengambil kaos kebesaran berwarna putih dengan tulisan “Shut Up Them” dari laci itu dan memberikannya kepadaku.

“ Ini.” Ujarnya dengan suara pelan dan keluar dari lemari dinding sebelum aku sempat mengucapkan terimakasih. Aku hanya bisa menelan ludah, malu. Jangan sampai hal ini terjadi lagi nanti.

Aku segera keluar dan masuk kekamar mandi. Mandi dengan air dingin yang membuatku tenang. Kali ini apa yang akan terjadi lagi padaku. Semoga bukan sesuatu yang buruk. Dengan cepat aku memakai baju yang Kyuhyun ambilkan untukku. Kaos yang panjangnya diatas lututku. Keluar dari kamar mandi membuatku semakin ngantuk. Dengan perlahan aku tertidur karena lelah.

Welcome my dream.” Aku rasa aku akan mati sambil tertidur.

 

Cho Kyuhyun POV

Aku menatap kamar kami dengan pandangan tajam. Kejadian tadi masih tersimpan jelas dimemori otakku yang jenius ini. Saat aku ke kamar dan tidak menemukan Hyori dan malah menemukan gaunnya. Dengan penasaran aku masuk ke kamar dinding dan menemukan Hyori yang hanya memakai Undewear berwarna kulit. Jujur, saat itu dia terlihat seksi. Dengan kulit pucatnya dan rambut pendek berwarna cokelat dan wajahnya yang cantik, dia hampir membuatku gugup.

Tiba-tiba aku merasa beruntung mempunyai istri seperti dirinya. Walaupun dia masih kuliah tingkat akhir tapi setidaknya aku sudah memilikinya. Entah mengapa tiba-tiba aku terobsesi padanya. Tidak mau dirinya dimiliki oleh orang lain selain diriku. Bukankah itu wajar ? dia adalah istriku dan wajar saja aku tidak mau dia dimiliki oleh orang lain.

“ Kira-kira dia sedang apa ?” Aku bangkit dan mencoba mengacuhkan Psp-ku yaitu istri pertamaku dan Hyori istri keduaku. Dengan perlahan aku membuka pintu kamar supaya tidak menimbulkan suara. Mataku mendapati dia tengah terlelap. Secara cepat aku masuk dan menutup pintu sepelan mungkin tak ingin mengganggu dia. Dengan langkah pelan aku menghampiri ranjang dan duduk dipinggirnya untuk mengamati dia. Dia tertidur dengan lelap. Wajahnya terlihat sangat lembut, cantik dan damai. Dia memang lebih sempurna saat tidur.

Mataku mengamati dirinya dengan perlahan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya pendek tetapi malah membuatnya terlihat lebih fresh, tubuhnya yang mungil dibalut kaos selutut membuat dia terlihat seksi dan kakinya yang sering terbungkus oleh jeans ternyata jenjang dan mulus. Biasanya aku hanya menyukai yeoja berambut panjang dan halus tapi entah mengapa kali ini aku menyukai Hyori yang berambut pendek.

“ Yeppeo.” Ujarku pelan pelan dan mengelus rambutnya. Entah mengapa tiba-tiba aku ingin mengelus rambutnya. Aku mencium rambutnya dan mendapati aroma peach yang menurutku sangat manis. Rambutnya halus terawat. Tanpa aku sadari sekarang aku sudah mengelus pipinya yang chubby. Dan entah dorongan darimana aku ingin mencium keningnya. Dengan perlahan aku mencium keningnya memenuhi hasrat yang tiba-tiba datang.

Sesaat aku mengira dia terbangun tetapi dia ternyata hanya menggeliat. Tangannya melebar dan membentuk huruf V. Kerah kaosnya jatuh hingga menunjukkan bahunya yang ternyata terdapat tali bra berwarna hitam berenda. Tanpa sadar aku meneguk saliva-ku. Penampilannya benar-benar membuat diriku hampir lepas kendali.

Cho Kyuhyun ! sadarlah. Dia bukan orang yang sangat baik. Dia sangat menyebalkan dan kau tahu itu. Aku menepuk pipiku dengan keras dua kali. Dan tanpa sadar aku memandang leher dan bahu Hyori yang terbuka. Tiba-tiba entah mengapa aku ingin mencium lehernya. Aku tahu, aku memang sangat lemah jika dihadapkan pada leher dan bahu seorang yeoja. Tanpa aku sadari aroma tubuh Hyori menyerang indera penciumanku. Aroma peach ditambah dengan aroma bubble yang entah mengapa malah membuat Hyori terlihat lebih seksi.

Argh, Cho Kyuhyun sadarlah. Kau tidak boleh tergoda. Aku menunduk dan lebih mendekat kepada Hyori. Entah mengapa aku menyerah dan membiarkan instingku yang bekerja. Aroma peach dan bubble semakin terasa dekat. Dengan perlahan wajahku aku dekatkan ke bahu Hyori. Menatap bahu dan lehernya yang jenjang. Aroma tubuhnya semakin kuat. Aku mencium bahunya dan menggigit pelan lehernya. Semoga dia tak terbangun gara-gara gigitanku ini. Rasanya sangat manis. Aroma tubuhnya membuat aku ingin terus mencium lehernya. Lehernya yang jenjang membuat aku menciumnya berkali-kali dan tanpa sadar aku membuat kiss mark dilehernya.

“ Euhmmm.” Aku tergagap karena mendengar suara desahan Hyori yang sangat sensual. Membuat aku tak ingin berhenti mengeksplorasi leher dan bahunya. Tiba-tiba bagiku mencium lehernya seperti candu bagiku. Dengan perlahan aku mengangkat wajahku dari leher Hyori dan menatap wajah Hyori.

Untung dia masih tertidur. Kira-kira dia bermimpi apa ?

Aku bangkit dari tempat tidur. Mencoba untuk tidak membangunkannya. Seharusnya karena kau mencium dan menggigit lehernya harusnya dia akan terbangun. Tetapi mengapa ini tidak ? dasar yeoja yang tidur seperti kuda nil. Wajah Hyori yang terlihat suci dan polos tanpa sadar membuat aku tersenyum. Cih, wajah yang polos. Polos darimana ? Suci darimana ? apakah yeoja ini saking polosnya dan dengan bebas bisa berbuat semaunya hingga membuat aku seperti ini?

“ Dasar yeoja sok innocent.” Ujarku pelan dan terdengar seperti mendengus sebal. Dengan langkah lebar aku keluar dari kamar meninggalkan Hyori dengan kiss mark dilehernya. Tanpa sadar aku tersenyum senang dan evilsmirk-ku muncul. Mengingat bahwa aku meninggalkan tanda pada leher Hyori yang berarti dia adalah milikku seperti raja hutan menandai wilayah kekuasaanya.

 

Hyori POV

“ Ah.” Aku menggeliat dari tidurku mencoba bangun. Tetapi entah mengapa tubuhku terasa berat dan aku merasa ada lengan besar seorang namja yang melingkari pinggangku dan punggungku terasa hangat. Namja ? tunggu dulu. Aku berusaha mengingat kejadian yang terjadi kemarin. Tiba-tiba kenangan buruk tentang kemarin menghantam otakku tanpa sungkan. Aku menikah dengan Cho Kyuhyun karena dijodohkan ? Tuhan, katakan itu bohong.

Dengan perlahan aku mencoba membuka mataku yang rasanya sangat lengket. Mungkin efek karena tidur hampir 10 jam. Dengan takut-takut aku memandang kearah bawah dan mendapati lengan besar dan hangat melingkari pinggangku dengan erat. Dan tanpa aku sadari dan rasakan lengan satunya lagi menjadi bantal kepalaku. Tuhan ? maksudnya ini apa ?

Berbalik, jangan, berbalik, jangan. Tuhan, jika aku berbalik nanti aku akan menemukan sebuah mimpi buruk. Tiba-tiba tangan itu mengeratkan pelukannya dan membuatku semakin gugup sekaligus takut. Apa yang aku lakukan semalam ? aku merasa, aku hanya tertidur dari sore setelah pemberkatan dan aku tak mengingat kejadian selanjutnya. Benar kah aku hanya tertidur ? tiba-tiba aku merasa ragu.

“ Jagiya.” Tiba-tiba suara bass memasuki ruang pendengaranku. Pelukannya malah semakin erat dan bahuku terasa panas.

Aku memejamkan mata saat rasa panas itu menjalar dibahuku rasanya benar-benar tidak nyaman. Tiba-tiba aku merasa leherku juga diciumnya dan malah digigit olehnya. Walaupun dia menggigit dengan pelan tetap saja rasanya sakit. Digigitkan dengan gigi bukan dengan lidah. Seketika itu pula aku rasa leher dan bahuku dijilat olehnya. Sebenarnya dia tertidur atau sudah terjaga ?

“ Kau sudah bangun ?” ujarnya lembut dan lengannya mengelus rambutku.

Aku bergidik ngeri. Bagaimana bisa suara sang napeun namja itu selembut ini ? apa dia salah makan saat aku sedang tidur ?

“ Sudah. Bisakah kau melepaskan lenganmu yang melingkar dipinggangku. Itu rasanya sangat berat. Kau harus tahu itu.” Aku mencoba bersuara datar tetapi yang aku dengar namja itu hanya tertawa pelan. Membuatku ingin menggigit tangannya saja.

“ Bukankah kau yang tadi malam mengeluh kedinginan ? makanya aku memelukmu supaya kau hangat, jagiya.” Dia semakin mengeratkan pelukannya ketika aku ingin melepaskan lengannya dari pinggangku. Wajahku memerah mendengar perkataannya.

Benarkah aku berkata seperti itu tadi malam ? “ Kau tidak harus memelukku. Bukankah kau bisa mengambilkan selimut untukku ?”

“ Tapi, aku ingin memelukmu supaya kau hangat.”

Aku mendengus dan segera melepaskan pelukannya walaupun agak sulit. Mengapa tidak terpikir untukku melepaskan pelukannya sejak tadi dan bukannya sekarang ketika aku sudah merasa sangat malu. Aku segera duduk dan memandang wajah Cho Kyuhyun yang saat ini sedang memandangku dan tangannya bergerak untuk memelukku lagi dan kelihatannya dia berhasil memelukku walaupun aku sudah duduk.

“ Ya ! lepaskan aku. Sebenarnya kau kenapa ?”

Dia memamerkan evilsmirk-nya dan segera melepaskan pelukanku dan ikut duduk sambil berhadapan denganku. Ia lalu memegang bahuku membuatku mengejang. Aku rasa bahuku terasa sakit. “ Aku hanya ingin mencium leher dan bahumu.”

“ Ya ! shirreo.” Aku melepaskan pegangannnya dibahuku.

“ Harus ! dalam perjanjian itu kau harus menurutiku. Lagipula ini semua salahmu. Mengapa kau harus memamerkan lehermu yang jenjang itu saat kau tidur. Siapa yang tidak tergoda ?”

Aku memukul kepalanya. “ Mesum. Shirreo.”

Dia tiba-tiba memegang bahuku erat dan mencium bahu serta leherku. Dia membuat banyak kissmark dileherku serta merta aku langsung berjengit. Rasanya bahu serta leherku memanas. Aku tidak suka sensasi saat dia menciumku. Tetapi, aku tidak bisa melawannya karena perbedaan kekuataan antara yeoja dan namja yang sangat besar.

Dia segera melepaskanku setelah dia merasa bahwa aku sudah tidak melawannya lagi dan hanya pasrah terhadap yang dia lakukan. Lalu dia menatapku dan mengelus rambutku dan secara tiba-tiba dia memelukku. “ Mianhe. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Hanya saja aku ingin menjadikanmu milikku. Aku tidak mau kau menjadi milik namja lain.”

Aku hanya bisa tertawa puas di dalam hati. Akhirnya siapa yang jatuh cinta duluan dan langsung menyerah. Cho Kyuhyun yang over confident bisa langsung menyerah begitu. Sebenarnya apa yang membuat dia jatuh cinta kepadaku ?

“ Ya, napeun namja. Sebenarnya apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku ?” tanyaku dengan suara tajam sekaligus penasaran dari pelukannya. Dia masih belum mau melepaskan pelukannya dan sekarang tangannya sedang bermain dirambutku.

“ Semuanya dan tanpa terkecuali. Aku baru menyadari bahwa aku mencintaimu saat kita sedang memotret di sungai Han. Aku merasa kau lebih cantik daripada pemandangan Sungai Han sekalipun dan itu membuatku berdebar-debar. Kau yang tidak sama seperti yeoja-yeoja lain. Mereka dengan mudahnya takluk kepadaku walaupun aku hanya tersenyum. Tetapi kau hanya bersikap cuek dan acuh walaupun aku sudah berusaha memikatmu.”

“ Kau sekarangpun sedang berusaha memikatku dengan rayuanmu ini ?”

Dia tertawa pelan “ Sepertinya begitu dan aku gagal. Bagaimana caranya supaya kau jath cinta kepadaku wahai nyonya Cho ?”

Aku berjengit ketika dia memanggilku nyonya Cho tepat ditelingaku dan rasanya sangat geli. “ Hentikan bersikap seperti itu tuan Cho. Tapi, rasanya aku tidak terlalu suka dengan panggilan nyonya Cho. Lagipula aku lebih cocok sebagai adikmu.”

“ Maksudmu ?” Aku bisa merasakan dia sedang merasa heran dan alis kirinya pasti naik ke atas. Hal yang menurutku sangat keren dan itu juga bisa dilakukan oleh Joong Ki. Upss, Mianhe Kyuhyun-ssi.

“ Wajahmu yang lebih tua membuat aku jika berada disampingmu seperti adikmu. Apalagi mukaku baby face.” Aku tertawa pelan dan mencoba melepaskan pelukannya tetapi gagal.

“ Geure. Terserah kau saja. Katakan padaku bagaimana supaya kau bisa jatuh cinta kepadaku wahai nona Park ?”

“ Nona Park ? rasanya di telingaku terdengar seperti nona taman ya ?” Aku berusaha menggodanya dan terlebih supaya aku tidak tegang.

“ Geure. Hyori-ya bagaimana supaya aku membuatmu jatuh cinta kepadaku ?” Dia lagi-lagi berkata tepat didaun telingaku dan ini membuatku geli. Tangannya mengelus rambutku dan tangan satunya lagi mengeratkan pelukannya dipunggungku.

Bagaimana aku harus menjawabnya ? Lagipula aku belum jatuh cinta kepadanya walaupun aku merasa aku juga mulai tertarik padanya. Tapi, tertarik belum tentu cinta kan ?

Aku menghela nafas dan melepaskan pelukan Kyuhyun. Sepertinya kali ini dia menyerah dan mencoba menuruti apa yang aku mau. Wajah kami saling berhadapan dan mataku bersirobok dengan matanya. Aku memegang kedua pipinya dan membuat pandangan kami jadi intens. Dengan pelan aku menempelkan keningku dan keningnya dan wajah kami hanya terpisah beberapa centi saja. Aku rasanya mendengar suara detak jantung Kyuhyun yang tidak beraturan dan aku bisa merasakan nafasnya yang menerpa kulitku.

Wajahnya memerah dan ini membuatku ingin tertawa. Begitu mudahnya seorang Cho Kyuhyun takluk padaku. “ Aku akan mulai belajar mencintaimu. Walaupun itu mungkin memakan waktu yang lama tapi aku janji walaupun aku masih belajar, aku tidak akan memalingkan wajahku darimu. Aku akan berusaha agar dimataku hanya ada dirimu. Tidak apa-apakan jika saat ini hanya seperti itu ?” ujarku pelan dan berusaha berkata selembut mungkin. Lalu aku melepaskan keningku dari keningnya dan mencium keningnya dengan lembut.

Aku masih merasakan bahwa Kyuhyun masih kaget dengan apa yang kulakakuan. Nafas dan jantungnya masih tidak beraturan. Aku menatap wajahnya dengan intens dan mencoba menetralisir rasa gugup dan kagetnya. “ Wae ? Apakah itu tidak cukup ?” Dia masih bergeming dan aku melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya yaitu mencium bibirnya.

Ketika aku mencium bibirnya barulah dia sadar apa yang aku lakukan dan segera memelukku. “ Anni. Itu sudah cukup untuk saat ini Hyori-ya. Aku ingin membatalkan perjanjian bahwa kita akan bercerai setelah kita menikah selama 3-6 bulan. Aku tidak pernah mau bercerai denganmu.”

“ Napeun. Padahal sepertinya asyik jika aku jadi bercerai denganmu.” Gurauku dan dia segera memukul belakang kepalaku. “ Appo. Aku tidak jadi belajar mencintaimu.”

“ Shirreo. Kau harus tetap belajar mencintaiku. Dan aku berharap rasa cintamu pada Song Joong Ki-mu itu bisa hilang dan jadinya kau hanya mencintaiku. Aku tidak menyuruhmu untuk melupakannya tetapi kenanglah dia. Cukup dikenang saja. Tak boleh lebih, karena disisimu sekarang ada aku dan bukan Joong Ki-mu itu. Anni, karena sekarang ada Kyuhyun-mu dan bukan Joong Ki.” Dia memelukku erat seakan aku akan berlari ketika dia melepaskan pelukannya.

Aku tersentak saat mendengar penuturannya. Bagaimana dia bisa tahu tentang Joong Ki-ku. Aku rasa tidak ada yang tahu mengenai Joong Ki selain Heechul dan buku harianku. Jika Heechul tidak mungkin. Karena mereka belum terlalu akrab dan pastinya Kyuhyun masih sungkan. Yang paling mungkin dia membaca buku harianku yang aku simpan dilaci meja dikamarku yang lama. Bagaimana mungkin ?

“ Bisakah kau lakukan itu ?” Tanyanya lagi masih dengan suara lembut. Aku hanya bisa mengangguk. “ Anak pintar. Dan aku minta maaf soal lehermu Hyori-ya.”

Aku menautkan alisku dengan heran sekaligus penasaran. Memangnya ada apa dengan leherku ? Aku melepaskan pelukanku dan segera berjalan menuju cermin rias dan dicermin itu aku melihat seorang yeoja dengan rambut pendek dan kusut serta kaos yang mencapai lutut dan kerahnya sudah miring sehingga memperlihatkan tali bra dan bahu dan yang paling parah banyak kissmark yang ada dilehernya. Dileher yang berada dibagian depan sampai belakang tak luput dari kissmark. Aku menatap bayanganku dengan ngeri dan tiba-tiba merasa ngeri dengan sikap Kyuhyun yang terobsesi dengan leherku. Bagaimana dia melakukan ini dan aku tidak sadar ?

“ Kyuhyun-ssi ! apa yang kau lakukan dengan leherku ?!” Aku melemparkan bantal kepadanya dan dia hanya pasrah menerima serbuan bantal karena dia merasa bersalah.

Joong Ki-ah bolehkah aku mencintai namja lain selain dirimu ?

 

Author POV

Beberapa hari yang lalu sebelum pernikahan

Kyuhyun berjalan menuju kamar Hyori yang kosong karena Hyori sedang berada di kampusnya. Ia membuka pintu kamar Hyori dengan pelan supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Dia masuk ke kamar Hyori dan menemukan kamar Hyori yang rapi dengan cat berwarna baby blue. Disebelah kiri ranjang terdapat rak buku yang hampir semuanya terisi komik keluaran Jepang dan disebelah kanan ranjang terdapat meja dengan dua laci dan diatasnya terdapat lampu tidur. Terdapat beberapa pigura photo di atasnya. Photo Hyori yang tersenyum bahagia bersama namja tampan yang berkacamata.

Ia duduk di sisi ranjang sebelah kanan dan membuka laci pertama. Ia menemukan sebuah buku yang sepertinya buku harian Hyori. Tangannya dengan cepat mengambil buku itu dan tiba-tiba sebuah benda yang diselipkan dibuku harian itu jatuh ke lantai. Ia mengambilnya dan ternyata itu sebuah photo. Photo Hyori saat SMA dengan seorang namja tampan yang berkacamata sama seperti pigura yang berada di atas meja. Disana hyori tersenyum bahagia. Tangannya menggandeng lengan namja itu dan tangan satunya berpose V-sign. Namja itu tidak melihat ke kamera tetapi melihat ke arah Hyori dengan pandangan memuja. Bibir namja itu tersenyum simpul tetapi masih terlihat bahagia. Mereka mengenakan jam yang sama. Mereka terlihat cocok dan bisa dikatakan mesra. Lengan namja itu memeluk pinggang Hyori sehingga tubuh Hyori condong menuju ke arah namja itu.

Kyuhyun membalikan photo dan mendapati tulisan disana.

Park Hyori dan Song Joong Ki.23 Maret 2009 di Kwanghee school.

Dia menyelipkan photo itu ke dalam buku harian. Awalnya berniat untuk mengembalikan buku harian itu kelaci tetapi tiba-tiba rasa penasarannya muncul. Ia membuka halaman tengah dan segera membacanya.

20 Maret 2009

Dia ternyata menyukaiku. Aku kira selama ini aku bertepuk sebelah tangan karena dia begitu dingin kepadaku. Dibalik sikap dinginnya itu tersimpan perhatian yang luar biasa. Aku baru tahu ternyata cokelat yang dia buang dulu itu diambilnya kembali setelah aku pergi. Minuman yang aku beri kepadanya ternyata tidak dia minum tetapi dia simpan dan handuk yang aku berikan saat dia berolahraga tetap dijaganya.neomu Haengbokhae. Saranghe, Joong Ki-ah. J :*

 

25 Maret 2009

Tiba-tiba sikapnya berubah. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Dia sering menghilang tiba-tiba belakangan ini sehingga aku jarang bertemu dengannya. Tapi, saat kami bertemu dan aku menanyakan kemana dia pergi, dia hanya menjawab bahwa dia pergi ke Busan, dimana rumah neneknya berada. Saat tanggal 23 kemarin dia tiba-tiba bersikap romantis bahkan dia memberiku bunga swarovski dan yang lebih anehnya dia meminta berphoto bersama denganku. Dia begitu romantis, bahkan dia memeluk pinggangku, hal yang tidak pernah dilakukannya selama ini. Dia biasanya bersikap cuek tapi perhatian dan tidak pernah melakukan skinship kecuali berpegangan tangan denganku. Apa ini sesuatu yang buruk atau baik ? tetapi aku bahagia.

 

Kyuhyun langsung mengganti lembar halaman Diary Hyori ke halaman terakhir dengan perasaan sebal. Dia tak suka membaca buku harian Hyori karena dibuku ini sepertinya penuh dengan hal yang berbau Song Joong Ki dan itu membuatnya sangat gusar. Rasanya seperti kau tahu bahwa pacarmu selingkuh didepanmu dan kau tidak bisa melakukan apa-apa. Yang hanya bisa kau lakukan adalah diam dan menerima. Dan Kyuhyun tidak menyukai hal itu.

28 April 2009

Aku baru tahu suatu kenyataan. Dia ternyata sakit. Sakit yang tidak bisa disembuhkan. Dia telah mengidapnya sejak lama. Mengapa aku baru tahu tentang hal itu sekarang ? aku selama ini hanya bersikap bodoh dan tak mengerti tentang Joong Ki. Aku benar-benar bodoh, rasanya aaku ingin membenturkan kepalaku ke tembok rumah sakit karena selalu bersikap bodoh. Bagaimana mungkin Eum Ra sudah tahu dan aku belum tahu.

Saat, aku datang ke rumah sakit dan mendapati Joong Ki berbaring seperti pesakitan. Wajahnya yang tampan terlihat pucat dan tubuhnya menjadi lebih kurus. Bahkan untuk tersenyumpun sepertinya begitu sulit. Melihatnya dalam keadaan seperti itu aku malah menangis dan bukan menghiburnya. Bahkan dia yang menghiburku supaya aku tidak menangis. Dia dengan suara lembutnya mengatakan kepadaku bahwa dia baik-baik saja dan dengan lembut dia mengelus rambutku seperti yang biasa dia lakukan jika aku marah terhdapnya. Dasar, Hyori babo. Aku menemaninya hanya sampai sore karena Joong Ki dengan paksa dan khawatir menyuruhku segera pulang. Aku hanya bisa menurut tanpa tahu apa yang akan terjadi. Mianhe, Joong Ki-ah. Aku berjanji aku akan selalu mencintaimu

.

2 Mei 2009

Entah mengapa perasaanku tidak enak. Bahkan semalaman aku tidak bisa tidur dan pertanda paling parah adalah pigura photoku bersama Joong Ki tiba-tiba jatuh tanpa alasan. Kacanya retak hanya dibagian photo Joong Ki. Aku merasa ini semua berhubungan dengan Joong Ki. Padahal baru tadi sore aku ke rumah sakit seperti biasa dan malah Joong Ki keadaannya semakin membaik. Apakah pertanda ini baik atau buruk ? Joong Ki-ah segeralah sembuh dan kau harus sering bersamaku. Aku tidak mau kehilanganmu. Jeongmal Saranghae, Joong Ki-ah.

 

3 Mei 2009

Perasaanku menjadi kenyataan. Joong Ki meninggal saat aku sedang berada di sekolah. Aku baru diberitahu oleh Eum Ra saat pulang sekolah. Saat aku tiba di rumah sakit, aku menemukannya diselimuti kain putih. Semua keluarganya memandangku iba. Eommanya bahkan memelukku saat aku menangis dan meraung menyuruh Joong Ki untuk bangun kembali. Aku merasa Joong Ki hanya sedang mempermainkanku. dia pasti akan bangun dan tertawa melihat tingkahku yang seperti itu dan dia akan memelukku dan berkata bahwa dia sudah sembuh. Tapi, sekeras apapun aku meraung dan menangis dia tidak bangun.

Saat aku sudah tenang, aku membuka kain yang menutupi tubuhnya dan menemukan wajahnya yang pucat tetapi disertai senyum. Joong Ki-ah apa maksud dari senyum itu ? di pemakamannya aku hanya bisa pasrah melihatnya ditimbun oleh tanah dan aku belum pergi saat semua orang sudah meninggalkan pemakaman. Hanya eommanya yang menemaniku. Ia memberikan sebuah buku besar dan aku baru tahu bahwa ternyata itu adalah buku tentangku. aku hanya bisa menangis tak karuan. Bolehkah aku menangis karenamu Joong Ki-ah ? karenamu aku bisa merasakan segalanya dan dalam hatiku yang terdalam, aku belum bisa merelakan kau pergi. Sungguh. Aku belum rela. Di hatiku rasanya masih ada kau disana dan kau tidak akan pergi. Aku tidak membolehkanmu pergi.

Catatan hariannya berisi semua tentang diriku baginya. Bagaimana dia mencintaiku dengan caranya sendiri, bagaimana dia tidak mau membuatku terluka. Bahkan dibuku itu dia menggambarkan karakterku yang tidak mau menyerah untuk mendapatkannya dan hal itu membuatnya sakit. Dia ternyata tahu dia sakit dan karena itu dia berkali-kali menolakku walaupun hatinya juga sakit karena menolakku. Kau memang sangat mengenalku dengan baik Joong Ki-ah.

Joong Ki-ah bagaimana mungkin aku bisa tidak untuk mencintaimu ?kau yang membuatku tahu rasanya gagal, patah semangat tapi kemudian bangkit lagi karena tidak mau kehilangan, rasanya bahagia, rasanya cemburu dan rasanya mencintai dirimu dengan utuh. Bagaimana bisa aku tidak mencintaimu yang begitu sempurna untukku ?

Saranghae, Joong Ki-ah. Saranghae.

Aku berjanji akan selalu mencintaimu. Tolong jaga hatiku, agar hatiku selalu untukmu dan jangan biarakan orang lain mengambil hatiku darimu.

Kyuhyun menghela nafas berat. Tugasnya sekarang adalah bagaimana caranya supaya dia bisa mengganti posisi Song Joong Ki dihati Hyori. Ia segera menyimpan buku harian itu kelaci semula dan keluar dari kamar Hyori dengan perasaan berat. Joong Ki bukan saingan yang mudah dan sangat sulit untuk menggantikan posisinya di hati Hyori yang begitu polos

Masalahnya adalah jika saja Joong Ki masih hidup, maka akan terasa lebih mudah. Dia hanya tinggal menemuinya dan menyuruh Joong Ki untuk merelakan Hyori untuknya dan membuat Hyori membenci Joong Ki. Tapi, kenyataannya Joong Ki sudah mati dan Kyuhyun harus bersaing dengan kenangan tentang Joong Ki yang ada di hati Hyori. Bersaing dengan sesuatu yang tidak nyata merupakan hal yang paling berat yang Kyuhyun rasakan saat ini.

 

-THE END-

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Feb 01, 2016 @ 03:45:53

    wow,,, keren…. sequelnya thor…..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: