STUCK IN BLOOD [2/?]

HBGC_20151023205212

Nama : Tian Cho

Judul : “STUCK IN BLOOD Part 2”

Tag (Tokoh/cast) : Cho Kyuhyun, Sarah Lee OC and others.

Genre : Romance, Mysteri, Fantasi

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Catatan Author : FF ini murni pemikiranku dan dimohon dukungannya dengan tidak memplagiat atau bash dengan komentar yang tidak smart. Makasih buat admin yang udah mau posting FF abal-abal ini. Btw salam kenal buat semuanya chingu aku Tian Cho kalo mau berkunjung ke blog aku ada FF lain masih dengan cast Cho Kyuhyun tentunya silahkan di www.chotianfanfiction.wordpress.com

Happy Reading all jangan lupa kritik dan saran yang bisa membangun ne!!

Preview:

“Seolma….kau juga sekolah di Hannyoung High School? Ahhaa…kau Cho Kyuhyun? Siswa misterius di angkatanku? Ya ampun aku baru pertama kali melihatmu.”

Kyuhyun menanggapi pertanyaan Sarah dengan senyum tipis, lalu terdengar suara Kyuhyun dengan suara yang sangat dalam. “Aku juga baru pertama kali melihatmu, seperti takdir kita bersekolah ditempat yang sama.”

Tak lama setelah sesi perkenalan mobil polisi menghampiri mereka, seorang polisi yang sedang berpatroli itu keluar. Sarah makin mengkerut dan setengah bersembunyi dibalik tubuh Kyuhyun. Ia terus memohon agar Kyuhyun membantunya, Sarah sudah sangat ketakutan jika ia harus berurusan dengan polisi. Apalagi polisi yang mendekati mereka berpenampilan super menyeramkan dengan kumis tebalnya.

STUCK IN BLOOD [PART 2]

Polisi menghampiri mereka dan entah bagaimana karena kejadiannya sangat cepat, Kyuhyun sendiri yang berbica dengan polisi itu lalu menyelesaikan semuanya. Tak sampai 15 menit dan yang Sarah ingat hanya polisi itu memasuki mobilnya lagi dan melaju meninggalkan mereka. Sarah bingung kenapa polisi tidak mempertanyakan mobilnya?

“Omo…kenapa polisi itu tidak menangkapku? Dan malah pergi Kyuhyun-ssi? Apa yang terjadi?”

“Jadi kau berharap ditangkap polisi?”

Sarah menggelengkan kepalanya cepat sambil mengibaskan kedua telapak tangganya. “Aniyo…. tentu saja tidak, apa yang kau katakan padanya Kyuhyun-ssi?”

“Jangan pikirkan apapun, karena masalahnya sudah kuselesaikan,  kau hanya perlu berterimakasih padaku.”

Sarah makin dibuat bingung dan mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Gomawoyo Kyuhyun-ssi. Oke aku tidak akan bertanya lagi tapi bagaimana dengan ganti rugi? Kau setuju jika aku membayarnya seminggu atau 2 minggu lagi eoh?”

Kyuhyun mengendikkan bahunya sekali lalu menjawab, “Oke…”

Sarah pun tersenyum lega setidaknya sekarang PR nya tinggal bagaimana berangkat sekolah dan apa yang harus dia lakukan dengan mobilnya yang mogok.

Kyuhyun terlihat sedang menelpon seseorang sambil beberapa kali melirik Sarah. Sarah masih diam dan setia melihat semua gerak gerik Kyuhyun yang menurutnya sangat anggun.

“Kita berangkat ke sekolah sekarang Sarah.” Kyuhyun menuntun Sarah menuju pintu mobil penuumpang, mobilnya tentu saja karena mobil Sarah mogok.

“Bagaimana dengan puppy-ku Kyuhyun-ssi? Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja.”

Kyuhyun menaikkan satu alisnya bingung dengan ucapan Sarah, “Puppy-ku?” ulangnya ragu-ragu. Sarah pun tersenyum bodoh.

“Maksudku mobilku Kyuhyun-ssi dia bernama Puppy, eotte?”

“Aku sudah menelpon mobil derek dan 10 menit lagi mereka tiba dan membawa mobilmu ke bengkel.” Sarah menatap Kyuhyun tak percaya, bagaimana bisa Kyuhyun seperhatian ini? Dia adalah korban hingga mobil bagusnya lecet karena Sarah lalu menyelesaikan masalah polisi dengan cepat dan masih memikirkan mobil Sarah yang rusak dan yang terakhir memberi Sarah tumpangan ke sekolah. ‘Ini aneh, hari ini aku sial sekaligus mendapat jackpot!’ gumam Sarah dalam hati karena jujur saja ini pertama kali Sarah berinteraksi dengan namja selain Appanya, Joon adiknya dan Henry sahabatnya. Dan ini pertama kali bagi Sarah berinteraksi dengan namja lebih dari 20 menit, Henry tidak dihitung. ‘yeayy rekor baru!’

Mobil Kyuhyun telah sampai di parkiran sekolah. Sarah masih belum menyadari dan masih sibuk dengan pikirannya sendiri hingga napas Kyuhyun menyapu pipinya dengan lembut. Sarah terperanjat karena Kyuhyun yang begitu dekat membuat matanya melotot dan pipinya merona. Kyuhyun menjauhkan wajahnya seraya berkata, “Aku sudah membuka seat belt mu, ayo keluar! Atau terlalu nyaman didalam mobilku?”

Sarah pun sadar jika dia yang terlalu ge-er mengira Kyuhyun akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan hormon remaja, kalian pasti tahu kan? Tapi nyatanya hanya membuka seat belt, meski agak kecewa tapi Sarah bersyukur karena dengan begitu saja jantungnya sudah melompat kegirangan bagaimana jika lebih jauh, dia belum mau meninggal karena serangan jantung tentu saja. Sarah mengabaikan sindiran Kyuhyun tentang betapa nyaman mobil mahalnya, oke bagian itu Sarah tidak menampik bahwa memang benar mobil Kyuhyun sangat nyaman berbeda jauh dengan mobil bututnya. Maafkan aku Puppy!!

Sarah dan Kyuhyun keluar dari mobil Kyuhyun dan langsung menjadi sorotan para yeoja sekolahnya yang menatap heran pada Sarah dan Kyuhyun. Jika Kyuhyun sendiri yang keluar dari mobilnya mungkin akan sangat keren seperti tokoh utama dalam film dan itu memang seharusnya terjadi. Tapi ini berbeda, Sarah Lee yeoja kelas I yang penampilannya jauh dari kata modis dengan kacamata bertengger di hidungnya, kulit pucat, rambut berwarna cokelat karamel yang dikepang satu dari atas seperti karakter Putri Elsa dalam film Frozen. Yang jelas semua fans Kyuhyun di sekolah itu mengutuk Sarah seperti gulma yang mengganggu tanaman berharga mereka. Sarah yang mengerti akan tatapan para yeoja mendekati Kyuhyun menyerahkan secarik kertas.

“Kyuhyun-ssi gomawoyo, igo….ini nomorku aku akan menghubungimu jika uangnya sudah ada, anyeong!”

Sarah berjalan cepat dan seolah tak menghiraukan tatapan bengis disekitarnya menuju kelas dan memikirkan tentang masalahnya mungkin berdiskusi bersama Jiyeon dan Henry sahabatnya akan lebih baik. Henry dan Jiyeon sudah bersahabat sejak kecil karena rumah mereka bersebelahan di kawasan Cheongdamdong distrik Gangnam tentu saja karena mereka bukan orang biasa seperti Sarah, mereka memang orang kaya yang terjebak berteman dengan Sarah begitu kira-kira kata para siswa melihat persahabatan mereka.

Sarah sampai dikelas pertamanya, kelas World History dan tentu saja sekelas dengan Henry dan Jiyeon karena mereka memang sepakat untuk mengambil hampir semua kelas bersama. Sekolah mereka mewajibkan siswanya mengikuti 2 kelas bahasa asing modern pilihan. Sarah mengambil kelas bahasa Prancis dan Jepang, Jiyeon menggambil kelas bahasa Jerman dan Prancis lalu Henry mengambil kelas bahasa Jerman dan Prancis. Sehingga mereka tetap disatukan meski tidak bertiga dalam satu kelas.

Untuk club ekstra, Sarah memilih HENC (Hanyoung English News Club) karena Sarah sangat menyukai bahasa Inggris bahkan ia sudah menguasainya sejak umur 12 tahun. Sarah mengikuti club ini untuk menunjang karirnya sebagai penerjemah di salaah satu penerbit, sudah sejak 1 tahun belakangan Sarah menjadi freelance. Baginya pekerjaannya mudah karena tidak terbentur dengan waktu sekolahnya sekaligus menambah koleksi novel dan bacaannya gratis.

Sarah mengedarkan matanya mencari Henry dan Jiyeon hingga menangkap Henry yang duduk di meja nomor 3 sebelah kanan itu corner favoritnya. Entah bagaimana Henry yang notabene keturunan Cina itu percaya dengan fengshui sehingga tempat duduk yang tepat menurut fengshui pun mempengaruinya dalam memilih bahkan tidak Cuma tempat duduk tapi apapun ya apapun.

“Henry-ah anyeong!” Sapa Sarah pada namja tampan dengan wajah imut dan mata sipit itu, Henry pun tersenyum pada Sarah dan membalas sapaannya.

“Hey Elsa anyyeong!” Kenapa Henry memanggil Sarah dengan sebutan Elsa? Semua teman kelas yang mendengar juga merasa aneh dan bertanya-tanya hanya saja gengsi jika ingin tahu tentang Sarah. Henry memanggil sarah Elsa karena rambut Sarah yang dikepang mirip Elsa, apalagi dengan wajah bonekanya dengan mata berwarna cokelat karamel dan rambut berwarna senada dengan iris matanya ditambah kulit putih pucat dan jika Sarah membuka kacamatanya ia benar-benar seperti boneka daripada manusia. Namun Sarah yang kulitnya alergi matahari matanya juga sama sensitifnya sehingga ia selalu memakai kacamata saat siang hari dan melepasnya saat malam hari.

“Dimana Jiyeon?” Tanya Sarah sambil duduk dimeja depan Henry.

Henry tertawa mendengar pertanyaan Sarah lalu menunjuk seorang gadis yang berjalan kearah mereka yang mendudukkan diri disebelah Henry. Sarah yang mengikuti arah telunjuk Henry hanya melongo tidak percaya melihat penampakan yeoja dengan rambut cokelat tua dikepang persis sepertinya menngikuti karakter Frozen putri Elsa dan tak lupa kacamata berwarna pink yangg mencolok, itu Jiyeon.

“Ohh God! Apa kau salah makan Jiyeon-ah? Ke-kenapa kau berdandan seperti itu?”

Jiyeon membenarkan letak kacamatanya dan menatap Sarah tajam.

“Yak! Aku berdandan seperti ini karenamu phabo! Aku sangat tidak suka saat anak-anak itu mengejek penampilan sahabatku. Jika kau pikir aku aneh dengan penampilanmu berarti kau mengiyakan apa yang anak-anak sialan itu tujukan padamu. Aku sudah cukup lelah memintamu untuk mengganti gaya rambut dan selera fashionmu tapi kau kekeuh dan lebih memilih dihina. Kau pikir aku akan diam saja eoh?” Jiyeon menyelesaikan kalimatnya dengan cepat sekali nafas.

Sarah masih mencerna apa yang baru saja didengarnya dari Jiyeon, ia sangat tidak percaya dan merasa terharu karena Jiyeon begitu menyayanginya. Tanpa babibu Sarah langsung memeluk Jiyeon. “Gomaawo chingu, gomawo.”

“Jadi apa penampilanku aneh?” tanya Jiyeon setengah berbisik pada Henry dan Sarah yang hanya ditanggapi keduanya dengan senyum mengejek.

“Setidaknya meskipun kau aneh, tidak ada yang berani mengolok anak dari pemilik SS Home Shopping.” Ujar Sarah sambil masih tertawa renyah hingga matanya menangkap sosok tak asing yang berjalan kearahnya dan berdiri disamping mejanya.

Beberapa siswa kasak kusuk membicarakan Kyuhyun si misterius yang dengan jelas tertangkap telinga Sarah namun diabaikannya. Sarah masih memandangi Kyuhyun tak percaya jika mereka ternyata sekelas. Kyuhyun duduk disamping Sarah lalu melirik Sarah sekilas lalu bertanya dengan suara bassnya, “Apa aku boleh duduk disini Sarah?”

“Uhmm….kau sudah menduduki kursinya dan aku tidak berhak melarang kurasa?” Jawabnya sok santai, padahal hatinya bersorak sorai.

Kyuhyun tersenyum tipis lalu tidak ada percakapan diantara keduanya setelah itu membuat Sarah menjadi kikuk dan salah tingkah. Berulangkali Sarah mencoba fokus mendengarkan penjelasan Nam Saem tapi otaknya tak berhenti memikirkan makhluk tampan disampingnya. Sarah yang tidak pernah kesulitan berkonsentrasi dalam hal akademik merasa ini pertama kali dalam hidupnya merasa sesak dan kesulitan memahami penjelasan Nam Saem.

Sarah menoleh ke belakang kearah Henry dan Jiyeon meminta kekuatan dari kedua sahabatnya. Jiyeon pun tersenyum lebar sambil berbisik, “Ya tuhan sialan kau Sarah Lee! Andai saja aku yang hari ini duduk ditempatmu kurasa ia akan duduk disebelahku!” Sarah hanya mengernyit mendengar pernyataan gak penting dari Jiyeon lalu melirik Henry tersenyum tipis sambil mengendikkan bahunya acuh.

Sarah kembali menatap ke depan mencoba mendengarkan lagi penjelasan nam Saem lalu ia merobek bukunya dan menulis:

[Aku tidak bisa memendam ini lebih lama aku tidak sabar untuk mengatakan jika aku tadi mengalami kecelakaan dan mobilku rusak parah bagian depannya penyok hingga mogok dan sialnya aku menyerempat bagian belakang mobil mewah yang ternyata milik Kyuhyun. Lalu polisi datang yang ditangani Kyuhyun secepat mengerjakan matematika SD lalu dia memanggil tukang derek yang membawa mobilku ke bengkel serta memberiku tumpangan ke sekolah yang membuat banyak anak sekolah kita yang sudah mem blacklistku memandang dengan tatapan membunuh. Sekarang dia duduk disampingku dikelas ini diantara sekian banyak kursi kenapa dia memilih sebelahku? Apa kalian berpikir dia tidak akan melepaskanku hingga aku membayar ganti rugi mobilnya? Jujur saja jika kalian memiliki info pekerjaan yang cocok untukku saat weekend tolong beritahu aku. Aku membutuhkannya kawan! Ohh satu lagi ponselku baru,hehe]

Sarah memberikan kertas chatting pada mereka karena Nam Seongsaem sudah mulai mengoceh. Sarah melirik kearah Kyuhyun lagi, Kyuhyun masih diam ditempatnya tanpa terganggu dengan tatapan Sarah.

“Omo!!!!!” Pekik Jiyeon yang membuat Nam Saem berhenti bicara dan menatap tajam kearah Jiyeon. Henry menjitak kepala Jiyeon pelan sambil menempelkan telunjuknya di bibir menyuruh Jiyeon diam. Sarah hanya meringis dan sudah menduga jika Jiyeon akan berteriak membaca ceritanya. Meskipun mereka bisa menceritakannya saat istirahat tapi Sarah sangat tidak tahan untuk segera memberitahu Jiyeon. Jiyeon pun segera menutup mulutnya dan meminta maaf. Sarah menerima kertas balasan dari Henry dan Jiyeon.

[Demi dewa olympus!! Aku membencimu Sarah Lee! Kenapa kau bisa begitu beruntung dan apa itu kau menumpang mobil Kyuhyun ya ampun aku bahkan sudah mengincarnya tapi tak pernah bisa menembusnya tapi kau dengan kegilaanmu menabrakkan mobilmu tadi membawamu ke surga. Aku akan mengikuti caramu, besok aku harus menabrakkan mobilku juga. Aku tidak bisa berkata-kata lagi aku tunggu cerita selengkapnya nanti istirahat, kau merusak moodku dengan cerita sialanmu yang membuatku iri setengah mati, aku membencimu!]

Sarah hanya mendengus pelan membaca balasan dari Jiyeon, meskipun Henry ikut membaca tapi dia memilih tidak ikut berkomentar atau mungkin belum. Dan betapa bodoh temannya yang sialan kaya dan cantik itu kenapa menganggapnya sengaja menabrak dan akan ikut-ikutan menabrakkan mobilny juga? Hell!! Sebenarnya siapa yang kecelakaan tadi pagi? Kenapa malah Jiyeon yang sakit jiwa?

Kyuhyun diam-diam memperhatikan Sarah dan menyadari jika iris mata Sarah berwarna caramel sewarna dengan warna rambutnya yang cukup mencolok . Ini membuat Kyuhyun frustasi kenapa aroma tubuh Sarah sangat menggiurkan hingga rasanya ia ingin segera menancapkan gigi taringnya dileher Sarah dan menghisap darah Sarah tak bersisa. Tenggorokannya seperti ditusuk ratusan besi panas saat ini hanya karena mencium aroma darah Sarah, padahal selama ini ia sudah bisa beradaptasi tanpa merasa kesulitan menahan hasrat vampirenya saat berdekatan dengan manusia. Sejak pertama melihat Sarah dan mencium aroma tubuh Sarah, Kyuhyun sudah sangat penasaran.

Namun anehnya kenapa warna mata Sarah seperti itu? Tidak seperti warna mata manusia lain. Dan jujur saja sejak tadi dia bertanya-tanya siapa Sarah sebenarnya? Kenapa aromanya berbeda dengan manusia lain yang ada disekitarnya. Kyuhyun menyimpan semua pertanyaannya dalam hati. Pelajaran World history yang dianggap Sarah dan hampir seluruh kelas membosankan akhirnya selesai. Mereka pun menuju loker masing-masing untuk mengganti buku pelajaran dan masuk  ke kelas selanjutnya.

***

-Istirahat-

Sarah, Jiyeon dan Henry berjalan menuju kantin dan mengambil makanan masing-masing lalu duduk dikursi kosong. Ketiganya makan dengan cepat karena sudah tidak sabar untuk bercerita. Jiyeon pun meneguk jus jeruknya hingga sisa setengah.

“Jadi bagaimana? Ceritakan padaku versi lengkapnya Sarah! Palli!”

Sarah yang belum selesai makan, menelan makanan dimulutnya dengan susah payah. Henry hanya prihatin melihat kelakuan Jiyeon yang memaksa Sarah.

“Habiskan dulu makananmu, pelan-pelan Sarah agar tidak tersedak. Jiyeon bersabarlah biarkan Sarah makan dulu.” Ujar henry sok bijaksana menasehati Sarah dan Jiyeon.

Sarah hendak membuka suara namun tak jadi karena kedatangan HyeRim yang menyiram jus apel diatas rambutnya. Jelas saja Sarah tidak dapat menutupi kekesalannya pada HyeRim yang terang-terangan membully nya disini. Sarah pun berdiri menghadap Hyerim dengan mata berkobar.

“Yakk!!! Apa kau berada di taman kanak-kanak sehingga kau tidak tahu jika jus apel seharusnya diminum bukan disiramkan dikepala oranglain?” Teriak Sarah tepat diwajah Hyerim.

Sedangkan Jiyeon sibuk mengeluarkan berlembar-lembar tissue lalu membersihkan rambut Sarah. Hyerim menarik napasnya meski agak bergidik mendengar teriakan Sarah, ia merasa tidak boleh terintimidasi.

“Kau memang pantas mendapatkannya Sarah Lee! Kau pikir dirimu siapa berangkat bersama Cho Kyuhyun? Kau tidak pantas, lihatlah dirimu itik buruk rupa yang miskin dan sangat menyedihkan!”

Sarah makin merasa geram pada Hyerim, ini sudah terjadi selama 3,5 tahun sejak awal Junior High School hingga saat ini. Baek Hyerim anak dari Baek Geon Woo pemilik Paradise Resto yang kebetulan menjadi tempat eommanya bekerja sebagai koki disana. Dan ini adalah hal normal jika Hyerim selalu mengganggu Sarah dengan alasan apapun selalu menjadi topik dan selalu ia yang menjadi tersangka dimata Hyerim. Semua yang Sarah lakukan selalu dicerca dan semua orang yang dekat dengannya dipaksa menjauh hanya jiyeon dan Henry saja yang masih berpihak padanya sampai saat ini.

“Hah?!! Jadi kau iri padaku hanya karena tidak bisa berangkat bersama Cho Kyuhyun sedangkan aku yang kau anggap buruk rupa ini tadi pagi berangkat bersamanya? Ah iya….kau belum tahu kan jika saat pelajaran World history kami duduk bersebelahan dan melanjutkan obrolan mengasyikkan kami sejak di mobil. Bahkan aku dapat mencium aroma parfumnya yang ugh kau tahu wangi mint bercampur musk yang maskulin kan? Kau bahkan tidak pernah berbicara dengannya apalagi mencium wangi tubuhnya?”

Sebenarnya sarah tidak begitu yakin dengan apa yang dikatakannya tentang Kyuhyun pada Hyerim barusan. Sarah hanya menyombongkan diri demi harga dirinya saja terlepas ia berbohong asal jangan sampai Kyuhyun mendengarnya secara langsung, semua aman.

Semua siswa tercengang mendengar pernyataan Sarah termasuk Jiyeon dan Henry mereka menunggu balasan Hyerim. “Lancang sekali! Kau pikir siapa dirimu eoh? Kau hanya anak seorang karyawan biasa di stasiun tv dan ibumu seorang koki rendahan di restauran keluargaku!”

Sarah merasa Hyerim cukup kelewatan karena membawa kedua orangtuanya pada perang mulut mereka kali ini. Dan Sarah tidak terima ditambah kasus hilangnya eommanya semalam makin membuat Sarah marah dan menambah daftar tersangka atas nama Baek Hyerim, sialan.

“Neo!!!! Kau pikir kau siapa dengan seenaknya menghinaku eoh? Cukup 3,5 tahun ini aku membencimu karena tidak bosan menggangguku. Kau hanya anak bodoh dengan IQ dibawah rata-rata dengan wajah plastik sana sini, ibumu juga sialan selalu mengganggu appaku! Ayahmu juga sibuk dengan para jalang! Kau pikir aku akan diam saja dengan semua kenyataan keluargamu jika kau menghina kedua orangtuaku setidaknya mereka saling mencintai tidak seperti kedua orangtuamu. Aku membencimu Baek Hyerim! Setelah semua kejahatanmu aku paling membenci penghinaanmu pada orangtuaku!”

Hening. Hanya terdengar suara napas Sarah yang memburu dan tangisannya yang pecah. Sedangkan Hyerim masih terguncang dan merasa sangat malu. Semua anak menatapnya tanpa ekspresi, ia makin membenci Sarah. Henry yang sudah sangat biasa dengan pertengkaran Hyerim dan Sarah memang selalu diam menunggu hingga situasinya tidak terkendali maka ia akan turun tangan.

“Sarah Lee aku juga membencimu! Kau pikir dirimu suci eoh? Kau menggoda Cho Kyuhyun kau sangat menjijikkan….” Hyerim tak menyelesaikan kalimatnya, ia mengangkat tangannya hendak memukul Sarah dengan gelas kosong yang dibawa, terhenti karena Jiyeon menahan pergelangan tangannya.

“Hentikan Baek Hyerim! Kau gila!” Seru Jiyeon setengah berteriak karena emosinya juga ikut tersulut mendengar cercaan Hyerim pada sahabatnya. Jiyeon agak kesal karena Henry diam saja tanpa berniat melakukan apapun.

“Kau seharusnya diam pabo! Kenapa masih mau berteman dengan yeoja sialan ini eoh? Bahkan sekarang kau ikut menjadi aneh sepertinya. Lihat dirimu Park Jiyeon! Kau jadi aneh karena bersamanya!” Teriak Hyerim dengan tangan yang terayun masih akan memukul Sarah dengan gelasnya membabi buta.

Dan naas karena jiyeon berusaha menghalanginya, tidak sengaja gelas itu terhantuk meja hingga pecah sebagian lantas tangan Hyerim yang masih saja bergerak bebas diudara bersama sebagian lain gelasnya mengenai tangan Jiyeon. Jiyeon meringis sambil memegangi tangannya yang terluka berdarah-darah.

Sarah sangat shock saat melihat darah yang mengalir deras dari tangan Jiyeon, ia merasa sangat bersalah karena membelanya di depan Hyerim, Jiyeon harus terluka. Sarah beringsut hendak menolong Jiyeon dan menyentuh darah Jiyeon. Henry sudah lebih dulu menghampiri Jiyeon dengan panik menutup luka Jiyeon dengan tissue dan sapu tangannya. Sarah merasa pusing, mual, tenggorokannya tercekat dan berkunang-kunang.

“itu bukan salahku! Itu salahmu sendiri yang bodoh berteman dengan yeoja itu Jiyeon!”

Sarah hendak membalas cercaan Hyerim namun tak jadi karena merasa suaranya tertahan di kerongkongannya yang makin tercekat dan merasa susah bernafas, ia memegangi dada dan lehernya. Henry dan Jiyeon pun meneriakkan namanya berkali-kali, Mata Sarah makin mengabur dan menggelap, samar-samar ia melihat Kyuhyun berjalan kearah mereka

Kyuhyun sejak awal menyaksikan percekcokan itu hanya diam dan menyaksikan dari jauh lalu berjalan mendekati Sarah saat melihat Sarah seperti orang pesakitan. Hyerim pun makin kaget, Henry dan Jiyeon pun melongo apalagi  para penonton lain di kantin itu. Ini pemandangan langka, Kyuhyun terkenal misterius bahkan tidak pernah tertangkap berbicara pada siapapun kecuali sangat penting mungkin seputar pelajaran. Kini berjalan cepat mendekati Sarah yang sudah tidak bisa berpikir lagi kepalanya sangat berat dan pusing, ia hendak terhuyung dan untungnya ditahan oleh Kyuhyun.

“Omo!! Sarah nan gwenchana?” Jiyeon berteriak panik sambil masih menekan lukanya dengan sapu tangan Henry agar darahnya tidak terus keluar. Lalu Kyuhyun menggendong tubuh Sarah ala bridal style dan berlari membawanya ke arah klinik sekolah. Henry dan Jiyeon yang masih terluka mengejar Kyuhyun yang membawa Sarah begitu saja dengan cepat bahkan mereka tidak bisa mengejarnya, Kyuhyun sudah tak terlihat.

“Kemana dia? Larinya cepat sekali.” Gumam Henry dan Jiyeon bersamaan karena tak menemukan Kyuhyun dimanapun.

-TBC-

2 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Feb 09, 2016 @ 03:02:15

    sarah kok pingsan liat darah,,,,,

    Reply

  2. nay namika
    Feb 13, 2016 @ 19:25:16

    anyeong
    woooww , daebak ,, setelaah sekian lama , nyari ff yg cocok dan menyenangkan , baru sekarang yg pas, tidak bertele2 , cocok , keren , woow , sudah lama nggak ngerasain(?) baca ff seperti ini , biasanya mudah bosan,, keren

    @_@+fighting

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: