STUCK IN BLOOD [3/?]

HBGC_20151023205212

Nama : Tian Cho

Judul : “STUCK IN BLOOD Part 3”

Tag (Tokoh/cast) : Cho Kyuhyun, Sarah Lee OC and others.

Genre : Romance, Mysteri, Fantasi

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Catatan Author : FF ini murni pemikiranku dan dimohon dukungannya dengan tidak memplagiat atau bash dengan komentar yang tidak smart. Makasih buat admin yang udah mau posting FF abal-abal ini. Btw salam kenal buat semuanya chingu aku Tian Cho kalo mau berkunjung ke blog aku ada FF lain masih dengan cast Cho Kyuhyun tentunya silahkan di www.chotianfanfiction.wordpress.com

Happy Reading all jangan lupa kritik dan saran yang bisa membangun ne!!

Preview:

Kyuhyun sejak awal menyaksikan percekcokan itu hanya diam dan menyaksikan dari jauh lalu berjalan mendekati Sarah saat melihat Sarah seperti orang pesakitan. Hyerim pun makin kaget, Henry dan Jiyeon pun melongo apalagi  para penonton lain di kantin itu. Ini pemandangan langka, Kyuhyun terkenal misterius bahkan tidak pernah tertangkap berbicara pada siapapun kecuali sangat penting mungkin seputar pelajaran. Kini berjalan cepat mendekati Sarah yang sudah tidak bisa berpikir lagi kepalanya sangat berat dan pusing, ia hendak terhuyung dan untungnya ditahan oleh Kyuhyun.

“Omo!! Sarah nan gwenchana?” Jiyeon berteriak panik sambil masih menekan lukanya dengan sapu tangan Henry agar darahnya tidak terus keluar. Lalu Kyuhyun menggendong tubuh Sarah ala bridal style dan berlari membawanya ke arah klinik sekolah. Henry dan Jiyeon yang masih terluka mengejar Kyuhyun yang membawa Sarah begitu saja dengan cepat bahkan mereka tidak bisa mengejarnya, Kyuhyun sudah tak terlihat.

“Kemana dia? Larinya cepat sekali.” Gumam Henry dan Jiyeon bersamaan karena tak menemukan Kyuhyun dimanapun.

STUCK IN BLOOD [PART 3]

Setengah jam kemudian Sarah siuman dan perlahan membuka matanya sambil mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Sarah menoleh melihat Jiyeon duduk sambil mendengarkan musik dipinggir tempat tidur klinik sekolah.

“Jiyeon-ah…” panggilnya lemah. Jiyeon menoleh sambil melepaskan headset dari telinganya lalu menyentuh dahi Sarah.

“Syukurlah kau sudah siuman Sarah, kau tahu betapa terkejutnya aku? Ini pertama kalinya kau pingsan. Ralat 2 kali. Kau membuatku dan Henry panik saja.”

Sarah menatap Jiyeon dengan tak kalah khawatir sambil melirik tangan Jiyeon yang diperban. “Gwenchana? Apa masih sakit?”

Jiyeon ikut melihat lukanya yang tertutup perban, lalu tersenyum. “Gwenchana Sarah, hanya 4 jahitan dan ya kupikir akan membekas tapi kau jangan khawatir eomma pasti akan berusaha menghilangkan bekasnya,hahaha”

Sarah menghembuskan napasnya lega, meski perasaan bersalah masih menghantuinya. “Mian, kau seharusnya tidak terlibat dan seharusnya aku yang terluka bukan dirimu Jiyeon-ah. Aku merasa buruk! Mianhae” Jiyeon hanya membalas dengan senyumnya karena jika Sarah yang terluka ia pasti akan merasakan hal yang sama.

Jiyeon memegang pundak Sarah untuk menenangkannya. “Sudahlah aku sudah tidak apa-apa, justru aku lebih khawatir padamu bagaimana bisa kau pingsan eoh?”

“Nan molla, aku merasa pusing saat melihat tanganmu yang terluka hingga darahnya bercucuran mungkin aku terlalu shock.”

Sarah kembali teringat dengan percekcokannya dengan Hyerim tanpa menahan lagi Sarah menumpahkan air matanya. Jiyeon yang melihat Sarah menangis makin bingung dan mendekatkan tubuhnya pada Sarah memeluknya.

“Gwenchana? Uljima eoh? Apa aku menyakitimu?” Sarah menggeleng pelan dan makin mengeratkan pelukannya.

“Aku rindu eomma.” 3 kata yang lolos dari bibir Sarah dengan susah payah disela isakannya. Jiyeon makin mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

“Kemarin lusa malam eomma hilang.” Kali ini Jiyeon melototkan kedua matanya lalu melepaskan pelukannya dan menghadapkan wajahnya sejajar dengan wajah Sarah menangkap kedua manik mata sahabatnya mencari tahu. Sarah mengerti dengan tatapan Jiyeon, menarik nafas dalam dan meraih air putih di nakas samping tempat tidurnya. Setelah membasahi kerongkongannya, Sarah mulai bercerita tentang mimpi buruknya semalam…iya dia berharap ini hanya mimpi buruk  yang akan hilang setelah bangun.

“Omo…..kenapa kau baru menceritakannya padaku sekarang? Bagaimana bisa ahjumma yang kukenal sangat baik dan tidak mungkin memiliki musuh Sarah.”

“ne…aku juga sependapat denganmu Ji tapi kesimpulan masuk akal macam apa yang bisa kupercaya? Semuanya begitu tiba-tiba dan kau tahu tadi pagi aku tidak fokus saat menyetir hingga menabrak bagian belakang mobil Kyuhyun dan berakhir mengenaskan di trotoar. Untung saja aku tidak terluka seperti dalam film.”

Jiyeon kembali memeluk Sarah menyalurkan kekuatan agar Sarah merasa tenang seraya berbisik. “Aku akan membantumu mencari ahjumma bersama Henry tentu saja, aku juga akan meminta appa agar menyuruh orang-orangnya melacak keberadaan eommamu. Jadi tenanglah semuanya pasti baik-baik saja.”

Sarah terharu mendengar kalimat yang keluar dari bibir Jiyeon, ia sangat bersyukur memiliki sahabat yang begitu tulus menyayanginya. “Gomawo Ji, saranghae.” Gumamnya yang dibalas senyum manis oleh Jiyeon.

“Kau tahu tadi Cho Kyuhyun menggendongmu sambil berlari kemari. Bukankah itu sangat gentle? Padahal aku juga terluka dan menjadi korban disana tapi kenapa ia tidak memilihku?” Jiyeon mempoutkan bibirnya pura-pura merajuk mencoba mengalihkan topi.

Sarah menganga tak percaya dan tak dapat dipungkiri hatinya merasa hangat mengetahui fakta barusan. “Benarkah? Kau tidak mengada-ada kan?”

“Ohh God… kau pikir aku membual? Aku saja kaget setengah mati bahkan ia juga memeriksa keadaanmu seperti dokter profesional sebelum dokter sekolah kita menyentuhmu, itu yang kudengar dari dokter klinik dan Kyuhyun melarangnya melakukan cek ulang, aneh sekali. Aku dan Henry tiba saat Kyuhyun akan keluar ruangan.”

“Begitu? Jadi yang kulihat tadi bukan ilusi, Kyuhyun memang menghampiriku Ji?”

“Hem….bukankah itu jackpot namanya? Bahkan setelah 1 semester lebih aku baru bisa melihat wajah Kyuhyun dengan jelas dari dekat hari ini.”

“Sama….aku bahkan tidak mengenalinya saat pertama bertemu tadi pagi.” Timpal Sarah sambil berdiri dan merapikan seragam dan rambutnya. Setelah itu keduanya kembali ke kelas mereka karena sudah merasa lebih baik. Sebenarnya Jiyeon masih ingin berlama-lama di klinik sekolah agar memiliki alasan untuk membolos, namun Sarah si rajin tidak akan membiarkan Jiyeon membolos di depan matanya.

***

Kelas telah usai, hari ini Sarah tidak memiliki jadwal bimbel. Sarah berjalan ke loker dan membereskan barangnya lalu menutup pintu lokernya. Tak jauh dari sana, Sarah melihat Kyuhyun yang juga berada di lokernya, Sarah menghampiri Kyuhyun dengan perasaan berkecamuk antara gugup dan ingin berbalik pulang saja. Sarah mengumpulkan seluruh keberaniannya dan menarik napas dalam melupakan kegugupannya.

“Kyuhyun….gomawoyo.” Ujar Sarah agak ragu karena dia cukup gugup. Kyuhyun menutup lokernya dan menatap Sarah intens ini makin membuat Sarah salah tingkah. Kyuhyun menggeser tubuhnya hingga berada tepat dihadapan Sarah.

“Wae? Apa ada yang aneh dengan wajahku Kyuhyun?” tanyanya pelan sambil mengusap seluruh wajahnya.

“Aniyo…aku hanya penasaran.” Jawaban Kyuhyun makin membuat jumlah pertanyaan dikepala Sarah bertambah.

“Apa?” jawabnya sambil menetralkan ekspresinya, Kyuhyun penasaran pada apa? Jangan-jangan Kyuhyun mendengar kata-kata Sarah saat di kantin tadi. Jika memang begitu maka Sarah lebih memilih menenggelamkan dirinya ke samudera atlantika.

“Kau!” hanya itu jawaban Kyuhyun sambil lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Sarah. Sontak Sarah menahan napas menunggu apa yang akan Kyuhyun lakukan.

“Kenapa kau tidak bernapas?” Tanya Kyuhyun didepan wajah Sarah, sambil menampilkan smirk menyebalkan. Sarah memalingkan wajahnya lalu menghirup oksigen disekitarnya. Kyuhyun memperhatikan Sarah dengan seksama lalu kembali bertanya. “Apa yang kau makan?”

Sarah terkekeh saat mengdengar pertanyaan konyol Kyuhyun lagi, disaat ia merasa sangat gugup hingga lututnya lemas ternyata Kyuhyun malah menanyakan hal yang anak TK pun bisa menjawabnya.

“Kyuhyun apa kau seorang presenter variety show “let’s we eat” atu semacamnya? Omo… jangan-jangan ada kamera tersembunyi ya? Mana? Apa benar aku masuk tv?” Sarah celingak celinguk mencari orang yang mencurigakan sebagai kru.

“Aku tidak sedang bercanda Sarah! Aku bertanya serius apa yang kau makan?” Kyuhyun menekankan tiap kata yang ia lontarkan sambil mengendus rambut Sarah.

Sarah bergidik saat Kyuhyun meraih rambutnya dan menciumi rambutnya. Satu hal yang Sarah takutkan adalah bagaimana jika hari ini ia terlalu berkeringan hingga rambutnya apek dan bau? Pasti sangat memalukan jadinya.

“Aku benar-benar tidak mengerti kenapa kau penasaran pada apa yang kumakan Kyuhyun.” Sarah menarik napasnya sambil berpikir mencoba mengingat memori hari ini kemudian menghembuskannya lagi.

“Jika kau bertanya tentang sarapan, aku hanya memakan pancake keju dan susu cokelat, lalu di kantin tadi aku memesan pasta dan jus itu saja.”

Kyuhyun menatap kedua mata Sarah tepatnya pupilnya dan tidak menemukan tanda-tanda kebohongan disana. Sepertinya Sarah memang tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dan tidak menyembunyikan apapun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya lemah sambil memejamkan matanya seperti sedang berpikir keras seolah sedang mengerjakan soal matematika tersulit. Oh ayolah Kyuhyun dewa matematika jadi tidak mungkin menampilakan ekspresi semacam ini saat mengerjakan matematika, oke ralat mungkin science? Atau jangan-jangan tidak ada pelajaran yang menyulitkan Kyuhyun?

“Maksudku bukan itu, apa makananmu yang lain?” tanya Kyuhyun nyaris putus asa.

Sarah menatap Kyuhyun tak percaya dengan pertanyaan konyol yang keluar dari bibir Kyuhyun. Sarah benar-benar tak menegrti dengan apa yang Kyuhyun maksudkan. Pertanyaannnya sangat mendasar dan Sarah sudah menjawab apa adanya tapi Kyuhyun masih mengejar jawaban yang bahkan Sarah tidak tahu apa itu.

“Kupikir kau pintar Kyuhyun tapi pertanyaanmu sangat tidak masuk akal.” Kekehnya pelan, Sarah tidak habis pikir kenapa Kyuhyun bertanya seperti itu? Apa dia mengira Sarah kucing atau makhluk selain manusia sehingga menanyakan makanan?

“Kenapa tertawa? Aku serius Sarah!” terdengar nada tidak suka dari ucapan Kyuhyun. Sarah kembali menatap Kyuhyun sambil berpikir sejenak menafsirkan apa makna lain dari pertanyaan Kyuhyun. “Uhm…maksudmu apa makanan favoritku begitu ya? Aku paling suka cokelat, buah-buahan, pizza dan lasagna.”

Kyuhyun memejamkan matanya tampak berpikir keras setelah mendengar jawaban Sarah. Sarah menyadari ketidakpuasan Kyuhyun terhadap jawabannya dan berniat iseng.

“Omo…sepertinya aku harus mengaku padamu bahwa sebenarnya aku ini vampire kau tahu aku suka menghisap darah terutama darah namja!!!.” Tak lupa Sarah memasang wajah seperti vampire dalam film yang ditontonnya dengan tangan tang siap mencakar lalu bergerak mendekati leher Kyuhyun. Jelas saja Kyuhyun menegang mendengarkan penuturan Sarah barusan.

Melihat wajah Kyuhyun yang menegang maka ditafsirkan Sarah sebagai ketakutan membuatnya tak dapat berhenti tertawa sambil memegang perutnya. “Hahahahaahah……aigoo Kyuhyun kau ketakutan!!! Wajahmu pucat, kau pasti takut jika aku benar-benar vampire dan menggigitmu ya? Hahaha.”

Kyuhyun merasa dipermainkan dan hampir saja dia mengira Sarah akan menjawab serius pertanyaannya. “Ini tidak lucu sama sekali Sarah Lee!” bentaknya.

“Yaak!! Aku kan hanya bercanda menanggapi leluconmu saja lagian aku tidak tahu jika kau takut pada vampire. Berlebihan sekali! Lagian di dunia ini mana ada vampire? Kau tidak perlu takut begitu.” balasnya ketus karena tak terima dibentak tadi.

Kyuhyun mendengus karena merasa Sarah tidak mengerti situasinya sama sekali. Dan apa tadi dia mengira bahwa Kyuhyun takut pada Sarah? pada vampire? Bahkan seharusnya ia yang merasa takut pada Kyuhyun!

Sarah baru teringat tentang mobilnya lalu bertanya.  ”Kyuhyun mobilku ada dibengkel mana? Bisa kau beritahu aku?”

Tanpa berniat menjawab, Kyuhyun pun menarik lengan Sarah menyusuri lorong dan menuju mobilnya di parkiran, Kyuhyun mendorong Sarah untuk masuk. Sarah seperti orang dihipnotis menurut saja lalu duduk dikursi penumpang.

Setelah beberapa menit kemudian, mereka sampai disalah satu bengkel mewah. ‘Apa? Mewah? Bencana apalagi ini Tuhan?’ gumamnya dalam hati. Sarah mengekor dibelakang Kyuhyun sambil mengedarkan matanya mencari Puppy-nya.

“Mobilmu sedang diperbaiki mungkin baru bisa diambil 3 hari lagi karena sudah tua sehingga suku cadangnya agak sulit dicari.”

Sarah berpikir sejenak lalu menjawab. “Uhm….tolong tanyakan kira-kira berapa biaya semuanya Kyuhyun?”

“Kau tidak usah pikirkan masalah biaya, biar aku yang tanggung. Jadi 3 hari ini kau akan berangkat dan pulang sekolah bersamaku.” Sarah merasa ini salah…iya salah karena yang menabrak dia tapi kenapa seolah yang bertanggung jawab Kyuhyun?

“Kyuhyun kupikir kau lupa jika aku yang menabrakmu?”

“Aku mengingat semuanya jika kau khawatir kepalaku terbentur lalu amnesia.”

“Maksudku bukan begitu, tapi kenapa kau yang membayar dan menyelesaikan semuanya sedangkan yang bersalah disini aku.” Sarah mulai gemas dengan namja dihadapannya, otaknya itu terbalik atau bagaimana sih?

“Aku hanya ingin membantumu Sarah, aku tidak menerima penolakan.” Ya ampun apa barusan? Dia berkata seperti vonis hakim saja.

“Kyuhyun kupikir ini berlebihan, aku tidak ingin lepas tangan dan jika kau kasihan padaku sebaiknya simpan perasaan itu karena aku tidak mau dikasihani!” Kini Sarah sudah tidak sabar menghadapi Kyuhyun dengan semua pemikiran anehnya.

“Semuanya 973.000 ₩ jika kau mau melunasinya.” Kyuhyun berkata sambil berlalu dan berjalan ke mobilnya meninggalkan Sarah yang masih terpaku menghitung jumlah nol dibelakang angka 1 yang beru saja Kyuhyun sebutkan.

“Sepertinya rambutku akan segera beruban!” rutuknya sambil mengejar Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan mobilnya setelah sampai di apartemen Sarah lalu membantu Sarah membuka seat belt. Sarah merasa sangat canggung dan malu tentu saja, lalu menunduk mengucapkan terimakasih dan berjalan menjauhi mobil Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun masih diam ditempatnya berpikir, 15 menit kemudian saat Kyuhyun berniat akan pulang, ia melihat Sarah keluar menuju halte bus tanpa memakai kacamata dan memakai topi baseball menuju halte bis. Kyuhyun mengikuti bis yang dinaiki Sarah dan ikut berhenti saat Sarah keluar lalu berjalan masuk ke sebuah sauna, beberapa motel serta beberapa rumah dan cafe. Kyuhyun dengan tanpa niat untuk pulang masih mengikuti Sarah kesana kemari hingga pukul 24.o2 KST Sarah pulang ke apartemennya lagi. Kyuhyun memutuskan pulang kerumahnya merasa sudah cukup mengikuti.

***

Pagi ini, Sarah kembali sibuk dengan kegiatannya menyiapkan sarapan untuk appa dan adiknya. Mereka sarapan sambil membahas tentang perkembangan kasus eomma.

Dengan mulut penuh, Joon bertanya pada Sarah. “Noona bagaimana tugasmu? Apa kau sudah mencari tahu di beberapa motel yang ada di list?” Sarah menggelengkan kepalanya pelan karena ia hanya mengunjungi beberapa saja.

“Mian aku belum mencaritahu semua, semalam sudah larut tapi aku janji hari ini pasti akan kucaritahu sisanya, kemarin hari yang cukup berat aku menabrak mobil dan menabrak trotoar lalu mobilku menginap di bengkel hingga 3 hari ke depan, aku sempat pingsan di sekolah karena sedikit masalah dengan Hyerim. Aku minta maaf.”

Donghae menatap anaknya tak percaya dengan penjelasan Sarah barusan. Sarah hanya menatap kosong sarapannya sambil menjelaskan hal yang mengkhawatirkan dengan nada biasa. Seolah-olah tidak ada yang perlu dipikirkan padahal kecelakaan?

“Kau kecelakaan Sarah? Kenapa baru mengatakan pada appa? Apa kau baik-baik saja? Ada yang terluka?”

Sarah menatap Doghae sekilas sambil memamerkan senyum terpaksa. “Nan gwenchana appa, aku tidak terluka tapi masalahnya aku menabrak mobil mewah dan orang yang kutabrak membantuku dengan membawa mobilku ke bengkel langganannya dan dengan kerusakan parah serta suku cadang yang sulit sehingga total biayanya 983.000 ₩ appa. Kupikir tidak ada yang serius, semua masih terkendali.”

Joon tersedak sarapannya setelah mendengar kalimat yang dilontarkan noonanya. “Noona apa kau bercanda? 983.000 ₩ bukan masalah serius?”

“Sarah appa pikir tabungan appa masih cukup untuk membayar…………”

Sarah menyela cepat sebelum Donghae sempat menyelesaikan kalimatnya. “Appa lupa jika semua tabungan appa, eomma dan tabunganku terkuras demi membelikanku mobil yang saat iini berada di bengkel itu?”

Donghae menelan ludahnya dengan susah payah mengiyakan dalam hati perkataan Sarah.

“Sudahlah ini semua salahku appa, kalian selesaikan sarapannya. Aku berangkat.” Pamitnya tanpa ritual mencium pipi appa dan adiknya. Keduanya hanya melongo.

Sarah keluar dari lift lalu bersiap membuka payungnya dan berjalan pelan hendak menuju halte bis. Belum genap 5 langkah, sebuah mobil audy hitam berhenti dihadapannya. Sarah berjalan memutar mobil tersebut namun sebuah suara menginterupsi dan mampu memerintahkan kakinya berhenti ditempat.

“Berhenti Sarah, kau berangkat bersamaku jadi masuklah!”

Itu suara Kyuhyun, gumam Sarah dan benar saja setelah ia menoleh pengemudi mobil itu memang Kyuhyun dan kini namja itu tanpa perlu repot-repot keluar, sudah membukakan pintu untuk Sarah.

“Eoh…Kyuhyun? Sedang apa disini?”

Pertanyaan bodoh Sarah, benar-benar mencerminkan kepolosanmu saja. Kyuhyun melepaskan kacamata hitamnya lalu terlihat menyentuh hidungnya.

“Masuk sekarang Sarah. Kita bisa terlambat!” Kali ini Kyuhyun mengucapkannya dengan penuh tekanan, Sarah pun menurut lalu masuk kedalam mobil Kyuhyun.

Dijalan, mereka masih sama seperti sebelumnya ya tidak ada percakapan diantara keduanya. Sarah sibuk melihat keluar jendela dengan banyak pertanyaan berkecamuk dalam benaknya sedangkan Kyuhyun terlihat fokus menyetir.

“Kyuhyun……….” Sarah terlihat bingung akan melanjutkan kalimatnya atau tidak.

“Wae?” Tanya Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya dari jalanan. Sarah masih menimbang kata-kata apa yang harus ia ucapkan.

“Kenapa kau baik padaku? Aku sudah memikirkan semalaman dan tidak menemukan jawabannya.” Sarah malu sendiri dengan pertanyaannya yang entah kenapa terkesan seperti seorang yeoja yang merayu namja baginya.

“Entahlah…aku hanya ingin saja.” Ohh itu jawabannya sangat logis, akurat, memuaskan dan sangat jelas. Sarah mendengus sepertinya ia memilih bertanya pada rumput yang bergoyang saja dari pada harus bertanya pada Kyuhyun.

“Apa harus kujawab jika aku menyukaimu lalu kau akan berhenti penasaran?”

Sarah menoleh cepat karena mendengar kelanjutan kalimat yang Kyuhyun lontarkan hingga membuatnya seperti tersetrum listrik bertegangan tinggi. Sarah menggaruk kepalanya kikuk karena sangat entahlah apa maksudnya?

Kyuhyun menyeringai lalu memarkirkan mobilnya karena mereka sudah berada dikawasan sekolah. Sarah masih betah mematung, Kyuhyun pun membukakan seat beltnya –lagi yang makin membuat Sarah memekik tertahan menahan napas. Wajah Kyuhyun sangat dekat bahkan Sarah dapat mencium dengan jelas wangi tubuh kyuhyun seperti pohon pinus segar bercampur mint lagi dan yahh Sarah benar-benar seperti mengalami kram disekujur tubuh.

“Apa kau akan terus berada dimobilku Sarah?” Bisik Kyuhyun tepat ditelinga Sarah yang bahkan Sarah dapat merasakan hembusan napas Kyuhyun yang dingin dan telinganya bersentuhan dengan bibir Kyuhyun, Sarah berani bertaruh jika saat ini wajahnya seperti udang rebus. Kyuhyun mengendus rambut Sarah lagi, Sarah bingung apa ada yang salah dengan rambutnya kenapa sejak kemarin Kyuhyun selalu mencium rambutnya.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya karena merasa tercekat saat menghirup aroma rambut Sarah yang makin membuatnya kesulitan bertahan untuk tidak menghisap darahnya. “Aku keluar dulu jika kau masih ingin tetap didalam.” Kyuhyun pun melakukan kata-katanya barusan. Setelah Kyuhyun keluar barulah Sarah merasa seperti meleleh seperti keju cair.

“Kupikir aku bisa gila jika berdekatan dengan namja itu! Aisshh….kenapa aku seperti tikus bodoh yang masuk kedalam perangkap?” Sarah mengacak rambutnya pelan lalu merapikannya lagi dan bergegas keluar, untungnya tidak terlalu ramai sehingga ia tidak perlu menjadi bahan gosip anak-anak kurang kerjaan lagi.

Sarah berjalan tergesa di lorong sekolahnya yang lumayan ramai karena pagi hari tentu saja. Seseorang menabraknya dari belakang hingga Sarah nyaris terjatuh namun lagi-lagi keseimbangannya bagus sehingga ia bertahan untuk tetap  berdiri. Sarah penasaran dengan sang penabrak lantas menolehkan wajahnya kebelakang. Mendapati guru science nya yang tak kalah hot dibanding Kyuhyun dan appanya, Shim Changmin Seongsaemnim. Sarah membungkuk hormat, ditelannya semua sumpah serapah yang telah disiapkannya barusan pada sang tersangka, untung saja Sarah belum menghardik sang penabrak.

“Oh Sarah Lee, mianhaeyo tadi ada yang mendorongku hingga mengenaimu.” Ucap Changmin basa basi sambil tersenyum cerah. Sarah membalasnya dengan mengangguk lagi sambil tersenyum juga.

“Ne saem, jeosonghamnida.” Sarah pun pamit melanjutkan langkahnya ke kelas, kelas pertamanya adalah bahasa China bersama Henry tanpa Jiyeon. Sarah memilih jalan pintas yaitu minta maaf dan langsung ngeloyor pergi.

Henry merangkul pundak Sarah saat melihatnya di lorong menuju kelas mereka. “Mowning Sarah Lee!” Sapanya dengan senyum menawan, Saraah menoleh dan ikut tersenyum. “Mowning too sipit!”

“Aku melihatmu dari jauh tadi dengan Shim saem, kenapa dia menabrakmu?”

“Ohh, dia bilang didorong seseorang dari belakang sehingga menabrakku, wae?”

Henry menyipitkan matanya yang sudah sipit, otaknya mengulang lagi memory barusan. Ia melihat dengan jelas bahwa Shim saem tidak didorong siapapun dan jarak orang dibelakangnya cukup jauh. Henry pun merasa adegan tadi disengaja dan sangat janggal apalagi mendengar penuturan Sarah barusan, Sarah tidak memiliki alasan untuk berbohong tapi kenapa Shim saem memberikan alibi palsu?

“Aku melihatnya menabrakmu cukup keras, bahkan aku memekik saat kukira kau akan tersungkur tapi kau hebat juga tadi pasti kuda-kudamu kuat. Atau kau memang sudah siap terhadap serangan lawan?” Lanjut Henry sambil membayangkan jika Sarah ahli bela diri.

“Kau pikir aku Michele Yeoh? Itu juga menjadi pertanyaan yang sama di otakku, kurasa tubuhku mulai aneh seperti makin tangguh mungkin entahlah, kau punya hipotesa?”

Mereka melanjutkan obrolannya sambil duduk dikelas menunggu Bang Saem masuk. “Molla, mungkin saja wonder woman, cat woman, super woman?” jawab henry asal sambil terkekeh pelan membayangkan lagi jika sarah benar-benar karakter super hero.

“Yakk! Kenapa tidak sekalian kau sebutkan Spider woman atau Bat woman? Kau pikir ini komik eoh? Mana mungkin aku berubah menjadi super hero!” sungut Sarah merasa diolok-olok oleh Henry.

“Oke mian, tapi serius kau percaya jika Shim saem didorong seseorang dari belakang?” kali ini Henry memang menampilkan mimik seriusnya.

Sarah menggeleng no comment karena Shim saem termasuk daftar guru yang dikaguminya selain tampan Shim saem juga sangat cerdas seperti para ilmuwan sehingga banyak yang mengidolakannya. Lagian Sarah tidak suka ikut campur urusan orang lain dan menurutnya Shim saem tidak memiliki alasan khusus untuk menabrakkan diri dengan sengaja apalagi berbohong? Sarah memilih pura-pura  lupa karena tidak mau negatif thinking seperti Henry.

-TBC-

2 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Feb 09, 2016 @ 03:05:32

    omma nya sarah belum ketemu,,,, sebenernya apa yg terjadi sih…..

    Reply

  2. nay namika
    Feb 13, 2016 @ 22:00:49

    anyeong
    woow, musuh?? changmin musuh , ah , apa sarah anak dr pernikahan antara vampir dan manusia?? woo, penasaran , dan ibunya sarah vampir, kah? sebenarnya masih membingungkan , apa akan ada klan ? seperti klan kyuhyun termasuk yg berkuasa? hehe

    @_@+fighting

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: