STUCK IN BLOOD [4/?]

HBGC_20151023205212

Nama : Tian Cho

Judul : “STUCK IN BLOOD Part 4”

Tag (Tokoh/cast) : Cho Kyuhyun, Sarah Lee OC and others.

Genre : Romance, Mysteri, Fantasi

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Catatan Author : FF ini murni pemikiranku dan dimohon dukungannya dengan tidak memplagiat atau bash dengan komentar yang tidak smart. Makasih buat admin yang udah mau posting FF abal-abal ini. Btw salam kenal buat semuanya chingu aku Tian Cho kalo mau berkunjung ke blog aku ada FF lain masih dengan cast Cho Kyuhyun tentunya silahkan di www.chotianfanfiction.wordpress.com

Happy Reading all jangan lupa kritik dan saran yang bisa membangun ne!!

 

Preview:

“Yakk! Kenapa tidak sekalian kau sebutkan Spider woman atau Bat woman? Kau pikir ini komik eoh? Mana mungkin aku berubah menjadi super hero!” sungut Sarah merasa diolok-olok oleh Henry.

“Oke mian, tapi serius kau percaya jika Shim saem didorong seseorang dari belakang?” kali ini Henry memang menampilkan mimik seriusnya.

Sarah menggeleng no comment karena Shim saem termasuk daftar guru yang dikaguminya selain tampan Shim saem juga sangat cerdas seperti para ilmuwan sehingga banyak yang mengidolakannya. Lagian Sarah tidak suka ikut campur urusan orang lain dan menurutnya Shim saem tidak memiliki alasan khusus untuk menabrakkan diri dengan sengaja apalagi berbohong? Sarah memilih pura-pura lupa karena tidak mau negatif thinking seperti Henry.

 

STUCK IN BLOOD [Part 4]

 

Pukul 19.30 KST, Sarah dan Jiyeon keluar dari perpustakaan dan hendak pulang, Jiyeon berjalan lebih dulu ke lokernya sedangkan Sarah mengikat tali sepatunya. Sarah baru saja berdiri saat tiba-tiba merasakan seseorang menariknya ke sebuah lorong yang agak sempit dan menguci tubuhnya. Sarah bingung dan gugup jantungnya mulai beraksi berlebihan dengan deguban yang nyaris seperti musik rock. Oh tidak matanya bertemu dengan mata Kyuhyun, bahkan wangi tubuh Kyuhyun sangat memabukkan.

Ia hampir saja menjerit untungnya Kyuhyun segera menutup mulutnya. Sarah melepaskan telapak tangan Kyuhyun dari bibirnya. Lalu menunggu apa yang selanjutnya terjadi mungkin ada sesuatu yang akan Kyuhyun sampaikan atau apa? Sarah masih menanti dan kesabarannya habis karena jarak mereka terlalu dekat hingga deru napas Kyuhyun yang menerpa wajahnya saja sudah membuat Sarah kewalahan mengatasi gelenyar aneh dalam tubuhnya.

“Kyuhyun, gomawoyo tadi sudah memberi tumpangan….sekali lagi aku merepotkanmu mian.” Gumam Sarah pelan, karena merasa gugup sebab Kyuhyun tidak mengatakan apapun hanya terus menatapnya intens yang membuatnya begitu salah tingkah.

“Kau………kenapa warna matamu begitu?”

Sarah mengernyit bingung lagi-lagi Kyuhyun menanyakan hal konyol batinnya. “Maksudnya kau bertanya apa aku memakai softlens begitu? Jawabannya tidak, ini asli sejak kecil memang begini warnanya. Aku juga bingung. Tapi ngomong-ngomong warna matamu juga unik Kyuhyun.”

Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba menetralkan pikirannya.

“Uhm…ini karena sesuatu, dulu tidak begini.” Jawabnya cepat. Sarah menganggukkan kepalanya pura-pura mengerti lalu menanggapi.

“Lucu juga ya, warna matamu bagus berwarna merah maroon begitu.”

Kyuhyun mencoba mengganti topik, karena merasa tidak nyaman saat ia ingin tahu lebih tentang Sarah seperti senjata makan tuan bisa-bisa rahasianya terbongkar. Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan berbalik terlebih dahulu sebelum melakukan hal yang lebih jauh terhadap Sarah karena jujur saja aroma tubuh Sarah sangat membuatnya sangat tergoda dengan darahnya yang sangat berbau manis.

“Ayo kuantar kau pulang!” Kyuhyun sudah berjalan 3 langkah, Sarah segera mengejarnya hendak menolak namun Kyuhyun tetap memaksa.

***

Sarah bertemu Joon dirumah, mereka saling bertukar pikiran dan membahas perkembangan kasus ibunya. “Appa sudah melapor polisi noona, kuharap eomma segera ditemukan.”

Sarah mengangguk cepat seraya membuka kulkas mengambil apel dan menggigitnya. “Oh ya Joonie, aku sudah mencoba menelpon beberapa motel tadi siang namun tidak ada tanda-tanda eomma disana. Bagaimana denganmu?”

Joon memperlihatkan layar tabletnya pada Sarah. “Igo….ini riwayat kartu kredit eomma, dia hanya menggunakannya untuk membelikan ponselmu noona dan setelahnya tidak ada tanda pergerakan apapun.” Sarah menggaruk pipinya yang tidak gatal, otaknya seperti berhenti berpikir saat kilasan memori satnite minggu lalu muncul lagi. “Joonie aku merasa ada yang disembunyikan eomma selama ini dan aku punya ide bagaimana kalau kita memeriksa gudang siapa tahu ada sesuatu?”

Joon tersenyum ala conan kemudian menarik tangan noonanya ke gudang mumpung Donghae belum pulang sehingga mereka leluasa. Sarah dan Joon mulai mengobrak abrik isi kardus, kotak dan semuanya mereka teliti satu persatu. Ponsel Sarah berbunyi dan ia mengeceknya ternyata alarm untuk segera bekerja.

“Mian Joonie, sepertinya kau harus melanjutkan sendiri karena noona harus berangkat bimbel.” Ujarnya memelas karena sebenarnya menjadi detektif lebih menarik daripada harus belajar lagi, sialnya hari ini jadwalnya less.

“Eoh gwenchana noona, pergilah!” sahut Joon smabil melanjutkan kegiatannya.

***

Keesokan harinya seperti biasa Kyuhyun telah standby didepan gedung apartemen Sarah. Sarah meski terkejut namun berpura-pura cool sambil menghampiri Kyuhyun.

“Kyuhyun, kau tidak sedang menjemputku kan?” Tanyanya basa basi, sebenarnya ia sangat senang mendapati Kyuhyun menunggunya dengan begitu mempesona, Kyuhyun yang mengenakan kacamata hitam Rayban bersandar disamping mobilnya bak patung lilin.

“Jika aku menjawab ‘ya’ apa kau akan menolakku?” Jawabnya masih tak bergeming dari posisinya bak model.

Ini pertama kalinya bagi Sarah dijemput oleh seorang namja, bahkan Henry sahabatnya belum pernah menjemputnya karena rumah mereka tidak searah. Oke Kyuhyun memang sangat baik tapi menurut Sarah ini sangat berlebihan dan dia tidak ingin berasumsi bahwa Kyuhyun memang menyukainya. Ia tidak ingin berharap jika nantinya harus kecewa. Ia sadar siapa dirinya dan tidak mungkin pantas untuk Kyuhyun yang super hot and cool sekaligus.

Sarah hanya tersenyum ia merasa sangat murahan karena tidak bisa menolak dan selalu saja mengikuti Kyuhyun dan menerima semua perlakuan Kyuhyun. Namun apa daya? Ia memang terpikat tidak bisa dipungkiri lagi itu.

“Aku hanya merasa ini berlebihan Kyuhyun. Kita bahkan bukan teman maksudku kita baru mengenal 2 hari yang lalu.” Jawabnya menyuarakan isi kepala Sarah.

Kyuhyun melepas kacamatanya dengan gaya sensual yang membuat Sarah nyaris melompat memeluk dan menciumi seluruh wajah Kyuhyun. Oh salahkan hormon sialan ini yang membuat Sarah menjadi mesum hanya karena melihat adegan Kyuhyun melepas kacamata ya hanya melapas kacamata saja tidak lebih, belum!!!

“Aku kan sudah mengatakan padamu selama 3 hari pulang pergi kau bersamaku Sarah-ssi. Jika kau belum menganggapku teman kurasa kau terlalu kejam setelah semua yang kulakukan untukmu dan kau tidak menganggapku apa-apa.”
Sarah mengerjapkan matanya, ia salah bicara pekiknya dalam hati. Oh ya ampun Kyuhyun sudah sangat baik dan begitu banyak menolongmu tapi aku tidak menganggapnya teman bahkan meskipun mereka baru mengenal 2 hari lalu, tak dapat dipungkiri selama 1 semester lebih mereka adalah teman sekolah ya setidaknya mereka sudah menjadi teman sekolah.

“Aniyo, maksudku bukan begitu Kyuhyun.” Kyuhyun pun membalik posisi sehingga Sarah yang entah bagaimana bisa kini menjadi bersandar pada mobil Kyuhyun. Kyuhyun mendekati Sarah, Sarah mencoba menggeser tubuhnya menjauh dan mentok ia terkena spion. Kyuhyun masih menatap intens Sarah lalu tangannya membukakan pintu untuk Sarah.

“Masuklah jika tidak mau terlambat!” Perintahnya tak terbantahkan. Sarah beringsut masuk lalu Kyuhyun menutup pintu mobilnya dan berjalan memutar lalu duduk dikursi kemudi sebelah Sarah lantas mulai menyetir dengan kecepatan sedang.

***

Kyuhyun tiba di sekolah setengah jam sebelum bel masuk. Kyuhyun berada didalam kantor pribadi Shim Changmin, guru Science sekaligus sahabatnya. Changmin bukan vampire seperti Kyuhyun, dia manusia biasa yang kebetulan bersahabat dengan Kyuhyun dan seperti saat ini Kyuhyun duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya sedangkan Changmin menyeruput kopinya.

“Jadi ada masalah apa lagi sekarang? Tidak biasanya kau mengunjungiku dengan wajah anehmu Kyu?” tanya Changmin tanpa basa basi. Kyuhyun beranjak menuju kulkas kecil disudut ruangan dan mengambil minuman kemasan dan meneguknya kemudian kembali duduk dihadapan Changmin. Sebenarnya itu bukan minuman biasa karena didalamnya berisi darah yang dimasukkan kedalam wadah soft drink dkk. Changmin memang menyiapkannya untuk Kyuhyun tentu saja.

“Kau tahu Sarah Lee?” Changmin tampak berpikir sejenak sambil menggaruk dagunya.

“Anak yang berambut cokelat karamel itu? Tentu saja aku tahu Kyu kan aku gurunya ditambah lagi anak itu cukup aktif dikelas dia pintar, memangnya kenapa? Kau ttidak menyukainya kan?” Changmin terkekeh mendengar pertanyaannya sendiri, ia merasa geli jika membayangkan Kyuhyun menyukai seseorang.

Kyuhyun bersungut-sungut tak menyukai lelucon Changmin. “Tidak lucu Max!”

“Oke jadi apa hubungannya moodmu dengan Sarah Lee?” Kali ini Changmin menampilakan wajah seriusnya karena sepertinya Kyuhyun meamng tidak sedang bercanda.

“Dia menabrak bagian belakang mobilku.”

Changmin beroh ria. “Pantas saja jadi kau sangat kesal padanya karena melukai mobil barumu Kyu?”

“Awalnya ya tapi aku tidak bisa marah setelah melihat matanya. Itu membuatku lebih marah.” Changmin mulai antusias karena menurutnya cerita Kyuhyun sangat menarik. “Lalu?”

“Aku mencium aroma tubuhnya sangat manis dan membuatku nyaris gila, ini pertama kalinya aku kesulitan menahan diri pada darah manusia, dia berbeda.”

Changmin makin mengerutkan alisnya merasa rumit dengan kata-kata Kyuhyun. Ia lebih memilih mengerjakan soal science yang paling rumit daripada memahami cerita Kyuhyun. “Maksudmu berbeda bagaimana Kyu? Lebih spesifik plis!”

“Ya berbeda, aku belum pernah mencium aroma darah yang seperti itu sebelumnya dan aku selalu merasa haus jika mencium aromanya hyung, membuatku frustasi”

“Jadi kau merasa tidak tahan pada aroma tubuhnya? Yasudah kau hanya perlu menghindarinya saja Kyu, beres kan?” Jawab Changmin ringan.

“Aku tidak bisa.” Kini Kyuhyun membenamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya. Changmin pun dibuatnya melongo karena melihat Kyuhyun yang sangat jauh dari kata cool. ‘Apa semua vampire seperti ini jika galau?’gumamnya.

“Kenapa Kyu? Bukankah kalian tidak punya urusan jadi……………..”

“Entahlah, sesuatu dalam diriku memaksa untuk terus berada didekatnya dan selalu menjangkaunya hyung.”

Changmin mendengar bunyi bel tanda masuk yang tepat sekali dengan tawanya yang pecah memenuhi ruangan kerjanya. Kyuhyun melotot tajam merasa diolok-olok oleh sahabatnya bukannya ikut mencarikan solusi malah membuatnya entahlah.

“Diam kau max! Aku menyesal bercerita padamu!” Kyuhyun pun menghabiskan sisa minumannya (read:darah). Changmin pun memilih membekap mulutnya lalu beranjak ke meja kerjanya mengambil buku pelajaran dan menyusul Kyuhyun keluar. Tepat didepan pintu ruangannya, Changmin membisikkan “Itu namanya jatuh cinta chingu! Tidak perlu bingung, Chukkae!” Changmin pun meninggalkan Kyuhyun sambil tertawa puas.

Kyuhyun merasa tidak mungkin dirinya jatuh cinta dan tidak mau mempercayai kata-kata Changmin. Ia pun memutuskan membolos kelas karena pagi ini kelas science ia memilih menghindari Changmin untuk saat ini.

***

Jiyeon memberondong Sarah dengan berbagai macam varietas pertanyaan, emang tanaman?huh

“Jadi pagi ini kau berangkat dengan namja hot and cool?” Jiyeon duduk disebelah Sarah sedangkan Henry tidak masuk karena harus terbang ke China.

Sarah mulai jengah dan risih karena Jiyeon bertanya dengan suara keras seolah ingin mengumumkan gosip terpanas pada seluruh penghuni kelas.

“Yak!! Bisa tidak volumenya jangan seperti orang berdemo huh?”

“Oke mian, jadi cepat katakan padaku sebelum aku mati penasaran Sarah-ya!”

Sarah mendengus malas, sebenarnya ia juga merasa semuanya aneh hidupnya seakan terjungkir balik semuanya terasa tidak normal terutama memiliki sahabat Jiyeon yang sangat kepo maksimal dan jika ia tidak mengingat semua kebaikan Jiyeon, Sarah sudah menceburkannya ke semudera Atlantika.

“Ya.” Jawabnya singkat padat jelas karena semua pertanyaan Jiyeon memang kebetulan jawabannya ‘ya’.

“OMG! Aku bertanya sejak tadi sepanjang rel kereta api dan kau menjawabnya hanya ‘ya’! oke karena aku sangat penasaran maka aku tidak akan ngambek dan mook bicara padamu!”

Sarah menatap Jiyeon tak percaya, lalu memilih mengeluarkan bukunya. Jiyeon merasa diabaikan mengambil buku Sara dan menutupnya kasar. “Ceritakan padaku palliwa!”

“Ya tuhan Jiyeon-ah, tidak ada yang menarik kau tahu kan mobilku menginap di bengkel jadi Kyuhyun menawariku tumpangan itu saja tidak lebih.”

Jiyeon masih belum puas dan hendak bertanya lagi namun Shim Changmin masuk ke kelas mereka sambil menatap Sarah lekat. Kelas pun dimulai sedangkan Kyuhyun membolos entah kemana perginya.

***

Dikantin, Sarah dan Jiyeon sibuk melahap makanannya. Sarah melirik tangan kanan Jiyeon yang masih diperban untungnya yang luka bukan telapak tangannya namun dekat siku sehingga Jiyeon tidak terlalu kesulitan menulis dan melakukan aktifitas lain. Di lain sisi seseorang dari tadi memperhatikan meja Jiyeon dan Sarah.

“Jiyeon-ah apa lukamu masih sakit?” Jiyeon mendongak menatap sahabatnya lalu menggeleng cepat. Sarah menatapnya sendu seakan mengatakan mianhae seribu kali.

“Hei jangan mencemaskanku, aku sudah tidak kenapa-kenapa ini hanya luka kecil Sarah-ya.” Balas Jiyeon tak mau membuat Sarah merasa bersalah lagi.

“Kuharap hari ini Hyerim tidak membuat masalah, setelah apa yang terjadi padamu membuatku agak paranoid ke kantin sebenarnya.” Tutur Sarah sambil menyesap jusnya dan mengedarkan matanya ke seantero kantin mencari Hyerim. Hyerim bersama anggota geng nya berada 5 meja di depan Sarah namun Hyerim sepertinya tidak berniat membuat onar setelah kejadian kemarin ya semoga saja selamanya. Sarah meletakkan gelasnya yang telah kosong diatas meja lalu meraih ponselnya sekedar membuka portal sekolah mungkin saja ada hal baru.

“Bagaimana dengan mobilmu Sarah-ya?” tanya Jiyeon sambil mengunyah kimbab.

Sarah mengendikkan bahunya dan mengingat Puppy serta 983.000 ₩. “Nan molla, biayanya 983.000 ₩ dan uangku tidak cukup Jiyeon-ah. Ada ide?”

Jiyeon tampak berpikir sambil berkomat kamit sepertii hendak mengatakan sesuatu tapi entah apa. “Kau bisa memakai uangku dulu jika tidak keberatan, maksudku pakai saja uangku kau bisa mengembalikannya kapan-kapan.”

Sarah menggeleng pelan bukannya ia menolak kebaikan Jiyeon namun ia tidak ingin terlalu merepotkan lagian 983.000 ₩ buka jumlah yang sedikit dan Sarah tidak mau dianggap memanfaatkan teman.

“Wae? Kau jangan merasa tidak enak atau sungkan padaku, kita kan sahabat aku bahkan bisa membantumu jadi untuk apa kau menolak?”

Kali ini Sarah hendak menjawab hingga sebuah suara menginterupsi perbincangan Sarah dan Jiyeon. Seorang namja bertubuh sedang tidak terlalu tinggi namun tidak dikategorikan pendek juga, wajah imut dan manis tampak innocent serta bibir merah lengkap dengan senyum, berdiri disamping meja Sarah. “Hai!” sapanya.

Sarah mendongak sambil membenahi letak kacamatanya menampilkan wajah bloon dan jujur saja sangat gugup bahkan nyaris pingsan tak percaya jika sunbae yang sejak ia pertama masuk sekolah ini diidolakannya kini berdiri dihadapan Sarah. Poin plusnya menyapa Sarah terlebih dahulu, tak berbeda jauh Jiyeon bahkan menganga tak percaya.

“Kau Sarah Lee kan?” Ya ampun Sarah ingin sekali mencubit pipinya memastikan ini mimpi atau khayalan, bahkan sunbaenya tahu namanya. Sarah merasa terbang ke planet Mars saat ini.

“Su-sunbae, Jin Sunbae? Eoh ne…aku Sarah Lee sunbae, waeyo geure?” tanya Sarah mencoba agar tidak terlihat idiot itu saja, sedangkan Jiyeon masih menganga.

“Apa aku boleh duduk? Ada sesuatu yang ingin kubicarakan padamu.” Tanya Jin Sunbae lagi, ya ampun sunbae ini sopan sekali.

“Silahkan duduk sunbae, kami tidak keberatan sama sekali.” Balas Jiyeon cepat yang dihadiahi senyum manis oleh Jin sunbae.

“Gomawo, oh bagini kudengar kau menguasai bahasa Inggris dan seorang penerjemah Sarah Lee, uhm aku ingin meminta tolong padamu.”

Hah? Meminta tolong? Dia bahkan baru tingkat pertama high school sedangkan Jin diatasnya setahun.

“Apa yang bisa kubantu sunbae?” Jin kembali tersenyum dan meletakkan buku tebal yang dibawanya tadi diatas meja lalu menyodorkannya pada Sarah. Sarah menerimanya dan membuka klembar pertama buku tersebut. Ini novel luar batinnya.

“Igo….aku mendapat tugas sastra untuk membuat sinopsis novel ini, namun kau sudah tahu kan bahasanya, ya bahasa inggris dan aku sangat lemah di bahasa Inggris jadi aku kesulitan membuat sinopsisnya.”

“Lalu sunbae?” tanya Sarah masih belum mengerti setelah mendengar curhatan Jin.

“Uhm….aku meminta tolong padamu untuk menterjemahkan novelnya sehingga aku lebih mudah memahaminya dan menyelesaikan tugasku tapi waktumu hanya 3 hari, eotte?”

Sarah menganga mendengar kalimat yang keluar dari bibir imut Jin barusan, sunbaenya tidak salah kan? Meminta tolong padanya untuk menterjemahkan novel bahasa inggris setebal 350an halaman dalam waktu 3 hari? Dia pikir Jin itu alfalink atau kamus berjalan atau google translate? Ohya kenapa dia tidak memanfaatkan gogole translate atau jasa penerjemah profesional maksudnya ia kan kaya? Memangnya tampang Jin menyiratkan tukang-penerjemah-cuma-cuma? Memang sih Sarah menyukai Jin sunbae sejak masa orientasi siswa namun apa Sarah bodoh dengan mau menyetujui permintaan Jin? Hey buku setebal itu 3 hari dia pikir Sarah pengangguran yang tidak punya tugas lain? Bahkan tugas sekolahnya menumpuk!!!

“Eotte? Sarah kau mau kan melakukannya untukku?” tanya Jin lagi karena merasa Sarah tidak menanggapinya.

Sarah sadar dari lamunannya kemudian menoleh pada Jin sunbae. “Ah…sunbae kupikir 3 hari novel setebal ini? Hahahaaha….saranku kau bawa saja pada penerjemah profesional mereka pasti bisa menyelesaikan dalam waktu cepat.”

“Jadi kau menolak membantuku?” pertanyaan yang melemahkan hati nurani Sarah karena seolah Sarah terintimidasi dan menjadi seseorang yang jahat tidak mau membantu sesama. Ya ampun sunbae plis deh kalau minta tolong yang realistis!

Jiyeon pun mengerti situasinya dan membantu Jin menjelaskan pada Jin sunbae. “Bukannya Sarah tidak mau membantu sunbae tapi novel ini sangat tebal dan hanya 3 hari sunbae, Sarah juga memiliki tugas lain sepulang sekolah.” Jiyeon menatap manik mata Jin meyakinkannya.

Dalam hati Sarah bersorak karena Jiyeong membantunya keluar dari situasi awkward nya. Jin pun tampak menunduk sejenak kemudian menatap Sarah lekat.

“Jika aku menawarkan 600.000 ₩ apa kau bersedia membantuku Sarah-ssi?”

Sarah tersedak air liurnya sendiri, ia tidak menyangka Jin mengatakan akan membayarnya 600.000 ₩? Jumlah yang dibutuhkannya 983.000 ₩, jika ia mendapatkan uang dari Jin 600.000 ₩ maka ia hanya tinggal memikirkan 383.000₩ sisanya dan oh jangan lupakan biaya ganti rugi mobil Kyuhyun belum dihitung. kegilaan apalagi ini? Mana ada hanya menerjemahkan novel begini dibayar 600.000 ₩!!! Biasanya dia menerjemahkan 1 novel dengan bayaran rata-rata 300.000₩ saja dihitung per lembar 1000₩ dalam waktu seminggu hingga 2 minggu ia kerjakan. Oke demi 600.000₩ dalam 3 hari Sarah menyanggupinya.

“Eum sunbae kupikir ini berlebihan, maksudku kau bercanda ya?” Tanyanya untuk memastikan bahwa mungkin hari ini april mop tapi ini jelas bulan November akhir musim gugur.

“Aniyo….aku serius atau 600.000 ₩ kurang Sarah?”

“bukannya kurang namun itu sangat banyak karena biasanya harga per lembarnya 1.000₩ saja tapi biasanya kukerjakan seminggu hingga 2 minggu.”

“Ahh….jika kau merasa keberatan karena hanya 3 hari akan kutambah jadi 700.000₩ eotte? Kau mau kan menerjemahkannya?

Sarah merasa agak tersinggung apa ia terlihat seperti penjual saat ini? Kenapa mereka malah saling tawar menawar dan ini masalah jasa seolah Sarah menjual harga dirinya saja.

“Sarah, terima saja bukankah kau membutuhkan uang itu?” bisik Jiyeon pelan sambil menendang sepatu Sarah lalu tersenyum kaku pada Jin sunbae. Sarah masih berpikir, ada benarnya juga kata-kata Jiyeon lagipula ia tidak perlu merasa tidak enak karena ia seperti memanng penerjemah. Bukankah ia layak mendapatkan imbalan?

“Ba-baiklah sunbae aku setuju.” Akhirnya Sarah menjawabnya, Jin tampak berbinar lalu menggenggam tangan Sarah yang langsug membuat Jiyeon melotot tak percaya. Adegan itu juga tak luput dari hyerim yang kini menggertakkan giginya.

“Gomawo….gomawo Sarah.” Jin sunbae Masih menggenggam tangannya, Sarah merasa tak nyaman karena beberapa mata kini menatap mereka dengan berbagai ekspresi dan yang terburuk saat ia matanya bertemu dengan mata nyalang Hyerim diseberangnya. Oh ini alarm bahaya! Dia benar-benar dalam bahaya!

Dengan tidak enak, Sarah melepaskan tangannya dari genggaman Jin kemudian berdehem. “Tapi aku mau dibayar dimuka sunbae, mian tapi aku membutuhkannya. Dan aku janji 3 hari lagi aku sudah menyerahkan terjemahan bahkan bonus sinopsisnya akan kubuatkan dengan 2 versi korea dan inggris, eotthe?”

Sarah melirik Jiyeon yang kini mengedipkan sebelah mata padanya. Tak menunggu lama, Jin mengangguk dan meminta nomor rekening Jin, setelah itu mereka berpisah dan masuk ke kelas masing-masing. Jiyeon pun menggoda Jin habis-habisan karena bukan hanya Kyuhyun yang kini mendekati Sarah terang-terangan sunbae Jin pun melakukan hal yang tidak jauh beda. Oh Astaga! Benarkah???

 

TBC

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Feb 10, 2016 @ 03:53:57

    bener kata changmin,,, kyu jatuh cinta,,,,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: