STUCK IN BLOOD [5/?]

HBGC_20151023205212

Nama : Tian Cho

Judul : “STUCK IN BLOOD Part 5”

Tag (Tokoh/cast) : Cho Kyuhyun, Sarah Lee OC and others.

Genre : Romance, Mysteri, Fantasi

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Catatan Author : FF ini murni pemikiranku dan dimohon dukungannya dengan tidak memplagiat atau bash dengan komentar yang tidak smart. Makasih buat admin yang udah mau posting FF abal-abal ini. Btw salam kenal buat semuanya chingu aku Tian Cho kalo mau berkunjung ke blog aku ada FF lain masih dengan cast Cho Kyuhyun tentunya silahkan di www.chotianfanfiction.wordpress.com

Happy Reading all jangan lupa kritik dan saran yang bisa membangun ne!!

 

Preview:

Dengan tidak enak, Sarah melepaskan tangannya dari genggaman Jin kemudian berdehem. “Tapi aku mau dibayar dimuka sunbae, mian tapi aku membutuhkannya. Dan aku janji 3 hari lagi aku sudah menyerahkan terjemahan bahkan bonus sinopsisnya akan kubuatkan dengan 2 versi korea dan inggris, eotthe?”

Sarah melirik Jiyeon yang kini mengedipkan sebelah mata padanya. Tak menunggu lama, Jin mengangguk dan meminta nomor rekening Jin, setelah itu mereka berpisah dan masuk ke kelas masing-masing. Jiyeon pun menggoda Jin habis-habisan karena bukan hanya Kyuhyun yang kini mendekati Sarah terang-terangan sunbae Jin pun melakukan hal yang tidak jauh beda. Oh Astaga! Benarkah???

 

STUCK IN BLOOD [Part 5]

Sarah mengingat tatapan membunuh Hyerim saat di kantin, ia pun memutuskan ke loker dan mengamankan barang-barangnya sebelum terjadi sesuatu yang buruk. Sarah membuka lokernya dan pemandangan pertama yang membuatnya menahan napas adalah keadaan lokernya yang kacau balau bak terkena gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan semua jenis bencana alam lainnya.

“Omo!!! Sudah kuduga Hyerim pasti akan melakukannya tapi ekspektasiku tidak separah ini.” Dengus Sarah sambil memungut baju renangnya yang telah digunting-gunting hingga sobek sana sini. Padahal itu adalah baju renang kesayangannya yang ia beli dengan susah payah karena harganya cukup mahal untuk kantong Sarah dan hari ini kebetulan juga Sarah ada kelas renang. Doubel shit!!

Sarah menangisi baju renangnya seperti ibu yang ditinggal mati anaknya. Hingga seseorang menyentuh pundaknya dan mengagetkan Sarah. sebelum mendongak, Sarah menghapus sisa air matanya lalu memastikan siapa yang sialan mengganggu kebersamaannya dengan baju renang kesayangannya.

“Kyuh-Kyuhyun?” gumamnya agak tergagap karena kaget dan suaranya belum normal akibat menangis. Kyuhyun memperhatikan loker Sarah yang hancur dan penuh semprotan saos, susu, serta lain-lain.

“Kenapa lokermu begini?” tanya Kyuhyun polos. Oh ya ampun Kyuhyun belum pernah disuguhi pemandangan loker model begini seumur hidup.

“Sudah biasa, ini pasti ulah si setan Hyerim.” Jawab Sarah lemah lalu mulai membereskan lokernya. Kyuhyun menatap baju renang Sarah yang setahunya tadi dipeluk Sarah sambil menangis.

“Baju renangmu…………………” Kyuhyun bingung harus melanjutkan kalimatnya dengan kata apa lagi. Ia takut salah bicara.

“Ini baju renang kesayanganku, kau sudah lihat kan bagaimana bentuknya sekarang? Aku bahkan membelinya dengan keringatku ini sangat mahal,hiks.” Sarah kembali mewek karena membicarakannya lagi.

“Uljima….kita bisa membeli yang baru. Aku bantu membersihkan lokermu.” Ya ampun Kyuhyun baik banget. Sarah merona dan melupakan baju renangnya karena mendengar penuturan Kyuhyun barusan. Ini pertama kali baginya diperlakukan semanis ini oleh namja.

“Kyuhyun gomawoyo, aku selalu merepotkanmu.” Ucapnya tulus.

Mereka pun tidak masuk kelas dan malah membereskan loker Sarah. adegan ini ditonton oleh Hyerim dari jauh, awalnya ia sangat bahagia bahkan tertawa kepingkal-pingkal melihat Sarah menangisi baju renangnya. Tapi setelah melihat Kyuhyun yang malah menjadi berempati dan makin dekat dengan Sarah membuatnya kesal setengah mati hingga rasanya menyesal telah mengobrak abrik loker Sarah. Hyerim tak tahan lagi, ia sangat benci melihat kebahagiaan Sarah jadi ia memutuskan pergi dan mencari ide lain untuk mengerjai Sarah.

***

Sarah dan Jiyeon berada di toilet, Jiyeon masih ngedumel mendengar cerita Sarah tentang loker dan baju renangnya. Mereka pun memikirkan untuk balas dendam pada Hyerim.

“Ah matta! Sarah kau sudah melihat rekeningmu?” Sarah mengernyitkan dahinya bingung, untuk apa melihat rekening?

“Mwo? Untuk apa Ji?”

Jiyeon merasa gemas pada kepolosan Sarah. “Bukankah kau tadi sudah deal deal an tentang 700.000 ₩ dengan Jin sunbae? Sekarang pastikan apa saldomu sudah bertambah?”

Sarah tersenyum setelah memahami maksud pembicaraan Jiyeon. Lalu mengeluarkan ponselnya dari saku dan mulai menjelajah e-banking.

“Ya tuhan!! Ini nyata Ji, 700.000 ₩ ya ampun nol nya ada 5 benar-benar Jin sunbae sudah mentransfernya. Aduh eotthokkae?” pekik Jin kegirangan. Jiyeon pun ikut mengintip tulisan dilayar Sarah.

“Ya sudah, kau tarik uangnya dan ambil puppymu kembali lalu cepat kerjakan novel itu waktumu hanya 3 hari ingat sabtu malam kalian bertemu untuk transaksi.” Pesan Jiyeon menyadarkan Sarah lalu ia pun tersenyum lebar.

“Ji, sabtu malam aku akan bertemu dengan Jin sunbae kau harus emm mendandaniku ne,ne,heum?” pintanya sambil menarik-narik lengan Jiyeon manja.

Jiyeon mengulum senyumnya membayangkan Sarah berkencan dengan Jin sunbae. “Ji, kenapa senyum-senyum? Kau tidak gagar otak kan?” tanya Sarah bingung melihat sahabatnya yang tiba-tiba kumat.

“Anio aku hanya sedang membayangkanmu dan Jin sunbae berkencan.”

Sarah yang mendengarnya sontak saja pipinya langsung merona, Sarah memukul bahu Jiyeon pelan. “yakk!! Jangan buat aku makin melayang, Jin sunbae hanya memanfaatkan keahlianku bukan menyukaiku.”

Jiyeon pun terkekeh mendengar kalimat pesimis Sarah. “Hei tenang saja masih ada Kyuhyun jika Jin sunbae tidak menyukaimu Sarah.”

“What?? Kyuhyun…..apalagi Kyuhyun! Mana mungkin dia menyukaiku.” Pekik Sarah yang membuat beberapa yeoja di dalam toilet menatapnya jengah. Sarah langsung menutup mulutnya dan Jiyeon cekikikan sambil berlari keluar toilet meninggalkan Sarah.

Sarah baru saja keluar dari toilet dan tidak mendapati Jiyeon sepertinya Jiyeon sudah meninggalkannya pulang.

“Hai!” sapa Kyuhyun yang entah muncul dari mana tiba-tiba saja sudah berada dihadapan Sarah. Sarah salah tingkah jadinya karena merasa tidak siap dengan kehadiran Kyuhyun yang begitu tiba-tiba.

“Ha-ha-hai Kyuhyun!” balasnya sambil menunduk. Sarah dan Kyuhyun malah saling diam berhadap-hadapan masih dengan posisi berdiri tak jauh dari toilet yeoja.

20 detik kemudian-

“Ayo pulang bersama, aku akan mengantarmu.” Kyuhyun berhasil membuka suara setelah menganggulangi kegugupannya.

Sarah mendongak dan menemukan wajah Kyuhyun berada tepat didepan wajahnya karena Kyuhyun mensejajarkan tubuhnya. “Ayo pulang Sarah!” ajak Kyuhyun lagi. Napasnya yang sejuk menerpa wajah Sarah seperti kipas angin saja. Sarah mengerjabkan matanya dan mundur satu langkah.

“Kyuhyun bukankah ini sudah 3 hari, aku mau ke bengkel kemarin mengambil mobilku.”

Kyuhyun masih menatap Sarah tanpa ekspresi kemudian mengangguk. “Ayo kuantar.” Kyuhyun pun berjalan terlebih dulu diekori Sarah.

Sesampainya di bengkel, seperti kemarin Kyuhyun yang berbicara dengan montirnya dan Sarah hanya menunggu di kursi. Tak lama kemudian Kyuhyun menghampiri Sarah memberikan kunci mobil Sarah.

“Mobilku sudah jadi Kyuhyun-sssi? Baiklah aku akan ke kasir dulu.”

Belum genap 2 langkah, tangan Sarah sudah dicekal oleh Kyuhyun. “Aku sudah membereskannya, kau tinggal membawanya saja.”

Sarah melongo seperti orang bodoh untung saja otaknya tidak terlalu loading lama sehingga dengan cepat memproses informasi yang diterima telinganya.

“Mwo? Maksudnya bagaimana Kyuhyun? Bukankah kemarin kaubilang biayanya 983.000 ₩. Aku punya uangnya aku akan membayar.”

Kyuhyun mendesah sambil memejamkan matanya, menguatkan hatinya. “Aku sudah melunasinya, kau tidak perlu memikirkannya. Sudah pulanglah Sarah.”

Sarah makin merasa aneh dengan Kyuhyun kenapa dia melunasinya. “Kyuhyun, itu mobilku dan semua salahku tapi kenapa kau yang melunasinya? Bahkan perbaikan mobilmu seharusnya aku yang menanggung. Aku memiliki 983.000 ₩ saat ini, aku akan mentransfernya padamu, berikan aku nomor rekening serta total dari perbaikan mobilmu. Aku akan menggantinya.”

Kyuhyun tak bergeming, Sarah melanjutkan kalimatnya. “Cepat berikan aku nomor rekeningmu Kyuhyun!”

“Kau tidak perlu menggantinya Sarah.” Jawab Kyuhyun sarat akan penekanan. Namun Sarah masih ngotot dan tidak mau menerima kebaikan Kyuhyun Cuma-Cuma.

“Begini ya Kyuhyun, aku tahu jika kau sangat kaya tapi maaf aku bukan yeoja murahan yang mau menerima kebaikan seseorang bagitu saja dengan Cuma-Cuma mungkin kau memang tulus tapi ini masalah hutang budi, aku tidak mau berhutang budi pada siapapun. Kau bahkan bukan saudaraku jadi kumohon terima uangku, mana no rekeningnya?”

Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya didepan dada sambil menatap Sarah tepat di manik matanya yang berwarna karamel.

“Baiklah terserah kau saja, tapi aku hanya tidak ingin kau kesulitan………..” belum sempat Kyuhyun menyelesaikannya, Sarah sudah menyela.

“Aku tidak kesulitan sama sekali Kyuhyun, ihhh cepat sebutkan nomor rekeningmu dan masalah berkurang.” Sarah sangat gemas dengan Kyuhyun yang tanpa alasan memperlakukannya begini.

“Tidak bisakah kau hanya menerimanya saja? Aku tidak menyukai penolakan ini melukai harga diriku Sarah.” Ya ampun barusan Kyuhyun mengatakan tentang harga diri? Tidak sadarkah bahwa harga diriku juga terluka? Batin sarah berontak.

“Tapi Kyuhyun………………” Sarah tidak jadi melanjutkannya sebab Kyuhyun kini menggeram dan sangat menyeramkan, Sarah menciut.

***

Sarah mengendarai Puppynya menuju apartemennya, setelah adu mulut dengan Kyuhyun akhirnya Sarah mengalah dengan tekad akan mencari cara untuk mengembalikan uang Kyuhyun. Setidaknya ia malu karena menjadi sorotan saat di bengkel karena beradu mulut dengan Kyuhyun masalah pembayaran.

“Noona wasseo?” Sapa adiknya Joon saat Sarah baru saja masuk dan mendapati Joon sedang menonton naruto di tv. Sarah meneguk air dingin yang berasal dari kulkas. Setelah meneguk 2 gelas, Sarah kekamarnya berganti baju dan mandi lalu menyiapkan makan malam untuk Joon dan appanya. Sejak eommanya menghilang Sarah harus menggantikan semua tugas rumah. Setelah itu belajar mengerjakan PR, mengerjakan terjemahan yag dibawanya pulang dan tidur. Seperti itu berulang-ulang, ia tidak memiliki waktu untuk bermain.

“Joonie apa yang kau dapatkan digudang kemarin?” Tanya Sarah setelah mengingat tentang eommanya.

Joon masuk ke kamarnya mengambil sesuatu lalu beringsut mendekati Sarah yang sedang memasak di dapur.

“Igo, noona! Kupikir foto itu ada hubungannya.” Sarah menghentikan aktifitasnya dan meraih selembar foto tidak berwarna. Disana tampak 2 orang gadis yang sedang tersenyum menatap ke kamera. Keduanya mirip namun tatanan rambut dan tingginya berbeda. Sarah tersentak ini foto ibunya saat masih muda tapi dengan siapa? Siapa gadis satunya?

“Apa kau sudah memberitahu appa tentang foto ini eoh?”

“Belum noona, aku bingung sepertinya ada yang disembunyikan appa dari kita makanya aku tidak memperlihatkannya dulu. Noona eotte?”

Sarah berpikir keras, selama ini ia tidak pernah tahu jika ibunya memilki saudara, mereka sangat mirip tapi bukan kembar. Setahunya, eommanya yatim piatu dan appanya juga yatim piatu, selebihnya Sarah tidak tahu apapun tentang silsilah kedua orangtuanya.

“Kau benar Joonie, sepertinya memang ada yang disembunyikan appa dan eomma bahkan foto ini aku yakin mereka saudara tapi eomma tidak pernah bercerita tentang imo.”

Joon mengangguk mantap kemudian membalik foto tersebut, terdapat tulisan.

[Yoon Ah dan Yoon Jung, Osaka]

“Osaka.” gumam keduanya bersamaan saling menatap. Sarah mencium bau asap dari arah belakangnya.

“Omo!!! Gosong….huft.” teriaknya lalu mematikan kompor dan membuang teflonnya di tempat cuci piring.

***

Malamnya, sepulang Sarah dari kelas intensif bahasa Prancis. Ia mengerjakan translate novel Jin sunbae sambil berkelana melalangbuana memikirkan foto yang ditunjukkan Joon tadi malam.

Sarah mencoba kembali fokus dan mengerjakannya dengan cepat karena ia sudah sangat mengantuk padahal baru dapat 50 halaman, memaksakan matanya dan tanpa sadar ia tertidur diatas mejanya.

Pukul 02.00 KST Kyuhyun masuk kedalam kamar Sarah melalui jendela yang lupa belum ditutup. Kyuhyun mendekati Sarah yang masih tertidur diatas mejanya melihat novel milik Jin, lalu mengedarkan matanya ke sekeliling meneliti tiap sudutnya dikamar Sarah. lalu kembali menatap Sarah dan membawanya ketempat tidurnya. Setelah menyelimuti Sarah, Kyuhyun membelai surai rambut Sarah pelan.

“Sebenarnya kau siapa? Kenapa darahmu sangat manis? Ciri fisikmu mengarah pada dugaanku tapi melihatmu tertidur membuatku semakin bingung.” Gumamnya pelan, tangannya beralih mengusap pipi Sarah.

“Sepertinya aku memang tertarik padamu.” Kyuhyun mengecup dahi sarah kemudian beranjak pergi meninggalkan Sarah bersama mimpinya karena matahari mulai terbit.

***

Sabtu malam-

Jiyeon berada di kamar Sarah sambil membolak balikkan majalah fashion yang dibawanya menunggu Sarah mandi. Sarah yang telah selesai mandi, terlihat sedang mengobrak-abrik lemarinya mencari outfit yang pas.

“Ji, aku harus mengenakan apa?”

Jiyeon menunjukkan majalahnya pada Sarah. “Seperti ini saja, kau punya vest kan? Uhm sebentar biar aku yang pilihkan lebih baik kau pakai pelembab dulu sana.” Sergah Jiyeon, Sarah pun menurut.

Setelah memakai outfit pilihan Jiyeon hanya celana denim yang dipadukan kaos lengan panjang dimasukkan kedalam celana serta ditambah vest. Terlihat casual dan trendy setidaknya Sarah tidak ingin menampakkan kesan dandan maksimal di depan Jin sunbae namun terlihat biasa saja. Sedangkan rambut Sarah digulung keatas dengan poni sedikitnya untuk wajah, Jiyeon merapikan bagian alis, eyeliner biru sparkling, bedak, sedikit blush on untuk pipi serta lipgloss pink. Jiyeon terlihat puas melihat penampilan Sarah sekarang tanpa kacamata tentu saja.

Sarah melihat pantulan dirinya di cermin dan merasa tak percaya jika dia sebenarnya secantik ini padahal hanya memakai pakaian biasa. Jiyeon menyodorkan sepatu vans putih berplatform dan slingbag.

“Gomawo Jiyeon-ah, kau masih ingin dikamarku kan? aku pergi dulu ne anyeong!” Ucapnya sambil meraih kunci mobil dan mantel sambil lalu.

Sarah bersama puppy telah sampai di parkiran cafe yang dimaksud Jin. Untuk mengurangi kegugupannya, Sarah mencengkeram tali tasnya dan melangkah masuk. Waitress menghampirinya dan mengantar menuju meja kosong. Jin belum sampai, Sarah mengeluarkan ponselnya ternyata ada pesan mungkin dari Jin.

Ternyata dari nomor tak dikenal, Sarah mengerutkan dahinya bingung saat membaca pesan yang dikirim untuknya. Benarkah? [Apa yang kau lakukan disini?]

Sarah celingak celinguk dan mendapati Kyuhyun berdiri tak jauh dari mejanya, tatapannya tajam menghunus langsung tepat dikedua mata Sarah. “Apa yang dilakukannya disini?” gumamnya dan tersadar jika ini cafe setiap manusia berhak mendatanginya.

Kyuhyun mulai berjalan mendekat namun Jin telah datang dan duduk dihadapan Sarah sambil tersenyum. Sarah membalas senyum Jin sekilas lalu mencari Kyuhyun dan raib, ia menghilang.

“Kau sangat cantik SarahLee tampak berbeda dengan saat di sekolah.”

Sarah tersipu malu mendengar pujian yang dilontarkan Jin. Jelas saja ia sangat cantik bahkan ia menghabiskan 2 jam hanya untuk berdandan.

“Igo sunbae, sudah kukerjakan sesuai permintaan bahkan dengan bonusnya jadi sunbae tidak perlu kesulitan membuat sinopsisnya lagi.” Jelasnya untuk mengurangi kegugupannya. Sarah sudah mengidolakan Jin sejak hari pertama masuk sekolah karena waktu itu Sarah melihat Jin yang sedang membantu seorang ibu guru yang kesulitan membawa buku dan dengan gentle nya Jin sunbae menawarkan diri.

“Waahh…gomawoyo Sarah, kau jjang!! Aku senang sekali, lain kali aku boleh kan meminta tolong lagi?” tanya Jin sambil membuka lembar demii lembar pekerjaan Jin, setelah memeriksanya ia meletakkan tumpukan kertas itu kedalam tasnya.

“Kau belum memesan kan?” Tanya Jin sambil memanggil waitress. Lalu menatap Sarah intens hingga membuat Sarah makin gugup.

“Uhm,…aku menunggu sunbae jadi belum memesan apapun.” Waitress pun datang membawakan buku menu, setelah melihat dan memesan makanannya Sarah pamit ke toilet.

Ditoilet ia mencuci tangannya di wastafel untuk mengurangi kegugupannya. Saat berbalik, ternyata Kyuhyun telah berada dibelakangnya yang sontak membuat Sarah memekik tertahan.

“Omo….Kyuhyun apa yang kau lakukan di toilet yeoja eoh?”

Kyuhyun masih diam, hanya memperhatikan Sarah membuat Sarah makin bingung, kenapa disemua tempat yang ia datangi selalu ada Kyuhyun akhir-akhir ini. Ini kebetulan atau apa?

Sarah mengibaskan tangannya di depan wajah Kyuhyun, tapi Kyuhyun berkedip pun tidak. “Hallo?” kali ini Sarah menaikkan dua oktaf suaranya agar Kyuhyun tuli, eh.

“Bukankah pesan yang kukirim sudah jelas?” jawab Kyuhyun akhirnya, wajahnya tanpa ekspresi dan Sarah bloon tidak mengerti apa maksud ucapan Kyuhyun. “Pesan yang mana? Katakan dengan jelas!” cercanya.

“Cek ponselmu!”

Cling!! Sarh langsung mengingat pesan dari nomor tak dikenal tadi berarti Kyuhyun.

“Ah matta, itu nomormu? Kupikir siapa.”

Kyuhyun menatapnya menuntut jawaban, Sarah berdehem menetralkan tenggorokannya. “Aku ada urusan bisnis. Kau sendiri sedang apa? Kau tidak menguntitku kan Kyuhyun?”

Kyuhyun mendengus sambil menoleh kesamping kiri memperhatikan Jin. “Bisnis? Dengan namja itu?” tanyanya dengan nada meremehkan.

“Eoh, dia Jin sunbae kau harus sopan pada senior. Aku ke mejaku dulu, anyeong!” Sarah hendak meninggalkan Kyuhyun namun Kyuhyun mencekal tangannya dan menekan Sarah di dinding. Sarah berontak namun Kyuhyun seolah tuli, ia makin mendekatkan wajahnya kearah cerukan leher Sarah. Menghirup aroma dari tubuh Sarah dan membuka mulutnya memamerkan deretan gigi tajamnya.

“Kyuhyun apa yang kau lakukan? Sakit! Lepaskan aku, sialan!” umpat Sarah frustasi, Kyuhyun menekan tubuhnya ke dinding dan menguncinya sangat erat. Apa-apaan maksudnya? Sarah merintih merasa nyeri pada pergelangan tangannya yang dicengkeram Kyuhyun.

Kyuhyun mencium leher Sarah sambil menahan dirinya kuat-kuat agar tidak menancapkan taringnya dileher Sarah tentu saja. Kyuhyun masih mencium leher Sarah dan menghisapnya kuat sambil mengerang tertahan ditenggorokan. Sedangkan Sarah merutuki dirinya yang tak kuasa menolak sentuhan Kyuhyun dan sedikit menikmati, jujur saja ini pertama kalinya ia berskinship dengan namja. “Aahhhh!!” desahnya.

Setelah akal sehat Sarah kembali menguasainya dan meneriakkan peringatan jika ia masih berada didalam toilet cafe dengan keadaan ini sekuat tenaga Sarah mencoba mendorong tubuh Kyuhyun.

Usahanya berhasil karena Kyuhyun melepaskan leher Sarah dan menjauh 20 centi dihadapannya sambil menunduk dalam. Sarah merasa heran dan ingin melontarkan sumpah serapah atau kalau perlu melemparkan tamparan ke pipi Kyuhyun namun melihat keadaan Kyuhyun yang seperti ini memaksa Sarah mengurungkan niatnya.

Kyuhyun masih menunduk dalam hingga Sarah tidak dapat melihat wajah Kyuhyun dengan jelas. Tanpa mengatakan apapun, Kyuhyun melesat keluar toilet meninggalkan Sarah hingga tercengang tak percaya. Sarah membasuh wajahnya sambil sesekali mengumpat tak jelas karena merasa dipermainkan. Sarah menatap pantulan wajahnya yang masih basah dengan air yang menetes di cermin, lalu mengeringkan wajahnya dengan tissue tanpa mempedulikan make up yang mungkin luntur. Sarah menyentuh leher tempat Kyuhyun mencium dan menghisapnya tadi dan memorinya kembali pada beberapa menit lalu. Sarah segera menepis semua pikiran mesumnya dan kembali fokus pada cermin.

Ada sesuatu yang mencolok berwarna merah keunguan di lehernya, Sarah menggosoknya berkali-kali berharap bekas kissmark Kyuhyun hilang namun sia-sia. Sarah mengerang merasa masalahnya bertambah satu lagi, bagaiman ia menemui Jin jika lehernya seperti ini? Sarah mengacak rambutnya pelan lalu mengobrak abrik sling bagnya hingga menemukan syal.

“Untung aku membawa syal ya ampun aku bersyukur!” gumamnya pelan lalu melilitkan syal dilehernya menutupi kissmark. ini akhir musim gugur sehingga tidak akan aneh jika Sarah memakai syal. Setelah mematut dirinya lagi, Sarah bergegas keluar toilet dan kembali menghampiri Jin dengan meja yang sudah penuh makanan pesanan mereka.

“Sunbae, mian aku lama. Apa makanannya sudah datang sejak tadi?”

Jin tersenyum tanpa melepaskan matanya pada Sarah yang kini sedang mendudukkan diri dikursinya. “Semuanya baru saja tiba, kupikir yeoja memang lama jika berhubungan dengan toilet.” Godanya.

Sarah tersenyum kikuk dan berusaha menghindari topik tentang toilet karena setiap mendengar kata toilet membawa angannya pada bibir Kyuhyun yang mencium dan menghisap lehernya dengan hot.

“Oh ya kenapa kau memakai syal Sarah? sepertinya tadi kau tidak memakainya.” Tambah Jin sambil menunjuk syal Jin. Jin berusaha mencari alasan logis yang tidak mencurigakan.

“Ak-aku hanya merasa agak kedinginan saja sunbae.” Jawab Sarah akhirnya, rasanya ia hanya ingin segera menghabiskan makanannya dan pulang lalu masuk ke kamarnya mengurung diri hingga besok.

“Ahh begitu? Udaranya memang mulai dingin, yasudah ayo kita makan sekarang Sarah.” inilah kalimat yang sarah tunggu sejak tadi, Sarah pun hanya tersenyum dan langsung menyantap makanannya dengan lahap kebetulan ia memang lapar. Jin memperhatikan Sarah yang sedang makan dan tersenyum tipis.

 

TBC

3 Comments (+add yours?)

  1. khalepa
    Feb 10, 2016 @ 04:55:44

    Ya ampun ceritanya ok bgt..
    Maaf baru komen dsini soal.a ngebit baca dr part 1..
    Keep writing.. Next

    Reply

  2. lieyabunda
    Feb 11, 2016 @ 03:36:21

    jin suka ama sarah juga yaa,,,,
    lanjut

    Reply

  3. lhunha
    May 06, 2016 @ 19:37:48

    astaga sumpah ff nya bagus bgt
    semoga ending nya gk mengecewakan spt ff yg pernah aku baca dulu xD
    next yak di tunggu lho xD
    mian baru comen sekarang ,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: