Marriage is a Joke?! [4/?]

miaj

Marriage is a Joke??!

[Part. 4]

 

Cast :

-Han Cheon Neul

-Lee Donghae

Other Cast :

-Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

-Lee Hyukjae

-Lee Sungmin

-Kim Kibum, dst.

Genre : Romance.

PG/15

Disclaimer : Seluruh cast disini milik Tuhan, Orangtua mereka, dan mereka sendiri. Tapi, ff ini milik saya, dan murni dari hasil imajinasi saya!

***

Orang-orang diluar sana pasti sangat bahagia saat menjelang hari pernikahan nya.

Tapi, itu tidak berlaku bagiku.

Pernikahan ini kuanggap kesialan terburuk dalam hidupku.

***

2 September 2012

Cheon Neul POV.

            Ini sudah bulan September, hah! Aku tak menyangka waktu berjalan begitu cepat.

Hampir sebulan penuh aku menghabiskan waktuku untuk mengurung dikamar. Ini sangat bertolak belakang dari sifatku. Entahlah, aku hanya ingin sendiri saat ini.

Tokk..tokk..tokk..

“Cheon Neul-ya, ayo turun, calon suami mu datang.” ucap seseorang sambil mengetuk pintu kamarku dari luar sana, dari suaranya aku meyakini bahwa orang itu adalah Miranda.

“Malas” balasku seraya menghempaskan tubuhku ke kasur empuk ku.

“Aigoo, apa kau betah mengurung dirimu di kamar terus?” tanya nya lagi seraya membuka pintu kamarku yang tak ku kunci.

“Berhentilah mencampuri urusanku!” sebalku seraya menutup tubuhku dengan selimut.

“Yak! Kenapa kau tidur! Ia datang kemari untuk menjemputmu fitting baju pengantin, hari pernikahan kalian sudah tak lama lagi” ucapnya lagi seraya menyingkap selimutku.

“Ia bukan calon suami ku! Dan juga, siapa yang ingin menikah? Kalau kau suka, kau saja yang menikah!” celetuk ku sebal. Aku tak ingin menikah! Kau pikir aku adalah bonekamu?!

“Jika kau terus keras kepala seperti ini, Appa mu akan melakukan segala cara untuk membuatmu setuju. Eh? Bukankah kau memang sudah setuju?” ucapnya sedikit berbisik.

“Aku tak peduli” ucapku seraya merebut paksa selimut yang masih di pegangnya, dan tanpa peduli dengan ekspresi bodohnya, aku kembali menyelimuti diriku dan segera tidur.

***

Tokk..tokk..tokk..

Aku tak begitu peduli dengan suara ketukan keras dari pintu kamarku. Sejujurnya aku tidak tidur, aku hanya malas membuka mataku, karna aku sangat yakin bahwa mereka akan terus merecoki ku soal pernikahan bodoh itu.

Aku kembali mendengar suara decitan pintu terbuka dari balik selimutku. Aku sengaja tak mengunci kamarku, toh sama saja, mereka memiliki kunci ganda kamarku.

“Cheon Neul-ya, Appa tahu kau tidak tidur” suara berat itu mengintrupsiku. Yah, itu adalah suara Appaku. Aku dapat mendengarnya menghela nafas berat sebelum ia melanjutkan ucapan nya.

“Appa tahu, kau sangat membenci Appa. Tapi, apa yang Appa lakukan, ini semua untuk kebaikan mu nak” lanjutnya.

Mendengar ucapan nya itu membuatku seketika naik darah. Tak cukupkah dengan semua hal yang dilakukan nya saat ini? ia memberikan ku banyak penderitaan dengan semua hal yang dilakukan nya. Lalu, apa yang baru saja ku dengar ini? untuk kebaikanku? Cih!

Aku menyingkap selimut yang menutupi ku dengan kasar dan beranjak dari posisi berbaring seraya menatap nya tajam.

“Kebaikanku? Cih! Hal-hal gila yang kau lakukan pada ku selama ini untuk kebaikan ku? Kau tahu? Itu semua hanya membuatku menderita!” ucapku emosi.

“Kau memindahkan ku ke korea, Kau berselingkuh dengan wanita itu, menceraikan ibuku dan membuatku dan Siwon Oppa terpisah dari ibuku, lalu sekarang kau memaksaku menikah dengan orang asing, apa itu semua untuk kebaikan ku?” teriak ku penuh emosi.

Ia tak kunjung menjawab, ia hanya menatapku sendu. Tak tahu kah ia? Aku terlalu banyak menerima penderitaan batin yang diciptakan nya.

“Bukankah kau akan melakukan nya jika kau bertemu dengan ibumu?” ucanya pelan.

“Lakukanlah, lakukanlah semua yang kau inginkan. Percuma saja bukan? Walaupun aku menentang mu mati-matian, kau tetap akan melakukan nya. Lakukan lah! Bukankah itu membuatmu senang?” ucapku lagi, lalu segera beranjak keluar dari kamarku.

Sejenak, langkahku terhenti, lalu menatapnya sinis.

“Pernikahan.. Kau menikah dengan ibuku, menceraikan nya, lalu menikah dengan wanita itu. Apa menurutmu itu sebuah permainan? Apa itu menyenangkan?” ucapku sinis lalu kembali melanjutkan langkahku tanpa menunggu jawaban darinya.

***

Setelah pertengkaranku dengan pria yang ku sebut Appa itu, aku segera berlari keluar rumah tanpa peduli dengan pakaian ku saat ini. well—aku memang tak pernah perduli dengan penampilanku. Tapi, lain ceritanya jika aku hanya mengenakan piyama.

Saat ini aku hanya memiliki satu tujuan, rumah Cho Kyuhyun.

Ini belum terlalu malam, masih begitu banyak mobil berlalu-lalang di jalanan, dan juga masih cukup banyak pejalan kaki yang melihatku dengan tatapan aneh. Tapi itu bukanlah masalah, tanpa peduli dengan tatapan para pejalan kaki, aku terus melenggang acuh.

Rumahnya yang berjarak cukup jauh dari rumahku cukup membuat kaki ku pegal.

***

Hatiku menjerit senang setelah aku tiba di depan rumah Kyu. 45 menit, itu adalah waktu yang kuhabiskan untuk sampai dirumah sepupuku yang berjiwa setan itu.

Aku segera melengos masuk ke halaman rumahnya begitu Oh Ahjussi –penjaga rumah Kyu- membukakan pintu pagar rumah ini.

“Kyu!” teriak ku riang begitu aku masuk kedalam rumah mewah itu.

“Yak! Apa yang kau lakukan disini?!” pekik Kyuhyun seraya melangkah menuju Ruang tamu –tempat ku berada saat ini-.

“Melarikan diri” jawabku singkat.

“Siapa itu?” tiba-tiba suara lain nya ikut bergabung dengan pembicaraan kami.

“Oh Hyung! Ini—calon istrimu kemari” ucap Kyuhyun santai seraya menatap seorang Pria yang berjalan dari arah yang sama dengan Kyuhyun tadi.

“Donghae?!” pekik ku terkejut dengan kehadiran nya.

“Kau?!”

***

Donghae POV.

“Ckckckck—kau terlihat seperti orang kelaparan” komentar Kyuhyun pada gadis menyebalkan itu.

“Aku memang kelaparan” balas gadis itu sambil sibuk mengunyah makanan nya. Aigoo, apa tidak salah Harabeoji menjodohkan ku dengan gadis serampangan ini?

Kulihat Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan ekspresi datar miliknya.

“Kenapa kau kemari lagi? Ada masalah apalagi di rumah mu itu?” tanya Kyuhyun lagi. Masalah? Apa ini ada hubungan nya denganku?

“Yah— begitulah” balasnya seraya mengangkat bahunya.

“Apa ini tentang Pernikahan kalian?” tanya Kyuhyun seraya memandang kami berdua secara bergantian.

“Ne” jawabnya acuh.

Sejenak aku berfikir, aku memang tak terima dengan perjodohan gila yang dibuat Harabeoji dan Appanya itu. tapi, begitu mendapat ancaman keras, aku terpaksa harus menerimanya dengan berat hati. Tapi kurasa, tidak untuk gadis ini. gadis ini begitu keras kepala dan tak takut dengan segala ancaman jika ia tetap bersikukuh untuk menentang perjodohan ini.

Kyuhyun kembali melirik ku sejenak lalu mulai berucap, “Kurasa—kalian butuh waktu untuk bicara berdua” ucapnya seraya melengos pergi meninggalkan kami berdua yang masih duduk di ruang makan.

“Cheon Neul-ssi—“ ucapku ragu-ragu seraya menatapnya yang tengah sibuk menghabiskan makanan nya dengan lahap.

“Apa? katakan saja! Aku tidak tuli”

“Soal pernikahan ini—“

“Aku menolaknya” potongnya cepat seraya menatapku tajam.

Aku cukup bergidik dengan tatapan nya, Oh ya ampun! Tak ku sangka ada gadis semenakutkan ini.

“Dengarkan dulu—aku tahu kau begitu menentang pernikahan ini, dan aku juga begitu. Tapi—“

“Tapi apa? tidak ada pilihan lain begitu? Apa kau diancam? Bukankah kita berdua sama-sama tak suka? Jadi apa?” ucapnya cepat seraya meneguk segelas air putih disampingnya.

Sejenak aku bingung harus mengatakan nya bagaimana, tempat ini bukan lah tempat yang tepat untuk membicarakan hal pribadi seperti ini, bagaimana kalau Kyuhyun menguping?

Aku segera beranjak berdiri dari duduk ku lalu berjalan menuju tempatnya duduk –tepat berada disebrang tempatku duduk tadi-, lalu menarik lengan nya hingga ia berdiri.

“Yak! Kau tak perlu menarik ku.! Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?” ucapnya kesal saat aku menariknya pergi dari tempat itu.

“Oh Hyung! Kalian berdua mau kemana?” tanya Kyuhyun saat kami melewati ruang tamu.

“Aku akan mengantarnya pulang. Aku pergi Kyu!” ucapku tanpa memandang pria tinggi itu.

“Yak! Lepaskan tanganku!” pekiknya saat kami berdua telah berada di depan mobilku.

“Masuklah” ucapku seraya membukakan pintu mobil padanya.

“Tidak mau!” tolaknya. Tanpa babibu aku segera mendorongnya masuk kedalam mobil dan menutup pintunya, kemudian aku segera membuka pintu tempat kemudi lalu duduk di kursi kemudi.

“Yak! Sebenarnya apa maumu?!” pekiknya marah.

“Dengarkan dulu” ucapku mencoba menenangkan nya.

“Apa? apa yang harusku dengarkan?! Cih! Aku tidak akan pernah sudi menikah dengan mu!”

“Aku punya sebuah rencana, jadi tolong dengarkan aku dulu” ucapku.

***

Day Wedding

Author POV.

Hari ini adalah hari dimana pernikahan itu dilangsungkan. Nampak Donghae duduk gelisah diruangan nya. Dengan setelan Jas putih di padukan dengan kameja putih didalamnya membuatnya begitu tampan di hari pernikahan nya. Walaupun ia tak suka dengan pernikahan ini, bagaimana pun ini tetap adalah hari pernikahan nya. Gelisah? Tentu saja!

Berbeda halnya dengan Cheon Neul, yah—walaupun ia menolak keras pernikahan ini, pada akhirnya ia harus menerimanya. Pasalnya, Appanya tak kan tingga diam begitu saja.

Sejak tadi, begitu banyak orang yang memberinya ucapan selamat. Dan dengan berat hati, ia harus memaksakan bibirnya untuk membuat sebuah senyuman. Dengan wajah kesal, ia kembali duduk di ruang pengantin wanita.

Ia nampak begitu tak peduli dengan Gaun putih tanpa tali yang melekat ditubuhnya dengan indah serta wajahnya yang dirias begitu cantik. Ia ingin acara ini segera berakhir!

“Aigoo—lihatlah si gadis preman ini. Kau benar-benar sangat cantik” puji Kyuhyun begitu pria itu masuk ke ruang Pengantin wanita.

“Cih! Kau sedang mengejek ku?” cibir Cheon Neul.

“Yak! Jangan memasang wajah seperti itu! kau akan terlihat jelek nanti” Ucap Kyuhyun.

“Biar saja!” cuek Cheon Neul.

Kyuhyun tersenyum seraya berjalan mendekati pengantin wanita itu lalu berjongkok tepat dihadapan nya.

“Aku tahu ini sangat berat untuk mu. Kau harus terlihat kuat Cheon Neul-ya. Aku yakin, Donghae Hyung adalah pria yang baik untuk mu” ucap Kyuhyun seraya memeluk tubuh sepupunya itu.

Gadis itu hanya menatapnya datar tanpa berniat membalas ucapan sepupunya.

Kyuhyun sangat tahu sifat gadis yang satu ini, ia kembali tersenyum seraya melepaskan pelukan nya.

“Aku tinggal dulu” ucapnya seraya beranjak pergi dari ruangan itu.

 

Setelah Kyuhyun keluar, seorang pria berparas tampan dengan Jas hitam yang melekat ditubuhnya yang atletis itu masuk keruangan itu.

“O—oppa?” gadis itu tertegun sejenak saat pria yang dipanggilnya dengan sebutan Oppa itu masuk keruangan nya, yah siapa lagi kalau bukan Siwon.

Pria itu tersenyum tipis sejenak seraya mendekati adiknya itu.

“Aigoo, Oppa tak menyangka jika adik kecil Oppa akan menikah hari ini” ucapnya membuka pembicaraan.

“O—oppa. Ku pikir kau tidak akan kembali” lirih gadis itu. Cheon Neul bangkit berdiri dari duduk seraya berjalan cepat menuju Oppanya lalu memeluknya erat. Gadis itu tak lagi kuat menahan tangisnya, bukan lah tangis bahagia, melainkan tangis kesedihan.

“Aigoo, ada apa ini? jangan menangis, nanti makeup mu luntur. Kau tak ingin calon suami mu itu ketakutan melihatmu bukan?” candanya.

“Biarkan saja! Aku harap itu akan terjadi” balas Cheon Neul Sesegukan.

“Ya! Jangan begitu” ucap Siwon lalu melepaskan pelukan nya.

“Hari ini adalah hari pernikahan mu, berhentilah melakukan hal-hal konyol dan kekanak-kanakan mulai saat ini. Mulai sekarang, kau adalah tanggung jawab suami mu, bukan Oppa lagi” ucap Siwon seraya menghapus sisa-sisa air mata di wajah adiknya itu.

“Oppa”

“Jangan merengek. Oh ya, Oppa membawakan sesuatu untukmu. Tunggu disini” ucap Siwon lalu berjalan membuka pintu ruang pengantin.

Nampaklah seorang wanita parubaya dengan gaun cream melekat ditubuhnya yang mulai menua. Walaupun begitu, tak menghilangkan paras kecantikan nya.

“Eo—eomma?”

Wanita itu hanya tersenyum lembut saat menatap gadis yang memanggilnya dengan sebutan Eomma itu. Tak mampu berkata-kata lagi, akhirnya ia bisa kembali melihat wanita yang sangat dirindukan nya itu. Yah, pria tua itu memang tak berbohong dengan ucapan nya.

“Aigoo, kenapa kau menangis nak?” ucap Wanita itu seraya merengkuh wajah putrinya itu.

“Eo—eomma.. Yang ku lihat ini sungguhan bukan?” ucap gadis itu terisak.

“Jangan menangis. Nanti makeup mu luntur” ucap Wanita itu kembali menunjukan senyumnya. Wanita itu kemudian merengkuh tubuh putrinya itu kedalam pelukan nya.

“Putri Eomma hari ini akan menikah. Mulai saat ini, kau memiliki suami. Jadilah istri yang baik, jangan membangkang pada suamimu. Eomma berharap kalian akan bahagia selalu” ucap wanita itu seraya mengusap bahu putrinya.

“Kalian berdua adalah anak Eomma yang sangat Eomma cintai. Sayangilah Appa kalian, jangan bertengkar dengan nya. Eomma yakin, apa yang ia lakukan itu untuk kebahagiaan kalian” ucap Wanita itu lagi seraya menggenggam tangan kedua anaknya.

“Eomma~”

“Sssstt.. eomma pergi dulu. Eomma ingin melihat calon menantu Eomma. Siwon-aa, kau mau menemani Eomma tak lama?” ucap Wanita itu lembut dan dibalas dengan anggukan oleh Siwon.

***

“Aigoo—ada apa dengan wajahmu? Apa kau habis menangis?” histeris Miranda saat ia masuk ke ruang pengantin wanita dan terkejut melihat makeup Cheon Neul yang sedikit berantakan.

“Cih! Kau terlalu berlebihan!” ucap Cheon Neul seraya membersihkan sisa-sisa air mata di wajahnya.

“Duduklah, aku akan memperbaiki makeup mu” ucap Miranda.

“Tidak perlu” tolak Cheon Neul.

“Yak! Anak ini! bisakah kau tak membangkang kali ini saja!” kesal Miranda seraya memaksa gadis itu untuk duduk.

“Ya!” protes Cheon Neul.

“Tutup matamu! Aku tahu kau baru saja selesai melepas rindu bersama Eomma mu. Benar bukan?” ucap Miranda seraya merias wajah Cheon Neul kembali.

“Bukan urusanmu!” ketus Cheon Neul.

“Ucapan Appamu tidak salah bukan? Ia menepati janjinya untuk membawa Eomma mu. Kau seharusnya berterima kasih padanya” celoteh Miranda lagi.

“Sudah ku bilang, itu bukan urusanmu!”

“Selesai! Sekarang berhentilah menangis. Dan jangan lupa, saat dialtar nanti, jangan kau tekuk wajahmu. Berusahalah tersenyum!” saran Miranda seraya merapikan kembali peralatan Makeup itu.

“Itu terserah aku”

“Ck anak ini! Hei! Ngomong-ngomong Kau tahu? Suamimu tampan sekali saat aku mengunjunginya diruangan nya. Ia tampak bersinar dengan setelan pakaian pengantin nya” celoteh Miranda lagi.

“Jika kau menyukainya, kenapa tidak bercerai dengan Appaku lalu kau saja yang menggantikanku menikah?” dengus Cheon Neul.

“Ya! Aku kan hanya berkomentar!”

***

Sementara itu, diruangan pengantin Pria. Para sepupu Donghae nampak jengah dengan tingkah Donghae saat ini. Pria itu nampak mondar-mandir tak tenang.

“Aigoo, jangan terlalu gugup Donghae-ya” ucap Sungmin seraya melipat kedua tangan nya didepan dada.

“Aku tidak gugup!” balas Donghae tak terima.

“Lalu? Jika bukan gugup, kenapa kau harus mondar-mandir seperti itu? ck!” sambung Kibum.

“Ya ampun Donghae, apa kau sudah tidak sabar? Tenang saja, Pengantin mu itu tidak akan melarikan diri” tambah Hyukjae.

“Yak! Bukan begitu juga!” kesal Donghae.

“Itu syndrom menjelang pernikahan mu Hyung” ucap Taemin yang berdiri tak jauh dari Hyungnya –Hyukjae-.

“Tau apa kau anak kecil?” cerocos Kyuhyun yang juga ikut bergabung diruangan itu.

“Berhentilah memanggilku anak kecil!!” kesal Taemin.

“Tetap saja! Kau lebih muda dariku!” balas Kyuhyun tak mau kalah.

“Lagipula kau satu-satunya orang yang bukan dari Keluarga Lee yang bergabung dengan kami disini” ucap Taemin.

“Biarkan saja” ucap Kyuhyun.

“Hei! Bisakah kalian berdua diam?! Jika mau bertengkar, diluar saja sana!” kesal Donghae.

***

Acara pernikahan itu pun dimulai. Dentingan piano yang mengalun mengiringi langkah Pengantin Wanita menuju Pengantin Pria yang menunggunya didepan altar Gereja.

Dengan langkah terseok-seok, gadis itu melangkah. Pasalnya Heels dengan tinggi 8 Centi itu, nyaris membuat kakinya patah. Sungguh! Ia tak tahu cara menggunakan Heels.

“Aigoo! Anak itu bodoh atau dungu huh? Bagaimana bisa ia melangkah seperti itu?!” protes Miranda dengan nada berbisik saat melihat langkah gadis itu dari bangku Gereja.

“Ya ampun Noona, kenapa kau memaksakan kaki mu mengenakan Heels?” komentar Taemin.

Gadis itu akhirnya tiba didepan altar didampingi Siwon. Siwon kemudian menyerahkan tangan adiknya yang sedari tadi di pegang nya pada Donghae.

“Adikku memang sedikit nakal. Tapi kuharap, kau bisa menjaganya selalu” pesan Siwon pada Donghae.

Donghae pun menerima uluran tangan itu seraya memandang Siwon dengan tersenyum.

“Ne, aku—akan melakukannya” ucap Donghae ragu.

***

Kedua pengantin itu berdiri menghadap seorang Pendeta yang akan memimpin Pemberkatan nikah tersebut. Suasana Gereja itu mulai hening saat sang Pendeta mulai membacakan janji pernikahan.

“Saudara Lee Donghae, bersediakah anda di hadapan Tuhan, dan Jemaat. Menerima Saudari Han Cheon Neul sebagai istri anda, Menjadi Kepala Keluarga yang baik, menemani nya dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, susah maupun senang?” tanya Pendeta itu.

Donghae menoleh sebentar kearah Gadis itu, Gadis itu nampak tak begitu peduli dan terus menekuk wajahnya menghadap lantai.

Ia menghela nafas berat lalu mulai berucap.

“Ya, Saya bersedia” ucapnya.

Kini, sang Pendeta beralih menatap Cheon Neul.

“Saudari Han Cheon Neul, bersediakah anda di hadapan Tuhan, dan Jemaat. Menerima Saudara Lee Donghae sebagai suami anda, Menjadi istri dan ibu dari anak-anak nya dengan baik, menemani suami anda dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, susah maupun senang?” tanya Pendeta itu.

Gadis itu nampak berfikir keras, ia tak pernah setuju dengan pernikahan ini. Jika ia menolaknya, entah apa yang akan dilakukan Pria tua yang disebutnya Appa itu.

Apa ia harus mengikuti keegoisan nya atau keegoisan ayahnya?

“Nona Han? Apa anda mendengar pertanyaan saya?” ucap Pendeta itu karna gadis itu tak kunjung menjawab. Suasana di tempat itu menjadi kasak-kusuk seketika. Donghae sedikit menyenggol lengan gadis itu, mencoba menyadarkan nya dari lamunan nya.

“Baiklah, akan saya ulangi lagi. Saudari Han Cheon Neul, bersediakah anda di hadapan Tuhan, dan Jemaat. Menerima Saudara Lee Donghae sebagai suami anda, Menjadi istri dan ibu dari anak-anak nya dengan baik, menemani suami anda dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, susah maupun senang?” ucap Pendeta itu.

Dengan ragu gadis itu mulai berucap “E-ehm—Ya, Saya—bersedia” ucapnya berat.

“Dengan ini saya menyatakan bahwa saudara Lee Donghae dan saudari Han Cheon Neul resmi menjadi Suami-Istri” ucap Pendeta tersebut dan diikuti tepuk tangan meriah dari para hadirin. Sang Pendeta pun mempersilakan Donghae dan Cheon Neul untuk menyematkan cincin di jari pasangan.

“Kisseu Hae!” sorak Hyukjae beserta para sepupunya yang lain dari Bangku Gereja.

Donghae mendengus sebal melihat permintaan gila itu lalu beralih menatap gadis yang telah sah menjadi Istrinya itu.

“Apa lihat-lihat?” ketus Cheon Neul setengah berbisik.

“Tutup matamu” ucap Donghae setengah memerintah.

“Yak! Jangan macam-macam!” ancam Cheon Neul seraya melangkah mundur.

“Aku tidak akan macam-macam, aku janji!” ucap Donghae sungguh-sungguh.

“Tidak bisa dipercaya”

Cup

Dengan cepat Donghae mengecup pipi Cheon Neul singkat membuat gadis itu terbelalak nyaris berteriak.

“Ya!”

***

Acara pernikahan pun dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang meriah. Banyak tamu-tamu penting yang hadir di resepsi tersebut.

“Ya ampun, tak ku sangka Noona sekarang menjadi ipar kami” ucap Taemin saat Cheon Neul bergabung dengan para sepupu Donghae. Sementara Donghae? Ia tengah sibuk menyapa para kolega-kolega perusahaan nya.

“Kuharap kau tak merepotkan uri Donghae” tambah Hyukjae. Cheon Neul hanya mendengus kesal mendengar ucapan Hyukjae.

“Kau sangat cantik Han Cheon Neul-ssi, eh? Maksudku Lee Cheon Neul” puji Kibum.

“Terima kasih Kibum-ssi” ucap Cheon Neul tersenyum enggan. Sungguh ia sudah sangat lelah dan muak.

“Tak ku sangka sekarang Lee Donghae telah menikah!” ucap pria imut bernama Sungmin.

“Oh Cheon Neul-ya! Rupanya kau disini!” ucap Kyuhyun yang baru saja datang entah dari mana lalu ikut bergabung bersama mereka.

“Kau dari mana saja? Dimana Eomma dan Oppaku?” tanya Cheon Neul.

“Oh, Oppamu? Ia baru saja mengantar Han Imo pulang. Ia menitipkan permintaan maaf nya padaku untuk disampaikan padamu” ucap Kyuhyun.

“Kenapa tiba-tiba?”

Kyuhyun hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.

“Oh, maafkan aku karna meninggalkan kalian. Ngomong-ngomong kalian sedang membicarakan apa?” ucap Donghae yang baru saja ikut bergabung bersama para sepupunya dan—istrinya.

“Cih! Kalian baru saja mengucapkan janji pernikahan sejam yang lalu, dan sekarang kau sudah meninggalkan istrimu begitu saja!” cibir Kyuhyun.

***

Acara resepsi itu telah selesai, waktu telah menunjukan pukul 21.00, sementara mereka baru saja tiba dirumah Keluarga Lee. Yah, suntuk beberapa hari ini mereka memutuskan untuk tidur dirumah Keluarga Lee sebelum pindah kerumah baru mereka.

Cheon Neul menghempaskan tubuhnya di sofa saat ia memasuki kamar milik Lee Donghae yang akan ditempatinya untuk beberapa hari kedepan.

Hari ini benar-benar sangat melelahkan! Tubuhnya seolah-olah telah remuk. Tanpa peduli dengan gaun pengantin yang masih dikenakan nya, ia segera merebahkan tubuhnya di sofa sambil menunggu pria menyebalkan yang telah menjadi suaminya itu selesai dengan acara mandi nya.

Tiga puluh menit kemudian, Donghae telah selesai membersihkan tubuhnya. Sama halnya dengan Cheon Neul, dirinya juga sangat lelah sekarang. Ia melangkah keluar dari kamar mandi yang berada di sudut kamarnya lalu berjalan menuju sofa nya. Pria itu cukup terkejut saat melihat Cheon Neul—istrinya itu telah tertidur disofanya. Lantas, ia mengguncang-guncang pelan tubuh gadis itu hingga terbangun.

“Hoaamm—eoh? Kau sudah selesai mandi?” tanya Cheon Neul seraya menguap.

“Ck! Cepat sana mandi! Setelah itu ada yang ingin kubicarakan dengan mu” ucap Donghae seraya berjalan menuju ranjang nya, pria itu langsung menghempaskan tubuhnya yang lelah itu diranjang empuk miliknya lalu memilih memejamkan matanya sejenak.

Cheon Neul yang melihatnya hanya mendengus pelan melihat tingkah pria yang telah sah menjadi suaminya itu sejak beberapa jam yang lalu.

“Ya! Donghae!” panggil gadis itu.

“Hm?” Donghae hanya membalasnya dengan gumaman.

“Bisa bantu aku sebentar?” ucap gadis itu seraya mencoba melepaskan gaun pengantin nya.

“Ada apa?” tanya Donghae seraya menatap Cheon Neul malas.

“Ini—bisakah kau membantuku membuka resleting gaun ini? gaun ini tidak bisa terlepas” ucap gadis itu seraya sibuk mencoba melepaskan gaun itu.

“Mwo? Kau ingin melepas pakaian mu disini?!” pekik Donghae seraya bangkit dari berbaringnya. Ia tak habis pikir, apa gadis ini sudah gila?

“Memangnya dimana lagi?” balas gadis itu ketus.

“Yak! Kau ini adalah wanita, sementara aku—aku seorang pria” ucap Donghae dengan nada tertahan.

Sejenak gadis itu menatap Donghae seraya mengerjap-ngerjapkan matanya. Sedetik kemudian gadis itu tertawa keras saat paham dengan maksud Donghae.

“Hahahaha!! Aigoo—Donghae, pikiran mu negatif sekali! Hahahaha!!” tawa Cheon Neul membuat Donghae kesal.

“Jangan berfikiran yang macam-macam! Sebaiknya cepat bantu aku melepaskan gaun ini!” lanjut Cheon Neul setelah berhasil menghentikan tawanya.

Dengan wajah kesal, pria itu tetap membantu gadis itu melepaskan gaun nya. Donghae kemudian terperangah saat ia berhasil melepaskan gaun yang dikenakan istrinya itu. Gadis itu masih memakai pakaian sebagai dalaman nya. Ia benar-benar memalukan! Bagaimana bisa ia berfikir macam-macam tentang gadis itu.

“Wae? Kau pikir aku akan memperlihatkan tubuhku secara sukarela huh?” tanya Cheon Neul tepat sasaran. Donghae benar-benar sangat malu sekarang!

“Aigoo—kau berharap akan melihat tubuhku eo?” goda Cheon Neul lalu terkikik melihat wajah Donghae yang memerah menahan malu.

“Yak! Berhenti menggodaku! Pergi sana mandi!” kesal Donghae. Cheon Neul segera melangkah pergi menuju kamar mandi setelah puas mempermalukan pria itu.

***

Gadis itu telah selesai mandi, hah! Tubuhnya benar-benar sudah segar sekarang. Gadis itu melangkah keluar dari kamar mandi dengan piyama yang telah dikenakan nya seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

Gadis itu kembali mendengus saat melihat pria itu telah tertidur diranjangnya. Padahal, pria itu menyuruhnya untuk mandi cepat-cepat karna ingin membicarakan sesuatu dengan nya.

Sejujurnya, ia juga sudah sangat lelah hari ini, dan ingin segera tidur. Namun, dimana ia akan tidur malam ini? ia tidak mungkin tidur seranjang dengan pria itu. Tidak mungkin juga ia tidur dikamar lain, pasti Lee Harabeoji ataupun Ibu Donghae akan mengetahuinya.

Dengan berat hati, gadis itu memilih tidur disofa dikamar itu. Pembicaraan nya dengan Donghae nanti saja, lagi pula pria itu sudah tertidur dan ia juga sudah sangat lelah saat ini.

***

Donghae terbangun dari tidurnya, diliriknya jam dinding dikamarnya pukul 03.30, ini masih sangat pagi. Tak lama kemudian ia tersadar, bukankah kemarin ia baru saja melangsungkan acara pernikahan? Lalu dimana istrinya?

Pandangan nya kemudian tertuju pada sebuah sofa dikamarnya. Pria itu menghembuskan nafasnya sedikit kasar saat melihat gadis itu tengah tertidur lelap disofanya.

Pria itu lantas beranjak bangkit dari tidurnya lalu melangkah menuju gadis itu. Apa itu tak tak membuatnya pegal? Pikir Donghae cemas. Mwo? Cemas? Kenapa ia harus cemas pada gadis ini? ada apa dengan dirinya? Pria itu menggeleng-geleng pelan, berusaha mengusir pikiran-pikiran aneh yang tiba-tiba saja memenuhi isi otaknya.

Pria itu merendahkan sedikit tubuhnya untuk menatap wajah gadis itu lebih dekat. Ia cukup terpesona dengan wajah polos gadis itu saat tertidur, ia tersenyum kecil saat mengingat betapa kasarnya gadis itu setiap harinya, bagaimana bisa gadis ini begitu polos dan cantik saat tertidur? Apa ia sengaja menutupi kecantikan nya dengan sifatnya yang kasar dan menyebalkan?

Donghae kemudian mengangkat tubuh gadis itu dengan hati-hati, lalu memindahkan nya keatas ranjang nya. Yah, walaupun ia tak mencintai gadis ini, bagaimana pun saat ini gadis itu adalah istrinya, ia tak mungkin tega membiarkan gadis itu tidur disofa sementara ia tidur dengan nyaman diranjang nya.

Ia kembali tersenyum kecil saat gadis itu menggeliatkan badan nya namun tetap tak terusik saat ia meletakan tubuhnya diatas ranjang. Setelah itu, Donghae ikut menidurkan tubuhnya disamping tubuh gadis itu. Ya, Itu tidak masalah bukan? Ia hanya tidur seranjang, tidak lebih dari itu!

Ini masih terlalu pagi untuk melakukan kegiatan, lagipula ia sangat yakin bahwa Harabeoji maupun Ibunya masih tidur. Pria itu kemudian memutuskan untuk kembali tidur.

***

Angin dingin yang berhembus dipagi hari seperti ini menambah kesan sejuk diawal musim gugur. Beberapa orang mulai beraktifitas walau cuaca tidak begitu cerah dan beberapa diantara nya memilih menggunakan mantel dicuaca seperti ini.

Cheon Neul yang masih bergumul dengan kasur dan selimutnya nampak tak begitu terusik walau waktu telah menunjukan 06.45 pagi.

Sementara Donghae? Yah, ia sudah terbangun sejak 30 menit yang lalu. Walaupun begitu, pria itu masih berbaring diranjang nya sambil memperhatikan wajah polos gadis yang masih terlelap disamping nya. Entahlah, wajah polos itu membuat hatinya tenang. Pria itu kemudian berpura-pura tidur saat gadis itu kembali menggeliatkan tubuhnya lalu membuka sedikit matanya saat cahaya matahari mulai mengusik tidurnya. Sambil menguap, gadis itu mulai mengedarkan pandangan nya dan sedikit bingung saat mendapati dirinya telah berada diatas ranjang.

Bukankah ia tidur diatas sofa?

Gadis itu memekik tertahan saat pandangan nya berakhir pada sesosok pria yang tengah tidur disampingnya.

“Arrggghh!! Apa yang kau lakukan?!!” pekik gadis itu.

***

TBC

 

Anyyeong.. ada yang masih ingat ff ini?

Maaf ya aku baru bisa ngirimin part berikutnya sekarang.

Ok, gimana dengan ff ini? gaje kah?

Makasih buat admin yang udah bersedia untuk posting ff abal-abal saya ini.

Saya mengharapkan kritikan dan sarannya jika ada yang masih kurang.

So tengkyu..

Silahkan juga berkunjung di Blog gaje saya http://oursjfanfiction.wordpress.com

1 Comment (+add yours?)

  1. risyana kholifah
    Feb 10, 2016 @ 18:53:59

    Moga ja hbungan mereka dpt brganti cinta yg sejati… next

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: