Marriage is a Joke?! [5/?]

miaj

Marriage is a Joke??!

[Part. 5]

 

Cast :

-Han Cheon Neul

-Lee Donghae

Other Cast :

-Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

-Lee Hyukjae

-Lee Sungmin

-Kim Kibum, dst.

Genre : Romance.

PG/15

Disclaimer : Seluruh cast disini milik Tuhan, Orangtua mereka, dan mereka sendiri. Tapi, ff ini milik saya, dan murni dari hasil imajinasi saya!

***

Suasana hening menyelimuti sarapan pagi di kediaman keluarga Lee. Tuan Lee melirik sebentar kearah cucu dan cucu menantu nya, baik Lee Donghae maupun Han Cheon Neul nampak enggan bicara dan lebih memilih makan dalam diam.

“Bagaimana dengan malam pertama kalian semalam?” tanya Tuan Lee membuka pembicaraan. Keduanya yang mendengarnya nampak terkesiap dengan ucapan Harabeojinya itu.

“Harabeoji!” ucap Donghae seraya membulatkan matanya tak terima.

“Appa—bagaimana bisa appa bertanya seperti itu?” tegur Ibu Donghae pada Mertuanya itu.

“Memangnya kenapa? Aku hanya bertanya” ucap Tuan Lee sambil melanjutkan sarapan nya.

Cheon Neul kembali berekspresi seolah-olah tak peduli dengan pembicaraan itu, dengan segera ia menghabiskan makanan nya yang tinggal sedikit itu.

“Oh ya, Harabeoji ingin memberikan sesuatu pada kalian, yah—anggaplah ini hadiah untuk pernikahan kalian berdua” ucap Tuan Lee sembari menyodorkan sebuah amplop Cokelat pada Donghae.

“Apa ini?” tanya Donghae seraya membuka isi amplop itu.

“—Mwo? Harabeoji! Apa maksud dari ini semua?” bingung Donghae saat mengambil dua lembar tiket pesawat dari dalam amplop itu. sementara Cheon Neul yang hanya melihatnya juga ikut dibuat bingung oleh pria tua itu.

“Oh itu, itu tiket untuk bulan madu kalian di Venesia. Harabeoji telah menjadwalkan penerbangan kalian siang ini, jadi setelah ini kalian bisa langsung bersiap-siap berangkat. Dan—soal penginapan, aku sudah mengurusnya. Kalian tinggal berangkat saja” ucap Tuan Lee santai.

“T—tapi Harabeoji!” protes Donghae tak terima.

“Tidak ada penolakan. Cheon Neul-ya, bagaimana menurutmu? Apa kau setuju?” tanya Tuan Lee seraya memandang Cheon Neul yang nampak begitu tenang, tak seperti suaminya saat ini.

“Aku? Terserah saja” ucapnya seraya membersihkan bibirnya dengan tisu.

***

“Ya! Bagaimana bisa kau setuju dengan Harabeoji!” kesal Donghae setelah ia membawa gadis itu menuju kamarnya.

“Yak! Memang nya kenapa?! Lagipula ini liburan gratis?” ucap Gadis itu seraya duduk di ranjang milik pria itu. Donghae nampak begitu geram dengan ucapa ringan yang dilontarkan gadis itu.

“Sudahlah! Lebih baik cepatlah berkemas, lagi pula kita hanya punya waktu empat hari disana” ucap Cheon Neul ringan. Sementara Donghae hanya mendengus seraya menuruti ucapan istrinya itu.

“Lalu kenapa kau tak berkemas juga?” tanya Donghae sambil mengeluarkan kopernya dari dalam lemari.

“Ck! Dasar bodoh! Pakaianku masih berada dikoper!” ucapnya. Donghae kemudian menoleh kearah gadis itu seraya menatapnya tajam.

“Kalau begitu, bantu aku mengepak pakaianku!”

***

Incheon International Airport

Kini, keduanya telah sampai di bandara ditemani Tuan Lee dan Ibu Donghae.

“Bersenang-senanglah disana” ucap Tuan Lee sebagai ucapan perpisahan mereka. Sementara Cheon Neul nampak mengedarkan pandangan nya ke segala penjuru dengan gelisah, melihat kegelisahan Cheon Neul, Ibu Donghae mulai bertanya. “Cheon Neul-ya, ada apa?” tanya Ibu Donghae.

“Eh? Ehm—apa keluargaku tahu?” tanya Cheon Neul hati-hati. Sementara Ibu Donghae dan Tuan Lee hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Mereka sudah tahu. Tapi, mereka tidak bisa ikut mengantar kalian berdua, Appamu dan Oppamu begitu sibuk” ucap Tuan Lee. Mendengar hal itu, Cheon Neul hanya mengangguk-angguk paham.

“Baiklah, Eomma, Harabeoji, kami pergi dulu” ucap Donghae. Tangan kanan nya menarik kopernya yang tak begitu besar, sementara tangan kirinya mulai mengamit tangan Cheon Neul yang bebas. Sedikit terkejut dengan tingkah pria itu yang tiba-tiba, namun ia tetap membiarkan pria itu memegang lengan kanan nya, sementara lengan kirinya menarik kopernya. Dengan tergesa-gesa ia mengikuti langkah lebar pria yang tengah mengamit tangan nya itu.

***

Venice Marco Polo Airport

Kini mereka telah sampai di Venesia. Berjam-jam duduk didalam pesawat memang sangat melelahkan.

“Mr and Mrs Lee? Right?” tanya seorang wanita muda berwajah asia saat menghampiri mereka berdua. Sementara Donghae yang masih bingung hanya mengangguk, membenarkan.

“Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri, nama saya Park Jaehee. Saya adalah guide yang akan menemani liburan kalian selama di Venesia” ucap wanita bernama lengkap Park Jaehee.

“Oh! Jadi kau juga orang korea?” tebak Cheon Neul dan di jawab dengan senyuman ramah oleh wanita itu.

“Anda benar Nyonya. Ah! Pasti kalian lelah karna perjalanan yang jauh. Mari saya antarkan kalian ketmpat penginapan” ucapnya ramah seraya menuntun pasangan suami-istri itu.

***

Cheon Neul langsung menghempaskan tubuhnya dikasur saat keduanya telah sampai disebuah hotel yang terletak dijantung kota Venesia.

“Ah! Lelahnya” gumamnya seraya memejamkan matanya.

Sementara Lee Donghae, pria itu memilih segera masuk kekamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang lelah.

Setelah cukup puas berbaring dikasur, gadis itu kemudian melangkah menuju balkon kamar Hotel yang ditempati nya. Gadis itu berdecak kagum melihat keindahan kota Venesia.

“Woaah!! Indah sekali” kagumnya.

“Hei! Kau tak ingin mandi huh?” ucap Donghae yang baru saja selesai mandi.

Gadis itu pun menoleh singkat kearah pria itu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat kondisi pria itu yang half naked, pria itu hanya melilitkan handuk putih dipinggangnya.

“Yak! Apa kau sudah gila?!” pekik gadis itu sembari menutup matanya erat-erat. Sementara Donghae hanya terkikik melihat respon gadis itu.

“Wae?” tanya Donghae mencoba menggoda gadis itu.

“Cepat pakai pakaian mu!! Bisakah kau langsung mengganti pakaian mu dikamar mandi?!” ucap gadis itu tanpa membuka matanya.

“Memangnya kenapa? Lagi pula bukan kah kau istriku? Kenapa kau harus malu?” goda Donghae kembali, pria itu nampak begitu senang melihat wajah gadis itu yang mulai memerah menahan malu.

“Yak! Walaupun begitu, kau jangan seenaknya keluar dari kamar mandi dengan penampilan seperti itu!” celoteh gadis itu. Donghae nampak tersenyum kecil seraya mengenakan pakaian nya, ia begitu menikmati ekspresi malu-malu gadis itu.

“Buka matamu” ucap Donghae seraya mendekati gadis ituyang masih tetap menutup matanya dengan erat.

“Shireo!” tolak gadis itu.

“Aku akan—“

“Jika kau berani macam-macam padaku, aku akan memukul mu sampai mati!” ancam gadis itu.

“Tenanglah, aku sudah selesai berganti pakaian. Aku tak ingin mati konyol karna dipukuli istriku sendiri” ucap Donghae setelah puas menggoda istrinya itu. ia kemudian berjalan menjauh dari Cheon Neul dan memilih berbaring dikasur empuk di kamar ini.

Perlahan-lahan Cheon Neul membuka matanya lalu mendengus pelan saat menyadari bahwa pria itu telah berhasil mengerjainya.

“Dasar brengsek!” makinya seraya menendang bokong pria itu.

“Akh! Ya! Kasar sekali kau!” jerit Donghae.

Tanpa peduli, gadis itu melengos masuk kekamar mandi seraya membawa pakaian ganti dan peralatan mandinya.

***

“Yak! Dasar pria malas! Ayo bangun!” ucap gadis itu seraya membangunkan Donghae yang tertidur.

“Ada apa?” tanya pria itu malas.

“Ayo temani aku jalan-jalan!” ucap gadis itu sambil mengguncang-guncang bahu pria itu.

“Aku malas! Kau saja sendiri!” ucap pria itu acuh. Cheon Neul nampak berdecak kesal melihat tingkah menyebalkan pria ini. Baru saja sehari menikah, pria itu sudah sangat menyebalkan seperti ini, bagaimana selanjutnya?

“Baiklah! Kalau begitu aku akan pergi jalan-jalan sendiri. Silahkan nikmati saja kasur mu itu!” ucap Cheon Neul kesal seraya bersiap-siap untuk keluar.

“Kau bisa meminta nona Park untuk menemanimu jalan-jalan” tambah Donghae yang masih setia bergelut dengan kasurnya.

“Tidak perlu, yang ada hanya merepotkan ku saja!” balas Cheon Neul cuek seraya keluar dari kamar hotelnya.

***

“Woahh!! Indah sekali!” kagum Cheon Neul seraya berjalan menuju sebuah kanal yang terparkir dipinggi sungai.

“Hi sir! Can you bring me go around the city with your canal?” tanya Cheon Neul pada seorang pria berusia sekitar 40-an si pemilik kanal tersebut.

“Oh Of Course” jawab pria itu ramah.

 

Gadis itu begitu terkagum-kagum melihat keindahan kota Venesia dari permukaan air seperti ini. sejenak gadis itu melupakan kekesalan nya pada pria menyebalkan itu.

Sementara itu Lee Donghae, si pria yang menyebalkan menurut gadis itu. nampak begitu kelimpungan mencari gadis itu yang begitu nekat pergi berjalan-jalan sendiri. Ia merutuki kebodohan nya saat sadar bahwa gadis itu memang memiliki keberanian yang tinggi untuk berjalan-jalan sendiri di tempat asing yang baru dikunjunginya.

“Aish! Kemana gadis itu pergi?!” gumamnya. Ia tak peduli jika ia juga akan kesasar nantinya.

***

“Thank You” ucap Cheon Neul ramah seraya meninggalkan kanal yang disewanya tadi.

Gadis itu kembali melanjutkan perjalanan nya menuju Rialto Bridge, sebuah jembatan tua yang menjadi salah satu ikon terkenal di Venesia.

Langkahnya kemudian terhenti saat ia melihat sesosok Donghae yang berjarak beberapa meter dari hadapan nya.

“Donghae?” gumamnya. Donghae yang juga melihatnya, segera berjalan cepat menghampiri gadis yang membuanya kelimpungan sedari tadi.

“Yak! Kau kemana saja?!” ucap Donghae dengan nada membentak.

“Memangnya kenapa? Aku hanya berjalan-jalan saja. Lagi pula kau sendiri bukan yang menolak ajakan ku untuk jalan-jalan?” ucap gadis itu nampak tak peduli dengan ekspresi khawatir yang terpancar dari wajah Donghae.

“Tapi bukan berarti kau senekat ini! berjalan-jalan sendirian di tempat asing, bagaimana kalau kau bertemu dengan orang-orang jahat diluar sini?” ucap Donghae kesal.

“Itu tidak akan terjadi. Lagi pula saat ini aku sudah lapar! Ayo kita cari tempat makan yang enak!” ucap Cheon Neul ringan seraya berjalan terlebih dahulu dari pria itu yang nampak masih ngos-ngosan karna mencarinya.

***

Cheon Neul kembali terpukau saat menemukan sebuah restoran yang menampilkan keindahan Rialto Bridge yang tak jauh dari lokasi restoran ini. Setelah memesan beberapa makanan khas italia ini, gadis itu kembali sibuk mengagumi keindahan kota Venesia di sore hari seperti ini.

“Lee Donghae! Bagaimana kalau kita ketempat itu besok pagi?” tanya Cheon Neul seraya menunjuk jembatan Rialto tersebut.

“Hm” balas Donghae sembari memejamkan matanya karna masih cukup lelah mencari gadis yang telah berada dihadapan nya saat ini.

Setelah pesanan mereka datang, gadis itu begitu antusias menyantap makanan yang dipesan nya itu dengan lahap. Sementara Donghae hanya terperangah melihat porsi besar makanan yang disantap gadis itu.

“Kau benar-benar akan menghabiskan nya?” tanya Donghae tak percaya.

“Tentu saja! Aku tidak pernah membuang-buang makanan” ucap Cheon Neul yang masih sibuk melahap makanan nya.

Setelah keduanya telah selesai makan, tiba-tiba Donghae mengeluarkan sebuah kertas dari dalam saku jaket kulitnya lalu menyodorkan nya pada Cheon Neul.

“Apa ini?” tanya Cheon Neul seraya menerima kertas itu.

“Itu surat perjanjian” jelas Donghae.

Surat perjanjian,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Lee Donghae sebagai pihak pertama dan Han Cheon Neul sebagai pihak kedua

Menyatakan sebagai berikut :

  1. Batas pernikahan hanya setahun, setelah itu keduanya akan bercerai dan kembali menjalani kegiatan masing-masing.
  2. Selama pernikahan, pihak pertama tidak akan mencampuri urusan pihak kedua, begitu pun sebaliknya.
  3. Pihak pertama tidak berhak mengatur pihak kedua, begitu pula sebaliknya.
  4. Di hadapan orang tua dan kerabat, keduanya harus berpura-pura menunjukan keserasian mereka sebagai suami-istri.
  5. Pihak pertama hanya dapat menyentuh pihak kedua jika dalam keadaan terdesak, begitupula sebaliknya.
  6. Pihak pertama dilarang melakukan kekerasan terhadap pihak kedua, begitupula sebaliknya.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan kesepakatan bersama tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

            Yang Bertanda tangan, Lee Donghae dan Han Cheon Neul.

Gadis itu dengan serius membaca surat perjanjian itu.

“Bagaimana? Kau setuju bukan? Lagi pula ini menguntungkan bagi kita berdua” ucap Donghae.

“Yah, kurasa aku setuju” ucap Cheon Neul ringan setelah selesai membaca surat perjanjian tersebut. Donghae kemudian mengambil sebuah pulpen dari sakunya lalu menandatangani surat tersebut.

“Sekarang giliran mu untuk tanda tangan” ucap Donghae seraya menyodorkan pulpen yang dipegangnya. Cheon Neul segera menandatangani surat tersebut.

“Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik” ucap Donghae seraya mengulurkan tangan nya untuk berjabatangan dengan Cheon Neul. Dengan senang hati, gadis itu menyambut uluran tangan nya.

“Ya, kuharap begitu”

***

Udara dingin dikota Venesia pada malam hari seperti ini cukup membuat Cheon Neul bergidik kedinginan. Pasalnya, ia hanya mengenakan celana jeans selutut dengan kameja putih berlengan panjang yang sengaja digulungnya hingga ke sikut.

Donghae kemudian melepaskan jaket kulit yang melapisi kaus putih yang dikenakan nya, lalu menyampirkan nya kebahu gadis itu.

“Apa yang kau—“

“Sudah, pakai saja. Kau begitu kedinginan” sela Donghae membuat Cheon Neul kembali bungkam. Keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju hotel tempat mereka menginap.

***

Cheon Neul menghempaskan tubuhnya dikasur berukuran king size itu sembari menghela nafas lelah. Ia memang sangat menikmati perjalanan nya sejak siang tadi, namun sekarang ia merasa begitu lelah dan ingin langsung tidur.

Ia kembali teringat dengan kejadian tadi pagi, saat ia menemukan dirinya telah berada diranjang milik pria menyebalkan itu. ia segera menoleh kearah Donghae yang tengah tidur-tiduran di sofa kayu yang terletak di sudut kamar itu.

“Donghae!” panggilnya.

“Hm?”

“Malam ini—aku tidur dimana?” tanya Cheon Neul.

“Tidur saja dikasur” jawab Donghae ringan.

“Lalu, kau sendiri?” tanya Cheon Neul kembali.

“Tentu saja tidur dikasur! Kau ingin membuat badan ku pegal-pegal karna tidur di sofa kayu ini?!”

“Mwo? T—tapi—“

“Lagi pula aku tidak akan macam-macam! Sudahlah, kau tenang saja” ucap Donghae ringan seraya ikut membaringkan tubuhnya di kasur yang sama dengan Cheon Neul.

“Yak!” protes Cheon Neul.

“Bisakah kau tidak berisik? Aku sudah lelah, jadi tutup mulutmu lalu tidur” ucap Donghae sembari memejamkan matanya.

Cheon Neul pun kembali bungkam dan memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya. Ia percaya, bahwa Donghae tak akan macam-macam pada dirinya.

***

Cuaca cerah menyinari kota Venesia hari ini. Cheon Neul nampak telah selesai mandi dan berpakaian sekarang. Ia begitu antusias mengunjungi beberapa tempat dikota Venesia hari ini. Dengan penuh semangat, ia segera membangunkan Donghae yang nampak masih begitu lelap tertidur.

“Yak! Wake up Mr. Lee!! Ayo cepat mandi! Kemarin kau sudah berjanji menemaniku hari ini bukan? Ayo cepat bangun!” pekiknya girang seraya mengguncang-guncang tubuh pria itu dengan semangat.

“Aish! Ini masih pagi” ucap Donghae malas.

“Jangan banyak alasan! Cepat mandi!” ucap Cheon Neul seraya menjambak-jambak rambut coklat milik pria itu.

“Yak! Appo! Baiklah, aku segera mandi!” pekik Donghae seraya bangkit dari tidurnya. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi seraya mengusap-usap kepalanya yang berkedut-kedut karna jambakan kuat dari gadis itu.

“Ya ampun, kau kasar sekali”

***

“Apa sebaiknya kita sarapan pagi dulu?” tanya Donghae saat keduanya telah berjalan keluar dari Hotel. Donghae mengenakan kameja biru tua dengan dua kancing bagian atas yang sengaja tidak dikancingnya.

“Nanti saja, lagi pula aku belum lapar” ucap Cheon Neul sambil melangkah penuh antusias.

“Ah! Kita sudah hampir sampai!” pekiknya girang seraya menarik lengan Donghae untuk mengikuti langkahnya.

Kini mereka telah berada di Rialto Bridge yang merupakan jembatan tertua di Venesia. Dengan semangan, Cheon Neul mengambil kamera miliknya yang sengaja dibawanya.

“Donghae! Ayo menghadap kamera!” perintah Cheon Neul lalu mengambil beberapa gambar dirinya dan Lee Donghae. Setelah puas memandang danau Venesia dari Jembatan Rialto, gadis itu kembali menarik lengan Donghae.

“Kali ini kita kemana?” tanya Donghae terlihat pasrah saat Cheon Neul kembali menarik lengan nya menuju tempat berikutnya.

“Berikutnya kita ke Correr Museum”

***

“Woahh! Tempat ini bagus sekali!” kagum Cheon Neul.

Yah, Museum Correr. Sebuah museum yang didirikan pada era Napoleonic. Museum ini begitu klasik dengan desain bangunan khas eropa.

“Kudengar, seorang pelukis Venesia yang begitu terkenal yang mendekor bagian dalam Museum ini. ah~ indah sekali!!” ucap Cheon Neul penuh kagum.

“Setelah ini, kita pergi cari tempat makan” ucap Donghae nampak tak begitu antusias.

***

Setelah pergi dari Museum Correr, kini mereka singgah pada sebuah restoran tak jauh dari Museum tersebut. Setelah memanggil pelayan dan memesan makanan, mereka dengan sabar menunggu pesanan mereka seraya menatap orang-orang yang berlalu lalang dijalanan Venesia dari jendela kaca restoran tersebut.

“Angela? Angela Choi? Right?” tiba-tiba seorang gadis membuyarkan pandangan Cheon Neul dan Donghae pada jalanan luar tersebut. Merasa dirinya dipanggil, Cheon Neul lantas menoleh kebelakangnya dan mendapati seorang gadis blonde tersenyum hangat padanya.

Sejenak ia menyipitkan matanya berusaha mengenali si pemilik wajah yang begitu familiar baginya. Begitu mengingatnya, ia segera beranjak berdiri sembari sembari memeluk sahabatnya saat di London dulu. Tapi, bagaimana bisa gadis itu berada disini?

“Jennifer Jamesson!” pekiknya senang.

“But, I hope you not calling me Choi again” ucap Cheon Neul menyudahi acara pelukan mereka.

“Why?” tanya gadis bernama lengkap Jennifer Jamesson.

“Because, i already change my family name. Now, I’m Angela Han” ucap Cheon Neul.

Donghae yang mendengarkan pembicaraan mereka nampak tersentak kaget. Angela Choi? Apa ia tak salah dengar? (Baca FF Promise You)

“Ok, i’m sorry Ms. Angela Han. So, is that?” tanya Jennifer sembari menatap pria yang tengah duduk bersama Cheon Neul.

“Oh? He is my—husband” ucap Cheon Neul pelan.

“What? You get married? Oh my—“ kejut Jennifer.

***

“Kita pulang sekarang” ucap Donghae dingin.

“Ya! Wae? Kita belum pergi ke Piazza san marco juga bangunan Ca Mocenigo. Aku ingin pergi kesana!” ucap Cheon Neul.

“Aku lelah, sebaiknya kita pulang saja” ucap Donghae dingin seraya menarik lengan Cheon Neul sedikit kuat.

Cheon Neul nampak tak suka dengan cara Donghae seperti ini, ia lantas melepaskan tangan nya dengan kasar hingga pria itu berhenti melangkah.

“Ada apa dengan mu? Jika kau lelah, pulang saja lebih dulu! Tiba-tiba kau jadi aneh sekali!” ucap Cheon Neul dengan nada tidak senang.

“Jadi kau ingin pergi? Pergilah! Lakukan sesuka hatimu” ucap Donghae kesal seraya berjalan meninggalkan Cheon Neul.

Ya, sejak ia mengajak sahabatnya tadi untuk ikut bergabung makan siang bersama, Donghae tiba-tiba saja menjadi dingin. Entah sebab apa hingga pria itu menjadi seperti itu.

***

Matahari telah kembali ke peraduan nya, kini Cheon Neul menikmati keindahan kota Venesia menggunakan Vaporetti (Bus air). Ia nampak tak ingin kembali ke hotel sekarang. Mengingat pertengkaran nya dengan Donghae membuatnya enggan untuk kembali sekarang.

Setelah puas mengunjungi Piazza san marco serta bangunan Ca Mocenigo ia memilih berjalan-jalan menggunakan Vaporetti sebelum kembali ke hotel.

Seraya bersenandung kecil, gadis itu menatap bangunan-bangunan tua kota Venesia. Seandainya ia tidak bertengkar dengan pria itu, pasti moodnya akan bagus sekali saat ini.

Diliriknya jam dipergelangan tangan nya, waktu telah menunjukan pukul 19.30. ia rasa ia sudah bisa kembali ke hotel. Vaporetti itu kemudian berhenti tak jauh dari lokasi hotelnya. Setelah membayar ongkos, ia segera keluar dari Vaporetti itu.

***

Sesampainya dikamar hotel, ia mendapati kamarnya itu kosong. ia mengangkat bahunya acuh saat tak mendapati pria itu dikamar. Ia langsung pergi membersihkan dirinya dikamar mandi, saat ini ia butuh berendam sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah berjalan-jalan seharian penuh.

Setelah selesai membersihkan tubuh, gadis itu keluar dari kamar mandi dengan piyama berwarna cokelat.

Ia nampak menoleh sejenak saat pintu kamar itu terbuka dan menampakan wajah menyebalkan milik pria itu yang sedang berbincang-bincang ringan dengan Nona Park yang sebenarnya adalah pemandu wisata mereka selama dikota ini.

“Terima kasih karna mau menemaniku berkeliling hari ini” ucap Donghae ramah di depan pintu kamarnya.

“Ah, itu sudah kewajiban saya untuk memandu wisata selama anda berada disini dan meminta saya untuk memandunya. Kalau begitu saya pergi dulu” ucap wanita itu lalu segera pergi.

Bukankah pria itu lelah dan ingin pulang? Kenapa ia malah pergi berjalan-jalan dengan wanita itu? pikir Cheon Neul membatin. Namun, sedetik kemudian ia mengangkat bahu tak peduli. Lebih baik ia mengistirahatkan matanya, tinggal 2 hari lagi ia berada di tempat ini.

***

Donghae POV.

Setelah selesai berbincang-bincang sedikit dengan nona Park, ahirnya nona Park pamit pulang. Hah! Cukup melelahkan saat mengelilingi kota ini.

Aku kembali memasuki kamar hotel tempat ku menginap, kulihat gadis itu telah kembali dari perjalanan nya dan sudah tidur. Aku segera mengambil peralatan mandiku lalu berjalan menuju kamar mandi. Aku butuh penyegaran sekarang.

Aku kembali teringat dengan kejadian tadi siang saat aku bertengkar dengan Cheon Neul. Ya, antara kecewa, marah dan senang. Entahlah! Mendengar ucapan gadis bernama Jennifer tadi siang saat berbincang-bincang dengan Cheon Neul yang membuatku seperti ini.

***

Setelah berendam selama 15 menit, aku segera menyudahi acara mandiku lalu berganti pakaian. Tiba-tiba tubuhku rasanya ingin remuk, aku ingin tidur secepatnya.

Setelah selesai mengeringkan rambutku yang basah, aku berjalan menuju kasur tempat gadis itu berbaring.

Apa malam ini ia sudah makan? Pikirku.

Melihat wajahnya yang damai saat terlelap membuat hatiku serasa damai. Aku jadi tak tega untuk membangunkan nya.

Angela Choi..

Benarkah kau Angela Choi yang selama ini kucari?

***

TBC

 

Ok, gimana dengan ff ini? gaje kah?

Makasih buat admin yang udah bersedia untuk posting ff abal-abal saya ini.

Saya mengharapkan kritikan dan sarannya jika ada yang masih kurang.

So tengkyu..

Silahkan juga berkunjung di Blog gaje saya http://oursjfanfiction.wordpress.com

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: