Life is (Not That) Hard [2/9]

kyufall4

Nama : Nona Fiksi

Judul Cerita : Life is (Not That) Hard part 2

Cast : Cho Kyuhyun, Moon Hyerim, etc.

Genre : Romance, Life

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

Hello, this is Nona Fiksi speaking eh writing. Ini pertama kalinya aku kirim FF ke Super Junior Fanfiction. Semoga fanfict ini berkenan. Base cerita ini terinspirasi dari Skandal yang dialami Eunhyuk dan belakangan response netizen mulai positif terhadap Eunhyuk. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bersabar, terus berbuat baik dan jangan menyerah. Selamat menikmati ~

Fanfict ini juga di post di wadahfiksi.wordpress.com

***

Preview Part 1

Setelah lama termenung dengan semua pertanyaan-pertanyaan yang depresif, Kyuhyun mulai memejamkan matanya dan badannya perlahan bangkit. Ia menegakkan tubuhnya, kini kedua kakinya berdiri diatas tembok tersebut. Mobil-mobil di halaman rumah sakit terlihat bagiakan mainan anak-anak yang berjejer rapih. Kembali Ia memejamkan matanya dan berdoa :

Ya Tuhan, kalau umurku memang sampai disini mudahkanlah kematianku. Kembalikan nama baik keluargaku dan buatlah mereka bahagia dengan sisa kesuksesannya.

Kyuhyun menguatkan hatinya, kematiannya untuk menyelamatkan banyak orang. Keluarganya, managementnya, managernya bahkan sahabat-sahabatnya, termasuk hyungdeulnya semua.

Selamat tinggal semua….

BRAK!!!!!!!

 

***

 

PART II

Moon Hyerim, seorang gadis yang telah mengabiskan 24 tahun hidupnya di Korea kemudian terbang ke London untuk belajar dan kini kembali ke Korea setelah menyelesaikan studinya. Sa Rang terlahir dari sebuah keluarga yang cukup terpandang, ayahnya adalah pemilik jaringan café Bingsu yang cukup terkenal di seluruh Korea Selatan bahkan kini usahanya sudah merambat ke sebagian Negara Jepang.

Hyerim menggeliat pelan dan mengusap wajahnya, kedua matanya terlihat masih berjuang untuk membuka sempurna. Seluruh badannya terasa sakit, terutama punggungnya. Bagaimana tidak sakit kalau semalaman sudah Sa Rang duduk tertidur disamping ranjang Appa-nya. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya dengan gaya elegan dan wajah yang masih terbilang cantik di umurnya yang sudah setengah abad, memasuki kamar dan memberikan senyumnya yang hangat pada Hyerim.

“Hyerim-ah, kau pulanglah dulu. Kata dokter operasinya berhasil dan kondisi Appa sudah stabil, paling sebentar lagi Appa akan siuman” kata sang Ibu pada Hyerim yang masih sibuk mengucek kedua matanya.

“Its ok Eomma, aku akan disini sampai Appa siuman” kata Hyerim tersenyum pada Ibunya.

“Kau baru mendarat dari London dan itu perjalanan yang tidak sebentar Hyerim-ah, Eomma tidak mau kau sakit. Paling tidak kau harus makan dulu” kata Ibunya seraya mengecup pipi putri kesayangannya.

“Kalau begitu Hyerim mencari sarapan dulu Eomma. Apa Eomma sudah sarapan?” tanya Hyerim bergelayut manja pada Ibunya.

“Eomma sudah sarapan tadi dirumah” kata Ibunya mengusap lembut rambut Hyerim.

Setelah mengecup pipi Ibunya, Hyerim beranjang meninggalkan ranjang Appanya.

“Appa…Hyerim pergi sarapan dulu, nanti Hyerim kembali ya Appa” kata Hyerim mengecup dahi sang Appa yang masih terbaring lemah dengan mata yang masih menutup sempurna.

Hyerim berjalan meninggalkan ruang rawat sang Appa. Sesekali badannya kembali menggeliat dan meregangkan otot-ototnya. Tak lama Ia melewati ruang rawat anak dengan seorang anak perempuan berkepala botak di dalamnya. Ia berhenti sejenak memperhatikan anak tersebut dari jendela kamar. Tak lama anak perempuan itu sadar diperhatikan, Ia melempar senyumnya pada Hyerim. Hyerim membalas senyuman anak itu. Tak disangka pintu kamar terbuka dan seorang suster muncul dari dalamnya.
“Namanya Soo Hwang, Kim Soo Hwang. Kanker otak stadium tiga. Kalau Anda berkenan, Anda bisa masuk ke dalam menyapanya. Uri Hwangie pasti senang kedatangan tamu yang ramah seperti Anda” kata Suster tersebut mempersilahkan Hyerim masuk. Dan kaki Hyerim pun melangkah masuk ke dalam ruang rawat tersebut.

“Annyeonghaseyo” sapa Hyerim antusisas dan memamerkan deretan gigi putih dan rapih miliknya.

“Annyeonghaseyo Eonnie…” kata Soo Hwang yang terduduk di samping ranjang sambil menundukkan kepalanya yang kini sudah tertutup sebuah beanie berwarna merah muda.

“Annyeong Soo Hwangie, namaku Moon Hyerim, kau bisa memanggilku Hyerim Eonnie” kata Hyerim kembali tersenyum dan menjabat uluran tangan Soo Hwang.

“Bagaimana keadaanmu hari ini Soo Hwangie?” kata Hyerim duduk disebelah Soo Hwang.

“Baik Eonnie. Ah…eonnie, kau tau kau cantik sekali” kata Soo Hwang sambil memandang wajah Hyerim.

“Yak! Soo Hwangie, aku masih kalah cantik denganmu. Kau itu hanya menghiburku kan. Jelas-jelas kau lebih cantik dariku” kata Hyerim pura-pura kesal.

“Yak Eonnie, kau tidak perlu menghiburku…aku serius kau cantik. Saat tadi kau melintas didepan kamarku kukira kau artis, Eonnie” kata Soo Hwang sambil mengacungkan jempolnya.

“Apa aku terlihat seperti badut? Siapa yang menghiburmu. Kau tau, kau beruntung aku mengakui kecantikanmu. Aku ini keturunan Ibu Tiri Puteri Salju yang terobsesi dengan kecantikan seseorang” kata Hyerim mengeluarkan wajah terkesima, memulai gerakan-gerakan tangan yang konyol dan mengedipkan sebelah matanya pada Soo Hwang.

Tak lama tawa Soo Hwang terdengar cukup keras. Diikuti oleh tawa Hyerim yang tak kalah keras. Tanpa mereka sadari dari luar kamar ada dua orang yang menatap mereka dengan haru. Ini pertama kalinya Soo Hwang tertawa lepas sejak diagnosa kanker otak diterimanya, Sang Suster yang mempersilahkan Hyerim masuk dan Ibu Soo Hwang yang menangis haru mendapati anak perempuan satu-satunya dapat kembali tertawa.

***

Setelah membeli beberapa roti dan susu untuk sarapannya, Hyerim bertanya kepada suster jalan yang dapat Ia tempuh untuk dapat mencapai lantai teratas dari gedung ini. Sejak pindah ke London, Hyerim suka sekali menikmati langit dan udara dari loteng atau gedung yang tinggi. Ketika otaknya dipenuhi banyak pikiran dan ketika Ia ingin menenangkan dirinya, Ia biasanya mencari tempat yang sepi dan terbuka untuk menikmati keindahan langit diatas sana.

Namun bukan ketenangan yang didapatkannya melainkan pemandangan yang sedikit janggal yang dilihatnya ketika Ia membuka pintu lantai teratas itu. Seorang pria yang sepertinya sudah cukup matang secara umur, Ia duduk di pinggir tembok pembatas yang menurut Hyerim sangat berbahaya sekali. Tapi Hyerim sudah kapok ikut campur urusan orang lain sejak terakhir Ia ikut campur permasalahan temannya di London dengan maksud membantu tapi malah berujung pengkhianatan oleh temannya.

Hyerim mengambil posisi duduk yang dapat melihat jelas lelaki tersebut. Sambil mengeluarkan roti dan susu cokelat yang sudah Ia beli, saat Ia akan menggigit rotinya, matanya menangkap pemandangan yang mengejutkan. Lelaki itu berdiri diatas tembok pembatas, seperti….orang mau bunuh diri! Hyaaaa dengan cepat Hyerim berpikir apa yang harus Ia lakukan, tak lama Ia menyambar sebuah pipa yang cukup panjang lalu menghampiri lelaki tersebut. Dan……….

BRAK!!!!!!

Lelaki tersebut terjatuh dan mengelus-elus kepalanya, sedangkan Hyerim masih mengatur nafasnya, tangannya masih memengang pipa yang Ia gunakan untuk memukul lelaki tersebut dari samping.

“Yak! Gadis gila! Apa yang kau lakukan?” teriak lelaki tersebut pada Hyerim. Sementara Hyerim hanya memasang cengiran jahilnya dan dua jari terangkat keatas pertanda damai.

***

“Yak, kenapa senyum-senyum. Kau tau yang kau lakukan berbahaya tau!” kata Kyuhyun geram.

“Ooo…mian mian, aku sedang membersihkan tembok ini tadi, aku tidak melihat ada kau disitu, Ahjussi?” kata Hyerim tersenyum polos.

“YaK!! Ahjussi?!?! Apa aku setua itu yak! Aish….” kata Kyuhyun mulai kehilangan kata-kata, namun dalam hatinya Ia sedikit bersyukur gadis ini menghentikan niatan buruknya tadi.

“Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan disini Ahjussi? Akrobatmu tadi berbahaya tau!” kata Hyerim sambil membalikkan pertanyaan.

“Akrobat? Yak! Haish….bukan akrobat melainkan…ng…aku…ng..…” Kyuhyun gelagapan menjawab pertanyaan Hyerim. Tidak mungkin Kyuhyun menjawab dengan jujur Ia akan mengakhiri hidupnya kan.

“Ah Soju! Ahjussi, ini milikmu?” tiba-tiba Hyerim melihat botol soju di atas tembok tersebut.

“Yak sudah kubilang aku belum setua itu, panggil aku oppa!” kata Kyuhyun menegaskan,

“Heish..kau tidak cocok kupanggil Oppa! Ini untukku ya Ahjussi” kata Hyerim dengan cuek menenggak habis soju terebut, meninggalkan Kyuhyun yang terpukau melihat bagaimana seorang wanita dapat meminum soju seperti air putih, tanpa berhenti sama sekali.

“Aaahhh enak sekali. Gomawoyong~ Ahjussi!” kata Hyerim mulai mengeluarkan aegyonya.

“Pisau ini milikmu juga Ahjussi?” kata Hyerim kembali memegang pisau yang ditinggalkan Kyuhyun diatas tembok bersebelahan dengan botol soju tadi. Belum sempat Kyuhyun menjawab, Hyerim sudah kembali membuka suara.

“Pertama Soju…lalu pisau dan kau yang sedang akrobat diatas tembok…Yak, kau sedang bereksperimen ya Ahjussi?” tanya Hyerim pura-pura tidak tahu. Sebenarnya Hyerim tidak sebodoh itu untuk dapat menganalisa Ahjussi dihadapannya jelas ingin mengakhiri hidupnya, namun Hyerim tidak ingin bertanya langsung untuk menghindari dirinya ikut campur terlalu jauh.

“Eksperimen?” tanya Kyuhyun bingung. Sungguh ajaib wanita dihadapannya ini. Bagaimana Ia bisa gagal membaca situasinya setelah semua bukti sudah ada di depan mata. Sementara Hyerim masih menunggu jawaban dengan mimik penasaran.

“Nona…kalau kau melihat ada sebuah pisau lipat kemudian kau menemukan botol soju dan seorang yang berdiri di pinggir gedung tinggi, apa yang ada di pikiranmu?” tanya Kyuhyun gemas yang hanya dijawab dengan tatapan berpura-pura bingung.

“Aargghh…kau ini lahir di planet bumi tidak sih! Aku tadi ingin bunuh diri. Paham? Bu.nuh.di.ri…!” ujar Kyuhyun menjelaskan dengan penekanan pada kata bunuh diri.

“Ey…tentu aku tau itu Ahjussi. Aku hanya ingin kalimat itu keluar dari mulutmu. Kalau kukatakan yang sebenarnya, kau pasti akan merasa malu” ujar Hyerim sambil tersenyum.

“Ahjussi..lihat!” Hyerim berteriak sambil menunjuk ke langit dengan jari telunjuknya.

“Pelanginya indah bukan?” tanya Hyerim dan dijawab oleh Kyuhyun dengan sebuah anggukan.

“Kalau kau mati, kau tidak akan bisa menikmati keindahannya seperti sekarang ini Ahjussi. Mungkin kau akan berada 1m dari pelangi itu, atau mungkin kau berada di atas pelangi itu. Yang jelas tidak akan terlihat seindah saat ini. Ahjussi, kau tau di dunia ini ada banyak orang yang rela menggantikanmu untuk bernapas normal dan memiliki anggota tubuh yang lengkap sepertimu.” kata Hyerim sambil tetap menengadah ke atas.

Hati Kyuhyun terasa hangat, entah mengapa kata-kata gadis ini cukup membuatnya merasa tersentuh dan nyaman, sehingga tanpa terasa Kyuhyun menceritakan permasalahnnya.

“Apa kau tau witch hunt?” tanya Kyuhyun.

“Memburu….ng…penyihir?” tanya Hyerim polos, diiringin dengan ledakan tawa Kyuhyun.

“Hahahaha Witch Hunt adalah istilah yang sedang marak digunakan saat ini. Ketika kau melemparkan tuduhan terhadap seseorang dan belum terbukti kebenarannya namun masyarakat sudah menghakimimu. Walaupun nantinya kau membuktikan itu hanya tuduhan namun masyarakat seolah enggan menerima klarifikasi yang kau lakukan. Itu yang terjadi padaku. Fansku dan juga hampir semua masyarakat Korea Selatan menuduhku melakukan plagiarisme untuk lagu terbaruku” ujar Kyuhyun menjelaskan panjang lebar.

“Eh…kau seorang penyanyi????” tanya Hyerim kaget dan dijawab anggukan singkat oleh Kyuhyun. Dalam hatinya Kyuhyun sedikit kaget masih ada orang yang belum mengenalinya sebagai seorang penyanyi di Seoul ini. Bukan bermaksud tinggi hati, namun popularitas Kyuhyun di kota Seoul sendiri tidak usah diragukan lagi.

“Tuduhan yang mereka lakukan padaku tidak seberapa sebetulnya, namun kali ini mereka juga mengincar keluarga dan orang-orang terdekatku. Sehingga semua seolah menghindariku kecuali keluargaku sendiri” kata Kyuhyun menjelaskannya dengan raut sedih.

“Dan kau pikir dengan mengakhiri hidupmu akan lebih baik? Dengan kematianmu, mereka akan berhenti mengganggu keluargamu? Atau mungkin kau pikir nama baikmu akan pulih setelah mereka melihat adegan heroikmu ini?” Hyerim memberi penekanan pada kata ‘heroik’ sebagai sindirian terhadap Kyuhyun.

Ucapan Hyerim barusan sama sekali tidak ada yang salah, ucapan itu terasa langsung menusuk ke hati Kyuhyun.

“Seharusnya kau bertahan hidup Ahjussi, dengan cara apapun. Kau buktikan kepada semua yang membencimu kalau kau bisa bangkit dan semua tuduhan mereka salah. Menurutku itu seharusnya caramu melindungi keluargamu” lanjut Hyerim memberi saran dan Kyuhyun hanya terdiam, memikirkan kata demi kata yang Hyerim ucapkan dan akhirnya Kyuhyun hanya bisa membalas ucapan Hyerim barusan dengan senyuman.

“Ah…bagaimana kalau kau ikut denganku Ahjussi…” ujar Hyerim sambil menarik tangan Kyuhyun meninggalkan tempat itu.

-TBC-

5 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Feb 19, 2016 @ 03:45:45

    untung dielamatkan hyerim,,, walau caranya yg beda….

    Reply

  2. Nona Fiksi
    Feb 19, 2016 @ 09:25:01

    soalnya Hyerim nya takut kalo ketauan ‘menyelamatkan’ nanti malah nekat loncat hihihi

    Reply

  3. soofiatj
    Feb 19, 2016 @ 14:40:48

    Nona Fiksi, kamu masih ada typo di awal cerita. Namanya Hyerim ketuker sama Sarang😉 semoga kedepannya tidak ada typo lagi🙂
    Oh ya, untuk penulisan kalimat percakpan, selalu di akhiri titik sebelum tanda petik.
    Ex : ‘Aku mencintaimu.’
    Overall you did a great job🙂

    Reply

  4. Laili
    Feb 19, 2016 @ 16:13:34

    Untung ada Hyerim yg dtng nyelametin. Ngasih nasihat lgi yg sukses menghujam hatinya Kyuhyun.
    Di awal sempet ada typo ya… namanya Sa Rang atau Hyerim? Bingung awalnya, tpi udah di akhir udah bener paham namanya Hyerim.
    Fighting….!!

    Reply

  5. uchie vitria
    Feb 24, 2016 @ 13:07:55

    hyerim penyelamat kyuhyun
    bener apa yang dibilang gadis itu cho kamu harus buktikan kebenarannya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: