Life is (Not That) Hard [3/9]

kyufall4

Nama : Nona Fiksi

Judul Cerita : Life is (Not That) Hard part 3

Cast : Cho Kyuhyun, Moon Hyerim, etc.

Genre : Romance, Life

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

Hello, this is Nona Fiksi speaking eh writing. Ini pertama kalinya aku kirim FF ke Super Junior Fanfiction. Semoga fanfict ini berkenan. Base cerita ini terinspirasi dari Skandal yang dialami Eunhyuk dan belakangan response netizen mulai positif terhadap Eunhyuk. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bersabar, terus berbuat baik dan jangan menyerah. Selamat menikmati ~

Fanfict ini juga di post di wadahfiksi.wordpress.com

***

Preview part 2

“Dan kau pikir dengan mengakhiri hidupmu akan lebih baik? Dengan kematianmu, mereka akan berhenti mengganggu keluargamu? Atau mungkin kau pikir nama baikmu akan pulih setelah mereka melihat adegan heroikmu ini?” Hyerim memberi penekanan pada kata ‘heroik’ sebagai sindirian terhadap Kyuhyun.

Ucapan Hyerim barusan sama sekali tidak ada yang salah, ucapan itu terasa langsung menusuk ke hatinya.

“Seharusnya kau bertahan hidup Ahjussi, dengan cara apapun. Kau buktikan kepada semua yang membencimu kalau kau bisa bangkit dan semua tuduhan mereka salah. Menurutku itu seharusnya caramu melindungi keluargamu” lanjut Hyerim memberi saran dan Kyuhyun hanya terdiam, memikirkan kata demi kata yang Hyerim ucapkan dan akhirnya Kyuhyun hanya bisa membalas ucapan Hyerim barusan dengan senyuman.

“Ayo ikut aku Ahjussi…” ujar Hyerim sambil menarik tangan Kyuhyun meninggalkan tempat itu.

***

 

Part 3

Sudah sejak sepuluh menit yang lalu Kyuhyun dan Hyerim tiba di depan sebuah ruang rawat. Didalamnya terdapat anak kecil dengan kepala botak dan selang yang melintasi hidung dan tangannya. Wajahnya pucat, namun tawanya terlihat bahagia ketika Ia berinteraksi dengan suster yang sedang mengganti infusnya.

“Namanya Soo Hwang. Kanker otak stadium 3. Ia pasti akan rela membayar bahkan menukar dengan apapun untuk nyawamu Ahjussi” kata Hyerim sambil terus menatap Soo Hwang dengan tatapan yang sulit diartikan. Kyuhyun juga ikut menatap Soo Hwang. Ia merasa kasihan dengan gadis sekecil itu harus menanggung penyakit yang luar biasa berat.

“Ayo masih ada tempat yang harus kita datangi Ahjussi” kata Hyerim kembali menarik lengan Kyuhyun.

Kali ini mereka berhenti di depan ruang perawatan intensif. Seorang pria tua terbaring lemah di atas ranjang sementara disampingnya seorang wanita yang kira-kira seumuran dengan sang pria tampak dengan tekun mengusap wajah sang pria dengan menggunakan kain sambil sesekali merapihkan rambut yang menutupi dahi pria tersebut.

“Namanya Moon Sikyung. Fungsi ginjalnya tinggal sepuluh persen, saat ini Ia sedang menunggu donor ginjal yang cocok untuknya. Kurasa Ia juga tak kalah senang apabila kau berikan nyawamu dengan cuma-cuma untuknya, Ahjussi” kata Hyerim kali ini dengan tatapan yang luar biasa sedih. Bahkan Kyuhyun dapat ikut merasakan kesedihan dari sorot matanya.

Kyuhyun hanya terdiam. Namun dalam hati Ia kembali bersyukur Tuhan sudah menggagalkan rencananya mengakhiri hidup, ditambah lagi Tuhan mengutus gadis ini untuk sedikit demi sedikit membuka matanya kalau beban hidupnya masih tidak terlalu berat dibanding orang-orang yang mereka datangi hari ini. Sebulir air mata terlihat turun di pipi halus Hyerim, Kyuhyun melihat itu. Ia berusaha mencari kantong celananya, ah…Ia lupa ini baju rumah sakit, mana mungkin Ia membawa saputangan.

“Ayo Ahjussi, ada tempat lain lagi, kebetulan masih dekat dengan rumah sakit ini” kata Hyerim sambil mengusap kasar air matanya dan kembali tersenyum. Kyuhyun sungguh merasa salut dengan gadis ini, di pertemuannya yang belum genap tiga jam ini, Ia sudah melihat berbagai macam ekspresi gadis ini dan lagi senyum gadis ini seolah tak pernah Ia tanggalkan.

“Kita mau kemana?” tanya Kyuhyun datar.

“Ke Sungai Han” jawab Hyerim dengan santai.

“Kau gila?! Kalau ada orang mengenaliku bagaimana” tanya Kyuhyun panik.

“Untuk itu kau akan kuberi ini” jawab Hyerim sambil melepaskan syalnya dan mengalungkannya pada leher Kyuhyun kemudian menaikkan bagian atas syal sehingga menutupi hampir setengah muka Kyuhyun, hanya mata dan dahinya saja yang terlihat.

“Kajja!” Hyerim kembali menarik lengan Kyuhyun dan mulai berjalan menelusuri sisi Rumah Sakit.

Mereka menuju ke sisi belakang Rumah Sakit ini yang ternyata langsung menghadap ke Sungai Han. Tak lama Ia mengambil sebuah jalan kecil di persimpangan jalan. Setelah kira-kira berjalan sepuluh menit, terlihat pemandangan yang cukup mengiris hati. Rumah-rumah kecil dan berdempetan terlihat tidak terurus dengan baik. Beberapa rumah catnya sudah mengelupas, beberapa lagi memiliki baskom besar di sudut teras rumahnya pertanda kalau mereka menggunakannya sebagai penadah air hujan, beberapa lagi tampak seperti mau rubuh. Sebagian besar rumah di daerah ini tidak memiliki kondisi yang baik.

“Mana Sungai Han nya?” tanya Kyuhyun setelah mereka berhenti di satu tempat yang memiliki tempat yang lebih tinggi dari rumah-rumah itu, dari situ mereka dapat melihat jelas keseluruhan daerah tersebut.

“Kau lihat jalan setapak itu? Kalau kau telusuri terus dan lurus ke depan kau akan menemukan Sungai Han di ujung jalan itu” kata Hyerim menjelaskan.

“Selama ini orang-orang hanya melihat sisi indah Sungai Han. Sungai Han yang romantis, Sungai Han yang bergelimang lampu-lampu hias atau Sungai Han yang menjadi disebut-sebut sebagai tempat wisata pesiar di malam hari. Mata mereka lupa melihat sisi lain Sungai Han yang ternyata seperti ini” Hyerim mulai bercerita.

“Kau lihat rumah dengan atap berwarna kehijauan? Itu adalah rumah pasangan suami istri yang sudah tua dan mereka berprofesi sebagai penjual benda bekas, anak mereka cacat permanen akibat gencatan militer yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Lalu itu rumah yang itu, yang penuh coretan dimana-mana. Didalamnya terdapat sebuah keluarga yang sangat hangat namun anak lelaki mereka satu-satunya menderita gangguan kejiwaan karena pelecehan seksual yang dilakukan oleh teman sekelasnya waktu Ia sekolah. Dan itu, kau lihat gang yang ketiga itu, rumah di pojok gang itu adalah milik seorang guru sekolah dasar yang mengalami kecelakaan sehingga kehilangan sepasang kakinya, kini Ia hanya mengajar anak-anak didaerah ini, Ia tidak diterima di sekolah manapun karena keterbatasan fisiknya” lanjut Hyerim menceritakan daerah yang sudah sejak kecil Ia kenal dengan baik ini.

Tak lama terdengar suara ribut dari sekelompok anak kecil. Mereka berlari dan memanggil Hyerim dengan akrab. Lalu mereka saling berpelukan. Pemandangan yang sangat jarang Kyuhyun lihat. Sekelompok anak-anak dari perekonomian yang terbilang kekurangan bisa tetap tertawa ceria bahkan dari raut wajahnya seolah tidak memiliki beban hidup, padahal kalau dilihat dari situasi lingkungan mereka tumbuh saja sudah pasti hidup yang mereka alami jauh lebih berat daripada dulu ketika Kyuhyun kecil.

Setelah melepas rindu dengan anak-anak tadi, mereka melanjutkan perjalanan menuju Sungai Han. Hyerim mau menepati janjinya untuk membawa Kyuhyun, kali ini mereka benar-benar ke Sungai Han.

“Whoaaahhh ternyata Sungai Han dari sisi ini terlihat lebih indah” kata Kyuhyun membuka pembicaraan setibanya mereka di Sungai Han. Hyerim menanggapinya hanya dengan tersenyum.

“Daebaaakk! Kau bisa menikmati semua lampu-lampu yang disediakan oleh kota Seoul dari sisi ini dengan penuh ketenangan karena tidak banyak orang disini. Kau hebat sekali Hyerim-ssi bisa menemukan tempat ini!” kata Kyuhyun antusias dan tanpa Ia sadari Ia membuka syal yang Ia kenakan. Dan Hyerim hanya tersenyum lalu mengacung kan jempolnya tanda setuju.

“Tapi ngomong-ngomong kenapa kau sepertinya sangat mengenal daerah ini? Apa kau pernah tinggal disini? Atau kau memang tinggal disini?” tanya Kyuhyun dengan penuh rasa penasaran.

“Ini tempat kesukaan kakak lelakiku” jawab Hyerim singkat sambil kembali menatap Sungai Han dengan tatapan yang kembali sulit diartikan Kyuhyun. Kyuhyun sendiri hanya dapat menatap Hyerim dalam diam. Mereka tidak menyadari sepasang mata sedang memandangi mereka dari kejauhan, sang pemilik mata tak lama mengangkat kameranya, mengambil beberapa gambar lalu pergi dari tempat itu dengan seringai yang sarat kelicikan menghiasi wajahnya.

***

Satu bulan sudah Kyuhyun berada di Rumah Sakit. Namun sebetulnya sudah sejak dua minggu yang lalu Kyuhyun diperbolehkan keluar Rumah Sakit kalau saja Ia merengek pada pihak management-nya untuk tetap berada di Rumah Sakit dengan alasan keamanan dirinya. Antis Kyuhyun tidak akan berani mengejarnya sampai ke Rumah Sakit, begitu pikirnya. Biarlah tetap seperti ini, Kyuhyun memang butuh waktu yang cukup untuk memulihkan mental dan fisiknya.

Hyerim sendiri sudah hampir setiap hari datang ke kamar Kyuhyun. Dan di setiap kedatangannya Hyerim selalu membawa hal-hal ajaib yang selalu dapat membuat Kyuhyun terhibur. Pernah satu waktu Hyerim membawa pewarna kuku dan Ia menjadikan jari-jari manly Kyuhyun jadi eksperimen nail art-nya, di lain waktu Ia datang membawa toples kecil berisikan ikan hias berwarna Putih dan montok. Hebatnya Ia menyuruh Kyuhyun merawatnya. Bayangkan saja merawat seekor ikan kecil di dalam kamar rawat sebuah Rumah Sakit dan ajaibnya lagi Hyerim menamai ikannya dengan nama Kyukyu karena menurut Hyerim ikanitu mirip dengan Kyuhyun, putih dan montok.

Kyuhyun sendiri sebetulnya penasaran kenapa Hyerim bisa setiap hari berada di Rumah Sakit ini dan bukannya Ia tidak pernah menanyakannya langsung pada Hyerim, namun Hyerim selalu berhasil mengalihkan topik. Seiring waktu berlalu, tanpa Kyuhyun sadari lambat laun kehadiran Hyerim membawa makna spesial sehingga selalu membuatnya menanti-nantikan kehadiran Hyerim.

Seperti saat ini, waktu menunjukkan pukul 5 sore dan itu berarti sudah lebih dari dua jam Hyerim tidak juga muncul dihadapannya. Hal itu membuat Kyuhyun cemas dan sejak dua jam lalu emosinya tidak stabil. Rasa kesal, marah dan khawatir semua bercampur jadi satu dan dilampiaskannya pada suster dan asistennya yang selalu mondar-mandir ke ruangannya.

“Annyeonghaseyong~” sebuah suara penuh aegyo terdengar dari arah pintu masuk. Kyuhyum melihat sekilas, sebuah senyum mendadak muncul di bibirnya. Hatinya mendadak terasa hangat, rasa khawatir yang Ia rasakan mendadak menghilang entah kemana.

“Nugu-ya?!” kata Kyuhyun dengan nada kesal, khas Kyuhyun apabila sedang kesal.

“Mian Kyuhyun-ssi, tadi aku bertemu monster laba-laba. Aku disandera olehnya dan cukup sulit melepaskan benang-benangnya. Mian mian….” kata Hyerim membungkukkan badan tanda permintaan maafnya.

Cih, monster laba-laba?! Darimana gadis itu mendapatkan alasan sekonyol itu untuk keterlambatannya. Ah tapi aku tidak boleh lengah, mungkin ini hanya trik untuk mendapatkan maafku. Batin Kyuhyun.

“Harusnya monster laba-laba itu memakanmu saja sampai habis” kata Kyuhyun membuang mukanya.

“Ah…oke kalau begitu maumu. Sayang sekali kalau monster itu memakanku sampai habis, berarti aku tidak bisa memberikan ini untukmu” kata Hyerim sambil meletakkan sebuah buku dihadapan Kyuhyun.

“Kalau begitu aku pergi ya. Annyeong Kyuhyun-ssi…” kata Hyerim sambil membalikkan badan.

Kyuhyun dengan cepat menggapai lengan Hyerim dan menariknya mendekat padanya. Hati Hyerim sedikit bergetar, wajah Kyuhyun yang hanya berjarak kurang dari setengah meter terlihat tampan. Sangat tampan. Kini Ia percaya kalau Kyuhyun adalah seorang selebriti. Bentuk hidungnya, kedua matanya yang tajam, bibirnya yang sempurna, komposisi setiap elemen wajahnya sangat pas dan Hyerim mengagumi itu. Namun sisi lain hatinya terus mengingatkannya hal itu tidak boleh terjadi. Ia tidak boleh terpesona apalagi jatuh cinta pada Kyuhyun atau siapapun. Ia terus mengingatkan dirinya sendiri soal misi yang sudah Ia rencanakan.

“Hello nona…kau mulai terpesona padaku?” tanya Kyuhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Hyerim. Hyerim pun spontan menarik lengannya yang dipegang Kyuhyun dan melangkah mundur. Sementara Kyuhyun tertawa melihat reaksi Hyerim. Padahal hatinya sudah meledak-ledak saat itu. Sosok Hyerim yang hanya terpisah oleh lapisan udara tipis dihadapannya membuatnya semakin mengagumi Hyerim. Terlebih lagi pipinya yang merona kemerahan, membuat Kyuhyun sungguh ingin mengecupnya gemas.

“Ngomong-ngomong apa yang kau bawakan ini?” kata Kyuhyun sambil melihat buku yang Hyerim letakkan di hadapannya.

“Make Up Tutorial?!!!! Yak Hyerim-ah! Kau gila memberikan buku ini pada seorang namja?” tanya Kyuhyun masih tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.

“Kau bilang besok kau keluar Rumah Sakit, di dalam buku itu terdapat bermacam-macam make-up yang bisa membuatmu tampak seperti orang lain. Jadi kau tidak harus takut menghadapi tatapan orang-orang. Lihat ini, yang ini bisa membuatmu tampak seperti Taeyeon SNSD, yang ini bisa seperti Hani EXID, lalu ini ini tutorial make-up Taylor Swift” kata Hyerim antusias sambil menunjukkan lembar demi lembar yang membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Sungguh diluar dugaan Kyuhyun, seumur hidupnya baru pertama kali ini Ia menemui manusia dengan pemikiran yang sangat ajaib.

“Buwahahahahahaha Yak Hyerim-ah! Hahahahaha aigoo perutku…bwhahahahahaha Yak Hyerim-ah…kenapa kau bisa berpikir seajaib itu hahahahaha” ujar Kyuhyun sambil terbahak.

“Yeokshi Hyerim-ah! Gomawo ne…” kata Kyuhyun menepuk lembut tangan Hyerim yang tanpa Ia ketahui si empunya tangan sudah melonjak kegirangan dalam hatinya.

-TBC-

8 Comments (+add yours?)

  1. soofiatj
    Feb 19, 2016 @ 14:51:52

    Hyerim-ssi, harusnya kamu ngasih si setan gembul itu boneka baymax daripada ikan. Baymax kan hampir mirip kyuhyun. Gembul, huggable, perutnya buncit. Bedanya baymax itu angel kalo kyuhyun itu setan hahaha😂😂.
    Btw aku langsung ngebayangin dimana kyuhyun pake make up ala member girl band 😂😂that’s going to be funny.

    Reply

  2. Laili
    Feb 19, 2016 @ 16:25:44

    Salut bgt sama Hyerim…. tpi msh ja ada org yg nganggu.

    Reply

  3. lieyabunda
    Feb 20, 2016 @ 03:30:28

    hyerim selalu bisa buat kyu senang….

    Reply

  4. uchie vitria
    Feb 24, 2016 @ 13:45:04

    masuh aja ada yang mau memanfaatkan kondisi kyuhyun yang drop dasar wartawan
    kehadiran hyerim semangat baru buat kyuhyun
    kakak laki laki hyerim kemana ya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: