Life is (Not That) Hard [5/9]

kyufall4

Nama : Nona Fiksi

Judul Cerita : Life is (Not That) Hard part 5

Cast : Cho Kyuhyun, Moon Hyemi, etc.

Genre : Romance, Life

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

Hello, this is Nona Fiksi speaking eh writing. Ini pertama kalinya aku kirim FF ke Super Junior Fanfiction. Semoga fanfict ini berkenan. Base cerita ini terinspirasi dari Skandal yang dialami Eunhyuk dan belakangan response netizen mulai positif terhadap Eunhyuk. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bersabar, terus berbuat baik dan jangan menyerah. Selamat menikmati ~

Fanfict ini juga di post di wadahfiksi.wordpress.com

***

Preview part 4

“Apakah sebelum berakhir di rumah sakit ini Hyerim mendengar suara letusan atau melihat pistol dan sejenisnya?” tanya Ibu Hyerim pada Kyuhyun.

“Letusan? Pistol? Aaahh…tadi kami memang sempat tidak sengaja melihat sebuah pistol” jawab Kyuhyun sedikit berbohong. Ia tidak mungkin menceritakan kalau Ayahnya yang memiliki pistol tersebut. Bisa-bisa nanti Ibu Hyerim berpikiran negatif terhadap keluarganya.

“Kurasa sudah saatnya kau tahu semuanya Kyuhyun-ah, tapi setelah kau tau semua ceritanya berjanjilah padaku satu hal. Kumohon padamu untuk tetap bersedia menjadi teman Hyerim” ucap Ibu Hyerim dengan tatapan memohon.

***

PART 5

“Ne, yaksokhae” ucap Kyuhyun mantap.

Namun dalam hati Kyuhyun bertanya-tanya fakta apa yang akan diungkapkan oleh Eomma Hyerim sampai Ia meminta Kyuhyun untuk berjanji seperti itu. Tapi sudahlah Kyuhyun tidak peduli sekalipun fakta yang didengarnya akan cukup menyakitkan, memiliki Hyerim berada dalam jarak pandangnya saja sudah cukup rasanya.

“Di tahun kedua Hyerim di Senior High School, Ia dan Kakaknya tertimpa satu musibah. Keduanya sedang dalam perjalanan kembali ke rumah dari sebuah pesta ulang tahun teman Hyerim, saat itu kakaknya SaWon menjemput Hyerim ditempat acara. Tidak ada yang menduga kalau setelahnya mereka akan terjebak ditengah perkelahian dua kelompok mafia di daerah Gangnam. Hyerim terkena luka tembak di dada kiri dan punggung kanannya, Ia sempat tidak sadarkan diri selama satu bulan. Sementara Kakaknya, Moon SaWon tidak berhasil bertahan hidup karena sebuah peluru yang bersarang di kepalanya. Ia meninggal dunia sebelum Hyerim berhasil membuka mata dan sadar dari komanya. Hyerim yang tersadar dari komanya harus menerima fakta pahit kakak tersayangnya sudah meninggalkannya, Ia terus menerus menyalahkan dirinya sendiri. Sejak saat itu Hyerim memiliki trauma terhadap suara tembakan atau ledakan, bahkan Ia tidak dapat melihat senjata api dan sejenisnya. Karena hal tersebut akan menjadi pemicu kenangan buruknya kembali” Eomma Hyerim menghela nafas panjang dan berusaha menahan air matanya. Kyuhyun pun bangkit mengambilkan tissue dan memberikannya pada Eomma Hyerim sambil mengalungkan tangannya ke pundak Eomma Hyerim, memberikan kekuatan padanya.

Eomma Hyerim kembali menghela nafasnya kemudian tangannya berusaha mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

“Kyuhyun-ah, aku tau kita baru bertemu sekarang dan maafkan aku kalau terlalu lancang meminta ini padamu, tapi kumohon jagalah Hyerim, Kyuhyun-ah. Jaga Hyerim untukku” ujar Eomma Hyerim sambil menggengam tangan Kyuhyun sementara tangan satunya sudah menggenggam sebuah buku kecil.

“Ne?” tanya Kyuhyun heran. Belum habis rasa terkejutnya mendengar betapa banyak penderitaan hidup yang gadis ceria dihadapannya.

“Tadi pagi aku menemukan ini ketika membereskan kamar Hyerim. Ini buku diary Hyerim. Aku tahu tak seharusnya kubaca namun karena penasaran kubaca lembar demi lembar buku ini. Ternyata selama ini Hyerim memiliki misi Kyuhyun-ah…” ucap Eomma Hyerim terputus dan mulai meneluarkan air matanya. Sementara Kyuhyun hanya terdiam menunggu lanjutan perkataan Eomma Hyerim.

“Suamiku menderita komplikasi paru-paru sejak dua tahun lalu dan kini fungsi paru-parunya sudah tinggal 20%, sejak mendengar diagnose tersebut, Hyerim berencana mendonorkan paru-parunya untuk ayahnya, Kyuhyun-ah” kata Eomma Hyerim sambil terisak.

“Ne?” ucapan terkejut yang keluar dari mulut Kyuhyun tidak cukup menggambarkan betapa banyak informasi mengejutkan yang bertubi-tubi datang padanya hari ini.

“Permasalahannya donor paru-paru tidak dapat diberikan oleh orang yang masih hidup, Kyuhyun-ah…maka tolong aku untuk menjaga Hyerim, berjanjilah Kyuhyun-ah. Bujuk Hyerim untuk tetap hidup Kyuhyun-ah” kata Eomma Hyerim penuh keputusasaan. Ibu mana yang tidak berputus asa mengetahui anak perempuannya akan mengorbankan dirinya sendiri.

***

Kyuhyun memijat kepalanya perlahan, pikirannya hari ini dijejali berbagai macam informasi yang mengejutkan. Mulai dari protes anti-fans nya, Hyerim yang pingsan dirumahnya sampai informasi yang diberikan oleh Eomma Hyerim.

Sementara Hyerim terlihat mulai membuka kedua kelopak matanya, Ia mencoba melihat ke sekeliling dan mencoba memahami keberadaannya. Kyuhyun yang melihat hal itu langsung menghampiri Hyerim.

“Gwenchana? Eodie apeun?” tanya Kyuhyun sambil memeriksa keadaan Hyerim, sementara Hyerim hanya menggeleng perlahan.

“Gwenchana….” jawabnya pelan.

“Kupanggilkan dokter dulu…” kata Kyuhyun, namun niatnya terhenti oleh sebuah tangan. Tangan Hyerim yang memegang tangannya.

“Na gwechana…Kyuhyun-ah” kata Hyerim sambil mempererat genggamannya pada lengan Kyuhyun.

“Ah…ok” kata Kyuhyun memindahkan tangan Hyerim pada lengannya ke dalam genggamannya.

Hyerim sendiri sudah dapat melihat dengan jelas dan sadar dihadapannya adalah Kyuhyun, lelaki yang sudah beberapa minggu ini membuatnya kebingungan. Bingung akan perasaannya sendiri. Saat berada di dekat Kyuhyun, Ia selalu merasa nyaman tapi disisi lain hatinya serasa meledak karena terlalu senang.

“Kau sudah boleh berhenti khawatir Kyuhyun-ah. Na gwenchanayo” ucap Hyerim dengan kedua tangannya menangkup wajah Kyuhyun dan ibu jarinya mulai mengurut dahi Kyuhyun yang tampak berkerut sedari tadi Ia mulai sadar.

Kyuhyun kembali mengambil tangan Hyerim dan memindahkannya ke pipinya lalu mengecup lembut tangan Hyerim. Hyerim tersenyum. Dalam hatinya Ia berjanji akan mengingat momen ini dengan baik. Tapi kini misinya menyumbangkan organ terpentingnya untuk sang Ayah mulai goyah karena perasaan bahagia yang Ia rasakan bersama Kyuhyun belum pernah Ia rasakan bersama orang lain setelah kematian kakaknya.

“Kyuhyun-ah…” panggil Hyerim.

“Hm…?” jawab Kyuhyun singkat. Tangan keduannya masih saling berpengangan.

“Berjanjilah padaku satu hal” lanjut Hyerim.

“Tergantung permintaanmu” jawab Kyuhyun.

“Berjanjilah untuk tetap hidup Kyuhyun-ah, berjanjilah untuk bernafas dan hidup dengan baik walaupun aku tidak bersamamu, Kyuhyun-ah” ujar Hyerim.

“Aku akan tetap hidup sampai kapanpun DENGANMU, Hyerim-ah. Aku akan tetap bisa bernafas dengan baik juga DENGANMU, Hyerim-ah” lanjut Kyuhyun dengan memberikan penekanan pada beberapa kalimatnya. Dalam hatinya mulai dilanda ketakutan akan Hyerim yang mulai memikirkan kembali misinya tersebut.

“Tapi kita tidak selamanya bisa bersama Kyuhyun-ah. Kalau sudah jalan Tuhan aku harus pergi, kau harus tetap hidup Kyuhyun-ah. Berjanjilah padaku” ujar Hyerim.

“Kalau begitu aku akan menghabiskan hidupku untuk berdoa pada Tuhan untuk segera mempertemukanku denganmu Hyerim-ah. Aku akan terus berdoa tanpa melakukan apapun sampai akhirnya kita bertemu” kata Kyuhyun sambil menatap mata Hyerim. Hyerim mengalihkan pandangannya dari tatapan Kyuhyun.

“Kau menyebalkan” kata Hyerim sambil mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya, mencondongkan badannya dan menempatkan wajahnya persis di hadapan wajah Hyerim.

“Kalau kau bicara yang aneh-aneh seperti tadi lagi, aku akan menghukumu” kata Kyuhyun.

“Meng..meng…hukum?” ucap Hyerim terbata karena wajah Kyuhyun yang terlalu dekat dari jarak pandangnya.

Cup.

Kecupan singkat mendarat di bibir Hyerim.

Cup.

Kecupan kedua tak lama juga mendarat di bibir Hyerim.

“Terus saja kau bicara aneh-aneh seperti tadi, kubuat bengkak bibirmu” kata Kyuhyun dengan nada mengancam sambil menjulurkan lidahnya.

“Yaaakk…!” teriak Hyerim sambil mendorong badan Kyuhyun.

***

Kyuhyun segera berlari ke arah seorang lelaki yang sudah duduk didalam sebuah café. Setelah mendapatkan telepon dari managernya Ia bergegas meninggalkan Rumah Sakit untuk menemui sang manager.

“Hyung…sudah kau dapatkan?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Tidak lengkap Kyuhyun-ah, aku hanya berhasil memperoleh nama dan alamat rumahnya saja. Rekam keluarga dan kehidupan orang ini susah sekali didapatkan” ujar Manager Hyung sambil menyerahkan sebuah amplop coklat besar pada Kyuhyun.

Dengan tidak sabar Kyuhyun membuka amplop tersebut, mengeluarkan lembar demi lembar dan membacanya dengan teliti.

“No way……………..” ucap Kyuhyun setengah berbisik.

“Hyung, kau yakin data ini cukup otentik?” tanya Kyuhyun meyakinkan.

“Kurasa cukup otentik Kyuhyun-ah, kenalanku di Rumah Sakit dimana kau dirawat setelah kecelakaan yang memberikan informasi tersebut” ujar Manager Hyung menjelaskan.

“Kalau begitu gomawoyo Hyung. Aku permisi” kata Kyuhyun meninggalkan manager hyungnya.

Setibanya diluar café jemari Kyuhyun segera menekan deretan angka pada ponselnya.

“Eommonim…..bisakah kita bertemu” ucap Kyuhyun bergetar.

 

-TBC-

4 Comments (+add yours?)

  1. soofiatj
    Feb 20, 2016 @ 15:07:11

    Kasian Hyerim😦
    She is such a good daughter. Rela berkorban demi ayahnya :’)
    And let me guess, Kyuhyun nyariin donor but ayahnya Hyerim?

    Reply

  2. lieyabunda
    Feb 22, 2016 @ 03:24:46

    wow,,, ternyata begitu….
    makin seru aza ceritanya….

    Reply

  3. uchie vitria
    Feb 24, 2016 @ 14:00:06

    ya ampun baru baca bentar udah tbc aja
    emang apa yang ditemukan kyuhyun sich

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: