Life is (Not That) Hard [8/9]

kyufall4

Nama : Nona Fiksi

Judul Cerita : Life is (Not That) Hard part 8

Cast : Cho Kyuhyun, Moon Hyerim, etc.

Genre : Romance, Life

Rating : PG-15

Length : Chapter

 

Hello, this is Nona Fiksi speaking eh writing. Ini pertama kalinya aku kirim FF ke Super Junior Fanfiction. Semoga fanfict ini berkenan. Base cerita ini terinspirasi dari Skandal yang dialami Eunhyuk dan belakangan response netizen mulai positif terhadap Eunhyuk. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bersabar, terus berbuat baik dan jangan menyerah. Selamat menikmati ~

Fanfict ini juga di post di wadahfiksi.wordpress.com

***

Preview part 7

Tak lama ponselnya berdering, panggilan masuk dengan nama Lee Jihoon tertera di layar ponselnya.

“Kyu….” ujar Jihoon di seberang sana dengan nada berat diakhiri dengan helaan nafas yang berat.

“Ne,hyung….” kata Kyuhyun was-was, sejujurnya sejak tadi Ia meninggalkan rumah sakit, perasaannya sudah kurang enak.

“Segera ke rumah sakit Kyu…..”

***

PART 8

Suara Jihoon yang terdengar berat meminta Kyuhyun untuk segera ke rumah sakit sungguh membuat Kyuhyun tidak tenang. Sepanjang perjalanan pikirannya terus dipenuhi oleh kemungkinan-kemungkinan terburuk yang terjadi. Kalau saja sang Manager tidak mengingatkannya, mungkin kini Ia sudah berada di kantor polisi karena laju kendaraan yang dikemudikannya sudah diluar batas normal. Sesampainya di rumah sakit Ia langsung berlari meninggalkan mobilnya begitu saja, berlari sekencang yang Ia bisa untuk segera mencapai kamar Hyerim.

BRAK!

Kyuhyun membuka pintu kamar Hyerim dengan tidak sabar. Kedua orangtua Kyuhyun dan Hyerim dan juga Jihoon yang sedang mengelilingi ranjang Hyerim sontak melihat ke arahnya.

“Yak Kyuhyun-ah bisakah kau pelan sedikit?” kata sang Appa sambil menjitak kepala Kyuhyun sementara Kyuhyun hanya bisa mengelus kepalanya.

“Hyerim?” tanya Kyuhyun karena sejak Ia masuk ke kamar ini, Ia belum melihat Hyerim karena orang-orang yang ada diruangan itu asik menutupinya sampai Eomma Hyerim menggeser posisinya dan memperlihatkan seorang gadis dengan selang yang masih terpasang di hidungnya dan bibirnya yang terlihat sangat pucat namun dari senyum yang Ia keluarkan cukup membuat Kyuhyun berlega hati, gadisnya sudah sadar.

“Ayo kita berbincang diluar, kurasa mereka butuh waktu untuk berdua” kata Eomma Hyerim sambil mengajak semua yang ada dirungan untuk keluar. Kyuhyun mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badannya.

“Hye….” kata Kyuhyun menghampiri Hyerim, duduk di ranjang Hyerim dan mengusap wajah Hyerim.

“Appo? Eodi appo?” tanya Kyuhyun dengan raut khawatir.

Hyerim tersenyum dan menggenggam tangan Kyuhyun.

“Nan gwenchanayo” kata Hyerim lemah.

Lalu mereka terdiam namun tatapan mereka tidak lepas dari pandangan satu sama lain dan kedua tangan mereka saling menggenggam.

“Kyu….” panggil Hyerim pelan.

“Hm?” jawab Kyuhyun.

“I saw the news” kata Hyerim lagi.

“Are you sure?” tanya Hyerim sambil menggengam tangan Kyuhyun lebih erat.

“Eoh” jawab Kyuhyun singkat sambil menganggung. Sesungguhnya Ia tidak ingin membahas hal ini sekarang, terlebih lagi kondisi Hyerim yang belum pulih benar.

“Tapi Kyu….” kata Hyerim yang dihentikan oleh telunjuk Kyuhyun yang berada tepat didepan bibirnya.

“Listen to me Hye, kita akan bahas ini setelah kau pulih, okay?” pinta Kyuhyun sambil menatap serius kedua mata Hyerim.

“Kalau itu maumu” kata Hyerim sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Sekarang kau harus istirahat, jaljayo uri Hye…” kata Kyu sambil menarik selimut Hyerim dan mengecup dahi gadis itu.

“Hye…” panggil Kyuhyun yang kini sudah duduk di kursi disamping ranjang Hyerim.

“Ng…” sahut Hyerim dengan kedua matanya yang sudah terkatup.

“Gomawo” kata Kyuhyun lagi.

“Terima kasih untuk kembali kesini” ujar Kyuhyun lagi, kali ini mengecup punggung tangan gadisnya dengan penuh rasa terima kasih.

Flashback Off

 

***

Kyuhyun melepaskan jas hitamnya, melonggarkan dasinya dan merebahkan tubuhnya diatas sofa di ruang keluarganya. Sementara itu seorang wanita menghampirinya.

“Maaf Tuan Cho, Nyonya Hyerim menunggu Tuan diteras belakang” ucap wanita yang biasa dipanggil Ahjumma Jang tersebut, asisten rumah tangga keluarga Kyuhyun.

Kaki Kyuhyun melangkah ringan menuju teras belakang rumahnya. Langkahnya terasa ringan, seberat apapun beban yang Ia tanggung di kantornya, ketika Ia membuka pintu rumah langkahnya selalu terasa ringan. Pintu menuju teras belakang terbuka, dahinya berkerut tanda kesal begitu menemukan sosok Hyerim.

“Sudah berapa kali kuingatkan kalau kita mulai memasuki musim gugur Hye, dimana jaketmu?” tegur Kyuhyun.

Hyerim tersenyum dan menaruh kedua telapak tangannya pada kedua pipi laki-laki yang sudah setahun belakangan menjadi suaminya. Ya, mereka telah menikah satu tahun yang lalu, tak lama setelah Kyuhyun mengundurkan diri dari dunia keartisannya.

“Gwenchana Appa” ujar Hyerim menarik kedua pipi Kyuhyun mendekat ke wajahnya lalu mengecup bibir Kyuhyun, membuat senyum Kyuhyun merekah mendengar panggilan sang istri untuknya sekaligus kecupan manis istrinya.

“How’s your day, Appa?” tanya Hyerim manja dengan kedua lengannya yang kini melingkari pundak Kyuhyun.

“Semua lancar Sayang, akhirnya tender Jeju berhasil kudapatkan. Lalu bagaimana kabar baby Joon hari ini? Apakah masih belum mau melihat Eomma dan Appa?” tanya Kyuhyun sambil mengelus perut Hyerim yang sudah membesar di usia kandungannya kesembilan bulan.

“Coba kau rasakan ini Appa” ucap Hyerim sambil meletakkan tangan kanan Kyuhyun pada perut bagian bawahnya. Terasa sebuah tonjolan keras disana dan apabila diperhatikan perut Hyerim sudah tidak lagi berbentuk bulat melainkan oval. Mata Kyuhyun membulat sempurna.

“Ini…ini….Baby Joon? Ap…ap….apa Ia akan segera keluar? Sayang, apakah kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun khawatir ketika merasakan perut bagian bawah istrinya sudah membentuk seperti tonjolan yang keras.

“Gwenchana Appa. Kepala Baby Joon sudah memutar kebawah dan tadi siang aku sudah merasakan sedikit kontraksi namun sepertinya belum pembukaan” ucap Hyerim menenangkan Kyuhyun. Bukannya merasa tenang Kyuhyun justru semakin khawatir.

“Sayang, kita ke rumah sakit sekarang ya?” ajak Kyuhyun dengan nada memohon.

“Kyu…tenanglah. Ini belum waktunya, aku janji apabila sudah waktunya aku akan mengatakannya padamu” ujar Hyerim dengan kedua tangannya membelai lembut tengkuk suaminya berusaha menenangkan suaminya.

“Sayang, apakah kau yakin tidak ingin caesar saja?” pertanyaan yang Kyuhyun ajukan entah sudah keberapa kalinya. Hyerim menggeleng sambil tersenyum.

“Demi kau dan Baby Joon, aku berjanji akan menjadi kuat dan bertahan Kyu. I promise you” ucap Hyerim meyakinkan Kyuhyun.

“Baiklah kalau itu maumu. Kita akan lewati proses itu bersama Sayang” ucap Kyuhyun sambil mengecup kening sang istri.

***

Hyerim kembali meringis dan tangan kanannya Ia letakkan pada bagian bawah perutnya sementara tangan kiri memijat-mijat pinggangnya yang terasa sangat pegal. Kepala Baby Joon semakin turun kebawah dan ini sudah kontraksi ketiga yang Ia rasakan sejak sore tadi di teras.

“Kita ke rumah sakit Hye, kumohon…” ujar Kyuhyun yang berada disamping Hyerim yang kini sudah berbaring di kamar mereka.

“Belum Kyu…akh…Kyu…tolong…akh….shhh….tolong kau hitung…sshhh…waktu kontraksinya” ucap Hyerim sambil menahan rasa sakit akibat kontraksi di perutnya.

“Intervalnya sudah semakin sering Hye…kumohon kita ke rumah sakit sekarang ya” kata Kyuhyun terus membujuk istrinya. Sebetulnya sejak kontraksi pertama di teras tadi Kyuhyun sudah memaksa Hyerim ke rumah sakit namun istrinya bersikeras untuk menunda kepergian mereka ke rumah sakit.

Tak tega melihat sang suami yang terus menerus khawatir, Hyerim akhirnya mengangguk setuju. Padahal berbekal dari pengetahuan yang Ia kumpulkan sejak awal kehamilan, Ia rasa dirinya baru memasuki fase awal pembukaan.

Kyuhyun menyambar tas pakaian yang sudah sejak bulan kedelapan mereka siapkan untuk kelahiran baby Joon. Kemudian Ia menghampiri sang Istri yang masih terbaring di tempat tidur mereka, dari wajahnya yang mulai tenang tampaknya kontraksi istrinya tidak lagi datang saat ini. Kedua tangan Kyuhyun sudah siap untuk mengangkat Hyerim, namun istrinya menolak.

“Aku masih bisa berjalan Kyu dan apa kau ingat kalau aku harus banyak berjalan untuk mempermudah proses pembukaannya?” ucap Hyerim berusaha duduk dan bangkit dari posisinya semula. Kedua kening Hyerim mulai mengernyit ketika Ia berusaha berdiri, kepala Baby Joon terasa semakin turun sehingga semua berat Baby Joon terpusat pada perut bawahnya.

Kyuhyun akhirnya memapah sang istri menuju mobil mereka. Untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan, Kyuhyun meminta bantuan supirnya untuk membawa mereka ke rumah sakit, apabila Kyuhyun yang membawa sendiri mobilnya, Ia khawatir akan terlalu panik dan tidak konsentrasi dengan kondisi jalanan di malam hari.

“Kyu…maafkan aku” ucap sang istri yang kini sudah ada dalam dekapannya di dalam mobil mereka.

“Maaf?” tanya Kyuhyun heran.

“Ini sudah pukul 2 malam Kyu. Karena aku dan Baby Joon kau jadi kehilangan waktu tidurmu. Dan juga maaf selama Sembilan bulan ini kami selalu merepotkanmu dengan permintaan Baby Joon yang aneh-aneh” rentetan maaf keluar dari mulut Hyerim. Kyuhyun hampir saja menangis hari kalau saja Ia tidak tersadar akan kondisi mereka saat ini.

“Hye, kau dan Baby Joon adalah dua hal yang paling berharga dalam hidupku. Jangankan untuk mengorbankan mimpiku, nyawaku pun aku rela Hye. Berjuanglah, Sayang. Berjanjilah untuk bertahan” ucap Kyuhyun mengecup kening sang istri.

Tak lama kemudian sang istri menjerit sambilmenarik kemeja Kyuhyun. Peluh sang Istri mulai membanjiri wajah cantiknya.

“Aarrgghh….akh…appo….appo Kyu….arrgghh” sang istri terus menjerit. Sementara Kyuhyun yang semakin panik hanya bisa mengelus-elus perut sang istri untuk menenangkannya.

“Baby Joon…Appa mohon jangan siksa Eomma mu lagi. Ayo Baby jadi anak baik ya” ucap Kyuhyun disela-sela kegiatannya menenangkan sang Istri.

“Tarik napas lalu buang Sayang, ingat proses bernapas yang diajarkan kelas yogamu” Kyuhyun membantu istrinya mengikuti pernapasan yang benar.

“Aku….AARRRGGGHHHHH…………” sang istri tidak dapat melanjutkan perkataannya dan seketika berteriak. Setelah berteriak, remebesan air dirasakan oleh kedua kaki Kyuhyun karena sang Istri berada dalam pangkuannya.

“Ketubanku…..” ucap sang istri lemah dan kemudian pingsan.

“Hye…tidak tidak…Hye…sadarlah Hye…bertahan…HYEEE!” Kyuhyun berteriak putus asa menyadarkan sang istri yang sudah terkulai lemah di pangkuannya.

***

Sudah hampir satu jam sejak kedatangannya ke rumah sakit, Hyerim mendapatkan suntikan penahan rasa sakit. Kini Hyerim akhirnya bisa beristirahat sejenak, kedua mata Hyerim menutup sempurna dan hembusan nafasnya mulai teratur. Kyuhyun dapat bernapas lega sang istri akhirnya dapat tertidur setelah beberapa jam lalu dilaluinya dengan penuh siksaan.

Tangan Kyuhyun perlahan mengelus perut sang istri dengan sangat lembut supaya sang Istri tidak terbangun. Ia mencoba berkomunikasi dengan Baby Joon didalam sana.

“Baby Joon…Kau sudah tidak sabar ya ingin bertemu Eomma dan Appa? Apa pun begitu sayang. Namun bolehkah Appa meminta kau ikut membantu Appa untuk tidak membuat Eomma mu kesakitan yang lebih lagi? Sejak semalam Eomma mu tidak bisa tidur Baby. Appa yakin Baby Joon anak yang sangat pintar, jadi Appa mohon carilah jalan lahir yang mudah ya Nak dan jangan siksa Eomma mu lebih lama, arrachi?” ucap Kyuhyun dengan lembut.

Tanpa Kyuhyun sadari Ibu sang Baby terbangun dari tidurnya dan kini Ia menahan haru mendengar perkataan suaminya. Dalam hati Ia tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan telah menghadirkan Kyuhyun dan Baby Joon di hidupnya.

Tepat ketika Hyerim akan menutupkan matanya kembali melanjutkan tidurnya, perutnya kembali merasakan kontraksi. Kali ini dua kali lipat lebih sakit dari sebelumnya. Hyerim memejamkan mata berusaha menahan rasa sakitnya, namun Kyuhyun terlebih dulu menyadarinya.

“Sayang…apakah kontraksinya datang lagi? Sayang buka matamu….jawablah sayang…” kata Kyuhyun mulai panik.

Hyerim menggenggam erat tangan sang suami sambil sebelah tangannya meraba perutnya. Kepala Baby Joon sudah tepat berada dibawah, Baby Joon saat ini sedang berusaha mencari jalan keluarnya. Hyerim mencoba mengejan dengan kuat. Sementara Kyuhyun semakin panik hanya dapat mengusap peluh Hyerim, tangannya berkali-kali memencet bel untuk memangil tenaga medis datang ke kamar mereka.

“Baby Joon….sshhh Kyu…kemarikan tanganmu…sshh..ahhh” pinta Hyerim ditengah-tengah usahanya mengejan.

Tangan Kyuhyun yang terulur segera disambut oleh Hyerim dan dituntunnya menuju ke bagian bawah tubuhnya. Kepala Baby Joon sudah berada diluar, Hyerim dapat merasakan rambut Baby Joon. Hyerim ingin Kyuhyun juga merasakan kebahagiaan yang sama, namun alih-alih berbahagia Kyuhyun justru semakin panik ketika menyentuh kepala sang Baby.

“Oh tidak! Baby Joon akan segera keluar. Dimana semua perawat dan dokter disini, akan kutuntut rumah sakit ini. Sayang…bertahanlah…Baby…tunggu dokter datang ya Baby…” ucap Kyuhyun masih dalam keadaan panik.

“Kyu..aku tidak….tidak bisa menahannya lebih….laaaaaAARRGGHHH….NGGGHH…NGGHHH…” ujar Hyerim mulai mengejan. Seperti yang sudah Ia pelajari dari buku-buku mengenai kelahiran, Kyuhyun langsung mengabil posisi duduk dibelakang Hyerim, menahan tubuh Hyerim dan kedua tangannya tepat berada diatas perut Hyerim, membantu Hyerim mendorong Baby Joon keluar sambil menyemangati istrinya.

“Istriku yang kuat…kau pasti bertahan…ayo dorong sayang…hitungan ketiga kita dorong bersama oke. Satu…dua….tiga….” kata Kyuhyun diiringi dengan Hyerim yang kembali mengejan kali ini dengan lebih kuat.

Kyuhyun melihat kepala Baby Joon sudah terlihat utuh, sekarang tinggal badannya saja yang masih harus Hyerim perjuangkan.

“Sayangku…kepala Baby Joon sudah terlihat utuh sayang…ayo sedikit lagi kita berjuang demi Baby Joon…” ucap Kyuhyun tak henti-hentinya menyemangati sang istri yang terlihat sudah sangat kepayahan.

“Aku lelah Kyu…tidak sanggup….” kata Hyerim terbata-bata.

“Tidak tidak…kau ibunya, kau yang melindunginya selama Sembilan bulan, kau wanita yang kuat sayang…kontraksi selanjutnya kita selesaikan semua, arraseo?” kata Kyuhyun masih menyemangati sang istri namun juga merasa was-was karena Hyerim sudah terlihat kehabisan tenaga. Oh Tuhan seandainya Ia bisa menggantikan Hyerim saat itu.

“Kyu…AAARRGGHHH…ngghhhh…ngghhhh…NGAAAHHHHHH” tepat ketika dorongan terakhir yang dilakukan oleh Hyerim, Baby Joon berhasil keluar bertepatan dengan para Suster yang mulai memasuki ruangan. Niatan Kyuhyun untuk memarahi tenaga medis yang sangat terlambat datang sirna ketika melihat sebuah tubuh mungil keluar dari dalam perut sang istri, menangis kencang.

“Kau berhasil sayang, Kau yang terbaik…” ujar Kyuhyun sambil mengecup kening Hyerim.

Hyerim tersenyum lemah, wajahnya semakin memucat dan tenaganya semakin habis. Tak lama matanya terpejam.

“Dok…pasien mengalami pendarahan….” ujar seorang suster yang membuat Kyuhyun terpaku.

 

TBC

Ada yang bingung atau merasa alur cerita ini terlalu cepat? Coba dicari ada satu kata kunci “Flashback Off” bagian awal part ini. Dan kalau masih bingung juga coba balik ke part satu dan temukan dimana terdapat kata Flashback On-nya. By the way, asiknya Hyerim dihilangkan di part selanjutnya alias dibuat meninggal atau tidak ya. We’ll see in the next chapter. See you ^.~

5 Comments (+add yours?)

  1. soofiatj
    Feb 23, 2016 @ 12:25:43

    Kenapa gak ada adegan nikahnya??😂😂 An evil menjadi seorang ayah, 😂😂

    Reply

  2. Nona Fiksi
    Feb 23, 2016 @ 16:04:40

    Kejar tayang Sist, Kyu udah gak sabar pengen punya evil junior 😛

    Reply

  3. melisa ep
    Feb 24, 2016 @ 09:33:45

    gapapa deeh chingu hyerim nya meninggal dan kyuhyun jadi orang tua tunggal aja deh kayanya lebih seru gitu deh biar tambah gregrt hehe

    Reply

  4. uchie vitria
    Feb 24, 2016 @ 14:19:14

    jadi ketar ketir nich
    iya ya maksudnya apa flashback off tadi
    jangan meninggal dong hyerimnya
    hidup mereka udaa bahagia banget kan

    Reply

  5. lieyabunda
    Feb 25, 2016 @ 04:10:57

    bikin dug2an aza,,, hye gak pp kn,,,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: