I Choose To Love Kyu^^

kyu

Author : Angel_Kyu ^^

Cast :

> Cho Kyuhyun

> Park Gyouri

> Lee Sungmin

> and other cast

PG : +13

Genre : Romance

 

Ketika hatiku telah memilihmu, semua hal seakan hanya tertuju padamu dan hanya padamu..

Hati dan pikiranku hanya dipenuhi olehmu.. Aku sudah tidak bisa memungkiri lagi, kalau hatiku telah memilihmu untuk menjadi orang yang aku cintai..

Walau harus berjuang sekuat tenaga.. Aku hanya bisa berharap, bahwa pada akhirnya aku akan mendapatkanmu..

At the least, I still have you..

 

♥♥♥

 

-Gyouri POV-

 

Aku menatap namja di seberang sana tanpa berkedip, menyaksikan setiap gerak geriknya sambil tersenyum. Sedangkan namja itu duduk manis di sebuah bangku taman sambil memegang buku tebal, dan kacamata yang bertengger di atas hidung mancungnya, menambah kesan cool yang ia miliki.

 

Namja itu yang membuat hidupku berubah, namja yang selalu hadir dalam hati dan pikiranku. Namja yang dingin dan cuek, tapi entah mengapa itu yang membuatku tergila-gila padanya. Konyol memang, tapi setiap hari membuntutinya dari sekolah sampai pulang ke rumah adalah pekerjaan sehari-hariku.

 

Setidaknya hal ini lebih menyenangkan daripada berada di rumah tanpa kehadiran appa dan eomma yang seakan tak peduli padaku.

Aku memilih untuk mencintainya.. mencintai Kyuhyun♥

 

Srekk..

 

Tiba-tiba ada sesuatu yang hinggap di bahu kananku. Ia terlihat kecil, berbulu dan sangat..

 

“KYAAAAAAAA!!!!!!!! EOMMAAAAA!!!! APPAAAAAAA!!!! AKU TAKUT!!!!!!!!!!!!”

 

Tanpa ba bi bu be bo, aku langsung lari, mencoba menembus hembusan angin, dan berharap agar hewan kecil itu segera menyingkir dari tubuhku. Aku berlari sekuat tenagaku, dan tidak sadar kalau saat ini aku berada sangat dekat dengannya.

 

“YA! Bisakah kau diam? Kau menggangguku?” ucap namja itu dengan ketus.

 

Ani.. AKU TIDAK BISA!!!! AKU BENAR-BENAR TAKUT!!!!!”

 

Aku berlari sekuat tenaga, dan sesuatu menghalangi lariku. Aku kehilangan keseimbangan..

 

 

-Author POV-

 

Brukkkk

 

Gyouri terjatuh tepat berada di atas tubuh Kyuhyun yang tengah duduk di bangku taman sekolah..

Jarak diantara mereka saat ini benar-benar sangat dekat..

 

1 detik

 

2 detik

 

3 detik

 

4 detik

 

5 detik

 

“Aishh.. biasakah kau tidak menindihku euh? Kau sangat berat..” ucap Kyuhyun, dan sedetik kemudian Gyouri kembali ke alam sadarnya.

 

“Ah.. Ne? Mi.. mianheyo Kyu..”

 

“Aish.. lagipula untuk apa kau berlari seperti orang gila hanya karena ulat kecil seperti itu?” ucap Kyuhyun dengan nada kesal.

 

“Hehehe.. aku sangat takut dengan hewan berbulu kecil itu..” Gyouri menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, guna mengurangi rasa gugup.

 

“Lalu kenapa kau masih ada disini? Kau ingin menyatakan perasaanmu lagi?”

 

“Ah.. Ne? Mwo? Ani.. Ani..” Gyouri mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Kyuhyun. Yah, semua orang tau kalau yeoja itu memang sangat menyukai namja yang ada dihadapannya, walau sayang namja itu tak pernah mengubris perasaan Gyouri. “Aku hanya ingin melihatmu saja”

 

Mwoya? Kau ini kenapa euh? Kau bahkan hanya bisa mengikutiku setiap hari. Apa hanya itu yang bisa kau lakukan?”

 

Ne..” Gyouri mengangguk dengan cepat.

 

“Bahkan, kau sudah tau.. Kalau aku memilih untuk mencintaimu.. I Choose to love Kyu..” ucap Gyouri sambil tersenyum, memamerkan lesung pipit di wajahnya. Setelah itu, ia meninggalkan Kyuhyun sambil bersenandung kecil.

 

“Aissh..” Kyuhyun mengacak-ngacak rambutnya, ia bingung bagaimana bisa seorang yeoja bertingkah nekad seperti Gyouri? Ini benar-benar tidak masuk akal.

 

 

‘Rasanya sangat menyenangkan bisa berbicara langsung dengannya.. Ini adalah hal yang langka untukku.. dan semua ini karena ulat kecil itu ^^’ gumam Gyouri dalam hati.

 

♥♥♥

 

Gyouri’s Classroom

 

 

“Ya! Park Gyouri! Kau jangan terlalu sering melamun!” teriak Sungmin tepat di dekat kuping Gyouri.

 

Brukkkk

 

Gyouri terjatuh dari bangkunya, ia benar-benar sangat kaget dengan teriakan Sungmin yang mengganggu imajinasi bersama dengan Kyuhyun.

 

“YA! LEE SUNGMIN!!!! Kau mau membuatku mati euh?” teriak Gyouri dengan nada kesal.

 

“Andwae.. Aku tidak akan membiarkanmu mati.. Karena hanya kau yang bisa membantuku mengerjakan tugas.. Andwae..” ucap Sungmin lebay sambil memeluk Gyouri yang masih terduduk di lantai.

 

“Ya! Kau gila euh? Lepaskan aku pabo.. Aku tidak bisa bernafas” Gyouri mendorong tubuh Sungmin menjauh darinya.

 

“Aissh.. Ini semuanya juga salahmu.. Kau seharusnya tidak melamun dalam kelas, lagipula tidak bisakah kau tidak memikirkan Kyuhyun untuk beberapa saat?” Sungmin berdiri sambil merapikan seragamnya sedikit berantakan karena ulah Gyouri yang mendorongnya sangat keras.

 

SHIREO! Kau ingin membuatku gila tanpa memikirkannya euh?”

 

Ara.. Ara.. Terserah kau saja.. Aku akan pulang lebih dulu, jadi aku tidak bisa menemanimu.”

 

Gwenchana..” Gyouri tersenyum ke arah Sungmin. Namja yang selama ini selalu mendengar keluh kesahnya, namja yang baik walaupun terkenal sangat bodoh di kelas.

 

♥♥♥

 

“Apa Kyu sudah pulang? Tapi, setiap hari Kamis ia akan pulang jam 4 sore. Lebih baik aku menunggunya saja.” Gumam Gyouri pelan.

 

Gyouri duduk di tempat favoritnya, hamparan rumput yang sedikit luas dan pohon besar selalu menemaninya ketika mengamati Kyuhyun dari jauh. Namja itu sangat suka menghabiskan waktu di bangku taman sekolah, sambil membaca buku atau sekedar menikmati sentuhan angin yang menenangkan hati.

 

Gyouri duduk di atas rumput sambil menyandarkan tubuhnya pada batang pohon yang lumayan besar. Tak lupa denganHeadphone berwarna biru dan catatan kecil yang selalu ia bawa kemana-mana.

 

Gyouri menutup mata perlahan, merasakan tiap hembusan angin lembut yang menerpa tubuhnya. Beberapa menit kemudian kesadarannya menghilang, ia telah memasuki dunia mimpinya sendiri.

 

♥♥♥

 

Gyouri menggeliat perlahan, ia merasakan sesuatu yang basah dan lembut kini berada di bibirnya. Gyouri mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan..

 

1 detik

 

2 detik

 

3 detik

 

4 detik

 

5 detik

 

Kesadaran Gyouri kembali, ia menatap sekeliling.

Sunyi.. tak terlihat apapun disana, yang ada hanya rumput. Gyouri memegang bibirnya, kelembutan itu seakan masih membekas disana.

 

“Apa aku hanya bermimpi?” gumam Gyouri pelan.

 

♥♥♥

 

“Kyu.. Chamkamman..” Gyouri berlari, mencoba mensejajarkan langkahnya dan Kyuhyun.

 

“Ya! Chamkamman, jebal~” Gyouri menahan lengan Kyuhyun agar tidak kemana-mana lagi.

 

“Wae?” ucap Kyuhyun datar.

 

Gyouri melihat sekelilingnya.

 

‘Sepertinya ini waktu yang tepat, bukankan semakin ramai malah semakin bagus.’ Gumam Gyouri dalam hati.

 

“Ya! Aku ingin cepat pulang. Kau mau apa?” ucap Kyuhyun kesal.

 

“Ah.. Mianhe.. Aku hanya.. Hm.. Apa kau mau menjadi namjachinguku Kyu? Aku menyukaimu.. Kalau kau menerimaku, kau hanya perlu menerima bunga ini..”

 

“YA! Kau tidak lihat dia huh? Gadis cantik itu sedang merasakan perasaanya padamu? Kenapa hanya kau diam?” teriak seorang namja yang tengah duduk di halte bus, diikuti dengan anggukan orang-orang di sekitarnya

 

 

Tap.. Tap.. Tap..

 

 

Tanpa sepatah katapun, Kyuhyun meninggalkan Gyouri yang kini masih terdiam mematung, menatap punggung Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh.

 

‘Apa ia marah padaku? Aissh.. seharusnya aku tak melakukan ini.. Bagaiamana kalau ia terus menghindariku? Akh..’ Gyouri kini merutuki dirinya sendiri, disertai dengan tatapan iba dari orang-orang yang berlalu lalang di dekatnya.

 

♥♥♥

 

“Kyu..” Kyuhyun menoleh, mendengar namanya dipanggil oleh yeoja yang selama ini selalu hadir di hidupnya.

 

“Hm, soal kemarin. Kau tidak perlu menjawabnya.. Aku hanya ingin mengungkapkannya padamu.”

 

“…………” Kyuhyun diam, sambil terus menatap buku yang tengah ia pegang.

 

Mianhe karena membuatmu malu oleh ulahku. Apa kau mau memaafkanku?” Kyuhyun mengangguk cepat, lalu berlalu dari hadapan Gyouri, dan lagi-lagi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

 

‘Setidaknya, ia tidak marah padaku..’  Gyouri tersenyum sambil menatap kepergian Kyuhyun.

 

♥♥♥

 

-Gyouri POV-

 

‘Walau semua orang menganggapku gila, termasuk kau.. Tapi, perasaan ini akan tetap ada untukmu sampai kapanpun karena hatiku sudah terikat oleh pesonamu.’

 

Seperti biasa, aku mengikuti Kyuhyun saat pulang sekolah. Walau hal ini terdengar aneh, tapi aku menyukainya dan menurutku ini sangat menyenangkan.

 

“Hiks.. Hiks..” samar-samar aku mendengar tangisan seseorang. Kuedarkan pandangan pada sekelilingku, dan hasilnya aku menemukan sosok anak kecil yang tengah terluka duduk di pinggir jalan sambil menangis.

 

“Omo.. adik kecil.. gwenchanayo?” ucapku sedikit berteriak. Anak itu mengangkat wajahnya, dan kini menatapku yang sedang sibuk dengan luka pada lututnya.

 

Cha~ Noona sudah mengobati lukamu, lain kali kau harus berhati-hati saat bermain ne?” ucapku sambil mengelus rambut namja kecil itu gemas.

 

Arasseo noona!!!!” ucapnya sambil tersenyum sumringah.

 

 

Gamsahamnida noona cantik.. Terima kasih karena telah mengobati lukaku..” ucap namja itu sambil berdiri.

 

Chu~

 

“Aku harap, aku bisa bertemu lagi denganmu noona.. Annyeong..” namja kecil itu berlari sedikit terburu-buru.

 

“Lucu sekali.. Akh, andai saja itu Kyu..” gumamku. Aku tertawa kecil setelah mengucapkan kalimat tersebut. Bagaimana tidak? Melirikku saja tidak pernah ia lakukan.

 

Andai saja perasaanku ini bisa hilang dalam sekejap, tapi.. aku tak bisa berbuat apapun..

Aku tak bisa, bahkan untuk memikirkan hal lainpun sangat sulit.

 

Gyouri ‘s House

 

Gyouri berjalan dengan gontai memasuki rumahnya, entah mengapa akhir-akhir ini perutnya terasa sakit. Bahkan hari ini saja ia harus rela untuk tidak mengikuti Kyuhyun.

 

Gyouri merebahkan badannya di sofa sambil memegangi perutnya, rasa sakit itu kini semakin menjadi-jadi. Dengan cepat ia mengambil handphone yang ada di dalam tasnya, mengetik beberapa digit angka yang sudah sangat ia hafal.

 

Yeoboseyo

 

Yeoboseyo Ming-ah..” ucap Gyouri dengan pelan, tenaganya kini telah terkuras habis karena sakit yang menerpa perutnya semakin menyiksanya.

 

Waeyo Gyouri -ya? Gwenchanayo? Eodiga? ucap Sungmin cemas. Ia tahu kalau kini Gyouri sedang tidak baik-baik saja.

 

“Aku.. Akh.. Appo.. Appoyeo Ming-ah..”

 

“Ya! Kau sakit Gyouri -ya? Eodiga?  ucap Sungmin panik.

 

“Aku..”

 

Bruukkk

 

Gyouri terjatuh, dan kehilangan kesadaran. Handphone yang tadinya ia genggam juga ikut terjatuh.

 

“Ya! Park Gyouri! Ya! Ya!” Sungmin bingung ia tidak tahu harus melakukan apa, yang perlu ia lakukan saat ini adalah membantu Gyouri. Dan beberapa detik kemudian, ia dengan cepat melesat menuju rumah Gyouri.

 

♥♥♥

 

Seorang namja kini tengah asyik duduk sambil membaca buku tebal yang ia pegang. Ani, bukan membaca lebih tepatnya ia hanya memandangi buku itu.

 

Entah sejak kapan ini mulai terjadi, tapi kini ia hanya bisa duduk sambil sesekali menghembuskan nafasnya dengan berat. Berharap orang yang ia tunggu kini datang mengganggunya.

 

Namja itu tengah memikirkan yeoja, yang akhir-akhir ini tidak muncul hanya untuk menyapanya dengan senyum khas yang lembut dan manis, serta tingkahnya yang mengganggu namun sangat menggemaskan.

 

Hening.. Tidak ada sama sekali suara yang kini namja itu dengarkan. Suara itu, entah mengapa ia sangat merindukannya..

 

♥♥♥

 

Seoul Hospital

 

Gyouri mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan, mencoba mengumpulkan tenaga untuk kembali ke alam sadarnya. Ia menatap sekeliling, ia melihat sebuah ruangan yang serba putih dengan bau obat-obatan yang menyengat.

 

“Rumah sakit..” gumam Gyouri pelan. Tenaganya belum terkumpul dengan sepenuhnya.

 

“Kau sudah sadar Gyouri-ya?” Gyouri mengangguk pelan, sambil tersenyum menatap Sungmin yang kini duduk di sofa ruangan.

 

“Pasti sangat menyenangkan tertidur selama 3 hari?”

 

Mwo?” Gyouri membulatkan matanya tak percaya.

 

Ne, kau pingsan selama 3 hari Park Gyouri.. Kau tidak ingat?” Gyouri menggeleng pelan.

 

“Hm, apa kau lapar? Aku akan membelikanmu bubur.”

 

Ne? Andwae..”

 

Waeyo? Kau tidak suka bubur?” Lagi-lagi Gyouri menggeleng pelan.

 

“Bisakah kita pulang saja Ming-ah.. Aku ingin ke sekolah..” ucap Gyouri.

 

“Mwo? Ya! Kau tidak sadar kondisimu masih lemah euh? Kau harus istirahat Park Gyouri..” ucap Sungmin kesal, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabatnya ini, walau Gyouri lebih pintar dibandingkan dirinya, tapi setidaknya ia harus berpikir secara normal.

 

Jebal.. Aku hanya—“

 

SHIREO!!!! Untuk saat ini kau tidak boleh kemana-mana, kau harus sembuh dulu ara?” Sungmin meninggalkan Gyouri yang masih terdiam menatap lantai ruangan rumah sakit dengan tatapan sendu.

 

♥♥♥

 

Sreekkk

 

Pintu ruangan tempat Gyouri dirawat terbuka, menampakkan Gyouri yang kini tengah asyik memandang halaman rumah sakit melalui jendela. Rambutnya yang tergerai sedikit beterbangan akibat ulah angin yang menerpa tubuh mungilnya. Gyouri memejamkan matanya, mencoba menikmati sentuhan angin lembut yang membuatnya nyaman.

 

“Aku sudah bilang Ming-ah.. Aku tidak ingin makan, sekarang aku ingin sekolah.. Jebal.. Aku sangat merindukannya..” ucap Gyouri pelan.

 

Mianhe, tapi aku bukan Sungmin.”

 

DEGGGG

 

Jantung Gyouri seakan berhenti berdetak, suara itu adalah suara yang sangat ia hafal dengan baik, suara itu adalah suara..

 

“Aku Kyuhyun..” ucap Kyuhyun pelan dan tegas. Gyouri menoleh, dan mendapati Kyuhyun kini berdiri di sampingnya.

 

“Kenapa kau bisa berada disini?” Tanya Gyouri. Ia benar-benar sangat bingung saat ini.

 

“Apa aku harus mempunyai alasan untuk datang kemari?” Gyouri terdiam, ia bingung harus menjawab apa. Rasa sakit di perutnya juga belum hilang sepenuhnya ditambah lagi ia belum sempat memakan apapun selama 3 hari ini.

 

“Kau pasti sangat lapar? Kajja, aku membawakan makanan untukmu.” Gyouri menatap Kyuhyun tak percaya, tapi Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman lembut.

 

Kyuhyun menuntun Gyouri untuk duduk, kemudian ia mengeluarkan semangkuk bubur yang terlihat sangat menggiurkan di mata Gyouri.

 

“Makanlah..” Kyuhyun menyodorkan sesendok bubur dihadapan Gyouri. Sedangkan Gyouri, ia menatap Kyuhyun tak percaya. Gyouri mencoba mencari penjelasan dengan semua ini, tapi lagi-lagi Kyuhyun hanya tersenyum.

 

Perlahan Gyouri memasukkan bubur ke dalam mulutnya, mengunyah, dan menelannya dengan pelan.

 

Mashita..” ucap Gyouri sambil menghapus sisa bubur yang menempel di bibirnya. Sedangkan Kyuhyun hanya terkekeh pelan, menyaksikan hal yang beberapa hari ini sangat ia rindukan.

 

♥♥♥

 

Gyouri POV-

 

Setelah kejadian di rumah sakit waktu itu, entah mengapa tak ada lagi kontak antara aku dan Kyuhyun. Bahkan untuk membuntutinya, aku sudah tidak punya waktu lagi. Aku benar-benar di sibukkan dengan tugas dan ujian, dan sekarang semua bebanku seakan lepas, hari ini adalah hari kelulusanku.

 

Tapi, entah mengapa aku takut.. Aku benar-benar takut sekarang..

Aku takut setelah ini aku tak dapat melihatnya lagi, mengikutinya kemanapun ia pergi..

Aku takut.. Aku takut kehilangan Kyuhyun..

 

 

-Author POV-

 

Gyouri duduk di tempat favorit Kyuhyun, meredam perasaannya yang semakin meluap tanpa henti. Apalagi saat melihat wajah ceria Kyuhyun bersama dengan teman-temannya tadi.

 

“Sepertinya ia sangat senang.. Tapi, kenapa perasaanku berbeda?” gumam Gyouri pelan.

 

Sesak.. Dadanya sangat sesak sekarang. Membayangkan bahwa ia tidak dapat melihat Kyuhyun lagi adalah hal terburuk dalam hidupnya.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” ucap seorang namja dari arah belakang. Gyouri menoleh, ia sangat tahu siapa namja itu.

 

Aniyo.. Aku hanya duduk saja.” Ucap Gyouri pelan. Kyuhyun berjalan mendekat dan dengan santainya ia duduk di samping Gyouri.

 

“Kyu.. Setelah ini, kau akan kuliah dimana?” Gyouri membuka pembicaraan, mencoba menghilangkan kebisuan antara mereka.

 

Appa menyuruhku untuk kuliah di Amerika..” ucap Kyuhyun mantap. Gyouri menghembuskan nafas berat, mencoba agar tidak menangis. Apa ini berarti ia harus berpisah dengan Kyuhyun sekarang? Sungguh, Gyouri benar-benar tidak sanggup.

 

“Apa itu lama?” Kyuhyun terdiam tak menjawab pertanyaan Gyouri.

 

“Baiklah.. Mianhe, kalau selama ini aku sikapku mengganggumu Kyu.. Aku hanya ingin kau tahu, kalau selamanya aku akan memilihmu.. memilih untuk mencintaimu.. dan.. Aku harap kau bahagia disana..” Gyouri berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu, rasanya sangat sesak. Air matanya sudah tak bisa terbendung lagi.

 

Grepppp

 

Tiba-tiba Kyuhyun menarik pergelangan tangan Gyouri dan mendekap yeoja itu erat..

Hangat..

Itu yang Gyouri rasakan sekarang..

 

“Kyu..” ucap Gyouri pelan, sekarang ia sangat bingung dengan perlakuan Kyuhyun. Kyuhyun merenggangkan pelukannya, dan kini menatap Gyouri dengan senyuman yang hangat.

 

“Apa maksudnya ini?” ucap Gyouri dengan nada bingung.

 

“Aissh.. Kau ini.. Apa kau rela jika aku harus ke Amerika euh?” Gyouri menggeleng pelan.

 

“Lalu mengapa kau melepasku begitu saja? Apa kau yakin aku akan bahagia?” Gyouri terdiam, entah sejak kapan air matanya sudah keluar begitu saja.

 

Aniyo.. Aku hanya tidak ingin menganggumu lagi, kau bisa bebas sekarang.. tanpaku..”

 

PLETAKKK

 

“Akh.. Appo ucap Gyouri sambil memegangi kepalanya yang terkena jitakan Kyuhyun.

 

“Apa pikiranmu hanya sedangkal itu? Bahkan kau sudah berjanji untuk hanya memilihku untuk dicintai olehmu..” ucap Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya.

 

“Itu karena aku tidak ingin membebanimu, sekarang aku sadar kalau perasaan itu benar-benar tidak bisa dipaksakan..”

 

“Benarkah? Tapi, karena ulahmulah yang membuatku kini juga memilihmu..” ucap Kyuhyun pelan sambil memeluk Gyouri erat.

 

DEGGGGG

 

Sungguh, ini benar-benar di luar dugaan Gyouri, ia tidak menyangka ini akan terjadi.

 

Mianhe, karena selama ini aku tidak pernah menanggapi perasaanmu. Aku hanya bingung karena tingkahmu ini, aku seakan terkalahkan olehmu. Mana mungkin seorang yeoja nekad menyatakan perasaannya pada seorang Cho Kyuhyun?”

 

“Ya! Apa salahnya? Aku juga manusia.” Ucap Gyouri sambil mengerucutkan bibir.

 

“Aku tidak suka itu Gyouri-ya.. Aku ini namjamu dan kau yeojaku, jadi kita mulai dari awal ne?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

 

Gyouri-ya.. apa kau mau menjadi yeojachinguku?” Kyuhyun berlutut di hadapan Gyouri, sambil memegang bunga mawar yang telah layu, namun masih terlihat indah.

 

“Kyu.. Bunga itu, bukankah itu—“

 

“Ne, ini adalah bunga yang kau berikan saat kau menyatakan perasaanmu.”

 

“Tapi, bagaimana ini bisa terjadi?” Gyouri menatap Kyuhyun bingung.

 

“Karena aku juga mencintaimu Gyouri-ya.. Kau tahu? Karena ulahmu, kau membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu, aku selalu ingin berada dekat denganmu, melihat senyum dan tawamu setiap hari” Kyuhyun kembali menarik Gyouri kedalam dekapannya yang hangat.

 

“Ya! Kau kenapa hanya diam euh?” ucap Kyuhyun dengan nada khawatir.

 

“Aku hanya tidak percaya, ini benar-benar seperti mimpi Kyu.. Aku tidak—“

 

Chuu~

 

Kyuhyun mencium bibir Gyouri dengat cepat, tapi terkesan manis, lembut dan hangat, membuat semburat rona merah kini terlihat jelas di pipi Gyouri.

 

“Apa kau sudah percaya?” Gyouri mengangguk pelan.

 

“Tapi, apa kau perlu merebut first kiss ku euh?” ucap Gyouri dengan nada kesal. Sedangkan Kyuhyun terkekeh pelan.

 

First kiss mu? Aku pikir itu second kiss mu?”

 

MWO? Maksudmu apa?”

 

“Kau ingat saat kau tertidur di bawah pohon besar itu? Bukankah waktu itu—“

 

MWOYA?” ucap Gyouri sedikit berteriak. Bisa-bisanya Kyuhyun mengambil kesempatan di saat Gyouri sedang tertidur.

 

“Aku tidak akan membuat apapun menakutimu lagi, membuatmu menangis, atau bahkan menjauh dari sisiku jadi kau jangan memikirkan hal yang macam-macam ne?” ucap Kyuhyun tegas dan lembut.

 

Ne, ara.. Aku sudah bilang berulang kali ‘I Choose to Love You Kyu’^^”

 

Nado Gyouriya.. Saranghae.. Jeongmal Saranghae ♥”

 

 

‘Walau kisahku benar-benar membutuhkan perjuangan, tapi pada akhirnya aku bisa mendapatkanmu..

Seperti lagu yang hampir setiap hari mengalun dari I-phone kesayanganku, Super Junior M – At The Least I still Have You.

Cinta memang membutuhkan banyak pengorbanan untuk membuatmu melihat bahwa aku ada disini untukmu, sesulit apapun itu.. Tapi aku tetap memilihmu.. Aku tetap memilih untuk mencintaimu sampai akhir ^^♥ – Gyouri’

 

 

-END-

 

 

3 Comments (+add yours?)

  1. XiaoHera
    Feb 24, 2016 @ 15:14:37

    Keeereeennn…apa aku harus kayak gitu juga biar bisa ama kyun kyun…hahaha, membuntuti tp dlm segi hal positif.

    Reply

  2. Deborah sally
    Feb 24, 2016 @ 15:17:03

    Ada karena terbiasa 😀

    Reply

  3. vivinmutia
    Feb 27, 2016 @ 21:24:09

    Bisakah dunia ku seperti cerita ini. Mendapatkan org yg kita cintai tanpa harus merasa bosan, syg nya aku hidup di dunia nyata bukan fanfiction

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: