I’ll Always There With You

ssss

Author            : Lee Min-Hyo

Cast                : Lee Min Hyo or You

Kim Heechul

Kim Kibum

And others.

Genre                         : Romance, Future

Rating                        : PG-13

Happy Reading ^^

[ Lee Min-Hyo POV ]

Aku duduk ditepi sungai Han dengan menengadahkan wajahku kelangit. Mencoba menggantungkan harapan, demi harapanku diawan. Menurunkan berat badan 3kilo, gaji dinaikkan, dan… mendapatkan pacar tentunya. HAHA. Aneh bukan? Umurku sudah menginjak 20 tahun, tapi Eomma dan Appa tak pernah mengizinkan anak bungsunya ini punya pacar. Apa salah jika aku ingin punya pacar? Apa salah aku ingin menghabiskan hari-hariku dengan orang yang kusayang? Yang kucinta? Ini tak adil!!

“Eomma!!! Appa!!! Kalian keterlaluan!” aku berteriak disore hari ini, beberapa orang menoleh kearahku, aku menunduk malu. Mengutuk dalam hati. Menyalahkan headphone yang bertengger dikepalaku dan menutup kedua telingaku. Sayup-sayup terdengar alunan musik. Hmm.. ini lagu Someday. Lagu yang membuatku gila setengah mati. Lagu yang dinyanyikan boyband favorite ku. Ya! Siapa lagi kalau bukan Super Junior.

Aku mulai menutup mata dan tersenyum mendengar mereka menyanyi. Riak aliran sungai Han yang lembut, angin yang menerpa wajahku. Hatiku tersentuh. Tuhan, seandainya terselip suara orang yang kukagumi disana. Menyanyi bersama member yang lain. Menyanyi untukku.

Yaaak! Min-Hyoooo!! Lee Min-Hyooo!!! Jangan mengkhayal lagi! Dasar pabo!” aku bicara sendiri lagi. Melempar batu tanpa dosa ketengah aliran sungai Han yang tenang. Merusak ketenangan yang tersimpan disana.

Lagi. Sekali lagi, orang-orang menengok kearahku. “Menyebalkan! Apa mereka tidak punya kerjaan lain?!” aku menggerutu dalam hati dan bergegas pergi. Kemanapun selain disini. Dimana orang-orang tidak memperhatikan aku yang sedang kesal ini. Dasar! Merusak mood orang saja. Huh.

Aku melangkah menjauh dari sungai Han yang penuh dengan ketenangan itu. Baru beberapa langkah aku berjalan, aku merasa ada yang mengganjal ditanganku. Hoho. Ternyata batu ini belum sempat kulempar karna diperhatikan orang-orang –yang tidak punya pekerjaan- itu. Lebih baik kulempar saja. Aku melempar batu itu kebelakang.

Aww!! Shit! Siapa yang berani mengusikku sih?! Apakah Sasaeng fans tidak cukup hanya menguntitku saja?” eeh? Tuhan… apa yang sudah kulakukan. Aku menggigit-gigit kuku karna takut. Orang yang dibelakangku –yang tidak sengaja kulempar batu- marah-marah, dan… wait, dia menuduhku Sasaeng fans?!!! Yak! Apa maksudnya? Lebih baik aku pergi saja.

Baru beberapa langkah aku mendengar seseorang berteriak kearahku.

Yak! Hei Yeoja pabo yang memakai headphone jingga! Berhenti kau!” aku membalikkan badanku perlahan. YA TUHAAANNN!!!!

[ Lee Min-Hyo POV end]

[ Kim Kibum POV ]

Aww!! Shit! Siapa yang berani mengusikku sih?! Apakah Sasaeng fans tidak cukup hanya menguntitku saja?” aku bicara sedikit keras. Untung saja tidak ada yang menoleh kearahku, tapi siapa sih yang kurang ajar melempar batu ke kepalaku? Mengusikku saja! Huh.

Aku segera menoleh dan mendapati seorang yeoja –kelihatannya bukan Sasaeng fans- berdiri kikuk membelakangiku, sekitar lima meter didepanku. Dia menoleh dan berjalan dengan sedikit berlari kearahku. Wajahnya meringis tetapi dengan senyum cengengesan dan kedua tangannya menutup wajahnya. Meminta maaf. Huh! Aku segera memasang pose angkuh andalanku. Aku hanya menatapnya dingin.

Hei-hei!! Apa-apaan ini! Dia berjingkat agar menyamakan wajahnya dengan wajahku. Haha! Dasar yeoja pendek! Dia tidak bisa menyamakan wajahnya dengan wajahku.

“Dasar orang angkuh! Tidak bisa apa kau memaafkanku? Aku kan wanita lemah!” what?! Dia menyerangku?

“Hei yeoja pendek! Apa kau bilang? Kau wanita lemah! Kalau kau lemah, kau takkan bisa melempar batu ini sampai kepalaku benjol! Kau dengar?!” aku memarahinya habis-habisan. Tau rasa kau yeoja pendek! Ciutkan? Huh! Anak konglomerat kau lawan? Ha-ha.

“Yak! Siapa yang kau panggil wanita pendek?! Aku?! Heh sialan kau!” dia menanggalkan sebelah high heelsnya. High heels dengan ujung runcing men. ‘satu..dua..tiga’ aku berhitung dalam hati dan kabur menjauh. Bisa kudengar si Yeoja pendek itu tertawa terkikik-kikik. Awas kau yeoja pendek! Tunggu saja pembalasanku! Tapi.. kalau dilihat-lihat dia manis juga. Eh? Apa yang kau pikirkan Kim Kibum?!

[ Kim Kibum POV end ]

[ Author POV ]

            “Haah.. haah.. huuufffttt.. hampir saja” seorang namja Nampak terengah-engah setelah berlari. Bagaimana mungkin dia dikalahkan yeoja pendek itu? Tiba-tiba dia tersenyum dan segera masuk mobilnya. Ada suatu rencana. Rencana yang takkan orang lain ketahui.

***

            Oh..my..god…. I’m so hot!!” Gadis berperawakan mungil itu berseru-seru senang diatas kasurnya, meloncat-loncat kegirangan. Menyetel musik dengan volume full. Heboh sekali. Ia tidak peduli dengan keadaan kamarnya yang sangat berantakan itu. Satu hal yang dia pikirkan. Bersenang-senang, walaupun tidak di club, karena Eomma takkan pernah mengijinkan. Sampai Ia punya tunangan. Aigooo…

‘tok… tok… tok…’ terdengar suara pintu kamar Min-Hyo diketuk. “Min-Hyo? Bisakah kau bukakan pintu ini untukku??? Eonni ingin bicara denganmu!” Hyo-Hyun dengan semangat menggedor-gedor pintu dongsaeng kesayangannya. “Ne..” dengan lesu Min-Hyo mematikan musik dan turun dari kasur. Dia tidak akan pernah memaafkan orang yang mengganggu kesenangannya.

“Apa?” Min-Hyo dengan wajah masam bertanya untuk apa kakaknya mengganggu kesenangannya, dengan tatapan akan-ku-bunuh-kau-nanti. Hyo-Hyun mendorong Min-Hyo kekasur. Ia menutup pintu dan menguncinya. Nafas Min-Hyo tercekat. Wajahnya pusat pasi. Matanya membelalak. Mencoba menerka apa yang akan dilakukan oleh eonni kesayangannya ini.

[ Author POV end]

[ Lee Min Hyo POV ]

Eonni apa yang kau lakukan? Tolong sadarlah! Aku masih perawan? Apa yang tersembunyi dibalik senyum simpulmu itu? Tidaaaaakkkk!!! Eomma! Appa! Tolong akuuu!!’ aku meronta-ronta dalam hati. Apa yang terjadi dengan kakak ku ini? Ya Tuhan tolong aku!! Tidak! Tidak! Eonni berjalan mendekat. Dia mengeluarkan smirk evilnya. Tiba-tiba Dia mencengkram tanganku kuat sekali! Sungguh, ini sangat sakit!

Yaak! Min-Hyo, katakana padaku, kenapa kau membohongiku? Kenapa kau tidak bercerita padaku kalau kau sudah punya pacar? Kau anggap apa aku? Bukankah kita saudara? Bukankah aku eonni mu? Tega sekali kau!!!” apa-apaan ini? Setelah berbicara omongkosong panjang lebar, dia memukul lenganku kuat-kuat. Aigoo.. Eonni ku sayang, kau kenapa sih?

“Jawab aku!! Jawab!!” lagi-lagi dia mengguncangkan tubuhku. Apa dia ingin membunuhku?! Ada sebenarnya ini.

“Yaa! Eonni!! Bisakah kau memberiku waktu sebentar? Kau bahkan tak mengijinkan aku bernafas. Pertama, aku tak mengerti apa yang kau bicarakan. Kedua, pacar? Siapa maksudmu? Aku tak punya pacar. Ketiga, aku tidak membohongimu, dan kau memang saudaramu. Arrachi? Mengerti? Keempat, cepat keluar dari kamarku, besok saja ceritanya. Bye. Selamat malam Eonni ku sayang.. aku benci kau” PLETAK! Sebuah jitakan mendarat sukses dikepalaku, dan dia kabur begitu saja. Huh!

Setelah memastikan eonni ku sudah masuk kamarnya, aku turun dari kasurku, dan mengunci pintu. Aku berjingkat-jingkat mendekat kearah meja belajarku. Menghidupkan lampu belajar. Cklek. Lampu hidup. Aku membuka laci terakhir dan mengaduk isinya dan mengeluarkan harta yang paling berharga bagiku. Diary.

Seoul, 1 Agustus 2012

Dear Diary…

Tuhan tolong jawab aku, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Kenapa tiba-tiba hari ini menjadi sangat aneh. Aku bertemu dengan seseorang namja aneh, aku benar-benar tidak sengaja melempar kepalanya dengan batu itu. Sungguh, aku tak punya niat apapun untuk melukainya. Apalagi melukai namja tampan sepertinya. MWO?! Aigooo.. apa yang sedang teradi denganmu Lee Min-Hyo? Dia itu namja menyebalkan! Ingat itu! CATAT!! CATAT!!! Lupakan.

Tadi siang Eonni memasuki kamarku dan menguncinya. Membuat jantungku copot dan berpikir hal yang tidak-tidak. Aigoooo… apa maksudnya aku sudah punya pacar?! Aku bohong? Bohong untuk apa? Pacar? Aku terlalu takut menentang perkataan Eomma dan Appa, dia kira aku anak durhaka apa! Jangan pikirkan Min-Hyo. Jangan stress. Lupakan!

Ah~~ sudahlah. Bye-bye ya. Aku ngantuk.

Aku menutup diary ku. Menyimpannya kembali kedalam laci dan menyamarkannya ditengah kehebohan perhiasanku didalam sana. Pasti sesak, tapi aku terlalu malas untuk menyusunnya. Aku beranjak dari meja belajar. Tempat tidur sudah menunggu ku. Menungguku untuk merajut mimpi kembali.

[ Lee Min-Hyo POV end ]

[ Kim Kibum POV ]

“HAHAHAHA~ mampus kau yeoja pendek! Kau kira kau bisa lepas dariku huh?!” aku tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian tadi siang, aku membuntuti yeoja pendek itu sampai rumahnya.

[ flashback ]

Aku yang sedang kesal, mengendarai mobilku dengan kecepatan yang wow banget gituloh(?) tiba-tiba aku melihat yeoja pendek tadi sedang berjalan gontai, dengan lesu, berjalan selangkah demi selangkah. Bak seorang putrid sedang berjalan menuruni tangga. Dia menundukkan wajahnya. Kenapa hatiku perih melihatnya lesu? Kenapa aku sedih ketika melihatnya bersedih? Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku tak mungkin mencintainya. Aku mengikutinya pelan dari belakang.

Setelah lima belas menit, membuntutinya, akhirnya dia sampai didepan rumahnya. Woahhh~ ternyata dia anak orang kaya! Tapi kenapa harus jalan kaki? Dasar aneh.

Aku segera turun dari mobil. Memasuki halaman rumahnya yang luas dan memencet bel.

‘ting nong… ting nong…’ tidak ada jawaban. Aku memencet bel sekali lagi, dengan tidak sabar.

“Iyaaaa.. tunggu sebentar..” seorang yeoja yang hampir sama tinggi denganku membukakan pintu. Dia terdiam sebentar. Memandangku dari atas sampai bawah. What’s wrong with me? Dia menganga.

Ehem.. excusme.. what are you looking about?” akhirnya dia tersadar juga, syukurlah.

“Eh, maaf, nuguseyo?” dia terheran-heran melihatku.

“Eoh? Kau belum tau siapa aku? Apa pacarku belum mengatakannya padamu??” haha mungkin rencana ku akan berjalan mulus.

“Kau… pacarnya Min-Hyo?? Ah, aku kakaknya, Lee Hyo-Hyun. Aigoo.. kenapa anak itu tak pernah cerita kepadaku! Ayo masuklah” mudah sekali dia tertipu oleh ku.. by the way, kakaknya lebih seksi dan tinggi dari dia.

“Jadi, siapa namamu? Kapan kau jadian dengannya? Kau tak melukai hatinya kan??” ya ampun sepertinya orang ini overprotective kepadanya.

“Eumm.. aku Kim Kibum, baru sekitar seminggu yang lalu, tentu saja tidak, kami saling mencintai” aku menjawab apa adanya. Tentu saja aku bohong, tapi sepertinya aku mencintainya. “Tapi, tolong bantu aku Noona, sepertinya Min-Hyo sedang mengambek kepadaku, aku tidak tau apa masalahnya. Untuk itu, tolong bantu aku Noona” aku mengeluarkan puppy eyes ku. Sepertinya dia luluh. Dia mengangguk kecil.

Aku membisikkan rencanaku, dan Hyo-Hyun tersenyum simpul.

[ flashback end ]

[ Kim Kibum POV end ]

[ Kim Heechul POV ]

Aku memperhatikan satu persatu foto yang ada dialbum foto ini. Dia. Min-Hyo. Lee Min-Hyo ku. Ah bukan, dia hanya Lee Min-Hyo. Sudah lama aku mencintainya. Mengaguminya diam-diam. Memfotonya diam-diam. Aku bahagia menjadi secret admirer nya. Aku bahagia walau hanya melihatnya dari jauh. Aku bahagia hanya sekedar melihatnya tersenyum. Tapi aku benci ketika seorang namja datang kehidupannya tiba-tiba dan merebut segalanya dariku.

Hari ini. Kibum, sahabatku terbaikku, bercerita kepadaku. Cerita bahwa dia sedang jatuh cinta. Cinta kepada orang yang sama denganku. Cinta pada gadisku, bukan maksudku Lee Min-Hyo, gadis yang sama dengan orang yang juga kucintai.

Dia bercerita segalanya. Sampai rencananya. Tentang dia yang menyatakan dirinya pacar Min-Hyo didepan Hyo-Hyun Noona. Sungguh, aku merasa sangat kecewa dengan diriku. Kenapa aku tidak bisa memilikinya? Kenapa harus dia yang dicintai sahabatku? Apa yang salah sebenarnya? Takdir? Aku tak bisa menyalahkan takdir. Ini memang jalanku. Aku memang tidak berjodoh dengan dia. Sama sekali tidak. Lebih baik aku mundur. Melepas mimpi yang telah kurajut. Ah~ sampai jumpa Lee Min-Hyo ku, saranghae.

[ Kim Heechul POV end ]

[ Author POV ]

Seorang yeoja duduk sendirian ditaman. Entah siapa yang memulai tapi dia mulai berpikir, sekarang orang yang dicintainya Kim Kibum. Bukan lagi Kim Heechul. Yeoja itu menengadahkan wajahnya untuk kesekian kalinya. Meminta pencerahan dari Tuhan. Dia yakin Tuhan akan senantiasa mendengar keluh kesahnya.

Seorang namja berjalan perlahan-lahan dibelakangnya. Perlahan menutup mata yeoja itu. “Tebak, siapa aku?”

“Aaaaa Kibum oppa! Lepaskan tanganmu! Aku takut gelap!” Yeoja itu berteriak tak karuan. Berusaha melepas tangan namja yang dipanggilnya Kibum oppa tersebut.

“Ani~~ tenang saja chagi.. walaupun kau takut gelap, setidaknya ada aku disampingmu, tenang saja” namja itu mulai melepaskan tangannya dan duduk disamping yeoja itu. Min-Hyo.

“Yaaa!! Sejak kapan aku memperbolehkanmu memanggilku ‘Chagi’ hah?!” Min-Hyo memukul ringan lengan Kibum. Tiba-tiba kibum mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya.

“Would you be my girlfriend?” Min-Hyo menangis terharu. Dia mengangguk kecil. Kibum meraih tangan mungil itu dan memasangkannya cincin tersebut kejari manis Min-Hyo.

“Hiks.. hiks.. Oppa… kau membuatku terkejut saja” Min-Hyo menangis terharu. Kibum memandanginya dengan tatapan sendu.

“Aku punya satu permintaan untukmu…” Min-Hyo memandang Kibum heran. “Apa itu Oppa? Katakana saja padaku..”

“Tolong dengarkan aku baik-baik…”

[ Author POV end ]

[ Kim Heechul POV ]

Min-Hyo. Hari ini Kibum menembakmu. Kau tau aku tersakiti. Mengapa waktu kita selalu salah? Pada akhirnya, kau akan tetap pergi dan aku sama sekali tak bisa menahanmu. Hatimu sudah dimiliki orang lain. tapi aku masih berhak untuk mencintaimu kan? Tuhan, tolong jawab aku. Apa yang sedang kau rencanakan? Mengapa terlalu menyakitkan untukku?

Sang surya mulai terbenam. Seiring sang surya terbenam, bukankah kau ikut sertakan hatimu disana? Ikut menghilang bersama matahari? Membagi cahayamu untuk seseorang disana. Disana, seseorang yang pantas mendapatkan cintamu sedang menunggumu.

Kau, makhluk yang dikirimkan Tuhan untukku. Makhluk sempurna yang melengkapi kekuranganku. Bukankah kita dipertemukan untuk disatukan? Bukankah kekurangan itu yang membuat kita semakin kuat? Entahlah..

Senja hari ini. Bulir air mataku mulai berjatuhan. Langit menung seakan ikut berduka. Bisakah aku berharap air mata ini dapat menghapus luka dan perasaan yang pernah ada?

[ Kim Heechul POV end ]

2 Years Later…

[ Lee Min-Hyo POV ]

Hari ini, dua tahun yang lalu… hari, dimana hari terberat yang pernah aku rasakan. Saat dimana dia menyatakan perasaannya padaku. Saat dimana dia meminta aku untuk menunggunya. Menunggu untuk dua tahun, dan bertemu disini.

Dia memintaku untuk memberinya waktu untuk menenangkan diri. Berpikir. Istirahat sejenak. Apa maksudnya? Aku tak tahu.

[ flashback ]

“Tolong dengarkan aku baik-baik…” aku mengangguk kecil.

“Min-Hyo, bisakah kamu memberiku waktu dua tahun? Dua tahun lagi, kita akan bertemu disini. Mungkin itu yang terbaik untukmu. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku dijodohkan, tapi aku merasa lebih memilihmu dari orang itu. Kumohon, beri aku waktu dua tahun ini untuk berpikir. Arrachi?” aku mengangguk kecil, mengapa harus dua tahun? Mengapa harus dimulai dari hari ini? Tega sekali kau Kibum Oppa. Membiarkan air mataku jatuh karenamu.

“Jangan menangis, itu hanya akan membuatmu bersedih. Aku tidak ingin kau menangis. Kau tahu? Wanita kalau menangis, itu membuatnya tampak cantik, tapi kenapa tidak padamu? Haha” Aku memukul ringan lengannya. Tega sekali dia mengata-ngataiku seperti itu. Bagaimana keadaanmu ketika dua tahun lagi? Kau pasti tampak dewasa. Sepertinya aku akan menyukaimu dimasa depan. Aku tertawa sambil menangis.

[ flashback end ]

“Haaah…” aku menarik nafas panjang. Kemana Kibum Oppa? Bukankah kita telah berjanji akan bertemu disini dua tahun lagi? “Oppa….”

Kau berbohong. Dua tahun ini, aku menghabiskan waktuku sia-sia. Berfikir tentang hidupku dimasa depan dengan Kibum Oppa. Tiba-tiba seseorang melempar kepalaku dengan batu.

“Yaaa!! Siapa kau? Beraninya melempar ku dengan ba–“ omongan ku terputus. Dia. Kim Heechul. Orang yang hampir ku lupakan selama dua tahun ini. Orang yang kusuka. Tidak, itu dulu. Orang yang selalu diam-diam melihatku dari jauh. Kemana dia selama dua tahun ini? Aku kangen. “Eh? Ada apa denganmu Lee Min-Hyo!” aku memukul keras kepalaku.

“Yaaa, Min-Hyo, gwenchana? Apa kabar? Lama tidak jumpa denganmu” dia mengulurkan tangannya seraya tersenyum padaku. senyumnya selalu hangat.

Ah.. Heechul-ssi. Ani, aku baik-baik saja. Kabarku baik, bagaimana denganmu?” aku menjabat tangannya. Hangat.

“Kabarku juga baik, jadi apa saja yang kau lakukan selama dua tahun ini? Maaf sebelumnya, bukan maksudku fitnah, atau bicara yang bukan-bukan, tapi ini benar-benar terjadi. Aku melihat sendiri. Melihat dengan mataku sendiri. Kibum. Kim Kibummu sudah menikah. Dia dijodohkan. Aku tahu ini karena aku diundang kepernikahannya, setahun yang lalu. Maaf baru memberitahumu” dia menundukkan kepalanya.

Aku sedih dikhianati. Aku merasa waktuku terbuang sia-sia. Jadi untuk apa aku membuang-buang waktuku selama dua tahun ini? Aku terdiam. Tidak tahu harus berkata apa. Aku tidak bisa menangis. Entah kenapa, karena berada disisi Heechul, itu sudah membuatku tenang. Berada disisi Heechul sudah membuatku bahagia.

[ Lee Min-Hyo POV end ]

[ Kim Heechul POV ]

“… Maaf sebelumnya, bukan maksudku fitnah, atau bicara yang bukan-bukan, tapi ini benar-benar terjadi. Aku melihat sendiri. Melihat dengan mataku sendiri. Kibum. Kim Kibummu sudah menikah. Dia dijodohkan. Aku tahu ini karena aku diundang kepernikahannya, setahun yang lalu. Maaf baru memberitahumu” aku menundukkan kepalaku. Tidak berani menatapnya.

Hei.. hei.. tapi dia tidak menangis? Kenapa? Tiba-tiba dia memengang erat tanganku.

“Oppa.. maaf, aku tidak peka akan perasaanmu. Maaf aku tidak pernah berani untuk menyatakan cintaku padamu. Awalnya aku kira, aku mencintai Kibum Oppa, tapi aku sadar, selama ini dihatiku hanya ada Heechul Oppa.. aku tidak bisa menangis. Karena aku hanya menangis untuk orang yang aku cinta..”

            “I’ll be there for you, nae sarang…”

Aku mendekapnya erat. Membiarkannya merasa nyaman dalam pelukanku. Aku senang, selama ini cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Terima kasih Tuhan.. ternyata ini yang kau hadiahkan untukku. Terimakasih sarang.

END

Dear admin        : terimakasih sudah membaca ff ku ini, ini ff pertamaku. Terimakasih atas motivasinya ^^ mungkin ff ku tidak sebagus yang lebih professional.

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: