ARE YOU GHOUL? [4/?]

suju08-1

ARE YOU GHOUL?

 

Title : Are You Ghoul? PART 4

Author : Fanynda Kim

Leght : Long Story

Cast :

  • Lee Dong Hae
  • Song Ji Ae (OC)
  • Super Junior’s Member
  • Etc

Genre: Kekerasan, Romance. Fantasy, Chapter.

PG : 16+

‘Kring..’

Pintu terbuka dan terlihat sosok Donghae disana.

“Hei.. Donghae-ya.. Kau sudah pulang eoh? Bagaimana sekolahmu hari ini?”

Donghae tersenyum, menatap Jung Soo yang berdiri tak jauh darinya.

“Seperti biasa Hyung..”

“Bagaimana peringkatmu? Sudah keluarkah hasilnya?”

“Tanpa ku jawab, kau pasti sudah tahu jawabannya”

Jung Soo hanya terkekeh geli. Pria itu lalu meneruskan pekerjaannya. Membuat coffee.

Langkah Donghae terus berlanjut. Ketempat favoritnya. Ruangannya sendiri.

Donghae menatap Jong Woon yang melewatinya, tidak terjadi respon apa-apa. Donghae langsung meneruskan langkahnya kembali.

“Donghae-ya..”

Donghae langsung menghentikan langkahnya ketika suara Jong Woon memanggilnya.

Posisinya sekarang adalah Jong Woon dibelakangnya. Dia juga dibelakang Jong Woon. Saling membelakangi.

“Aku sudah selesai mengamati Ji Ae”

“Ja.. Jadi?”

“Dia sudah terbebas dariku. Setidaknya, aku sedikit percaya dengan wanita itu..”

“Oh.. Baguslah kalau begitu” Donghae langsung melanjutkan langkahnya.

“Lee Donghae..”

Sekali lagi langkah Donghae terhenti.

“Kenapa Hyung?”

“Mengapa kau begitu mencintai Ji Ae?”

Donghae terdiam sesaat. Lalu menghembuskan nafasnya perlahan.

“Hyung….” Donghae menghentikan kalimatnya sejenak. “Aku.. Tidak akan lagi.. Mencintai wanita itu”

“Lee Donghae! Apa maksudmu?” Jong Woon refleks membalikkan tubuhnya. Menatap Donghae yang berjalan menjauh darinya.

Setelah kalimat itu, Donghae langsung meneruskan langkahnya. Tidak perduli lagi dengan panggilan Jong Woon yang ada dibelakangnya.

“Donghae-ya!!”

Donghae tetap tidak bergeming. Suara Jong Woon terus terdengar sampai Donghae memasuki kamarnya.

Pria itu lalu merebahkan tubuhnya dikasurnya. Fikirannya benar-benar kacau sekarang.

Perasaan senang saat Ji Ae mengucapkan kalimat yang sangat ditunggu-tunggunya. Menyadari bahwa Ji Ae masih mencintainya. Itu lebih dari bahagia.

Tetapi.. Mengapa hidup sesulit ini?

Jika saja dia bukan seorang Ghoul. Tanpa berfikir dia pasti akan mengatakan ‘Aku juga masih sangat mencintaimu Ji Ae. Bisakah ini kita mulai dari awal lagi?’

Takdir memang berkata lain. Bagaimana pun dia dan Ji Ae. Itu tidak mungkin.

Jika dia terlalu egois. Bukankah nantinya nyawa Ji Ae terancam?

Walaupun hanya sekedar teman.. itu bisa saja membuat Ji Ae tak bernyawa.

Sebentar lagi Donghae akan lulus. Belajar disekolah yang baru. Dan tidak akan melihat Ji Ae lagi.

Semua ini hanya tinggal menghitung hari.

Bulan November, dia tidak akan melihat wanita itu lagi. Dikelasnya yang baru. Ataupun disekolahnya.

Bagaimana jika mereka berada di universitas yang sama?

Jika saja Donghae diberi pilihan dia bisa berkehendak sesuai keinginannya atau tidak. Jelas. Dia akan memilih berkehendak sesuai keinginannya.

Bersekolah disekolah yang sama dengan Ji Ae.

Bersama lagi dengan wanita itu.

Dan terakhir. Menikah dengan wanita itu.

Tetapi.. Semua ini hanya sekedar mimpi bukan?

**

“Nuna?”

“Hei Nuna? Kau tak apa?”

“Sungmin Hyung.. Ada apa dengan temanmu ini?”

“Song Ji Ae? Hei.. Ji Ae..”

Ji Ae langsung tersentak. Terlihat didepannya telah berdiri dua orang pria yang menatapnya aneh.

“Hei.. Ada apa? Mengapa menatapku begitu?”

“Kau tidak jadi melihat koleksi buku Baekhyun?”

Ji Ae langsung menatap Baekhyun. Adik kelasnya, sekaligus adalah sepupu Sungmin. Tujuannya kesini tadi adalah untuk melihat koleksi buku-buku Baekhyun. Tetapi, kenapa dia bisa memikirkan Donghae disaat-saat seperti ini?

Bukankah dia sudah ditolak?

Bukankah Donghae sudah tidak perduli lagi dengannya?

Bukankah itu yang dia mau?

Oh tuhan Song Ji Ae…

“Nuna?”

“Hei Nuna?!”

“Oh.. Maaf. Ada apa?”

Baekhyun menatap kesal wanita yang ada didepannya itu.

“Kau mau minum apa?”

“Hm.. Kau punya Orange Juice?”

“Tentu…”

“Aku Orange Juice ya. Hm.. Dimana Sungmin?”

Sekali lagi, Baekhyun menatap aneh wanita yang ada didepannya itu. Ada apa dengan wanita ini? Bukankah jelas-jelas tadi Sungmin pamit sebentar?

“Hyung tadi pergi sebentar. Katanya, ada yang ketinggalan..”

“Oh ya?”

Baekhyun hanya mengangguk kecil.

“Aku akan kebelakang. Nuna masuk saja keruangan itu. Disitu tempat koleksi bukuku. Jika ada apa-apa, kau tinggal menjerit saja eoh?”

“Oke. Aku mengerti..”

“Kalau begitu, aku kebelakang dulu..”

Pria imut itu lalu berjalan meninggalkan Ji Ae sendiri. Tanpa dikomando, wanita itu langsung pergi menuju ruangan yang ditunjukkan Baekhyun tadi. Tanpa berlama-lama, Ji Ae langsung membuka pintu biru yang ada didepannya.

Ji Ae langsung membelakkan matanya, begitu kakinya melangkah masuk keruangan itu.

Amazing.

Benar-benar luar biasa.

Ruangan besar itu, benar-benar dipenuhi oleh buku.

Ini bahkan 2 kali lebih banyak dari Sungmin. Oh tuhan…

Ji Ae langsung menyusuri buku-buku itu. Jika rumahnya seperti ini, pastinya dia tidak akan pernah keperpustakaan umum lagi.

Ini lebih dari lengkap.

Langkah Ji Ae langsung terhenti begitu melihat buku super tebal yang tertumpuk oleh buku-buku lainnya.

Dengan cepat Ji Ae langsung berjinjit, tangan kanannya terus berusaha menggapai buku tebal itu.

Sial.

Tidak sampai juga.

Mengapa buku itu terletak dibagian paling atas rak ini?

Ji Ae langsung tersenyum begitu melihat tangga yang tak jauh darinya. Bagus. Tangga itu terlihat pada saat dibutuhkan.

Tanpa menghitung menit. Buku sudah ada ditangan Ji Ae.

Ji Ae langsung menelan salivanya saat melihat judul buku itu.

Mengapa dia tertarik untuk mengambil buku ini? Itu sama saja seperti dia tidak bisa meninggalkan Donghae bukan?

Dengan cepat. Ji Ae langsung berubah fikiran lagi. Dia tidak boleh seperti ini. Menyerah begitu saja? Tidak. Itu bukan sifatnya.

Pasti dia bisa meyakinkan Donghae. Bahwa dia akan menerima Donghae. Walaupun pria itu adalah seorang Ghoul.

‘Are You Ghoul?’

Ji Ae langsung tersenyum senang. Dia bisa meminjam buku ini. Siapa tahu ini adalah buku yang menjelaskan lebih dalam tentang Ghoul.

Perlahan Ji Ae langsung membuka halaman pertama. Dahinya langsung berkerut ketika melihat isi didalam buku itu.

Bahasa apa ini?

Jepang?

Bahkan pelajaran bahasa inggrisnya saja buruk. Apalagi bahasa jepang.

“Oh.. Nuna.. Kau disana?”

Ji Ae langsung tersentak kaget begitu mendengar suara itu. Baekhyun? Cepat sekali pria itu kembali?

“Oh.. Baekhyun-ah.. Kau sudah selesai?”

“Ya..” Baekhyun langsung berjalan mendekati Ji Ae.

“Nuna, adakah buku yang sudah membuatmu tertarik?” Mata Baekhyun langsung tertuju dengan buku yang digenggam Ji Ae saat ini.

“Ghoul?”

Ji Ae langsung membeku. Bagaimana jika pria ini bertanya kepadanya tentang Ghoul? Bagaimana jika Pria ini berfikiran negative?

“Ma.. Maafkan aku. Aku akan meletakkan buku ini segera..”

“Tidak. Kau berminat untuk membacanya bukan? Itu adalah sebuah novel terkeren yang pernah kubaca.. Tak kusangka.. ada juga yang tertarik untuk melihatnya..”

Ji Ae melirik buku yang ada digenggamannya. Novel? Buku setebal ini adalah novel?

“Kau juga tertarik dengan Ghoul Nuna?”

Ji Ae hanya mengangguk kaku.

“Wah.. Wah.. Kau harus membaca buku ini! Menceritakan kisah cinta antara Ghoul dan manusia. Benar-benar… kerenn…”

Sekali lagi Ji Ae menelan salivanya sendiri. Ghoul dan manusia? Seperti dirinya? Benarkah?

“Ini menceritakan..”

“Ternyata kalian ada disini. Sedang membicarakan apa?”

Suara Sungmin berhasil membuat kalimat Baekhyun terhenti.

“Nuna. Sebaiknya kau menyembunyikan buku ini dari Hyung. Dia.. sejak kejadian itu jadi sangat membenci Ghoul. Apalagi cerita yang ada didalam buku ini. Menceritakan sisi baik Ghoul benar-benar membuatnya naik darah”

“Kejadian? Kejadian apa?..”

Kalimat Ji Ae langsung terhenti begitu melihat Sungmin sudah berjalan mendekati mereka. Sebaiknya pertanyaan itu disimpannya saja dahulu. Lebih penting sekarang. Dia menyembunyikan buku itu.

“Kalian.. Sudah menunggu lama?”

“Tidak.. Tidak begitu lama”

“Ji Ae.. Bagaimana? Koleksi sepupuku lebih menakjubkan bukan?”

Ji Ae hanya tersenyum kaku. Beruntung. Dia bisa cepat-cepat memasukkan buku tebal itu kedalam tasnya. Jika saja tidak…

“Bagaimana jika kita minum dulu? Aku sudah menyiapkannya”

“Oh Ayo..”

Ji Ae menghela nafas perlahan. Untung saja Baekhyun langsung mengalihkan pembicaraan.

**

Ji Ae terus menatap buku super tebal yang ada didepannya itu.

Are You Ghoul?

Judul yang bagus. Tetapi tidak sebagus isinya.

Bukan.. Dia bukan menjelek-jelekkan isinya. Tetapi.. Hanya saja jika isinya itu adalah bahasa inggris, pasti dia ‘sedikit’ mengerti apa yang tertulis disana. Walaupun kamus juga sangat dibutuhkan.

Atau jika perlu, bahasa korea saja. Apa susahnya mentranslate bahasa jepang ke korea?

Judulnya juga.. Mengapa harus memakai bahasa inggris jika isinya semua adalah bahasa jepang?

Tulisan kanji yang dia tidak tahu artinya?

Ai..

Ji Ae mengerutkan keningnya. Kalimat kecil ini.. sepertinya tidak asing baginya.

Ai..

Ai..

Aishiteru?

Ji Ae langsung tersenyum bangga. Ya. Dia teringat akan kata-kata ini. Ai artinya adalah cinta. Mungkin.. Novel ini benar-benar membahas tentang cinta.

Ini.. Benar-benar harus dibaca olehnya.

Apakah sang pengarang novel ini juga mengalami hal yang sama dengannya?

Ji Ae tersenyum lagi. Berharap. Bahwa akhir dari cerita ini adalah Happy Ending.

**

“Kau sudah menemukan dimana dia berada?”

Pria tinggi tegap itu menggeleng pelan.

“Bodoh! Bagaimana kau tidak bisa menemukannya?!”

“Ma.. Maafkan saya.. Tn Cho..”

“Mengapa kau menjadi tidak berguna begini Choi Siwon?! Apakah sekarang jasamu sudah tidak diperlukan lagi?!”

“Ma.. Maafkan saya. Jangan bunuh saya tuan..”

“Mencari dimana Lee Donghae berada. Mengapa sesulit itu?!”

Pria tegap yang bernama Siwon itu langsung menunduk. Sekarang wajah Kyuhyun, benar-benar menyeramkan.

“Kau sudah mencari diseluruh sudut kota?”

Siwon mengangguk kaku.

“Begini.. Waktu itu, saya melihat Donghae.. tetapi.. dia menghilang begitu saja”

“Itu karena kau bodoh! Bagaimana bisa kau membiarkan orang yang jelas lebih lemah daripadamu kabur begitu saja huh?!”

Siwon terdiam lagi.

“Dia sekolah bukan?”

Siwon mengangguk lagi.

“Cari tahu dimana dia sekolah!”

“Ba.. Baik..”

“Cho Kyuhyun..”

Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya kearah Heechul, yang sedang duduk santai disebuah sofa lusuh didekatnya.

“Apa?”

“Ada info menarik..”

Kyuhyun diam. Mengartikan Heechul harus melanjutkan kalimatnya.

“Aku sudah tahu dimana Donghae berada”

“Be.. Benarkah?”

“Kau tidak bercanda bukan?”

“Tentu saja tidak tuan.. Sekarang aku sedang memikirkan rencana selanjutnya”

Kyuhyun tersenyum senang. Akhirnya.. Pria sialan itu berhasil ditemukan.

“Bagus. Kau harus berkerja keras”

**

Sore wa, kare to watashi no saisho no kaigi kara hajimaru subete no.. da.

Ji Ae langsung mengambil kamus Jepang-Korea yang terletak dilaci mejanya. Dengan cepat wanita itu mentranslate kalimat pertama yang tertulis didalam buku itu.

“Sedang apa? Belajar? Bukankah ujian masuk perguruan tinggi sudah selesai?”

Suara Sungmin berhasil membuat Ji Ae terkejut. Dengan cepat wanita itu langsung memasukkan buku tebal itu kedalam tasnya.

“Tidak.. Hanya.. Untuk membaca saja”

Sungmin hanya tersenyum. “Jika kau butuh bantuan. Katakan saja”

“Ya.. Tentu saja..”

Menit-menit berlalu. Sungmin sudah menghilang dari tempatnya. Tentu saja. Tanpa ditanya, pria itu pasti sedang berada diperpustakaan sekarang.

“Kenapa kalimat ini susah sekali?! Aishh..” Ji Ae lagi-lagi mengerutkan dahinya. Masih berfikir.

“Ini semua berawal dari pertemuan pertamaku dengannya..”

Ji Ae langsung tersentak kaget. Dan refleks menutup buku besar itu lagi.

“Oh Song Ji Ae.. Buku apa itu?”

Ji Ae menatap tajam Jinki. Pria paling berisik dikelas ini.

“Kau tidak perlu tahu!”

“Tumben sekali kau membaca cerita berbahasa jepang? Bukankah nilai mata pelajaran jepangmu itu selalu dibawah 30?”

Sial. Pria berisik ini benar-benar memojokkannya.

“Kau tidak perlu memikirkan nilaiku! Fikirkan saja dirimu sendiri!”

“Oh tuhan.. Mudah sekali kau marah Ji Ae.. Pantas saja Donghae meninggalkanmu..”

“Lee Jin Ki! Bisakah kau diam? Kau benar-benar mengganggu orang-orang disekitar sini”

Ji Ae refleks terkejut mendengar suara itu. Lee Donghae. Dia melindunginya? Pria itu melindunginya?

“Aish.. Baiklah.. Baiklah..”

Jinki langsung meninggalkan Ji Ae, dan berlari keluar kelas.

“Te.. Terima ka.. kasih..”

30 detik…

1 menit…

Tidak ada balasan apapun dari pria itu. Donghae benar-benar sudah mengabaikannya!

Ji Ae langsung terdiam lagi. Bukankah awalnya ini yang dia mau? Tetapi mengapa menjadi seperti ini?

Deringan ponsel berhasil membuat Ji Ae tersentak dari lamunannya. Aishh.. Siapa lagi mengirim pesan disaat-saat seperti ini?

Sungmin?

Tanpa berfikir lama Ji Ae langsung membuka isi pesan itu.

Song Ji Ae. Kau tidak bosan dikelas terus? Ayo. Diperpustakaan ada buku terbaru. Jika kau ingin, datang saja kesini.

Ji Ae langsung menekan tombol reply yang ada dilayar.

Tidak. Terima kasih.

Setelah pesan itu, Ji Ae langsung terdiam lagi. Lalu matanya langsung menangkap buku besar yang ada didalam lacinya.

Untuk yang kesekian kalinya. Ji Ae membuka buku itu.

Jadi.. Arti kalimat pertama itu.. Yang dibilang Jinki tadi? Jadi? Ini adalah cerita asli yang dibuat oleh pengarang? Wah.. Keren.

Sore wa kureijida.. Watashi wa jissai ni soreto koini ochita..

Ji Ae langsung mengambil ponselnya tadi. Mengapa dia tidak berfikir bahwa dia bisa menggunakan internet untuk membaca ini?

Dengan cepat wanita itu langsung mengetik kalimat yang ada dibuku itu.

Ini gila! Aku benar-benar jatuh hati dengannya

Ji Ae tersenyum melihat kalimat itu. Benar-benar menyinggung perasaannya.

Made, Watashi wa.. Kanjoo hyogen!!

Sampai aku.. Mengungkapkan perasaanku.

Oh sang pengarang nekat sekali. Tetapi.. Bukankah ini sama seperti dirinya juga? Mengungkapkan perasaan kepada Donghae?

Ji Ae langsung membaca kalimat berikutnya. Dia benar-benar sangat penasaran sekarang. Benar-benar sangat penasaran…

‘Ding Dong’

Bel berbunyi. Ji Ae refleks langsung kesal. Kenapa bel itu berbunyi tidak mengerti keadaannya? Dia benar-benar penasaran dengan lanjutan cerita ini.

Apakah sang pengarang akan diterima?

Atau tidak?

Oh tuhan.. pulang kerumah nanti. Ji Ae harus meneruskan bacaannya.

Dengan cepat, Ji Ae langsung memasukkan buku-buku yang ada diatas mejanya. Dan dengan cepat pula wanita itu berlari keluar.

“Song Ji Ae! Tunggu aku!”

Ji Ae langsung menghentikan langkahnya. Dia mengenal suara itu.

“Hh~ Mengapa langkahmu cepat sekali huh?”

“Maafkan aku Sungmin-ah”

Pria itu lalu tersenyum “Tak apa. Oh ya, temani aku ketoko buku biasa ya? Ada buku keluaran baru yang datang”

Ji Ae hanya menghela nafas sejenak. Lalu mengangguk. Dan itu membuat senyum Sungmin semakin mengembang.

*

“Wah!! Ini dia buku yang kutunggu-tunggu” Sungmin langsung berlari menuju rak buku yang ada dibagian sudut toko itu.

“Buku terjemahan lagi?”

Sungmin mengangguk mantap.

Ji Ae hanya mengikuti langkah pria itu dengan melangkah biasa. Tidak berlarian. Entah apa bagusnya novel terjemahan.. entahlah. Ji Ae tidak tahu itu.

“Hei teman.. besok tanggal 15 bukan? Kau tahu itu hari apa?”

Ji Ae langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar suara radio yang terletak dimeja kasir. 15? Sekarang tanggal 14? Oh tuhan.. bahkan dia melupakan tanggal.

“Bahkan bulan ini saja aku tidak tahu. Bulan apa ini?”

“Kau teman yang bodoh. Tentu saja ini bulan oktober”

Oktober?

“Maafkan aku teman. Tetapi tenang saja. Aku ingat besok hari apa. Tentu saja. Hari ulang tahunmu bukan?”

“Wah wah.. kau benar-benar seorang teman yang selalu mengingatku”

Ji Ae langsung terdiam begitu mendengar kalimat itu. Suara radio tadi tak terdengar lagi ditelinganya.

Tanggal 15?

Bulan Oktober?

Ji Ae langsung tersentak.

15 Oktober…

15… Oktober..

Ulang tahun Lee Donghae.

Ya! Itu adalah ulang tahun pria itu. Mengapa dia sampai lupa? Bukan.. dia bukan lupa. Dia hanya tidak tahu ini sekarang tanggal berapa ataupun bulan berapa.

Donghae memang tidak pernah memberitahukan hari ulang tahunnya kapan. Dia bukan pria yang suka membicarakan tentang dirinya sendiri.

Jadi sekarang, apa yang harus Ji Ae lakukan?

Apakah memberi kejutan terhadap pria itu membuat pria itu bisa memaafkannya?

Apakah seorang Ghoul suka diberi kejutan?

Walaupun tidak suka, bukan berarti semua Ghoul itu sama bukan?

Tidak ada salahnya mencoba.. berusaha adalah jalan terbaik sekarang.

“Hei Ji Ae.. Apa yang kau lakukan disini?”

Ji Ae langsung tersentak kaget. Matanya lalu menatap Sungmin yang sudah memeluk beberapa buah buku super tebal. Sudah siapkah pria itu? Mengapa cepat sekali?

“Tidak.. Tidak apa. Kau sudah selesai? Mengapa cepat sekali?”

Sungmin menaikkan sebelah alisnya. Heran.

“Cepat? Oh tuhan.. apa saja yang kau lakukan dari tadi? Langit bahkan sudah mulai gelap. Ayo.. temani aku membayar ini. Setelah itu kita pulang”

**

Ji Ae merebahkan tubuhnya dikasurnya yang empuk. Ternyata pemikirannya salah. Sudah 3 jam ternyata mereka ditoko buku itu. Bahkan sekarang sudah jam setengah 9.

“Ahh.. Melelahkan sekali. Oh ya. Dimana buku itu?” Ji Ae langsung mencari-cari buku tebal yang ada didalam tasnya. Senyumannya langsung muncul begitu melihat buku itu.

Dengan cepat wanita itu langsung melanjutkan bacaannya.

Watashi wa hontoni orokadatta. Kare wa watashi no kimochi o ofuku undo sa seru koto o nozonde? Baka.. Kore wa kureijidesu

Aku benar-benar bodoh. Berharap bahwa dia membalas perasaanku? Bodoh.. Ini gila..

Kare no yona hansamuna otoko..

Pria tampan seperti dia..

Kare no yona ninki no dansei…

Pria populer seperti dia..

Ari ofuku undo sa seru koto!

Tidak mungkin membalasnya!

Ji Ae lalu membalik halaman selanjutnya.

Shikashi..Kiseki ga hassei shimashita.

Tetapi.. Sebuah keajaiban terjadi.

Sore wa kare ga watashi to onaji kimochi o motte ita.. Hanmei!

Ternyata.. Dia memiliki perasaan yang sama denganku!

Watashitachiha, aiko-ka ni naru koto o hajimeta. Saishutakini made…

Kami mulai menjadi sepasang kekasih. Sampai akhirnya..

Sono ibento made.

Sampai pada pristiwa itu.

Kare ga atta koto o shitte..

Mengetahui bahwa pria itu

Desu…

Adalah..

Ghoul.

Seorang Ghoul.

Ji Ae langsung tercekat. Dadanya tiba-tiba berdegup kencang. Bagaimana selanjutnya? Bagaimana selanjutnya cerita ini?

Kare wa honmonodesu.

Ini nyata.

Mazu.. Watashi wa tabun watashi wa kureijida to kanji.

Pertama.. Aku merasa mungkin aku sudah gila!

Anata ga kangaerunara, watashi wa jodan. Shinai. Nan’notameni.. Sore wa hontoni honmonoda.

Jika kau berfikir ini bercanda. Tidak. Demi apapun.. ini benar-benar nyata.

Kore wa dono yo ni okite iru kanosei ga?

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

“Ji Ae~ Ayo turun. Makan malam sudah siap..”

Ji Ae langsung tersentak begitu mendengar suara ibunya. Dengan cepat wanita itu langsung berlari keluar kamar. Tidak ingin ibunya menunggu terlalu lama tentunya. Bacaan itu bisa dia teruskan esok hari. Tetapi yang paling penting sekarang adalah kejutan untuk Lee Donghae. Apakah dia harus membuat kue juga?

Ya. Kue juga bagus untuk hadiah permula. Setelah itu baru memberikan hadiah utama. Oh tuhan Ji Ae. Skema pemikiranmu memang sangat bagus.

**

“Kau sudah memikirkan bagaimana cara menangkapnya? Kapan kau laksanakan itu?”

Heechul langsung memandang Kyuhyun yang sudah berdiri tepat dihadapannya. Pria itu sedikit kaget. Sejak kapan Kyuhyun berdiri disana?

“Mungkin.. Besok”

Pria yang berdiri dihadapan Heechul itu langsung menyunggingkan senyumnya.

“Bagus. Kuharap kau bisa menyelesaikan ini dengan baik. Kau sudah mengatur rencana bukan?”

“Tentu saja”

“Kedua tanganku benar-benar sudah gatal ingin menghabisi pria sialan itu”

“Ehem.. Tn Kyuhyun. Aku punya rencana lain untuk membuatnya semakin menderita nantinya”

Kalimat Siwon berhasil mengambil perhatian Heechul dan Kyuhyun.

“Apa?”

“Heechul Hyung.. Kau pasti bisa membantuku dalam hal ini..”

**

“Lee Donghae!! Selamat pagi”

Suara Ryeowook lagi-lagi mengiasi pagi pertamanya.

“Selamat pagi Ryeowookie” Jawab Donghae malas.

“Minum segelas coffee dipagi hari? Aku sudah membuatkan khusus untukmu dihari sabtu yang cerah ini”

Donghae memandang Ryeowook datar “Kau sudah sering mengucapkan itu. Tidak ada yang special”

“Kau menjadi dingin semenjak Ji Ae tidak bersamamu la…” Ryeowook langsung menghentikan kalimatnya. Oh tuhan… kalimatnya itu benar-benar sudah keterlaluan. Mengucapkan nama Ji Ae dihadapan Donghae adalah sesuatu larangan terbaru.

“Oh maaf. Kau jadi mengikuti study tour yang diadakan disekolahmu itu? Satu minggu bukan?”

“Tidak” Jawab Donghae cepat. “Oh ya aku pergi dulu” Donghae langsung melangkahkan kaki keluar. Sedangkan Ryeowook hanya tersenyum kepada pria itu. Dia benar-benar merasa bersalah atas kalimatnya tadi.

Donghae terus meneruskan langkahnya. Tetapi entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak ketika dirinya melewati jalan pintas yang sering dilewatinya.

Ada apa ini?

Perasaan apa ini?

Sedetik kemudian Donghae melihat kebelakangnya.

Kosong.

Dibelakangnya benar-benar kosong.

Jadi? Ada apa sebenarnya? Benarkah ada orang yang mengikutinya?

Donghae langsung tersenyum paksa. Tidak. Ini hanyalah imajinasinya. Dia terlalu kelelahan akhir-akhir ini.

“Hai Lee Donghae.. Apa kabar?”

Langkah Donghae terhenti ketika mendengar suara itu. Terlebih lagi oleh sesuatu yang seperti menusuk bahu kirinya. Dengan cepat Donghae langsung berbalik. Dan terkejutlah dia dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“Kejutaann”

Donghae langsung terdiam membeku. Dia mengenal siapa yang didepannya ini. Salah satu kelompok korugo. Bagaimana bisa..

Bagaimana bisa mereka menemukan Donghae?

“A.. Apa yang kau lakukan?! Jangan.. Jangan mendekat!” Ucap Donghae dengan kalimat terbata. Kenapa ini? Kenapa rasanya tubuhnya lemas sekali? Bahkan sekarang kakinya seperti tidak dapat menopang tubuhnya lagi.

“Sepertinya reaksinya sudah berhasil…”

“Apa.. Apa.. yang kau…”

‘Bruk’

“Ini kejutan bukan?”

Heechul menatap tubuh Donghae yang sudah terbaring dihadapannya. Mudah. Ternyata sangat mudah mendapatkan pria ini.

**

Ji Ae terus menatap kursi yang ada didepannya. Kosong. Sampai jam pelajaran terakhir pun kursi itu tetap kosong. Ada apa ini?

Tangan wanita itu masih saja memegang kotak ukuran sedang yang berisi kue buatannya. Apakah Donghae sakit? Atau apa? Pria itu jarang sekali tidak masuk sekolah, kecuali ada sesuatu.

“Ji Ae? Ada apa? Kenapa ekspresimu seperti itu?”

“Ah.. Tak apa. Aku baik-baik saja..”

“Benarkah?” Sekali lagi Sungmin menatap wajah Ji Ae. “Tetapi kedua mataku mengatakan, kau sedang tidak baik-baik saja sekarang”

“Hh~ Tidak percaya padaku lagi hmm?”

Pria itu lalu mendengus pelan “Ya.. Ya.. Baiklah Song Ji Ae. Aku kalah. Jadi.. Kau tidak ikut Study Tour seminggu itu?”

“Aku tidak berminat”

“Sayang sekali.. Padahal kita akan mengunjungi banyak tempat disana”

“Jika kau mau pergi. Pergi saja..”

“Kau benar. Aku memang berencana ingin pergi. Kau yakin kau tidak mau ikut?”

Sekali lagi Ji Ae mengangguk.

“Baiklah.. Baiklah… Aku tahu. Kau wanita yang tidak bisa dipaksa”

“Sungmin-ah.. Setelah ini.. Aku mau mampir kesuatu tempat. Kau pulang duluan saja”

“Kenapa? Aku bisa menemanimu bukan?”

“Tidak..Aku tidak perlu ditemani”

“Ta.. Tapi..”

“Mengapa kau keras kepala sekali?”

“Ba.. Baiklah. Aku tidak akan menemanimu”

Menit demi menit berlalu. Setelah kalimat itu, tidak ada suara Sungmin terdengar. Pria itu sudah pergi. Pulang. Seperti yang dikatakan Ji Ae. Setelah mengetahui bahwa Sungmin sudah benar-benar pulang, Ji Ae langsung meninggalkan kelas.

Langkah Ji Ae terhenti disebuah Pet Shop. Senyumnya langsung mengembang. Dia tahu. Harus memberikan hadiah apa kepada Donghae.

Sebuah anak anjing putih menjadi pilihannya. Bulu lebat serta ekor yang bulat panjang menambah kesan imut anjing itu. Oh tuhan.. Demi apapun, anjing ini benar-benar sangat manis.

Langkah Ji Ae berlanjut. Kali ini ketempat tujuan aslinya. Aidee Coffee.

Memberikan hadiah anak anjing kepada Donghae. Tidak buruk bukan? Itu bisa membuat Donghae memiliki teman dirumahnya. Tetapi.. Bukankah Donghae sudah memiliki banyak teman disana? Tidak.. Orang-orang disana tidak akan sempat bermain dengan Donghae seperti anjing ini.

Apakah Donghae akan senang akan kedatangannya? Atau tidak? Bagaimana jika pria itu marah? Atau mungkin pria itu malah senang? Kenapa Ji Ae malah berdebar seperti ini? Bukankah ini rencananya? Atau dia masih ragu?

Tidak. Dia tidak boleh ragu. Dari kejauhan sudah terlihat plat ‘Aidee Coffee’. Hanya tinggal menunggu menit saja. Dia sudah sampai disana.

“Akhh~” Ji Ae langsung memekik begitu merasakan tusukan jarum menusuk pundaknya.

“Hai Nona? Apa kabar?”

Ji Ae memandang pria tubuh besar yang sekarang sudah ada dihadapannya. Ada apa ini? Siapa pria ini? Dia bahkan tidak mengenal siapa pria itu.

“Si.. Siapa kau?!” Teriak Ji Ae sebisa mungkin. Berharap bahwa ada yang menolongnya. Tetapi.. Yang dia harapkan hanyalah benar-benar sebuah harapan. Tidak ada seorangpun yang melewat dijalanan itu.

Kemana semua orang?

“Ja.. Jangan mendekat..” Sekali lagi Ji Ae berteriak. Teriakan yang hampir tidak terdengar. Tenaganya tiba-tiba terkuras habis. Lemah. Tubuhnya benar-benar sangat lemah. Ada apa ini? Kenapa dia bisa lemah seperti ini?

“Reaksinya cepat sekali bukan?”

“Ti.. Tidak… Jangan… Men…”

‘Bruk’

Pertahanan Ji Ae runtuh seketika. Sekotak kue yang sudah susah payah dibuatnya itu hancur seketika. Tetapi.. keranjang anjing itu masih tetap digenggamnya.

“Cih! Tugas ini benar-benar mudah”

**

“Demi apapun. Obat yang kau buat ini benar-benar hebat. Bereaksi hanya dalam hitungan detik!” Heechul langsung memandang pria bertubuh besar yang baru saja datang.

“Kau baru sadar jika aku hebat?”

“Cih! Dia selalu saja menyombongkan dirinya jika dipuji seperti itu!” Siwon menimpali

“Tetapi.. Reaksi obatnya benar-benar hebat”

“Kalau dia tidak bisa berbuat seperti itu. Untuk apa dia direkrut menjadi anggota, bodoh! Oh ya, bagaimana dengan wanita itu? Berhasilkah kau?”

“Tentu saja Kyuhyun. Itu adalah pekerjaan termudah. Aku meletakkannya diruang bawah tanah”

“Siwon. Idemu itu benar-benar berguna juga ya” Heechul lalu menatap Siwon yang ada disampingnya.

“Aku sebenarnya memang cerdas”

“Kau ternyata juga suka menyombongkan diri huh?”

“Oh ya. Jadi apa tindakan kita selanjutnya? Menghabisi kedua orang itu?”

”Penyiksaan..”

“A.. Apa? Apa maksudmu?” Tanya Heechul lagi.

“Jika dibunuh begitu saja. Tidak mengasikkan bukan? Aku butuh tontonan. Kau tahu?”

“Jadi.. Siapa yang bertugas untuk menjaga pria itu hari ini?” Tanya pria bertubuh besar.

“Bagaimana jika kau saja?”

“A.. Aku?”

“Ya. Kuyakin, dia pasti sangat terkejut”

**

Sekali lagi Donghae berusaha menggerakkan tangan-tangannya. Tetapi usaha itu sama saja. Organ-organ tubuhnya seperti tidak berfungsi lagi.

Pandangannya gelap. Sungguh gelap. Dia yakin kedua matanya ditutup. Sudah berapa lama dia disini? Lagipula dimana ini?

Donghae berusaha mengingat apa yang telah terjadi kepadanya tadi. Sedetik kemudian dadanya kembali bergemuruh. Dia ingat. Pasti sekarang dia ada dimarkas kurogo!

Apa yang akan diperbuat orang-orang gila itu? Oh tuhan.. Tanpa ditanya dia pasti tahu apa jawabannya. Pasti mereka ingin membunuhnya. Tidak. Tidak memakai kata ingin lagi. Tetapi pasti mereka akan membunuhnya.

Segera.

Itu pasti. Berarti sampai disini hidupnya? Dia kalah oleh Cho Kyuhyun?

Dia kalah?

Bukankah cita-cita terbesar Donghae adalah menghabisi anggota ini?

Jadi dia pasrah begini saja?

Pengecut. Jika dia seperti itu. Pasti dia adalah orang yang benar-benar pengecut. Dia tidak boleh menyerahkan hidupnya begitu saja.

“Hahaha.. Kau sudah sadar rupanya?”

Suara itu berhasil membuat Donghae tersentak kaget.

“Oh dia sudah sadar Heechul Hyung?”

“Apa yang kalian mau!” Teriak Dongae. Dia tahu. Tanpa melihat dia tahu bahwa yang menangkapnya tadi ada diantara 2 orang itu.

“Hahaha. Kau bodoh atau apa?”

“Bertanya apa yang kami mau?”

“Tanpa kau tanya. Kau pasti sudah tahu bukan?”

‘Plash’

Satu libasan kuat menghantam tubuh Donghae. Membuat baju sekolah pria itu seketika berwarna merah. Darah segar telah mengalir.

“Kalian gila!” Teriak Donghae lagi.

“Kami gila? Hei Kibum. Apakah kita gila?”

“Tidak Hyung. Oh ya, apakah aku boleh menyiksanya juga? Aku sudah tidak sabar…”

“Bukankah itu tujuanmu untuk datang kesini?” Heechul lalu memandang pria yang ada disebelahnya.

“Me.. Menyiksa?! Apa maksud kalian!”

“Sudahlah Lee Donghae. Jangan berteriak lagi. Kau sudah menghabiskan banyak tenaga. Lebih baik kau rasakan saja, bagaimana sensasinya”

Kibum-Pria yang bersama Heechul- langsung mengambil kawat runcing yang terletak tak jauh dari mereka berdiri.

“Oh tuhan Hyung… Lihat. Wajahnya begitu sempurna. Ini tidak adil bukan?”

“Hm.. Lakukanlah sesukamu”

“Ahh.. Seharusnya Ghoul tidak boleh memiliki wajah seperti ini..” Kibum langsung menusukkan kawat itu kewajah Donghae. Lalu membuat sebuah lukisan panjang disana.

Sekuat tenaga Donghae menahan sakit yang benar-benar sudah menggerogoti tubuhnya. Sekuat tenaga dia berusaha menyembuhkan luka itu.

“Hyung! Lihat! Aku melukis diwajahnya”

“Lukisan yang indah kibum.. Kau memang baik dalam melukis”

“Nah.. sebelah kanan sudah. Sekarang sebelah kiri…” Kibum kembali mengambil kawat yang tadi menancap dipipi kanan Donghae. Itu benar-benar menimbulkan sakit yang luar biasa.

Sekali lagi. Kibum menusukkan kawat itu. Lalu membuat goresan panjang lagi. Layaknya dia sedang menggambar disebuah kertas.

“Wah.. Lukisanku sudah jadi lagi! Lihat Hyung! Ini benar-benar bagus!” Kibum menghentikan ucapannya. Lalu memandang Heechul yang berdiri tak jauh darinya.

“Hyung. Aku sudah bosan melukis. Kau memiliki gunting?”

“Gunting? Untuk?”

“Aku ingin memotong jari-jarinya. Itu bagus bukan?”

Donghae menelan salivanya sendiri. Pria yang bernama kibum itu benar-benar gila. Lebih gila dari apapun. Apakah pria ini sengaja dipanggil karena gangguan psikologis?

“Hei.. Ka.. Kau.. Ki.. Kibum..”

Kibum langsung melihat sumber suara.

“Apa? Ada apa kau memanggilku Lee Donghae? Ingin mengagumi lukisanku?”

“Jangan pernah menyebut namaku dengan mulut kotormu!”

“Kotor?” Kibum lalu menyentuh bibirnya sendiri. “Bukankah mulutmu juga kotor? Sepertinya mulutmu lebih kotor dariku”

“Hei Kibum, bagaimana kalau tang? Gunting tidak akan bisa memotong benda keras”

“Yeay! Kau memiliki ide yang bagus. Mana? Mana tangnya?”

“Ini..”

Kibum langsung berlari lagi kearah Donghae setelah menerima benda besi itu dari Heechul.

“Hei, lihat. Aku akan memperbaiki jari-jarimu ini. Aku baik bukan?”

Tanpa menunggu jawaban Donghae. Kibum langsung mengapit jari tangan Donghae dengan tang yang ada digenggamannya.

“Arggghhhhh…”

Kibum tersenyum senang saat kelingking Donghae sudah jatuh kearah kakinya. Ini sangat menyenangkan.

“Terus berteriak. Itu sangat terdengar menyenangkan”

“Kau.. Kau gila!”

Pria itu tersenyum. Lalu melanjutkan aktivitasnya.

“Argggghhhh” Donghae berteriak untuk kesekian kali. Tubuhnya benar-benar sudah tidak berdaya. Apakah pria gila itu sudah memangkas habis jari-jarinya?

“Lihat Hyung! Terlihat lebih indah bukan?”

Heechul menelan salivanya sendiri. Pria yang ada dihadapannya itu benar-benar sudah gila. Pantas saja Kyuhyun langsung memanggil pria ini kesini. Ternyata ini penyebabnya. Gangguan psikologi yang diterima kibum benar-benar bisa membuat Donghae tersiksa.

“Ya. Terlihat lebih indah. Kau memang berbakat kibum..”

“Wah wah.. Kau baru menyadarinya? Aku memang berbakat dalam hal ini..”

“Hei, Kalian berdua. Waktu kalian berdua sudah habis” Suara pria bertubuh besar itu berhasil membuat Heechul dan kibum tersentak.

“Yah.. Hei, nanti jika jari-jarinya tumbuh lagi. Bisakah kau memanggilku? Ini sangat menyenangkan”

Pria itu mengangguk.

“Yeay! Ayo Hyung. Kita pergi. Aku sekarang benar-benar sudah lapar”

Donghae langsung tersentak kaget saat mendengar suara itu.

Dia mengenal suara itu!

Tetapi.. Mengapa ingatannya sangat sulit untuk kembali?

Pria bertubuh besar itu langsung berjalan kearah Donghae.

“Si.. Siapa kau…” Ucap Donghae perlahan. Sakit ditubuhnya benar-benar membuatnya sedikit gila. Kibum. Pria gila itu benar-benar bisa membuatnya tersiksa.

Perlahan tangan kekar menyentuh kepalanya.

Membuat Donghae langsung bergidik.

Perlahan. Tangan itu membuka perlahan ikatan yang menutup mata Donghae.

Pandangan pertama yang dilihatnya adalah ruangan kotor. Darah dimana-mana. dan jari-jarinya yang berserakan.

“Hai Lee Donghae. Apa kabar?”

Donghae menahan nafasnya sesaat. Sangat kaget melihat apa yang ada dihadapannya sekarang.

“Ada apa? Terkejut?”

Dadanya langsung bergetar hebat. Mimpikah dia?

“Youngwoon Hyung?” Suara Donghae terdengar serak. Matanya membulat melihat pria tegap yang berdiri tepat dihadapannya itu. Sedangkan pria itu hanya tersenyum memandangnya.

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. yeonlee
    Mar 05, 2016 @ 22:17:05

    Yayaya kenapa donghae disiksa begitu? Gak tega ngebayanginnya. Cepet lanjut ya thor. Hwaiting!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: