The Stupidity – Stupid Mistakes

kyu_2

Nama : Aisya Kim | Q-αi™
Judul Cerita :
The Stupidity – Stupid Mistakes
Cast : Cho Kyuhyun (SJ), Han Hayya (OC), Park Jung Soo (SJ)
Genre : AU, Angst, Sad
Rating : PG 15
Length : One Shot

 

 

 

Aisya Kim | Q-αi™ present to you.

The Stupidity – Stupid Mistakes

Rate 15+

 

 

 

Haallloooohaaaaa…

Sebelumnyaa makasiih buat admin SJ-FF yg udah mau post FF lebay ini disini…😀

Inti cerita ini sudah sangat mainstream –menurut saya. Tapi, saya mencoba mengemasnya dengan cara yang sedikit berbeda. Konflik pada FF TS – Stupid Mistakes ini sebenarnya konflik yang mungkin saja terjadi dikehidupan nyata. Semoga readers dapat mengambil nilai-nilai positif yang tersaji dalam FF ini.

FYI, cerita ini memiliki POV yang berbeda disetiap scene nya, jadi harap readers berhati-hati dalam membacanya karena dikhawatirkan kalian akan kebingungan sama POV nya terus kalo ternyata kalian belum paham dan masih bingung, silahkan baca ulang sampe paham ya😉 #hihihi. Dan satu peringatan lagi untuk readers hati-hati dengan alurnya –perhatikan tanggalnya serta flashback storynya ya. Btw, apabila ada yang tidak suka dengan ceritanya dipersilahkan untuk segera klik “BACK” atau “EXIT BUTTON” jadi tidak perlu ada bash diantara kita😉.

THIS IS MY STORY. NO PLAGIAT, DO NOT REUPLOAD WITHOUT MY CONSENT, AND RCL.

Please enjoy the story.

Hati-hati! Typo bergentayangan!

Here we goes.

-Prolog

 

Present.

The Stupidity.

Apa itu ‘kesalahan bodoh’?

 

 

 

The Stupidity.

Sydney, Australia.

Kesalahan bodoh itu adalah kesalahan yang sebenarnya bisa kau hindari sehingga tak terjadi kesalahan, tapi karena kebodohanmu hingga kesalahan itu benar-benar terjadi. Kau tau kan? Saat kau menyadari kesalahan itu, maka akan timbul penyesalan.

Ah, ngomong-ngomong apa kau tau? Pria iblis macam ‘dia’ melakukan kesalahan bodoh itu. Si brengsek! Sibodoh! Si idiot! Si tolol! Pria itu pantas mendapatkan gelar-gelar itu.

Ehm! Mari kita kembali lagi ke pembicaraan sebelumnya. Ketika penyesalan itu datang, harusnya kau segera memperbaikinya. Namun, kau harus sadar, bahwa tak akan berguna penyesalanmu itu jika kau tak berusaha memperbaiki kesalahan yang kau lakukan. Jika kesalahanmu tak bisa diperbaiki setidaknya kau bisa mengontrol dirimu agar tidak melakukan kesalahan yang sama atau bahkan memperbanyak kesalahan itu. Salah satu jalannya adalah dengan memohon maaf pada orang yang menjadi korban kesalahanmu termasuk dirimu sendiri. Dan taukah kau? Kalau si iblis bodoh sekaligus idiot itu bahkan tak bisa –atau tak mau memperbaiki kesalahannya itu. Kebodohannya benar-benar menguji kesabaranku.

Apa aku pernah melakukan tindakan bodoh yang berujung pada kesalahan? Tentu pernah dan aku sangat menyesalinya dan aku akan berusaha untuk memperbaikinya.

Park Jung Soo.

 

 

 

 

The Stupidity.

Sydney, Australia.

Aku tak peduli dengan ‘kesalahan bodoh’ karena yang penting adalah ketika seseorang bertindak bodoh dan berbuat salah kemudian menyesal lalu setidaknya orang itu harus datang dan meminta maaf padamu.

Ia yang meminta maaf padamu itu, pasti membuat hatimu –setidaknya tergerak untuk memaafkannya meskipun terkadang kau sedikit merasa enggan melakukannya. Tapi, yang jadi masalah ialah jika seseorang itu bertindak bodoh dan berbuat salah kemudian setelahnya ia tidak datang padamu apalagi meminta maafmu. Menurutku itulah salah satu ‘kesalahan bodoh’. Kau bisa menyimpulkannya sendiri bukan?

Kau tau? Sejujurnya aku menunggunya. Menunggunya mengatakan ‘maafkan aku’ selama 2 tahun terakhir. Tapi hingga detik ini tak pernah kudengar kata-kata itu. Hahahha. Itulah kesalahan bodoh yang kulakukan, menunggu sesuatu yang tak seharusnya kutunggu.

Han Hayya.

 

 

 

 

The Stupidity.

Cho Enterprise Building, Seoul.

Kesalahan bodoh? Hei, kau tau apa maksud kata-kata itu, jadi untuk apa bertanya padaku?!

Hei! Apa kau pernah melakukan tindakan bodoh dan hal itu sangatlah salah? Kalau menggunakan bahasamu, maka pertanyaanku akan menjadi ‘apa kau pernah melakukan kesalahan bodoh?’ Aku yakin kau pernah melakukan hal seperti itu, sama sepertiku. Tapi apa yang kulakukan mungkin tak sama dengan apa yang kau lakukan. Ah bukan, apa yang kulakukan tak mungkin kau lakukan. Mengapa? Karena hanya orang bodoh dan brengsek seperti aku saja yang melakukannya.

Kenapa aku mencap diriku orang bodoh dan brengsek? Heii, jika kau bertanya seperti apa aku pada teman-temanku dan keluargaku maka mereka akan menjawabnya dia si brengsek, si bodoh, si idiot atau si tolol’ meskipun sebenarnya aku adalah pria jenius.

Kau bertanya apa yang kulakukan hingga mendapatkan julukan yang bisa menurunkan derajat dan harga diriku itu? Kau yakin ingin mengetahuinya? Jika iya, akan kuceritakan nanti padamu. Tapi kau harus dengarkan ceritaku hingga selesai. Dan sedikit peringatan untukmu, bahwa apa yang akan kuceritakan nanti pasti akan membuatmu sedikit mual dan setelahnya kau pasti akan mengutukku –hahaha.

Sebelum aku memulai ceritaku, bolehkan aku mengatakan apa yang ada dihatiku saat ini?. Tenanglah, ini bukan sesuatu yang mengerikan. Aku hanya merasa sangat ingin mengatakannya pada ‘wanita dan anakku yang kucintai’.

“Maaf… Maafkan aku… Maafkan aku sayang….”

Cho Kyuhyun.

 

***

 

23 Februari 2015

Han River, Seoul.

 

Hayya menatap pria yang pernah menjadi suaminya dengan penuh kebencian. Setelah ikrar yang pria itu ucapkan didepan Tuhan 6 tahun silam. Setelah apa yang terjadi selama pernikahan mereka. Setelah pengkhianatan pria itu. Setelah perpisahan itu. Setelah segala hal bodoh yang pria itu lakukan. Kini, luka itu kembali menganga lebar dalam hatinya. Mereka hanya saling menatap tanpa berniat bicara. Mungkin kata-kata ‘biarkan mata yang berbicara’ saat ini tengah berlaku dikeduanya.

Baiklah, mari kita lihat sang wanita, Han Hayya. Saat ini, siapapun yang melihat tatapan itu akan mengetahuinya, bahwa tak ada lagi cinta yang tersemat dimanik mata obsidian itu. Dan pria tampan berkulit pucat yang berdiri didepannya hanya menatap ringan wanita yang pernah menjadi istrinya.

Tapi, tak seorangpun tau, bahwa di hati kecil sang wanita, ia menangis bahkan berteriak seperti orang gila. Hayya ingin pria itu untuknya dan anak mereka satu-satunya. Ia merindukan pria dihadapannya ini, ia ingin merasakan kehangatan pria itu lagi, ia ingin pria itu kembali menjadi prianya dulu. Baiklah, kesimpulannya adalah Hayya masih sangat mencintai mantan suaminya ini. Akan tetapi, yang terpancar dari mata dan gestur tubuhnya justru kebencian dan kemarahan.

Sementara itu si pria tampan berkulit putih pucat ia menggumamkan ribuan kata maaf dan penyesalan dalam lubuk hatinya. Maaf karena telah mengkhianati wanita yang selama ini selalu menatapnya penuh cinta. Serta penyesalan atas tindakannya yang bodoh sehingga membuat tatapan penuh cinta itu berubah menjadi penuh kebencian. Ia tau kesalahannya, kebodohannya. Tapi harga dirinya dan egonya yang tinggi tak sekalipun membiarkan dirinya meminta maaf pada istrinya ataupun kembali pada istrinya. Dan untuk saat ini hanya Tuhan -dan author tentunya- yang tau seperti apa kelanjutan hubungan kedua insan yang sama-sama terluka ini.

Sekarang, mari kita kembali kemasa 5 tahun silam, ketika kesalahan bodoh itu belum terjadi.

 

***

 

23 Februari 2010

1 year after the wedding day.

 

“Oppaaaa!!!” Rengek Hayya sambil bergelayut manja di lengan suaminya yang masih asik memainkan PSP.

“Hmm?”

“Aissh, jinjja!” Hayya mendengus kesal. “Kau lebih mengutamakan PSP itu dari aku istrimu Cho Kyuhyun?!” Tanya Hayya setengah membentak.

Hal itu tentunya membuat Cho Kyuhyun -sang suami- terkejut.

“Awas saja akan kuhancurkan PSPmu itu oppa!” Ucap Hayya sambil bangkit dan menjauhi suaminya.

Sedang Cho Kyuhyun? Ia terkesiap melihat istrinya yang sedang marah-marah itu -lebih tepatnya karena ancaman yang diucapkan istrinya-. Seukir senyum terbit di wajah tampannya. Lalu dengan gerakan cepat ia bangkit dan memeluk istrinya dari belakang, tentu saja setelah mengamankan PSPnya agar tidak dihancurkan oleh istrinya.

“Sayang, kau merajuk hmm?”

“Lepaskan aku!”

“Sayang…” Panggil Kyuhyun sambil sesekali mengecup leher, telinga, dan pundak istrinya. Sementara Hayya hanya diam mulai sedikit menikmati belaian suaminya. Tentu saja istri mana yang bisa tidak menikmati belaian suami seperti Cho Kyuhyun? Jika kalian menjadi Hayya apa kalian mau menyia-nyiakan belaiannya?

“Kita jalan-jalan?” Tawar Kyuhyun, tau bahwa Hayya masih merajuk. “Pantai? Mall? Atau ke taman?” Lanjutnya membalikkan tubuh Hayya.

Hayya menatap ke arah lain. Ia. Masih. Merajuk.

“Istriku…” Panggil Kyuhyun lembut. Ia meletakkan tangan kirinya di pinggang Hayya kemudian menarik dagu sexy istrinya untuk menatap dirinya “Tatap aku” lanjutnya membuat Hayya mau tak mau mengalihkan pandangannya pada sosok tampan didepannya.

“Maafkan aku eoh? Kita jalan-jalan ya?”

Hayya mengerucutkan bibirnya, sadar bahwa suaminya melakukan ini karena ancaman yang diberikannya tadi.

“Shireo. Ajak saja PSPmu.”

Kyuhyun tersenyum “Aigoo, PSPku tak mungkin ku ajak jalan-jalan.” Jelas Kyuhyun “Tapi…kenapa istriku yang merajuk seperti ini malah membuatku bergairah?”

“Byuntae! (Mesum)” Hayya berusaha menutupi wajahnya yang merona karena perkataan Kyuhyun yang frontal itu.

“Tapi kau kan suka sayang.” Ujar Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya pada Hayya sedikit menggoda istrinya. Selanjutnya, Kyuhyun memangkas jarak diantara keduanya.

“Kita bersenang-senang di kamar saja?” Sedikit memberikan jeda “Mungkin ini waktunya kita mengacaukan ranjang hangat kita sayang.” Lanjutnya sambil mengedipkan sebelah matanya, persis seperti paman-paman mesum yang sedang menggoda gadis-gadis SMA.

“Shireo.”

Ucapan Hayya langsung mematahkan senyum Kyuhyun. “Maafkan aku saying. PSP dan aku bersalah.” jelasnya beraegyo.

Tapi tunggu! ‘PSP dan aku?’ PSP? Hey! Cho Kyuhyun apa kau tak salah? PSPmu itu tak bersalah Mister Cho. Yang bersalah hanya orang yang memainkannya! Aissh sungguh keterlaluan si Cho Kyuhyun ini. Pria berumur ini benar-benar- Dan kalian lihat? Dia beraegyo -diumurnya yang sudah tak tergolong muda lagi- dengan kata-katanya itu, astaga sungguh luar biasa pria tampan sekaligus kaya ini. Astaga, Tuhan kuatkan hati ini ketika melihatnya.

Tapi -bersyukurlah kau Cho Kyuhyun- berkat aegyo-nya yang tak sesuai umur dan tempat itu, sedetik kemudian senyum Hayya merekah, tawanya yang khas mulai terdengar di indera pendengaran Kyuhyun.

Kyuhyun menaikkan alisnya, melirik istrinya yang tengah tertawa manis. “Jadi?”

Kepala Hayya mengangguk pelan, menyetujui ajakan sang suami tadi. Ia tipe istri yang tak bisa marah lama pada suaminya bukan?

Setelah itu apa yang terjadi? Seperti yang kalian pikirkan, Cho Kyuhyun menggendong istrinya ke kamar lalu mereka mengacaukan ranjang dikamar tidur. Yah, hari itu suara erangan dan desahan nikmat keduanya terdengar di seluruh penjuru rumah. Silahkan bayangkan sendiri apa yang terjadi.

 

***

 

10 Januari 2011. Aku mengingatnya, siang itu aku yang notabenenya adalah seorang CEO di Cho Enterprise sedang berada di salah satu restaurant Jepang. Kala itu aku baru saja selesai makan siang bersama client perusahaan. Aku tak tau, apakah makan siang itu membawa berkah atau malah membawa petaka untukku. Sebab, siang itu aku bertemu dengan seorang wanita cantik dan menarik.

Saat itu, aku tak tau apa yang menggerakkan tubuhku, karena saat kusadari tubuhku sudah berada tepat didepannya. Kami berkenalan ala kadarnya. Kudapati namanya Yoon Seo Eun. Wanita cantik dengan kepribadian menarik.

“Yoon Seo Eun-ssi, senang berkenalan denganmu.” ujarku mengulurkan tangan.

“Cho Kyuhyun-ssi, its my pleasure.” jawabnya membalas uluran tanganku.

Dan ketika tangannya yang lembut menyentuh tanganku, ada getaran-getaran aneh merambat diseluruh tubuhku. Getaran yang agaknya sama dengan yang kurasakan saat bertemu Hayya, istriku. Meskipun jika kupikirkan lagi sekarang, getaran itu tidaklah sama. Tidak sekuat saat aku bertemu Hayya, tidak semendebarkan saat dengan Hayya. Ya, Hayya adalah wanitaku, istriku yang istimewa. Sangat istimewa.

Siang itu, pertemuan pertama aku dan Seo Eun. Pertemuan yang pada saat itu tidak aku sesali. Pertemuan pertama yang berlanjut pada pertemuan-pertemuan selanjutnya dan berujung dengan hubungan membara yang terlarang.

Selama satu tahun aku mengenal Seo Eun, lebih tepatnya sejak pertemuan pertama kami, aku rajin mengirimi Seo Eun pesan hingga menelponnya. Tak hanya itu, aku pun sering bertemu dengannya di cafe sekitar kantorku hingga akhirnya kami mulai berani bertemu di hotel pusat kota. Awalnya semua itu kulakukan diam-diam, tanpa sepengetahuan istriku. Hingga akhirnya tanpa sadar aku mulai melakukan itu terang-terangan.

Hayya? Saat itu bahkan aku melupakan istriku. Melupakan wanita yang setia bersamaku. Karena cinta semu yang saat itu tumbuh, aku mengabaikan cinta sejatiku, cinta yang ku kuatkan dalam janji suci. Aku benar-benar menjadi pria brengsek yang hanya bisa membuat istrinya tersakiti dan menangis.

“Sayang, maafkan aku.”

 

***

 

23 Februari 2013. Aku hanya bisa menatap fotoku dengan pria yang menjadi suamiku. Tak bisa kupungkiri, aku sakit. Bukan, bukan secara fisik, tapi batinku yang sakit. Semakin sakit saat besarnya rasa cintaku padanya yang tak mengizinkan diriku untuk meninggalkannya bahkan saat Kyuhyun -suamiku mulai melakukan perselingkuhan secara terang-terangan. Ia mengabaikanku, ia menyakitiku, ia mengkhianatiku, dan ia mengkhianati sumpah suci yang pernah kami lakukan dihadapan Tuhan.

Wanita mana yang bisa bertahan sendirian dalam situasi seperti ini? Aku sendirian. Aku hanya bisa mengadu pada Tuhan dan kedua orangtuaku yang saat ini sudah berada disisi-Nya. Hingga akhirnya, Tuhan mengirimkan sosok malaikat padaku. Sosok pria, sahabat terbaikku, Park Jung Soo.

Aku tau kala itu suamiku memang sudah terjerat cinta si jalang Yoon Seo Eun. Tapi, aku tak bisa meninggalkannya. Aku tak mau meninggalkannya. Aku tetap mempertahankan pernikahanku. Namun, nampaknya apa yang kulakukan sia-sia saat aku mendengar percakapan suamiku secara tidak sengaja.

“Aku akan menceraikan istriku! Kumohon bersabarlah Seo Eun-ah. Aku mencintaimu!”

Saat itu aku merasa hancur. Hingga akhirnya aku berlari pada Jung Soo, menceritakan semua bebanku, permasalahanku. Jika kalian berpikir aku menginginkan pelarian kalian salah besar! Aku hanya membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluh kesahku. Aku membutuhkan seseorang untuk menjadi sandaranku agar aku tetap kuat, tegar dan tidak gila!

Setelah percakapan suamiku yang kudengar beberapa saat yang lalu, aku hidup dalam ketidakpastian. Aku selalu merasa takut jika sewaktu-waktu suamiku yang sangat kucintai tiba-tiba datang mengantarkan surat perceraian kami. Aku tak bisa berpisah darinya. Aku tak mau. Aku mencintainya, sangat.

Sejak aku menceritakan semuanya pada Jung Soo oppa, setiap harinya Jung Soo oppa mengkhawatirkan keadaanku. Ia selalu mengirimkanku pesan, bahkan menelponku. Ia selalu memberikan dukungan padaku, ia menguatkanku.

Hingga akhirnya satu malam yang selalu kutunggu sejak suamiku berselingkuh terang-terangan terjadi. Suamiku meminta haknya. Ia memintaku, Ia merasaiku, aku merasainya. Aku merasakan hangatnya pelukan suamiku dan betapa kuatnya ia, lagi. Hatiku berbunga? Tentu saja, suamiku kembali padaku. Ia kembali menyadari keberadaanku.

Apa aku tidak merasa cemburu saat mengingat kehangatan itu telah terbagi dengan wanita lain? Rasa cemburu itu tentu saja ada bahkan sangat besar, sebesar rasa cintaku padanya. Tapi, malam itu kutekan kuat-kuat rasa cemburu, marah dan kekecewaanku, hingga akhirnya aku terlarut dalam cumbuan suamiku, Cho Kyuhyun.

 

***

 

Cho Enterprise Building, Seoul.

17 April 2013. Beberapa hari yang lalu, aku dikejutkan oleh seorang pria tinggi berkulit putih yang datang menghampiriku seusai makan siang di cafetaria kantor. Yang membuatku terkejut bukan mengenai pria itu melainkan apa yang dikatakan pria itu. Pria itu -Park Yoochun.

 

“Selamat siang Cho Kyuhyun-ssi.” sapa seorang pria yang tiba-tiba saja menghampiri mejaku.

Aku menoleh, menatapnya sebentar “Selamat siang. Ada apa?”

Pria itu tersenyum, mengulurkan tangannya “Perkenalkan aku Park Yoochun.”

Aku mengerutkan keningku. Tapi tetap membalas uluran tangannya “Nampaknya aku tak perlu memperkenalkan diriku lagi.” Jelasku.

Ia terkekeh sebentar lalu wajahnya berubah serius. “Aku ingin membicarakan sesuatu yang pribadi, tentang Yoon Seo Eun.” Ujarnya to do point.

“Apa?”

“Aku hanya ingin menyampaikan padamu, Yoon Seo Eun bukanlah wanita lajang. Ia sudah bersuami.”

Aku terperangah, terkejut bukan main. Pria ini berani-beraninya menuduh Seo Eun.

Aku memicingkan mata, menatapnya tajam. “Siapa kau sebenarnya?”

“Aku? Aku Park Yoochun suami Yoon Seo Eun.”

Aku menggeram, mengepalkan tanganku kuat-kuat. “Jangan berbohong Park Yoochun-ssi, Seo Eun sudah bercerai, ia wanita lajang.”

Yoochun tersenyum mengejek “Aku tak berbohong. Kami memang belum bercerai. Selama ini ia masih berstatus sebagai istriku.” Ia melirik tangan kananku “Dan nampaknya kau pun telah memiliki istri yang luarbiasa cantik Kyuhyun-ssi.” Ungkapnya sebelum pergi.

 

Aku memijit pelipisku perlahan, bagaimana bisa pria itu mengatakan bahwa ia masih berstatus sebagai istri Seo Eun? Bagaimana mungkin Seo Eun tidak mengatakannya padaku? Bahkan ketika kutanya mengenai Park Yoochun, Seo Eun hanya membatu ditempatnya.

“Oppa, jangan bicarakan itu untuk saat ini.”

Beberapa hari ini cukup melelahkan untukku. Tentu saja semenjak kedatangan Park Yoochun, aku merasakannya, Seo Eun sedikit berbeda. Akan tetapi, sejujurnya beberapa hari ini pula aku selalu merasakan rindu pada istriku. Ya, Han Hayya, istri yang pernah kuabaikan atau mungkin sampai saat ini masih kuabaikan(?)

Semenjak percintaan kami beberapa waktu lalu, aku jadi semakin merindukannya dan selalu ingin berada didekatnya. Saat itu aku kembali meminta hakku padanya bukan tanpa alasan. Memang sebelumnya sejak aku berhubungan dengann Seo Eun aku sudah tak lagi menyentuhnya. Bukan karena aku tak mencintainya lagi, tapi jujur karena didasar hatiku, aku merasa bersalah. Rasa bersalah itu kemudian tenggelam dalam keegoisan dan kebodohanku. Tapi, kala itu aku benar-benar dibuat meradang olehnya. Berani-beraninya istriku menemui pria lain! Ia menemui Park Jung Soo! Bukan hanya itu! Pria brengsek itu selalu mengirimi istriku pesan dan menelponnya! Cemburu? Tentu saja aku cemburu! Karena biar bagaimanapun juga Hayya masih berstatus sebagai istriku, milikku!

 

Tok Tok Tok.

 

Suara ketukan pintu berhasil membuyarkan semua lamunanku.

“Masuk.”

Lee Hyukjae tersenyum kaku “Sajangnim”

“Ada berita apa?”

Hyukjae, sekertarisku maju beberapa langkah. Ia berdiri tepat didepanku, ia menyerahkan sebuah amplop coklat besar. Aku mengeryitkan keningku, mengambil amplop coklat besar itu lalu kembali menatap Hyukjae meminta penjelasannya.

“Apa ini?” Tanyaku sambil membaca laporannya. Ini seperti- Aku mengepalkan tanganku. “JAWAB AKU LEE HYUKJAE!!!”

Hyukjae tersentak. Tapi ia mulai menatapku. “Itu adalah hasil tes kehamilan yang dilakukan Nyonya Cho, sajangnim.” Tangannya bergerak memberikan sebuah amplop putih berukuran sedang. “Ini foto USGnya sajangnim. Nyonya Cho saat ini tengah mengandung sajangnim.”

Kali ini aku yang terperangah. Istriku hamil? Han Hayyaku hamil?

“Siapa ayahnya?”

Hyukjae terlihat terkejut dengan pertanyaanku “Sajang-“

“Siapa?” tanyaku dengan nada serendah mungkin.

“Tentu saja an-” Hyukjae bersuara pelan, terlihat takut.

“Sial!!! Apa yang sudah dilakukan istriku dengan si brengsek Jung Soo?!” teriakku marah. “Pria brengsek itu menghamili istriku?!” Aku menatap Hyukjae “Atur pertemuanku dengan Park Jung Soo sekarang!” teriakku.

Tanpa perlu kuperintah dua kali, Hyukjae segera keluar dari ruanganku. Sekarang bertambah lagi masalahku. Istriku hamil! Bukan anakku tapi pasti anak pria brengsek bernama Park Jung Soo!

“Ini tak mungkin anakku! Aku hanya menyentuh Hayya sekali kemarin! Pasti Park Jung Soo! Pasti dia! BRENGSEK!!!”

.

.

.

 

Dan kini disinilah Kyuhyun, duduk di sofa bersebrangan dengan Park Jung Soo.

“Tumben sekali kau mengunjungiku Kyuhyun-ah, ada apa?” Tanya Jung Soo sesaat setelah meletakkan bokongnya diatas sofa empuk berwarna putih gading itu.

Kyuhyun menggeram, marah. “Apa saja yang sudah kau lakukan dengan istriku Park Jung Soo?” Tanyanya tanpa berbasa-basi.

Jung Soo terkejut dengan cara bicara Kyuhyun dan lebih terkejut mendengar pertanyaan yang terlontar dari pria didepannya ini. Pria yang sudah dianggapnya sebagai sahabat dan adik karena pria ini telah menikah dengan sahabatnya, Han Hayya.

“Apa maksudmu?” Jung Soo terlihat santai meskipun dalam hatinya ia mulai emosi, bagaimana mungkin suami Hayya yang brengsek ini bertanya seolah-olah ia dan Hayya telah melakukan perselingkuhan?

Tanpa banyak bicara Kyuhyun bangkit dan mencengkram kerah Jung Soo kuat-kuat. “Kau dan Hayya akan menyesalinya, kalian berdua akan menyesali perbuatan menjijikkan kalian!” Setelahnya Kyuhyun keluar dari ruang kantor Jung Soo. Ia terus mengumpat dalam hatinya.

Sementara Jung Soo?, Ia menatap nanar ke arah pintu, ia mengepalkan tangannya sangat kuat. “Kau pikir kami seperti dirimu yang brengsek? Kau yang mengkhianati istrimu!” geramnya.

 

***

 

10 Mei 2013.

Cho’s Residence.

 

Hayya menatap sendu map yang ada dihadapannya. Ia tak meyangka bahwa saat usia janinnya menginjak minggu ke sepuluh, ia dihadiahi sebuah surat yang berisikan gugatan cerai suaminya.

“O-Oppa, apa maksudnya ini?” Tanya Hayya.

“Kita bercerai.”

Hayya mendongak, menatap Kyuhyun. “Bagaimana bisa oppa menceraikanku? Bahkan saat ini aku sedang mengandung anakmu.”

Kyuhyun menatap Hayya tajam. “Anakku? Benarkah dia anakku?”

Hayya tersentak dengan pertanyaan itu. Sungguh, pertanyaan Kyuhyun sangat melukai hatinya. Bagaimana bisa Kyuhyun meragukan anaknya sendiri?

“Apa maksud oppa? Dia anakmu oppa. Anak kita.” Setetes airmata mengalir begitu saja.

“Tidak mungkin dia anakku.” Kyuhyun menatap wajah Hayya. Ia melihat airmata itu dan entah mengapa Kyuhyun sangat sedih bahkan marah ketika melihat airmata itu. “Dia anakmu dengan Park Jung Soo bukan? Jadi dia bukan anakku.” Lanjutnya.

Hayya terdiam, ia tak pernah menyangka Kyuhyun akan mengatakan itu. Hayya mengepalkan tangannya, meskipun airmatanya terus saja turun tanpa permisi.

“Apa aku serendah itu dimatamu oppa?” Tanya Hayya “Kau pun tau, aku tak pernah membiarkan lelaki manapun menyentuhku. Hanya suamiku yang kuijinkan.” Hayya memejamkan matanya “Bahkan saat suamiku menyentuh wanita lain, aku tetap mengijinkannya menyentuhku.” Lanjut Hayya. Matanya terpejam sempurna. Ia tak mau melihat wajah Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun terdiam. Kata-kata Hayya barusan sungguh menyayat hatinya dan airmata itu, sungguh Kyuhyun ingin menghapusnya. Tapi tubuhnya kaku. Sepertinya otak pintar Kyuhyun belum sepenuhnya bekerja sebagaimana mestinya.

“Apa ini yang benar-benar oppa inginkan?” Tanya Hayya kembali, ia menatap Kyuhyun sendu.

Kyuhyun meneguk salivanya sendiri. “Ya.”

“Oppa akan menikahinya? Jalang itu?”

Kyuhyun mendesis “Jangan mengatakannya jalang Hayya. Haruskah aku memberikanmu cermin?”

“Bahkan kau melindunginya oppa. Apa kau benar-benar mencintai wanita itu?” gumam Hayya pelan. Sangat pelan, tapi Kyuhyun mendengarnya.

“Aku mencintainya Hayya.”

Hayya mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Kau akan tetap melakukannya meskipun janin yang kukandung ini adalah anakmu?”

“Jangan mengatakannya sebagai anakku. Karena aku takkan pernah mengakuinya.” Kyuhyun menatap Hayya tajam. “Tak perlu berbohong padaku Han Hayya. Aku tau janin itu anakmu dengan Park Jung Soo. Dan aku sama sekali tak rela, anak pria lain yang dikandung istriku mendapatkan margaku.”

“Aku-“ Hayya menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Aku akan menandatanganinya. Tapi, satu hal yang harus oppa ketahui. Anak ini bukan anak Jung Soo oppa. Anak ini anakmu.” Hayya mengangkat tangannya ke arah Kyuhyun, isyarat agar Kyuhyun tidak menyela ucapannya. “Aku melakukannya karena permintaan oppa. Aku melakukannya karena oppa tak lagi mencintaiku dan lebih memilih wanita jalang itu.”

“HAN HAYYA!” Bentak Kyuhyun “Sudah kubilang berhenti memanggilnya wanita jalang! Ia bukan wanita jalang!” Teriak Kyuhyun “Tapi kau.“ Wajah Kyuhyun mengeras.

Ketika kata-kata itu meluncur bebas dari mulut penuh bisanya. Kyuhyun tercekat. Hayya menangis sesegukkan, tangan kanan Hayya memegangi perutnya yang terlihat buncit sementara tangan kirinya memegangi dadanya. Airmata kesakitan itu tak bisa lagi dibendung Hayya.

“Aku tak pernah menyangka oppa akan seperti ini. Mengingkari sumpah suci pernikahan kita, dan kini kau tak mengakuinya. Bahkan-” Hayya mencoba menetralkan nafasnya. “Bahkan oppa mengatakan bahwa aku jalang?” Hayya menatap Kyuhyun penuh rasa sakit dan kesedihan. “Cukup bagiku mempertahankan pernikahan kita.” Jelasnya.

Tangan kanan Hayya terulur perlahan, menggenggam sebuah stempel lalu membubuhkannya di atas surat gugatan cerai yang telah ditandatangani Kyuhyun terlebih dulu.

“Anak ini-”

Kyuhyun mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras. Ia marah entah pada apa dan siapa. “Jangan mengatakan apapun lagi tentang anak itu. Bayi itu bayimu. Siapapun ayahnya. Katakan saja appanya telah mati. Jika ia menanyakannya.” jelas Kyuhyun, matanya mengarah pada perut buncit Hayya. “Itu permintaanku.”

Hayya terdiam. “Kau akan menyesalinya Kyuhyun-ssi.”

Dengan cepat Kyuhyun mengambil map yang berisikan surat gugatan cerai dari tangan Hayya “Tidak akan. Surat ini akan segera diproses pengadilan dan jangan pernah mengatakan jika kau sedang hamil.”

Kyuhyun berlalu keluar dari rumah megah itu meninggalkan Hayya yang menangis sesegukkan sambil memeluk perutnya sendiri.

“Maafkan eomma nak, maafkan eomma.”

 

.

.

.

 

Cho Enterprise Building, Seoul

 

Kyuhyun terdiam menatap tumpukan kertas yang bernilai jutaan won. Ia tidak sedang memikirkan urusan pekerjaannya. Tapi, mengenai Hayya, bayi Hayya dan perceraian mereka. Beberapa hari setelah pembubuhan stempel itu, Kyuhyun tak pernah kembali ke rumah. Ia tinggal di apartemennya. Surat gugatan cerai beberapa hari yang lalu masih di proses pengadilan kini sudah mulai pada tahap persidangan. Ya, persidangan pertama mereka baru saja terjadi tadi. Hayya tak pernah mengungkit soal kehamilannya di persidangan pertama mereka, bahkan Hayya mengenakan pakaian longgar yang menutupi perut buncitnya. Hayya seolah menutupi kehamilannya. Dan bodohnya, Kyuhyun yang meminta itu namun sekarang pria brengsek ini malah meradang sendiri.

 

Setelah persidangan Hayya berjalan pelan melewati Kyuhyun begitu saja. Tanpa menyapa apalagi melirik Kyuhyun. Disampingnya, Hayya ditemani Park Jung Soo dan Kim Jongwoon –pengacara Hayya. Kyuhyun menggeram tertahan saat melihat Jung Soo membantu Hayya berjalan.

“Tampaknya kalian semakin mesra.” celetuk Kyuhyun.

Hayya terdiam sesaat lalu menoleh “Terima kasih Kyuhyun-ssi.” Lalu berjalan begitu saja bersama Jung Soo tanpa mempedulikan Kyuhyun.

Kim Jong Woon menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak dapat diterka. “Beberapa hari yang lalu Nona Han Hayya masuk ke rumah sakit. Ia hampir keguguran. Sekarang, ia butuh perawatan extra.”

Ucapan Kim Jong Woon sontak membuat Kim Heechul dan Lee Hyukjae yang berada dibelakang Kyuhyun tersentak.

“Dan sekedar informasi untukmu Tuan Cho Kyuhun.” Kim Jong Woon memberi jeda pada kalimatnya “Tuan Park Jung Soo hanya membantunya. Tidak seperti suami Nona Han yang lepas tangan begitu saja.”

Kim Jong Woon tersenyum penuh arti ke arah Kyuhyun. “Bahkan suaminya menuduhnya berselingkuh.” Tawa lepas yang menggelegar begitu saja malah terdengar cukup menakutkan “Padahal kita tau siapa yang berselingkuh, memalukan.” Kalimat terakhir itu adalah kalimat penutup yang dilontarkan Jong Woon sebelum berlalu dari hadapan Kyuhyun.

 

“Untuk apa kau melamun Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun terkejut saat sebuah suara yang sudah tak asing lagi terdengar ditelinganya. Tanpa menoleh ke sumber suara Kyuhyun sudah dapat menebak siapa pemilik suara itu. “Heechul hyung.”

“Jawabanmu salah Kyuhyun-ah.” Ujar suara lainnya. Kali ini Kyuhyun mendongakkan kepalanya.

“Noona-“

Lalu, siapa yang menyangka wanita yang sangat mirip dengan Kyuhyun ini segera menghampiri adiknya untuk memberikan sebuah tamparan keras.

PLAK!

“Kau benar-benar mengecewakan kami Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun menunduk. Tak bicara sepatah kata pun.

“Kau menceraikan Hayya? Sedangkan ia kini sedang mengandung?” Suara Ahra menggelegar di dalam ruang kerja Kyuhyun. Bahkan Heechul yang sejak tadi ada dibelakang Ahra terkejut bukan main. Bagaimana bisa suara istri dan adik iparnya itu sama tinggi dan sama mengagetkannya ketika mereka sedang marah?

“Kau! Seharusnya kau urus dan perhatikan istrimu yang tengah mengandung Cho Kyuhyun!” Ahra menghela nafasnya sesaat “Bukan menceraikannya!”

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat mulus –lagi di pipi kanan Kyuhyun.

“Aku benar-benar tak habis pikir, bagaimana bisa Hayya mengabulkan permintaanmu untuk menutupi soal kehamilannya didepan hakim?!”

“Karena dia bukan hamil anakku.” Jawab Kyuhyun tegas, ia menatap langsung ke manik mata Ahra.

“Dia hamil anakmu!” desis Ahra. “Kau! Kau adikku! Tapi bagaimana bisa kau berubah menjadi sebrengsek ini Kyuhyun-ah?” Ahra menoleh ke arah Heechul “Lebih baik aku pulang oppa.”

“Tunggulah di lobi sayang.” Ujar Heechul mengantarkan istrinya keluar dari ruangan Kyuhyun. Lalu, ia kembali lagi kehadapan Kyuhyun.

“Kau tau Kyu? Kau gila! Kau benar-benar menceraikan istrimu demi wanita bernama Seo Eun?! Apa yang sebenarnya kau pikirkan Cho Kyuhyun?” Heechul terlihat geram.

Kyuhyun menatap Heechul tajam. Tak suka saat Seo Eun dibawa dalam pembicaraan kali ini.

“Aku tak mengatakan soal itu pada Ahra. Karena jika aku mengatakannya maka kakak, ibumu dan ayahmu adalah orang yang merasa sangat bersalah pada Hayya. Mereka akan menanggung malu seumur hidup karena kelakuan bodohmu itu brengsek!”

“Kau tak tau apa-apa hyung.” Desis Kyuhyun.

“Kau salah, aku tau. Aku tau segalanya. Tapi aku tetap diam ditempatku.” Ujar Heechul “Baiklah, sekarang aku hanya ingin melihat akan jadi seperti apa dirimu nanti Cho Kyuhyun.” Sebuah senyum terbit di bibir Heechul. “Aku yang akan menggantikan Hayya untuk bersenang-senang saat nanti kau jatuh terpuruk.” Lanjut Heechul sebelum keluar menyusul istrinya.

 

***

 

22 Juni 2013.

Kyuhyun’s Apartment, Seoul

Surat keputusan cerai antara Kyuhyun dan Hayya sudah berada ditangan masing-masing. Kyuhyun dan Hayya dinyatakan telah resmi bercerai. Ya, sekarang Kyuhyun hanya bisa diam meratapi surat keputusan cerai yang saat ini dipegangnya erat. Saat ini hatinya terasa sangat berat. Awalnya Kyuhyun berpikir perasaan yang begitu menyiksanya ini dapat hilang ketika ia sudah menceraikan Hayya. Akan tetapi, kali ini Kyuhyun mengakuinya sendiri. Perasaannya tak melega sedikitpun, hanya gundah yang semakin menjadi. Sejujurnya, ia tau perasaan macam apa yang sedang dirajainya kini. Tapi, egonya yang begitu besar melarang dirinya sendiri untuk mengakui itu. Dan bodohnya, hal itu membuatnya semakin menyiksa dirinya sendiri.

Sementara itu, di belahan Seoul lainnya. Map yang sama –yang berisi surat keputusan cerai antara Kyuhyun dan Hayya tergeletak begitu saja diatas sebuah meja berwarna hitam. Sementara wanita yang tengah hamil itu hanya memandang wajah tiga pria yang ada didepannya. Park Jung Soo, Kim Jong Woon dan Kim Heechul.

“Kami sudah resmi bercerai.” Ucap Hayya setelah sekian lama bungkam. “Benar-benar bercerai” lirihnya.

Jung Soo menatap sendu Hayya. Ia tau pasti bahwa saat ini, wanita hamil ini sedang menguatkan hatinya sendri dan berusaha sekeras mungkin untuk tidak menjatuhkan airmata pesakitannya.

“Perceraian kalian tidak sah. Kau tau itu Hayya.” Ujar Heechul.

“Perceraian kami sah. Asal tidak ada satu pihak pun yang mengatakan perihal kehamilanku.”

Heechul menggeleng tak habis pikir. Bagaimana bisa wanita hamil didepannya ini sangat keras kepala?

“Jong Woon-ah. Kau sebagai pengacara pun tau pasti soal keabsahan perceraian mereka bukan?” Tanya Heechul.

“Aku tau hyung. Tapi, ini permintaan Hayya sebagai klienku dan aku menghargai permintaan klienku.” Jawab Jong Woon.

Heechul menjambak rambutnya frustasi. “Astagaa! Bagaimana bisa kalian semenyebalkan ini?”

Jong Woon mengangkat bahunya tak peduli, sementara Hayya tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Hingga akhirnya tangan Jung Soo menepuk pelan bahu Heechul “Jangan menyalahkan mereka Chullie. Kau tau dengan pasti kebodohan siapa ini. Biarkan Hayya bahagia.”

“Bagaimana Hayya bahagia jika-“

“Kebahagiaan itu akan didapatkannya. Pasti” Sela Jung Soo cepat.

Untuk sesaat terjadi perang mata antara Heechul dan Jung Soo. Hingga akhirnya Heechul mengalah.

“Jung Soo-ya, kumohon jaga Hayya, ia sudah seperti adikku sendiri”

“Tentu saja Chullie. Hayya pun sudah kuanggap seperti adikku.”

“Jung Soo oppa…” Panggil Hayya pelan. Tapi suaranya mampu membuat tiga pria didepannya ini memfokuskan seluruh perhatian mereka padanya. Hayya menatap Jung Soo. “Aku sudah memutuskan akan pindah ke Australia. Aku akan tinggal bersama sepupu ku disana.”

 

***

 

29 Juni 2013.

Cho Kyuhyun’s Apartment, Seoul.

 

Kyuhyun menyesap winenya perlahan. Kepalanya pening bukan main. Ia mengingatnya, percakapan antara dirinya dan Yoon Seo Eun dua hari yang lalu. Setelah hampir dua bulan ini mereka tak bertemu. Dua hari yang lalu Seo Eun mendatanginya.

 

Oppa, saat itu kau menanyakan soal Park Yoochun padaku. Dan jujur saja, saat itu aku belum mampu menceritakannya padamu.” Seo Eun menatap Kyuhyun lekat-lekat. Entah apa arti dari tatapannya itu. “Park Yoochun, mantan suamiku. Itu yang aku tau sebelum pergi darinya.”

Kyuhyun hanya menatap Seo Eun tanpa bicara. Ia menunggu wanita dihadapannya ini bicara.

“Tapi sekitar dua bulan yang lalu, ia mendatangiku. Ia mengatakan padaku kalau perceraian kami tidak pernah terjadi. Ia tidak pernah mengurus perceraian kami.” Seo Eun menunduk menitikkan airmatanya, lalu kembali menatap Kyuhyun. “Ia masih mencintaiku. Pria yang kusangka sudah tak mencintaiku ternyata masih mencintaiku. Ia membiarkanku pergi karena ia ingin aku menemukan sendiri kenyamananku yang pernah hilang saat bersamanya. Ia membiarkanku menemukan kembali diriku yang mencintainya.” Tangis Seo Eun semakin terdengar pilu.

“Ketika mendengarnya mengatakan itu padaku, aku menyadarinya. Aku masih mencintainya oppa. M-maafkan aku.”

Rahang Kyuhyun mengeras. “Lalu? Apa arti kebersamaan kita saat ini Yoon Seo Eun? Kau tak pernah mencintaiku?”

“Aku mencintaimu oppa. Sejak pertemuan pertama kita.” Seo Eun menatap sendu Kyuhyun. “O-” Seo Eun memejamkan matanya sesaat, mengumpulkan keberaniannya. “Oppa, aku mencintai suamiku. Tapi aku juga mencintaimu dan tak ingin melepasmu. Apa yang harus kulakukan?”

“Kalau begitu jangan.” Jelas Kyuhyun.

“Ta-tapi”

“Sekarang, tinggalkan aku sendiri Yoon Seo Eun.” Sela Kyuhyun cepat.

Seo Eun menatap Kyuhyun sedikit lebih lama sebelum akhirnya memutuskan keluar dari apartment itu. Ia sadar ada sesuatu yang berbeda dari Kyuhyun. Sesuatu yang ia inginkan sejak pertama kali memulai hubungan asmara mereka. Sesuatu yang ia sadari bahwa ‘itulah’ sisi hangat Kyuhyun, sisi yang membuatnya mencintai Kyuhyun, sisi yang sama seperti sisi hangat suaminya –Park Yoochun. Dan sisi itu perlahan menguap. Seo Eun menyadari itu kala Kyuhyun menatapnya berbeda dan penyebabnya bukanlah dirinya. Seo Eun yakin itu.

 

 

Memainkan kembali gelas yang masih beisikan cairan berwarna merah keunguan itu. “Park Yoochun, Yoon Seo Eun.”

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam. Ia mendongakkan kepalanya kemudian matanya beralih menatap foto pernikahannya dengan Hayya yang terpajang disalah satu sisi dinding. “Han Hayya.” Gumamnya.

 

***

 

20 September 2013

Han Hayya’s Apartment.

 

Hayya menandai kalendernya, ia menuliskan sesuatu diatas kalender itu. ‘Minggu ke 30. Mulai memasuki bulan ke 8’.

Ia mengelus lembut perutnya yang semakin membuncit itu. Usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 8. Berarti sebentar lagi ia akan melahirkan janin yang sangat dijaganya ini. Bersamaan dengan itu senyumnya perlahan memudar. Bahkan sejak perceraiannya tak sekalipun mantan suaminya itu menjenguknya. Mungkin ia sedang mempersiapkan pernikahannya dengan wanita itu. Dan sebuah pedang bermata dua kembali menembus dadanya.

Tak boleh! Jangan menangis! Kau sudah bertahan! Kau kuat! Demi anakmu!

Berulang kali Hayya mengucapkan mantra itu dalam hatinya. Entah itu mantra keberapa, tapi setiap kali ia merasakan rasa sakit yang sama di dadanya, ia selalu mengucapkan mantra itu berharap akan menjadi lebih kuat.

 

Drrtt drrrt drrtt.

 

Getaran ponsel membuyarkan lamunan Hayya. Tangannya beralih mengambil ponsel berlayar sentuh itu.

 

1 Message from Jung Soo oppa.

 

‘Hayya, aku sudah mengurus keperluan untuk keberangkatan kita ke Australia nanti. Dan urusan administrasi untuk calon keponakanku, harus tertunda sementara. Karena aku membutuhkan surat keterangan kelahiran keponakanku dulu. Tapi tenang saja, kupastikan paling lambat dua bulan setelah kelahirannya kau pasti bisa segera berangkat ke Australia bersama dengan keponakanku itu.

Ah ya, salam untuk keponakanku ya. Katakan padanya jangan terlalu nakal didalam sana.

Park Jung Soo😉’

 

.

.

.

 

At The Same Day.

Cho Enterprise, Seoul.

 

Kyuhyun kembali harus menahan amarahnya sendiri saat mendapatkan berita bahwa Park Jung Soo mengatur kepergian Han Hayya –mantan istrinya ke Australia. Padahal saat ini Hayya masih belum melahirkan.

 

“Sajangnim, saya baru mendapat informasi bahwa tuan Park Jung Soo mengatur kepergian Nyo- Ehm. Nyonya Han Hayya ke Australia” tiba-tiba Hyukjae merasa seperti salah bicara. Ketika dihadiahi tatapan membunuh ala Kyuhyun.

“Apa maksudmu? Australia? Hayya?”

“Ya. Tak hanya itu, tuan Park Jung Soo pun mengatur kepergiannya juga. Dan-“ Hyukjae menatap bosnya sesaat memastikan apakah ia harus mengatakan ini.

“Katakan.”

“Dan mengatur berkas-berkas persyaratan kepergian pula untuk bayi nyonya Hayya.” Setelahnya Hyukjae yakin bahwa ia baru saja salah mengambil keputusan. Tak seharusnya ia mengatakan itu, sekarang ia harus menghadapi ekspresi menyeramkan bosnya. Jujur saja, melihat ekspresi itu membuat Hyukjae pucat pasi dan sedikit gemetar.

 

Kyuhyun tiba-tiba saja melempar sebuah gelas ke arah jendela. “BRENGSEK!”

Hyukjae menegang ditempatnya, awalnya ia hanya ingin menyerahkan beberapa berkas perusahaan namun, nampaknya ia telah masuk di waktu yang sangat tidak tepat. Tanpa bicara, Hyukjae segera berbalik dan bergegas keluar. Namun, belum tubuhnya menghilang dari pintu kokoh itu, suara Kyuhyun kembali menggelegar.

“HYUKJAE! BATALKAN SEMUA URUSANKU HARI INI!” teriak Kyuhyun. Yang langsung berjalan keluar ruangan. Meninggalkan Hyukjae yang termangu sendirian.

 

.

.

.

 

Disinilah Kyuhyun. Kembali menyambangi kantor Park Jung Soo. Parahnya, ia datang seperti orang kesetanan.

BRUG!

Kyuhyun meninju Jung Soo sekuat-kuatnya. “BRENGSEK! Apa yang kau inginkan?!” teriaknya.

Jung Soo jatuh terjelembab, ia tentunya terkejut karena Cho Kyuhyun tiba-tiba saja menyerangnya. Jung Soo segera bangkit begitu kesadarannya kembali.

“Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun-ssi?”

“Kau sialan Park Jung Soo!” teriak Kyuhyun. “Menyiapkan berkas kepindahan Hayya dan bayinya? Kau kira siapa dirimu?!” sentak Kyuhyun.

Jung Soo tersenyum penuh kemenangan. Tanpa ba-bi-bu lagi, Jung Soo meninju wajah Kyuhyun. Tenaganya tak main-main, sama seperti Kyuhyun memukulnya tadi.

“Harusnya aku yang bertanya padamu. Siapa dirimu hingga kau berani datang ke kantorku lalu protes mengenai itu?” Tanya Jung Soo dengan nada mengejek. “Apa kau masih suaminya?” lanjut Jung Soo.

Pertanyaan itu sukses membuat Kyuhyun menggeram, ia merangsek maju meraih kerah Jung Soo. Tapi cengkraman tangan di kerah itu juga berlaku untuk Kyuhyun, karena Jung Soo pun mencengkram kuat kerah Kyuhyun.

“Jangan lupakan permintaanmu pada Hayya beberapa waktu yang lalu Kyuhyun-ssi. Jadi, jangan beranggapan kalau dia masih istrimu. SIALAN!”

“Dia. Masih. Istriku.” Jelas Kyuhyun penuh penekanan.

“Jika kau bersikeras, maka kupastikan setelah dia melahirkan, kalian akan benar-benar berpisah. Hayya sudah mengaturnya sendiri soal itu” Jung Soo tersenyum lebar. Wajah malaikat itu berubah menjadi iblis kala mengatakannya.

-Ini menjadi perkelahian antar iblis kurasa.-

 

.

.

.

 

Seoul Hospital.

 

Kim Heechul, Cho Ahra, Nyonya besar Cho, Tuan besar Cho, dan Park Jung Soo menatap pilu ke arah wanita hamil yang tengah tertidur itu.

Han Hayya ditemukan pingsan oleh Cho Ahra di apartemennya sore tadi. Saat itu Ahra sedang mengunjungi Hayya seperti biasa di apartementnya. Saat menekan bel berkali-kali dan tak ada jawaban itulah Ahra merasa sangat cemas. Hingga akhirnya ia meminta bantuan manajemen apartment untuk membukakan pintu apartement Hayya. Benar saja, Ahra mendapati Hayya sudah tergolek lemah di lantai.

“Dimana suami nyonya Hayya?” tanya dokter yang baru saja selesai memeriksa Hayya.

“Ia diluar negeri dok.” Jung Soo menjawabnya cepat. Tanpa persetujuan. “Kami keluarganya, bisa katakan pada kami tentang keadaannya?” lanjutnya lagi.

“Saya minta agar pihak keluarga menjaga nyonya Hayya. Karena jujur saja kondisinya sangat lemah. Saya tak tau apa yang terjadi tapi jika keadaan nyonya Hayya seperti ini akan membahayakan kandungannya.” Jelas Dokter Shim.

“Kami mengerti dok.”

.

Satu jam berlalu dengan sangat lambat. Terdengar erangan kecil dari bibir Hayya. Hayya terbangun dari tidurnya –pingsan lebih tepatnya.

“Hayya, gwenchana?” Nyonya besar Cho yang menyadari segera menghampiri Hayya.

Hayya tersenyum kaku pada mantan mertuanya itu.

“Bagaimana keadaan cucu kami?” Tuan besar Cho berdiri disamping istrinya.

Wajah keduanya sangat terlihat cemas. Hayya tersenyum –menyadari bahwa mantan mertuanya masih bersikap sama seperti sebelumnya. “Ia baik-baik saja aboenim, eommonim.”

Wajah lega terpatri di kedua orang tua itu. “Syukurlah…”

.

Dua jam berikutnya, di ruangan VIP rumah sakit Seoul hanya tersisakan Cho Ahra, Kim Heechul dan Park Jung Soo.

“Apa yang terjadi?” tanya Ahra lembut.

Hayya menggeleng. Lagi-lagi pertanyaan itu. Saat ini ia benar-benar tak mau membahasnya. Atau ia akan merasakan sakit yang sama lagi dan Hayya tak inginkan itu terjadi.

“Hayya, kau masih menganggapku sebagai eonni-mu bukan?”

Hayya menatap Ahra “Tentu saja eonni” jawabnya tersenyum.

“Kalau begitu, ceritakan pada eonni apa yang terjadi?”

Hayya menghembuskan nafasnya lelah. “Tidak ada apa-apa eonni, aku hanya terlalu lelah saja” Lelah menghadapi sikap adikmu yang selalu egois dan seenaknya. Lelah dengan semua tuduhan-tuduhannya. Lelah dengan makiannya. Lelah dengan keberadaannya yang selalu saja membuatku ingin mati. “Eonni tidak perlu khawatir.” Lanjut Hayya.

“Baiklah, eonni percaya padamu.” Ahra mengecup kening Hayya penuh kasih, kecupan seorang kakak kepada adiknya. “Eonni akan menelpon eomma sebentar.” Setelahnya Ahra keluar dari kamar inap Hayya.

Disana, ketika hanya ada Kim Heechul saja. Jung Soo mulai bicara.

“Apa yang dilakukan Cho Kyuhyun?” tanyanya penuh penekanan.

Hayya mengalihkan tatapannya pada Jung Soo. Ia menyadari sesuatu, wajah Jung Soo tak setampan biasanya. Wajahnya penuh bekas lebam. “Oppa, apa yang terjadi dengan wajahmu?” tanya Hayya.

“Aku yang bertanya lebih dulu padamu Hayya.” Jung Soo tersenyum “Ini keren bukan?” lanjutnya menunjuk beberapa bekas lebam diwajahnya. Sedetik kemudian wajah Jung Soo kembali serius “Apa yang dilakukannya di apartemenmu Hayya?”

Hayya terdiam sejenak, ia melirik Heechul.

“Tenang Hayya, aku mengetahui hal yang sebenarnya diantara kalian.” Jelas Heechul “Jadi, tolong ceritakan apa yang terjadi.” Pintanya lembut.

Hayya mengangguk. “Kyu- Kyuhyun mendatangiku, ia marah-marah seperti pecandu narkoba yang gagal mendapatkan narkoba.” Senyuman yang sarat kesedihan terpampang jelas di wajahnya. “Ia menanyakan padaku soal kepindahanku ke Australia.” Meneguk salivanya susah-susah, Hayya melajutkan kembali ceritanya. “Juga soal janin ini dan Jung Soo oppa.”

Hayya menatap Jung Soo lekat-lekat. “Dia juga tetap menuduhku kalau janin ini adalah anakmu oppa.” Setetes airmata turun dari mata obsidian miliknya. “Aku benar-benar lelah oppa. Aku lelah dengan semua tuduhannya, aku lelah dengan segala sikapnya. Aku sudah mengabulkan permintaannya meskipun itu menyakitiku dan anakku. Tapi tak bisakah ia biarkan aku tenang barang sebentar saja?” Hayya mengelap airmatanya sembarangan.

“Bahkan ia kembali mengulang kata yang sama saat ia memintaku menyetujui surat gugatan cerai itu.” Hayya menarik nafasnya perlahan. “Siapapun ayahnya, jika bayi ini lahir katakan bahwa appa-nya telah mati.”

Tak ada lima detik, setelah mendengar itu Jung Soo segera melesat keluar, meninggalkan Hayya yang sedang menangis dengan Kim Heechul dan Cho Ahra yang diam-diam berdiri didekat pintu, mendengar apa yang diceritakan Hayya. Jung Soo mempercayai Kim Heechul dan Cho Ahra.

 

.

.

.

 

Suara bel yang terus-terusan berbunyi sangat menganggu tidur seorang Cho Kyuhyun. Dilihatnya melalui intercom siapakah tamu kurang ajar yang mengganggunya. Ketika mendapati wajah Park Jung Soo disana Cho Kyuhyun kembali meradang mengingat apa yang dikatakan Hayya beberapa waktu lalu.

“Jangan kau limpahkan semua perasaan bersalahmu padaku dan bayiku! Dan jangan mengganggu Jung Soo oppa!”

“Brengsek! Apa maumu Park Jung Soo!?” Teriak Kyuhyun sebelum membuka pintu apartmentnya.

Begitu pintu terbuka, Kyuhyun dikejutkan oleh sebuah tendangan Jung Soo yang mendarat di perutnya.

“Kau sangat keterlaluan Cho Kyuhyun-ssi.” Geram Jung Soo. “Aku yakin, kau sangat tau hubungan seperti apa yang aku dan Hayya jalani. Kami bersahabat. Tak sedikitpun terlintas dibenak kami untuk saling mencintai layaknya pasangan. Tapi, kau! Kau dan pikiran picikmu itu yang sudah menjudge kami seperti itu!” Jung Soo menatap tajam Kyuhyun.

“Aku mohon padamu jangan temui Hayya lagi! Sudah cukup kau menyakitinya! Sudah cukup kau membuatnya hampir kehilangan bayinya!” Kilat amarah tergambar jelas di mata Jung Soo. “Lepaskan dia. Kau tak perlu melindunginya lagi. Karena kali ini aku akan berusaha sekuat mungkin untuk melindunginya. Aku akan melindunginya dari iblis macam dirimu Cho Kyuhyun.” Desis Jung Soo.

Jung Soo membalikkan badannya kemudian menoleh kearah Kyuhyun. “Bukankah kau yang bilang pada Hayya untuk mengatakan pada bayi yang akan lahir itu bahwa ayahnya telah mati? Karena itu, biarkan bayi itu mengetahui bahwa ayahnya telah mati, seperti permintaan ayahnya. Dan aku yang akan memastikannya sendiri. Aku yang akan memastikan agar Hayya mengatakan itu pada bayi kalian. Ah- bukan, bukan bayi kalian karena appa bayi itu sudah mati, begitukan Kyuhyun-ssi, jadi bayi itu hanya bayi Hayya seorang, benarkan?” ujar Jung Soo sebelum benar-benar meninggalkan Kyuhyun.

 

***

 

30 September 2013.

Yoon Seo Eun’s Apartment, Seoul.

 

Seo Eun berbaring pasrah di ranjangnya sendiri. Park Yoochun baru saja menemuinya. Pria itu memintanya untuk kembali. Pria itu -pria yang dikira Seo Eun sudah menjadi ‘mantan suami’ tiba-tiba datang mengatakan bahwa gugatan cerai pernikahan mereka yang dulu tidak diproses oleh pengadilan -ah lebih tepatnya, dibatalkan oleh Park Yoochun sendiri.

Tapi bagaimana bisa Park Yoochun tidak memberitaukan hal penting itu pada Seo Eun?

 

“Aku tau kau kecewa padaku saat itu, oleh karena itu sebagai cara penebusan dosaku padamu aku membiarkanmu pergi tanpa memberitaukan padamu bahwa aku telah membatalkan gugatan perceraian kita. Tapi setelah kau pergi, aku sadar bahwa membiarkanmu pergi adalah tindakan terbodoh yang pernah kulakukan. Dan setelah dua tahun lebih aku mencarimu, akhirnya aku menemukanmu. Meskipun kau telah-” Yoochun terdiam sesaat “Meskipun kau telah bersama dengan pria itu. Pria yang sudah beristri itu.” Lanjutnya.

Seo Eun terdiam. Ia menyadari maksud Yoochun. “Dia akan menceraikan istrinya untukku, oppa.”

“Seo Eun-ah, kumohon. Jangan jadikan dirimu menjadi jahat lebih dari ini. Pria itu dan istrinya, mereka akan memiliki anak.” Yoochun menggenggam tangan Seo Eun erat.

Seo Eun menatap Yoochun tajam.

“Itu bukan anaknya!”

“Itu anaknya Seo Eun-ah. Tapi dia tak mau mengakuinya.”

“Itu bukan urusanku oppa! Dan bukan urusanmu!” Bentak Seo Eun.

“Apa kau tega membiarkan anaknya hidup tanpa ayahnya? Apa kau tega membiarkan bayi tak bersalah itu tak diakui oleh ayahnya? Apa kau tega melakukan hal yang dilakukan oleh mendiang ayahmu padamu dulu?” Yoochun bertanya penuh kelembutan, berharap Seo Eun akan mengerti. Hanya itu satu-satunya cara.

Seo Eun tersentak mendengar pertanyaan Yoochun.

“Pergilah oppa” pinta Seo Eun. Airmatanya meleleh begitu saja saat mengingat rasa sakit yang pernah ia rasakan ketika ayah kandungnya tak mengakui dirinya.

Yoochun mengelus pipi Seo Eun penuh kasih sayang kemudian bergerak untuk mencium kening dan pipi wanita yang dicintainya itu.

“Aku tau kau wanita yang luarbiasa, aku tau kau wanita yang baik. Maaf membuatmu merasakan sakit itu lagi” Yoochun menatap Seo Eun lembut “Aku masih mencintaimu. Kembalilah padaku Seo Eun. Kita jalani kembali hidup kita dan biarkan pria itu menjalankan hidupnya bersama istri dan anaknya. Jangan biarkan anak itu merasakan apa yang kau rasakan.” Lanjut Yoochun sebelum mendaratkan sebuah ciuman manis di bibir Seo Eun.

Yoochun mengelus pipi Seo Eun lembut. “Aku pergi dulu, pikirkanlah permohonanku, pikirkan pembicaraan kita saat ini.” Yoochun berjalan ke arah pintu “Aku menunggumu sayang.” Lanjutnya sebelum pergi dari apartemen Seo Eun.

 

Seo Eun bangkit dari duduknya, ia bergegas mengambil jaket, dompet, ponsel, tas, dan kunci mobilnya. Ia harus segera menemui Kyuhyun. Harus!

.

.

.

 

At the Same Day.

Cho Kyuhyun’s Apartment.

 

Seo Eun memasuki apartment Kyuhyun tanpa perlu bersusah payah menunggu sang empunya membukakan pintu untuknya. Ya, Seo Eun memang mengetahui kode apartment pria yang selama beberapa tahun ini menjalin hubungan dengannya.

Seo Eun menyadari ada sesuatu yang ganjil di apartment Kyuhyun. Foto-foto pernikahan antara Kyuhyun dan Han Hayya terpajang sempurna. Padahal selama -kurang lebih satu setengah tahun ini, Kyuhyun hanya memajang foto-foto pemandangan yang disukai Seo Eun. Lalu pandangan Seo Eun beralih pada satu foto hitam putih yang diletakkan diatas meja. Foto itu nyatanya mampu membuat kening Seo Eun mengkerut, karena itu adalah foto USG. Foto janin milik seseorang.

Seo Eun memegang foto tersebut. Tanpa menyadari ada satu sosok yang tengah duduk dilantai -menyender pada sofa.

“Anakku kah?” Rancau sosok itu.

Seo Eun terperanjat saat menyadari ada seseorang yang sedang duduk dilantai -disampingnya.

“Kyuhyun?”

Kyuhyun menoleh pada Seo Eun, tangannya bergerak mengambil foto USG itu. Ia menatapnya sendu. “Ini, apa ini anakku? Benarkah anakku?”

“Apa dia anakmu?” Tanya Seo Eun pelan. Matanya terarah pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendongak, menatap Seo Eun dalam diamnya.

“Apa Hayya-ssi tidak memberitaukannya padamu?”

Kyuhyun menunduk “D-Dia bukan tipe wanita yang akan membiarkan pria lain menyentuhnya, hanya suaminya.” Kyuhyun mengusap foto itu penuh kasih sayang “Hayya akan melahirkan sekarang-” menghela nafasnya panjang “Noona, Heechul hyung, dan si sialan Jung Soo itu memberitauku. Hayya akan melahirkan lebih cepat dari perkiraan.”

Seo Eun diam. Ia hanya memandangi Kyuhyun. Saat ini, ia sadar akan satu hal. Keputusan yang harus ia ambil. Ia tak ingin bayi tak berdosa itu merasakan apa yang pernah ia rasakan.

“Lalu kenapa sekarang kau ada disini Kyu?”

“Aku tak bisa kesana.” jawab Kyuhyun lirih “Aku tak mampu membawa diriku kehadapannya.”

Seo Eun menekan kuat-kuat rasa sakit yang tiba-tiba menjalar ditubuhnya “Kenapa?”

Belum Seo Eun mendengar jawaban Kyuhyun, Seo Eun dikejutkan dengan terjatuhnya tubuh Kyuhyun kelantai. “KYU!!!”

Sepersekian detik berikutnya, Seo Eun mendengar lirihan Kyuhyun “Aku mencintainya dan aku melukainya.”

 

***

 

30 Oktober 2013.

Cho Enterprise Building, Seoul

 

Kyuhyun mengusap dagunya, ia terus-terusan menatap sofa didepannya. Sepuluh menit yang lalu Yoon Seo Eun duduk disana, berbicara dengannya, menjelaskan tentang apa yang harus dilakukannya dan meminta maaf.

 

“Oppa, aku akan bersama dengan Yoochun oppa. Maafkan aku. Maafkan keegoisanku selama ini. Kembalilah pada Hayya-ssi, istrimu.”

“Oppa, akan kujelaskan padamu. Ada yang berubah dari dirimu. Kehangatanmu yang membuatku jatuh cinta telah hilang.” Seo Eun tersenyum “Aku yakin kau tau apa yang menjadi penyebabnya oppa.” Seo Eun membelai wajah Kyuhyun “Dia istrimu, Han Hayya-ssi, jadi kembalilah padanya oppa. Dan tolong sampaikan maafku padanya. Maaf telah merusak rumah tangganya denganmu.”

Kyuhyun menatap Seo Eun tajam “Apa maksudmu Seo?”

“Oppa tau maksudku. Kembalilah pada Hayya-ssi. Oppa membutuhkannya. Anak kalian membutuhkanmu.” Seo Eun tersenyum “Aku pergi oppa. Semoga oppa dan Hayya-ssi bahagia.”

 

Kyuhyun menatap sendu sofa didepannya. Bagaimana aku bisa kembali padanya? Bahkan aku telah menyakitinya terlalu dalam. Setidaknya kau memberitauku bagaimana caranya Yoon Seo Eun!

“Lee Hyukjae!!” teriak Kyuhyun.

Tak butuh waktu lama Hyukjae sudah berdiri di depan Kyuhyun. Kyuhyun menatap Hyukjae. “Suruh orang untuk membawa Yoon Seo Eun, sekarang!”

 

***

 

30 September 2013.

Seoul Hospital, Seoul.

 

Hayya kembali menjadi pasien rumah sakit. Bukan, kali ini ia tidak pingsan. Tapi, ia akan melahirkan bayinya lebih cepat dari perkiraan. Kelahiran yang lebih cepat dan sangat mendadak ini membuat Jung Soo cukup kelabakan. Tetapi, beruntung ia dibantu oleh Kim Heechul, Cho Ahra, dan Kim Jong Woon.

Hampir 12 jam waktu yang dibutuhkan Hayya untuk bisa melahirkan anaknya. Di 12 jam itu Hayya berharap akan kedatangan Kyuhyun disisinya. Tapi, nyatanya Hayya harus menelan pahit-pahit harapannya karena hingga setelah proses melahirkan yang penuh perjuangan itu, Kyuhyun tak kunjung datang. Bukannya tak ada yang mengabari Kyuhyun. Ahra, Heechul bahkan Jung Soo sudah memberitaukan perihal Hayya yang akan melahirkan ke Kyuhyun, tapi nyatanya lagi-lagi pria itu memilih keputusan yang sangat bodoh.

Ketika Hayya tersadar dari tidurnya seusai melahirkan. Sebuah perintah muncul di benaknya. Jangan mengharapkan apapun lagi darinya.

Dan beberapa jam setelah proses kelahiran putra pertama Hayya, Jung Soo, Heechul dan Ahra melakukan tes DNA pada bayi yang masih merah itu tanpa sepengetahuan Hayya

 

***

 

17 Desember 2013

Cho Enterprise Building, Seoul

 

Siang itu Jung Soo mendatangi Kyuhyun tak peduli apa yang akan dikatakan Hayya jika ia mengetahuinya. Setidaknya bagi Jung Soo ini adalah kewajibannya untuk menyampaikan surat hasil tes DNA ini pada Kyuhyun. Akan tetapi, ketika sampai di gedung milik Cho itu, Jung Soo hanya mendapati sekertaris Kyuhyun yang menyambutnya.

“Sajangnim saat ini sedang berada di Busan, Tuan Park Jung Soo.”

Jung Soo melihat ke mata pria dengan gummy smile itu, tak ada kebohongan disana. Kyuhyun memang sedang tak ada di tempatnya saat ini.

“Kalau begitu aku hanya akan menitipkan ini padanya. Dan katakan padanya, Hayya beserta Hakyung tak lama lagi akan berangkat ke Australia. Jika ia masih ingin menyelamatkan pernikahannya, segera temui Hayya dan Hakyung. Tolong sampaikan pada si brengsek itu.” Jelas Jung Soo yang diikuti oleh anggukan mantap oleh Hyukjae.

Belum jauh Jung Soo melangkah, ia kembali menoleh ke arah Hyukjae “Dan katakan, jika ia masih bersikeras dengan permintaannya yang lalu, maka aku yang akan memastikan permintaannya terlaksana.” Lanjut Jung Soo penuh keyakinan.

 

***

 

18 Desember 2013

Sementara itu disalah satu rumah sakit di kawasan Busan, Cho Kyuhyun sedang menggeram menahan amarahnya. Baru saja dua hari yang lalu ia mendapat kabar anak buahnya menemukan keberadaan Yoon Seo Eun dan Park Yoochun, dan karena kabar itu pula, sehari setelahnya, pagi-pagi buta ia segera pergi ke Busan. Tapi, nyatanya Kyuhyun dihadapkan pada satu kenyataan lain. Yoon Seo Eun dan Park Yoochun mengalami kecelakaan.

Kyuhyun memejamkan matanya.

“Sajangnim, nona Yoon Seo Eun dan tuan Park Yoochun mengalami kecelakaan kemarin malam.”

Kyuhyun kembali membuka matanya dan menatap dua jasad yang kini terbujur kaku di dalam sebuah ruangan. Jasad Yoon Seo Eun dan Park Yoochun.

“Maafkan kami Tuan Cho, kami tak bisa menyelamatkan kedua pasien.”

“Bagaimana bisa kau pergi tanpa memberitauku bagaimana cara untuk kembali pada Hayya?” gumam Kyuhyun.

 

***

 

21 Desember 2013

Cho Enterprise Building, Seoul

 

“Bukankah kau mengatakan kalau kau bahagia dengan keputusanmu ini Cho Kyuhyun-ssi? Kalau begitu selamat berbahagia.”

“Terima kasih atas kebaikanmu selama ini Cho Kyuhyun-ssi.”

“Jangan khawatir Kyuhyun-ssi, anakku takkan pernah kekurangan kasih sayang, meski appanya telah mati.”

 

Kata-kata yang terlontar dari mulut Han Hayya kemarin terus membayangi Kyuhyun. Pria berkulit putih pucat itu terus menerus menekuk wajah tampannya. Sebuah kenyataan menamparnya keras. Istrinya -ah mantan istrinya telah pergi meninggalkan Seoul dengan pria lain. Pria itu adalah sahabat istrinya yang sekaligus pernah menjadi sahabatnya. Mereka pergi membawa sekalian putranya. Buah cinta dirinya dan sang mantan istri. Buah cinta yang sempat tak ia akui karena kebodohannya dan kemarahannya yang tak berdasar. Ya, saat ini pria itu sedang menyesal, ia menyesali segala kebodohan yang ia lakukan.

Baiklah, biarkan saja pria yang bernama Cho Kyuhyun itu melamuni dan menyesali segala kebodohannya. Tapi sekarang mari kita beralih pada pria tampan lainnya yang duduk tepat didepan kursi besar Cho Kyuhyun karena -sungguh- pada dasarnya pria didepannya ini sangatlah tampan -sekaligus cantik.

“Lihatlah kelakuan bodohmu itu Cho Kyuhyun!” Kim Heechul -pria tampan dan cantik- ini berbicara dengan nada rendah tapi sarat akan nada merendahkan.

Cho Kyuhyun tersentak dalam lamunannya. Ia merasa kaget dengan suara lain yang ada didepannya. Seingatnya tadi tak ada siapapun selain dirinya didalam ruangannya ini.

“Jangan kaget seperti itu” ucap Heechul “Aku masuk melalui pintu disana” jelasnya menunjuk sebuah pintu besar berwarna coklat “Bukan melalui pintu doraemon” lanjutnya sambil memainkan ponselnya, oh jangan lupakan senyum mengejeknya yang terlihat menawan.

Kyuhyun memiringkan kepalanya. Baiklah anggap saja Kyuhyun kehilangan kejeniusannya saat ini. “Sejak kapan kau disitu hyung?”

“Sejak zaman unta berubah menjadi zaman Toyota.”jawabnya enteng. (Sori agak nyebut merk – Q-Ai)

Kyuhyun menghembuskan napasnya lelah. “Untuk apa kau kesini hyung?”

“Untuk melihat seberapa kacaunya dirimu Cho Kyuhyun” sebuah senyuman licik terbit di sudut bibir Heechul. “Kudengar wanita itu dan suaminya kecelakaan?”

Kyuhyun terdiam, menatap tajam Heechul lalu menghela nafasnya berat. “Ya, mereka kecelakaan.”

“Lalu bagaimana kondisi mereka?”

“Bukankah kau tau kelanjutannya?”

Heechul menyeringai. “Jadi kapan mereka dimakamkan? Di pusat pemakaman Seoul?”

“Ya. Pihak keluarga keduanya akan memakamkan mereka hari ini.”

“Jadi, dihari yang sama dua wanita meninggalkanmu eoh?” Heechul tersenyum bangga “Keren!!!” Teriaknya kemudian.

“Yak! Hyung!”

Heechul berdiri sambil tertawa puas, ia berjalan mendekati pintu lalu membukanya “Kau memang luarbiasa Kyu!” Heechul masih menghadap keluar ruangan kemudian berbalik menatap tajam Kyuhyun “Semua karena kebodohanmu yang tak tertolong itu, karena itu nikmati saja semua ini Kyu!” Setelah mengucapkan kalimat terakhir yang melebihi tajamnya silet, Heechul keluar dari ruangan besar CEO Cho Enterprise sambil membanting keras pintu coklat itu, menyisakan Cho Kyuhyun yang lagi-lagi termangu dan terdiam.

Akan tetapi belum satu detik berlalu pintu kembali terbuka lebar dengan Heechul yang bersandar pada tiang pintu “Ah, ada satu hal lagi. Mereka sudah sampai di Sydney Kyu” Lalu setelahnya pintu kembali tertutup dan Kyuhyun benar-benar sendirian didalam ruangannya.

 

***

 

Sydney, Australia.

22 Desember 2013

 

Hayya sibuk menimang putra satu-satunya. Han Hakyung nama yang diambil dari nama Hayya, Kyuhyun, dan Jung Soo. Lagi-lagi Hayya tersenyum melihat putranya yang tertawa, ia seperti melupakan lukanya, kesedihannya, dan kesakitannya. Ya, bagi Han Hayya cukup Hakyung yang ia miliki. Ia akan berusaha demi Hakyungnya. Karena Hayya begitu mencintai putra semata wayangnya.

“Kau begitu mirip appamu…” Hayya tersenyum agak miris “tapi eomma tidak akan membencimu sayang, eomma mencintaimu.” lanjut Hayya dibarengi setetes airmata yang meluncur indah di kedua pipi tirusnya lalu ia mengecupi wajah anaknya.

“Oeek…ooekk…ooekk…”

“Sstt… Jangan menangis sayang… Jangan menangis… Tenanglah sayang, eomma ada disini… Eomma takkan meninggalkanmu seperti-” Nafas Hayya tercekat diudara “Seperti appamu yang sudah mati nak.” ucap Hayya kemudian. Hatinya begitu terluka sebenarnya, tapi ia harus mengatakannya dan kelak ketika anaknya sudah lebih besar, ia tetap harus mengatakan hal yang sama bahwa appa dari anaknya telah mati. Cho Kyuhyun telah mati dari hatinya dan hati anaknya.

Park Jung Soo yang berdiri disamping kanan Hayya hanya bisa memandangi wanita yang belum lama ini menjadi seorang ibu beserta anaknya, Hakyung.

“Oppa, apa ponselku sudah ditemukan?” Tanya Hayya tiba-tiba. Matanya tak lepas dari Hakyung.

Jung Soo menatap Hayya sambil menggeleng. Hayya tersenyum miris. Sedangkan Jungsoo mengeratkan pegangan tangannya pada sebuah benda persegi yang berada disaku celananya, benda yang diyakini sebagai ponsel Hayya yang hilang beberapa waktu yang lalu.

“Kurasa sudah waktunya kau membeli ponsel baru Hay” jelas Jung Soo berusaha menormalkan raut wajahnya.

Hayya terlihat berpikir sejenak. “Baiklah, kurasa kau harus membelikanku ponsel yang baru.” Jawabnya sedikit menyunggingkan senyum “Biarlah ponsel lama itu hilang, toh kenangan yang berharga itu tidak ada di ponsel itu.” jelas Hayya menerawang, ia menatap Jung Soo lekat-lekat “Kenangan berharga itu ada di hatiku dan… di sini.” lanjutnya sambil menatap Hakyung.

Jung Soo memejamkan matanya sesaat, mengontrol perasaannya sendiri “Ya, kau benar Hayya.”

Sementara itu, dibumi Seoul seorang pria berkulit pucat menatap dua gundukan tanah yang ada didepannya. Wajahnya terlihat tenang, seperti tak ada beban. Meskipun dalam hatinya ia berteriak memanggil nama seseorang yang kini tengah tertidur di dalam gundukan tanah itu. Tidak! Bukan seperti apa yang kalian pikirkan. Apa yang hati pria lakukan itu bukan berteriak memanggil namanya karena kesedihan atau kerinduan, tapi ia berteriak memanggil nama wanita itu untuk memakinya. Memaki wanita yang sekarang sudah tidur dengan damainya.

Wanita yang pernah mengisi hari-harinya, wanita yang -katanya- pernah mencintainya, wanita yang membutakan hatinya, wanita yang membuatnya harus melepaskan cinta sejatinya. Wanita itu Yoon Seo Eun.

Tatapan Cho Kyuhyun beralih pada sebuah makam yang ada disebelah gundukan tanah itu. Wajahnya yang sudah merah itu semakin memerah, menahan amarah, kebencian, dan kekesalan yang sepertinya telah mendarah daging. Rahangnya yang tegas mengeras, tangannya mengepal kuat. Cho Kyuhyun membaca nama yang tertera di nisan itu. Park Yoochun.

Otaknya kembali memutar kilasan memori pada saat itu.

 

“Aku? Aku Park Yoochun suami Yoon Seo Eun.”

“Aku tak berbohong. Kami memang belum bercerai. Selama ini ia masih berstatus sebagai istriku.”

“Kau! Seharusnya kau urus dan perhatikan istrimu yang tengah mengandung Cho Kyuhyun!”

“Kau gila! Kau menceraikan istrimu demi Seo Eun?! Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun?!!”

“Oppa, aku mencintai suamiku. Tapi aku juga mencintaimu dan tak ingin melepasmu. Apa yang harus kulakukan?”

“Oppa, aku akan bersama dengan Yoochun oppa. Maafkan aku. Maafkan keegoisanku selama ini. Kembalilah pada Hayya-ssi, istrimu.”

“Dia istrimu, Han Hayya-ssi, jadi kembalilah padanya oppa. Dan tolong sampaikan maafku padanya. Maaf telah merusak rumah tangganya denganmu.”

“Kau sangat keterlaluan Cho Kyuhyun-ssi.”

Aku yakin, kau sangat tau hubungan seperti apa yang aku dan Hayya jalani. Kami bersahabat. Tak sedikitpun terlintas dibenak kami untuk saling mencintai layaknya pasangan. Tapi, kau! Kau dan pikiran picikmu itu yang sudah menjudge kami seperti itu! Kau dan wanita iblis itu!”

“Jangan temui Hayya lagi! Sudah cukup kau menyakitinya!”

“Kali ini aku akan berusaha sekuat mungkin untuk melindunginya. Aku akan melindunginya dari iblis macam dirimu Cho Kyuhyun.”

“Pada saat ia akan melahirkan, bukankah kau yang bilang pada Hayya untuk mengatakan pada bayi yang akan lahir itu bahwa ayahnya telah mati?. Karena itu, biarkan bayi itu mengetahui bahwa ayahnya telah mati, seperti permintaan ayahnya. Dan aku yang akan memastikannya sendirii. Aku yang akan memastikan agar Hayya mengatakan itu pada bayi kalian. Ah- bukan, bukan bayi kalian karena appa bayi itu sudah mati, begitukan Kyuhyun-ssi, jadi bayi itu hanya bayi Hayya seorang, benarkan?”

“Sajangnim, nona Yoon Seo Eun dan tuan Park Yoochun mengalami kecelakaan kemarin malam.”

“Maafkan kami Tuan Cho, kami tak bisa menyelamatkan kedua pasien.”

“Bukankah kau mengatakan kalau kau bahagia dengan keputusanmu ini Cho Kyuhyun-ssi? Kalau begitu selamat berbahagia.”

“Terima kasih atas kebaikanmu selama ini Cho Kyuhyun-ssi.”

“Jangan khawatir Kyuhyun-ssi, anakku takkan pernah kekurangan kasih sayang, meski appanya telah mati.”

 

Kyuhyun memejamkan matanya, mengatur deru napasnya yang memburu. Ya, penyesalan itu terasa semakin dalam.

Setelah lama memandang kedua makam itu. Kyuhyun melangkahkan kakinya menjauhi pemakaman itu. Ditengah heningnya pemakaman, ponselnya berdering nyaring. Menampilkan sebaris nama yang mampu membuat jantungnya berdegub kencang. Han Hayya.

Kyuhyun mengangkat telepon itu segera.

“….” Terdengar helaan nafas pria disebrang sana.

Kyuhyun masih terdiam ditempatnya, tanpa bicara dan hanya mendengarkan telepon itu “….”

Lambat laun terdengar suara bayi yang tengah menangis “Sstt… Jangan menangis sayang… Jangan menangis… Tenanglah sayang, eomma ada disini… Eomma takkan meninggalkanmu seperti- Seperti appamu yang sudah mati nak” ucap Hayya yang membuat Kyuhyun menegang ditempatnya.

Tuut Tuut Tuut

Kata-kata itu. Kata-kata yang dulu Kyuhyun ucapkan dengan santainya, kata-kata yang ia yakini takkan disesalinya. Kata-kata yang meluncur dari mulut berbisanya kini seakan-akan menelannya hidup-hidup. Hatinya hancur. Penyesalan menggerogotinya.

 

Appamu sudah mati.

Appamu sudah mati.

Appamu sudah mati.

 

Kyuhyun masih terdiam ditempatnya. Pikirannya bercabang. Degub jantungnya masih tak beraturan, dan semakin tak beraturan tatkala ia mengingat suara tangisan balita dalam telepon itu dan mengingat kata-kata yang diucapkan oleh wanita yang telah ia sakiti.

Anakku. Maafkan appa. Maafkan kebodohan appa.

 

END

 

 

 

4 Comments (+add yours?)

  1. sitidiah13
    Mar 06, 2016 @ 16:19:47

    daebak,sumpah bagus banget dan disini kyuhyun brengsek banget masa gak ngakuin anaknya sendiri dan malah nuduh istrinya selingkuh padahal dia sendiri yang selingkuh,kyuhyun nyebelin banget tapi ngomong2 ada sekuel nya gak thor?kasih sekuel aja biar pada tau kelanjutan nya kayak gimana oke.
    sekali lagi neomu daebak

    Reply

  2. Fafairfa
    Mar 07, 2016 @ 22:21:23

    Luaar biasaaa

    Baru kali ini aku seneng kyuhyun tersakiti dan menyesal..rasanya pengen ada sequel yg menampilkan betapa kyuhyun menyedihkan karna kebodohannya
    Sukaa banget laah ini ceritanya authornim~

    Tp, tanpa sequel pun udah cukup..biarkan hayya dan anaknya hidup bahagia tanpa bayang-bayang kyuhyun lgi karna belum tentu kyuhyun ga akan mengulangi kebodohannya lgi kan?

    Ditunggu karya lainnya thor ^^

    Reply

  3. De2
    Mar 13, 2016 @ 04:09:34

    Penasaran kelanjutan cerita jungsoo sama hayya. Kayaknya jungsoo mulai suka tuch😛 . Penasaran jg kelanjutan kisah kyu tanpa hayya.

    Reply

  4. meivhw88
    Mar 17, 2016 @ 14:03:57

    Keren asli, lebih keren lagi kalo ada lanjutannya hehehe semoga ada ya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: