Let go

yesungk

Let Go

Title : Let go

Author : Shikshincloud

Cast : Yesung, Yoojin (OC), Hyesoo (OC)

Rating : General

Genre : Angst, Sad Romance

Length : Oneshoot, 1.267 words

Poster : : PosterBySifixo@PosterChanel

Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka, tidak bermaksud untuk menghina atau memojokkan seseorang. Ide cerita murni dari saya, penulis. Dilarang keras menyalin cerita ini. Sebelumnya pernah di publish di http://www.shikshinclouds.wordpress.com

 

I cant smile while another woman is hurt because of me. So, I’ll let you go-

 

Yoojin masih serius mengerjakan sesuatu di depan laptopnya, ketika senior Lee memanggilnya.

“Yoojin-ah, ada klien baru. Aku sudah mengatur jadwal pemotretan untuk pre-wedding nya dan ini file konsep yang diinginkan klien. Ku harap kau bisa bekerja dengan baik” Ucap senior Lee sambil tersenyum. Yoojin memang fotografer andalannya. Tak heran banyak job yang ia serahkan pada Yoojin. Ia punya kemampuan yang mumpuni di bidang ini.

“Baik, senior” Jawab Yoojin bersemangat. Lalu, ia kembali menatap laptopnya.

Akhir-akhir ini Yoojin memang menyibukkan diri dengan pekerjaannya sebagai fotografer. Bukan hanya karena ia sangat berdedikasi pada pekerjaannya, ada alasan lain. Ia baru saja berpisah dari kekasihnya yang sudah ia kencani selama setahun.

Yoojin sangat mencintai kekasihnya namun dua bulan lalu pria itu tiba-tiba memutuskan hubungan mereka secara sepihak.

***

Hari ini jadwal pemotretan pre-wedding klien baru, namun ia datang terlambat. Entah kenapa ia merasa agak kurang bersemangat hari ini. Lokasi yang dipilih kali ini ialah sebuah taman bunga yang sangat indah, masih di sekitar Seoul namun jauh dari apartemen Yoojin.Ia berjalan menuju lokasi pemotretan dan melewati berbagai bunga yang ada di taman itu. Ia takjub,

Wah, spot yang sangat cantik, aku juga ingin melakukan pemotretan pre-wedding ku disini nanti. Batin Yoojin

Ia tersenyum kecil dengan pikiran yang menurutnya bodoh itu. pre-wedding nya nanti? Pasangan saja ia tidak punya. Walau memang dalam hati Yoojin sangat merindukan mantan kekasihnya dan berharap pria itu kembali padanya. Namun ia sadar, tidak bisa memaksakan kehendaknya. Jika pria itu benar-benar mencintainya tidak mungkin ia memutuskan hubungan mereka.

Sesampainya di lokasi, Yoojin sedikit panik melihat 3 orang staff sudah mulai sibuk.

“Unnie maaf aku datang terlambat” Ucapnya sambil sedikit membungkukkan badan pada make up artist yang bertanggung jawab merias kliennya hari ini, Jangmi unnie biasa ia memanggilnya.

“sudahlah, cepat bergegas. Calon pengantin pria sudah selesai ku rias mungkin ia sedang mengganti pakaiannya. Sekarang aku akan merias calon pengantin wanitanya” Jelas Jangmi unnie.

“Baik” Yoojin lalu bergegas menyiapkan peralatan memotretnya.

“Yoojin?” Suara itu, suara yang berhasil membuat Yoojin berhenti melakukan pekerjaannya sekarang. Ia kenal suara itu. Yoojin menoleh ke arah suara itu berasal.

“Yesung oppa?” Yoojin merasa tidak percaya apa yang dilihat dihadapannya sekarang. “Jadi..kau calon pengantin pria nya?” Yoojin mendengus, “Daebak!”

“Maaf… Aku… ” Yesung terbata.

“Sudahlah, toh urusan kita sudah selesai”Yoojin menatap Yesung tajam “ Dan kuharap kita bisa bekerja sama secara profesional” Yoojin hendak pergi dari hadapan Yesung, namun ia menarik lengan Yoojin untuk menghentikannya. Yesung merindukannya, “Aku bisa jelaskan semua” Ucap Yesung sambil menatap Yoojin.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan, tolong lepaskan aku”

Yesung melepaskan lengan Yoojin. “Aku minta maaf”

Yoojin menatapnya tajam, ingin rasanya Yoojin berteriak menumpahkan semua keluh kesahnya selama ini di hadapan pria itu. Bagaimana rasanya ia menjalani hari tanpa pria itu dan bagaimana rasanya saat ia tahu pria yang masih ia cintai itu ternyata akan menikah dengan wanita lain. Bisa kau bayangkan bagaimana hancurnya perasaan Yoojin saat ini?

“Oppa, kau disini rupanya, sudah selesai?” Yesung menoleh, “Oh.. Hyesoo-ya, iya aku sudah selesai” Jawab Yesung.

“Oh kau fotografer nya? Tolong ambilkan gambar yang bagus untuk kami ya” Ucap gadis itu tulus.

Yoojin yang sedari tadi diam melihat mereka berdua, mulai sadar ia hanya seorang fotografer disini “Tentu saja… jangan khawatir” Jawab Yoojin sambil menatap mereka berdua sambil tersenyum. Mungkin hanya Tuhan yang tahu seberapa besar usaha Yoojin untuk menyunggingkan senyum.

“Calon pengantin harap bersiap” Ucap salah satu staff mengingatkan.

“Baiklah” Jawab Hyesoo bersemangat, “Kalau begitu mohon kerjasama nya” Ujarnya yang hanya dibalas Yoojin dengan senyuman.

Yesung hanya terdiam melihat dua gadis itu dan berlalu dengan Hyesoo.

Yoojin memegang ucapannya, ia berusaha profesional melakukan pekerjaan. Terlihat dari cara Yoojin mengarahkan gaya dan mengambil gambar. Namun, ia sengaja menghindari kontak mata dengan Yesung. Karena jika ia menatap matanya mungkin semua usahanya akan sia-sia.

Yesung, pria itu gelisah. Sejak tadi ia tidak konsentrasi dan selalu melakukan kesalahan saat pengambilan gambar. Ia selalu berusaha menatap mata Yoojin tapi gadis itu menghindarinya. Ia sadar ini salahnya. Mungkin kesalahannya memang tidak termaafkan.Ia terlalu menyakiti gadis itu.

“Oke, selesai. Sugohaesso!” Teriak Yoojin

Semua staff mulai merapikan barang-barang. Yoojin masih berkutat dengan kameranya. Sepertinya hasilnya bagus dan memuaskan. Tak lama ia terpaku, Saat melihat foto kedua pasangan itu sedang tersenyum sambil menatap satu sama lain.Rasanya seperti ada pisau yang menusuk jantungnya. Sakit.

Air matanya mengalir tanpa ia sadari. Ia menahan sesak di dada. Sesak sampai rasanya ia tidak sanggup bernafas.Namun, ia tersadar dan dengan segera ia hapus air matanya. Ia tidak boleh lemah.

***

Yoojin berdiri di balkon apartemennya sambil memandangi kota Seoul di malam hari. Ia melamunkan kisah cintanya, mengapa ia memiliki kisah cinta yang sesedih ini. Dikhianati kekasih yang ia cintai.

Menangis? Ia sudah lelah menangis sejak ia sampai di apartemen. Sebanyak apapun air mata yang ia tumpahkan belum bisa membuat sesak di dadanya hilang ataupun menyembuhkan sakit hatinya.

Ting tong

Yoojin menoleh ke arah pintu,

Siapa yang malam-malam begini datang bertamu? Pikirnya.

Dengan malas ia menghampiri pintu dan membukanya, dihadapannya saat ini adalah orang yang sangat tidak ingin ia temui, Yesung. Ya, kebiasaan buruknya belum hilang, membuka pintu tanpa mengecek interkom terlebih dulu.

“Untuk apa kau kesini? Aku lelah, sebaiknya kau pergi” Yoojin hendak menutup kembali pintu namun ditahan oleh pria dihadapannya.

“Tolong beri aku kesempatan Yoojin-ah, biar aku jelaskan semua”

“Bukankah sudah kubilang tidak ada yang perlu dijelaskan, urusan kita sudah selesai sejak kau memutuskan hubungan kita waktu itu”

“Maafkan aku Yoojin-ah, aku tahu aku sangat bersalah. Dan..aku masih mencintaimu”

Yoojin mendengus, “Masih mencintaiku? Bohong. Jika memang benar kau mencintaiku, mengapa kau mengkhianatiku? Apa itu yang kau maksud mencintaiku?”

Yesung masih menatap Yoojin memelas.

“Sebenarnya aku menikahi gadis itu hanya karena dia putri dari keluarga kaya. Aku bekerja di perusahaan ayahnya dan dia yang datang padakudengan menawarkan kemewahan. Aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu, sungguh. Maafkan aku dan mari kita memulai semua dari awal. Kembalilah padaku”

Yoojin tidak percaya apa yang barusan ia dengar. Kenyataan itu justru lebih menyakitkan. Yesung memilih kemewahan daripada hidup sederhana bersamanya. Dan sekarang ia mengajaknya kembali? Berselingkuh?

Ia tidak habis pikir. Kemana Yesung oppa nya yang dulu?

Yesung yang sederhana, baik hati, dan pekerja keras. Itulah Yesung yang ia cintai bukan pria yang di hadapannya saat ini.

“Teganya kau oppa!” Yoojin berteriak di hadapan Yesung.

“Kau pikir setelah kau beritahu alasanmu itu aku akan luluh dan kembali padamu? Apa barusan kau mengajakku berselingkuh? Maaf tapi aku tidak mau. Aku tidak ingin berbahagia dia atas air mata wanita lain. Karena aku tahu bagaimana rasanya dikhianati.” Yoojin meluapkan isi hatinya sambil menangis hebat.

“Lagipula, kau bukan Yesung-ku yang dulu. Sekarang sebaiknya kau pergi” Ujar Yoojin sambil membalikkan badannya, ia muak.

Yesung memeluknya dari belakang.

“Maafkan aku..”

“Lepaskan aku”

Yoojin berusaha melepaskan diri dari pelukan posesif Yesung.

“Aku minta maaf Yoojin-ah.. Aku menyesal. Mungkin saat ini kau masih belum bisa memaafkanku. Baiklah aku akan pergi.. Aku mencintaimu”

Yoojin terdiam, Yesung mengecup pipinya.

Yesung melepaskan pelukannya, Yoojin masih terdiam menahan isakan tangis. Tak lama ia dengar suara pintu tertutup. Yesung sudah pergi.

Yoojin menangis sejadinya.Ia memang masih mencintai Yesung tapi pria yang barusan memeluknya bukan pria lugunya yang dulu. Ia tidak mungkin tega kembali pada Yesung yang beberapa minggu lagi akan menikah dengan wanita lain. Ia tidak mungkin sanggup berselingkuh dan menyakiti hati wanita lain. Mengapa pria itu tega memintanya menari diatas air mata wanita lain.

Tidak, tidak akan pernah.

****

“Oppa, gambar yang ini bagus. Ah yang ini juga! Wah ternyata kita tidak salah pilih fotografer ya Oppa?” Ujar Hyesoo riang sambil memperlihatkan hasil foto pada Yesung.

“Benar, fotografernya hebat sekali”

Yesung menatap Yoojin intens tanpa sepengetahuan Hyesoo. Yoojin yang melihatnya segera memalingkan wajah.

“Terima kasih Yoojin-ssi, kau menepati janjimu. Semua hasilnya bagus” Ujar gadis itu, Hyesoo. Ia tampak sangat puas dengan hasil foto Yoojin.

“Aku senang kalian menyukainya” Ucap Yoojin sambil tersenyum menatap keduanya.

Hati Yoojin bagai disayat-sayat melihat pemandangan di hadapannya. Pria yang dicintainya duduk bermesraan dengan wanita lain. Pria yang beberapa hari lalu masih datang ke apartemennya dan membisikan kata cinta padanya kini dengan tak tahu malu mengkhianatinya namun tetap mengemis cinta padanya.

Yoojin benar-benar tak habis pikir.

Apa selama ini dia salah menilai Yesung? Pria polos nya dulu itu kini …

“Sekali lagi terima kasih Yoojin-ssi, kami sangat puas.” Suara Hyesoo menyadarkan Yoojin dari lamunannya.

Hyesoo dan Yesung bangkit dari tempat duduknya.

“Terima kasih kembali nona Hyesoo, Saya juga sangat senang anda menyukai hasilnya”

“Kalau begitu kami pergi dulu”

“Baiklah, hati-hati di jalan”

 

***

Yoojin bergegas merapikan barangnya dan bersiap pulang. Saat Yoojin keluar dari kantornya, ia melihat Yesung sedang berdiri menghadap ke arahnya. Sepertinya pria itu sengaja menunggu Yoojin pulang kerja.

Yoojin berlalu, seolah tidak melihat pria itu.

“Yoojin-ah”

Yesung memanggil dan berusaha menghampirinya, namun Yoojin mengacuhkannya. Ia menangkap lengan Yoojin namun ia menatapnya dengan kesal.

“Ada apa?”

“Kuantar kau pulang” Ucap Yesung sambil menarik Yoojin dan Yoojin tak kuasa menolak.

Suasana di dalam mobil sangat canggung. Yoojin lebih memilih memandangi jalanan dari jendela sebelahnya. Seolah-olah pemandangan jalan malam itu lebih menarik daripada pria di sebelahnya. Sedangkan Yesung menyetir dalam diam sambil sesekali mencuri pandang ke arah Yoojin. Sebenarnya ada hal yang ingin dia katakan namun tidak dalam situasi ini.

Sesampainya di apartemen, Yoojin lebih memilih masuk ke kamar mandi membersihkan diri daripada berduaan dengan Yesung. Ia muak. Mengapa Yesung masih terus menemuinya dan merayunya seperti ini. Ia juga benci dirinya sendiri yang tak bisa menolak menghindari Yesung. Jika tunangan kekasihnya itu tahu hubungan mereka, tentu gadis itu akan sangat tersakiti.

“Yoojin-ah kau sudah selesai mandi” Yesung menghampiri Yoojin yang sudah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya.

“hm” Sahut Yoojin malas.

“Maaf untuk hari ini. Aku tahu kau sangat sedih melihatku bersama Hyesoo, terlihat jelas di matamu. Maaf” Ujarnya dengan nada amat menyesal. Yoojin hanya mendengus. Seolah kata-kata Yesung barusan itu lucu dan memuakkan.

“Oh ya? Aku rasa tidak. Kau bersama tunanganmu. Kenapa aku harus sedih? Dan kuingatkan kau kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi sekarang”

“Aku menyesal, aku ingin kita memulai lagi hubungan kita, sayang”

“Cih! Kalau begitu kau lebih memilih berpisah dengannya dan kembali padaku?”

“Itu… Maaf sayang aku tidak bisa. Tapi aku juga tidak bisa berpisah denganmu. Aku sangat mencintaimu”

“Cinta? Tolong jangan katakan hal itu lagi. Memuakkan! Kau tidak mencintaiku!” Air mata Yoojin mulai mengalir. Sesak di dadanya menjadi-jadi.

“Aku mencintaimu Yoojin-ah..”

“Tidak! Kau tidak!!” Teriak Yoojin, tangisnya kini lebih keras. Yesung mendekati Yoojin berusaha menenangkannya namun Yoojin mundur berusaha memangkas jarak antara mereka. Yoojin masih menangis tersedu sampai ia terduduk lemas. Hatinya sangat sakit karena Yesung.

“Kumohon jangan dekati aku lagi, kita sudah tidak apa-apa sejak kau memutuskan hubungan kita. Apalagi sekarang kau sudah bertunangan dan akan segera menikah. Aku tidak ingin menjadi wanita yang kejam. Walaupun… Walaupun aku masih mencintaimu, tapi aku tidak akan kembali padamu. Aku sudah merelakanmu bersama gadis itu.”

“Yoojin-ah, kau benar-benar tidak mau kembali padaku?” Yesung bertanya dengan suara bergetar, Andai saja Yoojin mau menatapnya saat ini. Yoojin pasti bisa melihat air menggenang di matanya. Ia masih mencintai Yoojin namun sepertinya luka yang ia torehkan di hati Yoojin sangat dalam. Kini, ia harus berusaha meyakinkan hatinya untuk mengalah dan menerima keputusan Yoojin.

“Ya, aku tidak mau kita berhubungan lagi, kumohon pergilah”

Air mata jatuh di mata Yesung dan dengan segera ia hapus. Gadis itu masih menolak menatapnya.

“Baiklah, aku tidak akan mengganggu kehidupanmua lagi. Maafkan atas keegoisankku selama ini. Ijinkan aku memelukmu untuk yang terakhir kali”

Yoojin menatapnya dengan mata sembab, ia menganggukan kepalanya. Yesung mendekati Yoojin dan memeluk gadis yang kini terlihat sangat rapuh.

“Maafkan aku.. Aku mencintaimu. Selamat tinggal” Bisik Yesung di telinga Yoojin dan mencium pipi kanan Yoojin.

Yoojin Hanya bisa meneteskan air mata nya.

-END-

8 Comments (+add yours?)

  1. Laily Maghrifah
    Mar 09, 2016 @ 12:51:16

    yeye oppa knpa karakternya nakal gini??? Klo yoojin gk mw diajak balikan. Sama akooh aja lah. Siap nerima yeye oppa apaadaya🙂 hhaha..

    Hmm.. Dear author,,, menurut saya alurnya terlalu singkat jd rasanya ceritanya cepet bgt dan terkesan to the poin. ^^ Tp ide ceritanya keren kok🙂 semangat yaa author bikin ff dgn cast member sj yg lainnya ya.. :))

    Reply

  2. marielf13
    Mar 09, 2016 @ 18:24:58

    Author-nim! ^^
    Hehehe seruu sih ceritanya… Tapi…tapi…kok Yesung nya gitu sih? Huhu…tegaaa😦
    Hmm bagus FF nya, suka sama bahasanya yg enak banget dibaca trus mudah dimengerti, cuma kyak nya kesannya terlalu terburu2 sih alurnya.. Trus endingnya rada kurang menggigit gituu wkwkwk xD

    Reply

    • ShikshinCloud
      Mar 11, 2016 @ 22:19:11

      haha maaf ya karakter yesung nya ga banget disini, lagi kepikiran dan berimajinasi aja kalo dia karakternya gini gimana jadinya. hihi
      makasih ya say udah mau baca🙂

      Reply

  3. L
    Mar 12, 2016 @ 08:00:17

    Aku malah kebayang Sungmin daripada Yesung xD wkwkwk

    ide ceritanya bagus, tapi mungkin kurang digali lagi, makanya berasa datar aja. Aku gak nemuin klimaksnya dimana x(
    Ditambahin flashback wktu mereka masih pacaran mungkin bisa jadi keren.
    Keep writing! ^^9 ditunggu karya selanjutnya

    Reply

  4. L
    Mar 12, 2016 @ 08:04:19

    Atau mungkin kurang pukulan xD wkwkwk Yesong dihajar sama Yoojin juga bisa dimasukin, atau Yoojin yg tergoda sama tawaran Yesung. Pokoknya coba di gali lebih dalam lagi. Semangat yah!

    Ur silly reader

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: