Best Friend

kyufall3

Author : Kimmy Kimchee

Judul : Best Friend

Cast :

  • Cho KyuHyun
  • Byun Jin-Kyung
  • Shin Jimin

Gendre : Friendship

Rating : PG-13

Length : One-Shot

Catatan : FF ini emang gak ada romance dan aku yakin kalian akan bête begitu liat endingnya. Sebenarnya aku ngetiknya ngebut jadi ya gini. Thanks for reading and don’t bash. Do Not COPAS my story.

 

She look so perfect standing there

 

Dengan malas aku bangun dari ranjangku dan mencari ponselku dinakas.

 

“Shin Jimin” aku menggumamkan nama yang tertera. “yeobseyo” jawabku.

 

Yak, jangan lupa untuk nanti siang oke” aku menyerngit heran.

 

“Memang ada apa ?” tanyaku heran.

 

Kau tidak melupakannya kan ?” ia bertanya dengan nada heran.

 

“Melupakan apa ?” tanyaku.

 

hei, nanti siang kita akan jalan-jalan ke myeongdeong babo” aku menepuk keningku. Bagaimana mungkin aku melupakannya, batinku.

 

nan ara”

 

dandanlah yang cantik. Gunakan pakaian terbaikmu” aku mendengarnya terkekeh.

 

“Hei, bukankah kita hanya ke myeongdeong ? kenapa harus serapih itu ?” aku mengangkat sebelah alisku walaupun aku tahu ia tidak akan melihat.

 

kau lihat saja nanti” setelah menggantungkan ucapannya ia mematikan sambungannya. Gadis sialan.

 

-Best Friend-

 

Aku mendecak sebal. Sesekali melihat kearah jam tangan swatch milikku. Aku menopang kepalaku menggunakan tanganku, menandakan bahwa aku sedang bosan, tidak, sangat bosan.

 

“ada apa dengannya ? biasanya aku yang selalu telat” gerutuku.

 

“Jin-Kyung-ah” aku menolehkan kepalaku kearah sumber suara lalu memutar bolamataku malas.

 

“1 jam 46 menit” aku bangkit dari bangku dan aku melihat jam tanganku lalu menatapnya seraya menyilangkan tanganku didada. “Angin apa yang membawamu menjadi mrs. Late hhmm ? mrs. On time ?” tanyaku.

 

“maafkan aku, aku yakin ini yang terakhir” ia menatapku bersungguh-sungguh. Lalu aku menatapnya dan mataku terpaku pada lengan kirinya. Ia memeluk lengan seseorang. Secara otomatis aku mengadah keatas untuk melihat orang itu. Seorang namja.

 

Aku menatap Jimin meminta penjelasan.

 

“Ah, kenalkan ini Cho Kyuhyun. Sahabatku” seakan mengerti tatapanku, Jimin mengenalkannya. Aku mengulurkan tanganku.

 

“Byun Jin-Kyung” jawabku tersenyum.

 

“Cho Kyuhyun” jawabnya datar dan menerima uluranku. Aku meringis begitu mendengar nada dan melihat ekspresinya. Aku mempunyai julukan baru untuknya Mr. No Expression. Apakah bahasa inggrisku salah Ɂ lupakan !

 

“Jin-Kyung-ah kajja” ia menarikku dan memegang lengan kiriku. Kami jalan bertiga. Jimin memegang lengan kiriku sedangkan dilengan kirinya ada tangan Kyuhyun. Kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu.

 

“Jin-Kyung-ah kau pesan apa ?” Tanya Jimin padaku.

 

“samgyupal saja, bagaimana denganmu ?”tanyaku.

 

“sama denganmu saja. Bagaimana denganmu Kyuhyun-ah ?” Tanya Jimin.

 

“Seperti biasa” jawab Kyuhyun pada Jimin dan tersenyum, sangat manis. Dan saat itu aku juga mengidentifikasi Kyuhyun. Ia sangat datar padaku, entah karena tidak suka atau ia memang datar. Berbeda ketika ia melihat atau berinteraksi dengan Jimin, ia menjadi pribadi yang hangat dan murah senyum.

 

Jimin memanggil pelayan lalu menyebut pesanan kami beserta dengan minumannya. Makanan kami tiba dengan cepat. Aku memakan makananku dengan santai.

 

“Makan yang banyak Shin Jimin” aku hampir tersedak ketika Kyuhyun mengacak rambut Jimin.

 

“Yak, rambutku berantakan karenamu” sungutnya galak. Jika orang lain melihat mereka pasti terlihat seperti sepasang kekasih, tiba-tiba aku merasa sedih karena mereka berdua hanya sahabat. Tunggu sahabat ? aku kembali melihat mereka berdua. Aku menatap Kyuhyun lama, tatapannya kepada Jimin berbeda. Aku merasa ia menyukai Jimin lebih dari seorang sahabat. Entah kenapa aku merasa jika Kyuhyun mencintai Jimin.

 

“Selesai” ucap Jimin membuyar lamunanku. “Jin-Kyung-ah, makananmu masih banyak sekali” ia melirik kearah mangkokku. Dengan cepat aku memakannya. “Melamun lagi” gumamnya yang masih sempat kudengar.

 

-Best Friend-

 

Setelah acara selesai kami pulang. Saat ini kami masih berada di mobil Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah, antarkan aku ke rumah Jin-Kyungie oke” ia mengerling kepada Kyuhyun yang dibalas dengan senyum manis pria itu.

 

“Sesuai dengan keinginanmu princess” aku menahan napas. Bukan karena cemburu, karena hubungan aneh mereka. “Bolehkan aku ikut” aku menatap Kyuhyun terkejut dari belakang. Mau apa dia ? pikirku.

 

Andwae” Jawab Jimin lantang,

 

Waeyo ?” Tanya Kyuhyun heran.

 

“Ini urusan perempuan, kau boleh ikut jika kau perempuan” ucap Jimin final.

 

“Lalu kau pulang bagaimana ?” Kyuhyun masih saja berusaha.

 

“Aku akan menginap dirumahnya. Lagi pula aku sudah biasa bermalam dirumahnya”

 

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. “araseo” serahnya. “Dimana rumahnya ?” Tanya Kyuhyun pada Jimin. Hei yang punya rumah aku, seharusnya kau bertanya padaku. Aku mendecak kesal.

 

Mobil Kyuhyun terhenti diperkarangan rumahku setelah sebelumnya Jimin memberikan alamat rumahku. Jimin keluar terlebih dahulu. Ketika aku hendak keluar aku merasa seseorang mencekal tanganku. Aku menatap kearah tanganku lalu menatap Kyuhyun bingung.

 

“Tolong jaga Jimin untukku” ucapnya datar. Aku mencoba menekan emosiku.

 

“Baik, lagi pula ini bukan pertama kalinya ia bermalam dirumahku” aku memasang senyum paksaku. Ia hanya mengangguk lalu melepas tanganku. Dengan cepat aku keluar dari mobil itu yang entah sejak kapan aku merasa hawanya panas.

 

“Kenapa lama sekali, ada apa ?” Jimin menatapku curiga.

 

“Ia berkata bahwa aku harus menjagamu” aku mendengus. “Dia kira ia siapa ? ayahmu ?” sewotku. “dan kau tahu tidak, ia menatapku datar ketika meminta bantuanku. Seharusnya ia sedikit tersenyum jika meminta bantuan seseorang. Bagaimana mungkin orang itu mendapat bantuan jika ia memintanya dengan cara seperti itu” aku mengomel sendiri “aku yakin ia akan menua lebih cepat karena jarang tersenyum” dengusku kesal. Jimin hanya tertawa disebelahku.

 

“Aku tidak tahu bagaimana reaksinya jika ia mendengar semua ocehanmu itu” aku mendengus lalu membuka pintu rumahku.

 

Setelah berada diruang tamu aku segera menaruh tasku pada sofa. Rumahku kecil. hanya ada dua kamar, satu kamar mandi, ruang tamu dan dapur. Aku tinggal sendiri disini, orang tuaku berada di Mokpo. Orang tuaku termasuk konglomerat. Hanya saja ayahku menginginkan aku mandiri, jadi ia memberikanku rumah kecil untukku sendiri tanpa ada pelayan satupun. Selain fokus untuk kuliahku di Seoul aku juga kerja part time di salah satu café.

 

“kau ingin minum apa ?” tanyaku pada Jimin yang sedang duduk disofa.

 

“Seperti biasa” dengan cepat aku menuju dapur dan mengambil orange jus dan dua buah gelas lalu membawanya keruang tamu.

 

“Bagaimana menurutmu ?” Tanya Jimin padaku ketika aku duduk disofa sebrangnya. Aku menyerngit heran.

 

“Bagaimana apanya ?” tanyaku heran.

 

“Cho Kyuhyun” jawabnya.

 

“Datar, tidak berekspresi, dingin dan cuek” jawabku datar. Jimin tertawa. “bagaimana dengan perasaanmu ?” tanyaku.

 

“tentang apa ?”

 

“Lee HyukJae” jawabku. Ia tersenyum miris.

 

“Aku sudah bisa melupakannya. Karena kau dan Kyuhyun. Terima kasih” aku tersenyum lalu menghampirinya dan memeluknya.

 

“itu gunanya sahabat” aku mengelus punggungnya. “Berjanjilah padaku tidak akan menangisi orang brengsek itu” Jimin mengangguk. Ngomong-ngomong tentang Lee HyukJae, ia adalah mantan Jimin. Mereka putus karena HyukJae ketahuan selingkuh dibelakangnya bersama sekertarisnya yang aku akui seksi itu. Umur kami terpaut empat tahun.

 

“Ia sedang membutuhkan seseorang” ucap Jimin.

 

“Lee HyukJae ?” tanyaku.

 

“Cho Kyuhyun” aku melepas pelukanku lalu menatapnya heran.

 

“Apa maksudmu ?” aku duduk disampingnya

 

“Cho Kyuhyun sedang membutuhkan seorang pendamping” jawab Jimin.

 

“Dia masih single ? tentu saja, siapa yang ingin mempunyai kekasih sepertinya” aku menganggukkan kepalaku seakan setuju dengan ucapanku.

 

Bugh. Jimin memukulku.

 

“Apa yang kau lakukan” kesalku.

 

“Lalu bagaimana denganmu ? sampai umurmu 23 kau masih sendiri”

 

“aku tidak tertarik dengan pacaran” sahutku malas.

 

“Kau seharusnya mencari kekasih”

 

“akan kucari nanti”

 

“aku ingin kau” aku menatapnya bingung.

 

“Apa ?” tanyaku

 

“menjadi pendamping Kyuhyun” aku membelalakkan mataku. Menjadi kekasih namja itu ? siapa yang mau ? (author wkwk)

 

“Tidak, terima kasih atas tawarannya” jawabku acuh.

 

“kumohon” ia mengeluarkan aegyo andalannya.

 

“Tidak Jimin” jawabku tegas.

 

“Aku tidak akan memaksamu. Kalian berdua bisa kencan dulu kalau mau” aku mendengus. “Kau harus kencan dengannya atau PSPmu tidak akan kembali” tiba-tiba saja pasokan udara disekelilinglu menghilang. Yang benar saja.

 

“Shin Jimin” ucapku tegas.

 

“Byun Jin-Kyung” ucapnya yang tidak kalah tegas. Aku menghela napas.

 

“Baiklah” pasrahku.

 

“Besok kau akan pergi dengannya. Jam 9 pagi Kyuhyun akan menjemputmu. Jangan lupa untuk menggunakan pakaian terbaikmu” ia mengerling padaku.

 

“Kau akan ikutkan ?” tanyaku.

 

“Hei, ini kencan kalian berdua. Untuk apa aku ikut ?”

 

“Maksudmu aku akan pergi berdua dengannya ?” aku mengguncangkan bahunya.

 

“Tentu saja”

 

“Kau ingin aku pergi sendiri dengan patung berjalan itu ?” Jimin terkekeh.

 

“Nikmati saja” Baiklah, besok akan menjadi hari yang berat untukku.

 

-Best Friend-

 

Aku menunggu Kyuhyun didepan rumahku. Aku mengambil ponselku dari tas lalu membuka pesan-pesanku di K-Chat lalu tertawa karena kekonyolan teman SMAku. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan rumahku. Aku yakin kalau itu adalah Kyuhyun. Jadi tanpa ragu aku masuk kedalamnya. Kami saling membisu selama perjalanan. Tidak ada yang berniat membuka percakapan. Tentu saja, jika aku membuka ia pasti akan membuatku emosi.

 

“Kita akan kemana ?” tanyanya membuyar lamunanku.

 

“Bioskop saja” jawabku dan Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju bioskop didaerah Itaewon.

 

-Best Friend-

 

“Kau ingin menonton film apa ?” tanyaku pada Kyuhyun.

 

“Terserah kau” sahutnya datar. Aku mendengus.

 

“Baiklah aku akan memilih Barbie the movie” sahutku asal. Kyuhyun menatap kearahku dengan terkejut.

 

“Barbie the movie dua tiket” ucapku kepada teller bioskop ini. Sedangkan Kyuhyun masih menatapku terkejut. Biarkan saja, bukankah tadi ia bilang terserah padaku ?

 

“Baik, dua tiket Barbie the movie dan silahkan pilih tempat duduk anda” aku melihat kearah seat plan dan aku akui, film ini cukup laku karena terlihat dari tempat duduk yang terisi semua. Aku memilih dua tempat duduk yang terpisah.

 

Setelah membeli tiket aku dan Kyuhyun membeli snack untuk di studio. Setelah kami membeli snack dan minuman pengumuman bahwa film yang kami pilih –lebih tepatnya aku- segera dimulai. Jadi kami bergegas menuju studio yang diperintahkan. Dan aku melirik Kyuhyun. Ia seperti menyeret kakinya.

 

Ketika kami distudio, yang aku lihat hanyalah anak perempuan dengan ibunya. Aku terkikik melihat Kyuhyun hanyalah satu-satunya pria dewasa disini. Aku mulai mencari tempat dudukku dan Kyuhyun. Setelah menemukannya aku duduk ditempat dudukku. Aku menoleh kesamping dan melihat Kyuhyun menatapku bingung karena tempat duduk disampingku telah terisi seseorang. Seakan mengerti arti tatapnya aku memberinya intruksi agar melihat tiketnya dan ia menurutiku.

 

Kursi kami hanya terpaut tiga bangku. Ia berada empat bangku dikananku. Film dimulai dan aku menikmati filmnya. Ketika semua orang tertawa distudio ini karena film ini aku tertawa seraya melihat Kyuhyun. Ia menopangkan kepalanya dengan tangan kanannya, kelihatan sekali bahwa ia bosan. Siapa peduli.

 

Film selesai dan aku segera meninggalkan studio, meninggalkan Kyuhyun. Dan aku menunggunya didepan studio. Aku kembali memainkan ponselku, aku terpaku pada satu percakapanku dengan seseorang yang namanya tertera diaplikasi K-Chatku tertulis ‘Nae Donghae’ aku membuka percakapanku dengannya dan aku mendapatkan satu pesan darinya.

 

Jal Jinnaeseoyo ?’ (Bagaimana Kabarmu ?)

 

Saat aku hendak membalasnya tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara Kyuhyun.

 

“Sekarang apa yang kita lakukan ?” tanyanya datar. Aku mengelus dadaku terkejut.

 

“Makan” jawabku seadanya.

 

-Best Friend-

 

Kami memakan sushi dalam diam. Memang tidak sopan bukan makan sambil berbicara ?

 

“Ya, namja itu tampan sekali” ucap segerombolan gadis SMA dari beberapa meja dari kami. Aku menoleh kearah mereka dan mereka menatap kesatu arah. Cho Kyuhyun. Aku mendecih.

 

“Aku ingin tahu siapa namanya” “aku menginginkan nomor ponselnya” mereka gila ya ? tidak bisakah memelankan sedikit ucapannya ? “eonni itu siapa ya ?” “Aku rasa kekasihnya” “tidak mungkin” aku mendengus. Apa maksudnya ? apa maksudnya aku tidak bisa menjadi kekasih Kyuhyun ? sialan.

 

“Aku selesai” ucapku. “aku akan membayarnya” ucapku lalu berdiri dari kursiku. Aku melihat Kyuhyun mengeluarkan dompetnya. “Tidak usah, aku akan membayarnya” lalu meninggalkannya.

 

-best friend-

 

“Bagaimana kencanmu kemarin ?” Tanya Jimin begitu aku duduk dikursiku.

 

“Membosankan” jawabku jujur.

 

“Aku berharap sekali kalian menjadi sepasang kekasih. Kyuhyun sedang membutuhkan perhatian seorang kekasih” ucapnya sedih. Aku menatapnya heran.

 

“kenapa tidak kau saja yang menjadi kekasihnya ?” tanyaku.

 

“Kau gila” ucapnya nyaris berteriak. “Aku tidak akan merusak persahabatan kami hanya karna hubungan kekasih sementara” ucapnya menormalkan volumenya.

 

“Ambil positifnya saja, mungkin ia akan menikahimu” jawabku. Ia hanya tertawa canggung.

 

“Kenapa kau tidak menjadi kekasihnya ?” tanyanya penasaran.

 

“Ia tidak menyukaiku Jimin-ah, ia menyukai seseorang dan orang itu bukan aku” ucapku.

 

“Siapa ?” ia memandangku bingung. Dan aku melihatnya berpikir. Aku sungguh gemas dengannya, bagaimana mungkin ia tidak peka dengan perasaan Kyuhyun padanya ?

 

“Ibumu” jawabku asal lalu dosen datang.

 

-NEW FF-

 

Pelajaran berakhir dan aku bergegas menuju kantin, saat aku ingin mengajak Jimin aku melihatnya menatap kosong ponselnya. Aku menatapnya bingung, apa yang terjadi ?

 

“Jimin-ah gwaenchana ?” tanyaku padanya.

 

Eotthokkae ?” tanyanya.

 

Waeyo ?” aku bertanya halus padanya. Ia menoleh padaku dan aku melihat tatapan kosongnya.

 

 

“Kyuhyun menginginkan aku menjadi kekasihnya. Apa yang harus kulakukan ?” ia menggigit kuku jari tangannya. Aku tersenyum lalu mengelus kepalanya.

 

“Terima saja” usulku. Ia menatapku cepat.

 

“Bagaimana mungkin ?”

 

“Aku dapat meyakinkanmu bahwa ia serius dengan ucapannya. Ia menyukaimu, ia mencintaimu Jimin-ah tulus, sangat tulus. Percayakan padaku” tiba-tiba senyum terbit di bibirnya.

 

“Baiklah”

 

“Kalian sudah resmi ?” tanyaku

 

“Baru saja” jawabnya malu-malu.

 

“Traktir makan siangku kalau begitu”

 

“Bagaimana bisa ?”

 

“Tentu saja” dan kami berdua tertawa menuju kantin. Aku harap kau bahagia dengannya Jimin-ah.

 

END

 

Annyeong Haseyo, Hello, Konichiwa, sawadee krab. Hahaha.

FF ini aku buat karena cerita temenku😥 40% ceritanya sama tapi 60% beda ya. Ada beberapa yang aku buat sendiri alurnya. Makasih yang udah baca dan komen. Sequel itu tergantung dengan komen loh ya^^

 

Dan aku berniat membuat FF yang sama persis seperti ini tapi mungkin versi aslinya ya~ karna aku merasa kisah temenku ini bener-bener cocok untuk dijadikan FF haha.

 

DO NOT COPAS, THIS STORY IS MINE

 

-Kimmy Kimchee

1 Comment (+add yours?)

  1. esakodok
    Mar 13, 2016 @ 23:11:28

    q kira kyu bakal sama jinkyung..hehehe..trntata…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: