Sorry for Misunderstanding

sorry for misunderstanding cover

Nama: Selfviana

Judul Cerita: Sorry for Misunderstanding

Tag: Henry Lau, Han Mina

Genre: Romance, Drama

Rating: R-15

Length: Ficlet

Catatan Author: FF ini dibuat waktu author bingung mau nulis apa dan tiba tiba Henry muncul bareng Kyuhyun di Happy Family.

 

***

 

Aku berjalan menyusuri kota Seoul di malam hari dengan langkah gontai. Meskipun hari sudah malam, masih saja banyak kedai-kedai makanan yang berada di pinggiran jalan yang masih melayani para pelanggannya. Semua itu membuat perut ini meminta untuk diberi makan. Bahkan aku baru ingat kalau seharian ini aku belum makan apapun. Aku mendesah pelan. Kalau bukan karena laki-laki itu, aku pasti sudah makan enak hari ini. Setelah 15 menit berjalan, akhirnya aku tiba di apartmentku. Aku menaruh dengan sembarang tasku lalu menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Aku melihat ke arah jam dindingku yang sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Dimana laki-laki itu? Kenapa sampai sekarang ia belum menghubungiku? Cih. Pasti ada saja alasan yang akan dia berikan nanti.

Aku pun bangkit berdiri lalu menyalakan TV yang ada di kamarku. Aku mulai mengganti-ganti siaran TV itu sampai tak sengaja menemukan sebuah siaran berjudul  Happy Together. Ah, bukankah ini siaran yang ada Henry dan Kyuhyun oppa? Awalnya aku menemukan bahwa siaran ini menarik tapi saat Henry mengatakan bahwa ia menyukai Dasom dan Kyuhyun oppa menyukai Hyuna, aku langsung mematikan TV itu dan kembali merebahkan diriku. Ting tong.. Ting tong..

“Ah nuguya?!” rutukku kesal dan berjalan untuk melihat siapa yang datang.

“Mina-ya! Aku tahu kau ada di dalam. Cepat buka pintunya.” Teriak orang itu dari luar sebelum aku melihat siapa yang datang. Aku mengenali suara itu. Suara orang yang membuat hari ini menjadi hari terburuk yang pernah ku rasakan. Suara laki-laki sialan itu.

“Mina-ya! Cepat buka pintunya.” Suruh namja itu lagi. Aku masih terdiam di tempatku, ragu untuk membuka pintu itu.

“Kenapa kau tidak mengangkat teleponku sedari tadi? Kau tahu aku sangat khawatir. Kau ada di dalam kan?”

Apa yang dia katakan? Mengangkat teleponnya? Aku membuka pintu itu dengan kesal lalu menariknya masuk dan menutup kembali pintu itu dengan membantingnya.

“Kau tahu?! Aku menunggu teleponmu seharian ini! Kau bahkan tidak memberiku kabar, tidak mengubrisku saat show mu tadi, membuatku menunggu selama 3 jam di ruang tunggu, dan sekarang kau datang bahkan tidak meminta maaf padaku?!” ucapku kesal. Laki-laki itu terdiam lalu menarik tubuhku untuk mendekatinya dan dia memelukku.

“Mianhae.” Ucapnya pelan. “Maaf untuk membuatmu menunggu begitu lama.” Lanjutnya lagi. “Tapi yang harus kau tahu, bahwa saat aku tahu kau sudah pergi, aku mencoba menghubungimu. Aku sudah berkali-kali meneleponmu selama 1 jam tapi kau tidak mengangkatnya.” Aku menjauhkan diriku darinya.

“Mwo?”

“Mm. Coba saja kau lihat ponselmu.” Aku berlari mengambil tasku lalu mencari ponselku yang berada di dalamnya. Dan betapa kagetnya aku saat aku melihat puluhan panggilan masuk dari laki-laki itu.

“Eotte?” tanya namja itu dari belakang. Aku pun memutar tubuhku lalu memeluk laki-laki itu erat, seakan tak ingin melepaskannya lagi.

“Mianhae.” Laki-laki itu membalas pelukanku. “Gwaenchana.”

“Ah matda!” ucapku sambil melepaskan pelukanku. “Apa maksudmu dengan ‘Dasom adalah tipeku’? Eoh?” tanyaku kesal mengingat ucapannya tadi yang kudengar di TV.

“Dasom? Ah.. Kau cemburu?” tanyanya menggodaku. “Aniya.” Jawabku sambil membuang mukaku. “Eii, ternyata kau bisa juga cemburu.”

“Tentu saja aku bisa. Aku yeojachingumu, Henry-ssi.” Jawabku kesal. Henry tersenyum sehingga memperlihatkan lesung pipinya yang manis itu lalu mengacak-acak rambutku pelan.

“Geurae. Kalau kau cemburu, aku akan memberitahukan pada media kalau aku mempunyai yeojachingu secantik dirimu.”

“Mwo? Micheosseo?” tanyaku heran tapi ia tidak mengubris pertanyaanku dan malah mengambil ponselnya. “Say cheese!” ucapnya sambil memposisikan ponselnya di depan wajahnya. Aku pun dengan cepat menutup seluruh wajahku dengan kedua tanganku.

“Ya! Mwohae?!” tanyaku dengan histeris. “Aku akan mengambil gambarmu jadi singkirkanlah tanganmu itu.”

“Shireo.”

“Ah geurae. Aku tidak akan melakukannya.”

“Jinjja?”

“Mm.”

Perlahan aku mengintip dengan satu mataku, tapi yang ku dapat adalah dia masih siap dengan ponselnya itu lalu berhasil mengambil gambarku.

“Ya! Kau bilang kau tidak akan melakukannya!” protesku kesal.

“Itu sebagai hukuman karena kau tidak mengangkat teleponku tadi.” Ucapnya santai lalu tertawa pelan. Aku menyingkirkan tanganku dari wajahku lalu mengejarnya yang sudah berjalan memasuki kamarku.

“Kau serius?” tanyaku sambil duduk di sampingnya.

“Untuk apa?”

“Foto itu.”

“Geureom. Siapa suruh kau tidak mempercayaiku.”

“Ah aku percaya padamu. Hapus saja foto itu.”

“I won’t ever delete this cute photo.”

“Aish jinjja.!” Rutukku dalam hati.

Meskipun terkadang dia cerewet, menyebalkan, playboy, tapi hanya dialah yang dapat membuatku bertingkah seperti anak kecil yang selalu ingin dimanja. Aku akan selalu mendukungmu dan berada disisimu, saat kau lelah, senang, dan juga sedih. Maaf karena sudah salam paham padamu. Henry-ya, saranghae.

-THE END-

1 Comment (+add yours?)

  1. Nita Fanfiction
    Mar 12, 2016 @ 13:07:59

    ^^ sweet-lah storinya..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: