Winter in Love [Series of ‘Love Like This’]

ryeowook_boys_in_ci

Author: Blue Angel

 

Title: Winter in Love (Series of ‘Love Like This’)

 

Main casts:

  • Shin Yeonmi
  • Kim Ryeowook

 

Genre: Romance

 

Length: Oneshot

 

 Rating: PG-15

 

 

A/N : hi~ aku kirim ff kesini lagi^^ ‘Winter in Love’ ini ada before storynya, pernah dikirim kesini juga, judulnya Love Like This^^ disarankan baca ficlet itu dulu biar ngerti hehe^^ thanks for admin and readers!^^

 

=*=*= Happy reading =*=*=

 

 

Satu lagi pagi dimusim dingin yang terlewati. Jalanan kota Seoul terlihat telah bersih setelah dilakukan pengerukan salju, memudahkan kendaraan untuk melaju.

Untung saja tak ada badai salju seperti kemarin, sehingga Shin YeonMi kini bisa keluar dari apartment dengan bebas walau tentu saja dengan pakaian tebal.

 

Gadis itu turun dari taxi setibanya di tempat tujuan. Dimana lagi kalau bukan dorm Super Junior? Tempat dimana ia bisa bertemu namjachingunya.

Ehh? Namjachingu? Tidak, mereka sama sekali tidak pernah memiliki ikatan. Lalu?

Orang yang disukainya dan menyukainya? Yah, Bisa dibilang begitu.

 

 

Lift membawanya ke lantai 11, tempat dimana Kim RyeoWook tinggal. YeonMi menekan bel dan tak lama pintu terbuka. Ia langsung tersenyum begitu melihat siapa yang membukakan pintu untuknya,

 

“Ryeongie~”‘ Panggilnya manja.

RyeoWook tertawa kecil, tangannya terulur menurunkan syal yang menutupi mulut YeonMi.

“Aku hampir tak mengenali mu. Kau mewarnai rambut mu?” Tanya RyeoWook. YeonMi tersenyum lebar dan meraih sejumput rambut coklat madunya.

 

“Eotthae? Apa terlihat bagus?”

 

“Um. Kau akan bagus dengan warna apapun, cepat masuk!” Balasnya lalu berbalik dan masuk.

 

YeonMi mendesis. Demi apa ia bisa tergila-gila pada pria yang bahkan tak tahu cara memuji wanita dengan benar?

Ia mempercepat langkahnya, sengaja menubruk RyeoWook dan melewatinya.

RyeoWook hanya dapat mengulum senyum dan menggeleng samar. Gadis ini lucu sekali, batinnya.

 

“Annyeong hasseyo” YeonMi membungkuk menyapa EunHyuk, KyuHyun beserta managernya yang berada di ruang tengah. Berlomba-lomba mendapatkan posisi paling dekat dengan pemanas ruangan.

 

YeonMi menaruh bawaannya diatas meja,

“Kau bawa apa?” Tanya RyeoWook yang berada dibelakang YeonMi tanpa jarak sehingga saat gadis itu menoleh, wajah mereka sangatlah dekat.

 

“Sarapan untuk mu. Sup seafood, dadar sayur dan kimchi”

 

“Dimana kau membelinya?”

 

“Tentu saja membuatnya sendiri. Yah, tapi aku membeli kimchinya” YeonMi mulai mengeluarkan makanan-makanan itu dari tasnya.

 

 

“Jinjja? Kau tak kuliah?” RyeoWook menjauh dan menempati kursi meja makan.

 

“Ya~! Ini liburan musim dingin. Kau mau aku tetap masuk dan mati kedinginan di kelas?” YeonMi menjajarkan makanannya kehadapan RyeoWook.

Mata Ryeowook berbinar. Makanan itu terlihat cukup banyak dan menggoda. YeonMi duduk di kursi sebrangnya.

 

“Kalian yakin kalian tak memiliki hubungan istimewa?” Celoteh Manager KyuHyun. Keduanya menoleh bersamaan.

 

“Maksud Oppa berpacaran? Aniyo~” Tanggap YeonMi seraya menuangkan segelas air putih untuk RyeoWook.

 

“Setelah tertangkap ciuman dengan RyeoWook Hyung yang bertelanjang dada??” Celetuk KyuHyun yang langsung disambut tawa tertahan EunHyuk.

 

“Ya!! Berapa kali harus ku katakan bahwa saat itu aku baru selesai mandi, bukan sengaja membuka baju seperti yang kalian pikirkan! Aishh” Pungkas Kim RyeoWook seraya menunjuk-nunjuk ketiga orang tersebut dengan sendok. Mereka tertawa.

 

“Ck! Jangan dengarkan! Cepatlah makan saja!”

RyeoWook tersenyum menatap YeonMi lalu menarik mangkuk supnya mendekat. Pria berambut coklat ini masih tersenyum sebelum akhirnya air sup itu menyentuh lidahnya dan menyebar di rongga mulutnya, ia berjengit.

 

“Ige mwoya?!” Jerit RyeoWook dalam hati. Ia mengangkat wajah dan mendapati YeonMi tengah menatapnya penuh harap dengan mata bulatnya yang bersinar,

 

“Eotthae?”

 

RyeoWook berusaha mengontrol ekspresinya. Ia tersenyum… pahit.

“Mashita” Lirihnya yang membuat YeonMi melenguh senang seraya satu kali menepukkan tangannya.

 

“Geureom, makanlah yang banyak. Aku bisa lebih sering membuatnya untuk mu” Ujarnya riang.

 

Seketika RyeoWook bagai mendapatkan sambaran petir. Semoga gadis ini tak bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

 

“Ah tapi sepertinya ini terlalu banyak. Oppadeul~!!” YeonMi menoleh ke ruang tengah dan terlihat ketiga pria disana sedang menatapnya penuh harap.

Hari masih cukup pagi dan dingin, rasanya malas sekali untuk membeli makanan keluar ataupun menghubungi layanan pesan antar.

 

“Kalian belum makan? Ayo coba sup ku~” YeonMi tersenyum lebar seraya menggerakkan tangannya mengisyaratkan agar mereka segera ke meja makan.

 

Pria-pria tersebut tersenyum dan bangkit dari duduknya, namun belum sempat melangkah, mereka terdiam kala menyadari ekspresi RyeoWook yang tengah menyantap masakan gadis itu.

Wajahnya menggelap dan terlihat tersiksa, matanya berteriak meminta tolong. Hanya dengan melihat wajahnya mereka bisa tahu bagaimana rasanya.

 

Refleks EunHyuk, KyuHyun dan managernya kembali duduk.

 

“Waeyo?? Kemarilah~” Ajak YeonMi.

 

“Ahh, aku lupa sudah makan cereal tadi” Bual EunHyuk.

 

“Aku.. aku harus menyelesaikan satu level lagi” KyuHyun mengambil PSPnya kembali.

 

“Aku.. aku sedang diet. Mian YeonMi-ya” Ucap Manager Kim.

YeonMi mengerucutkan bibir pinknya dan menghela nafas.

 

“Arra, gwaenchana. Semuanya untuk mu saja, Ryeongie~ Jika tak habis, kau bisa memakannnya untuk makan siang setelah dihangatkan” Cetusnya. RyeoWook terbatuk kecil.

 

“Umm.. Bolehkah aku memberi  saran?” Tanya RyeoWook.

 

“Ah geureom”

 

“Kau harus memotong lobaknya lebih kecil dan merebusnya lebih lama. Juga  jangan terlalu banyak memasukan garam dan bubuk cabai” Tuturnya. YeonMi mengangguk-angguk.

 

“Ahh ternyata kau lebih ahli. Geurae, akan ku terapkan saran mu, chef!” Jawabnya terkekeh.

Kim RyeoWook dengan kaku kembali menyendokkan makanannya, setidaknya kimchinya terasa enak.

 

YeonMi memandang pria itu dengan senyum lebar sampai ia teringat sesuatu.

 

“Ah! Aku baru ingat! Aku belum mencicipinya. Aku sangat terburu-buru tadi”

YeonMi menyendokan supnya. RyeoWook memandang gadis tersebut ngeri.

Dan dugaannya pun benar, begitu makan tersebut masuk mata YeonMi membesar dan ia langsung terbatuk.

 

“Aigoo, rasanya seperti racun!! Heebum pun tak akan mau memakannya. Ya! Meokjima RyeoWook-ah!” Ujarnya lalu meraih piring RyeoWook serta mangkuk supnya.

Ia beranjak dan menumpahkan isinya ke wastafel dapur, membuat keempat pria disana tercengang.

 

“Ya!! Kau tak perlu melakukannya. Aku.. suka supnya”

 

“Geotjimal! Aishh, mengapa tak mengatakan bahwa rasanya sangat buruk!?” YeonMi menatapnya tajam.

“Bagaimana dengan dadar sayurnya?” Gadis itu segera mengambilnya dengan sumpit. Tapi  ia langsung mengeluarkannya sesaat setelah masuk ke mulutnya.

“Aigoo, aku payah sekali” Gerutunya dan mengambil piring itu kemudian kembali membuang isinya.

RyeoWook mempehatikan setiap gerak-gerik YeonMi dan menghela nafas merasa bersalah.

 

“Mianhae RyeoWook-ah, ” Eluhnya.

 

“Gwaenchanha, kau bisa belajar lagi” RyeoWook meminum segelas air.

 

Shin YeonMi kembali duduk dan menatap pria tersebut seraya menopang dagu dengan kedua tangannya.Ini memalukan!! Bagaimana bisa pria ini lebih pintar memasak darinya? Dan dengan jahatnya ia tak berkata jujur bahwa masakannya kelewat buruk.

Ah, bukan jahat, pria itu hanya tak ingin melukai gadis kesayangannya.

 

“Ya!! Gwaenchanha~~” RyeoWook ikut menopang dagunya dan menatap wajah cemberut YeonMi.

 

“Bagaimana sekarang kita keluar? Sarapan dan.. bermain?” Tawar RyeoWook. YeonMi langsung menegakkan punggungnya dengan senyum lebar.

 

“Jeongmal? Kau tak ada schedule?”

 

RyeoWook menggeleng,

“Dimulai sore hari”

 

“Ahh kalau begitu, bagaimana jika bersepeda? Kulihat ada dua sepeda di lorong” Usul YeonMi.

 

 

“Mworago? Dimusim dingin seperti ini?! Lagipula sepeda itu milik SiWon Hyung dan SungMin Hyung”

 

YeonMi berjalan cepat menuju  jendela dan menyingkap tirai yang tertutup,

“Tapi tak sedang  hujan salju~ Lihat?” YeonMi membuka tirai itu lebar-lebar agar RyeoWook bisa melihatnya.

“Soal sepeda, aku akan meminta izin pada mereka. Jebal~” YeonMi mengeluarkan wajah melas andalannya.

 

“Sudahlah RyeoWook-ah, jangan buang-buang waktu, ini masih pagi. Masih banyak waktu sebelum sore” Celoteh Manager KyuHyun yang dibalas anggukkan cepat YeonMi. RyeoWook mengalah.

 

 

“Arasseo”

 

 

~***~

 

 

Mereka turun dari mobil putih RyeoWook dengan pakaian tebal. Walau tempat ini tak terlalu ramai, RyeoWook tetap mengenakan maskernya.

YeonMi melihat sekeliling dengan senyum cerah. Seoul forest dream, hutan buatan seluas 660.000 m3 yang terletak di daerah Beon-jong ini dirasa menjadi tempat yang tepat untuk mereka.

Jalan setapak dengan pepohonan yang menjulang tinggi di kedua sisinya. YeonMi sangat menyukai tempat seperti ini.

 

RyeoWook menurunkan sepeda dari mobilnya.

Ia tersenyum melihat YeonMi yang berlari-lari kecil dengan wajah bahagia.

“Menggemaskan” batinnya lalu menurunkan maskernya, agar YeonMi yang berada agak jauh, bisa mendengarnya.

 

Gadis itu menoleh dan mendekat setelah dipanggil,

“Cha~ aku pakai yang ini dan kau yang ini” RyeoWook menunjuk sepeda yang hitam dan putih bergantian lalu bersiap-siap menaiki yang hitam.

 

 

Shin YeonMi menunduk sekilas lalu memanggil RyeoWook ragu.

Kim RyeoWook menoleh dan bingung saat melihat gadis tersebut belum juga menaiki sepedanya.

 

“Sebenarnya.. aku.. tidak bisa”

 

“Eh? Tidak bisa? Tidak bisa.. naik sepeda?” Jawabnya. Gadis itu mengangguk ragu dengan bibir mengerucut.

 

RyeoWook mendengus tak percaya,

“Kau bercanda!? Lalu untuk apa mengajak bersepeda?” Ia turun dari sepeda dan berdiri menghadap YeonMi, meminta penjelasan.

 

“Karena aku ingin kau mengajari ku” YeonMi tersenyum polos.

 

“Mengajari mu?”

 

YeonMi mengangguk lagi dan mengatupkan tangannya, memohon tanpa suara.

 

“Kau tak pernah naik sepeda?”

 

“Tentu saja pernah!!”

 

“Lalu mengapa tak bisa?”

 

“Karna ini roda dua, aku biasa pakai roda tambahan”

 

RyeoWook tertawa kecil dan akhirnya setuju. Ia tak pernnah sanggup menolak ketika YeonMi merajuk.

RyeoWook menyingkirkan sepeda yang sebelumnya akan dipakainya.

 

“Kita hanya pakai satu, bukan?” RyeoWook menjelaskan tatapan bingung YeonMi. Gadis itu hanya tertawa malu.

 

“Cha! Naiklah~” Suruhnya. Dan setelah YeonMi naik, ia memposisikan diri untuk berdiri di belakangnya.

 

Shin YeonMi terkejut kala merasa kedua lengan RyeoWook melingkari bahu belakangnya, sementara tangannya menggenggam tangan YeonMi yang berada di kendali sepeda.

Gadis ini berusaha mengatur nafas. Ia tahu RyeoWook tak sedang bermaksud memeluknya. Tapi…

 

“Fokus pada jalanan, kuatkan tangan mu dan seimbangkan tubuh mu selagi mengayuh. Arraseo?”

 

“Ne!!”

 

“Cha~ Coba kau kayuh!” RyeoWook masih memegang YeonMi dari samping, membantunya agar seimbang.

 

“Aaahh!” Baru beberapa saat mengayuh, YeonMi tak bisa menyeimbangkaan tubuhnya, membuat ia mendadak menapakkan kakinya di jalan.

 

“Ya!! Mengapa berhenti?” Protes RyeoWook.

 

“Aku akan jatuh babo!!” Serunya. RyeoWook menjentikan jarinya di dahi gadis ini, membuatnya memekik.

 

“Bagaimana mungkin kau jatuh jika aku memegangi mu? Kau tak akan jatuh, percayalah pada ku”

 

“Tapi bagaimana jika aku jatuh?”

 

“Tentu saja aku akan menangkap mu” Jawabnya. Tanpa sadar mereka saling bertatapan cukup lama.

RyeoWook memalingkan wajah sebelum sistem kerja jantungnya rusak. Pipi chubbynya menghangat.

Untung saja ada masker yang menutupi sehingga YeonMi tak tahu apa yang dialaminya.

 

“Cha~ Coba lagi” Titahnya dan YeonMi pun kembali menjalankan sepedanya.

 

Mereka terus melakukannya beberapa kali. Tak jarang gadis itu nyaris jatuh akibat mengayuh terlalu cepat. Dan RyeoWook dengan sigap menangkapnya.

Membuat keduanya berdebar tak karuan.

 

 

RyeoWook memarahi YeonMi karena terlalu sering jatuh, bahkan pria ini menuduh YeonMi melakukannya dengan sengaja.

 

Mungkin saja bukan? Karena YeonMi selalu terang-terangan melakukan sesuatu yang menunjukkan bahwa ia menyukai RyeoWook.

Sangat berbeda dengan gadis pada umumnya yang enggan mengakui perasaannya.

Tapi RyeoWook suka itu. Ya, ia menyukai YeonMi karena gadis ini berbeda dari gadis yang pernah ditemuinya.

 

“Mworago!? Seolma!! Kau saja yang tak bisa mengajari ku dengan benar!” Omelnya.

 

Kim RyeoWook mendesis, sudah mengajari, malah dimarahi. Tapi ia rela jika ini Shin YeonMi.

 

“Geurae, kita coba lagi” Ujarnya.

 

Tak lama kemudian, YeonMi telah lebih seimbang dari sebelumnya, RyeoWook melepas tangannya perlahan.

 

“Kanda~~” RyeoWook tersenyum lebar.

 

“Kya~ RyeoWook-ah! Lihat! Aku bisa! Aku bisa!” YeonMi berteriak girang seraya melajukan sepedanya.

 

RyeoWook tersenyum dan menaikan maskernya. Ia berkacak pinggang seraya memandang YeonMi yang mulai menjauh.

 

 

“Hati-hati jalannya licin!” Teriak RyeoWook.

Ia tertawa kala teriakan bangga gadis itu masih terdengar walau ia sudah jauh. Benar-benar!

 

Tiba-tiba benda di sakunya terasa bergetar, RyeoWook segera meraih ponselnya itu. Ada satu panggilan dari Managernya.

Ia berbalik dan menjawab panggilan itu setelah melepas maskernya -tak lagi memperhatikan YeonMi-

 

“Yeoboseyo? Ne Hyung-ah, di Beondong. Berkencan? Anirago~ Kami hanya pergi” Jawabnya beruntun. Ia mengangguk kecil mendengar penjelasannya Managernya.

 

“Arraseo, tak akan ada yang mengenali ku. Aku akan tiba sebelum pukul 2”

RyeoWook masih asyik berbincang sebelum terkejut karena mendengar suara jeritan. Ia segera menoleh.

 

“Eoh? YeonMi-ya? Shin YeonMi!!” RyeoWook memutus sambungan dan berlari menyusulnya.

 

Jantungnya berdebar keras melihat YeonMi telah jatuh dalam posisi terbaring dari jalan yang cukup curam. Jalan ini begitu licin dan berbatu.

 

Apa ia terjatuh dari sini? Batinnya. Dengan cepat ia menghampiri YeonMi, berjongkok lalu membantu gadis tersebut untuk duduk, membersihkan salju dan dedaunan yang menempel dibadannya.

 

“Gwaenchanha?” Tanyanya panik karena YeonMi menangis.

 

“Tangan kanan ku sakit sekali” Keluhnya.

RyeoWook segera mengangkat tubuh ramping gadis ini, berlari membawanya ke mobil. Ia.. takut sekali.

 

 

~***~

 

 

 

“Hanya cidera ringan. Tapi ada retakan kecil di tulangnya. Akan segera pulih, jangan khawatir”

Kembali terngiang penjelasan uisa itu. RyeoWook mencengkram pelan rambutnya. Ia menyesal.

 

Mengapa ia bisa seceroboh ini?

 

Harusnya ia tak membiarkan gadis terceroboh yang pernah ditemuinya itu melakukannya. Untung saja YeonMi tak sampai gegar otak atau amnesia.

Ia tak bisa membayangkan apa yang akan ShinDong lakukan padanya bila itu terjadi. Mengingat betapa pria itu menjaganya.

 

RyeoWook menuangkan susu stroberi milik EunHyuk yang baru diambilnya dari lemari ke gelas di tangannya. Berniat memberinya pada YeonMi yang kini berada di kamarnya. Ya, susu stroberi adalah kesukaannya.

Setelah dari rumah sakit, RyeoWook tak memulangkan YeonMi ke apartmentnya, melainkan ke dormnya. Mulai sekarang RyeoWook bertekad untuk menjaga dan melindungi YeonMi-nya dengan lebih baik. Setidaknya sampai ia sembuh.

 

Diletakannya gelas itu ke atas nampan bersama semangkuk bubur buatannya kemudian membawanya ke kamar.

 

 

Terlihat YeonMi tengah duduk di tepi ranjang RyeoWook seraya memainkan boneka jerapah yang merupakan pemberian ELF di pangkuannya.

 

 

“Harusnya kau berbaring selagi menunggu” RyeoWook meletakkan nampannya di atas nakas dan menarik kursinya ke samping ranjang. Menghadap YeonMi yang masih duduk.

Pria ini menyerahkan segelas susu dan langsung diteguk YeonMi hingga tersisa setengah.

RyeoWook menatap gadis ini geli,

 

“Aku kehausan” Ujar YeonMi tersenyum lebar, membuat matanya ikut tersenyum.

RyeoWook mengulurkan tangannya, mengusap sisa susu di bibir gadis itu dengan ibu jarinya lalu mengambil mangkuk buburnya.

Ia menyodorkannya ke hadapan mulut YeonMi. YeonMi yang mengerti langsung membuka mulut lalu melahapnya.

 

“Ummh, masita!” Komentar YeonMi. Ya, ia serius. Masakan RyeoWook puluhan kali lebih enak dibanding masakannya.

 

“Jinjjayo? Kalau begitu kau harus menghabiskannya” RyeoWook kembali menyuapinya.

 

“Tentu” Jawab YeonMi senang.

“Karna ini buatan mu dan kau yang menyuapkannya” Tambahnya dalam hati.

 

Beberapa saat mereka tak bersuara. RyeoWook masih menyuapinya, YeonMi memperhatikan wajah tampan RyeoWook. Ada raut bersalah disana.

 

“Mianhae” Ucap RyeoWook tiba-tiba saat matanya tertuju pada plester kecil di dahi YeonMi.

 

“Untuk apa? Aku terjatuh karena kecerobohan ku. Maaf telah membuat mu panik hingga melupakan sepeda milik SungMin Oppa” Balas YeonMi dan menerima suapan RyeoWook. Pria berkaos lengan panjang ini tertawa kecil.

 

“Ani, jangan khawatir. Aku sudah meminta manager ku mengambilnya” Jelasnya.

 

“Aku senang karena kau lebih dahulu menyelamatkan ku dibanding sepedanya. Jinjja~” Celetuk YeonMi yang membuat RyeoWook terkekeh seraya mengacak-acak rambut panjang gadis tersebut.

 

“Tentu saja aku akan selalu mendahulukan mu” Ucap RyeoWook kelepasan, tanpa sengaja.

Membuat YeonMi tak bisa menahan senyumnya. RyeoWook hanya berdehem kecil dan melanjutkan aktifitasnya.

 

“Jeongmal? Bagaimana jika aku dan Bada Eonni terjatuh di kolam yang dipenuhi hiu secara bersamaan, siapa yang kau selamatkan terlebih dahulu?” Tanya YeonMi konyol dengan membawa-bawa nama member S.E.S yang merupakan idola RyeoWook.

 

Kim RyeoWook tertawa lagi. Membuat YeonMi cemberut.

 

“Jawab!”

 

“Hmm.. Molla, aku harus memikirkannya dulu” Ujarnya dan langsung dihadiahkan sebuah cubitan di pinggangnya.

“Appo!”

 

RyeoWook menaruh mangkuknya ke atas nakas dan berusaha menahan tangan kiri YeonMi yang terus mencubitnya.

 

“Geumanhae~” Ujar RyeoWook.

Mereka tertawa bersama.

 

Kembali hening. Masih dengan senyuman sisa tawa, RyeoWook mengulurkan tangannya mengusap-usap wajah YeonMi pelan, penuh kasih.

Matanya mengamati wajah putih ini cermat.

 

Wajah yang disukainya, yang membuatnya jauh cinta dan ingin terus memandangnya. Tanpa sadar wajah mereka telah mendekat, YeonMi telah menutup matanya. Jantung mereka berdetak diluar kendali saat keduanya bisa merasakan nafas mereka yang beradu.

 

 

Tapi keduanya tersentak kala mendengar suara ponsel RyeoWook yang berdering.

RyeoWook menjauhkan wajahnya cepat, membuat keduanya salah tingkah dengan wajah merah.

 

“Oh! ShinDong Hyung!” Ujar RyeoWook saat melihat ID Callernya.

YeonMi cemberut, kakak sepupunya itu merusak moment romantis yang jarang di dapatkannya!

RyeoWook baru satu kali menciumnya. Dan itu membuatnya ingin merasakannya lagi.

Dan ia hampir mendapatkannya tadi. Ya, tapi gagal.

 

“Ah, yeoboseyo?”

 

“….”

Ia tak bisa mendengar apa yang ShinDong katakan disebrang sana. Tapi RyeoWook kini menatapnya.

 

“Ia di dorm bersama ku. Ne, mianhaeyo Hyung” RyeoWook menggenggam sebelah tangan YeonMi.

 

“…”

 

“Aku akan menjaganya, geureom” RyeoWook tersenyum kecil pada YeonMi, membuat gadis itu membeku.

 

“…..”

 

“Ne, joisonghamnida”

 

YeonMi yang tak tahan melihat RyeoWook terus meminta maaf, merebut ponsel itu.

 

“Oppa!!”

 

“Aeyy, YeonMi-ya!”

 

“Jangan menyalahkannya! Aku yang ceroboh”

 

“Bagaimana itu bisa terjadi!! Neo gwaenchanha?”

 

“Sudah lebih baik”

 

“Haruskah aku memberitahu orang tua mu? Kau yakin baik-baik saja!?”

YeonMi memutar mata mendengar sepupu yang sudah dianggapnya saudara kandung ini. Terkadang pria itu begitu protektif.

 

“Tak perlu! Ini tak parah. Kau sendiri dimana? Tak ingin kesini untuk melihat ku?”

 

“Ah itu.. Aku sedang bersama S–”

 

“Ahh ShiNae Eonni. Ck! Harusnya aku yang mengadukan mu pada Appa ku karena kau menelantarkan ku disaat seperti ini” Celetuknya.

ShinDong hanya tertawa.

“Geureom, lanjutkan saja kencannya”

 

“Ah, mianhae~ Nanti malam masih ada schedule. Aku akan menemui mu besok saja”

 

“Ne, Sepertinyapun aku akan menginap”

 

“Jaga diri baik-baik, dongsaeng-ah~”

 

“Ne Oppa~”

 

 

YeonMi memutus sambungan dan menyerahkan ponsel RyeoWook.

 

“Ahh YeonMi-ya, Sepertinya aku harus pergi” Ujar RyeoWook setelah melihat jam. Ia bangkit, menyambar mantelnya.

 

“Sekarang?”

 

“Ne, mereka menunggu ku” Jawabnya seraya mengancingkan mantelnya.

 

“Sudah terlambat?” YeonMi mengamati gerakkan pria itu yang terlihat tergesa.

 

“Tidak juga, aku akan kembali nanti malam. Beristirahatlah! Ada Bibi Kwon bila kau butuh sesuatu” RyeoWook mengacak pelan rambut YeonMi.

 

“Ne!”

 

“Jangan berusaha kabur!”

 

“Arra,”

 

“Jangan memasak. Hubungi layanan pesan antar saja!”

 

“Um,”

 

“Hubungi aku bila ada apa-apa!”

 

“Arra!! Arra! Cepat pergi saja”

 

 

~***~

 

 

Pagi telah tiba, YeonMi masih terlelap di ranjang RyeoWook sejak malam.

Semalam mereka begadang menonton film setibanya RyeoWook di dorm. Ia sedikit merasa bersalah karena seharusnya RyeoWook langsung tidur dan beristirahat.

Tapi ia malah mengajaknya menonton.

 

Dan parahnya YeonMi tertidur di tengah film, membuat RyeoWook harus memindahkan gadis itu ke kamarnya.

 

Kim RyeoWook yang sudah rapi dengan sweater birunya masuk ke kamarnya dan mendapati YeonMi belum juga terjaga.

Ia tersenyum geli memandang rambut coklat YeonMi yang menghalangi wajahnya.

 

 

“YeonMi-ya~” Panggilnya.

 

Tak ada respon.

 

“Yeon-ie~”

 

“Eumhh?”

 

“Ireona~”

 

“Aku tak perlu bangun sepagi ini” Jawab YeonMi tanpa membuka matanya.

 

“Eyy, kau harus bangun pagi untuk ku. Ppalli!”

 

“Shir– Ya! Apa yang kau lakukan!?” Protes YeonMi pada pria yang kini sedang membalikan tubuhnya ke kiri dan membalutnya dengan sebuah selimut yang ada dibawah tubuhnya.

Seolah ia adalah nasi yang sedang di gulung dengan rumput laut yang akan dijadikan sushi.

 

“Tangan kanan mu masih sakit, kau tak boleh terlalu banyak beraktifitas” Jelas RyeoWook dan membantu YeonMi untuk bangkit duduk.

 

“Tapi kau tak perlu melakukan ini”

YeonMi menatap RyeoWook dengan bibir mengerucut. Rasanya ia masih sangat mengantuk dan RyeoWook sudah menggangggunya dengan hal aneh seperti ini.

Pria itu hanya terkekeh dan merapikan rambut panjang YeonMi yang menghalangi wajahnya kemudian mengikatnya.

 

“Kaja~” RyeoWook mengangkat tubuh YeonMi menuju kamar mandi.

YeonMi bertanya mengapa dorm begitu sepi, RyeoWook menjawab mereka sedang pergi ke gym.

 

Jadi RyeoWook meninggalkan kegiatan yang wajib dilakukannya itu untuk menjaga YeonMi? YeonMi sedikit terharu mendengarnya.

 

Pria itu sudah menyiapkan sebuah kursi disana, YeonMi pun duduk dengan menghadap kaca wastafel dengan RyeoWook yang berdiri disampingnya.

 

“Ryeongie, aku tak bisa melakukan apapun dengan ini. Tidakah ini berlebihan?” Eluhnya seraya bergerak tak nyaman dengan tangannya yang tertahan selimut.

 

“Diamlah, maka dari itu aku akan melakukannya untuk mu” Jawab RyeoWook seraya mengoleskan sebuah sikat gigi dengan pasta gigi.

“Buka mulut mu~” Pria itu menekan pipi gadis tersebut dengan jarinya lalu membersihkan giginya dengan sikat gigi di tangannya.

 

“Aishh aku bisa melakukannya sendiri, aku bukan bayi” Ujar YeonMi sedikit tak jelas karena RyeoWook masih membersihkan giginya.

 

RyeoWook tertawa dan menjawab,

 

“Harusnya kau senang aku melakukan ini”

 

“Ehh.. Tapi.. Sikat ini milik siapa?”

 

“Tentu saja milik ku, kau ingin yang milik siapa?” Jawabnya ringan.

 

YeonMi memejamkan mata seraya melenguh.

“Mengapa tak gunakan yang baru!?”

 

“Waeyo?” Balasnya menahan senyum.

 

“Cha~ selesai!”

RyeoWook membantu YeonMi membersihkan mulutnya dengan air.

 

Selanjutnya pria itu menampung air di tangannya dan membasahi wajah YeonMi. Membersihkannya dengan sabun wajah dan menggosoknya.

 

“Ya! Pelan-pelan! Kau pikir kau sedang mencuci mobil!?” Eluh YeonMi yang mengundang kekehan RyeoWook.

 

“Algeseumnida agassi, aku akan lebih berhati-hati” Candanya.

 

RyeoWook membilasnya dan mengeringkannya menggunakan handuk dengan telaten. Ia senang bisa menyentuh wajah YeonMi lebih lama dari biasanya.

 

Setelah selesai, ia membawa YeonMi ke ruang makan.

Shin YeonMi terkejut melihat makanan yang tersaji disana.

 

 

“RyeoWook-ah, kapan kau membuatnya?” Tanya YeonMi seraya memandang RyeoWook yang masih sibuk menyiapkan makanan.

 

“Aku bangun lebih pagi. Ini hanya sandwich dan sup”

 

“Ahh, daebak. Kau akan menyuapi ku?” Tanyanya. RyeoWook duduk di kursi hadapan YeonMi dan mengangguk.

 

Pria itu memotong sandwich menjadikan bagian kecil dan memasukkannya ke mulut YeonMi.

“Joha?” Tanyanya lalu memakan sandwichnya sendiri. YeonMi hanya mengangguk antusias.

 

RyeoWook tersenyum puas, merekapun menikmati makanan dengan tawa riang seraya bercerita. Terlihat bahagia.

 

“Ahh, uhuk! Uhuk!” YeonMi tersedak karena terlalu banyak tertawa.

RyeoWook segera mengangkat gelas dan mengarahkan sedotannya ke bibir gadis itu.

 

“Pelan-pelan!” Peringatnya.

 

“Umh, mian. Aku terlalu bersemangat” Balas YeonMi. Ya, karena ini sarapan pertama mereka di dorm dengan hanya berdua.

 

“Ini sangat menyenangkan. Mungkin ini sebabnya orang-orang menikah” Simpulnya. YeonMi berhenti minum.

 

“Maksud mu?”

 

“Seperti ini. Sarapan bersama dan bercanda dipagi hari. Bukankah menyenangkan?” Balasnya seraya meletakan gelas YeonMi.

 

“Jadi.. kau ingin menikah?”

 

“Geureom”

 

“Dengan?”

 

RyeoWook meniup sup disendoknya dan memasukannya ke mulut YeonMi.

“Seseorang yang mencintai ku” Jawab pria itu.

“Kau mau?” Lanjutnya.

 

Shin YeonMi mengerjap sekali, dua kali.. masih tak mengerti,

“Menikah dengan ku,” Sambung RyeoWook.

 

YeonMi menatap pria itu, apa ia serius dengan ucapannya? Batinnya.

“Tapi.. Aku baru semester 4” Jawab YeonMi polos.

RyeoWook mengigit bibirnya menahan tawa. Jadi YeonMi menganggapnya serius?

Iapun berniat menggodanya. Menggoda YeonMi telah menjadi hobi barunya.

 

“Ahh, sayang sekali tapi aku ingin menikah dalam waktu dekat” Godanya.

 

“Eoh?”

 

“Aku akan mencari gadis yang siap ku nikahi,” Jawabnya yang membuat YeonMi menatapnya tak terima.

 

“Jinjja!? Gadis lain?” Balasnya. RyeoWook menggendikan bahunya samar.

 

“Yang dewasa,menarik, tinggi dan bisa memasak” Ujarnya, YeonMi mendengus.

 

“Kau bercanda, bukan!?” YeonMi mencoba tertawa.

 

“Bada Noona atau member girlband lain? Aktris mungkin..”

 

“Ya! Kim RyeoWook!”

 

“Hmm.. A pink atau Girls day…” Godanya.

 

“Neo jinjja!”

 

“Hello venus juga cantik aah eottokhae!?” Lanjutnya yang membuat emosi YeonMi memuncak.

Gadis itu membebaskan tangan kirinya dan mengeluarkan tangan kanannya yang terluka dengan  perlahan.

 

“Geureom, menikah saja dengan mereka! Akupun bisa saja menikah dengan Lee JongSuk ataupun Lee DongHae mungkin” Ujarnya dan menyendokan supnya sendiri dengan kesal.

 

“Baiklah. Aigoo, Bada Noona~”

 

RyeoWook berusaha keras menahan tawanya, masih ingin menjahili gadis polos itu. Kini ia adalah seorang aktor. Harusnya ini mudah untuknya, bukan?

 

Beberapa saat keduanya hanya terdiam menghabiskan sarapan mereka. YeonMi menolak RyeoWook yang ingin kembali menyuapinya. Dan RyeoWook membiarkannya, ia senang melihat gadis itu marah. Karena itu sangat lucu untuknya.

Tiba-tiba pria ini mengangkat wajah saat mendengar isakan yang sepertinya lolos setelah ditahan. Ia tersentak mendapati pipi YeonMi yang basah karena air mata.

 

“Y-ya! Kau menangis? Uljima~” Ujar RyeoWook dan bangkit berdiri di samping YeonMi yang kini berusaha menghapus air mata yang terus keluar.

 

Tanpa disangka gadis itu malah menangis dengan suara keras. Membuat RyeoWook makin panik. Aish, mengapa remaja sangat sensitif? Pikir RyeoWook.

“Kau tak mau menikahi ku karna.. karna..aku tak bisa memasak dan kekanak-kanakan!? Menurut mu aku tidak menarik?! Aku jelek?!” Seru YeonMi disela tangis sesenggukannya.

 

“Mwo?! Aigoo.. aku hanya bercanda! Uljimayo Yeon-ah. Aku bersumpah tak serius dengan itu” Mohonnya tapi YeonMi tetap menangis.

“Aishh nan eottokhae!?”

 

Pip

 

Terdengar suara pintu dorm yang terbuka, namun YeonMi tak juga berhenti terisak.

Munculah seorang pria berkemeja dengan keranjang buah ditangannya.

“YeonMi-ya, Oppa–” Shin DongHee berhenti kala mendapati adik sepupunya yang menangis dengan RyeoWook disampingnya.

 

RyeoWook menatap horror pria itu. Ia pasti akan mendapat masalah.

 

ShinDong menatap keduanya bergantian dengan tatapan tak percaya. Tangannya mengepal.

 

“Ya!! Kim RyeoWook beraninya kau membuatnya menangis!!”

 

 

=*=*= THE END =*=*=

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: