Make You Jealous [1/?]

re

Author: Blue Angel
Title: Our Love – Part 1 “Make you Jealous”
(Series of ‘Love Like This’)

Main casts:
Shin YeonMi
Kim RyeoWook
Genre: Romance, Family, Friendship
Length: Chaptered
Rating: PG-15
Disclaimer: This is my original fanfict! The plot of story pure from my brain~ This story just fiction. Kim RyeoWook and this story, ARE MINE 😄
SO DON’T BE A PLAGIATOR OR BASHING ME~^^

A/N: FF ini ada before stroynya, judulnya Love Like This sama Winter in Love, pernah dikirim kesini juga^^ or just find it at my wordpress BlueAngel1015.wordpress.com

Thanks for admin and readers~^^
=*=*= Happy reading =*=*=

 

 

*Author’s PoV*

Jam besar di universitas itu berdentang beberapa kali. Membuat segelintir mahasiswa dan mahasiswi yang jam kuliahnya telah berakhir, segera meninggalkan kelas.

Gadis berambut coklat yang merupakan murid semester empat itu melangkah keluar kelasnya. Ia tampak bersin satu kali lalu menggosok hidungnya yang memerah.
Flu. YeonMi benci ini. Padahal ini sudah musim semi, tapi flu akibat musim dingin baru menyerangnya sekarang. Yah, memang tak bisa dipungkiri bahwa hari ini masih sedingin musim dingin yang telah berlalu seminggu ini.
Langkah YeonMi memelan kala mendapati seorang pria tengah berdiri bersandar di sebuah sedan putih mewah bermerk BMW 520i dekat gerbang. Walau pria tersebut mengenakan tudung dari mantel abu-abunya, kaca mata bening dan masker putih, YeonMi tetap mengenalinya.

YeonMi tersadar kala pria itu melambaikan tangannya. YeonMi segera menghampirinya, berdiri di hadapannya dengan mata menyipit.
Pria ini.. YeonMi masih marah dengannya.
“Ryeong– RyeoWook-ah, Apa yang kau lakukan disini?” Ujarnya ketus tanpa memanggil pria itu dengan nama kesayangannya, ‘Ryeongie’.
RyeoWook menurunkan maskernya, memperlihatkan senyum tipis dan lesung pipitnya. Ia tak bisa menahan senyumnya , gadis itu justru terlihat lebih menggemaskan saat marah.
“Tentu saja menjemput mu” Jawabnya lalu membukakan pintu mobil. “Masuklah”
“Shireo” Jawabnya dengan tatapan datar. RyeoWook menghela nafas berat dan kembali menutup pintu lalu menyandarkan punggungnya.
“Oh ya, bagaimana dengan lengan mu?” Tanyanya lagi. YeonMi langsung melihat tangan kanannya yang sempat cidera beberapa waktu lalu.
“Sudah sembuh. Bahkan sudah bisa digunakan untuk meninju seseorang. Sekarang juga” Sindirnya dengan menekan kalimat akhirnya. Tapi RyeoWook malah tertawa pelan, membuat YeonMi mendengus. “Aku sudah mengingatkan mu untuk tak menemui ku, kan?” Lanjutnya.
“Mianhae~” Ujarnya dengan nada aegyo. YeonMi memalingkan wajah lalu tertawa mengejek.
“Sebaiknya kau–” Ucapannya terputus karena ia malah batuk beberapa kali.
RyeoWook menegakan tubuh dan menatap gadis itu intens.
“Ya~! Kau flu??” Tanya RyeoWook khawatir. Pria itu menatap YeonMi dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Blazer putih bulu, atasan rajutan warna orange dan jaket, celana berwarna senada dan boot coklat.
Ya gadis itu memang mengenakan dua lapis, tapi bagaimana ia bisa tak menggunakan syal?
“Ini bukan urusan mu!” Jawabnya.
“Tentu saja ini urusan ku! Aku sudah berjanji untuk menjaga mu, aku–”
“Aku tidak meminta mu untuk melakukan itu” Potongnya. RyeoWook meraih sebelah tangan gadis itu dan menariknya agar memasuki mobilnya.
“Ya!! Ya!! Apa yang kau lakukan!?” Gadis itu terus memberontak walau RyeoWook sudah membuka pintu. “Lepaskan!!!” Pekiknya yang membuat RyeoWook mendengus.
“Aigoo~! Apa susahnya untuk masuk? Aku akan mengantar mu dengan selamat”
“Kyaa!! Tolong aku!! Orang ini akan menculik ku~!!” Tanpa diduga, YeonMi berteriak, seketika seluruh perhatian tertuju pada mereka. RyeoWook mendadak panik.
“Aish, apa yang kau lakukan!?” Desis RyeoWook. Orang-orang kini menatapnya dan RyeoWook hanya bisa melempar senyum canggung kemudian menaikan maskernya. Aisssh, Apa YeonMi sudah gila!?
“Aahh! Seorang cabul akan menculik ku! Tolong aku!!” YeonMi mengabaikan RyeoWook dan terus melakukan aksi gilanya.
RyeoWook melihat sekeliling dan kembali berdesis.
“Ya! Neo michyeoseo!?”
“Ne~ Aku memang sudah gila” Bisiknya. “Kyaa~ pria ini memaksa ku masuk ke mobilnya!! Tolong a–”
RyeoWook berdecak dan langsung melepas genggamannya.
“Arasseo, aku tak memaksa mu!” Ia mengalah. YeonMi tertawa puas.
“Geureom, kayo!” YeonMi melipat tangannya di dada seraya menggedikkan dagunya.
RyeoWook menatap gadis ini seraya menggertakan giginya.
“Aish jinjja!” Umpat RyeoWook lalu mendaratkan jitakan di kepala YeonMi.
“Akkh!”
“Geurae~ Pulanglah sendiri. Aku pun masih banyak urusan” Tandas RyeoWook jengkel lalu kembali masuk ke mobilnya.

YeonMi hanya tersenyum jahat. Ia belum memaafkan pria itu, dan ia berencana membuatnya kesal terus-menerus.
“Siapa suruh membuat ku marah? Lihat saja apa yang akan ku lakukan!” Gumam YeonMi seraya menatap mobil RyeoWook yang mulai mundur.
Ia hampir luluh karena wajah aegyo RyeoWook tadi, tapi syukurlah itu tidak terjadi, ia masih ingin membuat RyeoWook meminta maaf dengan cara yang lebih diinginkannya. Ah, lebih tepatnya ‘yang diidamkannya’.

Tapi kemudian senyumnya hilang, apa hanya itu yang bisa RyeoWook katakan? Apa pria itu tak memiliki keinginan yang lebih besar agar YeonMi memaafkannya?
“YeonMi-ssi!” YeonMi berbalik saat mendengar seseorang memanggilnya.
Matanya langsung menangkap senyuman lebar dari pria tinggi itu. Lee HeeKyung.
Pria yang luar biasa populer di universitas ini, seseorang berlabel ‘pria idaman para Sunbae dan Hoobae’. Kepintaran dan kekayaan berlimpah serta wajah tampan mirip aktor ternama Ji ChangWook, menjadi daya tarik utamanya. Ya, wajahnya sangat mirip aktor Ji ChangWook.
Namun anehnya HeeKyung justru tertarik dan selalu berusaha mendekati YeonMi di saat banyak gadis yang lebih anggun dan manis tengah mengejarnya.
“Kau pulang sendiri?” Tanya HeeKyung. YeonMi mengangguk. “Ku kira mobil putih tadi menjemput mu”
“Ahh, a-aniyo”
“Geureom.. Kau mau pulang bersama ku?” HeeKyung menunjukan senyum terbaiknya seraya mengulurkan tangan.
YeonMi hanya terkekeh pelan dan menerima tangan itu, mengundang tatapan iri dari gadis-gadis yang memperhatikan mereka hingga keduanya menghilang ke balik mobil hitam pria itu.
Tanpa disadari, sepasang mata di dalam mobil yang belum jauh dari sana menatap keduanya dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.

~***~

Shin YeonMi membolak-balik majalah di mejanya dengan jengah. Kini ia berada di sebuah cafetaria di pusat kota bersama teman baiknya, Choi SeoRin. Hari ini adalah hari libur, dan ia mengajak SeoRin keluar.
Biasanya YeonMi mengisi hari libur dengan mengunjungi RyeoWook ke dorm atau bahkan ke stasiun tv tempatnya melakukan recording.
Tapi sayangnya ia tak bisa melakukan ini karena masalahnya dengan pria itu. YeonMi yang biasanya selalu berusaha agar berada di dekat RyeoWook, tengah berusaha keras agar tidak menuruti keinginan hatinya tersebut.

Namun tetap saja YeonMi tak bisa berhenti memikirkan RyeoWook walau ia kesal karena pria tersebut tak menghubunginya sama sekali setelah kejadian sore itu. Ini sama sekali berbeda dari harapannya. Ia kira setelah aksi jahilnya kemarin, pria itu akan lebih berusaha keras untuk meminta maaf padanya, namun nyatanya…
“Apa ia tak peduli jika aku marah padanya? Atau ia terlalu sibuk? Aissh, bahkan jika dipikir akulah yang terlihat jelas mengejar-ngejarnya sementara ia terlihat biasa saja. Ia juga selalu membuat ku cemburu, tapi apa ia pernah cemburu karena ku? Aissh, yang benar saja! Apa ini masuk akal? Ia jahat sekali!! Atau mungkinkah sebenarnya perasaannya pada ku sudah menghilang, tapi ia tak tega mengatakannya?” YeonMi bergelut dalam pikirannya.
“Maldo andwae!” Tanpa sadar kalimat itu mengalun dari mulutnya. Membuat gadis berambut pendek dan pipi chubby dihadapannya menatapnya aneh.

 

“Ya! Neo wae irae?” Tanyanya. YeonMi memejamkan matanya sesaat dan kembali beralih pada majalahnya.
“Ani SeoRin-ah” Jawabnya. Gadis bernama SeoRin itu hanya menggedikkan bahu samar dan kembali sibuk dengan gadgetnya.
“Aissh, jinjja! Aku benar-benar tak menyukai gadis ini!” Desis SeoRin tiba-tiba, disusul dengan umpatan serta sumpah serapahnya. YeonMi tampak tak peduli dan membiarkannya, tetap membaca majalahnya.

SeoRin adalah seorang fangirl yang sangat aktif di media sosial. Ia merupakan fans sekaligus stalker dari Super Junior. Ya, Super Junior. Umpatan, sumpah serapah atau teriakannya sudah sangat akrab di telinga YeonMi.
Mereka begitu dekat semenjak awal pertemuan mereka, mereka bicara bahasa banmal dan sering menceritakan keluh kesah masing-masing. SeoRin bahkan tahu bahwa YeonMi merupakan sepupu kandung dari ShinDong.
Mungkin itu yang menyebabkan hubungan pertemanan mereka makin erat. SeoRin sering kali mendapat informasi eksklusif dari YeonMi mengenai Super Junior dan itu membuat SeoRin makin menyayangi sahabatnya ini.
Tapi ia agak jengkel karena YeonMi tak pernah bersedia memberikan informasi mengenai bias SeoRin tanpa alasan yang jelas hingga kini.
Biasnya adalah RyeoWook dan entah mengapa YeonMi selalu menyuruh SeoRin untuk tidak bertanya mengenai RyeoWook padanya. Bahkan gadis itu pernah meminta SeoRin berhenti menyukai RyeoWook.
Dan kini SeoRin hanya bisa berasumsi bahwa sejak dulu YeonMi memang tidak pernah berhubungan baik dengan biasnya.
Biarlah, setidaknya YeonMi masih memberi informasi mengenai Oppadeul lain, pikir SeoRin.

 

“Aigoo, aku muak melihat wajah sok polosnya! Yang benar saja jika RyeoWook Oppa kencan dengannya!” SeoRin kembali mengoceh. Namun kali ini YeonMi tertarik dan langsung merampas tab ditangan SeoRin.

Matanya kini bisa menangkap bahwa SeoRin tengah membuka forum tertutup yang hanya berisi Korean Netizen, khususnya K-Fangirl. Disana ada seseorang yang berbicara mengenai RyeoWook dengan hoobaenya yang diyakininya memiliki hubungan spesial, pesan itupun mendapat komentar yang beragam.
“Ck! Gosip murahan!” Decak YeonMi dan mengembalikan komputer tablet itu.
Tapi dalam hati ia sangat kesal juga. Mengapa sampai ada rumor ini? Apa RyeoWook benar-benar dekat dengan Hoobaenya itu?
YeonMi mendengus kecil. Jika bisa, ia ingin memberi tahu SeoRin bahwa sebenarnya ialah yang memiliki hubungan special dengan RyeoWook. Tapi.. Itu tidak mungkin.
“Ne, tentu aku juga tak percaya. Ahh tapi YeonMi-ya, kau sering berkunjung ke dorm, bukan? Apa kau pernah melihat RyeoWook Oppa membicarakan seorang gadis atau.. Semacamnya?” Tanya SeoRin penasaran. Hanya YeonMi satu-satunya yang bisa ia tanyakan hal seperti ini.

YeonMi terdiam kemudian menggeleng singkat, membuat SeoRin menghela nafas lega.
“Baguslah! Berarti ia memang jujur saat ia berkata ia tidak sedang berkencan. Aigoo, aku semakin mencintainya” Ungkap SeoRin sumringah.

 

Tiba-tiba dada YeonMi agak menyesak. Yah, ia dan RyeoWook memang tidak berkencan. Mereka hanya saling mencintain tanpa ikatan apapun. Ia tak pernah diakui.
Ah.. Bukankah YeonMi harus menerima hubungan yang seperti ini akibat menolak RyeoWook di masa lalu?
Tapi… Mengapa semakin lama, ini makin menyesakkan?

 

Merekapun kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing. YeonMi terdiam saat salah satu halaman majalah ini memperlihatkan gambar pria itu.
Kim RyeoWook. Ya, kebetulan ada artikel tentangnya. YeonMi tersenyum pahit melihatnya sementara jarinya tanpa sadar bergerak menyentuh wajah pria tersebut.

 

“Bogoshipoyo” Lirihnya dalam hati. Ia ingin hubungan mereka segera membaik. Namun YeonMi sendiri tak mau mengalahkan egonya untuk meminta maaf terlebih dulu. Ia ingin melihat kesungguhan pria itu.
Tapi apa cara ini berhasil?
“Annyeong, apa disini kosong?” YeonMi tersentak saat seseorang tiba-tiba duduk di sampingnya sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.
“Lee HeeKyung?!” Ujar SeoRin.
“HeeKyung-ssi? Bagaimana kau bisa berada disini?” Heran YeonMi. Pria bermantel merah tersebut tersenyum tipis padanya dan SeoRin.
“Aku hanya mengikuti kata hati ku dan pergi ke sini” Jawabnya ambigu. SeoRin memicing.
“Dan hati mu berkata untuk mengikuti kami?” Celetuknya.
“Aishh, neo mwoya!” Seru YeonMi. HeeKyung hanya tertawa kecil lalu menyerahkan satu cup kopi hangat pada YeonMi. YeonMi menatapnya bingung.
“Untuk mu” HeeKyung tersenyum. YeonMi terdiam sebentar, tertawa kecil dan menerima gelas tersebut seraya berterimakasih.
SeoRin menatap keduanya bergantian,
“Ya! HeeKyung-ssi, kau hanya membeli minuman untuknya saja?!” Protes SeoRin pada HeeKyung yang tengah menyesap kopinya.
“Aku tak sengaja melihat YeonMi tengah murung tadi, sedangkan kau terlihat biasa saja. Aku rasa ia lebih membutuhkannya” Jelas HeeKyung sekenanya seraya terus memandang YeonMi. SeoRin mengumpat tak terima.
“Aku sedang tertekan karena gosip yang sedang menimpa calon suami ku!” Adu SeoRin. HeeKyung dan YeonMi hanya tertawa. Mereka harus memaklumi fangirl gila yang satu ini.
YeonMi memalingkan wajah saat merasa ia dan HeeKyung terlalu lama bertatapan, bahkan YeonMi melihat tatapan lain disana, entah apa itu. Pria inipun kembali menyesap gelasnya.
“Eyy, aku yakin ada sesuatu di antara kalian” Celetuk SeoRin yang membuat HeeKyung nyaris tersedak kopinya.
“Ya! Aishh, museun soriya!? Cha! Ambil saja ini” Balas YeonMi seraya memberi kopi itu pada SeoRin. Ia tahu ini adalah bentuk protes gadis itu karena HeeKyung tak memberinya kopi.

YeonMi mengumpat dengan senyum geli saat SeoRin meminum kopi itu dengan semangat. Dasar!
Choi SeoRin kembali mengoceh, kali ini seputar dosen mereka di kampus. YeonMi hanya menyimak eluhan gadis itu baik-baik sampai akhirnya matanya tertuju pada orang-orang yang baru menempati meja yang berjarak dua meja di depannya.
Mata YeonMi memicing saat fokusnya jatuh pada salah satu sosok, pria bertopi dan kacamata dengan pipi chubby.

*YeonMi’s PoV*
Aku memicingkan mata saat penglihatan ku terarah pada seseorang yang berada di tempat yang berjarak dua meja dari sini.

Kepalanya tertutup topi putih dan terpasang kacamata hitam di wajahnya.
Ia terlihat tertawa sekilas. Aish, wajahnya mirip Ryeongie, ahh chankanman!!! Ia.. ia memang RyeoWook!! Omo! Apa yang dilakukannya disini?
Bagaimana jika SeoRin mengenalinya? Kemudian meminta ku untuk menghampiri Ryeongie dan menanyakan apa SeoRin boleh berselca bersamanya. Aissh, Choi SeoRin tak akan tinggal diam jika ia melihat RyeoWook dan tentu ini akan melibatkan ku!

Aku tidak bisa melakukannya! Karena aku telah bersumpah untuk tidak bicara pada Ryeongie sebelum ia meminta maaf secara layak.

Akupun sedang berusaha menghilangkan image ku yang biasanya terlalu menunjukan perasaan ku padanya, karena baru ku sadari bahwa selama ini aku begitu memalukan-_-
Dan juga.. Sebenarnya aku merasa cemburu saat Ryeongie tersenyum pada fangirlnya. Karena menurut ku itu sama saja ia tersenyum pada gadis lain. Ck! Tapi itu wajar, bukan? Karena aku menyukainya.
“….Ne, benar sekali SeoRin-ssi, bagaimana dengan mu YeonMi-ssi?” Aku mendengar HeeKyung menyebut nama ku di tengah pembicaraannya.
Tapi aku tak terlalu menyimak apa yang ia katakan tadi, karena mata ku hanya fokus pada satu titik. Ryeongie yang tengah berbincang dengan seseorang di sebelahnya.

Aissh, pria pendek itu, mengapa ia sangat punya banyak teman wanita dan menebar senyum sesukanya? Apa ia playboy? Hahh.. Yang benar saja!
“Eo.. Bukankah itu Super Junior RyeoWook, idola mu SeoRin-ssi?”
“Dimana!?”
Mwo!? Apa HeeKyung melihatnya!? Tidak! Tidak! SeoRin tidak boleh melihat Ryeongie disini.

“Tidak ada RyeoWook disini!!” Elak ku cepat dan… cukup keras.
Aku mendadak kaku saat menyadari beberapa pengunjung tengah menatap ku. Ehh.. Apa reaksi ku tadi terlalu memancing perhatian? Aissh, memalukan!
Ku lirik Ryeongie sekilas dan aku refleks menunduk saat matanya mengarah pada ku. Aigoo, apa ia melihat ku?
Aishh paboya! Aku sedang tak ingin menemuinya~
“YeonMi-ya neo wae irae??” Ku dengar keheranan SeoRin.
Aku masih menunduk, terus berharap semoga penglihatan ku salah, pasti dibalik kacamata hitamnya, sebenarnya tadi Ryeongie tidak melihat ku.
Ya, ya, pasti!
“Neo wae geurae? Bukankah ia memang idola SeoRin? SeoRin-ssi, ia orangnya, bukan?” Ucap HeeKyung seraya menunjuk wajah Ryeongie di halaman majalah di hadapan ku.

Mwo!? Majalah!?
SeoRin meraih majalah itu dan mengiyakannya dengan cepat.
“Ne, ini Oppa ku! Aissh, mengapa kau tak memberitahu ku kau sedang membaca majalah ini? Ada wawancara eksklusif dengan RyeoWook Oppa dan pemain drama musicalnya di edisi ini! Ah, daebak, ini bahkan baru rilis hari ini dan cafe ini sudah menyediakannya untuk dibaca gratis oleh pelanggan” Celoteh SeoRin memulai pembicaraan seputar dunianya kemudian mengarahkan kamera ponselnya, memotretnya untuk mempostingnya mungkin.
Ku tatap SeoRin dan HeeKyung bergantian kemudian menghela nafas lega. Astaga HeeKyung.. Ku kira ia menyadari kehadiran Ryeongie disini. Syukurlah ia hanya melihat gambarnya saja.
Karena mungkin saja Ryeongie bisa nekat menghampiri ku kemudian SeoRin melihatnya dan… apa yang ku rahasiakan selama ini terungkap begitu saja.
Segera ku tutupi wajah ku dengan menu, aku tak boleh membiarkan ia melihat ku.
Tiba-tiba ponsel ku yang berada di atas meja bergetar, ada chat baru di SNS. Dari.. Ryeongie?

“Mengapa kau menutup wajah mu? Aku tahu itu kau, YeonMi-ya”

Mata ku membesar. Omo! Jadi ia sudah melihat ku!? Ahh, sial!
“Apa yang kau lakukan, YeonMi-ssi?” Bisa ku rasakan HeeKyung menyentuh tangan ku dan menekannya ke bawah, berusaha menyingkirkan menu ini dari wajah ku.
Aku hanya melihatnya dan menggeleng.
“Gwaenchanha HeeKyung-ssi” Jawab ku gugup dan HeeKyung hanya tersenyum.
Senyumnya sangat tampan, tak heran semua gadis terpesona padanya. Hah~ Tapi tidak bagi ku, mungkin penglihatan ku telah dibutakan oleh pria tidak peka bermarga Kim itu.

Tiba-tiba ponsel ku bergetar lagi, membuat ku refleks melepas genggaman HeeKyung.
“Apa yang kau lakukan disini?”

Ryeongie bertanya. Aku mendengus tak percaya. Aish pria ini! Apa hanya ini yang ingin ia katakan!?
Segera ku gerakkan jari-jari ku untuk membalas pesannya,
“Bukankah semua orang bebas kesini? Kau sendiri mengapa harus disini? Aku tak ingin melihat mu!” Pertanyaannya tadi membuat ku makin kesal saja. Harusnya ia berkata “Mianhae aku sangat-sangatlah menyesal. Bogoshipoyo YeonMi-ya” tapi ia malah… ck!
“Aku ada recording disekitar sini. Aku akan menghampiri mu” Pesannya. Aish, andwae!
“Jangan! Gadis yang tengah bersama ku adalah fans fanatik mu, kau tidak akan tahu apa yang terjadi pada mu jika ia tahu kau disini, ia.. Seorang sasaeng” Bual ku.
Kalian perlu tahu bahwa sebelum kuliah, SeoRin adalah seorang sasaeng. Namun ia memutuskan berhenti menjadi fans penguntit untuk melanjutkan pendidikannya baik-baik.
“Pria itu, ia teman mu?”

Aku tersenyum kecil, aku senang ia bertanya begitu. Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala ku. Ku lihat Ryeongie sekilas, ia sedang mengobrol dengan wanita di sebelahnya dan.. sesekali melirik ku. Ahh, ia memperhatikan ku juga ternyata kkk~

Sedangkan Lee HeeKyung tengah menyesap kopinya seraya memainkan ponselnya. HeeKyung-ssi aku meminta bantuan mu kali ini. Ku sentuh bahunya dengan telunjuk ku, bermaksud memanggilnya
“Kau harus mencobanya, cheese cake disini enak sekali!” Ku potong kue di piring ku dengan garpu dan menyodorkannya ke hadapan mulut HeeKyung. Ia menatap kue itu sekilas kemudian bertanya untuk memastikan lalu melahapnya.

Aku menyuapi pria lain hahaha, Ryeongie kau melihatnya?
“Oh! Maaf, ada krim di bibir mu” Ucap ku lalu tanpa keraguan ku ulurkan tangan ku ke pipi HeeKyung dan menggunakan ibu jari ku untuk menyeka krim di sudut bibirnya.
Ohh.. Aku pasti akan sangat terbakar jika melihat gadis lain melakukan ini pada Ryeongie. Tapi aku tidak tahu untuk Ryeongie, apa ia akan merasa perasaan semacam itu? Maka dari itu aku ingin memastikannya dengan melakukan ini.

Ku lihat HeeKyung salah tingkah, aissh, apa ia bisa seperti ini hanya karena aku menyentuh bibirnya?
“A-ah, gomapta” Lirihnya.
“Eeyy, Kalian.. Mungkinkah kalian sungguhan…” Curiga SeoRin dengan mata yang semakin kecil saja.
Aku mencoba tertawa malu seraya memukul pelan bahu HeeKyung.
“Ah, apa kami terlihat cocok?” Tanya ku dengan tawa tersipu buatan.
Dari ujung mata ku terlihat Ryeongie melihat ku. Ha! Aku melakukannya tepat di mata mu Kim RyeoWook! Jika kau memang mencintai ku harusnya kau merasa panas melihat ini.
Aissh, aku mulai lagi-_-
Aku terkejut saat tiba-tiba HeeKyung meletakan sebelah tangannya di bahu ku.
“Kau tertarik pada ku, YeonMi-ssi?” Ia tertawa kecil dengan tatapan jahilnya. Baru kali ini aku melihat HeeKyung percaya diri seperti ini, aahh tapi ini pantas untuknya.
Aku terkekeh.
“Kau begitu sempurna. Menemukan seorang gadis adalah perkara yang sangat mudah bagi mu” Puji ku.
Ponsel ku bergetar lagi, kali ini panggilan dari Ryeongie. Wah! Ia sampai menghubungi ku? Ahh, sepertinya ini berhasil hahaha.
Kendalikan ekspresi mu YeonMi-ya! Jangan terlihat bahagia!
“Nugu?” Tanya HeeKyung. Segera ku balik ponsel ku.
“Ah, aniyo~ Bukan seseorang yang penting” Jawab ku lalu melihat Ryeongie. Pria itu melihat ke arah ku dengan tatapan… entahlah, ia mengenakan kacamata gelap. Tapi bisa ku lihat ia baru mendengus seraya menjauhkan ponselnya dari telinga.

“YeonMi-ssi, SeoRin-ssi, setelah ini kalian punya rencana? Bagaimana jika kalian ke taman hiburan bersama ku?” Ucapnya dan menormalkan posisinya, tak lagi merangkul bahu ku.
“Jinjja!? Ahh, tentu saja aku mau!” Jawab ku antusias. Sepertinya mood ku cukup baik untuk pergi ke taman hiburan. Ini karena melihat reaksi Ryeongie tadi hahaha.
“Ku rasa… aku tidak bisa. RyeoWook Oppa ada recording di sekitar sini, aku akan pergi melihanya” Kasihan SeoRin, Padahal kini ia tengah duduk membelakangi idolanya itu hahaha.
“Jinjjayo? Sayang sek–”

Tiba-tiba ponsel ku bergetar, satu pesan dari Ryeongie.
“Mengapa kau sengaja tak menjawab panggilan ku?”
“Haruskah!? Aku kan bukan yeojachingu mu” Sindir ku. Semoga setelah ini ia meminta ku menjadi yeojachingunya. Aisshh, berhenti seperti ini YeonMi-ya!
“Ah, majja”
Aku mengerjap tak percaya. Ige mwoya!? Ah-majja… Hanya dua kalimat!? Hah! Tidak bisa dipercaya!
“Aku tak mau bicara dengan mu!” Pesan ku. Aishh, ia membuat ku kesal.

“Jeongmal? Ah~ geurae, ayo jangan saling bicara lagi” Jawabnya dan kini ku lihat ia dan teman-temannya baru saja meninggalkan meja.
Mwo!? Ia setuju begitu saja??
Tiba-tiba dada ku menyesak. Apa ia serius?

Ah! Tentu saja tidak. Ia pasti cemburu, bukan? Ya, ya, pasti. Tenanglah YeonMi-ya.

~***~

*Author’s PoV*
“Cut! Istirahat sebentar” Ucap sutradara pada orang-orang.
RyeoWook yang masih duduk, langsung menerima dan meneguk sebotol air dari coordi-nya. Kini ia tengah melakukan rekaman sebuah talk show yang akan ditayangkan minggu depan.
Stylistnya tengah merapikan rambutnya. RyeoWook memejamkan mata, dan lagi-lagi yang muncul di pikirannya adalah YeonMi bersama teman prianya di cafe tadi.
Ia segera membuka mata dan meraih ponsel di sakunya, membuka SNS dan melihat akun YeonMi, gadis tersebut biasanya aktif memperbarui kegiatannya di SNS. Ia juga ingin mencari tahu tentang pria tadi.
Dan dugaannya tepat, YeonMi baru saja memposting foto. Sebuah foto yang menyebabkan RyeoWook merasakan perasaan yang sama saat melihatnya di cafe. Membuatnya tanpa sadar menggenggam ponselnya lebih keras.

“Bersama HeeKyung~ Hari yang sangat menyenangkan!^^ Gomapta HeeKyung-ssi kkkk”
Di foto tersebut YeonMi tampak berselca dengan pria bernama HeeKyung itu dengan latar sebuah taman hiburan. Hanya berdua.
“Seberapa dekat mereka?” Batinnya.

 

“Sunbaenim!” RyeoWook menegakkan leher dan matanya langsung menangkap seorang gadis bermini dress warna ungu menghampirinya dan duduk di sampingnya. Stylist yang sebelumnya sedang merapikan rambut RyeoWook, segera meninggalkannya. Merasa dua artis ini akan memulai perbincangan pribadinya.

“Sunbae, kau sedang tak sehat?” Tanyanya karena sepanjang recording RyeoWook terlihat tak seperti biasanya.
“Oh, aniyo!” Jawab RyeoWook dengan senyum paksa. Sesungguhnya perasaan begitu tak menentu terlebih setelah melihat foto tadi.
“Ah, syukurlah. Sunbae, bagaimana tentang YeonMi-ssi? Ia masih marah pada mu?” Tanyanya. Ya, RyeoWook sangat dekat dengan hoobae-nya yang satu ini. RyeoWook selalu menceritakan masalahnya padanya, bahkan gadis ini tahu mengenai hubungan aneh yang dijalin RyeoWook bersama sepupu ShinDong.

RyeoWook tertawa pahit dan mengangguk,
“Ne~Dan kau tahu apa? Aku bertemu dengannya saat ke cafe tadi dan ku rasa aku sedang tak ingin berbaikan dengannya”
“Mwo!? Sunbae.. museun soriya?” Heran gadis itu. Ia sangat tahu bahwa sebenarnya RyeoWook begitu mencintai YeonMi dan melalui waktu begitu berat hanya karena YeonMi sedang marah padanya.
Dan sekarang.. Apa maksud pria ini?
“Ia ke cafe bersama teman prianya, mereka terlihat sangat dekat. Dan tiba-tiba saja hati ku terasa panas. Aku terus berpikir ‘apa mereka setiap hari seperti ini’ kau tahu? Itu sangat….” RyeoWook menggantungkan kalimatnya. Ia tak tahu bagaimana mendeskripsikan perasaannya saat YeonMi menyentuh pipi pria bernama HeeKyung tersebut. Ia sangat tak terima YeonMi melakukaan hal itu pada pria lain.
Gadis yang masih mendengarkan ceritanya ini hanya tertawa.
“Omo! Kau pencemburu juga ternyata?” Kekehnya.
“Cemburu? Mungkinah…” Alis RyeoWook bertaut kemudian terdiam. Ia baru menyadari bahwa api yang bergejolak di dadanya inilah yang dinamakan cemburu. Mengapa cemburu bisa merubahnya seperti ini?
Membuatnya terus diam, tak tenang bahkan tak bersedia meminta maaf pada YeonMi. Ia begitu marah. Bahkan api itu lebih besar dibanding saat YeonMi menolaknya.
“Ah, tapi ku rasa itu wajar. Karena kau mencintainya, bukan?”
RyeoWook tertawa kecil,
“Yah, aku begitu mengaguminya, aku mencintainya dan sejak dulu perasaan itu tak pernah berkurang” ia tersenyum mengingat wajah gadis itu. “Ahh, tapi menurut mu… Apa hubungan YeonMi dengan pria itu? YeonMi menyentuh wajahnya, pria itu memegang tangannya dan mereka terlihat bahagia bersama” Lanjutnya. Ia benar-benar gelisah.

 

Gadis ini menepuk bahu RyeoWook sekilas,

“Tenanglah Sunbae! Bukankah kau berkata bahwa YeonMi-ssi merupakan orang yang begitu santai bahkan tak ragu melakukan skinship dengan siapapun? Ia sudah jelas sangat menyukai mu, mana mungkin berpindah hati dengan cepat?” Ia mencoba meyakinkan RyeoWook.
RyeoWook mengangguk pelan seraya menghela nafas. Berharap ini hanyalah perasaannya.
“Ne, kau benar. Ia memang seperti itu”
“Tapi Sunbae, mengapa kau tak memintanya untuk jad kekasih mu? Aku yakin kau tak mungkin ditolak untuk yang kedua kalinya” Tanya member girlgroup itu penasaran.
RyeoWook tersenyum tipis. Ia memang kerap kali ingin melakukan itu lagi agar bisa bebas melarang YeonMi untuk menyentuh pria lain dengan alasan ‘aku kekasih mu’. Tapi ia selalu berusaha menahan diri untuk tidak melakukannya tentu dengan alasan.
“Aku memiliki alasan tersendiri untuk itu” Jawabnya. “Ahh tapi menurut mu mereka tak ada hubungan apapun?” RyeoWook masih khawatir.
Gadis ini tertawa lagi, ia berdiri, memeluk RyeoWook sekilas seraya menepuk-nepuk punggungnya.
“Aigoo, kokjongmaseyo Sunbae! Mereka hanya teman, aku yakin itu” Ucapnya tersenyum lebar setelah melepas pelukannya. RyeoWook menggaruk lehernya seraya terkekeh malu. Sepertinya ia terlalu menunjukan kekhawatirannya.
“Ne, gomawoyo”
Tanpa sadar, dari kejauhan ada seseorang dengan kamera yang terus mengabadikan tiap gerak-gerik mereka.

~***~

Malam tiba, YeonMi telah selesai beraktifitas dan membersihkan diri. Ia duduk di bawah sofa ruang tengah apartmentnya, meletakkan ponselnya di atas meja dan terus memperhatikannya seakan tak ingin lengah dan melewatkan sesuatu.

“Ah ayolah! Kim RyeoWook hubungi aku! Se~karang!” Ia menggerakkan tangannya di atas ponselnya, seakan sedang menyihirnya dengan mantra.
Namun ia hanya bisa mengerucutkan bibirnya kala layar ponselnya tetap gelap. Tak ada tanda-tanda RyeoWook berusaha menghubunginya.

“Haiishh!! Pria menyebalkan!! Aku akan menarik keluar semua rambutnya saat kita bertemu. Lihat saja!! Aishh!!” Gusar YeonMi seraya memukul bantal di pangkuannya penuh emosi lalu melemparnya ke sembarang arah.
Seseorang yang baru masuk dengan cepat menangkap benda itu lalu melihat YeonMi heran,
“Museun iriya?”
“O.. Oppa?”
YeonMi terlonjak lalu cepat-cepat bangkit sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan setelah menjadi ‘korban’ kebimbangannya karena mempertimbangkan haruskah ia menghubungi RyeoWook duluan. Yah, Ia memang berlebihan.

“Oppa, apa yang membawa mu kemari?” Tanyanya. ShinDong berjalan mendekat, menaruh bawaannya di atas meja dan menempatkan bantal tangkapannya di kursinya.

“RyeoWook lagi?” Tanya ShinDong seraya duduk di sofa biru itu dan menatap YeonMi yang masih berdiri.
Gadis bersweater kuning ini mengerucutkan bibirnya kemudian menjatuhkan diri ke samping ShinDong lalu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Ani” Bualnya.

“Aish, untuk apa berbohong? Ini sudah jelas karena kalian belum juga berbaikan” Ujar ShinDong seraya mulai mengeluarkan bawaannya.
Ia memang tempat utama bagi YeonMi untuk menceritakan segala masalahnya. Dan ShinDong tahu dongsaengnya ini tengah memiliki masalah dengan RyeoWook.

“Geurae. Kau benar, ini karenanya” akunya lalu duduk agak menyerong menghadap Oppanya ini.
“Aissh, Oppa! Mengapa ia sangat menyebalkan? Ia tak menghubungi ku!! Ah, Apa ia– eummh!” YeonMi tak dapat melanjutkan ucapnnya saat ShinDong menjejalkan potongan kimbap yang dibawanya ke dalam mulut mungil YeonMi.

“Telan! Aku yakin kau belum makan malam” Titah ShinDong dengan ekspresi datarnya. Banyak hal yang begitu mengganggu pikirannya belakangan ini.
YeonMi hanya menatap ShinDong sebal seraya mengunyah makanannya.

“Oppa, menurut mu apa Ryeongie sudah tak menyukai ku?”

“Wae?” Heran ShinDong seraya menoleh padanya. YeonMi mengerucutkan bibirnya lalu menggeleng.

“Aniyo, aku hanya meminta penda– Oh! Oppa, apa kau sakit?” Tanya YeonMi karena wajah ShinDong terlihat begitu kelelahan.
Ya ia memang sedang mengalami masa sulitnya, Bahkan YeonMi tak tahu itu.
Shin DongHee menggeleng.

“Aniyo, nan gwaenchanayo” Jawabnya.

“Umm.. Oppa, Ryeongie.. Apakah sebenarnya perasaannya masih sama pada ku? Mungkinkah membuat ku menunggu seperti ini adalah salah satu ide jahilnya? Aku.. Aku begitu menyukainya! Tapi mengapa ia–”

“Jika kau ragu, lebih baik akhiri saja”

“Ne!?” YeonMi melotot. ShinDong mengacak rambutnya dan kembali melihatnya.

“Kau mau terus dipermainkannya!?” Lirihnya dingin.

“Oppa…”
YeonMi menatap pria itu tak percaya. Biasanya Oppanya ini akan bersemangat tiap kali YeonMi menceritakan masalahnya.
Pria ini akan memberikan pendapat dan solusi untuknya. Dan jika YeonMi menceritakan masalah RyeoWook, ShinDong akan selalu meyakinkan gadis yang tak sabaran ini bahwa RyeoWook akan segera memintanya menjadi kekasihnya lagi. Ya, ShinDong sangat menyetujui jika YeonMi berhubungan dengan RyeoWook.

Ia bahkan yang menyadarkan YeonMi bahwa menolak pria itu adalah tindakan yang tidak seharusnya. Secara tak langsung ShinDong lah yang memancing YeonMi menyukai RyeoWook, tapi kali ini….

“Tidakkah kau berpikir!? Ia tak pernah memberikan kepastian pada mu! Kau mau mengharapkannya? Kau ingin ia mengecewakan mu!?” Tanpa sadar ShinDong membentaknya.
Ia terlalu lelah untuk menerima eluhan YeonMi tentang RyeoWook yang seakan tak pernah habis. Dan satu-satunya hal yang tak diinginkannya adalah, RyeoWook melukai dongsaeng tercintanya ini.

YeonMi terdiam, matanya agak berair karena bagaimanapun ucapan ShinDong adalah benar. Kenyataan yang begitu pahit.
“Oppa, mengapa kau bicara begitu? Kau tahu betapa aku menyukainya dan–”

“Berhenti menyukainya mulai sekarang! Kau bisa mencari pria yang lebih baik” Ia menatap YeonMi tajam.
YeonMi butuh seseorang yang lebih dewasa untuk menyeimbangkan sifat kekanakannya yang begitu parah. RyeoWook memang berpikir secara dewasa, tapi ia tak cukup dewasa untuk YeonMi.
ShinDong baru menyadari bahwa keegoisan RyeoWook dan YeonMi sama besarnya. Belum lagi RyeoWook selalu sibuk.

“Teman mu yang pernah mengantar mu kesini, kau berkata siang ini ia mengaku bahwa ia sebenarnya menyukai mu, bukan?” Lanjutnya. Ya, YeonMi sempat memberitahunya bahwa siang ini ada seseorang yang menyatakan cinta padanya.
ShinDong tahu siapa orangnya, YeonMi begitu sering mengupload fotonya di SNS dan pria itupun beberapa kali bertemu ShinDong di apartment YeonMi.
“Kau bilang ia bersikap dewasa dan bertanggung jawab dan.. menurut ku ia lebih baik dari RyeoWook. Aku setuju jika kau bersamanya, frekuensi pertemuan kalian pun lebih banyak”

“HeeKyung maksud mu!? Ya! Oppa…” YeonMi kehilangan kata-kata, hatinya terasa sakit. Ia tak pernah sekalipun berpikir untuk menyerah menunggu RyeoWook, tapi mengapa sekarang Oppanya seakan menghancurkan semangatnya?
“Bagaimana mungkin kau tahu bahwa ia lebih baik dari RyeoWook!? Kau bahkan tak mengenalnya! Tapi RyeoWook–”

ShinDong menatapnya dalam.
“Berhentilah menyukai RyeoWook dan carilah seseorang yang dapat menjaga mu dengan baik”

“Shireoyo!!” YeonMi menatapnya tajam, menunjukan bahwa ia tak akan menuruti perkataan ShinDong kali ini. Ia selalu keras kepala.

Pria berrambut hitam ini menghela nafas pasrah lalu mengangkat sebelah sudut bibirnya.

“Atau kembalilah ke Singapore” Jawabnya.

YeonMi terdiam. Kemudian tertawa tak percaya dan air mata tak dapat lagi dibendungnya. Ia mengalihkan pandangannya. Apa ShinDong sedang bercanda?

“Aku tak main-main dengan ucapan ku kali ini. Jika kau terus keras kepala, aku akan segera mengembalikan mu”

“Oppa neo wae geurae?” Tanyanya dengan suara tercekat. ShinDong mengepalkan tangannya, ia ingin sekali mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata YeonMi.
Tapi sekarang ia harus bersikap tegas padanya. Selama ini ia terlalu baik dan memanjakannya, ya, ini karena ia sangat menyayangi Shin YeonMi.
“Aku menemukan seseorang yang special di Seoul dan aku harus kembali ke Singapore begitu saja!?”

“Apa salahnya tinggal bersama orang tua mu? Mereka–”

“Mereka akan sibuk, aku akan sendirian” Sanggahnya. Saat tinggal di Singapore, ia begitu dimanjakan, hidup bak tuan putri, dikelilingi pelayannya sementara orang tuanya sibuk bekerja.
Tapi setelah di Seoul, YeonMi baru menyadari bahwa hidup mandiri jauh lebih menyenangkan. Terlebih di kota inilah ia banyak mengukir kenangan manis.

“Tapi setidaknya mereka orang tua mu. Jika kau tetap disini, tak ada yang menjaga mu!! Kau tak memiliki siapapun di Seoul” ShinDong menghela nafas berat. Mencoba meringankan beban pikirannya.

“Aku memiliki mu Oppa!! Ah tapi.. Mungkinkah.. Sebenarnya kau lelah menjaga ku? Begitukah? Eoh?! Seharusnya kau katakan saja!! Lagipula aku bisa menjaga diri ku sendiri!!”

ShinDong menatapnya sendu dan menggeleng,
“Kau harus fokus pada sekolah mu dan hidup lebih baik. Jika kau bersikeras untuk mengharapkan RyeoWook, aku akan menghubungi Samchoon untuk membawa mu kembali ke Singapore” Tandasnya lalu berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.

YeonMi menatap punggung tegap yang menjauh itu,
“Ya!! Dong Oppa!! Kau tak bisa melakukan ini! Oppa!!”
Pria itu menghilang ke balik lorong dan tak lama terdengar suara pintu yang tertutup. YeonMi melemas kemudian terisak, hatinya terasa sakit. Perasaannya memang sangatlah sensitive.
“Mengapa ia berubah?” Air mata tak berhenti meleleh ke pipinya.
Sementara di balik pintu, Shin DongHee menyandarkan punggungnya, air mata menetes begitu saja di pipi chubbynya.
Ada yang YeonMi tak ketahui tentang ini. YeonMi tak tahu masalah apa yang menyebabkan ShinDong gundah belakangan.
“YeonMi-ya mianhae, jeongmal mianhae. Oppa melakukan ini demi kebaikan mu , aku menyayangi mu. Aku tak ingin kau terluka. Dan aku khawatir RyeoWook tak bisa menjaga mu dengan baik setelah aku pergi wajib militer. Orang tua ku, Samchoon dan Imo mu tinggal di kota yang bahkan berbeda provinsi dengan Seoul, bagaimana aku bisa tenang? Kau butuh seseorang yang selalu memiliki banyak waktu untuk mu dan bisa melindungi mu dengan baik selama aku pergi, dongsaeng”

TBC

 

Visit my wordpress: Blueangel1015.wordpress.com

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: