Beautiful Flower [2/?]

beautiful flower22

Tittle : Beautiful Flower

Main Cast :

Lee Donghae

Choi Sung Ji

Park Jung So

Choi Jin Ri

& other cast

Genre : comedy, romance, sad

Rated : PG 15

Author : sjyeself

Catatan :

Hallo readers ^^ ini chapter kedua dari beautiful flower. Ini benar-benar real dari hasil pemikiranku selama berhari-hari. Untuk yang kedua ini mungkin inilah awal pertemuan Donghae dan Sung ji. Oke happy reading guys. Oh jangan lupa kunjungi sjyeself.wordpress.com bagi yang suka ff. Mungkin juga ada typo diantara barisan kalimat (?) sudahlah.

.

.

.

.

 

 

“ bisakah eonni saja yang menikah dengan orang itu saja ?”

 

Kepala Sung Ji terus terngiang oleh permohonan dari Jin Ri. Ia tak tau harus menjawab apa. Lalu selama perjalanan menuju ke sekolah yang akan ia ajar, Sung Ji terlihat tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Dia terlihat bingung, khawatir dan cemas. Tetapi hari ini adalah hari yang penting, hari untuk pertama kalinya dia berinteraksi dengan anak-anak kecil yang begitu banyak. Ya.. berinteraksi untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir ini.

 

Sung Ji menuju kekelasnya. Dia sedikit gugup sebenarnya tetapi rasa gugupnya ia tutupi dengan senyuman kebahagiaan.

 

“perkenalkan anak-anak, dia akan menjadi guru kalian. Namanya Choi Sung Ji. Ayo perkenalkan dirimu .” , kata seorang yeoja berpawakan tinggi yang umurnya kira-kira tiga puluhan itu.

 

“ annyeonghaseyo, jeoneun Choi Sung Ji imnida. Mannaseo bangapsseumnida ( saya senang bertemu kalian)” , lalu Sung Ji pun tersenyum.

 

Anak-anak itu pun bertepuk tangan cukup meriah setelah perkenalan singkat dari Sung Ji. Dia pun melakukan aktifitas pertamanya menjadi seorang guru.

 

+++++

 

 

“ Sebenarnya apa yang appa lakukan ?” , ujar namja yang kini tengah diseret tuan Lee untuk pulang. Namja itu malu. Bagaimana tidak malu ? ketika dia di kelasnya pagi ini untuk berkuliah tiba-tiba Tuan Lee menyeretnya pulang.

 

“ nanti temui calon istrimu, Donghae-ya. Tidak ada kata penolakan. Arra? “, kata Tuan Lee itu dengan nada penuh kesal.

“ appa, bahkan aku belum menyetujui pernikahan itu”

 

“ sudah appa bilang tidak.adakata-kata.penolakan”. Donghae pun menggerutu sepanjang perjalanan pulang. Mengenai mobil Donghae ? tenang saja, pegawai tuan Lee sangat banyak.

 

“ cha, keluarlah dan persiapkan dirimu nanti malam, untuk tadi sekretaris appa sudah melayangkan ijin tidak masukmu hari ini”

 

Tuan Lee pun bergegas pergi kembali kekantornya. Dia sungguh protektif dengan Lee Donghae. Semenjak meninggalnya eomma Donghae, tuan Lee sedikit menjadi pribadi yang keras dan dingin.

 

 

“ appa macam apa sampai-sampai acara yang diadakan nanti malam pun , aku harus terpenjara disini” gerutu Donghae.

 

“ kau seharusnya bersyukur mempunyai appa yang sangat sayang denganmu” , ujar namja bernama Jung So yang tak lain adalah sekretaris tuan Lee.

 

“ cih.. kalau tidak tahu apa-apa jangan ikut bicara” , sergah Donghae.

 

Donghae pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah dan berjalan-jalan sebentar. Mungkin ini adalah yang terbaik mengingat nanti malam adalah malam yang panjang.

 

Ketika ia tengah asik menyusuri jalanan dekat dengan taman kanak-kanak, ada dua sosok anak kecil yang tengah memperebutkan es krim dengan tak sengaja es krim itu mengenai kaos milik Donghae.

 

“ Yak, apa yang kau lakukan dengan kaosku?”. Pertanyaan itu sontak membuat kedua anak kecil itu menunduk dan takut. Tak berani menatap Donghae.

 

Dari jarak yang tak terlalu jauh, Sung Ji yang melihat peristiwa itu tangannya bergetar. Disisi lain dia ingin menolong anak didiknya itu dan disisi lain dia takut dengan namja asing itu. Batinnya berkecamuk dan membayangkan hal-hal yang akan terjadi jika dia datang dan membela kedua anak didiknya itu.

‘ Tuhan , tolong bantu mereka’ batin Sung Ji. Dia kaget ketika namja asing itu berkali-kali memarahi anak-anak itu. Ketika ia berjalan melangkah mundur, hati kecilnya membawanya untuk melangkah maju.

 

Gadis aneh….

 

Kumohon jangan lakukan itu…..

 

Tolong aku eomma, dia ingin membawaku pergi….

 

Kilatan-kilatan dari masa lalunya mulai mengantuinya. Dia mulai tak perduli dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menghantuinya. Dia terus berjalan maju.

 

“ j…jeosonghamnida tuan. Dia murid didikku”, ujar Sung Ji lirih tetapi masih bisa didengar oleh Donghae. Sung Ji terus menunduk, takut dengan namja asing dihadapannya itu. Tak lama dia menggandeng kedua muridnya itu, dan kedua murid itu ketakutan sehingga bersembunyi di belakang Sung Ji.

 

“ kau tau ? ini benar-benar hari yang sial untukku”

 

“ jeosonghamnida , tolong maafkan kedua murid ini. A..aku akan menggantinya”, kata Sung Ji dengan nada yang ketakutan.

 

“ kau ketakutan nona ?” goda Donghae dengan menahan tawanya melihat ekspresi ketakutan Sung Ji.

 

“aa..ani , hanya saja…..jam mengajarku telah dimulai sekitar 9 menit yang lalu” segera Sung Ji membungkukan badan dan melangkah pergi menggandeng kedua muridnya dan mengikutinya.

 

“ hei noona, aku akan menunggu pertanggungjawabanmu” , ucap Donghae tak peduli dengan orang-orang yang meliriknya aneh saat ini.

 

+++++

 

 

Sung Ji melangkahkan kakinya menuju kedalam rumah. Lelah tak menyurutkan langkah kakinya. Diluar tadi , dia telah melakukan suatu hal yang benar. Mungkin orang-orang pikir itu adalah hal biasa mengingat bahwa mereka adalah orang-orang tanpa trauma. Dia larut dalam kebahagiaannya karena entah dorongan yang sangat kuat dari mana, tadi dia berhasil membela anak didiknya dan berbicara dengan orang asing.

 

Ting..

 

Sebuah pesan menghentikan langkahnya.

 

“ Sung Ji-sshi jadwal pemeriksaanmu 2 jam lagi. Jangan lupa “

 

Sung Ji tersenyum mengingat pesan dari dokter Heechul. Dia adalah dokter pribadi keluarga Choi sudah sangat lama. Sung Ji pun melangkahkan kakinya kembali menuju ruangan appanya.

 

Tok…tok..tok…

 

“masuk”. Sung Ji pun masuk menampakkan kepalanya.

 

“ apakah Tuan Choi sedang sibuk ?”. Tuan Choi pun terkekeh mendengar Sung Ji menyebutnya dengan formal.

 

“ ada apa ?, kemarilah nak” , ujar Tuan Choi sembari menepuk tempat duduk disebelahnya yang kosong.

 

“ apakah appa sibuk ?,nanti aku ada jadwal pemeriksaan”

 

“ nanti appa temani , ne ?”. Sung Ji tersenyum mengangguk.

 

“ apakah appa bahagia ?”. Tuan Choi pun mengangguk.

 

“ jika appa bahagia, mengapa appa akhir-akhir ini terlihat sedih ?”

 

“ appa tidak sedih”, ucap Tuan Choi seraya mencubit pipi Sung Ji dengan gemas

 

“kudengar appa meminta Jin Ri untuk menikah. Apakah itu benar?”, tuan choi pun mengangguk lagi.

 

“ appa, biarkan aku saja yang melakukannya”. Tuan Choi pun kaget dengan perkataan Sung Ji. Menggantikannya menikah? Ah andwe.

 

“ mwo ? apa yang kau bicarakan nak?”

 

“ aku hanya ingin melakukannya demi appa. Karena aku bersyukur mempunyai ayah seperti appa. Aku juga bersyukur disela-sela appa bekerja dengan keras , appa masih sempat mengantarkan aku untuk kemanapun. Mian appa, aku terlalu takut untuk sendirian kemanapun. Tetapi berkat appa, aku tadi melakukan sesuatu yang baik”, ucap Sung Ji dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.

 

“ melakukan apa ?”, Tanya Tuan Choi sambil mengernyitkan dahinya bingung.

 

“ karena dorongan appa, aku berhasil melalui hari pertamaku sebagai guru magang disana. Tanpa ada ragu sdikitpun”. Tuan Choi hanya menangis dan memeluk Sung Ji dengan erat.

 

“ jadi apakah appa mengijinkanku untuk menggantikan Jin Ri ?”

 

TBC

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: