THE REGRET [2/?]

Yoon's Corner

“THE REGRET” [Part 2]

 

Author : AngeLody’17 (@melody_choi97)

 

Title : “The Regret”

 

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Kim So Eun as Lee Hana

 

Other Cast : Lee Eunhyuk, Lee Donghae, Jung Hyerin, Kim Jongwoon, Choi Yieun, Park Channie, etc…

 

Genre : Romance, Sad, Angst, Conflict, Drama, Family, etc…

 

Lenght : Chapter

 

Rating : PG-15

 

Credit Cover : Yoon’s Corner

 

Disclaimer : Karya ini asli hasil dari pemikiran author. Cast seutuhnya milik Tuhan. Dan karya seutuhnya milik author.

 

NB : Mian jika terdapat kesamaan cast, latar, dan alur cerita ‘-‘ Itu terjadi karena ketidaksengajaan. FF ini ASLI hasil dari pemikiran Author (y) DILARANG KERAS MEMPLAGIAT atau MENGCOPY PASTE dan MEMPOST ULANG FF ini dalam bentuk apapun. Belajarlah untuk Menghargai karya orang lain (y)

Abaikan TYPO yang Bergentayangan! :v

 

—–“HAPPY READING”—–

 

 

~Sebelumnya…

 

“Dan sekarang keluarga Kim benar-benar membenci keluarga kita…” sahut nyonya Cho dengan wajahnya yang terlihat sedih.

 

“Awas saja jika anak itu kembali! Aku tidak akan mengampuninya!” geram tuan Cho terlihat kesal dan juga marah dengan kelakuan putranya itu.

 

 

——–“PART 2”——–

 

 

~3 Tahun Kemudian~

 

Musim dingin telah berganti dengan musim semi. Bunga-bunga mulai bermekaran begitu juga dengan pohon-pohon sakura yang mulai menampakkan bunganya yang bermekaran dengan indah. Apalagi di kota Jinan yang terkenal dengan keindahan bunga sakuranya di taman kota membuat banyak orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan ke sana.

 

Sementara itu, di salah satu rumah di perumahan elit di kota Jinan terlihat seorang gadis cantik masih tertidur lelap di atas kasur empuk di kamarnya yang di dominasi warna biru tosca itu. Bahkan suara ketukan pintu dan juga wanita yang sedari tadi terus memanggil-manggil nama gadis itu sama sekali tidak dihiraukannya. Mungkin masih betah di alam mimpinya yang begitu indah.

 

“Eomma, kenapa berteriak eoh ?” tanya seorang namja berparas tampan yang tiba-tiba muncul dari dalam kamar yang ada di depan kamar gadis tadi sembari menatap wanita paruh baya yang ia panggil dengan sebutan Eomma itu heran.

 

Wanita paruh baya itu menoleh pada putranya sembari menghela nafas panjang, “Ini Eunhyuk~ah…adikmu Hana dari tadi Eomma teriak-teriak memanggilnya untuk segera bangun tapi dia belum bangun-bangun juga padahal Eomma harus membantu Shin Ahjumma untuk membuat sarapan…” ujar wanita paruh baya itu kepada putranya yang bernama Lee Hyukjae atau yang lebih sering dipanggil dengan sebutan Eunhyuk itu memberitahu.

 

“Ya sudah~ Eomma bantu Shin Ahjumma saja, Hana biar aku yang membangunkannya…”

 

“Baiklah. Kalau begitu Eomma ke dapur dulu, ne…Kau bangunkanlah adikmu yang pemalas itu lalu kalian turunlah untuk sarapan!” ucap nyonya Lee pada Eunhyuk lalu beranjak pergi ke dapur.

 

Sementara Eunhyuk langsung masuk ke dalam kamar adiknya yang ternyata tidak terkunci sama sekali. Ck~ Kalau begitu kenapa ibunya harus repot-repot mengetuk pintu sambil berteriak dari luar kalau ia bisa langsung masuk untuk membangunkan gadis pemalas itu.

 

Eunhyuk menggelengkan kepalanya saat melihat Hana adik perempuannya itu masih saja bergelung di bawah selimut putih bermotif bunga yang berwarna merah padahal ini sudah pagi. Memang dasar kebiasaan buruk adiknya yang sangat sulit untuk bangun pagi. Eunhyuk bertanya-tanya, bagaimana nantinya jika Hana kalau sudah menikah ? Yang benar saja jika suaminya yang harus membangunkan istrinya dan menyiapkan sarapan setiap paginya. Namja itu benar-benar tidak habis pikir, sungguh kasihan yang menjadi suaminya kelak dan sialnya calon suami adiknya itu adalah sahabatnya sendiri.

 

“Hana~ya, ireonna! Na~ya…” panggil Eunhyuk sembari menggoyangkan tubuh gadis itu untuk membangunkannya.

 

“Eunghh~ Nanti Oppa…lima menit lagi…” sahut Hana dengan suaranya yang sedikit serak merasa terusik namun tetap memejamkan matanya sama sekali tidak berniat untuk bangun.

 

“Aishh, jinjja! Tidak ada lima menit, Na~ya…Palli ireonna! Eomma dan Appa sudah menunggu di bawah untuk sarapan…” desak Eunhyuk tapi bukannya bangun Hana justru menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya membuat namja itu berdecak kesal.

 

“Lee Hana, palli ireonna! Donghae sudah menunggumu di bawah”

 

Seperti yang namja itu harapkan, gadis itu langsung bangun dengan duduk di kasurnya sembari menatap Eunhyuk dengan matanya yang berbinar begitu mendengar nama Donghae.

 

“Donghae Oppa, jeongmal ?”

 

“Tidak ada Lee Donghae, Hana sayang…Sekarang juga cepat bangun dan mandi, palliwa!” perintah Eunhyuk sembari menarik tangan Hana untuk bangkit berdiri lalu mendorongnya untuk masuk ke dalam kamar mandi.

 

“Aisshh~ Oppa!” protes Hana mengumpat kesal.

 

“Wae ? Cepat mandi! Atau kau mau Oppa mandikan, eoh ?” ujar Eunhyuk tersenyum menunjukkan gummy smilenya sembari menggerakkan kedua alisnya naik-turun sengaja untuk menggoda adiknya.

 

“Dasar Oppa mesum!!!” teriak Hana melempar sebuah handuk pada Eunhyuk lalu setelahnya terdengar suara pintu yang tertutup dengan kencang membuat namja itu tertawa puas. Sangat menyenangkan membuat adiknya kesal.

Rutinitas di pagi hari di keluarga Lee yaitu sarapan bersama di meja makan. Suasananya terasa hangat seperti biasanya.

 

“Na~ya sayang, jangan lupa hari ini kau ada jadwal untuk check up…” ucap nyonya Lee mengingatkan putri kesayangannya itu.

 

“Tapi Eomma…akukan sudah tidak apa-apa…” keluh Hana terlihat tidak suka.

 

“Eomma tahu, sayang. Tapi tidak ada salahnya, bukan ? Lagi pula ini perintah dari Donghae…” balas nyonya Lee yang wanita itu yakini putrinya pasti tidak bisa menolak lagi jika itu sudah berhubungan dengan Donghae.

 

“Ishh~ Arrasseo…” jawab Hana pasrah sembari merengut mengembungkan kedua pipinya.

 

“Ingat! Harus datang! Jangan seperti minggu kemarin bolos check up malah asik jalan-jalan dengan Channie ke Mall. Aku tidak mau mendapat omelan dari tunanganmu itu!” sahut Eunhyuk sembari memicingkan matanya menatap Hana yang hanya bisa mendelik sembari mendengus sebal pada kakaknya itu.

 

“Iya, kakakku yang tersayang. Lagi pula aku juga merindukan Donghae Oppa karena beberapa hari ini dia terlalu sibuk dengan pasien-pasiennya di rumah sakit” gerutu Hana saat mengingat kekasihnya itu sudah mengabaikannya beberapa hari belakangan ini karena terlalu sibuk dengan para pasiennya di rumah sakit. Tapi meskipun begitu, Donghae tidak sepenuhnya melupakan dirinya karena namja itu masih menyempatkan diri untuk menghubunginya hanya untuk menanyakan kabarnya atau hanya sekedar mengingatkannya untuk makan.

 

Hana benar-benar merasa beruntung memiliki kekasih seperti Donghae yang memiliki wajah tampan, mapan, pekerja keras, baik, lembut, pengertian, perhatian, dan juga romantis. Aigoo~ Namja itu terlalu sempurna, pikir Hana.

Setelah turun di Halte Bus, Hana berjalan menuju salah satu rumah sakit terbesar di kota Jinan. Gadis itu memang lebih menyukai naik kendaraan umum seperti bus atau taxi dari pada harus menyetir mobil sendiri.

 

Hana berhenti menunggu lampu lalu lintas untuk pejalan kaki berwarna hijau. Hingga terdengar nada dering ponsel dari dalam tasnya. Gadis itu tersenyum saat melihat sebuah nama yang tertera di layar ponselnya. Donghae.

 

“Yobosseo~ Oppa…”

 

“Kau dimana, Na~ya ? Kau tidak lupa bukan kalau hari ini adalah jadwalmu untuk check up ?” tanya Donghae dari seberang sana.

 

“Arrayeo, Oppa. Ini aku sudah di jalan, sebentar lagi aku sampai di rumah sakit…” jawab Hana memberitahu.

 

“Baguslah. Kalau begitu Oppa tunggu di ruangan Oppa, arra!”

 

“Geurae, arrasseo…” sahut Hana mengangguk pelan meskipun ia tahu namja itu tidak akan melihatnya. Hana mulai melangkahkan kakinya menyeberangi zebra cross saat lampu pejalan kaki sudah berwarna hijau.

 

“Kau pergi dengan Eunhyuk ?” tanya Donghae lagi.

 

“Aniyeo~ Aku pergi sendiri. Lagi pula Hyukkie Oppa kan harus bekerja…”

 

“Arra! Kalau begitu hati-hati di jalan, sayang…” Hana tersenyum saat mendengar kata sayang dari kekasihnya itu.

 

“Nde~ Oppa…Ak—Arghhh!!” ucapan Hana terputus dan berganti dengan suara teriakkan membuat Donghae yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya tersentak kaget.

 

“Hana~ya! Waeyeo ? Kenapa berteriak ? Na~ya! Kau masih di sana ?” tapi sama sekali tidak ada sahutan dari gadisnya dan itu membuat Donghae semakin khawatir.

 

Berulang kali namja itu mencoba menghubungi Hana tapi yang terdengar hanyalah suara operator yang menyahutinya. Donghae yang dilanda kegelisahan langsung keluar dari ruangannya memutuskan untuk pergi mencari Hana. Namja itu berlari menuju keluar rumah sakit dengan terburu-buru membuat beberapa orang yang berpapasan dengan dokter muda itu menatapnya dengan heran.

 

Belum sempat Donghae melangkah keluar dari rumah sakit, tiba-tiba langkahnya terhenti saat telinganya menangkap sebuah suara memanggilnya. Suara yang sangat ia kenali. Namja itu langsung menoleh mencari asal suara dan benar saja, orang yang memanggilnya adalah gadis yang sedari tadi membuatnya cemas.

 

“Oppa mau pergi kemana ?” tanya Hana menatap Donghae dengan bingung. Sementara namja itu, bukannya menjawab pertanyaan Hana ia justru menarik gadis itu ke dalam pelukan hangatnya. Mendekap tubuh kekasihnya itu dengan erat membuat Hana sedikit heran dengan tingkah namjanya itu.

 

“O-Oppa…waeyo ?” tanyanya penasaran.

 

“Neo gwaenchana ? Kau tidak apa-apa, kan ? Tidak ada yang terluka bukan ?” tanya Donghae bertubi-tubi sembari menelisik menatap gadis yang ada di hadapannya itu bermaksud untuk memastikan kalau Hana tidak terluka.

 

“Oppa ini kenapa, eoh ? Aku baik-baik saja, tidak ada yang terluka. Waeire ?” Hana benar-benar tidak mengerti maksud dari pertanyaan Donghae padanya.

 

“Apa yang terjadi, eoh ? Kenapa tadi kau berteriak di telepon ? Dan kenapa ponselmu tiba-tiba mati ?” Donghae terus memborong Hana dengan banyak pertanyaan.

 

“Ah~ Itu…Tadi saat di jalan menuju kemari, aku tidak sengaja bertabrakkan dengan pejalan kaki yang lain. Dan aku berteriak karena aku terkejut saja. Soal ponsel…ponselku terjatuh dan mati…” ujar Hana menjelaskan kejadian yang menimpanya beberapa menit yang lalu sebelum ia tiba di rumah sakit.

 

Donghae langsung menghela nafasnya lega saat mendengar penjelasan dari Hana, “Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Kau tahu betapa takutnya aku tadi ? Ku pikir sudah terjadi sesuatu yang buruk padamu…” ucap Donghae berkata lirih kembali membawa gadis itu ke pelukannya.

 

“Mianhae karena sudah membuat Oppa mengkhawatirkanku…” ucap Hana meminta maaf sembari balas memeluk Donghae. Hana benar-benar merasa bersalah karena sudah membuat namja itu mengkhawatirkannya.

 

“Gwaenchana. Yang penting kau baik-baik saja. Na~ya…Berjanjilah satu hal padaku! Berjanjilah kalau kau tidak akan pernah meninggalkanku! Oppa tidak mau kehilanganmu, sayang…” pinta Donghae sembari menatap Hana dengan tatapan memohonnya membuat gadis itu menjadi terenyuh melihatnya.

 

Hana tersenyum sembari menangkup kedua pipi Donghae dengan tangan lembutnya, “Oppa tidak perlu mengkhawatirkan apapun, karena apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan Oppa. Karena Oppa adalah milikku dan aku adalah milik Oppa…” ujar Hana meyakinkan.

 

“Aku mencintaimu Oppa…” lanjutnya.

 

“Aku lebih mencintaimu, sayang…” balas Donghae lalu mengecup bibir Hana sekilas membuat gadis itu langsung tertunduk malu dengan pipinya yang bersemu merah.

 

“Aishh~ Oppa! Di sini banyak orang yang melihat. Ah~ aku malu sekali…” ujar Hana berbisik masih dengan menundukkan kepalanya membuat namja itu terkikik geli melihat pipi Hana yang merona karena malu.

 

“Biarkan saja mereka melihat, agar semua orang tahu kalau gadis yang cantik ini adalah milik dokter Lee Donghae…” sahut Donghae cuek sama sekali tidak mempedulikan kalau saat ini mereka sedang berada di loby rumah sakit, dimana banyak orang yang berlalu lalang sambil menoleh pada mereka berdua. Hana hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan lucu.

 

“Kkk~ Kajja! Kita ke ruangan Oppa…” ajak Donghae lalu berjalan menuju ruangan namja itu sembari merangkul gadisnya dengan mesra membuat siapa saja pasti iri saat melihatnya. Oh! Ayolah~ Siapapun yang ada di rumah sakit itu pasti mengenal siapa dokter muda itu. Bukan hanya itu, Donghae juga menjadi idola di kalangan dokter, perawat, dan pasien yang berjenis kelamin wanita. Tapi percayalah! Hanya satu orang yang berhasil mendapatkan hati dokter itu, siapa lagi kalau bukan Lee Hana.

Setelah menyelesaikan kegiatan pemeriksaan terhadap Hana, kini gadis itu dan Donghae berada di Cafétaria yang ada di lantai 5 rumah sakit untuk makan siang bersama.

 

“Besok aku akan pulang ke Seoul…” ujar Donghae membuka percakapan.

 

“Seoul ? Waeyo ? Apa ada masalah dengan Eommonim dan Abeonim ?”

 

“Ani, bukan begitu sayang. Kau tidak lupa bukan kalau tiga minggu lagi acara peresmian pertunangan kita ? Ada beberapa yang harus ku persiapkan di sana. Lagi pula Oppa juga harus mengurus kepindahanku ke rumah sakit Seoul…” ujar Donghae menjelaskan membuat Hana mengangguk mengerti.

 

“Ah~ Geurae…Nanti aku dan Hyukkie Oppa akan menyusul Oppa ke sana…”

 

“Ne~ Lagi pula Eomma, Appa, Hyung, Noona, dan Donghyo juga sudah merindukanmu. Mereka selalu menelepon untuk menanyakan kapan kau akan berkunjung ke Seoul…”

 

“Jinjja ? Aku juga sangat merindukan mereka. Terakhir kali aku bertemu mereka sekitar satu bulan yang lalu. Ah~ aku juga merindukan si kecil Donghyo, dia pasti bertambah besar dan juga lucu…” ujar Hana tersenyum kecil saat mengingat keponakan Donghae yang merupakan anak dari Donghwa dan juga Hyorin.

 

“Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk mengikatmu menjadi milikku, sayang…” ucap Donghae sembari membawa tangan Hana ke dalam genggamannya.

 

“Sabar Oppa…hanya tinggal tiga minggu lagi kita akan resmi bertunangan” sahut Hana sembari tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.

 

 

———-“o0o”———-

 

 

~Los Angeles~

 

Sementara itu di L.A, terlihat seorang namja berparas tampan dengan mengenakan pakaian casualnya tengah berjalan menuju sebuah kamar Apartement dengan membawa sebuket bungan mawar merah di tangannya. Senyum namja itu terus terukir di bibirnya yang penuh. Setiba di depan Apartement yang ia tuju, namja itu langsung masuk setelah memasukkan beberapa kombinasi angka yang menjadi password keamanannya.

 

“Hyerin dimana ?” gumam namja yang tak lain adalah Kyuhyun itu sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan di dalam Apatement kekasihnya itu. Jung Hyerin.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang ia ketahui itu adalah kamar Hyerin. Baru saja namja itu ingin memutar knop pintunya, tiba-tiba tangannya berhenti saat telinganya tidak sengaja mendengar suara Hyerin yang tengah berbicara dengan seseorang. Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu dan lebih memilih mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu saat telinganya sayup-sayup mendengar Hyerin menyebut namanya dalam pembicaraan mereka.

 

“Kapan kau akan meninggalkan Kyuhyun itu, sayang ? Bukankah tujuanmu untuk mendekatinya sudah berhasil ? Tapi kenapa kau masih saja berhubungan dengannya ?” ujar seorang namja yang kini tengah berbaring di samping Hyerin sembari mengelus kepala gadis itu dengan lembut.

 

“Apa kau cemburu, eoh ?” tanya Hyerin menggoda namja itu.

 

“Ck~ Tentu saja aku cemburu. Kau pikir namja mana yang tidak akan cemburu saat melihat wanitanya bersama dengan namja lain ?” sahut namja berambut pirang itu sembari mendelik pada Hyerin.

 

“Aigoo~ Kau ini…Untuk apa kau cemburu padanya, Oppa ? Aku sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa padanya, karena aku hanya mencintaimu. Jadi, Oppa tenang saja, secepatnya aku akan memutuskan Kyuhyun. Lagi pula aku sudah muak harus terus berpura-pura mencintainya…” ujar Hyerin lalu memberikan sebuah kecupan singkat di bibir kekasihnya itu.

 

“Baguslah kalau begitu! Aku senang mendengarnya…”

 

‘Braakkk!!’

Suara debuman pintu yang dibuka dengan kasar membuat dua sejoli yang sedari tadi bermesraan di tempat tidur menjadi terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu dimana di sana sudah berdiri Kyuhyun yang menatap keduanya dengan tatapan tajamnya, rahangnya mengeras, dan tangan namja itu mengepal keras membuat buku-buku jarinya memutih karena menahan amarahnya. Bagaimana tidak ? Hari ini namja itu berencana ingin mengajak Hyerin berkencan untuk merayakan hubungan mereka yang ketiga tahun. Dan niatnya nanti malam Kyuhyun ingin melamar Hyerin dengan makan malam yang romantis. Tapi sekarang ? Apa yang baru saja ia dengar dan ia lihat benar-benar membuatnya shock, marah, kecewa, sedih, menyesal, semuanya benar-benar campur aduk.

 

“Apa maksud semua ini, Jung Hyerin ? Katakan padaku kalau apa yang baru saja aku dengar itu semua tidak benar!” tuntut Kyuhyun. Namja itu sangat berharap kalau saat ini ia memiliki gangguan pendengaran.

 

Hyerin yang awalnya menunjukkan raut wajahnya yang terkejut kini justru tersenyum sinis pada Kyuhyun. Sangat berbeda dengan senyum manis yang biasanya ia tunjukkan pada namja itu. Karena baginya sekarang sudah tidak ada gunanya lagi untuk berpura-pura.

 

“Baguslah kalau kau sudah mendengar semuanya, jadi aku tidak perlu repot-repot lagi berakting di depanmu. Sayangnya apa yang baru saja kau dengar semuanya itu adalah benar, Tuan Cho…” ujar Hyerin ringan tanpa merasa bersalah sedikitpun.

 

“Jadi…Selama tiga tahun ini…”

 

“Ne, kau benar! Aku tidak pernah mencintaimu, Kyuhyun~ssi! Saat aku tahu kalau aku adalah cinta pertamamu, aku memanfaatkanmu demi membalaskan dendamku pada keluarga Kim dengan menghancurkan mantan kekasihmu itu. Karena apa ? Itu semua karena keluarga Kim yang sudah membunuh orang tuaku! Karena ulah Kim Jungsoo, perusahaan ayahku bangkrut dan membuat Eomma dan Appa-ku mati bunuh diri! Dan sekarang aku sangat puas sudah berhasil membuat putri kesayangan mereka menderita dengan tunangannya yang mencampakkan putrinya itu dewi gadis lain…” ujar Hyerin memotong ucapan Kyuhyun.

 

Kyuhyun yang mendengar ucapan Hyerin benar-benar terkejut sekaligus tidak menyangka, kalau ternyata gadis yang selama ini ia cintai hanya memanfaatkan dirinya demi dendamnya dengan ayah Soeun. Dan bodohnya, dirinya sama sekali tidak menyadari semua itu bahkan selama tiga tahun mereka hidup di L.A.

 

“Kau! Kau benar-benar wanita brengsek! Aku menyesal karena sudah memilih meninggalkan Soeun demi wanita berhati busuk sepertimu!!”

 

“Tutup mulutmu!! Jangan pernah menghina Hyerin dengan kata-kata kotormu itu! Harusnya kau sadar diri, siapa suruh kau terlalu bodoh mencampakkan gadis yang mencintaimu dengan tulus hanya demi gadis lain. Siapa yang lebih pantas untuk disalahkan di sini ? Itu kau!!” sahut namja yang adalah kekasih Hyerin itu terlihat sama sekali tidak terima melihat Kyuhyun menghina Hyerin. Dan perkataan namja itu benar-benar membuat Kyuhyun terpaku.

 

“Biarkan saja, sayang. Dari pada kau marah-marah tidak jelas di sini, lebih baik sekarang kau temui mantan kekasihmu itu, karena aku punya kejutan untukmu!” ucap Hyerin pada Kyuhyun membuat namja itu mengernyitkan alisnya. Kejutan ?

 

“Apa maksudmu ?” tanya Kyuhyun menatap Hyerin tidak mengerti.

 

“Kau akan mengetahuinya saat kau sudah berada di Seoul nanti…” jawab Hyerin tersenyum penuh arti.

 

 

———-“o0o”———-

 

 

~Seoul, Korea Selatan~

 

Akhirnya, setelah tiga tahun lamanya Kyuhyun meninggalkan Seoul, sekarang ia kembali menginjakkan kakinya di kota tanah kelahirannya itu. Sudah seminggu berlalu semenjak kejadian di Apartement Hyerin waktu itu. Kini hubungannya dengan gadis itu pun benar-benar sudah berakhir. Kyuhyun benar-benar merasa kecewa, ia merasa apa yang ia lakukan selama tiga tahun ini semuanya hanya sia-sia.

 

Penyesalan. Itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaan Kyuhyun saat ini. Dalam pikirannya sekarang, ia hanya ingin meminta maaf pada keluarganya atas kebodohannya tiga tahun yang lalu. Begitu juga dengan keluarga Kim, terlebih pada Soeun.

 

Kyuhyun tahu kesalahannya terlampau besar dan tidak termaafkan. Ia juga tidak berani berharap untuk bisa kembali lagi pada Soeun, bisa mendapatkan maaf dari gadis itu saja sudah membuatnya bersyukur meskipun ia merasa sangat pesimis kalau Soeun mau memaafkan dirinya.

 

Jujur saja selama tiga tahun belakangan ini Kyuhyun selalu dihantui rasa bersalah dan jauh di lubuk hatinya yang paling dalam masih ada rasa cinta yang namja itu simpan untuk Soeun karena walau bagaimanapun juga mereka pernah bersama dalam waktu yang cukup lama, tapi semua itu berakhir begitu saja karena kebodohannya. Andai saja waktu bisa diulang kembali, Kyuhyun pasti akan lebih memilih Soeun dari pada Hyerin. Tapi sayangnya nasi sudah menjadi bubur, apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali. Dan sekarang yang tersisa hanyalah penyesalan.

Saat ini Kyuhyun sudah berada di depan rumah keluarganya dan dengan bermodalkan tekad, namja itu memberanikan diri menekan bel pintu rumahnya. Berulang kali Kyuhyun menghela nafas panjangnya mencoba untuk menenangkan dirinya karena saat ini ia benar-benar merasa gugup. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pintu terbuka dan muncul lah seorang gadis di balik pintu. Gadis yang sudah lama tidak pernah ia lihat.

 

“Noona…” ucap Kyuhyun dengan nada lirihnya. Gadis yang Kyuhyun panggil Noona yang tak lain adalah Cho Ahra, kakak kandungnya.

 

Ahra sempat terkejut saat melihat kedatangan adiknya itu kembali merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan tanpa menghiraukan Kyuhyun ia langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa menghela nafas beratnya. Sepertinya ini memang tidak akan mudah. Kyuhyun berjalan mengikuti Ahra yang sudah masuk lebih dulu.

 

“Noona…aku tahu aku bersalah. Mianhae~” ucap Kyuhyun memohon maaf pada kakaknya itu tapi Ahra justru mengabaikan Kyuhyun dan lebih memilih fokus melihat majalah yang ada di tangannya.

 

“Noona, jebal! Mianhae…” mohon Kyuhyun sembari berlutut di depan Ahra dengan wajah memelasnya membuat Ahra hanya bisa menghela nafasnya.

 

“Setelah tiga tahun kau pergi dan menghilang, baru sekarang kau kembali dan meminta maaf ? Kau tahu apa akibat dari kebodohanmu, eoh ?! Sangat fatal!” sahut Ahra akhirnya sembari menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

 

“Aku tahu, Noona. Mianhae~” ucap Kyuhyun sembari menundukkan kepalanya.

 

“Tidak, Kyu! Kau sama sekali tidak tahu apa-apa. Jika kau tahu, kau tidak akan mungkin pergi begitu saja…” Kyuhyun hanya terdiam, namja itu benar-benar tidak tahu lagi harus mengatakan apa karena ia tahu kalau dirinya memang salah.

 

“Kau tahu, Kyu ? Karena kau tidak datang di acara pertunanganmu dengan Soeun, hubungan keluarga kita dengan keluarga Kim benar-benar terputus. Bahkan mereka benar-benar membenci apapun yang berhubungan dengan keluarga kita. Bahkan ini jauh lebih buruk dari apa yang kau pikirkan…”

 

“Seburuk itu ?” tanya Kyuhyun tak percaya.

 

“Bahkan lebih buruk. Dan sekarang apa yang membuatmu kembali ke Seoul ? Bukankah selama ini kau tinggal di L.A bersama gadis yang bernama Jung Hyerin itu ?” tanya Ahra sarkatis membuat Kyuhyun terkejut mendengarnya. Dari mana kakaknya bisa tahu ?

 

“N-Noona…tahu dari mana ?” tanyanya.

 

“Tidak penting aku tahu dari mana. Kenapa kau kembali ? Apa gadis itu mencampakkanmu ?” tanya Ahra dengan sinis. Melihat Kyuhyun yang hanya diam saja membuat Ahra berdecak kesal.

 

“Sudah ku duga akan seperti ini akhirnya…” Ahra menghela nafasnya dengan kasar.

 

“Aku tahu kesalahanku terlalu besar, karena itu aku kembali Noona. Aku ingin meminta maaf pada keluarga Kim terutama pada Soeun. Dan aku ingin memperbaiki apa yang sudah ku hancurkan di masa lalu…”

 

“Percuma saja. Mereka tidak akan mau bertemu denganmu lagi dan kau juga tidak akan pernah bisa bertemu dengan Soeun lagi…”

 

“Aku tidak peduli, Noona. Bagaimana pun caranya aku harus bertemu dengan Soeun. Tidak peduli seberapa bencinya dia padaku karena Soeun memang pantas membenciku”

 

“Keras kepala! Terserah apa yang mau kau lakukan karena itu urusanmu. Kau yang memulai semua ini jadi kau jugalah yang harus menyelesaikannya” Ahra hanya bisa pasrah karena ia sangat tahu kalau adiknya itu benar-benar keras kepala. ‘Dan kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan Soeun lagi, Kyu. Karena dia sudah tidak ada lagi di dunia ini…’ sambung Ahra dalam hati. Ahra sengaja tidak memberitahukan perihal kematian Soeun pada Kyuhyun, karena menurutnya ada baiknya jika adiknya itu mengetahuinya sendiri.

 

Ini adalah hukuman untuk Kyuhyun atas kesalahannya di masa lalu, karena meskipun namja itu sudah menyesalinya dan menyadari kesalahan yang telah ia perbuat semuanya tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi sebab pasti akan ada yang hilang.

 

 

—–“TO BE CONTINUED”—–

20 Comments (+add yours?)

  1. sitidiah13
    Mar 22, 2016 @ 13:32:14

    akhirnya kyuhyun menyadari kesalahannya juga tapi semua sudah terlanjur,nasi sudah menjadi bubur.Lee Hana itu So eun kan? semoga bener jadi so eun masih bisa bahagia dengan donghae.
    Di tunggu kelanjutannya thor

    Reply

  2. cici
    Mar 22, 2016 @ 14:51:36

    dasar kyu bodoh….. apakah hana adalah so eun…gk mungkin kn so eun ninggal beneran…

    Reply

  3. Deborah sally
    Mar 22, 2016 @ 15:35:36

    Menyesal owh~

    Reply

  4. lieyabunda
    Mar 24, 2016 @ 03:36:14

    tu kan kyu nyesel,,,, rasakan kau…..
    lanjut

    Reply

  5. eunsang
    Mar 24, 2016 @ 14:25:58

    Gak kalah bagus sama part 1 di lanjut thor…

    Reply

  6. Entik
    Mar 24, 2016 @ 19:47:56

    Jangan buat hae putus harapan, kyu biar aja menderita. Hahahahaha.

    Reply

  7. meivhw88
    Mar 25, 2016 @ 03:34:28

    Huuaaa lagi nyesek2nya tbc, lanjut lah ditunggu next nya

    Reply

  8. nitaaiden6
    Mar 25, 2016 @ 23:55:19

    ah kyumbul, malangnya nasibmu nak!

    Reply

  9. Gin
    Mar 29, 2016 @ 06:36:46

    Kalo ujung ujung nya ama kyu mah kasian donghae😥 .. Kenapa donghae selalu dapet peran seperti ini😥 .. Moga akhirnya sama donghae aamiin

    Reply

  10. anggunrania
    May 12, 2016 @ 14:52:26

    nah kan, diboongin baru tau rasa lu, nyesel kan????

    Reply

  11. Julie
    May 17, 2016 @ 11:01:38

    Hallooo mbak, seneng dehh kmrn secara ga sengaja nemu blog ini.Sblmnya udh baca love in gangster di blog flyingNC (kl ga salah) 😁😁 penasaran sm lanjutannya ,tp pas baca the regret juga ga kalah bagus .apalagi dipart 1 jd ikutan super duper sebel sm kyuhyun 😤😤 wuuaaaaa jd semangat baca cerita yg lain disini. Ijin ngobrak abrik librarynya yaa 😆😀

    Reply

  12. sophie
    Jun 03, 2016 @ 11:02:31

    Wehh tau2 tbc,,,sukurin tah kyu,,,bentar lgi dibales

    Reply

  13. inggarkichulsung
    Jun 15, 2016 @ 04:36:27

    Ternyata kyu oppa di bohongi hyerin jg, pdhl ia sgt yakin bhw hyerin mencintainya dan ia rela meninggaljan Soeun, stlh 3 thn baru ia kembali, jgn2 Hana itu Soeun dan skrg mjd kekasih Donghae oppa dokter muda yg tampan

    Reply

  14. anianiyaa
    Jul 14, 2016 @ 15:24:52

    Kan kyuhyun kena karma tu…
    Lee hana itu kim soeun kah??

    Reply

  15. lilare
    Jul 20, 2016 @ 12:02:20

    Seharusnya Kyuhyun sadar sejak tiga tahun yg lalu..dan skarang dy mrasakan bagaimana rasanya dicampakan… dan akhirnya menyesal huft kesel liat lu kyu

    Reply

  16. benzema tuth
    Aug 20, 2016 @ 13:44:50

    g tau deh gimana nyeselnya uri kyuhyun saat nanti tau ttg keadaan sso yg sebenarnnya

    Reply

  17. sri melinda bangun
    Aug 29, 2016 @ 07:43:55

    Penyesalan mmg sllu dtg trakhir,,
    Percuma aj Kyu udh mnyadari kesalahanny krn Sso skrg dh bahagia brsm org lain

    Reply

  18. kyun
    Oct 14, 2016 @ 08:22:39

    ternyata soeun beneran mati toh? atau hana itu emang soeun tp dia amnesia..

    Reply

  19. Eunhyoshin88
    Oct 14, 2016 @ 17:28:59

    Ternyata selama ini kyuhyun cuma dimanfaatin Hyerin hanya karena ingin balas dendam kepada Keluarga Soeun
    Sekarang Kyuhyun menyadari kesalahan nya.. Hana itu siapa? tokoh barukah yang mnggantikan Soeun?

    Reply

  20. ddianshi
    Nov 24, 2016 @ 19:10:45

    Wkwkwk ada yang baru di campakksn ya? uuh kasihan >_< karma berlaku ya😀 percuma menyesal juga tidak ada gunanya -__- lee hana itu soeun kah? entah hana itu soeun yg penting jangan sampai hana terjebak dilingkaran hitam sikyuhyun😦 hana hanya untuk donghae🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: