[FF Of The Week] My Very First

kkk

Author : [Ve] Hyun~ Ae

Cast : Hyun Ri [OC], Kyuhyun

 

 

Apa salah jika seseorang mencintai sahabatnya sendiri?

Uhmm.. menurutku tidak.

***

[Hyun Ri’s PoV]

“Hei kau kalah delapan poin! Hahaha..”

Suara Kyu barusan membuatku meringis. Aku selalu kalah jika dibandingkan dia. Ya, selain kalah tinggi badan juga skill kami masing-masing. Dia masih memegang bola basketnya dan seketika melemparkannya padaku.

“Iyaaaaa.. Aku kalaaaah..” kataku menyerah sambil menangkap bola basket orange itu sedangkan dia sendiri masih tertawa kegirangan.

Kyu. Dia sahabatku. Lebih tepatnya sahabat terbaikku. Kami bersahabat sejak kecil. Tentu saja aku sangat mengenalnya, begitu juga dia sangat mengenalku. Kami juga punya hobi yang sama. Bermain basket. Kami duduk di bangku sekolah menengah atas sekarang dan masuk ke klub basket sekolah kami. Kyu jadi kapten tim basket laki-laki, dan aku jadi kapten tim basket perempuan. Kami selalu menyemangati satu sama lain. Sebagai seorang sahabat tentunya.

“Huftt, ya sudah aku balik duluan. Sana latihan lagi!” kataku sirik sambil mengoper bola tadi padanya.

“Oke! Jangan dendam padaku ya! Haha”

Apa-apaan sih namja pabo ini. Dia mau pamer ya? Awas kau, Kyu. Suatu saat aku pasti bisa mengalahkanmu.

“Oh ya, Hyun Ri!” sergahnya seketika saat aku membalikkan badan.

“Apa?”

“Kau datang kan besok?”

Aku mengerutkan keningku. Ia tahu aku melupakan sesuatu.

“Kau lupa? Besok valentine party. Kau mau aku jemput tidak?”

Oh ya aku lupa, ada valentine party besok di taman sekolah. Ngomong-ngomong masalah valentine, aku sendiri sebenarnya tidak tertarik dengan yang begituan. Tapi entah mengapa, aku berpikiran lain akhir-akhir ini. Orang bilang bahwa valentine bisa dijadikan hari yang baik untuk menyatakan perasaan. Bagaimana denganku? Apa aku akan menyatakan perasaanku padanya?

Ya. Pada Kyu. Aku mencintainya. Mungkin lebih dari sekedar sahabat. Aku sudah menyimpan perasaan ini sejak lama, takut merusak persahabatan kita. Uhmm tapi akhir-akhir ini aku berpikiran lain.

“Iya. Tentu saja jemput aku. Aku sebenarnya mana mau pergi ke acara begituan..”

“Ok! Oh ya, pakai dress ya! Berdandanlah sekali-kali! Haha..”

Mwooooo? Pakai dresssss? Aisssh, ogah! Mana mau aku pakai benda-benda seperti itu. Apalagi berdandan. Ah rempong amat.

“Kau mau kujebloskan ke ring basket itu atau apa, haaah?! Seenaknya menyuruhku pakai yang begituan!”

Kataku seketika lalu membalikkan badanku. Meninggalkan Kyu yang sedang tertawa terbahak-bahak disana.

Sial. Apa-apaan sih dia? Aisssh~ dadaku memberontak. Antara senang, sebal, dan.. yah.. entah mengapa dadaku sendiri berdegup semakin kencang.

***

[Kyu’s PoV]

Sosok Hyun Ri sudah tidak tampak lagi dibalik pintu hall itu, sedangkan aku sendiri masih tertawa kecil. Haha. Enak juga ya menggoda gadis tomboy itu. Tapi bagaimanapun juga ia sahabatku. Sahabat terbaikku.

“Kyu, ayo ke bangku. Lapangan mau dipakai ni”

Suara Hyukjae membuyarkan lamunanku. Ia teman satu timku.

“Dipakai apa?” tanyaku singkat.

“Mulai sekarang mereka latihan disini. Berbagi lapangan dengan kita”

Belum sempat aku bertanya, gerombolan gadis cheers datang. Aku dan Hyukjae sendiri sudah duduk di bangku mengamati mereka.

“Cantik-cantik yaa, Kyu…”

“Heeh, simpan otak yadongmu!”

“Apa sih.. namanya juga vitamin A!”

Aku hanya menghela nafasku. Susah juga ya punya teman seperti ini.

“Oh, ya, ngomong-ngomong siapa gadis itu?” tanyaku seketika.

“Yang mana? Yang berpaha besar atau kecil?”

Seketika kulancarkan tatapan evilku pada namja yadong ini. Dan yak, sepertinya ia ketakutan.

“Eheee.. aku bercanda.. yang mana, Kyu?”

“Itu yang berikat rambut merah muda..”

“Kenapa? Suka?”

“Apa sih! Aku kan cuma tanya”

“Oooh, namanya Raina. Dia anak baru di sekolah ini. Langsung jadi kapten cheers loo.. Dan dia juga populer! aishh, mana ada namja yang tidak mau bersamanya..”

Aku menyenderkan punggungku di bangku ini. Oh, jadi namanya Raina. Gadis yang beberapa hari lalu tidak sengaja menabrakku. Buku yang ia bawa berjatuhan dan aku mengambilkannya [author: sinetron banget ya]. Lalu dikelas lain sepertinya ia juga pernah meminjamkan pena nya padaku saat aku lupa bawa pena.

“Heh, Kyu! Dia lihat kesini!!” lagi-lagi suara Hyukjae mengagetkanku. Lengannya menyikutku berkali-kali.

Seketika aku melihat ke arahnya. Ke arah gadis itu yang memang sedang melihatku. Mata kami bertatapan sekarang. Dan.. eh dia tersenyum.

Aku membalas senyumnya. Tapi tunggu dulu… entah mengapa, aku bahkan merasakan dadaku sendiri berdegup kencang.

***

[Hyun Ri’s PoV]

Semalam aku tidak bisa tidur. Tentu saja aku memikirkan namja itu. Siapa lagi kalau bukan Kyu. Dia sekarang berada di balkon ini bersamaku, melihat taman sekolah dihiasi lampion berwarna-warni. Aaaa~ so sweet sekali.. Ngomong-ngomong, Kyu terlihat sangat tampan. Ia memakai polo kasual warna putih dan celana jeans hitamnya. Sungguh, tampan sekali! Sedangkan aku pakai kaos cokelat lengan panjang dan celana jeans yang sedikit sobek dibagian lutut. Dan tentu saja sneaker terbaikku.

“Hey, mana dressmu?”

Gubrak. Hey, Kyu, kau sebenarnya bisa membaca pikiranku atau apa sih?

“Sampai aku tuapun kalau tidak terpaksa sekali aku tidak akan menyentuh yang begituan. Apalagi memakainya. Ogah.” sergahku seketika.

“Haha. Hey, ngomong-ngomong aku juga belum pernah melihatmu pakai high heels atau apa pun itu..”

“Mwo?~ apalagi yang seperti itu! Kau mau aku terjungkal, hah?!”

“Haha. Ku pikir kau akan benar-benar memakainya malam ini. Padahal, kalau kau memakainya, aku akan mengajakmu berdansa”

Eh? Apa katanya barusan? Dansa? Aku dan Kyu.. berdansa? Di tengah-tengah lampion ini? Aaaaa~ bukankah itu idaman setiap wanita? Iya kan???

Kurasakan wajahku memerah sepersekian detik. Membayangkan aku dan Kyu benar-benar berdansa.

“Kenapa cengar cengir begitu?”

Suara Kyu memecah keheningan. Eeeeh~ aku malu. Ia ternyata memperhatikanku.

“Apa? Tidak ada.. Berdansa denganmu? Yang benar saja! Mana bisa aku berdansa..” kataku cemberut.

Ia lagi-lagi tertawa kecil. Aku tahu ia hanya ingin menggodaku, menjahiliku. Sifatnya kan memang begitu. Tapi, entah mengapa tiba-tiba dadaku berdegup kencang melihat wajahnya. Aku jadi harus berhati-hati saat menatapnya. Oh ya, sebenarnya yang dari tadi berkecamuk dipikiranku adalah.. apakah aku harus menyatakan perasaanku padanya sekarang? Uhmm sebenarnya aku ingin sekali ia tahu bahwa aku mencintainya, menyayanginya melebihi seorang sahabat. Lebih dari sekedar sahabat.

“Kyu, kalau ada orang yang suka padamu bagaimana?”

Glek. Kenapa kata-kata itu keluar seketika dari mulutku sih?

“Eh, apa maksudmu?”

“Jangan pura-pura tidak tahu. Kau kan tampan, baik, dan pintar, pasti ada gadis yang menyukaimu. Bagaimana kalau ada seorang gadis menyatakan perasaannya padamu?”

Ia mengerutkan kening.

“Siapa?”

“Siapa sajaa..”

Ia tertawa kecil. Aaaaa~ senyum itu..

“Tentu saja aku akan menghargainya. Bukankah dibutuhkan keberanian bagi seorang gadis untuk itu? Keberaniannnya itu aku hargai..”

Ia menatap lurus mataku. Kalau aku tidak pegangan pada pagar balkon, mungkin aku sudah tewas terjungkal kebawah sekarang.

“Oh, ya, ngomong-ngomong masalah suka.. sepertinya aku menyukai sesorang..”

Ehhhh.. mataku terbelalak lebar. Aku memperkuat peganganku. Kyu, sedang jatuh cinta??

“Menyukai.. seseorang?” tanyaku terbata-bata.

“Iya. Aku memang sudah lama tidak jatuh cinta seperti ini. Maksudku.. ternyata ia sedekat ini..”

Sedekat ini? Siapa? Siapa?? Seketika nafasku tercekat. Pikiranku terbang. Kemarin ia menawarkan dirinya mengantarkanku ke acara ini. Memaksaku memakai dress dan berdandan agar terlihat cantik. Beberapa saat yang lalu ia mengajakku berdansa. Sekarang.. sekarang ia berada sedekat ini denganku.. sedekat ini.. jangan-jangan, Kyu.. ia juga suka padaku??? sungguh???

“Sedekat ini…?” tanyaku basa-basi.

Seketika ia tertawa kecil. “Iya, ternyata kami tidak sejauh itu. Aku baru sadar kalau aku menyimpan perasaan padanya..”

Jujur saja, dadaku berdegup semakin kencang sekarang. Sampai aku berani memancingnya dengan pertanyaanku.

“Kyu.. kau suka siapa?”

Ia tersenyum. Aku mencoba mengikuti arah matanya. Aku harus bersiap-siap. Siapa tahu ia menatap mataku lagi.

“Gadis itu..”

Eh. Si..siapa?

“Gadis yang memakai dress ungu itu..”

Aku mengikuti arah  matanya yang tertuju pada seorang gadis cantik ber-dress ungu disana. Nafasku tercekat. Kyu.. jadi ia menyukai gadis itu? Salah. Aku salah. Ia bahkan sama sekali tidak menatap mataku. Bukan aku.

Aku mengerutkan keningku.. aku baru sadar kalau dadaku sakit sekali rasanya.

***

[Kyu’s PoV]

Aku masih melayangkan pandanganku ke arah gadis ber-dress ungu itu, sedangkan Hyun Ri masih berdiri mematung disampingku. Gadis ber-dress ungu itu terlihat cantik sekali, dengan rambutnya yang ia buat sedikit ikal dan ia ikat dengan ikat rambut berwarna ungu. Hehm.. cantik sekali memang..

“Oh..”

Suara Hyun Ri memecah lamunanku. Seketika aku menoleh ke arahnya yang berpegangan pada pagar balkon. Bibirnya membentuk huruf o. Tapi tatapannya tampak kosong.

“Kenapa?” tanyaku.

“Kau.. sejak kapan menyukainya? Maksudku.. aku bahkan tidak familiar dengan gadis itu..”

Aku tersenyum kecil. “Namanya Raina. Ia anak baru di sekolah kita. Uhmm kami memang tidak telalu sering berbicara.. tapi ada sesuatu yang berbeda saat kami bertatapan..”

Hyun Ri diam saja. Tapi seketika membuka mulutnya lagi.

“Oh begitu.. tapi bagaimana kalau ia ternyata sudah punya pacar atau semacamnya?”

“Belum kok. Kata Hyukjae dia masih single”

Hyun Ri seketika terdiam. Ia menyandarkan tubuhnya ke pagar balkon.

“Sepertinya aku memang harus mencobanya..” kataku saat itu juga.

“Mencoba apa?”

Aku tersenyum kecil. Sambil menatap wajah polos Hyun Ri yang terlihat sangat penasaran.

“Mencoba menyatakan perasaanku padanya, bagaimana?”

Hyun Ri tampak sedikit kaget dan mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan kosong dan sesekali menggigit bibirnya. Ia terdiam beberapa saat dan membuka mulutnya kembali.

“Iya.. iya, tentu saja kau harus mencobanya..” katanya setelah menghela nafasnya sambil menyimpulkan senyuman kecil dibibirnya.

***

—three months later—

[Hyun Ri’s PoV]

Iya. Sudah tiga bulan. Tiga bulan sejak kejadian di balkon itu, saat dadaku sakitnya bukan main menerima kenyataan bahwa Kyu menyukai gadis lain. Bukan aku. Huftt.. semalam-malaman setelah itu aku menangis. Tapi mana mungkin aku memberitahukannya pada Kyu tentang perasaanku yang sebenarnya, jadi mungkin akan lebih baik jika aku simpan saja. Menyimpannya sendirian saja.

Dan, hey..kau tahu? yang membuat dadaku lebih nyeri sekarang adalah.. jika selalu disuguhi pemandangan namja-yeoja yang saling jatuh cinta bergandengan tangan dan menebarkan kebahagiaan bersama, sedangkan disatu sisi ada seorang yeoja terkutuk yang menderita melihat tangan mereka bersentuhan seperti itu. Ya, yeoja terkutuk itu aku. Dan, namja-yeoja yang saling menebarkan kebahagiaan tidak lain adalah Kyu dan Raina. Right! Mereka berpacaran. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada ini bukan???

Huftt.. aku menghela nafasku. Toh dulu aku juga yang memberikan saran pada Kyu untuk menyatakan perasaannya pada gadis itu. Tidak akan ada yang berubah, so.. Hyun Ri, terimalah takdirmu ini.

Ngomong-ngomong soal Raina, entah mengapa aku selalu membandingkan diriku dengannya. Ia cantik sekali dan sangat stylish, modis atau apalah itu, setiap pakaian yang ia pakai selalu tampak menawan, seperti trendsetter. Ia populer. Banyak namja di sekolah kami tergila-gila padanya dan banyak gadis-gadis ingin berteman dengannya. Rambutnya cokelat panjang. Kakinya kecil. Kulitnya putih. Ia juga tidak terlalu pendek. Matanya berbinar. Bulu matanya lentik. Aaaa~ Barbie sekali pokoknya. Sedangkan aku, cantik juga tidak. Pakai dress ogah. Jangan harap aku pakai make up. Kesukaanku sneakers, bukan high heels atau apalah itu. Aku juga tidak begitu populer, tapi at least aku dikelilingi banyak teman. Rambutku hitam tapi tidak terlalu panjang. Kakiku kecil? Yang benar saja! Basket membuat kakiku berotot. Kulitku tidak terlalu putih karena sering main basket panas-panasan. See?? Perbedaan yang menyakitkan.

Dan perbedaan yang paling menyakitkan adalah ia mendapatkan Kyu, sedangkan aku tidak.

Ada lagi yang lebih memberatkanku. Barang belanjaan ini. Hey, aku membawakan barang belanjaan Raina dan Kyu yang mereka beli tadi. Aku tampak seperti tukang angkat-angkat barang, sedangkan mereka berdua sedang fotobox disana. Ya, kami sedang berada di sebuah mall sekarang. Dikelilingi banyak orang yang sedang bahagia sekarang. Tapi aku tidak. Haaaah, sampai kapan sih mereka akan foto-foto narsis disana? Capek tahu. Aku menghela nafasku sembari duduk di bangku mall ini, menunggu dua orang berbahagia itu keluar dari box sialan itu. Dan yak! Mereka keluar. Aku membuang muka saat menyadari mereka bergandengan tangan. Sial. Lagi-lagi aku tidak bisa melihat mereka bergandengan seperti itu.

“Hyun Ri.. maaf menunggu lama.. Sini, barang belanjaannya aku bawa saja” kata Raina sok lembut saat sudah sampai dihadapanku. Dengan malas-malasan aku bangkit berdiri dan memberikan barang belanjaan ini padanya. “Terima kasih, Hyun Ri..” katanya lagi sambil menyunggingkan senyum itu. Senyum apa itu? Palsu.

“Aku mau pulang” kataku seketika.

“Kau mau aku antar?” tanya Kyu menawarkan.

“Tidak usah. Aku jalan sendiri saja..”

“Oh ya, Kyu, kita masih harus mengambil kue yang kita pesan tadi..” kata Raina menyela sambil dengan manja menarik-narik lengan Kyu. Aisssh apa-apaan sih dia?

“Sudah ya, aku pulang. Daah..”

Kataku seketika sambil membalikkan badanku, meninggalkan dua orang itu. Aku tahu air mataku sudah sampai pelupuk mata. Tapi mana mungkin aku menangis? Pabo.

Mungkin lebih baik jika aku menyukai namja biasa saja, bukan sahabatku sendiri.

Sial.

***

[Kyu’s PoV]

Hari-hari ini sama seperti kemarin. Hyun Ri selalu mengelak dariku. Kemarin saat aku memintanya menemaniku beli sepatu basket baru, ia mengelak, padahal ia paling semangat kalau masalah sepatu basket. Saat aku mau main ke rumahnya, ia bilang mengantuk. Saat aku ingin pulang bersamanya, ia bilang ada janji. Saat aku mengajaknya makan di kantin, ia bilang mau ke perpustakaan. Yang benar saja? Dia kan benci rak buku. Ia berubah, tidak seperti dulu lagi. Ia tampak menjauhiku. Tapi, apa salahku?

Aku terduduk di pinggir lapangan basket ini. Entah mengapa pikiranku berkecamuk sekarang. Aku mendapatkan gadis yang aku cintai, tapi tampak seperti kehilangan sosok sahabat yang selama ini bersamaku. Aku menghela nafasku. Jujur saja, aku tidak suka kalau Hyun Ri bersikap seperti itu. Aku mau ia kembali seperti dulu lagi.

Belum sempat pikiranku terhenti, sosok gadis  itu muncul dari balik pintu hall ini. Ia membawa tas converse nya, tapi tidak memakai seragam basket seperti biasanya. Seketika aku bangkit berdiri dan menghampirinya.

“Hey, Hyun Ri!”

Ia menoleh ke arahku tapi tidak menghentikan langkahnya. Ia juga tidak menjawab sapaanku.

“Kau mau kemana? tidak latihan hari ini?” tanyaku seketika dihadapannya, berharap ia menghentikan langkahnya.

“Aku  mau pulang. Capek” katanya singkat sambil berjalan cepat, menghindariku. Seketika kuraih lengannya. Ia terhenti.

“Heeh, apa sih?” tanyanya risih sambil berusaha melepaskan lengannya dari genggamanku.

“Kau marah ya? Apa salahku?”

Pertanyaanku membuatnya terdiam beberapa saat. Ia menghela nafasnya.

“Lepaskan aku, Kyu. Aku mau pulang”

“Kau bahkan tidak menjawab pertanyaanku”

Ia memutar bola matanya. Tampak tidak antusias menjawab pertanyaanku.

“Aku malas membicarakannya disini” katanya ketus.

“Ya, sudah kita cari tempat lain saja.” sergahku cepat sambil menarik lengannya, membawanya ke ruang pemain yang kebetulan saat itu sedang sepi.

“Heeh! Apa sih! Seenaknya saja menarikku!”

“Tempat ini sepi. Tunggu apa lagi. Katakan dimana salahku.”

Kulepaskan genggaman tanganku. Ia diam dan membuang mukanya.

“Katakan..” ujarku memaksa.

Ia menggigit bibirnya dan seketika mengeluarkan suara.

“Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan gadis itu”

Aku mengerutkan keningku. “Siapa? Raina?”

“Ya siapa lagi memangnya?!”

“Kenapa? Kenapa kau tidak suka?”

Ia terdiam.

“Kau tidak tahu yang sebenarnya..” katanya seketika.

“Apa maksudmu? Dulu kau sendiri yang menyemangatiku untuk mendekatinya. Aku tidak mengerti..”

“Kau tidak akan pernah mengerti..” ujarnya dengan tatapan kosong.

“Hyun Ri, jangan membuatku bingung. Apa maksudmu?”

Ia terdiam lagi dan berusaha mengeluarkan suaranya.

“Kyu.. kau berhak mendapatkan gadis yang benar-benar mencintaimu..” ujarnya seketika lalu membalikkan badannya dan keluar dari ruangan ini. Meninggalkanku sendirian disini dengan beribu pertanyaan yang terlintas dipikiranku. Aku masih belum menemukan dimana salahku.

***

[Hyun Ri’s PoV]

Aku meninggalkannya sendirian diruangan itu. Sebenarnya sih alasan kenapa aku tiba-tiba meninggalkannya adalah karena air mataku sudah mau keluar. Yang benar saja, mana mungkin aku merengek dihadapannya. Aku mempercepat langkahku. Pikiranku berkecamuk. Tidak enak juga sih tiba-tiba menjauhinya seperti itu, meninggalkannya dengan rasa penasaran. Tapi apa yang sebaiknya aku lakukan? Apakah aku harus mengatakan yang sesungguhnya padanya? Apakah ia harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Apakah aku harus jujur padanya?

Seketika pikiranku terlintas pada kejadian beberapa minggu lalu.

 

—flashback, three weeks ago—

“Eomma, kita mau kemana?” tanyaku pada eomma yang berjalan disampingku.

“Ke rumah teman eomma saat eommaa masih remaja dulu. Ia pindah dari Busan kesini beberapa bulan lalu. Oh ya, kudengar anaknya bersekolah disekolah yang sama denganmu. Apa kau tidak mengenalnya?”

Belum sempat aku balik bertanya pada eomma, kami sudah berdiri di depan sebuah rumah kecil bercat biru muda. Eomma seketika menekan tombolnya dan beberapa detik kemudian seorang ibu yang sedang menggendong bayi kecil keluar dari balik pintu itu.

Beberapa menit berselang. Yaaah kau tahu lah apa yang dibicarakan ibu ibu saat mereka bertemu. Eh tapi aku masih penasaran dengan anaknya yang satu sekolah denganku.

“Hyun Ri, kau kapten tim basket wanita ya?” tanya ibu yang masih menggendong bayi itu.

“Eh, iya benar..”

“Kau dekat dengan tim cheers tidak? Kapten tim cheers?”

Haaaah! Perasaanku tidak enak. Jangaaan pliss jangan sebut namanya.

“Raina. Kau mengenalnya? Ia anak ibu, tapi sayang sekali ia tidak ada dirumah sekarang”

Glek! Ibu ini ibunya Raina. Yang benar sajaa? tentu saja aku mengenalnya. Hey, ibu, anak anda telah merebut namja idamanku. Sahabat yang sangat aku cintai. Kyuhyun!

“Iya, saya mengenal anak anda..”

Dunia ini ternyata sempit sekali. Sial. Pembicaraan pun berlanjut. Huffft aku sama sekali tidak menaruh perhatian dengan apa yang ibu ibu ini bicarakan. Mulai dari masakan, pesta graduation, pernikahan mereka masing-masing, sampai masalah model rambut. Aaaaaaah bosan sekali rasanya. Aku yang bosan setengah mati ini hanya menatap layar tv di ruang seberang sana yang menyala. Wow tayangannya Running Man. Lumayan nih bisa membunuh kebosananku.

“Iya, benar, ini anaknya. Ia sebenarnya pindah sekolah juga karena alasan ini..”

Eeeeeh! Apa itu tadi??? Aku tersentak dan seketika membuang pandanganku dari layar tv ke arah ibu dihadapanku ini. Apa tadi katanya? Ini anaknya? Bayi itu? Pindah sekolah? Siapa?? Jangan-jangan..

Yak! Benar. Bayi itu. Bayi yang ada di gendongan ibu ini. Bayi kecil ini adalah anak Raina.

 

—one day later—

Aku berdiri di depan loker sekarang, memasukkan buku-bukuku dan beberapa alat tulis. Tepat setelah aku menutup loker, aku merasakan kehadiran seseorang disampingku. Seketika aku menoleh ke arah gadis yang telah bersandar di loker sampingku. Matanya meneror mataku. Serem amat sih.

“Apa saja yang diceritakan eommaku padamu kemarin?” tanyanya sinis sambil memainkan rambutnya.

“Semuanya” jawabku singkat. Huh aku sedang malas meladeninya.

“Tentang bayi itu juga?”

“Apa kau juga memberitahukannya pada Kyu? atau kau sengaja menyimpannya agar Kyu tidak tahu?”

Ia menghela nafasnya dan seketika berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Itu bukan urusanmu”

Apaaaaa? Sialan gadis genit ini!

“Bukan urusanku?! Hey, aku sahabat Kyu! Mana mungkin aku membiarkannya dipermainkan seperti ini!”

“Jadi kau pikir aku mempermainkannya?”

“Lalu, apakah kau memang benar-benar mencintainya?”

Ia terdiam beberapa saat. Mencoba mencari kata yang tepat untuk diucapkan.

“Dengar. Ini masalah pribadiku. Kau tidak punya hak sedikitpun untuk campur tangan. Kau tahu? Aku telah berhasil melewati masa-masa terberat dalam hidupku. Namja berengsek itu telah meninggalkanku dan bayinya, tanpa memperdulikan perasaanku. Aku berusaha mengembalikan kehidupanku lagi disini. Aku ingin mendapatkan apa yang dulu aku dapatkan.”

“Memangnya apa yang dulu kau dapatkan? Popularitas? Ketenaran? Berhasil jadi kapten cheers? Berpacaran dengan namja tertampan?” tanyaku menyela.

“Kau sendiri bisa menebaknya, lalu kenapa bertanya? Dengar ya, sekali lagi ini bukan urusanmu. Berpacaran dengan Kyu membuat kepercayaan diriku kembali.”

Mwoo~? Apa-apaan dia? Apa sih yang ada di otaknya?

“Jadi.. kau hanya memanfaatkan Kyu? Kau berpacaran dengannya hanya agar semua orang mengenalmu kan? Supaya kau juga semakin populer dengan mengencani kapten tim basket, iya kan? Hey! Buka matamu. Menyingkir darinya jika kau tidak mencintainya. Selama ini dia percaya bahwa kau benar-benar mencintainya tahu!”

“Haah, lalu kenapa? Toh dia bahagia. Apa salahnya?”

Siaaaal! Gadis sialaan! Kalau tidak di lingkungan sekolah, pasti aku sudah menamparnya.

“Bahagianya palsu! Kenapa kau setega ini padanya?”

“Lalu kau sendiri siapa? Apa dia akan percaya padamu jika kau menceritakan ini padanya? Hah, buang mimpimu jauh-jauh, Hyun Ri. Kau tidak lebih dari sekedar sahabat”

“Tutup mulutmu atau aku akan menamparmu sekarang. Menjauh dari Kyu secepatnya kalau kau hanya memanfaatkannya! Dia bukan mainan tahu!”

“Kenapa? Kau cemburu?”

Aku terdiam. Jujur saja aku tidak tahu mau bilang apa.

“Jadi cintamu padanya bertepuk sebelah tangan?” katanya lagi. “Maaf, Hyun Ri, sebaiknya justru kau lah yang menjauh darinya kalau kau tidak mau semakin terluka.”

Sedetik kemudian ia membalikkan badannya dan menjauh dariku. Sialan. Dasar nenek sihir. Apa-apaan sih dia tega mempermainkan Kyu? Tapi apakah Kyu akan percaya padaku jika aku memang benar-benar menceritakan ini padanya?

—flashback end—

 

Seketika aku teringat ucapan kasar Raina yang bilang bahwa jika aku tidak menjauh dari Kyu maka aku akan semakin terluka. Ohh. Jadi ini maksudnya? Lihat saja itu. Raina sengaja memanas-manasiku. Ia sengaja menempel terus pada Kyu kemana pun Kyu pergi. Bahkan sesekali mata sinisnya melirikku, menandakan kemenangannya. Oke aku memang terluka, tapi aku tidak mau kalah!

Lamunanku buyar ketika pelatih bilang kalau latihan sudah selesai dan lapangan akan dipakai oleh cheers. Tim basket putra dan putri meninggalkan tempat ini secara teratur. Gerombolan gadis cheers sudah memasuki lapangan, termasuk yeoja sialan yang tadi bergelayutan manja disisi Kyu. Seketika aku berjalan melewati gerombolan cheers, dan sedetik kemudian sosok Raina berada disisiku.

“Tidak ada yang berubah kan?” bisiknya lirih ditelingaku.

“Apa maksudmu?”

Ia tersenyum sinis. “Kyu.. Ia tidak akan pernah membalas perasaanmu”

“Tutup mulutmu”

“Buka matamu. Ia tidak akan pernah mencintaimu. Semua usahamu sia-sia dimatanya!”

Seketika aku menghentikan langkahku. Tanganku mengepal. Kugigit bibir bawahku dan seketika berbalik dan merengkuh pundak gadis sialan itu, lalu mendorongnya.

Bruk! Dia terjatuh ke lantai lapangan basket yang licin, dan seketika semua mata melihat apa yang telah kulakukan pada gadis sialan ini. Jujur saja, aku sudah tidak bisa menahan emosiku lagi. Dan hey, aku tidak mendorongnya keras-keras, tapi ia sengaja menjatuhkan dirinya sendiri!

“Raina!”

Sial. Itu suara Kyu. Ia berlari lalu menghampiri gadis yang terjatuh mendramatisir itu dan menopangnya.

“Raina, kau tidak apa-apa? Hyun Ri! Apa maksudmu?!”

Aku diam saja.
“Kyu.. sakit..” kata Raina lirih ditelinga Kyu.

 

Siaaal! Gadis sialan! Tahu begini aku benar-benar mendorongnya tadi. Seketika aku membalikkan badanku dan berlari meninggalkan ruangan ini. Aku mengepalkan tanganku. Berharap tidak menangis sekarang.

***

Sepertinya semua orang sudah melupakan kejadian tadi siang, saat aku mendorong yeoja manja itu. Toh teman-teman timku juga lebih mendukungku. Sekarang, aku dan beberapa teman dekatku yang juga anggota tim basket putra dan putri baru saja selesai nonton bareng dan sedang berjalan menuju rumah kami masing-masing sembari tertawa-tawa. Tapi hanya ada dua orang yang tidak tertawa. Aku dan Kyu. Sebenarnya tadi aku mengira Kyu tidak ikut karena ada yang bilang dia menemani Raina, eeeh ternyata dia juga ikut. Sialan.

Sepanjang nonton, makan, dan perjalanan pulang bersama ini aku dan Kyu sama sekali tidak berbicara. Melihatnya saja aku malas. Kalau lihat dia, yang ada malah bayangan Raina. Haaah! Pegi saja sana, dasar gadis manja. Tapi ngomong-ngomong ini kan malam minggu. Apa mereka tidak malmingan? Kenapa Kyu lebih memilih nonton bareng ini? Aissssh~ apa urusanku? Toh Kyu juga lebih percaya pada Raina daripada aku.

“Eeeh teman-teman, aku belok ke sini. Rumahku lebih dekat kalau lewat sini” kataku pada yang lain.

“Oke hati-hati Hyun Ri, kami duluan ya. Dadaaah”

“Hloh, Kyu kau tidak ikut kami?” tanya seseorang dari tim basket putra.

Eeeeeh? Tidak ikut? Seketika aku sadar kalau Kyu sudah berdiri di sampingku. Apa-apaan? Kenapa dia berdiri mematung seperti itu?

“Aku akan mengantar Hyun Ri pulang”

Apaaaaaa? Mengantarku?? Hey, aku tidak memintamu mengantarkanku. Aku bisa pulang sendiri!

“Oke kalau begitu, kami duluan yaa. Dadaaah”

Aku dan Kyu mematung. Melihat punggung teman-teman kami yang semakin menjauh. Kami terdiam. Huuuuuh tidak enak sekali sih momen seperti ini. Detik demi detik berselang. Tidak ada yang bicara, sampai aku membuka mulutku. Terpaksa sih sebenarnya.

“Tidak usah repot-repot. Aku bisa jalan sendiri. Kau pulang saja” kataku padanya yang masih berdiri disampingku, sedangkan aku berjalan menjauhinya.

“Kenapa kau mendorong Raina seperti itu?” tanyanya seketika dan membuatku menghentikan langkah. Eeeeh~ pertanyaan macam apa itu?? Aku berbalik. Menoleh ke arahnya. Tatapannya kosong. Ia lalu membuka mulutnya lagi.

“Perbuatanmu seperti itu tidak bisa dibenarkan. Kalau kau memang ingin aku menjauh darinya, kau tidak perlu melukainya seperti itu”

Naaah! Tepat kan?! Kyu, yang dulu percaya padaku, sekarang berubah dan lebih mempercayai gadis sialan itu. Melukainya? Hey dia hanya mendramatisir! Huffft~ toh Kyu juga tidak akan percaya kalau dia hanya berpura-pura. Sialan, Kyu jadi memandangku secara negatif.

“Dia jatuh sendiri kok” kataku polos.

“Dia kesakitan”

“Jadi kau lebih percaya padanya daripada aku?”

“Apa sih maumu?”

“Aku mau kau menjauh darinya. Aku kan sudah pernah bilang!”

“Kau tidak berhak menjauhkanku darinya”

Gleek! Kyu. Kau memang sudah tidak berpihak padaku lagi. Sahabatmu ini.

“Dengar, Kyu. Gadis itu menyakitiku duluan”

“Dia bahkan tidak menyentuhmu”

Aku menghela nafasku. Aaaa~ percuma. Percuma berbicara seperti ini padanya. Sekali lagi, toh Kyu tidak akan percaya.

“Dia memang tidak menyentuhku, tapi ia menyakitiku bukan secara fisik. Dengar, Kyu, apapun yang akan kukatakan sekarang, aku tahu kau tidak akan percaya. Jadi sebaiknya jangan buang waktumu, aku mau pulang. Capek”

“Kenapa kau berubah? Aku hampir tidak mengenalmu lagi. Kau bukan Hyun Ri yang dulu”

“Berubah? Kyu, siapa sekarang yang berubah?? Aku masih mempercayaimu, sedangkan kau lebih percaya padanya daripada aku, sahabatmu sendiri!!”

“Kalau kau mengaku sebagai sahabatku, kau seharusnya tidak bersikap begitu!”

“Aku hanya melakukan yang terbaik!”

“Itu yang kau sebut yang terbaik?! Sengaja membuatku kebingungan dengan sikapmu yang tiba-tiba berubah, Hyun Ri? Apa-apaan kau? Dulu kau menyarankanku untuk berpacaran dengan Raina, sekarang kau menyuruhku menjauhinya. Tahu apa kau tentang perasaanku?”

“Tahu apa??! Kyu, kau yang tahu apa! Gadis itu berbohong! Ia tidak mencintaimu!”

Kyu terdiam. Matanya terbelalak. Aku menggigit bibir bawahku, jujur saja barusan aku keceplosan. Tapi, bagaimana pun juga, Kyu harus tahu kalau dia cuma dipermainkan.

“Dengar, Kyu, ia berpura-pura. Ia tidak benar-benar mencintaimu. Ia hanya mempermainkanmu”

“Apa buktinya?”

“Gadis itu..” aku menghentikan ucapanku. Berpikir, apa sebaiknya aku bilang yang sebenarnya saja ya? Kalau dia sudah punya anak. Kalau dia hanya ingin mengembalikan kepercayaan dirinya.. Tapi..

“Gadis itu kenapa?” tanyanya lagi.

“Pokoknya ia hanya mempermainkanmu. Titik.”

“Kau bahkan tidak bisa mengarang alasannya”

“Mengaraaaaang??? Jadi kau pikir aku berbohong hah?”

“Kau tidak bisa membuktikan apapun, Hyun Ri”

Fine! Cukup! Aku terlalu emosi. Aku sudah tidak sanggup menahan ini semua. Kugenggam tanganku menyadari sahabat terbaikku sudah tidak mempercayaiku lagi. Kugigit bibir bawahku. Tapi aku sadar, air mataku sudah menetes. Sial. Aku menangis dihadapannya. Aku menghela nafasku dan membangun keberanian untuk membuka mulutku lagi.

“Kyu, aku mencintaimu! Selama ini aku mencintaimu lebih dari sekedar sahabat. Kau tahu? Aku selalu menahan rasa sakitku sendirian jika melihatmu bersama gadis yang sesungguhnya tidak mencintaimu. Kyu.. selama ini kau hanya melihatku tapi tidak benar-benar memandangku. Aku yang selalu ada bersamamu saat apapun itu. Aku.. aku rela kau bersama gadis lain, tapi aku tidak rela jika kau dipermainkan!!”

Aku menghentikan ucapanku dan mencoba mengatur nafasku.

“Dengar, Kyu. Aku tahu kau mungkin membenciku. Kau benci pada sikapku yang seperti ini. Aku tahu tidak akan ada yang berubah. Gadis itu benar. Aku memang tidak cantik, tidak modis, tidak bermake up, tidak populer, tidak suka pakai dress atau apalah itu, tapi.. tapi aku tulus, Kyu.. sungguh, hanya ketulusan yang aku miliki..”

Aku tidak bisa menahan air mataku lagi. Gadis tomboy ini menangis dihadapannya.

“Kyu, kalau kau memang tidak bisa menjauh, maka aku yang akan menjauh. Toh kau sudah tidak menaruh kepercayaan padaku lagi. Aku putus asa. Aku harap kau bahagia dengannya kalau itu yang memang kau inginkan.”

Seketika aku membalikkan badanku dan berlari menjauhi namja itu. Namja yang masih berdiri disana. Entah apa yang berkutat dipikirannya. Aku sendiri berlari sambil menangis. Aku sudah tidak kuat lagi menahan tangisanku, jadi lebih baik aku menjauh darinya secepat mungkin.

***

[Kyu’s PoV]

Sudah hampir tiga minggu sejak kejadian malam itu, malam saat Hyun Ri menyatakan perasaannya padaku. Jujur saja saat itu aku kaget sekali. Aku tidak pernah menyangka ia akan memiliki perasaan seperti itu. Mungkin benar yang ia katakan. Aku hanya melihatnya, tapi tidak benar-benar memandangnya.

Huft. Entah mengapa sejak kejadian itu, hari-hariku menjadi semakin membingungkan. Hyun Ri juga jarang datang ke sekolah atau hanya sekedar latihan basket. Kemana dia? Bagaimana pun juga, semarah apa pun padanya, toh aku tetap mengkhawatirkannya. Terakhir kali kulihat gadis itu adalah satu minggu yang lalu. Dan yaaah kami tidak saling menyapa. Bahkan menatapku saja ia tidak mau. Semuanya berubah seratus delapan puluh derajat. Seolah-olah kami tidak saling kenal.

Sebenarnya hal yang membuatku penasaran adalah Hyun Ri bilang bahwa Raina mempermainkanku. Tapi apa buktinya? Toh hubunganku dengannya baik-baik saja. Tidak ada yang tampak mencurigakan.

Kupandang trotoar dihadapanku ini. Ya, aku sedang berjalan pulang setelah nonton pertandingan basket tadi. Oh ya aku baru sadar kalau jalan ini juga sebenarnya menuju rumah Raina. Apa aku kesana saja ya? Karena sebenarnya Raina selalu mengelak kalau aku ingin main kerumahnya, jadi lebih baik aku datang langsung saja.

Rumah bercat biru muda itu hanya tinggal beberapa langkah saja dariku. Eh, tunggu. Sedetik kemudian langkahku terhenti setelah melihat sosok gadis itu berdiri, keluar dari pintu sambil menggendong sesuatu dilengan kirinya. Seketika setelah melihat sosokku, gadis itu tampak sangat kaget. Aku mempercepat langkahku dan berjalan menghampirinya.

“Raina..”

Gadis yang sedang menggendong bayi itu tersentak. Kaget. Eh, tunggu dulu, apa itu tadi? Bayi?

“Kyu.. kau.. apa yang kau lakukan disini?” tanyanya lirih.

“Aku hanya ingin main kerumahmu, Raina. Eh, lucu sekali. Ini adikmu?”

Raina diam saja. Tatapannya kosong. Wajahnya tampak kalut. Apa dia sedang sakit?

“Raina, kau baik-baik saja?” tanyaku memastikan.

Lagi-lagi ia diam lalu mengerjapkan matanya. Tapi beberapa saat kemudian membuka mulutnya lagi.

“Kyu, maafkan aku..”

***

Kami terdiam di bangku putih dihalaman rumah Raina ini. Aku mengerutkan keningku dan berkali-kali menghela nafasku. Ya. Raina menceritakan semuanya. Mulai dari Hyun Ri yang berkunjung ke rumahnya, sampai kejadian mereka bertengkar di depan loker. Raina tampak sangat menyesal. Ia berkali-kali meminta maaf padaku.

“Kyu, aku sadar aku telah menyakiti banyak orang selama ini. Kau, dan tentu saja Hyun Ri. Aku merasa bersalah bukan hanya pada kalian, tapi juga pada bayiku ini. Sepertinya aku gagal menjadi eomma yang baik” katanya sambil sesekali mengelus pipi putrinya.

“Raina.. sudah bagus kau berani menceritakan semuanya..”

“Tapi, Kyu, aku telah menghancurkan semuanya. Persahabatanmu dengan Hyun Ri..”

Aku terdiam. Benar. Persahabatan. Kata-kata itu tampak blur bagiku sekarang.

“Kyu, kemarin Hyun Ri datang kemari. Ia bilang ia minta maaf kalau pernah menyakitiku dan ia tulus mengatakannya. Saat itu juga aku sadar akulah yang harusnya minta maaf. Ia tidak pernah bersalah atas apapun, dan harusnya aku yang bertanggung jawab atas semua ini. Aku tahu caraku salah. Aku sadar bahwa caraku ini justru lebih menyakitkan pada akhirnya. Aku menyesal..”

Ia menghentikan ucapannya. Aku tahu ia tersedak dan ingin menangis, tapi ia menahannya.

“Raina, yang sudah biarlah berlalu.. aku.. meskipun aku telah kau bohongi atas perasaanmu, aku tetap menghargaimu. Kau telah melewati tahap terberat dalam hidupmu bukan? jadikanlah itu sebagai pelajaran. Oh, ya, kau harus janji padaku kalau kau kelak bisa jadi eomma yang baik. Janji ya?”

Raina menyeka air matanya dan seketika tersenyum. “Iya, Kyu, aku janji.”

Yah, aku tahu Raina memang telah mempermainkan perasaanku, tapi entah mengapa melihat wajah lucu bayi yang ada dipangkuannya itu membuatku dengan mudah memaafkannya. Aku tahu Raina dulu mungkin lebih sakit ditinggal namja berengsek itu. Raina juga pada akhirnya toh menyesali perbuatannya.

“Oh ya, Kyu, aku baru ingat” katanya memecah keheningan. Ia tampak tersentak.

“Ada apa, Raina?”

“Kau tidak ke bandara?”

Aku mengerutkan keningku.

“Bandara?”

“Hyun Ri tidak memberitahumu?”

Eh, ada apa? Memberi tahu apa?

Seketika Raina beranjak dari bangku ini dan mengeluarkan suaranya lagi ketika melihat wajahku yang diliputi rasa penasaran.

“Kyu, pergilah ke bandara sekarang. Kau harus menyusulnya”

***

[Hyun Ri’s PoV]

Semua barang bawaanku sudah lengkap. Koper. Tas basket. Bola basket kesayangan. Semuanya tidak ada yang tertinggal. Eh apa iya ada yang tertinggal? Apa? Hufft~ pliss Hyun Ri, fokusss, jangan pikirkan namja sialan itu lagi. Ini pilihanku sendiri. Namja itu, jujur saja aku tidak mau menyebut namanya, juga memlih jalannya sendiri. Ya, bahagia dengan gadis itu. Toh aku bahagia jika sahabatku bahagia. Eh tunggu dulu.. sahabat? Apa iya keadaan seperti ini masih bisa disebut sahabat? Mungkin memang sudah berakhir.

Aku menarik koper cokelatku yang terlihat berat. Sebenarnya langkahku juga terasa berat sih. Berat meninggalkan tempat ini. Huuuuuh apa sih yang aku pikirkan? Toh aku berhak mendapatkan kebahagiaan lain ditempat yang kutuju nanti. Aku mempercepat langkahku menuju gate pemberangkatan karena pesawatku sudah mau berangkat. Sampai tiba-tiba seseorang memanggil namaku dan menarik lenganku.

“Hyun Ri!”

Seketika aku berbalik dan mendapati seseorang meneteskan keringatnya, seperti habis berlari mengejar sesuatu. Tunggu. Namja ini.. Kyuu???!!! hey~ apa aku bermimpi??

“K.. Kyu? Apa yang kau..”

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau mau pergi?” tanyanya memotong ucapanku. Aku diam saja. Aku memang dari awal tidak ingin dia tahu tentang ini. Aku hanya tidak ingin mengganggu hidupnya yang sudah bahagia. Itu saja.

“Kau mau kemana sebenarnya?” tanyanya lagi setelah tahu aku hanya diam saja.

“Maaf, Kyu, aku tidak punya banyak waktu”

“Kau masih marah padaku? Hyun Ri, aku minta maaf. Aku.. aku seharusnya mempercayaimu. Sahabat terbaikku. Kau tahu? Aku hampir ditabrak mobil saat mengerjarmu kemari. Aku hanya ingin minta maaf, aku tidak ingin melewatkan apapun. Kalau kau pergi dan aku belum minta maaf, mungkin aku tidak akan pernah tenang.”

Kyu.. jadi dia menyusulku kemari untuk minta maaf… entah mengapa nafasku tercekat. Aku juga jadi menyesal sudah membentak-bentak Kyu dulu..

“Jadi, Hyun Ri, kau mau memaafkanku?”

Aku terdiam. Ah sial, kenapa air mataku rasanya mau keluar sih?

“Iya, Kyu, tentu saja. Aku.. aku juga minta maaf..”

Seketika penjaga gate pemberangkatan sudah mengangkat tangannya, menandakan gate akan segera ditutup.

“Kyu.. gate nya..”

“Tunggu. Ceritakan dulu, kau mau kemana? Kapan kau kembali?”

“Aku dapat beasiswa di Perancis, Kyu. Itu impianku sejak dulu, kau ingat kan? Aku mungkin akan kembali lagi lima tahun nanti..”

“Lima tahun? Yang benar saja! Apa kau tidak bisa tinggal disini lebih lama lagi? Semalam ini saja?”

“Hey, pabo! Kau pikir itu pesawat pribadiku, hah? Kyu, jangan samakan ini dengan yang di sinetron-sinetron. Aku harus tetap pergi sekarang Kyu..”

Seketika kami menoleh ke arah gate pembarangkatan yang sudah hampir tertutup. Aaaah~ gate sialan. Tunggu beberapa saat lagi kenapa sih?

“Hyun Ri, aku tahu ini momen yang sangat tidak tepat, tapi..” Kyu menghentikan ucapannya. Aku masih menunggu ia membuka mulutnya lagi.

“Tapi, aku hanya ingin bilang bahwa aku juga mencintaimu, Hyun Ri..”

Eeeeh~ mwo? Kyu.. ia menyatakan perasaannya padaku. Seketika nafasku tercekat menyadari bahwa ia harus menyatakannya justru disaat aku akan pergi.

“Hyun Ri, apa kau juga masih mencintaiku?”

Aku tersenyum. “Tentu saja Kyu. Tidak usah tanya”

Seketika Kyu menarik tubuhku dan mendekapku. Ia melingkarkan lengannya yang hangat di pundakku. Aku ingat kapan terakhir kali kami berpelukan seperti ini. Ya, saat tim kami sama-sama menjuarai liga basket musim lalu. Saat itu kami bahagia sekali, sedangkan sekarang? Aku sedih, mungkin Kyu juga sedih karena aku akan pergi secepat ini. Jujur saja ya, aku tidak bisa menyembunyikan kesedihanku.

“Kyu, apakah kau akan menungguku?” bisikku ditelinganya.

“Tentu saja. Aku akan menunggumu.”

“Janji ya, Kyu..”

Kyu tidak langsung menanggapi ucapanku. Ia seketika menempelkan kedua telapak tangannya yang hangat dipipiku. Mata kami bertemu.

“Iya, aku janji” katanya lirih lalu menempelkan bibir manisnya ke bibirku.

“Kyu, saranghae~” bisikku lembut disela-sela ciuman singkat ini. Kyu mengentikan ciumannya, mengisyaratkan bahwa gate sialan itu sedang menerorku.

Seketika setelah gate pemberangkatan sudah benar-benar hampir tertutup, aku meraih koperku lagi. Huh sebenarnya aku benci saat-saat perpisahan seperti ini, dan lagi pula, hey aku baru saja mendapatkan ciuman dari Kyu!

“Kyu, aku pergi. Ingat janjimu ya.. Daaah”

“Tentu, Hyun Ri. Jaga dirimu baik-baik”

Aku tersenyum sambil melambaikan tanganku dan berlari meninggalkan Kyu. Jujur saja, saat aku berhasil melewati gate, berkali-kali aku menoleh kebelakang dan melambaikan tanganku pada Kyu yang berdiri sendirian disana. Hufft, sakit sekali memang, ketika harus pergi justru disaat-saat seperti ini. Aku tidak bisa berbohong. Ya, aku menangis saat menaiki tangga pesawat.

Kyu. Dialah orang pertama bagiku. Yang pertama kali menjadi sahabatku. Cinta pertamaku. Yang pertama memperkenalkanku pada basket. Yang pertama kali mengajakku berdansa. Yang pertama kali menyakitiku dalam urusan cinta sekaligus yang pertama kali menyembuhkannya. Yang pertama kali merebut ciuman pertamaku. Dan orang pertama yang berhasil membuatku menangis justru disaat aku pergi menjemput impianku. Orang pertama yang akan selalu terlintas dibenakku saat aku menginjakkan kakiku di Paris nanti.

Kyu.. akan selalu menjadi yang pertama bagiku. Tunggu aku, Kyu. Aku pasti akan kembali.

***

Bukan cinta namanya kalau kau tidak tulus melakukan apapun untuknya.

Aku tulus mencintai sahabatku.

Sama seperti sejatinya ketulusan tidak mengharapkan balasan sekecil apapun, aku tidak mengharapkan apapun.

Aku hanya ingin ia bahagia.

Aku juga bahagia kalau ia bahagia.

Itu yang disebut persahabatan, kan?

-THE END-

.

.

.

 

*well, this is my fourth FF. Mian kalau ada banyak salah kata atau rangkaian kalimatnya^^ ato author geje, haha. Anyway, happy reading ^.^v [bow]*

Thankss for reading~ anyway, wanna sequel or after story? *belum kepikiran haha tapi sebenarnya author pengen nerusin tp nanti takut kepanjangan hehe –dasar author bingungan!!-* so, please give your comment^^ gomawo~

*fight against plagiarism!*

96 Comments (+add yours?)

  1. kwon991015
    Jun 29, 2012 @ 12:17:05

    nice fanfiction woooo daebaak! Happy ending yaaa<3
    bikin sequel dong thor, setelah 5 tahun berlalu akhirnya gimana?

    Reply

  2. retha_chan
    Jun 29, 2012 @ 12:44:41

    keren, kyu bisa main basket

    Reply

  3. aratih
    Jun 29, 2012 @ 12:45:58

    sequel plis
    bikin kyuhyun lebih evil dong hehehe

    Reply

  4. Jewel Hyuk
    Jun 29, 2012 @ 13:01:36

    After story nya thorrrr kyaa seru ( ̄▽ ̄)

    Reply

  5. aeril0909
    Jun 29, 2012 @ 13:17:53

    FF kayak gini favoriteku !!! Dari sahabat jadi cinta 🙂
    Sequeeeel !!! ~~

    Reply

  6. Natasya Lee (@frnsiscanatasya)
    Jun 29, 2012 @ 13:28:47

    Merinding baca endingnya haha
    daebak thorrrr! Klo perlu ada sequelnya yaa ;p

    Reply

  7. l_gyuri
    Jun 29, 2012 @ 13:46:12

    bgs chingu feelnya dpt.lnjut sequel nya chingu….

    Reply

  8. mrsjongwoon
    Jun 29, 2012 @ 13:49:20

    huahh seneng banget sama ceritanyaa><'
    sequel-nya dongg ;p ㅋㅋㅋ

    Reply

  9. chai
    Jun 29, 2012 @ 13:50:27

    Sequeeeel..Sequeeeel..Sequeeeel..Sequeeeel..
    aku mohon.. Sequeeeel !!!

    Reply

  10. Eccie Fishy SparKyu
    Jun 29, 2012 @ 14:12:45

    minta sejuelnyaaaa~~
    keren nih critanya.. ^^

    Reply

  11. Wiwik dian
    Jun 29, 2012 @ 14:31:55

    Wah bagus bnget ff nya,bikin sequel nya..

    Reply

  12. resti
    Jun 29, 2012 @ 14:52:19

    sequel dong thor:)

    Reply

  13. han ah young
    Jun 29, 2012 @ 15:45:24

    Thor, Daebak!!!!!!
    Sukses buat aku nangis!!

    Sequelnya ditunggu ya thor! ^^

    Reply

    • ve~ chocopink
      Jun 30, 2012 @ 23:36:18

      makasi chingu uda baca^^~ weh sampe nangis?hhe
      sequel on going, tinggal tunggu kaka admin ngepost^^v

      Reply

  14. Fi Drei Elf
    Jun 29, 2012 @ 16:15:23

    Nice ff!! Minta sequel thor ^^

    Reply

  15. shaashley
    Jun 29, 2012 @ 16:33:34

    Keren thor , sequel2!!!!!!!!

    Reply

  16. HanSeul
    Jun 29, 2012 @ 18:01:26

    Nice FF
    Happy Ending,walaupun depannya agak nyesek

    Keep Writing 🙂

    Reply

  17. sclouds9
    Jun 29, 2012 @ 18:23:55

    ninggalin jejak dulu ah..

    Reply

  18. cho haena_fishyhae
    Jun 29, 2012 @ 18:33:30

    keren thor,,,,,,,,, daebak
    sequel dong

    Reply

  19. kyu_lovers
    Jun 29, 2012 @ 18:55:19

    ff nya keren thor, bikin sequelnya ya thor 😀

    Reply

  20. Isol
    Jun 29, 2012 @ 20:08:32

    aakkhh, kereenn!!! sequel thoorrr!!! bikin si hyunri jd feminim, trus mreka nikah!!! 😉 *khayalan*
    *jempol2*

    Reply

    • ve~ chocopink
      Jun 30, 2012 @ 23:39:54

      waaa reader yang satu ini pinter bisa baca pikiran author haha
      makasi bgt chingu uda baca^^~ sequel hyunri jadi feminimnya on going ya hhe

      Reply

  21. Melloy
    Jun 29, 2012 @ 20:22:29

    Sequel thor , joengmal daebak cerita nya 🙂

    Reply

  22. indaheun
    Jun 29, 2012 @ 20:29:10

    Lanjutin lanjutin lanjutin! *bersorak sorak bareng member suju* nice chingu! Bikin aku nyesek tadi wkwk, keep writing! Fighting!

    Reply

  23. 4ever ELF~EXOtic~Shawol
    Jun 29, 2012 @ 22:15:24

    Udh bgs thor.. sequelnya donk!!! *maksa*

    Reply

  24. anis_ekaa
    Jun 29, 2012 @ 22:38:55

    Keren thor, bener bener kerenn… ^^
    Jadi kyu sama hyun ri ya thor? wahh senangya *lebay 😀
    Nice story thor, bagus banget

    Reply

  25. ila kurnia
    Jun 30, 2012 @ 03:17:52

    aaaa….. suka suka =I
    daebakkk….
    sequel dong =D

    Reply

  26. Sung HyeIn
    Jun 30, 2012 @ 03:40:49

    keren thor!!! ditunggu sekuelnya yaa!!!

    Reply

  27. wndyzz
    Jun 30, 2012 @ 06:26:53

    OH NICE:))
    sequeeeeel author eonni keke:p

    Reply

  28. pom
    Jun 30, 2012 @ 10:40:58

    sequel..
    sequel..
    sequel..

    #demo bareng kyu

    Reply

  29. Rhina
    Jun 30, 2012 @ 19:34:24

    Ceritanya pendek bgt, dilanjut ya thor…pngn tau kelanjutannya nieh…hehehe

    Reply

  30. Waiiyyokk
    Jun 30, 2012 @ 20:05:54

    Sumppaaah!!!!! Qrent abiieeeezzzzzzz………..
    Thorr …. Mheusti ad sequelnya niii………
    HtiKYU tersayat sayat baca nya thorrr…..

    Reply

  31. syafira0620F
    Jun 30, 2012 @ 20:38:48

    chingu aku mau sequelnya,

    Reply

  32. Nita
    Jun 30, 2012 @ 20:57:26

    kereeeeeennn n nIce ff’a…^^,
    Buat sequel’a donk thor……(!)

    #.NgancamPakeGranat……PEACE (^o^)v

    Reply

  33. kyuRa Couple
    Jun 30, 2012 @ 21:45:42

    sequel dong tho… please 🙂
    debaek

    Reply

  34. tessaa
    Jul 01, 2012 @ 00:15:27

    lanjut thor~ ^^v

    Reply

  35. natasha
    Jul 01, 2012 @ 01:31:12

    aaaa daebak daebak 🙂
    ah sequelnya pengen dong thor bikin si kyunya cemburu :3 gantian kan wkwkwk
    gantian si evil yang menderita hahaha terus hyun ri nya jadi feminim 😀
    good job author!

    Reply

  36. tessaa
    Jul 01, 2012 @ 09:22:55

    jangan lama-lama yaa thor~ kekeke ^^v

    Reply

  37. lydia
    Jul 01, 2012 @ 09:41:46

    terharu bacanya… author daebak!!!!!

    Reply

  38. cindyaaks
    Jul 01, 2012 @ 15:50:53

    squelnya dong chingu…
    cepet yah..
    #maksa^^

    Reply

  39. 김종운♥mala♥조규현
    Jul 03, 2012 @ 19:55:24

    Suka suka suka bagus bngt ff nya 😀
    After story nya d’tnggu loh 😉

    Reply

  40. Sparkyu20
    Jul 09, 2012 @ 09:47:44

    FFNYA DAEEBBAAAKKK ><
    Akku sampe nangis bacanya, thor T.T
    Untung akhirnya Raina mau menceritakan semuanya. Jadi persahabatan Kyu sama Hyun Ri terselamatkan (?)

    Akku tunggu sequelnya, thor xD

    Reply

  41. Alifia Khairunnisa
    Jul 11, 2012 @ 18:25:34

    Sequel juseyo thor………..5 years later.sampe mereka nikah dong huahaha

    Reply

  42. Choi Hyura
    Jul 14, 2012 @ 18:53:38

    Thor!! Ini FIX BGT HARUS DIBIKIN SEKUEL!! *Heboh* XD
    Q penasaran sma klanjutan hubungan mrka 5 thn kdpan. 😀 Daebak!!

    Reply

  43. minrin
    Aug 28, 2013 @ 17:17:58

    Saya kira tadi kyu oppa ketinggalan pesawatnya hyuri eh ternyata tidak hehe..
    Daebak daebak.. Happy ending eum..

    Sequelnya please, mau ngelihat apa kyu oppa masih nunggu hyuri apa ngga hehe

    Reply

  44. yukyu
    Feb 25, 2014 @ 06:54:26

    kak ini gak ada sequel nya yakk..???

    Reply

  45. FriendsLee
    Jun 03, 2015 @ 08:48:09

    Hyun ri emang tulus. Kyupa pabo nggak percaya sama hyun ri. Keren thor. 😉

    Reply

  46. chohara03
    Mar 26, 2016 @ 12:51:31

    Bhak! Simple cool FF!! Thanks for making this thor! Nice complication and ending! Lanjut~!

    Reply

  47. Azizah faridah
    Mar 26, 2016 @ 17:28:53

    Daebak thor!! But,, bkin sequelnya dongg 😆😆

    Reply

  48. Ryeosom
    Mar 27, 2016 @ 07:53:40

    Berasa baca novel teenlit ya… apalagi gaya penulisannya…
    Kalo secara ide cerita Udh bagus kok, tetap semangat aja nulisnya

    Reply

  49. Mery yana
    Mar 27, 2016 @ 10:47:44

    Must have sequel !! After story.
    Ane tunggu, author. Gila, netes sendiri air mata, feelnya dapet banget

    Reply

  50. indri juliana (@indriijuliana)
    Mar 27, 2016 @ 13:56:34

    daebak ffnya keren,,
    feelnya dapet bgt ..

    Reply

  51. andradnf
    Mar 27, 2016 @ 20:13:40

    CIEEE MEREKA LDR😂😜😘

    Reply

  52. Won Ha Mi
    Mar 27, 2016 @ 22:34:08

    After Story nya Wajib ada nih,,,Udah Penasaran Banget dgan Kelanjutan Cinta Mereka yg LDRan…hahahaha

    Reply

  53. esakodok
    Mar 29, 2016 @ 05:13:57

    argh..setelah mengucap kata cinta mereka berpisah..hikhikhik..kasihan…tp endingnya q suka..Raina juga ternyata dia g sejahat yg dibayabgkan

    Reply

  54. hyunsoo28
    Mar 30, 2016 @ 21:25:59

    Bkin kelanjutannya bakal tnbh seru niiih

    Reply

  55. Mrs. C
    Apr 02, 2016 @ 21:55:29

    BTW dari 2012 ke 2016 hampir lima taun nihh.. pas bgt Kalo ada sequelny wlwlwl… nice ff thor.. 🙂

    Reply

  56. enisulistiani78
    Apr 17, 2016 @ 11:02:53

    Huuuaaaa romantis sekali 😍
    Good job thor 👍

    Reply

  57. Shafa
    Apr 20, 2016 @ 14:38:02

    Ahh semacam pengalaman pribadi
    Btw aku sukaa bangett😍
    Bikin sequel dong

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: