Beautiful Flower [3/?]

beautiful flower22

Tittle : Beautiful Flower

Main Cast :

Lee Donghae

Choi Sung Ji

Park Jung So

Choi Jin Ri

& other cast

Genre : comedy, romance, sad

Rated : PG 15

Author : sjyeself

Catatan :

 

 

 

 

 

Sesosok pria paruh baya yang kini sedang kebingungan menanggapi perihal anaknya yang ingin menggantikan Jin Ri untuk menikah pun kini tengah menghubungi sahabatnya.

 

“yeobseyo..”, ujar sahabat lamanya yang ada di seberang telepon.

 

“ ada sesuatu hal lagi, maaf sebelumnya. Tetapi Jin Ri tidak siap untuk menikah”

 

“ oo. Gwencahana Choi-sshi”

 

“ tetapi, anakku yang satunya bersedia menikah dengan Donghae”

 

“ siapa ? Sung Ji ?”

 

“benar, dia bersedia menggantikan adiknya”

 

“whoa kebetulan sekali, aku tidak sabar bertemu dengan Sung Ji”

 

“ sudah itu dulu DongJun-sshi, aku melanjutkan pekerjaanku dulu. Sampai bertemu nanti malam”

 

Tuan Choi pun menutup telepon itu. Dia memijit pelipisnya karena kelelahan. Dia mengingat percakapan dirinya dengan Sung Ji tadi.

 

 

Flashback On

 

“ bagaimana bisa kau menerima semua ini dengan sangat mudah Sung Ji-ya”, tuan Choi pun dibuat pusing dengan perkataan Sung Ji.

 

“ appa , biarkan aku belajar mencintai orang lain. Biarkan aku menyayangi orang yang akan menjadi pendamping hidup. Biarkan aku tidak ketakutan dengan orang asing “, ujar Sung Ji yang kini tengah terisak.

 

“ baik, appa akan menyetujuinya. Tetapi kau harus berjanji bisa membuang semua trauma mu dimasa lalu. Ara?”

 

“aku akan mencobanya appa. Saranghae”

 

Flashback Off

 

+++++

 

 

 

 

Sung Ji melangkahkan kakinya menuju ke sebuah rumah sakit bersama dengan appanya. Karena appanya tadi sudah berjanji untuk menghantarkan Sung Ji konsultasi dengan dokter pribadinya.

 

“ appa, ingin ke toilet sebentar, kau duluan saja”. Sung Ji mengangguk lalu meninggalkan appanya. Ketika Sung Ji mengambil nomor antrian yang ditinggalkan appanya dibangku, dia melihat seorang namja asing yang tengah berteriak dan mendekatinya.

 

“ hei nona kita bertemu lagi “. Ujar seorang namja yang kini tengah melambaikan tangannya kearah Sung Ji. Bagaimana bisa namja itu dirumah sakit ini? Apa dia seorang mata-mata?. Itulah yang dari tadi Sung Ji pikirkan.

 

‘mengapa aku bertemu namja ini lagi’ gerutu Sung Ji dalam hati. Namja itu mendekat dan menuju kearah Sung Ji. Sung Ji ketakutan lagi, tangannya bergetar dan keringat dingin membasahi pelipisnya. Dimana tuan Choi saat ini ?, mengapa memarkirkan mobil lama sekali?

 

“ hei nona, kau bilang tadi pagi akan mengganti kaos ku yang terkena es krim ?”

 

“m..mwo ?”

 

Namja itu terus mendekat dan mendekat. Kini Sung Ji yang berjalan mundur. Dia sangat ketakutan.

 

“ Nona Choi Sung Ji, silahkan masuk” ,ujar seorang suster yang baru saja memanggil namanya untuk masuk kedalam ruang periksa. Dialah penyelamat Sung Ji kali ini.

 

Sung Ji pun melangkahkan kakinya dengan cepat untuk masuk kedalam ruangan pemeriksaan. Dia lega karena terlepas dari namja asing tadi. Namja yang bernama Lee Donghae itu.

 

 

“ Lee Donghae ?”, ujar seorang pria paruh baya yang tak lain adalah tuan Choi.

 

“ oo.. anda Tuan….. ?”, Tanya donghae lupa dengan nama pria itu

.

“ aku Choi Seunghyun”

 

“ oo.. appa dari nona Jin Ri ?” , kata donghae. Tuan Choi hanya mengangguk.

 

“ kau mengapa bisa kemari ?”. Donghae yang tidak enak dengan perkataan Tuan Choi pun hanya bisa berbohong.

 

“ e.. aku hanya bosan dan ingin berjalan-jalan saja. E.. saya pamit dulu Tuan Choi, senang berbincang dengan anda”, ujar Donghae membungkuk lalu melangkahkan kakinya pergi.

 

 

Sementara itu……

 

“ kau mengalami hal apa akhir-akhir ini ?”, ujar dokter yang benama Kim Heehul itu.

 

“ aku membela dua anak didikku saat mereka dimarahi orang asing. Dan tadi aku bertemu dan berbicara dengan orang asing itu lagi. Tetapi aku ketakutan lagi”

 

“ apa kau pernah bertemu dengannya sebelum tadi ?”. sung Ji hanya menggeleng pelan.

“ jika kau bertemu dengannya lagi, ajak dia bicara dekati dia. Seolah-olah kau telah mengenalnya sudah sangat lama. Apa kau bisa ?”

 

“ aku bisa. Akan aku usahakan”. Heechul pun tersenyum mendengar jawaban dari Sung Ji. Karena dalam beberapat tahun terakhir , ini adalah kemajuan dari sosok Choi Sung Ji karena traumanya. Dia berani berbicara dengan orang asing pun itu sudah bentuk kemajuan.

 

“ baiklah, ini vitamin dan obat yang seperti biasa. Istirahatlah yang cukup dan jika bisa perbanyaklah bergaul, Bukankah kau menyukai anak kecil ?” , Tanya Dokter Heechul.

 

Sung Ji pun mengangguk. “ baiklah aku pergi dulu Heechul-sshi”, ucapnya lalu pergi.

 

‘aku tak tau kejadian yang membuat anak tuan choi itu begitu menderita dan sampai kini traumanya itu terus menghantuinya’ batin Heechul.

 

 

Beautiful Flower…………

 

 

Hari ini adalah hari dimana kedua keluarga bertemu. Saling memperkenalkan anaknya masing-masing dan saling berbincang-bincang. Hari dimana untuk pertama kalinya anak-anak mereka bertemu sebelum hari pernikahan segera tiba. Kedua keluarga yang memutuskan untuk mendatangi rumah sang yeoja yang sebentar lagi menjadi menantunya.

 

“ dimana mereka, sampai kapan mereka akan tiba ?” , ujar Nyonya Choi.

 

“ tunggu dulu …mungkin mereka sedang terjebak macet”, Tuan Choi menenangkan.

 

“ dimana Sung Ji ? mengapa dia belum turun dari kamar ?”. ucapan Tuan Choi hanya membuahkan gelengan dari istrinya.

 

“ dia memang seperti itu , sudahlah jangan terlalu dipikirkan”

 

 

 

Ting..tong…….

 

Bunyian bel yang menandakan bahwa keluarga dari Tuan Lee datang. Tuan Choi yang mendengar bel itu langsung turun tangan dan menyambut tamu pentingnya saat ini. Tuan Lee yang datang bersama Donghae, bibinya pun dipersilahkan masuk.

 

“ duduk dulu” , ujar Tuan Choi ramah.

 

“ sepertinya baru kemarin kami berkunjung dirumahmu” cetus bibinya Donghae.

 

“ Seunghyun-ah dimana anakmu ?”

 

“ sebentar biar kupanggilkan”, ucap Tuan Choi bersemangat.

 

Sebelum Tuan Choi menaiki tangga menuju kamar Sung Ji, Sung Ji tengah keluar dari pintu kamarnya.

 

 

Donghae yang dari tadi hanya tersenyum menanggapi pertanyaan-pertanyaan Nyonya Choi kini kaget dengan seorang yeoja yang kini tengah dihadapannya.

 

“ k..kau ?” , ucap mereka hampir bersamaan.

 

“ apa kalian saling kenal ?”, ucap Tuan Choi.

 

“aa..a.. ani”, jawab Sung Ji gugup.

 

“ tapi aku mengenalnya , aku pernah bertemu dengannya disuatu tempat”, Donghae membela.

 

“ baiklah kita makan dulu, setelah itu baru melanjutkan berbincang-bincangnya”, Nyonya Choi menengahi.

 

Donghae Pov

 

Aku yang sedari tadi hanya tersenyum menanggapi hal-hal konyol antar dua keluarga ini hanya bosan. Mungkinkah jika anak Tuan Choi melarikan diri dan tidak jadi menikah denganku ?

mungkinkah anak Tuan Choi tiba-tiba menghilang ?. itulah yang ada dipikiranku saat ini. Tetapi setelah yeoja itu turun dari tempat persembunyiannya, aku kaget dengan postur tubuh yeoja itu. Dan ternyata aku benar, dia yeoja yang aku minta untuk mempertanggungjawabkan kaos tercintaku yang malang.

Pov End

 

 

Setelah makan, Tuan Choi , istri dan keluarga Tuan Lee pun berbincang-bincang diruang keluarga tuan rumah itu. Membiarkan Donghae dan Sung ji terduduk diam. Tetapi langkah kaki dan teriakan yeoja itu memecahkan keheningan diatara mereka.

 

Sung Ji dibuat kaget ketika dia melihat yeoja itu berlari dan memeluk Donghae.

 

“ oppa , bogoshipeo”

 

Donghae hanya kaget dengan pelukan yeoja itu. Dia tak berkata apapun bahkan membalas pelukan yeoja itu.

 

“ oppa, bagaimana kau bisa kemari ?”, tambah yeoja itu seraya mengeratkan pelukannya pada Donghae.

 

Sung Ji yang melihat pemandangan tersebut bingung dan panik. Dia kaget ‘ bagaimana Jin Ri bisa kenal dengan namja ini?’ batinnya.

 

”jika kau bertemu dengannya lagi, ajak dia bicara dekati dia. Seolah-olah kau telah mengenalnya sudah sangat lama. Apa kau bisa ?”

 

Sung Ji terus memikirkan perkataan Heechul tadi. Dia bingung bagaimana cara menghilangkan trauma hanya dengan berbicara dengan namja itu. Tapi pemikirannya terpecahkan ketika suara Jin Ri menyuruhnya .

 

“eonni, bisakah buatkan aku minuman hangat ? aku sangat lelah”, ujar Jin Ri.

 

Sung Ji tersenyum dan hanya mengangguk dan berlalu keluar menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk adiknya tersebut.

 

“ oppa, aku tidak tau bahwa kau adalah anak tuan Lee “, rengek Jin Ri.

 

“ kau tau apa tentangku ?”

 

“mi…mian”. Donghae hanya tersenyum sinis menanggapi permintaan maaf Jin Ri.

 

“ pergilah, aku tak ingin jika ada orang yang curiga”, titah Donghae.

 

“tapi hubungan kita…….”

 

“ hubungan kita berakhir Jin Ri-ya.itu sudah cukup lama”, ucap Donghae yang kini menatapi nasib barunya.

 

Donghae pun pergi meninggalkan Jin Ri sendirian diruang makan tadi. Dia keluar dari rumah Tuan Choi dan melangkah pergi tanpa sepengetahuan kedua pihak keluarga. Dia frustasi melihat Jin Ri lagi. Dia dulu memang mencintai Jin Ri dan sekarang ? entahlah dia tak paham. Tak ada yang mengerti hubungan Jin Ri dan Donghae dimasa lalu.

 

 

Sung Ji yang baru saja selesai membuat minuman hangat untuk Jin Ri dan berniat pergi ke ruang makan tersebut bingung , karena Jin Ri menangis. Ia tak tau harus bagaimana.

 

“ Jin Ri-ya , kau kenapa?. Jangan menangis. Eoh? “, Sung Ji pun meraih pundak Jin Ri dan berniat memeluknya.

 

“ DIAM KAU, PERGILAH KE KAMARMU..!”. Sung Ji yang kaget dengan perilaku adiknya kini hanya ketakutan . kini Sung Ji menangis dan tangannya bergetar. Ketika Sung Ji hendak pergi untuk ke kamarnya, tangannya dicekal oleh seseorang.

 

“ BISAKAH KAU TIDAK BERSIKAP SEPERTI ITU TERHADAP SUNG JI ? HAH?” , bentak namja yang tak lain adalah Siwon, kakak tertuanya.

 

“ Oppa, kau..”. Siwon hanya mengangguk dengan ucapan Sung Ji.

 

“ Oppa, ini tak seperti yang kau pikirkan. Oppa percayalah”, Jin Ri memohon.

 

“ kukira setelah aku pergi kau akan bersikap layaknya yeoja yang lebih dewasa. Tetapi selama ini aku salah, kau tau aku tak akan membiarkan kau menyakiti adik kesayanganku , nona Jin Ri ?”, tambah Siwon penuh dengan penekanan.

 

“ tapi, aku juga adikmu oppa”, Jin Ri memohon memelas.

 

“ itu dulu, mungkin setelah ini tidak”

 

Sung Ji yang melihat perdebatan kakaknya dengan adikknya kini hanya semakin ketakutan. Lalu, dia berlari kekamar. Sungguh sangat ketakutan sekali. Tetapi perlahan dia mengerti satu hal. Suara Jin Ri, seperti suara yang ia kenali beberapa tahun yang lalu.

 

. Air matanya terus menetes dan kepalanya pusing seperti mengingat sesuatu.Dia menangis dan akhirnya tertidur.

 

FLASHBACK ON

 

Yeoja itu terduduk dibangku bus sendirian, tanpa ada seorang pun yang menemaninya. Yeoja itu seperti terasingkan. Tapi yeoja itu hanya terdiam. Tak lama setelah itu akhirnya , bus itu berhenti menandakan bahwa telah sampai ke tempat tujuan. Lagi-lagi Sung Ji terdiam dan sendiri. Berbeda dengan adiknya yang bersama dengan sahabat-sahabatnya.

 

“ Sung Ji-sshi mianhae. Kemarin aku meninggalkanmu sendirian”, kata seorang teman sekelasnya yang tak lain adalah So Jung.

 

“gwenchana, aku mengerti “. Jin Ri hanya terdiam dan tiba-tiba tangannya ditarik So Jung.

 

“ ayo kita ke museum itu”, ujar So Jung menunjuk kesebuah museum.

 

Sung Ji hanya mengikutinya sambil tersenyum. Dia bahagia karena tak sendiri lagi. Setelah tak lama , mereka berdua sampai dimuseum. Sung Ji tertarik dengan sebuah patung yang sangat cantik. Dia berjalan meninggalkan So Jung yang ada dibelakang. Ruangan didalam museum itu memang di desain sangat unik. Satu ruangan untuk satu patung indah itu.

 

Dia berjalan dan hendak mengambil foto, tetapi pintu ruangan itu tiba-tiba tertutup. Dan suara sirine seperti tanda kebakaran pun berbunyi. Lalu, kemana So Jung tadi ? dia dimana ?. Sung Ji yang seorang diri berada di ruangan itu hanya takut, dan menangis.

 

“HAHAHAHAHA. AKHIRNYA KAU TERTANGKAP”

ia samar-samar mendengar tawa seseorang tetapi perlahan-lahan ia tak sadarkan diri dan ia tak paham dengan apa yang terjadi selanjutnya.

 

FLASHBACK OFF

 

 

 

Suara ketukan pintu dari luar membangunkan Sung Ji dari mimpinya. Yeoja itu terbangun. Kemudian dia membuka pintu kamarnya.

 

“ gwenchana ?”, ujar Siwon seraya menempelkan tangannya pada dahi Sung Ji. Dia hanya tersenyum mengangguk.

 

“ kau istirahatlah adikku. Kau terlihat pucat, ingat jangan memikirkan apapun. Mengerti ?”. Sung Ji hanya terdiam.

 

“ bagaimana dengan Appa dan Eomma , lalu…”

 

“ Appa, eomma, tuan Lee dan bibinya sudah pulang. Aku tadi menjelaskannya jika kau kelelahan. Sudah kubilang diam dan beristirahatlah”, potong Siwon dengan cepat. Lalu, siwon pun keluar dari kamar Sung Ji dan menutup pintu kamar Sung Ji.

 

“ kau tak akan pernah tau adikku, bahwa ini permainan Jin Ri”, ujar Siwon lirih. Karena terlalu lirih hanya dia yang bisa mendengarkan perkataannya sendiri.

 

+++++

 

 

Sinar matahari perlahan menelusup ke sebuah kamar namja, kian waktu kian menyilaukan hingga membuat terbangun sosok namja yang tengah terlelap dari tidurnya. Namja itu terbangun dan mengusap wajahnya kasar. Benar.. masih mengingat kejadian kemarin. Mengapa dia dipertemukan dengan yeoja itu ? mengapa dia harus menikah dengan kakak yeoja itu?. Sungguh membuyarkan. Namja itupun beranjak dari ranjangnya menuju sebuah kamar mandi. Tetapi langkahnya terhenti ketika ponselnya berbunyi.

 

“ yeobseyo”

 

“……….”

 

“ arrasseo”

 

“………….”

 

“ jam 10, di café seberang ?”

 

“……..”

 

“ ne , aku sekarang kesana”

 

Telepon itu tertutup. Segera namja itu menuju ke sebuah café yang ia janjikan dengan orang tadi.

 

Sesosok namja dengan tinggi dengan wajah sangat rupawan kini dihampiri oleh Donghae.

 

“ kapan kau pulang kesini hyung “, ucap Donghae.

 

“ Lee Donghae, hentikan…. Jangan sakiti Sung Ji”, kata namja itu tak peduli dengan perkataan awal Donghae.

 

TBC

 

 

 

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: