First Meet : One Night With You

12247200_1087346917950882_8671765401208579598_n

First Meet : One Night With You (Oneshoot)

Cast                 : Han Young Ra, Cho Kyuhyun, Kim Min Ni, Lee Eun Ha

Genre              : Romance

Rate                 : PG 15+

Disclaimer       : satu lagi persembahanku untuk readers. ini kelanjutan First Meet : At gwanghwamun. udah selesai? tenang aja, masih ada lanjutannya lagi kok, tungguin aja. Seperti biasa jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Cho Kyuhyun milik keluarganya, Super Junior, SM Ent, ELF, dan Sparkyu. Dan Han Young Ra adalah milik imajinasi saya seorang. Just read, like, and coment. Happy reading all!! JJ

 

 

***

Suara bel yang menggema ke penjuru sekolah membuat suasana kelas yang semula hening mendadak riuh. Siswa kelas 2-1 Shinhwa Junior High School segera membereskan buku dan alat tulis mereka di atas meja dan memasukkan ke dalam tas. Young Ra menutup buku not piano yang berada di atas meja di hadapannya, kemudian berdiri menatap murid-muridnya yang masih sibuk memasukkan buku ke dalam tas satu persatu, ia memukul perlahan stik drum yang sedari tadi di pegangnya ke meja dan menarik perhatian seluruh siswa. Ia berdeham sedikit sebelum berbicara, meraih beberapa buku ke dalam pelukannya.

“Terima kasih untuk kerja keras kalian hari ini, saya sangat menghargai itu dan hasilnya sangat memuaskan. Minggu depan kita akan mengadakan test menghafal not piano dan mempraktikkannya, jadi persiapkan diri kalian sebaik mungkin. Kalian boleh pulang, dan hati-hati di jalan.”

“Nde, Han Seonsaengnim. Kamsahamnida.” jawab mereka semua dengan serentak seraya membungkuk sembilan puluh derajat. Young Ra mengangguk kecil seraya tersenyum kemudian meninggalkan kelas. Ia berjalan menuju ruang guru yang terdapat di gedung sebelah dekat laboratorium Fisika dengan santai saat tiba-tiba saja salah satu guru mencegatnya. Guru itu berdiri dihadapannya dengan napas terengah dan tampak hendak mengatakan sesuatu.

“Ada apa Kim Seonsaengnim? Kenapa kau terengah-engah seperti itu?” tanya Young Ra. Kim Seonsaeng masih berusaha mengatur napasnya dengan menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.

“Han Seonsaeng, kau mau pulang?” tanya balik Kim Seonsaeng. Young Ra mengangguk dengan raut bingung.

“Sebaiknya kau jangan pulang dulu Han Seonsaeng, di depan sedang banyak wartawan yang mencarimu.”

“Wartawan?”

“Nde, sepertinya ini berkaitan dengan berita heboh tentang dirimu dan CEO Marc Group yang sempat tersebar kemarin.” jawab Kim Seonsaeng. Raut wajah Young Ra berubah khawatir, ia melangkah mendekati jendela besar di lorong tersebut kemudian melihat ke bawah. Benar saja, di depan gerbang sekolah banyak sekali wartawan yang tampak sedang menunggu seseorang yang dihalangi oleh beberapa security. Young Ra meremas tangannya takut kemudian meraih ponselnya dari saku blazer yang dikenakannya dan menghubungi seseorang. Nada sambung yang terdengar datar membuatnya semakin kalut ketika panggilannya masih belum dijawab dan tidak diangkat, ia menghubungi nomor tersebut sekali lagi dan menggigit kuku dengan gelisah ketika nada sambung kembali terdengar lalu menghembuskan napas lega ketika suara seseorang menggantikan nada tersambung tersebut.

“Yeobeoseyo, Kyuh…”

“Arayo, aku tahu. Di depan sekolahmu banyak wartawan yang sedang menunggumu.” sela Kyuhyun membuat Young Ra semakin merasa gelisah, ia mengabaikan tatapan tak percaya yang diberikan Kim Seonsaeng kepadanya dan berjalan kesana kemari.

“Dengarkan aku Ra~ya, kau harus melakukan ini. Jangan pulang dan jangan pergi kemanapun sebelum ada yang datang menjemputmu. Maaf aku tidak bisa menjemputmu karena aku tidak mau kau berada di posisi yang membuatmu tidak nyaman jadi aku menyuruh sopir pribadiku. Kau bisa menunggunya kan?” tanya Kyuhyun, Young Ra mengangguk kemudian tersadar ketika Kyuhyun tidak akan bisa melihatnya dan segera menjawab.

“Ya, aku akan menunggunya.”

“Arasseo, aku tutup teleponnya, masih ada yang harus aku kerjakan.”

“Ne.”Young Ra kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer dan melihat ke bawah sekali lagi sebelum melanjutkan langkahnya ke kantor guru. Para wartawan itu masih disana dan semakin banyak lagi ketika mereka melihat para siswa berhamburan keluar dari sekolah.Ia menahan napasnya melihat pemandangan tersebut, bagaimana jadinya jika tadi Kim Seonsaeng tidak memberitahu perihal para wartawan itu padanya. Sudah pasti sekarang ia bermain kejar-kejaran dengan wartawan-wartawan itu.

“Han Seonsaeng, jadi berita itu benar? Kau memiliki hubungan khusus dengan CEO Marc Group itu? Benar?” tanya Kim Seonsaeng yang kesulitan menyamai langkah Young Ra. Young Ra tidak menjawab pertanyaan Kim Seonsaeng, ia meletakkan buku-bukunya ke atas meja, kemudian mendudukkan dirinya di kursi, mengambil bolpoin dan membuka salah satu buku yang berjudul Nilai Harian Siswa.

“Han Seonsaeng kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” tanya Kim Seonsaeng lagi.

Young Ra menghentikan gerakan tangannya lalu menghela napas.

“Menurutmu bagaimana? Aku menghubungi CEO Marc Group dan dia tahu apa yang sedang terjadi di sini. Ya, aku memiliki hubungan khusus dengannya.” jawab Young Ra. Kim Seonsaeng melotot, wanita berusia 25 tahun ke atas itu menutup mulutnya karena terkejut.

“Jadi berita itu memang benar. Ya! Young Ra~ya, bagaimana bisa kau berhubungan dengan pria itu? Apa dia yang mengejar-ngejarmu? Oh! Atau kau yang terus-terusan memohon padanya untuk di jadikan kekasih?” tebak Kim Seonsaeng dengan raut wajah dibuat sedramatis mungkin, menghilangkan panggilan formalnya untuk Young Ra ketika sudah tidak ada lagi guru di ruangan ini.

“Tidak seperti itu Min Ni Sunbae, hanya saja…”

“Hanya saja apa?” Young Ra terdiam, bingung memilih kata apa yang tepat untuk menggambarkan seperti apa hubungan mereka dan bagaimana ia dan Kyuhyun bisa memiliki hubungan seperti ini. Semuanya terjadi begitu saja tanpa ia sadari. Ia bahkan tidak pernah menyangka, ia akan jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria itu. Dan entah apa nama dari hubungan mereka saat ini, Kyuhyun tidak pernah memintanya untuk menjadi kekasih pria itu, Kyuhyun hanya mengatakan perasaannya saja. Tiba-tiba ia merasa di gantung, memiliki hubungan yang tidak jelas dengan pria yang baru beberapa minggu belakangan dikenalnya. Young Ra menatap layar ponselnya yang gelap dan hampir menjatuhkan benda itu karena tersentak kaget dengan seruan kesal Min Ni padanya.

“Kenapa kau jadi melamun seperti ini. Ya sudah kalau kau tidak mau mengatakannya, tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa.” ujar Min Ni. Gadis itu menghampiri salah satu meja dan menarik kursi ke arah Young Ra. Ia mendudukkan dirinya menghadap Young Ra dan kembali sibuk dengan buku nilai-nya dan menghembuskan napas bosan. Di liriknya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 4 sore, seharusnya ia sudah bersantai di rumah saat ini.

“Kau pulang saja Sunbae, tidak perlu menemaniku disini.” kata Young Ra, mengalihkan pandangannya dari buku nilai dan menatap Min Ni yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“Aku tidak menemanimu, aku ingin melihat wajah tampan CEO itu. Oh ya ampun, pasti wajahnya sangat sangat tampan sekali, seperti dewa-dewa yunani.” jawab Min Ni dengan raut wajah yang terlihat menggelikan bagi Young Ra. Ia merasa sedikit kesal karena Sunbae-nya itu memuji-muji Kyuhyun, walau ia juga tidak memungkiri bahwa yang dikatakan Min Ni itu benar. Kyuhyun memang memiliki wajah yang sangat tampan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 kurang 15 menit, Young Ra merenggangkan lengannya yang terasa kaku karena digunakan untuk mengisi nilai sejak lebih dari setengah jam yang lalu, ia melirik Min Ni yang masih asyik dengan ponselnya. Penasaran, Young Ra sedikit mengangkat tubuhnya menggunakan kedua tangannya yang bertumpu di atas meja lalu mengintip apa yang sedang Sunbae-nya itu lakukan. Ia mendengus ketika melihat Min Ni sedang mendownload foto-foto Kyuhyun dari internet kemudian mendudukan diri kembali ke kursinya. Sepertinya Sunbae-nya itu sangat tergila-gila dengan Kyuhyun.

Wajar memang, karena selain wajah yang tampan, Kyuhyun juga memiliki predikat sebagai pria terkaya nomor 2 sedunia dan nomor 1 se-Asia, siapa juga yang tidak akan tergila-gila pada lelaki seperti itu? Tampan, kaya, jenius dan terkenal, apa lagi yang kurang? Young Ra menatap penampilannya kemudian menghela napas panjang.Ia merasa kurang pantas bersanding dengan Kyuhyun. Ia hanya seorang guru musik dan pemilik café kecil di pinggiran daerah Gangnam, penampilannya pun sangat berbanding jauh jika dibandingkan dengan gadis-gadis yang mungkin sempat atau sedang dekat dengan Kyuhyun. Aneh, apa yang membuat pria itu menyukainya? Ia hanya gadis biasa. Yah, walaupun ayahnya juga seorang pengusaha sukses tapi itu tidak menjadi alasannya untuk berpenampilan seperti gadis-gadis chaebol lainnya. Baginya berpenampilan seperti itu membuatnya terlihat seperti bukan dirinya, Young Ra hanya ingin menjadi dirinya sendiri tanpa harus menggunakan topeng dan berpura-pura.

“Astaga, para wartawan itu masih belum menyerah juga. Lihat, mereka masih berkumpul didepan gerbang. Bagaimana ini Young Ra? Kau bisa semalaman disini.” ujar Min Ni yang sedang melihat ke arah gerbang sekolah melalui jendela besar yang terdapat di sebelah timur kantor guru ini. Young Ra bangkit dari duduknya lalu mendekati Min Ni dan ikut melihat keluar gerbang. Ia meringis melihat jumlah wartawan yang berjubel di depan gerbang sekolah tampak kelelahan dan juga mengantuk. Kenapa mereka tidak menyerah saja sih? batin Young Ra.

“Aku kan sudah bilang, sebaiknya kau pulang saja. Tidak perlu membuang-buang waktu menunggu Cho Kyuhyun datang kesini karena dia tidak akan datang. Lagipula kau kan sudah mendownload banyak fotonya dari internet.” kata Young Ra jengkel. Min Ni segera melindungi ponselnya mendengar ejekan Young Ra dengan wajah memberengut.

“Hei, mengintip pekerjaan yang sedang dilakukan orang lain itu tidak sopan tahu! Aku ini guru Etika!”

“Lebih tidak sopan lagi mengambil foto orang lain tanpa izin Kim Seonsaengnim.” Young Ra dan Min Ni segera menoleh ke pintu masuk ketika mendengar suara bass seorang pria menggema keseluruh ruangan. Tidak seperti Min Ni yang melongo dengan mulut terbuka melihat kedatangan Kyuhyun, Young Ra justru menatap pria itu dengan kesal. Ia menghampiri pria itu dengan langkah yang sedikit menghentak.

“Katamu kau tidak bisa datang. Lalu sekarang apa?” tanya Young Ra.

“Aku merindukanmu.” jawab Kyuhyun seraya memeluk pinggang Young Ra. Min Ni yang menyaksikan pemandangan itu tidak bisa menahan ekspresi terkejutnya. Gadis itu bahkan sampai menjerit histeris, membuat Kyuhyun dan Young Ra menoleh ke arahnya dengan pandangan bertanya sekaligus kesal.

Young Ra segera melepaskan pelukan Kyuhyun lalu berdiri dengan canggung dan wajah yang memerah. Ia menggaruk pipinya bertanda gugup, jantungnya berdegup kencang. Min Ni menghampiri keduanya dan berdiri menatap Kyuhyun dengan takjub, ia bahkan tidak berkedip sekali-pun, seolah takut pria itu hanya halusinasinya saja yang terlalu tergila-gila pada Kyuhyun.

“Apa kalian masih mau disini hingga besok pagi?” tanya Kyuhyun memecah keheningan. Young Ra kembali menatap Kyuhyun kemudian menoleh ke arah jendela.

“Kita lewat pintu belakang saja. Mereka tidak menunggu disana.” kata Kyuhyun. Young Ra mengerjap, bagaimana bisa ia tidak berfikir ke situ. Sekolah ini kan memiliki pintu belakang yang terhubung langsung dengan kantor ini sebagai akses pintu darurat jika terjadi kebakaran atau keadaan genting lainnya. Young Ra menganggukkan kepala tanda setuju, ia segera mengambil tas jinjingnya yang terletak di atas meja kemudian mengikuti Kyuhyun menuju pintu belakang bersama Min Ni.

“Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengannya secara langsung. Kau tahu kan dia itu orang sibuk?” bisik Min Ni seraya menatap punggung Kyuhyun yang terlihat sangat tegap, sedangkan Young Ra hanya memutar bola matanya jengah.

Kyuhyun menghentikkan langkahnya secara tiba-tiba, membuat Young Ra dan Min Ni juga ikut berhenti di belakangnya. Ia berbalik, lalu berdecak seraya menggelengkan kepala. Tangan kanannya dengan cepat meraih sebelah tangan Young Ra lalu menggenggamnya dengan erat dan kembali melanjutkan langkahnya, sementara Min Ni lagi-lagi dibuat melongo dengan perlakuan yang diberikan Kyuhyun pada Young Ra.

“Aku kan sudah bilang, jangan berjalan dibelakangku. Aku bukan bosmu.”

***

Jung Ahjussi menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Young Ra setelah lebih dulu mengantarkan Min Ni ke apartemennya di daerah Seongdong. Kyuhyun menatap keadaan sekitar dari dalam mobil sebelum memutuskan untuk keluar diikuti Young Ra kemudian. Mereka berdiri berhadapan, Kyuhyun tersenyum menatap wajah lelah Young Ra. Ia mengusap puncak kepala gadis itu perlahan kemudian menariknya ke dalam pelukan. Young Ra bersandar nyaman di dada Kyuhyun dan menghirup aroma pinus basah-segar pria itu.Walau ini bukan yang pertama kali tapi tetap saja rasanya seperti pertama kali. Jantungnya masih tetap berdebar kencang dengan telapak tangan yang mendingin karena keringat gugup.

“Maaf sudah membawamu ke situasi seperti ini. Kau pasti merasa sangat tidak nyaman.” kata Kyuhyun lirih. Young Ra tersenyum lalu melepaskan pelukan mereka, ia menatap Kyuhyun dengan kedua mata melengkung membentuk eye smile.

“Gwaenchana. Aku memang merasa tidak nyaman, tapi semua ini pasti akan berakhir.” Kyuhyun mengangguk, ikut tersenyum menampilkan celah kecil di sudut bibirnya. Ia menatap ke arah rumah gadis itu, dari sini ia bisa melihat ibu Young Ra, Lee Eun Ha sedang menyirami bunga-bunga yang ada taman di samping rumah lalu kembali menatap Young Ra.

“Masuklah, kau pasti lelah.” ujarnya.

“Em… kau beristirahatlah, hati-hati di jalan.” balas Young Ra.Kyuhyun mengangguk sekali lagi lalu mengacak rambut gadis itu seraya terkekeh kecil membuat Young Ra mengerucutkan bibirnya kesal tapi hanya sesaat. Ia tersenyum ketika Kyuhyun melambai dari dalam mobil dan tetap berdiri di tempatnya, menunggu mobil yang di tumpangi Kyuhyun tidak terlihat lagi di persimpangan jalan. Ia melangkah masuk dengan senyum cerah di wajahnya, membalas hampir semua salam yang diberikan para pelayan yang di jumpainya.

“Sepertinya kau gembira sekali.” Young Ra menoleh ketika tangannya hampir menyentuh kenop pintu dan melihat Eun Ha berdiri dibelakangnya dengan wajah penasaran sekaligus menggoda. Young Ra hanya tersenyum cengengesan dengan wajah merona, mengundang kekehan gemas ibunya.

“Jadi, siapa pria itu?” tanya Eun Ha masih dengan wajah menggodanya.

“Pria itu siapa Eomma?”

“Aish, tidak usah berpura-pura. Pria yang mengantarmu pulang dan memelukmu di depan rumah tadi.” Young Ra tidak menjawab ataupun membalas perkataan ibunya, ia hanya menundukkan kepala dengan sebelah kaki bergoyang karena gugup. Eun Ha kembali tertawa geli, “Ya sudah kalau kau tidak mau memberitahu Eomma. Lagipula Eomma sudah melihat beritanya kemarin.” kata Eun Ha seraya masuk ke dalam rumah, membawa teko besar-kosong yang semula digunakannya untuk menyiram bunga.

“Ish Eomma! Kalau sudah tahu mengapa masih bertanya?!” seru Young Ra kesal yang dibalas dengan tawa Eun Ha yang menggema di dalam rumah.

***

Young Ra hampir memejamkan matanya ketika ia mendengar suara ‘tuk-tuk’ kecil dari pintu di balkon kamarnya. Ia bangkit dari posisi rebahannya kemudian menatap ke pintu balkon yang tertutup dan menunggu tapi suara itu tidak muncul lagi. Ia kembali berbaring, mencoba memejamkan mata kembali ketika suara itu kembali terdengar. Dengan sedikit kesal, ia turun dari ranjang dan berjalan ke balkon untuk melihat benda atau apapun itu yang menimbulkan suara ‘tuk-tuk’ menyebalkan itu. Ia membuka pintu balkon dan berjalan keluar, pandangannya turun ke bawah dan seketika itu kedua matanya terbelalak. Ia bisa melihat Kyuhyun sedang berdiri di bawah kamarnya bersiap untuk melemparkan sesuatu ke arahnya tapi tidak jadi ketika melihat dirinya berdiri di pinggir balkon berpegangan pada pagar besi.

Kyuhyun tersenyum seraya melambaikan sebelah tangan, ia segera mengedarkan pandangan ke segala arah dan melihat sebuah tangga bersandar pada batang pohon Apel di taman. Ia segera mengambil tangga tersebut dan menyandarkannya pada dinding di bawah kamar Young Ra kemudian menaikinya. Young Ra memundurkan langkahnya ketika pria itu sudah berdiri dihadapannya dengan kemeja putih dan mantel hitam seraya merentangkan tangan memintanya untuk merangsek ke dalam pelukan pria itu. Young Ra terkekeh, kemudian menggelengkan kepala. Ia meraih sebelah tangan Kyuhyun dan menarik pria itu ke dalam kamarnya lalu menutup pintu balkon. Kyuhyun melirik ke arah pintu balkon di bagian atas, tempat Dreamcatcher yang ia berikan dua hari yang lalu tergantung manis, senyumnya mengembang. Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar Young Ra yang bercat biru Aqua Marine. Young Ra memiliki kamar yang nyaman menurut Kyuhyun, karena walau baru sebentar berada di sini ia merasa sangat betah. Kamar ini tidak begitu besar, bahkan tidak sampai setengah dari besar kamarnya di Penthouse. Di tengah-tengah ruangan terdapat single bed dan di sebelah single bed itu ada nakas kecil tempat lampu tidur mungil berdiri juga vas bunga yang sama mungilnya berisi bunga anggrek ungu, di sebelah nakas itu ada rak buku berukuran sedang berisi berbagai buku tentang musik dan beberapa novel. Agak ke utara sedikit ada single sofa yang juga berwarna biru dan di belakang sofa itu adalah pintu balkon. Di lihat dari beberapa barang dan furniture-nya yang berwarna putih-biru, sepertinya gadis ini adalah pecinta kedua warna itu.

“Apa yang kau lakukan Kyu?” tanya Young Ra dengan suara rendah.

“Aku merindukanmu.” jawab Kyuhyun seraya tersenyum.

“Tapi tadi sore kita baru saja bertemu.”

“Tapi aku masih merindukanmu.”

Tanpa aba-aba, Kyuhyun menarik Young Ra ke arah ranjang dan menidurkan gadis itu, ia ikut berbaring dan menyampingkan tubuhnya menghadap Young Ra, sebelah tangannya memeluk pinggang gadis itu sementara tangannya yang lain menyangga kepalanya. Young Ra bergerak-gerak gelisah dalam pelukan Kyuhyun, kedua tangannya menekan dada pria itu agar tidak menariknya lebih mendekat lagi, wajahnya merona merah dengan irama jantung yang berdetak kencang; sama seperti Kyuhyun.

“Diamlah.” kata Kyuhyun, menundukkan kepala menatap Young Ra yang mendongak menatapnya.

“Apa yang kau lakukan? Bagaimana jika Appa-ku masuk kemari dan melihatmu?” tanya Young Ra.

“Appa-mu sudah tidur, beliau tidak akan masuk kemari. Tidurlah, aku ingin sekali memelukmu seperti ini sepanjang malam.” jawab Kyuhyun, ia merengkuh punggung Young Ra, menariknya agar lebih mendekat dan memeluknya dengan erat. Young Ra terdiam, merasakan pelukan Kyuhyun yang terasa hangat dan sangat nyaman, ia memejamkan kedua matanya, menghirup dalam-dalam aroma pria itu.

“Bagaimana aku bisa tidur jika seperti ini.” gumam Young Ra pelan. Kyuhyun terkekeh kemudian memejamkan matanya, mengusap punggung Young Ra secara teratur dan menggumamkan sesuatu, “Kim Su Han Mu keobugi wa durumi samcheongabja Dong Bang Sak Chichikapo Sarisarisenta Woriwori Sepeurikang Mudusella gureumi heorikein dambyeorak seosaengwon goyangi badukineun Doldori.”

Young Ra hampir memejamkan matanya, tapi kemudian ia teringat sesuatu dan kembali mendongak, membuat Kyuhyun yang juga hampir tertidur membuka matanya.

“Mwo?” tanya Kyuhyun.

“Bagaimana kau bisa masuk ke dalam kantor guru lewat pintu belakang? Yang memiliki kuncinya kan hanya kepala sekolah.” Kyuhyun berdecak, ia membetulkan posisi berbaringnya dan kembali mengeratkan pelukan pada punggung Young Ra.

“Kau ini selalu saja merusak suasana, bertanya hal seperti itu di saat seperti ini.” keluh Kyuhyun.

“Ish, jawab saja lah.” desak Young Ra.

“Ara-ara, aku salah satu donatur di sekolahmu. Sudah puas?”

Young Ra mendengus kemudian menggumam samar sebagai jawaban, gadis itu menyurukkan wajahnya pada celah leher Kyuhyun, kembali menghirup aroma pria itu seperti ganja yang membuatnya kecanduan. Sementara Kyuhyun harus menahan napas karena helaan napas lembut Young Ra yang menerpa lehernya membuatnya tercekat.

FIN

5 Comments (+add yours?)

  1. cici
    Mar 31, 2016 @ 14:35:42

    ahhh masih gantung

    Reply

  2. Deesungie
    Mar 31, 2016 @ 17:59:53

    Aw manisnya chokyu.. Bisa2 kena diabetes ntar akunya 😂😂
    Sukaa .. Sukaaa… 👍👍👍

    Reply

  3. J.Na Kim
    Mar 31, 2016 @ 22:28:06

    Aihhhhhh cho … malem” menyelinap ke kamar gadis -_- ckckckck

    Reply

  4. Nanakyu
    Apr 01, 2016 @ 09:02:18

    Nicee bgt sieh
    Asyk ni kalo ada lanjutannya
    Tp yg kyuhyun terkya di asia aga over dech jika di korea mgkin maseh masuk akal hehe
    Bagusss pkoknya keep writing
    (≧▽≦)

    Reply

  5. lieyabunda
    Apr 02, 2016 @ 01:50:29

    aww,, kyu sweet banget sih disini….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: