[Ficlet] Moon

img-thing

Author                    : Mrs. C

Title                          : Moon

Cast                          : Cho Kyuhyun, Seo Eun Gi (OC)

Genre                      : Romance, AU

Rating                     : PG-15

Length                    : Ficlet (658 Words)

Note                         :

Hai readers!!!a

Apakabzzz??? FF terakhirku yang ku kirim ke sini judulnya adalah Thinking Of You. Berbeda dari Thinking Of You, kali ini aku balik lagi dengan judul baru yang merupakan lanjutan dari Telepathy Series (Sebut aja gitu lah ya…) yang baru. Kalau kalian lupa cerita sebelumnya, atau bahkan belum pernah baca, silahkan klik link di bawah iniiiii .3. Semoga linknya berfungsi -_-

 

Telepathy

Late Night Coffee

Happy New Year buat para readers semua (Walaupun udah lewat lama banget). Happy New Year juga buat SujuFF semoga bisa terbitin buku lagi, dan pengunjungnya makin rameee…

Oke, kalo gitu Happy Reading!!!

 

***

Jika bicara soal pemikat hati, kamu juaranya.

***

 

Hari ini adalah hari Minggu pagi, tanggal 3 Januari 2016. Dua hari yang lalu, aku dan Eun Gi merayakan tahun baru bersama keluarga kami masing-masing. Kebetulan Eomma, Appa, dan Noona datang ke Seoul sejak dua minggu yang lalu, dan baru saja kembali tadi pagi.

 

Mereka sempat khawatir karena kepergianku yang terkesan sembunyi-sembunyi dan terlalu mendadak. Tetapi sekarang semuanya sudah jelas karena kedatangan Eun Gi saat malam natal kemarin. Semuanya menyambut wanitaku dengan hangat dan terbuka. Aku senang karena kekhawatirannya akan kesan pertama keluargaku padanya lenyap dan tergantikan dengan senyum yang selalu terlihat cantik di mataku.

 

Bahkan saat Eun Gi ikut mengantarkan mereka ke bandara kemarin malam, aku bisa melihat secercah harapan di mata keluargaku. Secercah harapan yang menginginkan hubungan kami nantinya akan menjadi lebih dari sepasang kekasih.

 

Aku memandangi Eun Gi sambil duduk di atas lantai berwarna hitam. Dia sedang memasukkan handuk dan botol minum ke dalam sebuah tas hitam dengan tulisan Nike beserta tanda ceklisnya yang berwarna pink neon.

 

Tadi pagi dia bangun jam sebelas pagi. Sarapan di tempat tidur sambil menonton televisi, dan baru mandi jam satu siang. (Aku yakin dia tidak akan sarapan dan mandi jika aku tidak datang ke apartemennya.) Empat jam yang lalu, aku mengajaknya ke gym, dan dia menolak usul itu mati-matian. Tapi lihatlah sekarang! Dia justru menjadi yang paling bersemangat dan mencoba semua alat-alatnya tanpa kelelahan.

 

“Setelah ini pulang, ya?” Eun Gi memandangiku dengan tatapan memohonnya.

 

“Kau kelelahan?”

 

“Tidak. Sekarang aku kelaparan. Benar-benar kelaparan. Oh, lihatlah jam berapa ini? Sekarang sudah jam delapan dan aku belum menyantap makan malamku!”

 

Aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri, kembali memakai jaket tebal karena hari ini masih terhitung musim dingin, lalu mengalungkan tali tas hitam yang dibawanya ke pundakku.

 

Kami berjalan berdampingan saat keluar dari Gym, lalu berbelok ke kanan untuk menuju ke apartemen Eun Gi. Mungkin jaraknya hanya sepuluh sampai lima belas menit jika ditempuh dengan jalan kaki.

 

“Aku tidak tahu sejak kapan bulan bisa jadi sebulat dan seterang itu saat musim dingin.” Aku memulai pembicaraan sesaat setelah aku melihat langit musim dingin Seoul.

 

“Aku tidak tahu, dan kalau boleh jujur, aku tidak pernah memperhatikan langit sejak aku bertemu denganmu lagi.” Eun Gi menatapku sambil mengeratkan genggaman tangannya pada telapak tanganku.

 

Aku merasakan kaningku berkerut, lalu aku berkata, “Kenapa tidak?”

 

“Dulu, aku memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Bahkan kelewat tinggi. Aku selalu percaya bahwa bulan adalah kau, dan kau adalah bulan. Aku selalu menganggap setiap kali bulan bersinar, itu artinya kau sedang memikirkanku. Sedang merindukanku.”

 

Aku nyaris tertawa. Tetapi ketika aku memikirkan kalimatnya sekali lagi, aku semakin menyadari bahwa perasaanku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dia. “Kenapa harus bulan?”

 

“Karena bulan itu kelihatan bulat dari bumi. Bulat sempurna. Sesempurna kau.”

 

Kali ini aku benar-benar tertawa. “Hei, aku bukan dewa. Jangan memujaku seperti itu.”

 

“Tidak, aku sungguh-sungguh, Kyuhyun. Maksudku kau memang bukan manusia paling sempurna. Tapi setidaknya dari seluruh laki-laki yang aku kenal, kau yang paling sempurna. Dan kulitmu juga pucat, sama seperti bulan yang berwarna putih.” Dia menambahkan.

 

“Apa ada lagi kesamaan antara aku dan bulan?”

 

“Oh, ya! Aku juga selalu mudah menemukanmu bahkan diantara kerumunan paling ramai sekalipun. Seakan-akan Cho Kyuhyun bisa memancarkan cahaya terang atau semacamnya.”

 

“Baiklah. Analogimu aneh. Tapi jujur saja aku tersanjung sekaligus tersentuh.”

 

“Well, sudah seharusnya.”

 

Kami masih berjalan kira-kira untuk satu menit ketika Eun Gi bersuara lagi. “Tapi…”

 

“Tapi?”

 

“Tapi kalau bicara soal pemikat hati, kau juaranya, Kyuhyun. Tidak sama dengan bulan.” Eun Gi tersenyum. Aku tersenyum, dan entah bagaimana, langkah kami terhenti.

 

Eun Gi terus menatapku sambil tersenyum. “Kyuhyun,”

 

“Katakanlah. Aku ingin mendengarnya dengan telingaku, bukan dari pikiranku.”

 

“I want to kiss you.”

 

Aku mengangkat bahu sambil terkekeh pelan. “Just… do it…”

 

Eun Gi mencium bibirku dua kali, lalu melepaskannya sambil tersenyum.

 

Aku tidak tahu berapa kali kami sudah berciuman selama ini. Tapi setiap ciuman rasanya sama. Selalu mendebarkan. Selalu mengingatkanku bahwa aku dicintai.

 

Dan aku berjanji pada diriku sendiri agar selalu menjadi bulan untuk kekasihku.

 

//END//

 

Thanks for reading,

XOXO {}

8 Comments (+add yours?)

  1. Deborah sally
    Apr 01, 2016 @ 10:13:14

    Manis banget

    Reply

  2. jungyoohee
    Apr 01, 2016 @ 10:44:28

    sweetness overload… plis jgn bikin ngiri ㅠㅠ great job thor ^^

    Reply

  3. Fafairfa
    Apr 01, 2016 @ 23:38:08

    Aaakkk sweet sekali authornim~

    Senyum2 sendiri bacanya..sukses bikin envy >•<
    Masih ada lanjutannya lgi ga thor? Hihi

    Reply

  4. harniyunhie
    Apr 02, 2016 @ 22:53:40

    keren kak ceritanya. pas dan manis🙂 keep writing! ditunggu cerita yg lain🙂

    Reply

  5. Trackback: Bug | Superjunior Fanfiction 2010
  6. ayumeilina
    Jun 24, 2016 @ 21:20:42

    aiihhhhh…
    bikin iri banget ssiiihhh…
    selalu kerennnn…
    selalu menyenangkan baca FF2 kamu.
    keep writing. Semangat 😍😍😍

    Reply

  7. Monika sbr
    Jun 27, 2016 @ 19:15:48

    So sweet banget!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: