Special Gift [5/?]

gi

Special Gift part 5

Author           : pipit

 

Cast               : Cho Kyuhyun

Park Hye Soo

Genre                        : Marrige life, Romance

Rating                        : PG 15

 

Length           : Chapter

 

Maaf lama menunggu. Langsung aja ya..

Happy reading ..^^, dan hati-hati banyak TYPO bertebaran..!!!!

Ff ini juga sudah di publish di blog pribadi www.duniapipit105.wordpress.com

***

Hye soo POV

 

“Huff.., aku kesal hari ini..” tiba-tiba saja Karin sudah menduduki kursi yang ada di hadapanku.

Aku melihatnya sekilas lalu kembali menatap laptopku ini. “kenapa?” kataku. “apa karena urusan tadi siang?? Kalau itu, kita hanya bisa berdoa sambil menunggu hasil keputusannya.”

“bukan itu..” aku mencoba mengabaikan laptopku, karena sepertinya Karin sedang ingin bercerita.

“lalu?” tanyaku lagi

“ya.., aku sedang kesal karena kencanku hari ini gagal.” Aku mengangkat alisku..”kencan? dengan Daniel? Kenapa harus gagal?”

“kau tau.., ia membatalkannya hanya karena jalan menuju tempat kami berkencan itu mengalami kemacetan karena ada kecelakaan.”

“kecelakaan? Memangnya kalian akan berkencan ke mana? Kenapa tidak mencari tujuan lain?” aku heran dengan Karin. Hal seperti itu saja di pusingkan. Mereka kan bisa mencari tempat lain.

“percuma.., karena kecelakaan itu ada di persimpangan jalan sana. Satu-satunya akses kita keluar dari jalur perusahaan ini. Dan kau tau hye soo??..” aku menggeleng menjawab pertanyaan Karin. “huff.. kemacetan sudah terlihat di depan perusahaan kita.”

Aku sungguh terkejut.., pasalnya ini baru pertama kalinya terjadi hal seperti ini di wilayah ini. “benarkah..? apa sebegitu parahnya kah kecelakaan itu?” tanyaku penasaran. Karin mengangguk menjawabnya.

“yang ku dengar dari lobi di bawah, awalnya ada seorang pria yang menjadi korban kecelakaan.., hal itu juga yang mengakibatkan kecelakaan beruntun.”

‘benarkah separah itu kejadiannya.., aku sangat prihatin atas musibah ini. Bagaimana keadaan orang-orang itu??.., ah kenapa tidak kunyalakan TV saja.., ini kecelakaan yang lumayan besar, pasti sudah di liput oleh stasiun TV.’ Pikirku. Setelah itu aku beranjak dari tempat dudukku dan menyalakan TV di ruangan ini.

Benar dugaanku, pasti kecelakaan itu sudah di liput di TV. Aku terus memperhatikan layar TV itu, karena penasaran bagaimana kronologi kecelakaan itu terjadi. Dan adakah korban lainnya selain pria itu??!. Aku melihat polisi di sana sibuk memeriksa tempat kejadian. Dan sebagian polisi yang juga di bantu orang-orang setempat membantu korban-korban yang terluka. Dari keterangan reporter TV itu, syukurlah tidak ada korban jiwa. Hanya saja banyak orang yang terluka akibat tabrakan beruntun itu. Ku lihat sekilas orang-orang yang terluka di bawa ke dalam sebuah tempat yang megah. Seperti sebuah lobi ..tidak, tapi seperti.. “ASTAGA..” pekikku kaget menutup mulutku.

“ada apa hye soo?” tiba-tiba Karin sudah ada di sampingku.., tapi aku tidak menghiraukannya.

Aku memajukan langkahku lebih dekat ke arah TV untuk meyakinkanku. Benar.., tidak salah lagi kalau tempat itu tempat aku janjian dengan kyuhyun. Dari mana aku tau??! karena tidak lama setelah aku membaca note dari kyuhyun, dia memberiku pesan dimana kami akan bertemu secara detail. ‘ya tuhan.., lalu bagaimana kyuhun sekarang??’ Aku memang sengaja tidak datang dan tidak memberitahukannya. Ku lihat jam di tangan.., jam Sembilan malam. Sudah dua jam dari janjian kami bertemu. Handphone.. ya handphone. Aku harus menghubunginya. Aku tergesa-gesa menuju mejaku dan mengambil handphoneku. Mati.., ‘astaga’ aku lupa tadi aku sengaja mematikannya.

Sungguh aku sangat terkejut mendapati banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari dia begitu ku nyalakan handphoneku. Ku buka satu persatu pesan itu.

“hyea aku sudah di depan bioskop.” Itu pesan pertamanya. Mungkin itu ketika ia baru sampai dan langsung mengabariku karena kulihat waktu pesan dikirim sekitar pukul setengah tujuh malam.

“hyea kau di mana?”

Begitu pesan selanjutnya hingga pesan terakhirnya. “hyea..aku tunggu kamu di depan gedung ini. Aku tunggu sampai kamu datang.”

DEG..

Kyuhyun menungguku di depan gedung itu?? Itu berarti posisinya ada di luar.. Dan sekarang di sana terjadi kecelakaan. ‘ya tuhan..’

“hye soo.., sebenarnya ada apa sih?? Kulihat daritadi kau sangat gelisah.” Tanya Karin penasaran. Aku tidak mempedulikan pertanyaan Karin. Yang ada dipikaranku hanya bagaimana kyuhyun? Di mana dia sekarang?. Kurapihkan mejaku segera sambil menghubungi nomor kyuhyun.

“sial..tidak aktif.”

Aku setengah berlari menuju lift untuk menyusul kyuhyun. “hye soo??” teriak Karin minta penjelasan. Aku yang sedang menunggu pintu lift terbuka jengah dengan pertanyaan Karin.

“apa sih Karin. Aku ada urusan..maaf tidak bisa menemanimu lembur.” Kataku sambil mengahadap Karin yang masih ada di belakangku.

TING..

Pintu lift terbuka langsung saja aku masuk ke dalamnya. “sorry” ucapku padanya sebelum pintu itu tertutup.

Aku berkali-kali menghubungi kyuhyun tapi selalu tidak aktif. ‘bagaimana ini..gimana kalau salah satu korban kecelakaan itu adalah kyuhyun??’ kutepis perasaan itu dan mencoba berpikir positif. Setelah pintu lift ini terbuka aku langsung berlari keluar perusahaan. Dan lagi-lagi aku sedikit terkejut bahwa kemacetan ini sudah hampir sampai di depan perusahaan ini. Akhirnya aku memilih berlari ke tempat kyuhyun karena percuma saja tidak ada taxi atau mobil yang bisa lewat ke arah sini. Sementara supir jun sudah pulang karena tiba-tiba ada keluarganya yang sakit.

***

Tiga puluh menit aku berlari hingga sampai tempat ini. Aku lihat polisi masih sibuk mengurusi kecelakaan itu. Meski semua sudah di evakuasi. Tinggal sisa-sisanya saja yang diurus polisi. Kini jalananpun sedikit demi sedikit sudah kembali berjalan. Aku kembali berlari ke arah gedung yang tidak lain adalah pusat perbelanjaan yang cukup mewah di seoul..berharap masih ada kyuhyun di sana.

‘tidak ada..’ ku cari lagi kyuhyun di took-toko yang ada di dalamnya..tapi tidak ada juga. Aku terus mencari keberadaan kyuhyun hingga menyusulnya ke dalam bioskop, tapi tidak juga kutemukan. Kakiku sungguh lemas. Hatiku seperti ditusuk jarum..berdenyut. aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada kyuhyun. Tanpa sadar aku pun duduk di bangku dekat tempat orang mengantri tiket, kakiku seperti jelly yang tidak bisa digerakkan lagi.

‘bolehkah aku menangis?? Sungguh perasaan apakah ini? Apakah ini perasaan bersalah karena aku tidak datang tadi? Atau…, entahlah. Pikiranku sangat kacau… aku sungguh khawatir. Ya tuhan di mana kyuhyun sekarang???’ pikirku panik.

Ada satu tempat yang belum aku cari. Dan ini pemikiran terakhirku dan terbodohku. Aku segera berdiri dan mencoba melangkah.., tidak seperti tadi yang berlari, kini aku melangkah pelan-pelan mencoba menenangkan pikiranku dan hatiku. ‘Semoga dugaanku tidak benar.’ Pikirku berdoa.

 

Aku menghampri petugas polisi yang sedang mendata nama-nama korban terluka.

“chogi.., bisakah saya meminta tolong?” tanyaku ragu-ragu pada polisi itu.

Polisi itu menghentikan aktivitasnya dan menatapku. “ya.., tentu saja nona. Apa yang bisa saya bantu?”

“ehmm..saya kehilangan temanku. Tadi kami berjanji bertemu di sini, tapi karena ada suatu halangan saya datang terlambat. Kalau boleh saya tau..” ucapku berhenti untuk menarik nafasku dalam-dalam. Semoga saja..

“adakah nama kyuhyun..ani, maksudku cho kyuhyun dalam korban kecelakaan itu?”

“oh tentu saja. mohon tunggu sebentar nona..akan saya cek terlebih dahulu.” Polisi itu langsung memeriksa kertas-kertas yang ada di tangannya, memeriksa apakah ada nama yang kumaksud. Sungguh, aku sangat cemas menanti jawabannya. ‘ku mohon tuhan.., semoga namanya tidak ada.’ Doaku sambil memejamkan mata.

“nona..” panggilnya..

Aku membuka mataku. Dan perasaan cemas semakin menguasaiku.

“untuk nama cho kyuhyun…tidak ada di dalam daftar korban kecelakaan.” Ucapnya tersenyum, seakan mengerti kecemasanku barusan.

Rasanya hati ini begitu lega setelah mendengar ucapan polisi itu. “benarkah?? Ya tuhan terima kasih. Tuan terima kasih atas bantuanmu.” Ucapku antusias.

“sama-sama..itu sudah menjadi tugasku nona. Kalau begitu saya permisi, masih banyak yang harus saya urus.”

“ya..silahkan tuan.”

Sepeninggalnya polisi itu aku terdiam memikirkan. “lalu kemana perginya kyuhyun??”

***

Kyuhyun POV

“kau kenapa kyu?” tanya siwon yang bingung melihat ke arahnya. Ya kyuhyun akhirnya menyerah menunggu hye soo. Ia sangat kecewa karena hye soo tidak datang. Bukan karena ia lelah menunggu, tapi ia tau hye soo akan menghindarinya dan pasti tidak akan datang. Kali ini ia gagal membuat keadaan seperti semula. Tadinya ia ingin menunggu hye soo sampai benar-benar datang, tapi ia urungkan ketika mendapat telepon dari teman-temannya- donghae dan siwon. Mereka mengajaknya untuk pergi ke club. Dan di sinilah ia berada sekarang. Tapi bagaimnapun ia disini bersama teman-temannya.., hati dan pikirannya selalu memikirkan hye soo.

“haiss.., apa yang harus aku lakukan?” gumamnya sambil mengacak rambutnya.

“hey.., aku tanya sekali lagi..kau ini kenapa kyu? Bahkan minuman yang kau pesan belum sempat kau minum.” Tanya siwon sekali lagi, lalu menyesap minumannya sendiri. “kau ada masalah? Ceritakanlah..” ucapnya santai, walaupun begitu dalam hati ia sungguh sangat penasaran.

Kyuhyun hanya menatap siwon sekilas. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke depan. Ke arah di mana sahabatnya sedang asik menggoyangkan badannya di lantai dansa. Tentu bukan hanya seorang diri. Tapi dengan beberapa wanita yang mungkin wanita penggoda. Ia meminum minuman yang sempat ia diamkan tadi, sambil memikirkan apa yang harus ia ceritakan pada siwon. ‘haruskah ku ceritakan sekarang?’ ia masih menimbang-nimbang. Apakah ini sudah waktunya ia berbagi masalahnya.., sementara siwon sendiri menunggu dengan sabar apa yang akan kyuhyun katakan.

“aku..aku..” menyukainya.. “kecewa padanya..” akhirnya kata-kata yang ingin ia ungkapkan keluar, walaupun secara tidak langsung. Ku harap siwon mengerti arti dari kata itu.

***

Aku melajukan mobilku menuju apartemen. Setelah perkataanku tadi dengan siwon, aku segera pergi dari sana. Rasanya kurang tepat waktunya menceritakan semuanya pada siwon hari ini.

Setibanya di gedung apartemen ini, segera ku naiki lift yang menuju apartemenku. Mungkin saat ini ia sudah pulang. Yah.., walaupun aku kecewa..tapi aku tidak bisa marah padanya. Setidaknya melihatnya kembali ke apartemen saja rasanya sudah membuatku senang. Aku melihat angka yang tertera di atas pintu lift ini tidak sabar. Mencoba menghitung berapa angka lagi yang harus terlewati untuk sampai di lantai apartemenku dan hyea. Begitu angka itu merupakan tujuanku dan pintu terbuka, segera aku melangkah keluar. Aku berbelok mengikuti arah lorong yang membawa pintu satu-satunya yang ada di lantai ini. Tapi tiba-tiba saja langkahku berhenti ketika sudah hampir mencapai pintu apartemen.

“hyea..” ucapku pelan. Aku melihatnya sedang duduk bersandar di dinding dekat pintu. Ia menekuk kakinya ke dadanya. Wajahnya ia benamkan di kedua lututnya. ‘apa yang ia lakukan di sana..?’ pikirku tak mengerti. Aku segera menghampirinya dan ikut berjongkok di hadapannya.

“hyea..” panggilku sekali lagi. Aku memegang bahunya pelan. Aku berhasil membuatnya bangun dan mengangkat kepalanya pelan.

“kyu..” ucapnya lirih. ‘Astaga ada apa ini??’ kulihat matanya sembab seperti habis menangis.

“hyea.., kau kenapa? Apakah kau habis menangis..” ucapku sepelan mungkin. Walau ku tau dia habis menangis, tapi aku tetap menanyakan hal itu. Ku hapus sisa-sisa air mata yang ada di pipinya.

“kyu.., kau kah itu?” tanyanya seperti tidak percaya.

“ya ini aku hyea. Ada apa..” aku penasaran apa yang terjadi padanya. Tapi ia membalas pertanyaanku dengan menangis. Aku tidak mengerti apa yang ia tangisi..segera ku peluk ia untuk menenangkannya.

“syukurlah kalau begitu.” Ucapnya terbata-bata. “kyu.., maafkan aku..” kali ini ia mengucapkannya sedikit lebih tenang, walaupun masih sedikit terisak.

Maaf?? Apakah ia menangis karena masalah yang tadi?? Oh aku senang ia merasa bersalah. Tapi aku tidak senang juga ia seperti ini.., aku menegeratkan pelukanku padanya.

“sstt..sudahlah hyea. Aku tidak apa-apa. Tenanglah..” aku menepuk punggungnya pelan-pelan..bermaksud untuk lebih menenagkannya. Ia melepas pelukanku setelah ia merasa tenang.

“kau kemana saja?? aku sungguh mencemaskanmu kyu..ku kira tadi kau..” ia tidak melanjutkan omongannya. Ku liat ia kembali mengeluarkan air matanya.

“tau kah kau kyu.., tadi tempatmu menunggu terjadi kecelakaan..” ia kembali terisak. “dan aku takut salah satu korbannya adalah kau kyu.”

Kecelakaan??benarkah?? oh ya tuhan. Jadi inikah yang membuatmu seperti ini hyea. “jadi apakah ini yang membuatmu seperti ini hyea?” tanyaku langsung padanya. Ia menganggukkan kepalanya. “dan apakah kau merasa bersalah karena tidak datang?” ia kembali menganggukkan kepalanya. Jujur aku sedikit senang ia begitu mencemaskanku. ‘sadarlah kyu.. itu semua hanya karena ia merasa bersalah. Tidak lebih..’ pikirku menolak rasa senang ini.

Aku tersenyum dan mengelus puncak kepalanya. “sudahlah.., yang penting aku ada disini dengan selamat. Tapi jujur.., aku sangat senang mengetahui kau mencemaskanku hyea..”

“ne..??” tanyanya bingung.

“tidak apa-apa.” Jawabku sekenanya. “apa kau sudah makan?” tanyaku mengalihkan pembicaraan. Ia menggelengkan kepalanya. “belum?” tanyaku tak percaya dan sedikit meninggikan suaraku.

“aku kerja lembur dan begitu aku mengetahui kalau tempat dimana kita bertemu terjadi kecelakaan, menurutmu apakah aku bisa santai-santai makan?? Sementara aku tidak tau bagaimana keadaanmu.” Balasnya tidak kalah tinggi dan matanya mulai kembali berkaca-kaca. Oke aku mungkin sedikit kesal waktu mendengar dia belum makan. Dan kau kyu..selamat sudah membuatnya hampir menangis lagi.

“maaf..” ucapku menyesal. “baiklah.., bagaimana kita jalan-jalan sekitar sini sambil mencari makan?” ajakku padanya.

“sekarang?? Jam satu malam??” tanyanya tidak percaya.

“ya..kenapa tidak. Ayolah..bukankah kau merasa bersalah padaku tadi??! Kalau begitu anggap ini penebusan rasa bersalahmu.”

“tapi ini sudah melewati malam kyu. Apa masih ada tempat makan yang buka?? Kalau kau lapar aku bisa membuatkanmu makan di dalam.”

“hyea.., kau ingat aku tidak suka ada penolakkan. Lagipula ini seoul.., masih banyak tempat makan yang buka 24 jam. Oke.., sekarang ayo bangun dan ikuti kemauanku.” Kataku sambil menariknya berdiri dan membawanya ke arah lift. Biarlah aku egois kali ini.., dan mungkin ini langkah awalku untuk memulainya dari awal.

***

Matahari bersinar begitu cerahnya. Cahayanya menyembul malu-malu di sela-sela tirai di pagi hari. Kyuhyun mengerjapkan matanya karena terganggu oleh cahaya matahari yang menyilaukan di kamar itu. Ia membuaka matanya.., dan betapa senangnya pagi hari ini ketika apa yang ada dihadapannya ini. Semenjak menikah beberapa bulan, baru hari ini ia benar-benar merasa hidup. Bayangan yang selama ini ada dipikirannya akhirnya bisa terwujud hari ini. Bagaimana tidak.., pagi ini ia mendapati hyea tertidur ada di dalam pelukannya. ‘oh tuhan betapa ia sangat memimpikan hari ini.’ Dengan hyea yang menyenderkan kepalanya di dada kyuhyun. Dan sebelah tangannnya memeluk tubuhnya. Tidak jauh berbeda dengan dirinya yang memposisikan dirinya memeluk tubuh hyea.

Kemarin malam ia pulang ke apartemen pukul empat pagi. Kami benar-benar berjalan-jalan dan makan sesuai rencana. Selain itu kami mengobrol cukup lama sambil meminum sedikit soju. Dan ya.. seperti inilah kami pagi hari ini. Eits..hanya sebatas tidur ya tidak lebih. Saking terlalu lelah dan mengantuk, mungkin kami tidak sengaja tidur dengan posisi seperti ini. Tapi itu cukup membuatnya senang.

Dipandanginya wanita yang ada dipelukkannya ini, rasanya hatinya menghangat dan tentram ketika melihat wajahnya. Sungguh ia sangat menyukai wanita yang ada di pelukkannya ini. Ia eratkan pelukannya hati-hati takut mengganggu tidurnya, dan mencium sedalam-dalam feromon wanita ini yang memiliki aroma lemon di tubuhnya. Tapi kesenangannya harus terhenti ketika terdengar suara berbunyi dari handphonenya. Takut suara itu menggganggu tidur hyea, ia putuskan untuk mengangkat panggilan itu. Ia mencoba hati-hati mengangkat sebelah tangannya yang ada di bawah hyea agar ia tidak terusik. Begitu sudah berhasil melepaskan posisinya ia bangkit dari tempat tidur dan pergi ke luar kamar untuk menerima panggilan.

“yak tidak bisakah kau tidak menggangguku.” Jawabnya marah begitu panggilan itu ia terima. Dan penelopon itu tidak lain adalah ryeowook.

“maaf presdir saya mengganggu anada, tapi ini sangat penting. Tuan Jong gun sudah ada di ruang meeting. Dan yang presdir ketahui meeting ini begitu penting dan tidak bisa dibatalkan. Apakah anda melupakannya presdir??”

“shitt..” umpatnya kesal. Ia sangat lupa jika hari ini ia meeting dengan orang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis. Kenapa harus hari ini?? Ia sangat bahagia hari ini dan berencana tidak akan pergi ke kantor. Tapi harapan tinggal harapan. Telepon dari asistennya benar-benar merusak mood dan pagi indahnya.

“ya sudah..kau coba atur ulang jadwal yang sudah ditentukan mundur dua jam. Sekitar dua jam lagi aku akan tiba di sana..” ucapku santai.

“tapi presdir..”

“aku tidak mau tau… dalam waktu dua jam aku baru akan sampai di sana. Terserah bagaimana caranya kau membujuk tuan Jong gun..” setelah mengatakan itu, ia langsung memutuskan sambungan tanpa berniat mendengar ucapan ryeowook-asistennya.

‘huh..enak saja pergi meeting secepat itu. Walaupun tuan Jong gun merupakan orang berpengaruh, ia tidak suka jika ada yang mengganggu kesenangannya. Ia masih belum ingin berpisah begitu saja dengan hyea. Ah sepertinya akan aku beri sedikit kejutan kecil di pagi hari ini ketika ia bangun. Biarpun aku pergi sebelum ia bangun, setidaknya ada jejakku yang masih tertinggal bentuk perhatianku padanya.’ Pikirku tersenyum membayangkannya.

 

***

“huff” kuhempaskan diriku di kursi kerja dan melonggarkan sedikit dasiku ini. Sungguh sangat lelah rasanya, meeting berjam-jam lamanya. Untung saja tuan Jong gun orang yang hangat. Sehingga tidak sulit memintanya menunggu selama dua jam.

Baru saja aku ingin mengambil file yang ada di meja untuk diperiksa, aku melihat handphone di dekat telepon kantor. ‘bagaimana reaksi hyea ketika ia bangun ya..’ tanyaku dalam hati dengan rasa penasaran. Tangan yang tadinya ingin mengambil file akhirnya berpindah untuk mengambil handphone. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri membayangkan bagaimana reaksinya ketika bangun tidur.., segera aku menghubungi hyea..

Tok..tok..tok

Belum sempat sambungan di terima hyea, terdengar pintu di ketuk. Dan terlihatlah sunny ketika pintu dibukanya.

“presdir..” ucapnya pelan. Aku segera memutuskan sambungan teleponku segera.

“ada apa?” tanyaku dingin, karena ia sudah menggangguku.

“maaf presdir ada yang ingin saya sampaikan.” Ucapnya ragu-ragu.

“duduklah..”

Ia berjalan pelan ke arahku dan segera duduk dihadapanku.

“ini terkait surat pengunduranku dua bulan yang lalu presdir.” Ucapnya pertama kali. Aku menaikkan alisku sebelah. “lalu?” tanyaku lagi.

“pihak HRD sudah menemukan penggantiku.”

“benarkah?? Hah.., dengar..mungkin ini jarang sekali aku bicara ini padamu sunny. Tapi aku tulus mengucapkan bahwa aku sangat senang dengan cara kerjamu. Caramu melakukan tugasmu semua sempurna. Dan kuharap, penggantimu pun sama sempurnanya seperti dirimu dalam bekerja.”

Sunny yang tadi menunduk segera menatap atasannya itu, seakan tidak percaya apa yang barusan ia dengar. Ditambah sedikit senyum yang kyuhyun berikan.

“jadi siapa penggantimu itu?? Ku harap waktu dua minggu yang tersisa untukmu kau gunakan sebaik-baiknya untuk mengajari penggantimu itu sunny.”

“baik presdir, akan saja ajari ia semua tanggung jawabnya dalam bekerja. Oya presdir.., jika anda berkenan penggantiku ada di luar. Jika kau ingin ..”

“ya..bawa saja dia kemari. Aku ingin tau penggantimu siapa..” ucapku memutuskan perkataan sunny yang aku tau maksudnya.

Segera setelah aku berkata seperti itu sunny pamit untuk keluar dan memanggilnya. Tak lama suara pintu kembali terketuk.

“masuk..” ucapku sambil terus menunduk memeriksa file-file yang sempat aku abaikan tadi.

“oppa..” panggilnya.

‘siapa yang berani-berani memanggilku oppa?? Hanya orang yang dekat denganku saja yang ku izinkan memanggilku dengan sebutan oppa.’ Pikirku tak terima. Aku mendongkakkan kepalaku pelan-pelan. Hal pertama yang ku lihat adalah kaki jenjangnya, naik sedikit ke atas aku melihat tubuh wanita itu yang sempurna karena memiliki tubuh yang semampai, terus ke atas rambutnya yang panjang dan wajah yang ….sangat aku kenali.

“nana..” ucapku tak percaya.

TBC

Hayoo..hayoo, gimana ceritanya makin absurd kah?? Atau jalan ceritanya kecepetan. Di part ini kyuhyun mulai mengakui perasaanya pada hye soo. Jadi selamat bagi kalian yang udah bisa nebak klo kyuhyun suka sama hye soo. he

Maaf yak klo ada EYD yang gak tepat. Dan beribu-ribu maaf kalau update ceritaku ini selalu pendek dan lama.

Sekian dari aku. Semoga update tan yang selanjutnya gak begitu lama. Oya, jangan lupa comment kalian di part ini ya..

See you next part ^^

 

 

3 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Apr 11, 2016 @ 19:32:32

    Waduuuh…. Semoga saja kyuhyn gak tergoda dgn nana sang sekertaris baru.

    Reply

  2. lieyabunda
    Apr 14, 2016 @ 13:17:04

    apa bakalan jadi orang ke 3 gak yaa….

    Reply

  3. anggunrania
    May 12, 2016 @ 15:36:28

    siapa itu nana?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: