My Sun [1/?]

tumblr_nvwabg3lNm1tlve8wo1_500

 

Judul  : My Sun

Author            : brown maple

Cast    : Cho Kyuhyun, Song Hyerin, Cho Jihoon, Park Sojung

Genre : Romance, sad

Rating : PG 15

Length            : Twoshoot

 

Terimakasih kepada kakak admin superjuniorff2010 yang sudah mengeposkan ff saya yang masih pemula ini..

 

I hope you like it and happy reading all ^^

 

###

 

“Cho Kyu bangun..” suara merdu dari gadis berambut coklat itu pantang menyerah membuat sang kekasih tersadar dari mimpi indahnya.

 

Sepuluh menit pertama berlalu, gadis itu masih dengan sabar membisikkan kata-kata manis penuh cinta di telinga prianya. Nyatanya sepuluh menit kedua posisi pria itu tak berubah sedikitpun, si pria malah makin asik terlelap dengan pulau-pulau baru yang tercipta di sekitar bantalnya.

Dengan kadar kesabaran yang semakin menipis setipis tisu, gadis itu mengambil salah satu bantal dan memukul kaki kyuhyun dengan bantal sekuat tenaga. “Tuan Cho pemalas bangunlah, bukankah kau ada rapat pagi ini? Cepat bangun!!”

 

Mendengar suara yang awalnya lembut menjadi bising, cho kyuhyun menyipitkan matanya yang sejak tadi terpejam. “Ergh Hyerin-ah, tiga puluh menit lagi okay?” tawar kyuhyun.

 

Setelah dua puluh menitnya terbuang sia-sia sekarang harus ditunda tiga puluh menit lagi, oh my… “No no no.. cepatlah cho kyuhyun, bang..” ucap hyerin terputus karena tarikan cho kyuhyun yang tiba-tiba. Jadilah posisi hyerin yang berada di atas dada kyuhyun dengan pelukan super erat.

 

“Ssttt diamlah, morning kiss dan aku akan bangun.” Ledek kyuhyun sambil memajukan bibirnya dan mata yang terpejam.

 

“Baiklah” seringaian cantik tercipta di kedua sudut bibir hyerin.

 

PLETAKK

 

“YAA!!!” refleks Kyuhyun mengusap kasar kepalanya yang baru saja dijitak secara tidak kemanusiaan oleh kekasih tercintanya. Kyuhyun benar-benar takjub dengan kekuatan hyerin, terkadang ia menjadi begitu kuat terkadang pula ia terlihat lemah.

 

“Dasar maniak! Cepat mandi dan turun ke bawah aku siapkan sarapan.” Hyerin puas dengan hasil kerjanya, reaksi kyuhyun benar-benar menggemaskan. Dengan menghentakkan kakinya ia keluar dari kamar kyuhyun dan tersenyum bahagia..

 

Hyerin mulai menyibukkan diri di dapur, menata makanan yang ia bawa dari rumah. Ia sudah menyiapkan nasi dengan galbi (iga panggang), sup tahu, dan kimchi untuk sarapan mereka hari ini. Kalau biasanya cho kyuhyun hanya akan makan roti dengan selai di pagi hari, kali ini ia akan menyuguhkan sarapan yang agak berat. Biar saja, toh terkadang kyuhyun sering sekali melupakan makan siang ketika tenggelam dengan dokumen-dokumen tercintanya.

 

“Aigooo.. meja makan hari ini padat sekali. Aku bisa gemuk mendadak jika setiap hari seperti ini”

 

“Oo.. Jihoon-ah, kau sudah siap? ada kuliah pagi?”

 

“Begitulah, hari ini ada kuis dari kim songsaenim.”

 

“Nah, kau harus isi perutmu dulu sebelum bertarung dengan soal-soal itu.”

 

“Tentu saja, lagipula mana mungkin aku melewatkan makan makanan enak seperti ini. Noona, sini biar ku bantu.” Jihoon mendekati hyerin membatu mengeluarkan galbi dalam kotak makan ke atas piring.

Mulai tergiur dengan galbi yang ada di tangannya, jihoon mencolek pada bagian pinggir galbi yang dipenuhi bumbu dengan telunjuknya kemudian ia masukkan ke dalam mulut, mencicipinya. Ah, masitaa..dan ia lakukan berulang kali.

 

Hyerin menyadari apa yang tengah jihoon lakukan memukul lengan jihoon geram. “YAA!! Kau jorok sekali cho jihoon!! Lihat bekas mulutmu menempel disini semua. Pokoknya daging yang ini kau yang makan!”

 

“Noona, jangan kejam padaku. Aku mau yang banyak bumbunya.” Jihoon melancarkan aksi aegyonya, menarik-narik lengan baju hyerin merajuk layaknya anak kecil yang memohon untuk dibelikan mainan.

 

“Ei cho jihoon menjauhlah sedikit dari pacarku.” Ucap cho kyuhyun dengan suara dalamnya, sambil menuruni tangga kemudian menghampiri meja makan, tempat terjadinya keributan adik dan kekasihnya.

 

“Aish, hyung..kau pecemburu sekali huh? Aku hanya membantu noona menata ini”

 

“Menata apanya? Kau merayunya.. hus huss menjauhlah” ucap kyuhyun dengan dagunya yang telah bersarang di bahu hyerin juga tangannya yang melingkari dipinggang hyerin, backhug.

 

“Cih..hyung aku ini tampan, banyak gadis yang mengantri mendaftarkan diri mereka untuk menjadi pacarku. Aku tidak akan mengambil gadis yang sudah dimiliki orang lain, terlebih dimiliki singa sepertimu. Aku masih belum mau mati.” Jelas jihoon sambil berjalan mendekati kursi makan, bersiap menikmati santap paginya.

 

“Eish, sudahlah.. kau kekanakan sekali.. jihoon cuma membantu. Makanya bangunlah sejak awal dan bantu aku di sini jadi bukan jihoon yang membantuku.”

 

“Kau cerdas noona..”

 

“Ish, bocah itu”

 

“Cepat duduk ayo kita makan.”

Kyuhyun menuruti hyerin, berjalan menuju kursinya, bersiap untuk makan.

 

“selamat makan..”

 

###

 

“Hari ini kau benar-benar libur?” tanya kyuhyun sambil menyetir.

 

“Ne.. kau tidak percaya?”

 

“Bukan begitu, kau tidak acara kemanapun kan?”

 

“Ani..wae?”

 

“Kau akan kuberi kesempatan satu hari bersama si tampan kyu. Temani aku bekerja juga yaa?”

 

“Aish gayamu, kalau kau member super junior aku akan senang sehari bersamamu. Lagipula kau tidak akan bekerja dengan benar nanti” jelas hyerin dengan tersenyum geli.

 

“Aku lebih tampan dari member super junior dan kau bilang apa? Tidak bekerja dengan benar? Aku sangat profesional kau tau itu. Ah, tunggu sebentar.”

Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di depan toko bunga. “apa yang ia lakukan” batin hyerin.

 

“Cha.. ini untukmu” kyuhyun masuk ke dalam mobil lagi dengan seikat bunga matahari yang cantik.

 

“Apa ini semacam sogokan?” hyerin menerimanya dengan senyum senang, menyentuh bunga-bunga itu dengan lembut.

 

“Tidak juga, karena aku ingin. Hari ini adalah hariku yang berharga, hari yang benar-benar secerah matahari. Ada kau di sampingku, kau matahariku dan kau suka bunga matahari. Aaahh, kita benar-benar berjodoh.”

 

Pipi hyerin merona, tidak ada kata selain bahagia dan ucap syukur hyerin panjatkan pada Tuhan yang telah memberi hati seorang cho kyuhyun perasaan cinta pada hyerin “Gomawo, saranghae cho” kata hyerin

 

“Lihatlah, begitu mudahnya kata cinta keluar dari bibir manismu untukku. Apa aku terlalu mudah untuk dicintai?” goda kyuhyun dengan wajah yang kini telah berada di hadapan hyerin.

 

“Begitulah” kemudian hyerin mencium pipi kyuhyun yang hanya berjarak 5cm saja dari wajahnya.

 

Kyuhyun cukup terkejut, walaupun hyerin hanya mengecup pipinya. Konsentrasinya yang sedang memandangi wajah hyerin menguap begitu saja. Tidak mau kalah kyuhyun membalas hyerin dengan mengecup bibirnya “Nado saranghae song hyerin. Jja, kita ke kantor sekarang”

 

Sesampainya di ruang kerja kyuhyun segera mengecek dokumen-dokumen yang sudah tertumpuk manis di meja kerjanya sedangkan hyerin membaca novelnya di sofa hitam nan nyaman itu.

 

Sesekali kyuhyun melirik ke hyerin di seberang mejanya. Ekspresi gadis itu berubah-ubah ketika membaca. Sekarang ia sedang tersenyum, selang beberapa waktu ia seperti ekspresi kecewa, ia memang sangat manis jika sedang membaca novel.

 

Tanpa sadar kyuhyun telah mengabaikan beberapa laporan, memilih untuk mendekat ke sofa tempat gadis yang sedang asik dengan dunianya. Sesampainya di sofa ia merebahkan kepalanya di paha hyerin.

 

“Apa yang kau lakukan? Kerjakan pekerjaanmu tuan cho.”

 

“Aku ingin tidur, kau tau aku sangat kurang tidur semalam” kyuhyun mulai menggeliat dipangkuan hyerin.

 

Sangat mengerti kondisi kyuhyun, hyerin mulai mengulurkan tangannya menyusuri rambut tebal kekasihnya “Tidurlah..”

 

“Biarkan posisi ini sebentar” kyuhyun memiringkan tubuhnya, menghadapkan wajah dan menyandarkan pipinya ke perut hyerin.

 

“Eum.. tidurlah cho” tangan hyerin terus aktif mengelus rambut kyuhyun, membuat kyuhyun semakin terelap memasuki mimpi indahnya.

 

 

###

 

Dua minggu setelah momen kyuhyun yang tertidur dipangkuan hyerin, intensitas pertemuan keduanya menjadi sulit. Kyuhyun mulai khawatir dengan hyerin yang mulai jarang menghubunginya, kyuhyun akui ini adalah komunikasi terburuk selama tiga tahun hubungannya berjalan. Semalam kyuhyun menelpon hyerin dan percakapan itu berlangsung cukup singkat tidak seperti biasanya. Hyerin yang biasanya berbicara panjang lebar menanyakan ini itu, semalam hanya bicara seperlunya seperti terkesan terburu-buru. Apa ia sedang sibuk?

 

“Kyu, sudah jam makan siang. Temani aku makan yaa” suara yang berasal dari pria berparas cantik itu menghancurkan spekulasi-spekulasi yang sedang bersarang di otak kyuhyun.

 

“Aku malas keluar heechul hyung” kyuhyun mengehela nafas berat dan memutar bola matanya melihat tingkah hyung kesayangannya yang kini sudah duduk dihadapannya dengan memasang senyum lima jarinya.

 

“Aish bocah ini.. longgarkan sedikit pikiranmu, kita keluar sebentar menghirup udara segar setelahnya kau bisa kembali bercinta dengan dokumen-dokumenmu itu.” jelas heechul sambil memutar memainkan pena kyuhyun di sela kelima jarinya.

 

“Kau pergi saja dengan pacarmu, bukankah kalian seperti magnet?”

 

“My love harus mengontrol cabang baru butiknya di daegu. Ayolah apa salahnya makan denganku. Pemilih sekali, kau sedang banyak pikiran kan? kau bisa bercerita padaku, kajja”

 

“My love? Menggelikan..”

 

“Apa bedanya denganmu? Kontak hyerin di hp mu kau tulis my sunshine”

 

“Itu lebih elegan, sedangkan kau? My love? Seperti remaja labil yang sedang jatuh cinta”

 

“Eii.. Kau…”

Dan perdebatan antara dua pria itu masih berlangsung tanpa henti mengiringi langkah kaki mereka dari ruang kerja kyuhyun sampai parkiran mobil. Benar-benar dua pria dewasa yang bertingkah layaknya anak kecil.

 

 

Di Sugar Café

 

Kyuhyun dan heechul telah memesan bibimbap sebagai menu makan siang hari ini. Sembari menunggu pesanan mereka tiba pembicaraan ringan tercipta diantara mereka mengenai proyek perusahaan yang tengah berjalan.

“Kyu, kau tau? Aku mendengar gosip tentang proyek resort kita di jeju”

 

“Kau kan memang tukang gosip.. seperti wanita saja” desis kyuhyun.

 

“Aish, kau mau tau tidak alasan kenapa Han Corp yang bekerjasama dengan kita untuk proyek resort itu?”

 

“Tentu karena kita sangat kompeten untuk semua proyek yang kita tangani. Seluruh proyek kita selalu berjalan lancar dengan pencapaian keuntungan yang luar biasa.”

 

“Aku juga tau itu, ini lain. Alasan dasarnya adalah karena anak dari presdir Han Nam Joon yang memintanya. Kudengar gadis itu menyukaimu.”

 

“Kau tidak menyadarinya saat kita survey tempat? Gadis itu ada di sana, memerhatikanmu, tersenyum di setiap pergerakanmu. Benar-benar seperti gadis yang sedang jatuh cinta” sambung heechul dengan semangat menggebu menceritakan semua yang ia tau.

 

“Ah, pesonaku memang sangat kuat”

 

“Cih, percaya dirimu setinggi namsan tower, ani lebih tinggi dari itu. Oiya, kemudian gadis itu bertanya kepada park ahjussi, menanyakan statusmu. Ketika park ahjussi mengatakan kau sudah memiliki kekasih raut wajahnya berubah. Ia tak lagi antusias walau kadang masih melirik ke arahmu.”

 

“Kau menguping pembicaraan mereka ya?”

 

“Ya!! aku tidak menguping. Aku melihat dari kejauhan ketika gadis itu berbicara dengan park ahjussi, karena penasaran setelah gadis itu pergi aku langsung bertanya kepada park ahjussi.”

 

“Dasar.. selalu ingin tau urusan orang”

 

“Ya!! Ka-“ heechul menyayangkan umpatannya yang terputus karena kedatangan pelayan.

 

“Ini pesanannya tuan 2 bibimbap dengan orange juice dan milkshake strawberry. Ada yang dipesan lagi tuan?” tanya waitress itu dengan senyuman ramah.

 

“Tidak, terima kasih”

 

“Ne, selamat menikmati”

Tanpa suara kedua pria itu memulai acara makan mereka, heechul makan dengan lahap benar-benar seperti orang yang tidak makan seharian. “Aaa masitaaa” ujar heechul dengan mulutnya yang penuh.

 

“Ish..diamlah hyung, makan dan nikmati saja.” Ujar kyuhyun dengan tetap melanjutkan makannya. Akhirnya keduanya diam dan menikmati makanan mereka sampai habis tak bersisa sedikitpun.

 

Baru saja kyuhyun ingin meminum orange jusnya ia melihat seseorang yang sangat familiar dimatanya. Sosok yang akhir-akhir ini menurutnya telah berubah, song hyerin kekasihnya. Di sana hyerin tidak sendiri, ia bersama seseorang, tunggu.. bersama pria dan kyuhyun tau persis siapa pria itu. Dia jihoon, adiknya. Bagaimana bisa mereka makan siang bersama?

 

Kyuhyun ingin menghampiri hyerin sebelum dering ponselnya berbunyi terlebih dulu, tanda panggilan masuk dari sekretarisnya.

“Ya..”

 

“Baiklah aku akan segera kesana”

 

“Kemana kyu?”

 

“Kita harus segera kembali ke kantor hyung”

 

“Waeyoo?? Aku baru selesai makan, bibimbapku belum tercerna dengan baik, duduklah sebentar baru kita berangkat”

 

“Tidak bisa hyung. Ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh sekretaris dari Han Corp, beliau sudah di kantor. Kita tidak mungkin membuatnya menunggu lebih lama.”

 

“Aaaa arasoo..” Keduanya bergegas menuju mobil untuk kembali ke kantor. Rencana kyuhyun untuk menanyai kabar hyerin gagal sudah.

 

“Kenapa disaat penting seperti ini justru ada hal yang lebih penting.. aish, aku akan menanyakan pada hyerin nanti” batin kyuhyun sambil mengemudikan mobilnya.

 

Mereka sudah sampai di basement Cho Company, kyuhyun dan heechul jalan dengan terburu-buru menuju lift agar lekas sampai di ruang kerja kyuhyun. Teringat hyerin kyuhyun mengambil ponselnya mengetikkan beberapa kata untuk kekasihnya

 

To : My Sunshine ^^

Hye-ah, kau sedang dimana?

 

Sent!!

 

Tring!! Pesan masuk dari ponsel kyuhyun “cepat sekali balasnya, hihihi” batin kyuhyun

 

From : My Sunshine ^^

Aku di sugar cafe kyu, wae?

 

Dengan semangat kyuhyun mengetikkan pesan balasan untuk hyerin.

 

To: My Sunshine ^^

Oo tidak apa, apa kau sedang makan? Makanlah yang banyak.. apa kau sendiri? Atau bersama pria? Jangan macam-macam, mataku banyak kau tau?

 

From : My Sunshine ^^

Arasooo tuan cho yang bawel. Aku sendiri di sini T_T

 

“Sendiri? Bagaimana mungkin? Aku melihat jihoo tadi bersamanya” lagi lagi batin kyuhyun bicara.

 

To : My Sunshine ^^

Uuu kasihan.. bagaimana bisa kau tidak mengajak pacarmu ini untuk makan siang bersama, heum?

 

From : My Sunshine ^^

Kekasihku itu sangat sibuk aku tidak sanggup mengganggunya.

 

To : My Sunshine ^^

Aish.. baiklah, makanlah dengan baik. Aku rapat dulu, saranghae~

 

From : My Sunshine ^^

Saranghae cho kyukyu~

 

“Hei.. sampai kapan kau terus berkirim pesan huh? Kita sudah sampai sejak tadi dan aku lelah menekan tombol ini terus (tombol panah yg buat pintu lift terbuka). Kita tidak mungkin turun ke bawah lagi bukan? Cepat keluar pabo!!” Kesal heechul dengan suara yang ia naikkan satu oktaf.

 

“Ish.. baru segitu saja mengeluh” ujar kyuhyun dengan santainya berlalu keluar dari lift melewati heechul.

 

“Dasar bocah kurang ajar!!”

 

###

 

Kyuhyun baru saja keluar dari hallroom Pearl Hotel. Ia baru saja mengadakan rapat bersama beberapa perusahaan untuk sebuah proyek dan lagi untuk kesekian kalinya kyuhyun memenangkan proyek yang ditawarkan.

 

Mata kyuhyun sangat jeli dalam segala hal. Seperti saat ini, walaupun hanya terlihat sekilas, ia yakin wanita yang baru saja melintasi lobby hotel ini adalah gadisnya dan laki-laki yang memapahnya adalah adiknya cho jihoon

 

Sekedar hanya ingin meyakinkan diri, kyuhyun mengikuti kedua orang itu. Kyuhyun menggunakan penyamarannya, kacamata hitam dengan syal dilehernya.

 

“Sajangnim, anda mau kemana?”

 

“Ah, Park ahjussi aku ada keperluan di hotel ini, ahjussi bisa kembai ke kantor lebih dulu.”

 

“Baik kalau begitu sajangnim.”

 

Kyuhyun menghampiri recepcionist menanyakan nomor kamar yang disewa atas nama jihoon atau hyerin. Berbagai macam cara kyuhyun lakukan mengingat privasi customer sangatlah dijaga oleh pihak perusahaan dan tak mudah untuk diberikan kepada orang lain.

 

Jangan sebut cho kyuhyun jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, saat ini ia sudah mengetahui nomor kamar yng dipesan oleh jihoon, 318.

 

Perasaan harap-harap cemas menyelimuti kyuhyun yang kini sedang berada di dalam lift. Perasaannya semakin tidak menentu. Kyuhyun mulai berfikir positif, ia yakin adiknya adalah anak baik terlebih pada kekasihnya yang telah dianggap sebagai noonanya sendiri. Begitupun dengan hyerin, ia percaya hyerin menjaga cinta mereka.

 

TING!!

 

Pintu lift terbuka, mengantarkan kyuhyun pada tujuannya. Ia berjalan menyusuri lorong mencari pintu kamar dengan nomor 318. Kakinya terus berjalan sampai pada saat ia berhenti pada satu pintu, ini lah yang ia cari dan kyuhyun hanya terdiam setelahnya, menatap pintu itu dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan.

 

Tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu. Itu yang ada dipikiran kyuhyun saat ini. Menurutnya tidak mungkin untuk mengetuk pintu dan melihat apa yang terjadi di dalam. Ia memutuskan untuk duduk di bangku yang disediakan di ujung lorong.

 

Lima belas menit berlalu dan kyuhyun hanya menatapi pintu itu dengan sabar. Entah apa yang dipikirkannya hingga ia lebih memilih menunggu ketimbang menekan bel pintu kamar itu. Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari sakunya, ia mulai memainkan game yang ada di sana. Sambil bermain game lebih baik daripada hanya diam menunggu, batin kyuhyun.

 

Bermain game memang pembunuh waktu yang paling ganas. Tak terasa kyuhyun sudah tenggelam dengan permainan selama satu jam. Masih asik dengan permainannya yang semakin seru, CKLEK!!

 

Terdengar suara pintu yang terbuka. Sontak kyuhyun mengalihkan fokus matanya pada pintu tersebut. Ternyata suara pintu itu berasal dari kamar incarannya. Sesekali kyuhyun melirik ponsel kemudian pintu itu secara bergantian, ia ingat masih dalam mode penyamarannya, ia tidak boleh ketahuan ada disini.

 

Tak lama muncul dibalik pintu itu seseorang yang sangat ingin ditanyainya. Pria itu, pria dengan rambut dan pakaiannya yang berantakan, keluar dari kamar menuju lift. Jihoon terlihat mengusap wajah dengan kedua tangannya kemudian mengancingkan satu kancing atas kemejanya.

 

Niat awal kyuhyun ingin menanyai jihoon ini itu sirna sudah. Kyuhyun sudah tidak tertarik lagi, penampilan jihoon sudah menjelaskan semuanya. Penghianatan ini, sangat menyakitkan dimata kyuhyun. Jadi kedekatan mereka bukan hanya sebatas kakak adik, ada hal lain yang mereka tutupi dan mereka mencabikku sedemikian sakit, batin kyuhyun.

 

Setelah jihoon masuk ke dalam lift yang membawanya ke lantai dasar, kini giliran kyuhyun berjalan menuju lift, menatap kamar itu dengan nanar ketika melewatinya. Ia akan kembali ke kantor. Rasa penasarannya terjawab sudah, terjawab dengan jelas. Berakhir sudah!!

 

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan amarah yang memuncak. Terus berkecamuk dalam pikirannya. “Bagaimana hal itu bisa terjadi? Kesalahan apa yang ia lakukan?” dan masih banyak hal lain yang ia pikirkan. Hubungannya yang terlihat indah, nyatanya tak seindah yang ia rasakan, merasa saling mencintai namun nyatanya berhianat. Kyuhyun pusing dengan kisah percintaannya saat ini. “Apakah hal ini yang membuat hyerin mulai sulit dihubungi, ia ingin berpisah secara perlahan?” spekulasi baru kyuhyun bermunculan.

 

Kyuhyun sudah sampai di ruang kerjanya, ia menyadarkan punggungnya di kursi kebesarannya dengan kepala mendongak ke atas dan mata yang terpejam, kepalanya benar-benar mau pecah memikirkan kejadian hari ini.

 

Suara ketukan terdengar dari ruang kerja kyuhyun, siapa yang berani menganggunya?

 

“Masuk!!”

 

“Sajangnim, ini laporan keuangan bulan ini, silahkan diperiksa”

 

Kyuhyun mengambil laporan itu tanpa berniat mengoreksi bahkan membacanya, ia membolak balik lembar demi lembar dengan kesal.

 

“Brengsek!! Sampah macam apa ini hah?! Salah! Semua salah revisi lagi!”

 

 

Tbc…

 

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. cici
    Apr 08, 2016 @ 17:50:37

    semoga hyejin gk selingkih

    Reply

  2. lieyabunda
    Apr 16, 2016 @ 03:13:55

    kayanya gak mungkin deh kalo hyerin selingkuh,,,,
    pasti ada kesalahpahaman,,,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: